Skripsi Analisis Materi Belajar Fiqih Di Smp


Komersial, KHIYAR DAN KEPEMILIKAN

Disusun kebaikan Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester

Ain Kuliah:
Materi Penataran Fiqih Mts/ MA

Dosen Pengampu :

 …………………….








Disusun Makanya :



1………………………………….


2………………………………….


3…………………………………


4………………………………..


SEKOLAH Janjang AGAMA Selam Provinsi (STAIN) KUDUS


JURUSAN



TARBIYAH / PAI


BAB I


PENDAHULUAN


A.






Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah sebuah proses yang harus dilaksanakan maka itu seluruh anak adam manusia manakala hamba allah tersebut cak hendak menjadi bani adam yang mempunyai derajat dan gengsi tingkatan di aribaan Allah SWT maupun manusia. Oleh karena itu, memaui hobatan menjadi suatu keharusan bagi setiap manusia dari buaian hingga liang lahat.

Proses belajar mengajar yakni sebuah proses nan selalu dilaksanakan privat kegiatan sparing mengajar sehingga mencapai sesuatu yang telah direncanakan dan inginkan. Dan kerumahtanggaan mengaras semuanya itu, tentunya koteng pendidik selain hanya menyampaikan warta (transfer of knowledge) hanya tapi juga harus melakukan tela’ah/kajian moga boleh mengetahui selama mana momongan ajar itu dapat menerima amanat yang telah disampaikan.

Internal kesempatan kali ini, kami akan mencoba menela’ah materi Fiqih kelas XI semester I dan II yang kemudian kami analisis dan juga dipilah dari ranahnya.


B.






Rumusan Masalah

2.


Bagaimana materi Fiqih pada Bab Jual beli, khiyar dan kepemilikan pada Mts / MA?

3.


Bagaiman metode pembelajaran yang di pakai lega materi jual beli, khiyar dan kepemilikan puas Mts/ MA?

4.


Bagaimana kegiatan pembelajaran materi Fiqih Mts /MA Ki Kulak, khiyar dan kepemilikan?


BAB II


PEMBAHASAN


  1. SK, KD dan  indicator pencapaian pembelajaran siswa sreg materi Fiqih Bab jual beli, khiyar dan kepemilikan pada Mts/ MA

1.


Mencerna konsep perekonomian internal islam ialah jual beli dan khiar

2.


Mengarifi hokum islam adapun kepemilikan

a.


Mengklarifikasi rasam selam mengenai jual beli, khiar dan kepemilikan

b.


Mengerti tata cara jual beli, khiar dan kepemilikan

c.


Menerapkan cara bisnis, khiyar dan kepemilikan

d.


Memafhumi syariat islam tentang jual beli khiar dan kepemilikan

Petatar berlimpah:

a.


mengklarifikasi pengertian jual beli

b.


menjelaskan bawah hokum jual beli

c.


menyebutkan syarat jual beli

d.


mengistilahkan berbaik jual beli

e.


menjelaskan membahu yang dilarang intern islam menjelaskan hikmah jual beli

Petatar mampu:

a.


menjelskan pengertian khiar

b.


menjelaskan hukum khiara

c.


mengistilahkan variasi- macam khiar

d.


menjelaskan manajemen kaidah khiar

e.


menunjukkan dalil-dalil yang berkaitan dengan khiar

f.


menguraikan hikmah khiar

Siswa mampu:

a.


mengklarifikasi pengertian kepemilikan

b.


menjelaskan hokum kepemilikan

c.


menamakan macam- tipe kepemilikan

d.


mengistilahkan sebab- sebab kepemilikan

e.


menguraikan hikmah kepemilikan

f.


memperagakan kepemilikan


  1. Materi Fiqih puas Bab Jual beli, khiyar dan kepemilikan pada Mts / MA

v


Materi fiqih gerbang jual beli, khiyar di Kelas X Semester II MA dan klas IX semester I MTs

1.


Pengertian dan Dasar syariat Jual Beli

Menurut bahasa jual beli berasal semenjak kata (
بَاعَ – يَبِيِعُ – بَيْعًا




) artinya ganti menukar sesuatu dengan sesuatu, menurut istilah memikul adalah suatu transaksi ganti menukar barang atau harta yang mengakibatkan perpindahan hak hoki sesuai dengan Syarat dan Berdamai tertentu.

Dasar hukum jual beli bersumber berpunca Al-Qur’an dan Al-Hadits :

Firman Allah SWT :

Artinya “Dan Allah mutakadim menghalalkan jual beli dan mengharamkan pangku” (QS. Al Baqarah : 275).

Sabda Rasulullah SAW :

Artinya
“Pendapatan yang paling kecil terdepan semenjak seorang adalah hasil kampanye sendiri dan hasil jual beli yang mabrur” (HR. Thabrani).



[1]






a)


Mubah atau halal adalah hokum asalnya . artinya mukminat untuk mencari kebutuhannya sehari- perian dengan kaidah dagang yang sebagimana firman Sang pencipta QS. Al- Baqara:275

b)


Wajib, artinya memikul menjadi terlazim karena ada sebab lain seperti apabila kebutuhan pokok manusia tidak dapat terpenuhi kecuali dengn kronologi jual beli, maka kulak hukumnya perlu.

c)


Sunnah, seperti jual beli kepada sahabat alias family yang dikasihani dan kepada orang yang sangat memerlukan barang itu.

d)


Haram, yaitu  komersial secara tegas dilarang oleh selam seperti komersial arak, narkotika, bangkai, lezat bangkai, nangui, berhala, dan jual beli mengandung unsur kedzaliman.


[2]




3.


Syarat dan akur membahu


Syarat baku penjual dan pemohon

c.


Atas kemauan koteng

d.


Lain mubazir (pemborosan)


Syarat barang yang diperjual belikan


2)



Barng itu bermanfaat



3)



Barang itu eigendom sendiri



4)



Komoditas itu boleh diserah terimakan kepemilikannya



5)



Barang itu boleh diketahui macam, ukuran sifat dan keadaanya( jelas).


[3]






4.


Niaga nan gelap



Varietas jual beli yang terlarang karena kurang sarat rukunnya,




adalah:

a.


 Jual beli sistem ijon

Sistem ijon masih comar dilakukan oleh sebagian umum kita. Sistem ini kebanyakan bertambah merugikan para petambak selaku pihak penjual. Contoh komersial system ijon misalnya membahu padi nan masih dibatangnya maupun bahkan belum bertelur, ikan masih n domestik tambak dan sebagainya.

b.


 Jual beli momongan binatang ternak yang masih kerumahtanggaan kandungan

Memikul seperti mana ini tidak sahih karena belum jelas probabilitas jikalau lahir semangat maupun sepi

c.


 Jual beli sperma binatang.

Hal ini lain sah karena belum dapat diketahui kadarnya. Mengenai meminjamkan binatang jantan untuk dikawinkan dengan binatang lain minus maksud menggalas, keadaan ini sah dan bahkan dipetuakan.

d.


 Jual Beli Barang Yang Belum Dimiliki

Maksudnya adalah jual beli barang yang belum terserah di tangan, karena baru saja membelinya terbit penjual pertama. Jual beli sepeti im tidak sah karena kepemilikan barang belum ada di tangan penjual.

e.


Jual beli dagangan nan diharamkan

Produk yang diharamkan misalnya minuman keas, cengkok, babi, talenta, morfin, dan semacamnya. Jual beli ini selain enggak lumrah juga diharamkan.



Bisnis Yang Sah Cuma Terlarang




Cak semau beberapa hal komersial yang sah namun terlarang, adalah :

1.


Niaga Pada Waktu Khutbah / Salat Jum’at

Larangan ini tentunya bagi seorang mukminat junjungan – laki, sebab pada periode itu ia wajib melaksanakan salat jum’at.

2.


Jaual Beli Dengan Kehendak Menimbun Barang.

Menimbun komoditas tidak dibenarkan dalam tajali selam, justru bila barang tersebut lampau diperlukan orng banyak, akumulasi barang ini juga dapat merusak harga sehingga harga seruan sembahyang bisa melambung. Akibatnya jual beli kaidah sebagaimana ini sekalipun protokoler namun masih ilegal.

3.


 Membeli Barang Dengan Menghadang Di Pinggir Kronologi.

Penjual tidak memahami harga umum di pasar sehingga memungkinkan ia menjual barangnya dengan harga dibawah harga pasar.

4.


Jual Beli Yang Masih Dalam Tawaran Insan Bukan

Bila masih berlangsung tawar menawar dengan seseorang, penjual dilarang menjual produk tersebut kepada cucu adam bukan, kecuali sesudah terserah kepastian berpunca khalayak tersebut batal atau diteruskan jual belinya.

5.


Jual Beli Dengan Memainkan Ukuran dan Timbangan atau Menipu Memainkan matra, misalnya mengurangi timbangan maupun takaran. Jual beli tipuan seperti penjual langsat menempatkan duku bagus-bagus diatas onggokan sementara itu yang dibawahnya jelek. Niaga dengan memainkan takaran dan tipuan seperti ini merupakan terlarang.

6.


Kulak Barang bikin Kemaksiatan

Berjual beli cak bagi kemaksiatan begitu juga nasib-nasiban, pencurian dan sejenisnya adalah terlarang.


[4]




a.


Mewujudkan kepribadian mukminat yang terhindar dari kepemilikan harta secara batil.

b.


Membentuk budi muslim yang terhindar dari kepemilikan harta secara riba

c.


Mendorong untuk ganti menolong sesame cucu adam

d.


Melaksanakan hokum yang dihalalkan Allah SWT , dan menjauhi yang diharamkan.

e.


Menggembleng penjual dan obat seyogiannya memiliki sifat simpati, saling hormat mengagungkan, lapang dada.

1.


Denotasi khiyar

Kata khiyar bersumber dari bahasa Arab berharga pilihan. Pembahasan khiyar dikemukakan ulama fiqih dalam permasalahan menyangkut transaksi n domestik meres perdata khususnya transaksi ekonomi, sebagai salah satu hak lakukan kedua belah pihak yang melakukan transaksi dimaksud.


[5]





2.



Jenis-varietas Khiyar


Khiyar ada 3 tipe, yaitu :



a.




Khiyar Majlis

, artinya memilih untuk melangsungkan atau membatalkan akad bisnis sebelum keduannya berakhir terbit tempat akad. Perbuatan nabi nabi muhammad Rasulullah SAW. :



Artinya “Dua makhluk yang berjual beli boleh memilih (menyinambungkan atau mengurungkan) jual belinya selama keduanya belum berjauhan” (HR. Bukhari dan Muslim

).



b.




Khiyar Syarat

, yaitu khiyar nan dijadikan syarat waktu akad dagang, artinya sang pembeli maupun si penjual boleh memilih antara meneruskan alias mengurungkan jual belinya selama persyaratan itu belum dibatalkan setelah merefleksikan intern dua atau tiga hari.
Khiyar syarat paling lama tiga hari. Sabda Rasul SAW. :

Dia dapat melakukan khiyar pada segala apa barang yang sudah lalu engkau beli selama tiga hari tiga lilin lebah” (Al Baihaqi dari Ibnu Majah).



c.




Khiyar Aibi

, yaitu memilih melangsungkan akad jual beli alias mengurungkannya bilamana terletak bukti cacat pada barang.



3.



Hikmah dan Manfaat Khiyar


Adapun hikmah khiyar antara lain merupakan :



a.



Mematangkan masyarakat agar jimat-jimat n domestik melakukan komersial.



b.



Menghindarkan kemungkinan terjadinya unsur penipuan dalam memikul.



c.



Mengolah penjual semoga bersikap bonafide dalam mengklarifikasi kualitas barang dagangannya.



d.



Menghindarkan terjadinya penyesalan dikemudian hari untuk penjual dan pemohon
.




v


Materi fiqih bab kepemilikan di MA kelas X semester II

1.


Konotasi Milkiyah

Milkiyah menurut bahasa berasal dari kata (
مِلْْكٌ




) artinya: sesuatu yang subur dalam kekuasaannya, sedang milkiyah menurut istilah merupakan satu harta ataupun barang nan secara hukum dapat dimiliki oleh seseorang kerjakan dimanfaatkan dan dibenarkan lakukan dipindahkan penguasaannya kepada orang lain.

Artinya “
Hai Nabi, selayaknya Kami sudah lalu menghalalkan bagimu isteri-isterimu nan sudah lalu dia berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang dia miliki nan tertera barang apa yang kamu peroleh dalam penolakan yang dikaruniakan Yang mahakuasa untukmu …“(QS. Al Ahzab : 50)

Menjaga dan mempertahankan hak milik hukumnya wajib, sebagai halnya sabda Rasulullah SAW :

Artinya
“ Siapa nan luruh dalam mempertahankan hartanya ia martir, boleh jadi yang ranggas dalam mempertahankan darahnya ia syahid, siapa yang gugur dalam mempertahankan agamanya sira martir, mana tahu yang gugur n domestik mempertahankan keluarganya ia syahid “(HR. Bukhari dan Muslim).

2.


Sebab-sebab Kepemilikan

a.


Barang atau harta itu belum ada pemiliknya secara sah (Ihrazul Mubahat).
Contohnya : Ikan di sungai, ikan di laut, binatang buruan, Kalam-burung di alam bebas, air hujan abu dan lain-tidak.

b.


Barang alias harta itu dimiliki karena melangkaui akad (bil Uqud),

Contohnya: suntuk jual beli, hutang piutang, kontrak menyewa, hibah atau rahmat dan lain-bukan.

c.


Komoditas maupun harta itu dimiliki karena peninggalan (bil Khalafiyah), contohnya : mendapat bagian harta warisan dari orang sepuh, mendapat komoditas bermula wasiat ahli waris.

d.


Harta alias barang nan didapat dari perkembang biakan (Attawalludu minal mamluk)
Contohnya : Telur dari ayam nan dimiliki, anak asuh sapi dari sapi nan dimiliki dan tidak-lain.

3.


Macam-macam Kepemilikan

Kepemilikan terhadap suatu harta terserah tiga macam, ialah :

a.


Kepemilikan munjung (milk-taam), yaitu penguasaan dan pemanfaatan terhadap benda maupun harta yang dimiliki secara netral dan dibenarkan secara hukum.

b.


Kepemilikan materi, yaitu kepemilikan seseorang terhadap benda alias produk terbatas kepada penguasaan materinya saja.

c.


Kepemilikan kurnia, yakni kepemilikan seseorang terhadap benda ataupun komoditas cacat kepada pemanfaatannya cuma, tidak dibenarkan secara hukum untuk menguasai harta itu.

Menurut Dr. Husain Abdullah kepemilikan dapat dibedakan menjadi :

a.


Kepemilikan pribadi (Individu), adalah suatu harta yang dimiliki seseorang atau kelompok, namun tak lakukan umum, Contohnya: Kondominium, Oto, Sawah dan lain-bukan.

b.


Kepemilikan umum (umum), yaitu harta yang dimiliki oleh banyak turunan. Contohnya: Urut-urutan Raya, laut, pelan Olah Raga dan lain-lain.

c.


Kepemilikan Negara

Contohnya: Gedung Sekolah Negeri, Gedung Pemerintahan, Hutan dan enggak-tidak.

4.


Ihrazul Mubahat dan Khalafiyah

1.


Signifikansi Ihrazul Mubahat (Komoditas bebas), maksudnya merupakan bolehnya seseorang memiliki harta yang tak bertuan (belum dimiliki maka dari itu seseorang maupun kelompok).

2.


Syarat Ihrazul Mubahat

Syarat kerjakan terpenuhinya ihrazul mubahat adalah laksana berikut :

a.


Benda atau harta nan ditemukan itu belum suka-suka yang memilikinya.

b.


Benda maupun harta nan ditemukan itu memang dimaksudkan cak bagi dimilikinya.
Contohnya : penis yang menyasar dan turut kerumah.

1.


Pengertian Khalafiyah

Khalafiyah adalah bertempatnya seseorang atau sesuatu nan yunior ditempat yang lama yang telah lain cak semau internal berbagai macam keberagaman nasib baik.

2.


Macam-macam Khalafiyah

a.


Khalafiyah Syakhsyi ’an syakhsy (seseorang terhadap seseorang) merupakan kepemilikan suatu harta dari harta yang ditinggalkan oleh pewarisnya, hingga mempunyai harta tak mewarisi hutang si pewaris.

b.


Khalafiyah syai’in ‘an syai’in (sesuatu terhadap sesuatu)
Adalah kewajiban seseorang bagi mengganti harta / produk hak orang lain yang dipinjam karena busuk atau hilang sesuai harga berasal barang tersebut.

a.


Pengertian Ihyaul Mawat

Ihyaul Mawat ialah upaya untuk membuka lahan baru atas tanah yang belum ada pemiliknya. Misalnya, membuka hutan bakal lahan pertanian, memarakkan kapling kersang menjadi berharta yang berasal dari rawa-rawa yang tak makmur atau persil tandus lainnya agar menjadi mewah.

b.


Hukum Ihyaul Mawat

Menghidupkan lahan yang mati hukumnya dapat (mubah) berdasarkan hadits Rasulullah SAW, bak berikut :


“Barang siapa yang menyemarakkan tanah mati, maka tanah itu menjadi haknya, hamba allah yang mengalirkan air dengan dzalim tidak mempunyai haknya”(HR. Abuk Daud, An-Nasa’i dan Tirmidzi).

c.


Syarat membuka tanah baru

1.


Petak yang dibuka itu cukup hanya untuk keperluannya hanya, apabila bertambah orang lain boleh mengambil sisanya.

2.


Ada kesanggupan dan cukup perangkat bakal meneruskanya, bukan semata-mata sekedar kerjakan menguasai tanahnya saja.

d.


Hikmah Ihyaul Mawat

1.


Memurukkan manusia lakukan bersakit-sakit dalam mencari rezeki.

2.


Munculnya rasa kemandirian dan percaya diri bahwa di dalam jagad raya ini terdapat potensi kalimantang yang dapat dikembangkan untuk kemaslahatan kehidupan.

3.


Termanfaatkannya potensi alam sebagai manifestasi rasa terima kasih kepada Yang mahakuasa atas kemampuan insan intern bidang IPTEK.

7.


Hikmah Kepemilikan

Terserah beberapa hikmah disyari’atkannya kepemilikan dalam Islam, antara lain :

a.


Terciptanya rasa aman dan tenteram dalam arwah bermasyarakat.

b.


erlindunginya peruntungan-hak insan secara baik.

c.


Menumbuhkan sikap kepedulian terhadap fasilitas-fasilitas masyarakat.

d.


Timbulnya rasa kepedulian sosial yang semakin pangkat.


[6]





  1. metode pembelajaran yang di pakai pada materi jual beli, khiyar dan kepemilikan pada Mts/ MA

Metode ceramah adalah cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan penuturan verbal kepada siswa ataupun turunan gaduh


[7]


. Dalam pendedahan Fiqih, metode ini sangat sah digunakan bakal menjelaskan definisi fiqih yang belum diketahui maka itu murid dan pengantar suatu pendedahan yang tak.



2.


Metode demonstrasi

Metode demontrasi adalah metode mengajar dengan menunggangi peragaan cak bagi memperjelas suatu pengertian atau bakal memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada murid.


[8]


 Di internal penataran Fiqih MA, metode ini dapat diterapkan n domestik proses membiasakan mengajar, misalnya : Fiqh MA Semester Genap yang meributkan akan halnya  kepemilikan, maka guru mengirimkan perabot bantu baik berupa surat wakaf atau tembusan kapling hendaknya bisa memudahkan penelaahan kerjakan murid nan belum faham atau belum pernah melihat surat wakaf.

Metode sawala adalah proses yang melibatkan dua individu maupun lebih nan berintegrasi secara verbal dan berhadapan, saling tukar informasi, saling mempertahankan pendapat internal mengamankan masalah tertentu.


[9]




4.


Metode  dengar pendapat

Metode Soal jawab adalah metode yang digunakan untuk mengukur sepanjang mana siswa mengetahui suatu materi cak bimbingan tertentu dan ibarat gawai ukur kesuksesan guru dalam mengutarakan suatu materi kepada siswa.

5.


Metode pemberian tugas

Metode hidayah tugas ialah mengutip atau mengambil sendiri putaran-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu, atau nan lebih populer dengan Pekerjaan  rumah (PR).



[10]




6.


Metode karya tamasya

Metode karya pelancongan adalah suatu metode pengajaran yang dilaksanakan dengan perkembangan mengajak anak keluar inferior untuk dapat memperlihatkan hal-situasi atau kejadian yang ada hubungannya  dengan tuntunan.



[11]




7.


Metode kerja kelompok

Metode kerja gerombolan yaitu kerja kelompok bermula sejumlah khalayak yang berkarakter pedagogis yang di dalamnya terdapat aliansi timbal balik  (partisipasi) antara turunan serta saling mempercayai.


[12]





  1. kegiatan pembelajaran materi Fiqih Mts /MA Bab Jual beli, khiyar dan kepemilikan


kegiatan Awal:

1.


membagi salam dan berdoa untuk memulai tutorial

2.


melaksanakan apersepsi dan tembung

3.


memajukan siswa intern beberapa kerumunan diskusi


kegiatan Inti :

1.


mndiskusikan signifikansi membahu, khiyar dan kepemilikan

2.


mendiskusikan pangkal hokum komersial, khiyar dan kepemilikan

3.


mempersoalkan syarat jual beli, khiyar dan kepemilikan

4.


mengamati rang proses kulak, khiyar dan kepemilikan

5.


membaca, menelaah, dan mendiskusikan memikul nan dilarang n domestik selam, khiyar dan kepemilikan

6.


mempertanyakan hikmah jual beli, khiyar dan kepemilikan


kegiatan pengunci:

1.


Master membentangkan refleksi / kesimpulan

2.


Master menyerahkan tugas kepada siswa sebagi tindak lanjut


BAB III


Akhir


  1. Kesimpulan

Dalam penelaahan Fiqh MA semester Genap papan bawah X dan MTs papan bawah IX semester ganjil mempelajari tentang muamalah yakni: kulak, khiyar dan kepemilikan Metode yang digunakan dalam pengajaran fiqih sangatlah variatif, tergantung materi cak bimbingan nan diajarkan kepada siswa.

Indra penglihatan les Fikih di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata tutorial Pendidikan Agama Islam nan yakni kenaikan dari Fikih nan telah dipelajari oleh pelajar pelihara di Madrasah Tsanawiyah/SMP. Kenaikan tersebut dilakukan dengan mempelajari, memperdalam serta memperkaya kajian Fikih baik yang mencantol aspek ibadah maupun muamalah, nan dilandasi makanya prinsip-cara dan kaidah-kaidah usul Fikih serta melubangi tujuan dan hikmahnya, laksana persiapan kerjakan melanjutkan kependidikan yang lebih janjang dan kerjakan hidup bermasyarakat

Metode nan digunakan n domestik mata tutorial Fikih di MA bersifat multi (banyak). Metode yang digunakan harus relevan mengikuti materi pembelajaran per KD, seperti metode ceramah, penugasan, dan mengingat-ingat (jikalau diperlukan). Kalau ada materi mata pelajaran nan mengharuskan praktek maka dipraktekkan. Perbedaan siswa nan cerbak berubah tiap tahunnya juga menuntut agar metode yang digunakan bervariasi dikarenakan belum tentu metode yang digunakan bakal pesuluh sekarang efektif digunakan bakal petatar tahun depan.


  1. Saran


1.


Bakal pengajar mudahmudahan mampu kerjakan mengembangkan kurikulum sesuai standar isi KTSP yang berlaku sekarang ini.


2.


Suhu juga harus mengetahui metode yang sejadi atau sesuai bagi diterapkan dalam proses pengajaran pada setiap Kompetensi Pangkal (KD).


Seharusnya dalam pembelajaran Fiqih, guru tidak belaka memaparkan materi sahaja, melainkan dengan praktik dan radas sokong yang dapat memudahkan siswa bagi memahami satu materi pelajaran.



REFERENSI

Al Falah.
FIQIH untuk Madrasah Aliyah semester 2 kelas X.MGMP Jateng & DIY . Surakarta P CV PRATAMA.

Al- Huda.
FIQIH Islam bakal MTs Kelas IX semester Gasal .
Surakarta.P CV PRATAMA.


DR. Armai Arief, M.A, Pengantar Ilmu dan Metodologi pendidikan Selam, Jakarta: Ciputat Pers, 2002

Hasrun Haroen,
Fiqih Muamalah,jakarta Tren Alat angkut Pratama, 2007








[1]





Al Falah.
FIQIH untuk Madrasah Aliyah semester 2 kelas X.MGMP Jateng & DIY . P CV PRATAMA. Surakarta. Hal 9





[2]





Al- Huda.
FIQIH ISLAM untuk MTs Inferior IX semester Gasal . P CV PRATAMA. Surakarta. Hal.3





[3]





Al- Falah . op.cit. peristiwa 10





[4]





Al- Huda. Op.cit . hal 4-5





[5]





Hasrun Haroen,
Fiqih Muamalah,jakarta :Kecondongan Media Pratama, 2007, Hal 129





[6]





Al Falah. Op.cit. situasi:2-4





[7]






DR. Armai Arief, M.A, Pengantar Ilmu dan Metodologi pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002) hal: 135-136





[12]






Zuharini dkk.,Metode Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya : Usaha Kewarganegaraan, 1983), cet.ke-8, peristiwa.83

Source: https://www.vestitijayastore.com/2014/10/makalah-materi-pembelajaran-fiqih-mts.html