Surat Al Kautsar Untuk Pengasihan

tirto.id – Surah Al Kautsar yaitu surat pendek digdaya tiga ayatyang diturunkan di Ii kabupaten Mekah (Makiyah). Surah ini menjadi surah ke 108 di kerumahtanggaan Al Quran. Al Kautsar memiliki makna Kemustajaban yang Berlimpah.

Ayat-ayat dalam surah Al Kautsar mengingatkan kepada manusia terhadap keistimewaan Almalik dalam mengasihkan nikmat kepada makhluknya. Oleh sebab itu, Sang pencipta meminang kepada makhluk bakal senantiasa berterima kasih. Caranya, yaitu manusia diperintahkan untuk mendirikan shalat dan mengerjakan qurban.

Berikut isi dari surah Al Kautsar meliputi catatan arab, tulisan latin, dan artinya:

إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ

innā a’ṭainākal-kautsar

1. Senyatanya Kami sudah memasrahkan kepadamu mak-nyus yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
fa shalli lirabbika wan-ḥar

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
inna syāni`aka huwal-abtar

3. Selayaknya orang-orang yang membenci kamu dialah nan terputus.

Dalam surah tersebut, makna cukup dalam juga ditunjukkan pada ayat ketiga. Semua kenikmatan Tuhan yang penuh sesak tidak akan diberikan pada turunan-orang yang membenci. Pembenci ini ditujukan buat sosok-khalayak yang memci Rasulullah Muhammad shallallahu ‘aliahi wassalam.

Kebencian tersebut lantas menghalangi para pembenci bikin mengimak petunjuk yang dibawa Utusan tuhan Muhammad. Dengan demikian, pembenci enggak mau untuk menghafaz Allah sehingga plong kesudahannya dirinya menjadi pribadi yang merugi di akhirat.

Permusuhan kepada Rasulullah menjadi seseorang tertutup hatinya untuk menjalankan amalan-amalan shalih. Sebab, semua petunjuk Selam yang disampaikan oleh Utusan tuhan Muhammad akan diremehkan. Sira pun menjadi terhalang bikin percaya kepada Allah melalui kabar gembira dan peringatan yang didakwahkan Rasulullah.

Sebaliknya, orang-orang yang berkeyakinan akan mendapatkan luasnya kenikmatan Allah. Ayat pertama dalam surah Al Kautsar menunjukkan penegasan bahwa kenikmatan atau karunia dari Sang pencipta internal bentuk utuh dan diberikan secara berkelanjutan. Melansir laman
Kemenag
Kalsel, nikmat Almalik diberikan secara enggak ternilai dari berpangkal orang bangun, sehingga semua itu perlu direnungkan.

Melansir laman
Suara minor Muhammadiyah, berkenaan dengan turunnya surah Al Kautsar, Rasulullah menyatakan bahwa Al Kautsar merupakan sungai di surga. Rasulullah sekali lagi menyifati keadaan batang air itu dengan kabikan melimpah. Sebuah hadits panjang menyatakan hal demikian ketika Rasulullah berkumpul dengan para sahabatnya bagaikan berikut:

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushirin dari al-Muhtar dari Anas berucap. Satu hari saat Rasulullah SAW di antara kami, tiba-tiba Anda tertidur sejenak, lalu Beliau mengangkat kepalanya serempak mesem. Maka kami berkata, “Apa yang membuatmu tersenyum duhai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Baru saja diturunkan kepadaku satu surah.”

Beliau sekali lagi membacakan surah itu, “Dengan memanggil tanda Yang mahakuasa Yang Maha Pemurah pun Maha Pengasih.– Sungguh, Kami mutakadim memberimu (Muhammad) Al Kautsar– Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah– Sungguh, insan-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (Qs. Al Kautsar: 1-3)

Kemudian Beliau bersabda, “Tahukah dia apa Al Kautsar?” Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bertutur, “Sesungguhnya anda adalah sungai yang dijanjikan Tuhanku ‘Azza wa Jalla kepadaku, di atasnya terletak kebaikan nan banyak; yaitu telaga nan akan didatangi umatku puas waktu Kiamat, bejananya sejumlah bintang (di langit), lalu terserah seorang hamba yang ditarik darinya, maka aku pula berkata, “Yaa Rabbi, sesungguhnya ia termasuk umatku.” Allah berfirman, “Anda tidak mengetahui barang apa yang mereka setelahmu.”

Ibni Hujr –salah seorang rawi- menambahkan n domestik haditsnya, “(Rasulullah SAW) bernas di antara kami di masjid (HR. Mukmin).

(tirto.id –
Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar

Dabir: Ilham Choirul Anwar

Penyunting: Yulaika Ramadhani



Source: https://tirto.id/keutamaan-surah-al-kautsar-tulisan-latin-beserta-arti-maknanya-ggZS