NASIB PENDIDIKAN IPS DI KURIKULUM 2022


Implementasi dari kurikulum 2022 masih banyak menjadi salah satu sumber ‘kebingungan’ nan harus dihadapi oleh para guru saat ini. Kebingungan tersebut dikarenakan belum jelasnya bagaimana penerapan dan pengaplikasian kurikulum 2022 tersebut di pelan. Selain ganar akan halnya penerapan kurikulum 2022, momen ini para temperatur wali mata cak bimbingan (mapel) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)kembali masih belum selengkapnya bisa melaksanakan sesuai dengan segala yang dimandatkan dari kurikulum mapel IPS. Keadaan ini dikarenakan di lapangan saat ini banyak para pengampu IPS, bukan dari lulusan ilmuwan Pendidikan IPS. Padahal saat ini FIS UNY tiba tahun 2022 jurusan Pendidikan IPS sudah meluluskan sarjananya. Doang, pemerintah sendiri sepertinya belum mencerna hal tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya lowongan untuk master IPS tetapi bukan dari lulusan Pendidikan IPS. Mematamatai dari latar belakang keburukan tersebut, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan IPS, Fakultas Mantra Sosial Perguruan tinggi Negeri Yogyakarta (FIS UNY) menggelar Seminar Nasional dengan tema “Pendidikan IPS dan Implementasi Kurikulum 2022 untuk Mewujudkan Generasi Emas”. Semnas yang digelar Rabu (2/10) di Ruang Burik Hajar Dewantara FIS UNY ini menghadirkan pembicara, Prof. Said Hamid hasan, Ph.D.,  Sardiman, AM. M.Pd., Penasihat BKD DIY nan diwakili maka dari itu Ketua Bidang Mutasi Sida-sida BKD DIY, Prapto Nugroho, SH dan Suhu SMP N 5 Yogyakarta, Arief Wicaksono, S.Pd.

Dalam sesi pertama Sardiman, AM., M.Pd menampilkan tentang kok terlazim penyempuraan dan apa urgensi pengembangan kurikulum 2022? Sardiman terkesan dengan statement  Nayaka Pendidikan kini , Muh Nuh yang mengatakan bahwa “Kurikulum Indonesia belum pernah berubah. Artinya ending nya tetap rapot dan Nem. Hal ini berarti bahwa perilaku temperatur dari mulai adanya kurikulum  periode 1947 hingga kurikulum 2006 sama.” Itulah yang menjadi  pelecok satu alasan adanya peluasan kurikulum. Selai itu Sardiman menambahkan, adanya persepsi masyarakat bahwa kurikulum pendidikan saat ini terlalu menggarisbawahi pada aspek kognitif, selain itu beban siswa untuk mata pelajaran plus terik namun sedikit bermuatan karakter. Inovasi yang cak semau di kurikulum 2022 adalah adanya mata pelajaran peminatan dan teradat. Ibarat, mapel wajib yang ditempuh ialah Sejarah Indonesia, dan mapel histori adalah mapel minat bagi pelajar yang merasa berperhatian mendalami tentang histori. Sardiman menyampaikan adapun tema peluasan kurikulum 2022 adalah kurikulum nan boleh menghasilkan insane Indonesia yang rani, kreatif, inovatif dan afektif melangkaui penguatan sikap, ketrampilan dan pengetahuan nan teratur. Internal kurikulum 2022 posisi guru tidak namun perumpamaan instruktur dan pendidik seperti yang telah kita kenal bersama, namun di kurikulum ini posisi suhu pun sebagai penyedia, leader, motivator dan sebagai ‘pelayan dan diver-nya’ peserta asuh.

Sedang Hamid Hasan dalam sesinya memajukan bahwa kedudukan pendidikan IPS sebagai alat penglihatan les nan berdiri sendiri sama dengan mata pelajaran tak, adalah untuk memasrahkan kesempatan yang lebih segara untuk pesuluh didik mempelajari riancian yang diperlukan. Sedangkan untuk mapel IPS di SMP menggunakan pendekatan integrative intern organisasi Kompetensi Dasar (KD) dan penataran. Hamid pun menambahkan, kompetensi Sumber akar tersebut diintegrasikan dengan menggunakan konsep geografi sebagai platform. Integrasi dalam KD dilakukan antara konten ilmu permukaan bumi, sejarah, ekonomi, ilmu masyarakat dan antropologi. Nan nantinya bisa kita ujar sebagai Pembelajaran IPS Terpadu. Hamid menuturkan, “Harapan Pendidikan IPS merupakan, kerjakan menghasilkan warganegara yang memiliki wara-wara dan pemahaman tentang mahajana dan bangsanya, religius, jujur, demokratis, produktif, analitis, gemar mendaras, memiliki kemampuan belajar, rasa ingin tahu, peduli dengan lingkungan sosial dan fisik, berkontribusi terhadap pengembangan hidup sosial budaya, serta berkomunikasi secara bakir. “tuturnya strata lebar.

Sedang konten pendidikan IPS dalam kurikulum 2022, menurut Hamid menghampari 1). Pengetahuan : mengenai spirit mahajana di sekitarnya, nasion dan umat manusia internal bervariasi aspek nyawa dan lingkungannya. 2). Ketrampilan: berpikir sensibel dan kritis, mengaji, belajar (learning skills, inqury), memecahkan masalah, berkomunikasi dan bekerjasama intern kehidupan bermasyarakat-berbangsa, 3). Kredit-nilai keterusterangan, kerja keras. Sosial, budaya, kewarganegaraan, cinta damai dan kemanusiaan serta kepribadian yang didasarkan pada angka-kredit tersebut. Dan nan terakhir, 4). Sikap: Rasa ingin sempat, manidri, menghargai penampakan, kompetitif, kreatif dan inovatif serta bertanggung jawab. Ujar Hamid di depan tekor lebih 200 orang pelajar. (Sari)