Skripsi Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Belajar Siswa Smp

–          Tentukan plastis y (fleksibel tergantung/fleksibel yang merintih) nya, usahakan memperbedakan lentur nan menarik, paling penting dan yang akan menjadi sorotan

–          Identifikasi, yaitu variabel tegantung itu dipillih berpunca faktor segala apa saja.

Misal ada 3 variabel x (pembatasan masalah, variabel bebas)  dan 1 variabel y. Sumber kelainan disesuaikan dengan pembatasan komplikasi. Misal, berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat ditentukan andai bla bla bla

–          Judul dan

–          Latar belakang menjelaskan isi berpangkal penelitian, karena itu sungguhpun meres birit berada di halaman semula, penyelesaian sub bab ini besar perut disempurnakan minimal akhir.

–          Publikasi yang dipadukan dengan kriteria

–          Teori:

Misal, eksplorasi dengan 3 lentur  dan satu variabel y, maka berusul tajuk tersebut akan terdapat lebih pecah 3 persoalan, yaitu:

a.       Perantaraan antara lentur x1 dan y

b.      Sangkut-paut antara laur x2 dan y

c.       Kombinasi antara variabel x3 dan y

d.      Perikatan x1 dan x2

e.      Dst.

–          Anjuran: gunakan jurnal,jangan skripsi, disertasi atau tesis

–          Hasil penekanan harus dipetakan (dengan data)

–          Manajemen lebih sering penelitiannya memperalat elastis laten


Cerdas n domestik menentukan Elastis Penelitian!

Penelitian sering dilakukan maka itu kita terutama temperatur. Termasuk saya atau teman-kutub nan lain terkadang sulit cak bagi menentukan judul penelitiannya. Ini ada beberapa tips yang unutk menentukan variable dalam penelitian :

1. Tentukan pemasalah utamanya apa? Persoalan utama ini kita sebut Y. Y ialah variable terikat yang dijadikan inti penajaman kita. Contoh : Hasil Belajar

2. Faktor permasalah, kita sebut X, X ini adalah variabel bebas. Biasanya intern penelitian tesis variabelnya minimal 2 variabel. Misalnya : Hubungan Metode Lektur dan Metode Kelompok dengan Hasil Membiasakan Ilmu hitung Murid Kelas VII SMP ‘X”. ATAU Pengaruh Metode Ceramah dan Metode Kerubungan Terhadap hasil Belajar Ilmu hitung Siswa Kelas VII SMP “X”.

Dari eksemplar nan saya buat : Elastis bebas (X1 = Pengaruh metode ceramah , X2 = Dominasi metode kelompok, dan variable terikat adalah Y = Hasil belajar Matematika).

Kita garis bawahi untuk Pengaruh menggunakan penghubung dengan variable terikat merupakan : ‘terhadap’ sedang untuk Kawin gunakan konjungsi varibel terikatnya “dengan”.

3. Variabel yang kita tentukan, kita siapkan dulu apakah banyak teori-teorinya atau enggak, sekali lagi pandapat para juru apakah banyak ataupun lain. Satu variable paling 10 teori untuk pendalaman tesis misalnya.

4. Lalu nan buncit tentukan apakah pengkajian yang kita memungkinkan bikin kita lakukan atau tidak. Tatap dari lokasi/tempat, biaya, dsb……

Demikian bermula saya…mudah-mudahan bisa kondusif saya dan n partner-teman dalam mengamalkan penelitiannya.

Buat Guru galibnya melakukan PTK, tentukan sekadar lentur yang sederhana dan pas satu laur independen…..Kalau saya salah menjelaskan minta dikoreksi, karena saya juga masih belajar….terimakasih

Penulis : Pascasarjana penelitian dan evaluasi pendidikan, Thank’s Prof.Dr.Sofyan untuk ilmu metodologi peneliannya…!!


Bagaimanakah Menentukan Judul Studi ?

Salah satu kesulitan yang dihadapi makanya mahasiswa intern menyusun tugas intiha (skripsi, tesis maupun disertasi) adalah menentukan judul penelitian. Kesulitan untuk menentukan tajuk studi ini sangat terasa, khususnya bagi para peneliti mulai dewasa nan akan memulai menekuni satah penelitian atau para mahasiswa yang akan tanggulang masa studinya melalui kegiatan penelitian.

Kesulitan-kesulitan yang dialami untuk menentukan judul penelitian diantaranya tampak dari sejumlah fenomena sebagai berikut:


  1. Kop prasaran penelitian yang diajukan ditolak. Alasan penolakan judul ajuan penelitian yang diajukan antara enggak disebabkan oleh: (a) Titel nan diajukan bukan atau kurang jelas, baik mencantol elastis maupun objeknya. Kop yang baik, harus jelas variabelnya, apakah pengkajian itu menyertakan suatu variabel, dua variabel atau bertambah, serta mana variabel yang menjadi plastis nonblok dan plastis terikatnya. Selain itu agar judul yang diusulkan jelas, perlu mencacat alias disertakan alamat studi pada variabel yang dikaji. Misalnya, seseorang ingin meneliti tentang penyakit pengaruh sensor terhadap kinerja pegawai pada suatu perusahaan. Maka judul yang dapat ditulis adalah: “Pengaruh Pengawasan Pembesar Babak Distribusi terhadap Penampilan Pegawai Bidang Pelayanan Air Nirmala lega PT X”. Bersendikan paradigma tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut. Variabel yang dikaji adalah laur pengawasan bagaikan laur bebas (X) dan variabel kinerja bak laur terikat (Y). Sreg elastis sensor perlu diikuti dengan objeknya, pengawasan kali, misalnya tadi pengawasan atasan bagian distribusi. Begitupun lega elastis terikatnya, kerumahtanggaan eksemplar ini kinerja, terbiasa diikuti maka dari itu objeknya, penampakan siapa, misalnya kinerja pegawai latar pelayanan air bersih.

  2. Tajuk yang diajukan tidak alias terbatas relevan dengan bidang hobatan (core competence) yang ditekuni makanya seseorang. Pola, seorang mahasiswa puas jurusan manajemen perkantoran, membuat kepala karangan ajuan penelitian dengan topik kajian tentang pemasaran. Tentu saja ini tidak relevan untuk dikaji karena topik analisis tentang pemasaran relevan untuk dikaji oleh mahasiswa pada jurusan tata pemasaran. Meskipun misalnya pada jurusan manajemen perkantoran ini cak semau indra penglihatan kuliah pemasaran yang dipelajari oleh mahasiswa tersebut.  Kenapa harus suka-suka relevasi bidang ilmu yang ditekuni seseorang dengan tema yang akan diteliti, ini berkaitan, khususnya, dengan kedalaman kajian maupun pembahasan hasil penelitian nantinya. Makanya karena itu harus cak semau relevansi antara Judul yang diajukan dengan bidang ilmu nan ditekuni makanya seseorang.
  3. Ketidaksesuaian antara judul penelitian dengan masalah yang dikaji.
  4. Kepala karangan penelitian yang diusulkan sebagai topik amatan bukan didukung makanya bukti-bukti alias data empirik yang dapat menunjukan bahwa topik tersebut pas untuk diteliti.

Cak bertanya yang kemudian muncul adalah bagaimanakah caranya menentukan judul penelitian? Pelecok suatu upaya bakal mengendalikan kesulitan internal menentukan kepala karangan pendalaman yaitu melakukan studi pendahuluan. Studi pendahuluan merupakan pelecok suatu aktivitas atau kegiatan persiapan yang dilakukan oleh koteng peneliti, dengan intensi untuk menentukan objek dan subjek penelitian yang tepat, dan sesuai dengan tema penelitian yang menjadi titik api kajian pengkaji.

Incaran penekanan, berkaitan dengan luwes-elastis yang dipilih oleh peneliti, baik fleksibel masalah ataupun variabel-variabel nan diduga merupakan variabel yang mempengaruhi elastis masalah. Dengan demikian, penentuan luwes-lentur pengkajian melalui penekanan pendahuluan  adalah salah satu upaya berpunca peneliti untuk memilih variabel-variabel nan tepat, dan secara empirik merupakan fleksibel komplikasi dan sekali lagi variabel penyebab yang determinan, misal mempengaruhi elastis masalah.

Kejadian ini berguna bahwa cak bagi berbuat penelitian maupun memperoleh hasil pengkhususan nan berkualitas, bermanfaat dan bermakna, maka seorang peneliti tidak memadai sahaja berdasarkan sreg teori-teori saja dalam menentukan plastis-variabel penelitiannya, karena belum tentu plastis-variabel yang dipilih berdasarkan teori-terori tadi, adalah variabel nan sesuai secara empirik wajib untuk diteliti. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan apabila seorang pemeriksa dalam menentukan judul penelitiannya, melakukan eksplorasi pendahuluan  di samping melakukan kajian teori.

Sementara subjek penelitian, berkaitan dengan responden. Memilih responden yang tepat merupakan satu keharusan bakal memperoleh data maupun informasi yang mempunyai tingkat akurasi dan akurasi nan hierarki. Makanya karena itu peneliti harus menetapkan responden yang reliabel (terpercaya) privat menerimakan data atau mualamat yang dibutuhkan untuk menjelaskan persoalan nan diteliti.

Melembarkan responden nan terpercaya antara tak dilakukan dengan mengkaji karakteristik-karakteristik yang melekat pada responden tersebut, misalnya tingkat pendidikan, jenis tiang penghidupan, keberagaman kepiawaian yang dimiliki, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Karakteristik-karakteristik yang melekat plong responden tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan akan data atau informasi  nan akan digunakan untuk mengklarifikasi masalah atau variabel nan dikaji.

Disinilah pentingnya mengamalkan pengkhususan pendahuluan, karena akan diperoleh komplikasi dan tajuk penyelidikan yang sesuai dengan kondisi empirik, sehingga lega akhirnya hasil penelitian akan bertambah berjasa dan berkualitas, serta signifikan baik secara ilmiah maupun praktis. Maka itu karena itu untuk peneliti sangat dianjurkan mengamalkan eksplorasi pendahuluan dalam kegiatan penelitiannya.

ips menentukan titel penelitian / skripsi versi saya ialah sebagai berikut:

1. Tentukan persoalan utama

Ini adalah awalan semula dan yang paling mudah. Tambahan pula jika eksplorasi terdiri atas 2 alias lebih plastis, tentukan dahulu permasalahan utama maupun yang biasa disebut denganvariabel Y. Variabel Y merupakan variabel terseret yang menjadi inti permasalahan dalam penajaman. Contoh: hasil membiasakan minus, hasil kerja buruk, prestasi tekor dan sebagainya. Nan signifikan hal tersebut memang ada atau tidak dibuat-buat. Oleh alhasil, lakukan “penelitian awal” untuk memperoleh bukti atas adanya masalah. Bisa didapatkan lewat pengamatan, konsultasi, dokumentasi, kuesioner, dll. Hasilnya kemudian dilampirkan pada proposal pendalaman.

2. Tentukan faktor permasalahan dan buat sesempit kali

Faktor persoalan biasa disebutVariabel X. Kita sudah punyavariabel Y, contoh: hasil belajar rendah. Kemudian cari teori ahli tentang hal-hal yang menentukan hasil belajar. Dari buku Slameto diperolehhasil membiasakan dipengaruhi 2 faktor: internal daneksternal. Tapi ini belum selesai.

Kenapa? Karena faktor internal dan eksternal juga memiliki
sub faktor
. Internal:psikis danpsikologis, sementara eksternal:lingkungan sosial dannon sosial. Ini pun masih belum selesai! Karena masih bisa dipersempit.

Faktor privat, sub faktor: psikologis = minat, sikap, pecut, persepsi, dsb. Faktor eksternal, sub faktor:lingkungan sosial = ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, pergaulan, dsb.

Kesimpulannya, usahakan bagimemperintimcakupan (fokus) studi agar penelitian enggak bias, mengambang dan menimbulkan banyak kisi (bahaya kalo sidang). Sehingga akhirnya, titel penelitiannya bisa dicontohkan sebagai berikut:


  • Wasilah
    Minat Berwirausaha

    denganHasil Belajar Kewirausahaan

  • Kontak
    Motivasi Berprestasi

    denganPrestasi Belajar

  • Kontribusi
    Kelengkapan Akomodasi
     terhadapHasil Berlatih Praktek

  • Hubungan
    Pemanfaatan Taman pustaka Sekolah
     dengan Hasil Sparing

  • Yuridiksi
    Wasilah Luar Sekolah
    terhadap Hasil Sparing

  • Kekuasaan
    Kondisi Sosial Ekonomi Anak bini
    terhadap Hasil Belajar



3. Suka-suka teori ahli suporter

Tips lebih jauh yakni keberadaan teori suporter. Banyak mahasiswa berburu judul penekanan tanpa mempertimbangan kehadiran teori simpatisan setakat kesannya berat-pelik bertualang ke heterogen perpustakaan atausearching di internet. Dalam penelitian, teori atau pendapat para tukang amatlah berarti. Hendaknya sebelum judul diajukan, cari apalagi dahulu buku-rahasia atau referensi bakal penelitian mudahmudahan lain hadang proses penyusunan skripsi / proposal nantinya.

4. Mungkin untuk dilakukan

Apakah peneliti punya interelasi, hari, tenaga alias biaya yang tersedia untuk melakukan penelitian? Katakanlah peneliti mau wisuda pada semester ini tetapi penelitian legaschedule hijau akan selesai pada semester depan, tentu hal ini akan merugikan atau peneliti kepingin meneliti dengan suatu perangkat, namun alat tersebut mahal harganya atau doang ada di negara lain! Hal-kejadian tersebut harus dipertimbangkan dan diperhitungkan sebelumnya, jangan sampai nanti mentok di tawaran. Selesai seminar terlebih kacau.



Tambahan:

Situasi enggak yang perlu ditambahkan ialah proses bimbingan, jangan cuma memimpikan pimpinan bermula kedua pengajar. Carilah “pembimbing ketiga”, keempat dan seterusnya. Mereka bisa berasal dari dosen lain, padanan-teman, senior bahkan seandainya perlu ahlinya. Bermula mereka kita bisa mendapatkan takrif dan perolehan nan bermanfaat bagi penyusunan skripsi / eksplorasi.


Cara Menentukan Variabel Penelitian

Menurut gubahan Desi Wulandari internal http://destiwd.blogspot.com/2011/10/penentuan-variabel-penelitian-dan.html.,engkau menjelaskan bahwa variabel adalah konsep yang diberi lebih berpunca satu nilai. Pasca- menganjurkan bilang tawaran bersendikan konsep dan teori tertentu, peneliti perlu menemukan lentur riset dan selanjutnya merumuskan hipotesa berdasarkan hubungan antar elastis. Di samping berfungsi sebagai pembeda, variabel kembali berkaitan dan ubah memengaruhi suatu sama lainnya. Susuk variabel :

§     Variabel diskrit : dinyatakan dengan kredit utuh (hasil perhitungan)

§     Variabel bersambungan : dapat dinyatakan dalam skor retakan (hasil pengukuran)

Sebaiknya dapat dikelompokkan menjadi satu variabel, dua / lebih atribut tidak bisa ‘tumpang tindih’ (mutually exclusive). Atribut kerumahtanggaan satu variabel harus mencakup semua kemungkinan yang terserah dalam suatu variabel (exhaustive). Dalam penyusunan kuesioner, atribut suatu variabel perlu diketahui secara teladan. Contoh, sirah dan putih adalah dua berasal sejumlah atribut internal elastis warna.

Jenis Wasilah Antar Fleksibel

A.                Hubungan Simetris

Variabel nan satu bukan disebabkan / dipengaruhi oleh yang lainnya. Empat kerubungan korespondensi simetris :

1.      Kedua luwes yakni indikator sebuah konsep nan sama.

2.      Kedua plastis merupakan akibat dari suatu faktor yang sama.

3.      Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana satu congah yang lainnya sekali lagi pasti disana.

4.      Hubungan yang kebetulan semata-netra.

B.                 Perpautan Timbang Kencong

Hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab dan juga akibat dari luwes lainnya. Plastis tergoyahkan dapat menjadi variabel pengaruh pada waktu lain. Contoh, elastis X mempengaruhi laur Y, plong waktu lainnya varaibel Y mempengaruh variabel X.

C.                Hubungan Asimetris

Satu variabel mempengaruhi variabel yang lainnya. Enam tipe hubungan asimetri :

1.      Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan kausal yang umumnya dileliti kerumahtanggaan guna-guna eksakta, psikologi dan pendidikan. Mandu selektivitas yaitu data radiks yang memaki bahwa kedua kelompok senyatanya sama dalam keterbukaan terhadap pengaruh luar sebelum mendapat stimulus.

2.      Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi merupakan kecendrungan bakal menunjukkan respons tertentu intern keadaan tertentu yang kaya dalam diri. Misal, nikah kepercayaan dengan kecendrungan makan obat tradisional.

3.      Hubungan antara ciri cucu adam dan disposisi / tingkah kayun. Ciri merupakan adat khalayak yang relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.

4.      Rangkaian antara prasyarat yang perlu dengan akibat tertentu. Misal, agar pedagang kecil dapat memperluas uasaha perlu persyaratan pinjaman bank yang lunak.

5.      Jalinan yang imanen antara dua variabel. Bila variabel satu berubah maka fleksibel yang lainnya akan berubah.

6.      Aliansi antara harapan dan cara. Laksana, kerja gentur dan kemajuan.

Berbagai Asosiasi Asimetris

A.                Perikatan Asimetris Dua Variabel

Susunan antara “variabel kekuasaan” dan “varaibel terpengaruh” akan disebut variabel pokok. Interelasi keduanya adalah titik pangkal analisa dalam ilmu sosial. Dalam hobatan sosial afiliasi tunggal antar satu plastis dengan variabel lainnya tak jalinan ada internal realita.

B.                 Hubungan Asimetris Tiga Fleksibel

Pengaruh luwes ketiga / keempat boleh “dikontrol” melalui sistem analisa ataupun cara penentuan spesimen. Menetralisasi kekuasaan laur luar dengan memasukkannya umpama variabel supremsi / variabel tester intern analisa. Akal bulus sehat, teori dan hasil empiris dari penelitian lain merupakan pedoman untuk menentukan elastis kontrol kerumahtanggaan penelitian. Selain dengan memasukkan fleksibel ketiga kedalam analisa, bisa juga mengontrol kekuasaan variabel luar melalui penentuan sampel.

1.      Fleksibel penekanan dan laur pengganggu

Mulai sejak hasil analisa awal disimpulkan bahwa lain ada hubungan antar dua variabel tetapi saat luwes dominasi dimasukkan, koalisi menjadi nampak. Variabel kontrol kerumahtanggaan kasus ini disebut variabel penekan (suppressor variable).

Masuknya variabel ketiga dalam analisa dua fleksibel boleh memberikan hasil yang antagonistis dengan hasil analisa dua laur saja. Variabel ketiga dalam kasus ini disebut variabel pengganggu (distorter variable).

2.      Plastis-antara

Apa sesuatu suka-suka penyebabnya, dan tidak sedemikian itu namun terjadi. Variabel antara jika masuknya plastis ini asosiasi statistik yang tadinya nampak antara dua elastis menjadi lemah / lenyap. Karena hubungan yang mulanya nampak antar kedua variabel pokok bukanlah suatu hubungan yang serta merta tetapi melalui elastis yang tak.

Lakukan boleh menentukan diantara 3 (kerumunan) lentur terwalak variabel-antara, diperlukan 3 hubungan asimetris. A dan B, B dan C, A dan C (lihat gambar di atas).

Menurut Davis dan Blake (1956) plastis sosial budaya bukan bisa mempengaruhi fertilitas secara langsung tapi melalui fleksibel-antara dinamakan variabel Davis-Blake. Variabel pengaruh dapat melalui variabel antara mempengaruhi luwes2antara, dapat secara berbarengan mempengaruhi variabel terpengaruh.

3.      Variabel anteseden

Hasil yang lebih tekun dari penelusuran hubungan kausal antar lentur. Dan mendahului luwes pengaruh.

Privat realita, hubungan antar dua variabel adalah penggalan berusul sebuah nikah sebab akibat yang panjang. Setiap usaha berburu nikah yang bertambah jauh seperti elastis anteseden akan memperkaya signifikasi tentang fenomena yang sedang diteliti.

Susuk teori serta akal sehat yang menentukan suatu variabel boleh dipertimbangkan ibarat laur anteseden. Cak bagi itu perlu 3 syarat ialah :

§    Ketiga variabel saling berhubungan, variabel anteseden dan variabel kekuasaan, laur anteseden dan luwes terpengaruh, variabel supremsi dan variabel ki terdorong.

§    Variabel anteseden dikontrol, kekeluargaan antar variabel yuridiksi dan laur terpengaruh tidak meruap. Luwes anteseden tidak mempengaruhi hubungan antar kedua luwes pokok.

§    Plastis pengaruh dikontrol, hubungan antar laur anteseden dan lentur terpengaruh harus gaib.

Kesimpulan

Hubungan antar variabel sosial sepan kompleks. Tugas peneliti adalah mencari hubungan yang menggandeng dan penting, yang menerangkan maslah nan diamati. Jalinan tersebut dikaitkan dengan teori dan hasil penelitian orang lain, dan dirumuskan kerumahtanggaan bentuk hipotesa. Konsep pokok diukur dengan variabel yang diberi definisi khusus maka itu peneliti, agar bisa menguji hipotesa penelitian. Pengklasifikasian dan penyederhanaan hubungan sepatutnya mudah dimengerti. Mempelajari problem, perkariban dan melembarkan variabel dapat menjelaskan afiliasi sosial yang dianggap perlu diperhatikan. Eksplorasi berpangkal orang lain, pengamatan secara akal busuk sehat, pedoman baik menentukan plastis supremsi yang tepat

JUDUL SKRIPSI: Pelaksanaan Acara Keselamatan dan Kesegaran Kerja (K3) dan Pengaruhnya Terhadap Sukma Kerja Karyawan Di PT. Soeloeng Laoet, Tegal Sinah Hidayah Sei Rampah

Maya

            Keselamatan Kerja adalah Pemeliharaan terhadap kesejahteraan fisik seseorang dan mencegah kecelakaan alias cedera nan terkait dengan pekerjaan. Kesehatan Kerja adalah Orang nan bugar, independen dari komplikasi, cedera serta ki kesulitan mental dan emosi yang boleh mengganggu aktivitas manusia normal kebanyakan. Hayat Kerja adalah Sikap mental manusia untuk membentuk hari esok makin baik dari hari kini dan takhlik waktu ini bertambah baik dari hari semalam.

            Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah berapa besar kontrol keselamatan dan kesehatan kerja terhadap semangat kerja karyawan. Maksud penajaman ini adalah bagi mengarifi pelaksanaan program dan lagi pengaruh acara bagi mengetahui rintangan – obstruksi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap roh kerja karyawan. Teknik akumulasi data yang notulis pergunakan dalam penyelidikan ini ialah wawancara atau interview, daftar pertanyaan maupun quitioner, penajaman dokumentasi dan observasi. Padahal teknik analisis data yang penulis pergunakan adalah dengan analisa regresi linier berganda dan Uji F.


PT. Soeloeng Laoet adalah badan propaganda yang independent yang bergerak dibidang perkebunan. Dari hasil penelitian perekam di PT. Soeloeng Laoet, di sambut kesimpulan bahwa secara segmental, penilaian keselamatan kerja (X
1
) berpengaruh secara penting terhadap semangat kerja (Y). Dan begitu sekali lagi kesegaran kerja ( X
2
) berpengaruh secara signifikan terhadap arwah kerja (Y) puas taraf signifikan 0,05.


Persamaan regresi linier berganda untuk 2 prediktor (penilaian keselamatan dan kesehatan) ialah Y=
15,228 + 0,240 X
1
 + 0,253 X
2

kemiripan ini ogok bahwa semua plastis bebas (X
1
 dan X
2
) memiliki koefisien yang positif, berarti seluruh elastis objektif (penilaian keselamatan dan kesehatan kerja) mempunyai pengaruh nan searah terhadap variabel Y (spirit kerja). Variabel X
1
memiliki kontribusi nisbi yang minimal besar diantara kedua plastis netral.


Nilai R – Square yang diperoleh adalah sebesar 0,311 menunjukkan sekitar 31,10% fleksibel Y (sukma kerja) bisa dijelaskan oleh variabel penilaian keselamatan kerja (X
1
) dan kesehatan kerja (X
2
) terhadap laur Y (umur kerja) adalah 31,10% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.


Pecah uji F diperoleh 6,090 dengan F table 3,35 menunjukkan Ho ditolak dan Ha dikabulkan, berarti (X
1
) dan (X
2
)  penilaian keselamatan dan kebugaran kerja berpengaruh substansial dan signifikan terhadap Y (semangat kerja).



Ki I




PENDAHULUAN



A.

Latar Birit Keburukan

Setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil mempunyai kemudahan untuk berproduksi dan pun menguji hasil nan diproduksi dari perusahaan tersebut dan bilyet dari pencahanan tersebut sangat erat kaitannya dengan sida-sida. Tetapi efisiensi dan efektifitas kerja tidak terjemur sreg jumlah tenaga kerja nan banyak, melainkan dari mutu tenaga kerja tersebut.

Khusus di n domestik pengaruh semangat kerja karyawan, banyak terkandung partikel-molekul seperti :


1.

Keselamatan Kerja Sida-sida


2.

Kesegaran Kerja Karyawan


3.

Lingkungan nan membantu pencapaian kinerja


4.

Segala akomodasi-fasilitas yang disediakan serta kemudahan-akomodasi lainnya.


Bakal meningkatkan semangat kerja perusahaan memberikan jaminan-cekram dalam mileu kerja, diantaranya :


1.

Keselamatan Kerja


Firma pula tidak menginginkan terjadinya kecelakaan kerja, karena mempengaruhi hasil kerja karyawan.


2.

Jaminan Sosial Tenaga Kerja Karyawan


Tanggungan terhadap karyawan dengan menerimakan fasilitas perawatan dan pemeliharaan kesehatan maka dari itu firma. Perusahaan juga enggak ingin kecelakaan kerja terjadi, karena akibat berpunca kecelakaan kerja akan menimbulkan kerugian disegi waktu dan juga disegi peralatan.


Peletakan dan penjatahan kerja yang tidak sesuai dengan keahlian nan dimiliki akan memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja dan kesalahan kerja. Perlindungan tenaga kerja nan berupa keamanan dan keselamatan kerja merupakan manah utama di dalam perusahaan. Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1970, pada tanggal 12 Januari 1970 ” tentang keselamatan kerja” ialah bukti tentang pentingnya keselamatan kerja di dalam firma.


Manah bukan kembali dituangkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. 02/ Men/ 1980, ” tentang pemeriksaan kesehatan personel intern menyelenggarakan kesegaran kerja”.


Karena ingatan keselamatan dan kesegaran kerja merupakan perasaan terdepan dan berpengaruh terhadap jiwa kerja karyawan, maka penulis terpaut terhadap problem nan terjadi pada keselamatan dan kebugaran kerja nan tentunya terlampau mempengaruhi semangat kerja karyawan, dengan mengambil judul: ” Pelaksanaan Acara Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT. Soeloeng Laoet Tegal Sinah Belas kasih Sei Rampah” .



B.





Identifikasi Problem



Berlandaskan latar pantat di atas maka perlu diidentifikasi masalah penggalian sebagai berikut:


1.

Bagaimana otoritas pelaksanaan program keselamatan dan kesegaran kerja terhadap semangat kerja personel di PT. Soeloeng Laoet Tegal Sinah Rahmat Sei Rampah ?


2.

Bagaimana pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PT. Soeloeng Laoet Tipar Sinah Kasih Sei Rampah ?


3.

Faktor-faktor barang apa hanya nan mempengaruhi spirit kerja karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah ?



C.





Batasan Dan Perumusan Masalah



Pembatasan penyakit sangat
bermakna bagi satu penelitian yang berguna bagi menjadikan penelitian tertuju pada masalah tertentu. Oleh karena itu lakukan menghindari kekeliruan dalam penafsiran mengenai masalah yang dibahas serta terbatasnya waktu dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka n domestik situasi ini penulis hanya membatasi penyakit, yaitu Pelaksanaan Programa Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Nyawa Kerja Sida-sida di
PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah
.



D.





Pamrih dan Kemustajaban Pengkajian




1. Tujuan Penelitian


Setiap kegiatan mempunyai tujuan, sebagaimana kerumahtanggaan penelitian ini. Mengenai tujuan semenjak penelitian ini adalah:


a.

Kerjakan mengetahui pelaksanaan program keselamatan dan kesegaran kerja nan dilakukan oleh PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Rahmat Sei Rampah.


b.

Untuk mengetahui tingkat ketenteraman sida-sida di PT. Soeloeng Laoet Tegal Sinah Kasih Sei Rampah.


c.

Cak bagi mengetahui bagaimana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan terhadap kesejahteraan karyawan di PT. Soeloeng Laoet Tegal Sinah Hadiah Sei Rampah.



2.  Manfaat Penelitian


Penelitian ini diharapkan memiliki khasiat, yaitu sebagai berikut:


a.

Sebagai masukan bagi karyawan khususnya di
PT. Soeloeng Laoet Tegal Sinah Kasih Sei Rampah mengenai hak memperoleh jaminan sosial tenaga kerja.


b.

Umpama bahan pemikiran bagi perusahaan khususnya PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah intern menjamin kesejahteraan karyawan yang merupakan salah satu kewajiban terhadap karyawan dalam ikutikutan tenaga kerja.


c.

Menambah wawasan embaran panitera dalam bidang kedamaian sosial personel sebagai salah satu kebutuhan karyawan yang erat kaitannya dengan tingkat kapasitas sida-sida.

Source: https://ilmumanajemendanakuntansi.blogspot.com/2017/11/variabel-x-dan-y-dalam-metodologi.html