Padang, Benuanews.com,- Camat Padang Paksina Pagara SSTP, MM merespon aksi pelajar tawuran yang sudah adv amat meresahkan . Apalagi SMK 5 dan SMA Daerah 1 berada di wilayah kecamatan Padang Utara, sehingga sangat rawan untuk terjadi tawuran.

Kerjakan mengantisipasi hal tersebut, camat Padang Utara Pagara SSTP, MM dan lurah Lolong Belanti Eripon, Ketua LPM, para ketua RT dan pemrakarsa masyarakat mengadakan langlang di lingkungan kelurahan Lolong Belanti. Dengan dibantu anggota Satpol PP, kontingen yang berjumlah kian kurang 60 sosok ini gelintar ke lokasi dimana tempat anak-anak tersebut mangkal.

“Sudah lalu banyak laporan yang turut yang membuat warga merayang” ucap Pagara. Urut-urutan dilingkungan kelurahan Lolong Belanti terutama yang didepan SMA 1 kerap dipakai maka itu para muda-mudi untuk memadu cinta. Mereka bercengkrama minus mempedulikan mahajana sekeliling.

Bahkan penghuni kembali pernah melapor menemukan kondom bekas pakai dilokasi tersebut. “Bintang sartan sebelum warga bertindak anarkis, makanya mulai malam ini kita akan aktifkan pengakapan malam, sehingga polah zina nan dapat mendatangkan bala tersebut dapat di cegah” ungkap Pagara.

Tepat jam 8 tim bergerak menyipi arena nan selama ini ditengarai perumpamaan wadah mengamalkan mesum. Di depan SMA Negeri 1, skuat pengakapan mendapati 6 orang bujang tanggung yang sedang nangkring. Sewaktu diinterograsi, ternyata mereka masih duduk di dipan SMP dan SMA. Ditanya alamat, ternyata mereka warga Belimbing Kecamatan Kuranji.

Petugas kemudian mensyariatkan mereka lakukan membubarkan diri. Tim kemudian menyusuri perkembangan yang berada diwilayah kelurahan Lolong Belanti.

Kemudian cak regu menyusur seluruh perkembangan dan gang yang ada di provinsi kelurahan Lolong Belanti, akan tetapi tidak ditemukan hal yang mencurigakan. Diperkirakan antisipasi Trantibmas ini sudah menceret, sehingga mereka yang biasa nongkrong menghindar semenjak razia petugas.

Temporer Lurah Lolong Belanti Eripon mengatakan, orang tua mempunyai beban jawab terhadap perilaku anaknya. “Ayah bunda harus selalu memantau dimana kerelaan anaknya, apalagi dimasa rawan tawuran detik ini, jangan biarkan anak-anak keluyuran tengah lilin batik” sebut Eripon.

 “Kemudian yang terpenting peran serta masyarakat n domestik menciptakan keamanan lingkungan agar tidak terjadi lagi tawuran pelajar. Jika itu dilakukan maka keamanan dan kenyamanan akan tercipta di mileu masing-masing ” pembukaan dia.

Eripon melanjutkan, karena yang doyan takhlik keributan yaitu anak yang masih berstatus pelajar, maka diperlukan ajang aktivitas pelajar dengan membangun kepedulian bersama demi tumbuh kembang momongan.

Eripon menghimbau kepada seluruh RT dan RW serta pentolan masyarakat di kelurahan Lolong Belanti moga selalu menjaga kenyamanan dan ketertiban di wilayah per, dengan kaidah menggiatkan patroli mileu lakukan mencegah terjadinya hal nan tak diinginkan.

(Marlim)