Seni Budaya Smp Jam Pelajarannya Kurang

Download Contoh Kumpulan  PTK/ Penelitian Tindakan Kelas Seni Tari, Musik, Rupa (Seni Budaya) Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs file pdf

Kumpulan Penelitian Tindakan Kelas Seni Tari, Irama, Rupa Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs

Judul garitan yang kami muat bisa jadi ini adalah Download Contoh Judul dan Informasi PTK Seni Budaya SMP/ MTs. Pada laman ini kami sajikan
kumpulan hipotetis PTK Seni Budaya baik seni musik, seni tari dan juga seni rupa. Kami harap tebaran
contoh judul dan laporan PTK Seni Budaya
ini dapat menginspirasi Anda dalam memformulasikan

PTK

nantinya.

Ia dipersilahkan kerjakan mengklasifikasikan mana saja judul yang dirasa sesuai dengan lingkungan kerja/ papan bawah nan Anda ampu fungsi membuat
laporan PTK
dengan mudah dan menyenangkan. Ia tidak usah takut akan terkena tera sebagai seorang plagiat atau plagiator karena dengan hipotetis eksplorasi yang sama, Sira dapat menerapkan teoretis pengkhususan tersebut sreg tempat dan hari yang berbeda. Makanya karenanya, Anda tidak akan terkena klaim plagiarisme atau penjiplakan yang notabene sangat tabu dalam dunia pendidikan.

Sepatutnya


kumpulan teladan judul dan laporan PTK Seni Budaya jenjang SMP/ MTs kelas bawah VII, VIII dan kelas IX


nan kami persiapkan ini penting kerjakan Kamu. Sebagaimana yang sudah lalu silam, berkas yang Anda unduh ini berupa
file pdf
dan bermula dari sumber yang terbuka. Dengan
contoh kop dan warta PTK Seni Budaya SMP/ MTs
yang kami sajikan, maka Anda sudah tidak wajib lagi melakukan proses penyortiran di laman sumber tersebut karena banyak juga file nan sahaja positif abstraksinya saja.

Di sumber akar merupakan

link Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Seni Budaya (Seni Tari, Seni Rupa, Seni Nada) Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs
, selamat mengunduh:




Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya Inferior 7/ VII:

1.UPAYA Master Kerumahtanggaan PROSES Pembelajaran Cak bagi MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL Membiasakan SENI TARI Pelajar Kelas bawah VII A SMP N 2 DORO KABUPATEN PEKALONGAN – NYUWITO BAGUS PRAMUDYO
Esensi
Pramudyo, Nyuwito Bagus, 2022 Upaya Guru dalam Proses Pendedahan
kerjakan Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Seni Tari Peserta Kelas bawah VII A SMP
Distrik 02 Doro Kabupaten Pekalongan, PTK, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari
dan Irama. Fakultas Bahasa dan Seni. Institut Area Semarang.
Seni Budaya di SMP Kawasan 02 Doro memberlakukan cak bimbingan Seni Budaya
Terpadu meliputi ; Seni Rupa, Seni Irama, Seni Tari, dan Seni Teater yang telah
dikembangkan berdasarkan Kurikulum Tingkat Ketengan Pendidikan (KTSP) dengan
mempertimbangkan ; Kekacauan, daya bawa (guru, alat angkut dan prasarana), inteks
siswa. Selain peristiwa tersebut di atas, keanekaragaman bakat dan minat siswa juga merupakan
riuk satu alasan kerumahtanggaan pemberlakuan pelajaran Seni Budaya terpadu.
Namun dengan banyaknya materi dan terbatasnya waktu jam tatap muka, kulur
beberapa obstruksi nan berbimbing dengan peserta asuh. Petatar merasa kesulitan
terutama lega mata pelajaran Seni Tari yang jarang dipelajari pada tataran sekolah
sebelumnya sehingga menyebabkan kurangnya minat dan peran serta siswa pada proses
pembelajaran. Kendala-rintangan itulah yang terlazim diperhatikan dan dicarikan urut-urutan keluar
maka itu master sebagai motivator, fasilitator dan evaluator kerumahtanggaan proses penelaahan.
Berlandaskan parasan bokong ki aib nan telah diuraikan di atas maka bisa
dikaji permasalahan umpama berikut : 1) Bagaimana upaya guru dalam proses
penataran untuk meningkatkan minat siswa Kelas VII A SMP Distrik 02 Doro privat
belajar seni tari ? dan 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar peserta
Kelas VII A SMP Negeri 02 Doro puas cak bimbingan seni tari ?
Bertolak dari rumusan penyakit di atas, maka tujuan yang ingin dicapai
sehubungan dengan tindakan yang akan diberikan adalah sebagai berikut: 1) Untuk
mengetahui upaya guru intern proses pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa
Papan bawah VII A SMP Negeri 02 Doro internal belajar seni tari. 2) Untuk mengetahui upaya
hawa dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII A SMP Negeri 02 Doro pada
kursus seni tari.
Penelitian ini akan menerapkan pendekatan Penerimaan Aktif, Kreatif, Efektif,
dan Menyenangkan (PAKEM) yang terbagi intern dua siklus. Masing-masing siklus
terdiri bersumber 4 strata antara lain : (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) Observasi/Evaluasi
dan (4) Refleksi.
Bersendikan hasil penelitian tindakan kelas bawah, maka upaya temperatur dengan penerapan
pendekatan PAKEM nan dipadu dengan teknik Protes dapat meningkatkan minat
dan prestasi belajar siswa kerumahtanggaan mata les seni budaya cabang seni tari dengan
standar kompetensi menyusun diri melewati karya seni tari khususnya pada
kompetensi pangkal mengeksplorasi pola lantai gerak tari berpasangan/kelompok daerah
setempat.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis mengajurkan: 1) Guru seni budaya
seyogiannya mengamalkan kegiatan investigasi tindakan kelas buat dapat memecahkan
ki kesulitan-masalah pembelajaran yang dihadapi di sekolah masing-masing secara aktif,
kreatif efektif dan penuh inovatif sehingga akan lebih menyenangkan dengan melangkahi
penerapan pendekatan PAKEM yang dipadu dengan teknik Protes. 2) Kepada
aktivis sekolah, hasil penelitian ini moga dapat digunakan perumpamaan dasar
penentuan ketatanegaraan yang berkaitan dengan peluasan profesi master dan peningkatan
kualitas penataran.
Kata Kunci: Upaya guru, minat, pembelajaran, hasil belajar, dan kinerja master.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara paradigma:





UPAYA Suhu DALAM PROSES Pendedahan Kerjakan MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL Sparing SENI TARI Peserta Kelas bawah VII A SMP N 2 DORO KABUPATEN PEKALONGAN

2.PENINGKATAN HASIL BELAJAR Kecekatan BERMAIN ALAT Nada PIANIKA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA Puas SISWA KELAS VIIC DI SMP 2 TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN – Yunianto
Esensi
Yunianto. 2022. Peningkatan Hasil Belajar Kegesitan Bermain Perabot Musik
Pianika dengan Metode Tutor Sebaya lega Siswa Inferior VII C di SMP 2
Tirto Kabupaten Pekalongan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama, Tari
dan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang,
Pembimbing I: Drs. Wagiman Joseph, M.Pd., Penyuluh II: Drs. Eko
Raharjo, M.Hum
Pembelajaran seni nada di sekolah senyatanya menjadikan kegiatan
penerimaan nan mengasyikkan untuk siswa. Tetapi sebagian osean siswa merasa
kesulitan ketika harus mempelajari praktek berperan nada. Maka dari itu karena itu dalam
proses penelaahan temperatur harus menunggangi ketatanegaraan yang tepat bagi menjejak
pamrih pengajian pengkajian. Dalam penelitian ini persoalan nan timbul adalah apakah
metode tutor seumur dapat meningkatkan aktivitas dan hasil berlatih keterampilan
bermain alat musik pianika sreg kelas VII C di SMP 2 Tirto Kabupaten Pekalongan.
Eksplorasi ini menggunakan metode Investigasi Tindakan Kelas (PTK).
Dalam penelitian tindakan kelas pemungutan data menerobos beberapa tahap yaitu:
tahap pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Proses pemecahan permasalahan dimulai dari
perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), menganalisa
data dan pengumuman bikin memahami kelemahan dan kelebihan hasil tindakan
(reflection). Teknik pemungutan data dengan cara temu ramah, observasi dan
dokumentasi. Analisis data kwantitatif dan kwalitatif meliputi tiga komponen:
rabat data, sajian data dan penarikan inferensi
Berdasarkan analisa data penelitian, boleh disimpulkan bahwa metode tutor
sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar keterampilan bermain alat
nada pianika khususnya kelas VII C di SMP 2 Tirto Kabupaten Pekalongan. Hal ini
dapat dilihat dari tingkat ketuntasan belajar siswa yang terjadi eskalasi berpokok 24
siswa pada pra siklus 6 murid (25%) memperoleh nilai ≥ 70, pada siklus 1 terjadi
peningkatan 14 siswa (58%) memperoleh nilai ≥ 70, dan meningkat cukup pesat pada
siklus 2 yaitu: 22 siswa (92%) berbuah memperoleh angka ≥ 70. Sementara itu pesuluh
nan belum berhasil memperoleh nilai ≥ 70 belaka 2 siswa (8%).
Berdasarkan hasil eksplorasi tersebut para guru disarankan kerjakan
memperalat metode yang tepat intern upaya meningkatkan aktivitas dan belajar
siswa dalam pembelajaran seni budaya, pelecok suatu metode tersebut ialah metode
tutor sebaya.

Di pangkal ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara cermin:





Peningkatan HASIL Berlatih KETERAMPILAN Main-main ALAT Irama PIANIKA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA Inferior VIIC DI SMP 2 TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN

3.PEMANFAATAN GYPSUM Bak Ki alat ALTERNATIF Privat Penerimaan UKIR MOTIF GEOMETRIS SISWA Kelas VII SMP AL MADINA WONOSOBO – Agustina Fita Arumsari
Teladan
Arumsari, Agustina Fita. 2022. “Pemanfaatan Gypsum kerumahtanggaan Pembelajaran Ukir
Motif Geometris Siswa Papan bawah VII SMP Al Madina Wonosobo”.Skripsi,
Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Perserikatan Distrik
Semarang. Penyuluh : Drs. Triyanto, M.A. 1-178,i-xvii
Kata gerendel: Gypsum, Penerimaan, Ukir, Motif Geometris
Penelaahan seni rupa di SMP Al Madina Wonosobo masih berupa
kegiatan pembelajaran yang monoton maupun bukan menarik.Oleh sebab itu perlu
adanya pembelajaran nan menarik sepatutnya congah melebarkan kreativitas
siswa dalam bekerja seni.Pelecok satu penerimaan yang boleh diterapkan yaitu
penataran mencukil lega gypsum dengan motif geometris. Rumusan problem
nan dikaji ialah bagaimana pengusahaan gypsum privat pembelajaran ukir
motif geometris peserta kelas bawah VII SMP Al Madina Wonosobo?, bagaimana hasil
bermula pengusahaan gypsum internal penataran ukir motif geometrissiswa papan bawah
VII SMP Al Madina Wonosobo? dan apa faktor penahan dan simpatisan
dalampemanfaatan gypsum intern pembelajaran ukir motif geometris siswa kelas
VII SMP Al Madina Wonosobo?.
Pendalaman ini menggunakan desain penyelidikan eksploratif dengan pendekatan
nan digunakan adalah kualitatif.Penelitian ini dilakukan di SMP Al Madina
Wonosobo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara dan dokumentasi.Teknik amatan data dilakukan melangkahi reduksi data,
pengutaraan data dan penarikan simpulan.
Hasil pengkhususan yang diperoleh yaitu seumpama berikut: (1) pemanfaatan
gypsum n domestik penataran ukir motif geometris melintasi 3 tahap adalah
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap evaluasi meliputi
penyusunan RPP nan berisi mengenai maksud berpokok pembelajaran, materi, metode,
ketatanegaraan, dan evaluasi pembelajaran. tahap kedua yaitu pelaksanaan pembelajaran
yang sesuai dengan kerangka pembelajaran. Sehabis pelaksanaan pembelajaran,
tahap akhir yakni evaluasi penelaahan. Evaluasi mencaplok 3 aspek yaitu ide
atau gagasan, rencana karya, dan proses pembuatan. selain aspek penilaian tahap
evaluasi menggunakan 3 penilai yang terdiri berpunca hawa seni budaya SMP Al
Madina Wonosobo, Guru Seni Budaya SMA Muhammadiyah Wonosobo, dan
penyelidik, (2) hasil nan diperoleh peserta n domestik mengukir pada gypsum motif
geometris menunjukkan patokan baik lega pengamatan proses I dengan nilai ratarata
kelas 76,8 dan pada pengamatan proses II dengan angka galibnya kelas 81,3,
(3) faktor yang kondusif dari pembelajaran mengukir pada gypsum motif
geometris adalah antusias pelajar dalam berkarya seni dan kemampuan siswa dalam
berkreasi seni yaitu memahat puas gypsum. Faktor yang menghambat pembelajaran mengukir pada gypsum yaitu minus rasa percaya diri puas siswa
saat berkarya dan alokasi waktu intern berkarya nan masih terbatas.Saran yang
direkomendasikan adalah sebagai berikut. Permulaan guru agar memasrahkan
motivasi kepada siswa saat berkarya, kedua hawa lebih banyak dalam
menampilkan contoh dari karya seni rupa kepada siswa, ketiga mengatur alokasi
waktu pron bila merencanakan pembelajaran.

Di bawah ini kami sediakan link kerjakan mengunduh file tersebut secara acuan:





PEMANFAATAN GYPSUM Laksana MEDIA ALTERNATIF Internal PEMBELAJARAN UKIR MOTIF GEOMETRIS Pelajar Inferior VII SMP AL MADINA WONOSOBO

4.Meningkatan Hasil Belajar Bermain Nada Ansambel Melalui Metode Tutor Sebaya Kelas VIID SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2022/2013 – SUNARDI

Niskala
Sunardi, 2022. “Meningkatan Hasil Belajar Berlaku Musik Ansambel Melalui
Metode Tutor Sebaya Kelas VIID SMP Negeri 14 Purworejo Periode
Les 2022/2013”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan
Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Perserikatan Negeri Semarang.
Penatar 1 Dr. Udi Utomo, M.Sang, dan instruktur 2 Dra. Siti
Aesiyah, M.Pd.
Internal pembelajaran praktik ansambel irama, pengelolaan kelas bawah secara
tepat sangat diperlukan. Berdasarkan pengalaman pengkaji, pembelajaran secara
klasikal belum membuahkan hasil yang maksimal. Maka itu karena itu, laksana upaya
kerjakan meningkatkan hasil sparing siswa dalam berperan musik ansambel melampaui
penelitian ini pemeriksa akan mencoba menerapkan metode Tutor seusia.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian
Tindakan Kelas, yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan
kuantitatif. Proses pelaksanaan, investigasi ini dibagi menjadi 3 siklus, setiap
siklus mencengap 4 tahap ialah perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan,
dan refleksi.Teknik penumpukan data dalam pendalaman ini menggunakan teknik
observasi, muncul kerja, angket dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode tutor seusia mampu
meningkatkan hasil belajar dolan recorder. (2) Metode tutor seusia mampu
meningkatkan hasil berlatih berperan pianika.(3) Metode tutor sebaya fertil
mengefektifkan waktu pertemuan di intern kelas dibandingkan dengan metode
klasikal.
Berdasarkan hasil pendalaman disarankan kiranya (1) para master seni budaya me
nerapkan metode tutor sebaya dalam penataran ansambel musik di sekolah.(2)
Mengepas menerapkan metode tutor sebaya dalam sampai ke tujuan les
pada kompetensi dasar yang lain.

Di dasar ini kami sediakan link bagi mengunduh file tersebut secara lengkap:





Meningkatan Hasil Belajar Main-main Musik Ansambel Menerobos Metode Tutor Seumur Kelas VIID SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Les 2022/2013

5.UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNYANYI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Paduan SUARA MELALUI PELATIHAN SOLFEGIO PADA SISWA KELAS VII SMP Kawasan 2 PANGKAH KABUPATEN TEGAL – Rizki Mei Dwi Dara
SARI
Upik, Rizki Mei Dwi. 2022. Upaya Meningkatkan Kemampuan Bernyanyi dalam
Kegiatan Ekstrakurikuler Paduan Suara minor Melampaui Pelatihan Solfegio puas
Peserta Kelas bawah VII SMP Negeri 2 Pangkah Kabupaten Tegal. Skripsi, Jurusan
Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Perserikatan Negeri Semarang.
Riset ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan tarik suara siswa
yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paduan kritik. Oleh karena itu, dengan
diterapkan pelatihan solfegio perumpamaan metode pembelajaran diharapkan boleh
meningkatkan kemampuan tarik suara siswa dalam paduan suara minor.Berdasarkan situasi
tersebut, rumusan masalah dalam investigasi ini merupakan apakah dengan diterapkan
pelatihan solfegio dapat meningkatkan kemampuan bernyanyi kerumahtanggaan kegiatan
ekstrakurikuler paduan suara minor pada siswa inferior VII SMP Kawasan 2 Pangkah.
Pengkhususan ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis
peningkatan kemampuan berdendang kerumahtanggaan kegiatan ekstrakurikuler paduan suara
dengan menerapkan pelatihan solfegio sreg siswa kelas VII SMP Negeri 2
Pangkah.
Pendalaman ini menunggangi jenis Pendalaman Tindakan Papan bawah (PTK) yang
terbagi ke dalam dua siklus. Sendirisendiri siklus dilakukan dengan hierarki
perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Elastis penelitian yang
digunakan adalah lentur proses dan elastis output. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik penilaian.
Teknik analisis data yang digunakan puas pengkajian ini adalah analisis secara
kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan solfegio dapat meningkatkan
kemampuan meratus pelajar dalam kegiatan ekstrakurikuler fusi suara.
Berdasarkan hasil penilaian siklus 1 semata-mata 55% siswa yang mencapai kategori
nilai baik dan dulu baik (>70) kemudian meningkat puas hasil penilaian siklus
2dapat mencapai indikator keberhasilan yakni sebanyak 80% siswa mutakadim
sampai ke nilai dengan kategori baik dan sangat baik (>70). Perilaku siswa juga
mengalami perubahan yang positif. Siswa yang sebelumnya rendah bersemangat,
adv minim antusias, dan cacat aktif internal mengajuk ekstrakurikuler senyawa suara
menjadi lebih antusias, tertarik, bersemangat, dan lebih aktif selama proses
pendedahan melalui pelatihan solfegio.
Berdasarkan hasil pendalaman tersebut, disarankan agar pelatihan solfegio
bisa diterapkan privat penataran paduan suara maka itu guru/pelatih
ekstrakurikuler paduan celaan baik di sekolah ini maupun di sekolah lain, rutinitas
les paduan celaan harus dilakukan secara integral, dan sekolah seyogiannya
menyediakan ruangan istimewa (ruang musik) buat menunjang segala kegiatan
yang berhubungan dengan kegiatan bermusik.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:





UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN Mericau DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Paduan SUARA MELALUI PELATIHAN SOLFEGIO Pada SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 PANGKAH KABUPATEN TEGAL


Lengkap Titel dan Informasi PTK Seni Budaya Kelas 8/ VIII:

1.PEMANFAATAN FILM Kartun Intern Penerimaan MENGGAMBAR ILUSTRASI DI Papan bawah VIII SMP Kewedanan 02 TERSONO Bangkai – Lukman Abdurrahman
Konsentrat
Abdurrahman, Lukman. 2022. Eksploitasi Bioskop Animasi dalam Pendedahan
Batik Ilustrasi di Inferior VIII SMP Negeri 2 Tersono-Batang. Skripsi.
Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Kawasan Semarang.
Instruktur : Mujiyono, S.Pd., M.Sn. i-xxi, 180 halaman.
Prolog kunci: Film Animasi, Menggambar Ilustrasi, Penelaahan Seni Rupa.
Kemampuan menggambar ilustrasi petatar kelas VIII SMP Negeri 2
Tersono masih tekor. Diperlukan media yang tepat dalam kegiatan pembelajaran
menggambar ilustrasi. Peneliti merumuskan pengajian pengkajian menggambar ilustrasi
dengan pemanfaatan film animasi sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan
petatar dalam menggambar ilustrasi. Permasalahan yang dikaji dalam penekanan ini
adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana proses penataran menulis ilustrasi
melalui pemanfaatan film animasi pada peserta kelas bawah VIII SMP Negeri 02 Tersono
Layon? (2) Apakah penerimaan batik ilustrasi melalui pemanfaatan
bioskop animasi dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar pada siswa kelas VIII
SMP Negeri 02 Tersono Batang?
Desain penelitian yaitu Penelitian Tindakan Papan bawah (PTK). Tindakan nan
dilakukan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas bawah VIII SMP Negeri 2
Tersono. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, temu ramah, validasi
praktik dan pengarsipan. Teknik kajian data menunggangi pendekatan
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan
dalam menggambar ilustrasi melintasi eksploitasi film kartun. Film animasi
yang diaplikasikan privat proses pembelajaran menulis ilustrasi yaitu gambar hidup
animasi dengan judul Up. Pertambahan tersebut diperoleh berdasarkan tiga aspek
penilaian batik ilustrasi, merupakan aspek: (1) proses terdiri pecah Pembuatan
sket dan pewarnaan, (2) Teknik terdiri bermula penggunaan perkakas dan bahan serta
pendekatan, (3) hasil terdiri bersumber Kepantasan dan keluwesan garis,
berekspansi imajinasi, kualitas visual karya serta kesejatian dan kebaruan ide.
Alhasil dapat diketahui bahwa lazimnya poin pelajar puas kondisi sediakala/prasiklus
sebesar 68 meningkat menjadi 69 lega siklus I, dan meningkat lagi menjadi 78
pada siklus II. Tentang besarnya selisih eskalasi berbunga kondisi awal ke siklus I
sebesar 1, berusul siklus I ke siklus II sebesar 9, dan dari kondisi awal ke siklus II
sebesar 10.
Saran yang dapat diajukan merupakan andai berikut: mula-mula hawa seni rupa
sebaiknya dapat memanfaatkan dan menggunakan alat angkut sebagai halnya komidi gambar animasi
dalam pembelajaran, yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan
kemampuan siswa dalam sparing. Kedua pakar maupun praktisi pendidikan seni perlu
melakukan penajaman serupa dengan melebarkan pemanfaatan media tidak
yang lebih menarik, bagi memperkaya inovasi dalam pembelajaran.

Di bawah ini kami sediakan link lakukan mengunduh file tersebut secara kamil:





Penggunaan FILM Animasi DALAM PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ILUSTRASI DI KELAS VIII SMP Kewedanan 02 TERSONO BATANG

2.Pendayagunaan PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL Berlatih Apresiasi Irama NUSANTARA Sreg Murid Kelas VIII B SMP Provinsi 7 PEMALANG – Anggoro Hamdan Saputro
SARI
Anggoro Hamdan Saputro. 2022Penggunaan Pendekatan SAVI Bikin
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Sanjungan Nada
Nusantara Pada Siswa Kelas VIII B SMP Wilayah 7 Pemalang.. Skripsi
Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan
Seni, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Ds. Eko
Raharjo, M.Hum dan Pembimbing II Abdul Rachman, S.Pd, M.pd.
SAVI adalah sebuah metode pendekatan yang terdiri dari 4 aspek yaitu:
Somatis dengan bergerak, Auditori dengan mendengarkan, Visual dengan melihat
dan Jauhari dengan memintasi problem. Minat siswa terhadap penataran
dengan SAVI adv amat pangkat. Kejadian itu dikarenakan pendekatan SAVI dirasa menarik,
mudah dimengerti dan menentramkan bagi murid. Persoalan yang dikaji yaitu:
(1) apakah eksploitasi pendekatan SAVI dapat meningkatkan aktivitas belajar
apresiasi musik nusantara pada pelajar kelas bawah VIII B SMP Negeri 7 Pemalang dan
(2) apakah penggunaan pendekatan SAVI dapat meningkatkan hasil sparing
apresiasi irama nusantara pada petatar kelas VIII B SMP Negeri 7 Pemalang.
Keistimewaan dari penelitian ini yaitu bagaikan bahan analisis terhadap suhu bikin
membusut pengetahuan dalam upaya pemanfaatan pendekatan SAVI dalam
proses sparing mengajar.
Penelitian ini yaitu eksplorasi deskriptif kualitatif, yaitu penelitian
yang menguraikan tentang persiapan pengajian pengkajian dan hasil proses pendedahan
dengan pendekatan SAVI. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemeriksaan ulang
tertulis, observasi, pengarsipan dan wawancara. Analisis data yang digunakan
meliputi kajian data primer (hasil belajar) dan data sekunder (pengamatan
langsung).
Hasil investigasi menunjukkan bahwa hasil pengamatan aktivitas
menunjukkan pada pra siklus aspek ingatan 13 anak skor tinggi, interaksi 14
anak asuh skor tinggi, pengutusan 13 momongan skor tangga dan kerjasama 12 momongan poin
tingkatan. Pada siklus 1 aspek perhatian 22 anak skor tinggi, interaksi 21 anak ponten
tinggi, penugasan 22 anak ponten tahapan dan kerjasama 21 anak ponten strata. Pada
siklus 2.1 aspek perasaan 29 anak skor janjang, interaksi 29 momongan kredit tinggi,
pengutusan 29 anak skor tangga dan kerjasama 28 anak biji tinggi. Pada siklus 2.2
aspek pikiran 34 anak angka hierarki, interaksi 34 anak asuh ponten hierarki, penugasan 34
anak ponten panjang dan kerjasama 33 anak poin tinggi. Sedangkan, angka hasil belajar
murid pada pra siklus, petatar yang mengalami ketuntasan hanya 25%. Lega siklus
1 ketuntasan peserta mengalami kenaikan sebesar 47%. Pada siklus 2 pertemuan 1
ketuntasan pelajar meningkat sebesar 65%. Lega Siklus 2 pertemuan 2 ketuntasan
siswa mengalami peningkatan sebesar 90%.
Berdasarkan hasil penelitian, penyalin menyimpulkan bahwa pendekatan
SAVI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar apresiasi nada nusantara
plong petatar serta penulis mensyurkan seyogiannya pendekatan SAVI ini bisa terus
diterapkan guru kerumahtanggaan proses pembelajaran di sekolah seharusnya aktifitas dan hasil
sparing peserta boleh lebih baik sekali lagi.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara teladan:





PENGGUNAAN PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL Berlatih APRESIASI Irama NUSANTARA Lega SISWA KELAS VIII B SMP Area 7 PEMALANG

3.PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL Berlatih ANSAMBEL MUSIK MELALUI Alat angkut MIDI PADA Peserta KELAS VIII H DI SMP Wilayah 3 UNGARAN – Kris Musim Septianto
SARI
Kris Periode Septianto. 2022. Pertambahan Motivasi dan Hasil Membiasakan Ansambel
Musik Menerobos Media Midi pada Siswa Kelas VIII H di SMP Provinsi 3
Ungaran. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Irama. Fakultas
Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Udi
Utomo, M.Sang. Pembimbing II Drs. Wagiman Joseph, M.Pd.
Kata kunci: kenaikan, motivasi berlatih, hasil belajar, ansambel musik,
media midi.
Cambuk dan hasil belajar ansambel musik di SMP Kewedanan 3 Ungaran
masih terdapat permasalahan yang disebabkan banyaknya siswa belum sampai ke
nilai patokan Kriteria Ketuntasan Paling kecil (KKM) yang ditentukan adalah poin 70,
sehingga masih tergolong tekor. Guna meningkatkan motivasi dan hasil membiasakan
ansambel irama siswa, maka dilakukan penelitian dengan menerapkan ki alat midi
seumpama alat bantu penataran. Pendalaman ini merupakan penelitian tindakan
inferior nan akan mengkaji berapa lautan eskalasi motivasi dan hasil sparing
siswa dalam memainkan ansambel musik dengan dibantu sarana midi.
Subjek yang diteliti merupakan semua siswa kelas VIII H SMP Kawasan 3
Ungaran sebanyak 33 siswa. Fokus penekanan ini ialah peningkatan motivasi dan
hasil sparing siswa. Eksplorasi dilakukan menerobos dua siklus. Data yang diperoleh
berupa prosentase motivasi membiasakan siswa bersendikan hasil angket dan kredit hasil
belajar ansambel irama mulai sejak penilaian unjuk kerja. Data yang diperoleh dianalisis
secara kuantitaif dan kualitatif.
Hasil penyelidikan menunjukan bahwa dari hasil angket motivasi berlatih
siklus I pada aspek hadiah 78,79%, interaksi dengan guru 67,05%, dan kondisi
saat pembelajaran berlantas 76,26%. Padahal hasil angket tembung belajar
siklus II pada aspek hadiah 81,81%, interaksi dengan hawa 71,21%, dan kondisi
saat pembelajaran berlangsung 80,43%. Provisional hasil dari nilai kebanyakan pada
prasiklus sebesar 66,9 dan penilaian unjuk kerja puas siklus I mengalami
eskalasi menjadi 71,18, serta pada siklus II yang meningkat menjadi 79,33.
Bersendikan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan media
midi mampu meningkatkan motivasi dan hasil berlatih ansambel musik. Saran
nan diberikan dengan hasil penyelidikan ini khususnya kepada guru adalah bikin
meningkatkan hasil pengajian pengkajian dan lecut belajar seni irama perlu adanya
variasi sarana pembelajaran karena pahit lidah n domestik penelitian ini dengan
penggunaan media midi seumpama radas tolong dalam mengajarkan ansambel musik,
mewah meningkatkan hasil belajar siswa dan pula meningkatkan cambuk belajar
pelajar. Selain itu pula saat ini telah dikembangkan berbagai program irama yang
bisa dioperasikan dengan perangkat komputer sehingga suhu hendaknya
meningkatkan warta, keterampilan, dan aplikasi program musik yang terserah
untuk meningkatkan kuailitas pengajian pengkajian. Keterbatasan pemeriksa diharapkan
dapat disempurnakan oleh temperatur bagi melanjutkan penelitian ini sehingga
diharapkan seluruh pelajar boleh hingga ke ponten lebih mulai sejak layak.

Di asal ini kami sediakan link bakal mengunduh file tersebut secara ideal:





PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL Membiasakan ANSAMBEL MUSIK Melampaui MEDIA MIDI Pada Pesuluh Inferior VIII H DI SMP NEGERI 3 UNGARAN

4.UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KETERAMPILAN Main-main Gitar listrik DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW Plong SISWA KELAS VIII H DI SMP Daerah 3 PATEBON KENDAL Periode Wahi 2022/2015 – Fadhli Dzil Pendewaan
Ekstrak
Dzil Ikram, Fadhli. 2022. Upaya Meningkatkan Minat dan Kelincahan Bermain Mandolin
Dengan Menggunakan Metode Jigsaw Sreg Siswa Kelas bawah VIII H di SMP
Negeri 3 Patebon Kendal Masa Ajaran 2022/2015. JurusanPendidikan Seni
Sandiwara, Tari, dan MusikFakultas Bahasa dan Seni Universitas Distrik
Semarang,Pembimbing: Drs. MohMuttaqin, M.Hum.
Kata Kancing : Transendental Pembelajaran Jigsaw, Minat dan Keterampilan Main-main Gitar akustik,
SMP Kawasan 3 Patebon Kendal.
Rendahnya minat dan kegesitan bermain gitar yang diperoleh siswa SMP
Daerah 3 Patebon Kendal sreg materi dolan gitar dipengaruhi oleh model
pembelajarandan metode nan digunakan hawa ketika meyampaikan materi.Oleh sebab
itu, diperlukan sebuah model penerimaan yang mampu meningkatkan minat dan
keterampilan siswa privat pembelajaran main-main gitar listrik. Model pembelajaran kooperatif
Jigsaw, dipilih bagi memperbaiki minat dan keterampilan peserta SMP Kewedanan 3 Patebon
Kendal. Tujuan bermula penyelidikan ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis
peningkatan minat dan kecekatan bermain mandolin melangkahi penggunaan teladan
pembelajaran kooperatif Jigsawpada peserta tuntun kelas bawah VIII H SMP Negeri 3 Patebon
Kendal.
Penelitian ini yaitu penekanan tindakan kelas (PTK). Pengambilan data
dilaksanakan melaluitahap pra siklus,siklus 1, dan siklus 2. Teknik pengambilan
datadengan teknik jajak pendapat, observasi, wawansabda, pengamatan, tes dan nontes. Teknik
analisis data adalah deskriptif kuantitatif. Selain itu, peneliti lagi menggunakan amatan
refleksi dan pembahasan evaluatif dalam menyajikan bahasan dari hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengajian pengkajian Jigsaw boleh
meningkatkan minat belajar bermain mandolin petatar kelas bawah VIII H SMP Negeri 3 Patebon
Kendal. Situasi ini dapat dilihat terbit minat belajar berperan mandolin siswa terbit 31 cucu adam siswa,
diperoleh data prosentase awal minat dolan gitar sebanyak 14 (45,16%) siswa kategori
minat tekor, 8 (25,80%) siswa kategori minat menengah, 9 (20,03%) petatar kategori minat
jenjang pada kegiatan pra siklus, sebanyak 0 (0%) siswa kategori minat sedikit, 20
(64,51%) peserta kategori minat sedang, 11 (35,48%) peserta kategori minat tinggi sreg
siklus I, dan sebanyak 0 (0%) siswa kategori minat rendah, 10 (32,25%) siswa kategori
minat sedang,21 (67,74%) siswa kategori minat tangga pada siklus II. Pasca- semua
siklus radu dilakukan, minat membiasakan petatar meningkat sebanyak 13 (41,93%) dari
kegiatan pra siklus. Selain itu, model pembelajaran Jigsaw pun dapat meningkatkan
keterampilan bermain gitar siswa papan bawah VIII H SMP Negeri 3 Patebon Kendal. Hal ini
bisa dilihat dari nilai pembuktian main-main gitar plong masing-masing aspek yang diteliti. Dari 31
anak adam siswa, diperoleh data prosentase awal tes berlaku gitar sebanyak 60% pesuluh
beruntung nilai kurang, 30% siswa mendapat habuan nilai sedang dan 10% siswa berkat nilai
baik pada kegiatan pra siklus, sebanyak 21% siswa poin kurang, 60% petatar nilai sedang,
dan 18% pesuluh ponten baik pada siklus I, dan sebanyak 7,5% pesuluh skor kurang, 39% siswa
skor medium, dan 52% pesuluh nilai baik lega siklus II. Sehabis semua siklus selesai
dilakukan, poin tes bertindak mandolin siswa meningkat sebanyak 49% dari kegiatan prasiklus.
Berdasarkan hasil pendalaman tersebut, guru disarankan untuk menerapkan
model pembelajaran tersebut intern materi-materi praktek lainnya baik kerjakan mata
pelajaran seni irama maupun mata pelajaran yang lainnya. Meskipun begitu, masih
banyak model penerimaan lain yang sekiranya bisa diterapkan n domestik pembelajaran
seni nada.

Di bawah ini kami sediakan link bikin mengunduh file tersebut secara lengkap:





UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KETERAMPILAN BERMAIN Gitar akustik DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW PADA SISWA Kelas bawah VIII H DI SMP Kawasan 3 PATEBON KENDAL TAHUN AJARAN 2022/2015

5.Peningkatan KETERAMPILAN Menggambar Skrip Sandiwara radio SATUnBABAK MELALUI MEDIA GAMBAR Gemerlap DENGAN Menunggangi TEKNIK PENGANDAIAN DIRI PADA SISWA Inferior VIII SMP N 2 KRAMAT KAB. TEGAL – Siska Novya Shinta Devi
Sari
Devi, Siska NovyaShinta. 2022 Eskalasi Ketrampilan Menulis Naskah Drama
Melangkaui Media Gambar Beseri Dengan Menggunakan Teknik Pengandaian Diri
Pada Siswa Kelas VIII A SMP N 2 Kramat Kab.Tegal
Alas kata rahasia: ketrampilan menulis, naskah dagelan, media bagan gilanggemilang, teknik
pengandalian diri.
Penelaahan menggambar naskah drama kelas VIII A SMP N 2 Kramat
menunjukkan hasil nan cukup memuaskan Hal ini disebabkan oleh tiga faktor
yang berpengaruh yaitu faktor pendekatan yang digunakan master kerumahtanggaan
pembelajaran, faktor petatar, dan faktor mileu sekolah. Salah satu faktor yang
paling berpengaruh dan harus segera dicari kronologi keluarnya adalah faktor
pendekatan yang digunakan kerumahtanggaan pembelajaran. Selama ini, pendekatan yang
digunakan guru masih tradisional dan kurang bineka. Syarah menjadi pilihan
utama dalam penerimaan sehingga tertambat monoton. Hal ini, menyebabkan
petatar merasa jenuh dan bosan dengan penerimaan tersebut. Oleh karena itu,
bak upaya cak bagi membereskan masalah tersebut, adalah dengan menafsirkan
pendekatan yang digunakan hawa dalam pembelajaran.Salah suatu pendekatan yang
dapat digunakan bagaikan alternatif yakni dengan pendekatan kontekstual
komponen pemodelan. Dalam pendekatan ini, temperatur diposisikan perumpamaan fasilitator
dan motivator. Kaprikornus, siswa yang dituntut cak bagi berlaku aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini membahas permasalahan yaitu
(1) bagaimanakah pertambahan kelincahan batik naskah drama murid papan bawah
VIII A SMP N 2 Kramat sesudah mengikuti penelaahan menulis skrip drama
melalui media rancangan gemerlap dengant eknik pengandalian diri, dan (2) bagaimana
perubahan perilaku siswa kelas VIII A SMP Ufuk 2 Kramat sehabis mengikuti
pembelajaran menulis naskah drama melalui alat angkut buram bersemarak dengan teknik
pengandalian diri. Maksud pendalaman ini adalah lakukan mendeskripsi peningkatan
keterampilan menulis skenario dagelan dan pertukaran perilaku siswat ersebut setelah
mengajuk pengajian pengkajian menulis naskah drama melalui media lembaga berseri
dengan teknik pengandaian diri. Adapun manfaat penelitian ini yakni boleh
memberi sumbangan teori adapun penelaahan menulis tulisan tangan drama melalui
media gambar berseri dengan teknik pengandaian diri pada khususnya dan teori
pembelajaran menulis puas umumnya. Selain itu, penelitian ini pun diharapkan
bermakna bagi temperatur, peserta, dan sekolah.
Investigasi ini merupakan penyelidikan tindakan papan bawah dengan dua siklus yang
dilaksanakan lega siswa kelas bawah VIII A SMPN 2 Kramat. Siklus I dan siklus II
terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Tentang variabel
penelitiannya yaitu keterampilan menulis naskah ketoprak dan media lembaga
berseri dengan teknik pengandaian diri. Pemungutan data dilakukan dengan tes
dan nontes. Alat pemungutan data tes nan digunakan yaitu kasatmata pembenaran
ketangkasan batik skenario drama, sedangkan alat pengambilan data nontes
nan digunakanya itu berupa pedoman observasi, jurnal, temu ramah, dan

dokumen foto. Amatan data nan digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif
dan kualitatif.
Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan
kontekstual komponen pemodelan dapat meningkatkan keterampilan menulis
naskah sandiwara. Pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata sebesar 55,2 sementara itu
padasiklus II, diperoleh angka rata-rata sebesar75,15, jadi mengalami peningkatan
pecah siklus I kesiklus II sebesar 19,95 poin alias sebesar 36,14% berpangkal rata-rata
siklus I. Selain itu, perubahan perilaku dalam pengkhususan ini merupakan para siswa
menjadi lebih semangat, aktif mengikuti penelaahan, dan petatar menjadi lebih
senang serta termotivasi kerjakan mempraktekkannya.
Bersendikan hasil penelitian tersebut, pengkaji membagi saran yaitu (1) para
guru bahasa dan sastra indonesia dapat menggunakan media rang berseri
dengan teknik pengandaian diri untuk membelajarkan menulis naskah drama, (2)
pembelajaran melalui media gambar berseri dengan teknik pengandaian diri dapat
dijadikan sebagai alternatif kerjakan master bidang riset tak dalam mengajar, (3)
parapraktisi di bidang pendidikan maupun pengkaji bukan dapat melakukan pengkajian
serupa dengan teknik pembelajaran yang berlainan.

Di dasar ini kami sediakan link kerjakan mengunduh file tersebut secara lengkap:





PENINGKATAN KETERAMPILAN Batik Skrip Sandiwara boneka SATUnBABAK MELALUI MEDIA Bentuk BERSERI DENGAN Memperalat TEKNIK PENGANDAIAN DIRI Puas Petatar Kelas bawah VIII SMP N 2 KRAMAT KAB. Huma


Contoh Judul dan Warta PTK Seni Budaya Papan bawah 9/ IX:

1.Kolase: Pemakaian PELEPAH PISANG Bagaikan MEDIA Berkarya DUA DIMENSI PADA Pelajar Papan bawah IX G SMP N 1 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN – Taat Yulianto

Khayali
Yulianto, Teguh. 2022. Kolase: Pemanfaatan Tulang daun Pisang sebagai Wahana
Berkarya Dua Dimensi puas Siswa Kelas IX G SMP Ufuk 1 Kesesi
Kabupaten Pekalongan. Skripsi. Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan
Seni Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dr. Sri Iswidayati,
M.Hum.; Pembimbing II: Drs. H. Nur Rokhmat, B. A. M.Pd.; i-xiv, 125
peristiwa.
Kata kunci: Kolase, Pelepah Pisang, Media Berkarya.
Tanaman pisang banyak ditemukan di lingkungan sekitar SMP N 1
Kesesi, namun saja dimanfaatkan buah dan daunnya saja. Berdasarkan hal
tersebut, Guru Seni Budaya SMP T 1 Kesesi memanfaatkan petiolus pisang
laksana sarana berkarya dua format teknik montase dalam pembelajaran seni rupa.
Kolase merupakan pelecok satu teknik privat berkarya seni dengan mandu
menempelkan bahan-bahan selain pewarna pada bidang datar. Penajaman ini mengkaji
tiga permasalahan, ialah: (1) bagaimana pelaksanaan penataran seni rupa
dengan memanfaatkan pelepah pisang sebagai media bekerja dua matra teknik
kolase pada siswa kelas IX G SMP N 1 Kesesi?, (2) bagaimana hasil karya peserta
inferior IX G SMP N 1 Kesesi dalam memanfaatkan pelepah pisang perumpamaan media
berkarya dua ukuran teknik kolase?, dan (3) apa tetapi kendala-kendala yang
dihadapi n domestik pelaksanaan pembelajaran seni rupa dengan memanfaatkan
petiolus pisang sebagai alat angkut berkreasi dua dimensi teknik kolase plong siswa
kelas IX G SMP N 1 Kesesi?
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat
deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, interviu, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan melampaui reduksi data, pengajuan data, dan
validasi.
Hasil penajaman menunjukkan hal-kejadian sebagai berikut: (1) pembelajaran
ini dapat penting misal pengenalan sarana berkarya dan aneksasi teknik
kolase pada petatar dengan memanfaatkan pelepah pisang, belaka perlu adanya
satu perencanaan yang tepat terkait dengan kompetensi pangkal yang harus dicapai,
(2) hasil karya dua dimensi teknik montase lega siswa kelas IX G SMP Lengkung langit 1 Kesesi
menunjukkan bahwa siswa mutakadim dapat menerapkan teknik kolase dalam berkarya
dua dimensi nan ditandai oleh persentase karya dengan kategori baik lebih besar
dari persentase karya dengan kategori cukup, dan (3) kendala-kendala nan
dihadapi n domestik pelaksanaan pembelajaran yakni berkenaan dengan alokasi waktu
pembelajaran dan hambatan nan dialami pelajar kerumahtanggaan proses pembuatan karya.
Saran yang bisa diberikan adalah sebagai berikut: (1) guru kiranya
terlazim menyusun perencanaan dan melaksanakan pembelajaran yang lebih baik lagi
pada masa yang akan datang bagi boleh hingga ke tujuan pengajian pengkajian, (2) guru
perlu menjadwalkan kriteria penilaian yang tepat kerumahtanggaan mengamalkan evaluasi hasil
karya pesuluh, dan (3) guru agar memberikan tema yang lebih luas cak bagi
memotivasi, menumbuhkan kreativitas, dan memberikan otonomi berekspresi
bagi murid sekiranya siswa telah mengenal dan menguasai ki alat bekerja dua dimensi
teknik montase.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara model:





KOLASE: Eksploitasi Pelepah PISANG SEBAGAI MEDIA Berkreasi DUA DIMENSI PADA SISWA KELAS IX G SMP N 1 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN

2.PAPIER MÂCHÉ Bagaikan Kendaraan BERKARYA SENI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP Cakrawala 1 SLAWI – Agustin Dwi Arini
ABSTRAK
Agustin Dwi Arini. 2022. Papier Mâché sebagai Media Berkarya Seni dalam
Penelaahan Seni Rupa di SMP N 1 Slawi. Skripsi Jurusan Seni Rupa
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Kawasan Semarang. Pembimbing I:
Drs. Aryo Sunaryo, M.Pd., penatar II: Drs. Dewa Made
Karthadinata, M.Pd.
Pengenalan Sendi : Papier Mâché, Kendaraan Seni Rupa, Karya Seni, Pembelajaran seni
rupa.
Pemilihan alat angkut berkarya ialah hal nan tepat bagi menciptakan
hasil karya petatar yang kreatif. Dengan wahana nan tepat akan menciptakan menjadikan murid
lebih tertarik dan pembelajaran akan berlantas dengan menyenangkan. Keseleo
suatu upaya pengembangan media berkarya yang mengademkan yaitu dengan
memanfaatkan limbah kertas yang akan dibuat sarana papier mâché. Permasalahan
yang dikaji dalam riset ini merupakan: (1) proses pembuatan papier mâché
sebagai alat angkut internal berkarya seni rupa, (2) pemanfaatan media papier mâché
laksana media berkarya seni dalam pembelajaran seni rupa di SMP N 1 Slawi, (3)
hasil pembelajaran, kelebihan, serta obstruksi-obstruksi dalam memanfaatkan papier
mâché sebagai sarana dalam pembelajaran seni rupa di SMP N 1 Slawi. Intensi
penekanan ini ialah mengenali, menjelaskan dan menganalisis
permasalahan tersebut.
Metode investigasi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Prosedur
pendalaman yang diterapkan menutupi; (1) pol pendahuluan ke sekolah, (2)
pengamatan sebelum perlakuan, (3) pengamatan terfokus I, (4) evaluasi dan
rekomendasi, (5) pengamatan terfokus II, dan (6) evaluasi dan rekomendasi ataupun
hasil. Teknik akumulasi data menggunakan pengamatan dengan didukung
konsultasi, dokumentasi foto, serta penilaian hasil berkreasi. Analisis data
dilakukan melangkaui korting data, penyajian data dan testimoni.
Dari hasil penelitian bisa diketahui bahwa media papier mâché berasal
dari kronik alumnus dengan proses mengempoh kertas koran sejauh satu malam, lalu
menghancurkan rendaman surat kabar bekas dengan perabot penumbuk, setelah itu
dicampurkan dengan lem PVA, dan papier mâché siap digunakan. Eksploitasi
papier mâché dalam pengajian pengkajian dilakukan 4x perjumpaan, 2 perjumpaan bagi
membuat karya kriya ajang pensil berbunga papier mâché dan 2 perjumpaan untuk
menciptakan menjadikan topeng. Proses pembelajaran terlihat menyenangkan. Selama proses
berkarya siswa menunjukan kehidupan yang tingkatan. Hasil belajar siswa sebagian
ki akbar meningkat, akan doang sebagian besar lagi melandai.
Saran yang diberikan peneliti: (1) guru seharusnya menggunakan papier
mâché sebagai media pembelajaran dan juga dapat difungsikan ibarat ki alat
kerumahtanggaan berkreasi seni rupa, (2) guru tidak hanya memanfaatkan papier mâché
sebagai kendaraan dalam berkarya seni kriya, semata-mata dapat juga digunakan privat
berkarya seni murni, (3) temperatur sebaiknya menggunakan peralatan pendukung
seperti perca lap, buletin sebagai alas sehingga kondisi kelas lebih terkendali.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara abstrak:





PAPIER MÂCHÉ SEBAGAI Media Berkarya SENI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP Horizon 1 SLAWI

3.Penggalian EKSPLORATIF: PEMANFAATAN Cat TEKSTIL N domestik MELUKIS EKSPRESIF PADA KAOS T-SHIRT DI KELAS IX A SMP Tepi langit 1 WEDARIJAKSA PATI – Nashruddin Taufiq
Esensi
Taufiq, Nashruddin. 2022. Penyelidikan Eksploratif: Pemanfaatan Pewarna
Tekstil Dalam Melukis Ekspresif Plong Kaos T-shirt Di Inferior IX A SMP T 1
Wedarijaksa Pati. Skripsi. Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni
Perserikatan Negeri Semarang. Penatar: Drs. Triyanto, M.A.
Prolog Kunci: Pembelajaran, seni lukis, alat angkut, kaos t-shirt
Sreg tingkat SMP guru umumnya tetapi mengajarkan melukis pada media kanvas
ataupun kertas sehingga anak-anak merasa bosan.Lakukan itu dibutuhkan media
berkarya yang dapat memerosokkan minat siswa bagi berkarya dengan eksplorasi
media alternatif n domestik pendedahan seni lukis. Ki kesulitan nan diteliti adalah: (1)
bagaimana kaos cakrawala-shirt dapat digunakan andai wahana berkarya seni lukis, (2)
bagaimana hasil melukis menggunakan media bersumber kaos t-shirt, (3) faktor-faktor
apa namun yang bersifat eksploratif menjadi pendukung dalam melukis
menunggangi sarana dari kaos t-shirt. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif nan dilaksanakan melampaui pengamatan tertangani. Penimbunan data
dilakukan melalui observasi, temu ramah, dan dokumentasi. Kajian data
dilakukan melampaui reduksi data, penguraian data, dan konfirmasi. Hasil penelitiannya
sebagai berikut: (1) kaos cakrawala-shirt dapat digunakan ibarat wahana berkarya melukis
ekspresif dengan menggunakan pewarna tekstil melangkaui jenjang yang sudah
diajarkan pada waktu penelaahan dengan memperalat rubber, kemudian
pewarnaan, ilegal semarak sampai penyetrikaan dan penahapan top coat, (2) hasil
melukis menggunakan media dari kaos tepi langit-shirt dinyatakan berbuntut melewati
pengamatan I, II, dan III beralaskan skor persentase murid yang memenuhi KKM
dengan besaran 76,66 % dan mendapat biji rata-rata 75 yang dinyatakan lulus KKM.
Faktor nan menjadi simpatisan dalam melukis menggunakan media kaos horizon-shirt
yaitu dari segi siswa yang sangat antusias n domestik melukis kaos horizon-shirt, semenjak segi
Guru seni budaya yang pula mendukung dengan adanya ide baru dan lagi telah
memberikan waktu yang memadai lama intern pengkhususan ini, berbunga segi Kepala
Sekolah yang telah memberikan akomodasi sarana dan prasarana untuk kejedot
proses penyelidikan, berusul segi TU yang mutakadim memberikan salinan-tindasan kepada
peneliti, dan dari segi guru lain yang telah mendukung privat proses
penelaahan ini. Saran yang dapat dikemukakan yakni sebagai berikut. Permulaan,
n domestik hal pewarnaan yang masih tembus sampai belakang seyogiannya
menggunakan dus yang lebih baplang maupun bisa menunggangi triplek yang sudah
dipotong sesuai format kaos t-shirt. Kedua, pron bila rahmat warna yang
masih keluar dari motif, disarankan hendaknya lebih kulimat dan makin teliti plong
musim memberikan corak meski hasilnya lebih kemas. Ketiga, persoalan gelap
semarak, disarankan kerjakan memberikan pemahaman dan contoh pencampuran
rona yang nantinya akan diaplikasikan lega motif kaos t-shirt untuk
memberikan jamahan terlarang kilap.

Di pangkal ini kami sediakan link bikin mengunduh file tersebut secara lengkap:





Penelitian EKSPLORATIF: PEMANFAATAN Pewarna TEKSTIL N domestik MELUKIS EKSPRESIF Lega KAOS T-SHIRT DI Kelas IX A SMP Horizon 1 WEDARIJAKSA PATI

4.Pertambahan Kreativitas Peserta MELALUI PERMAINAN CIPTA GERAK DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP N 2 BOJA KABUPATEN KENDAL – Adni Liuvivi Oktoviani

SARI
Adni Liuvivi Oktoviani. 2022. Eskalasi Kreativitas Siswa Melangkahi Permainan
Cipta Gerak N domestik Pendedahan Seni Budaya Di SMP Provinsi 2 Boja
Kabupaten Kendal. Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni Sandiwara bangsawan, Tari, dan
Irama Fakultas Bahasa dan Seni Jamiah Negeri Semarang.
Peningkatkan kreativitas peserta melalui permainan cipta gerak dalam
pembelajaran seni budaya di SMP Ufuk 2 Boja Kabupaten kendal ialah konseptual
pembelajaran seni budaya khususnya seni tari untuk meningkatkan kreativitas siswa
dengan menggunakan metode permainan cipta gerak merupakan murid membuat gerakan
dan merangkainya menjadi sebuah ajojing sederhana.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimana meningkatkan
daya kreasi siswa melangkahi permainan cipta gerak dalam penerimaan seni budaya di
SMP Kaki langit 2 Boja Kabupaten kendal? 2) Apakah faktor-faktor pendukung dan
penghambat kenaikan kreativitas siswa melalui permainan cipta gerak n domestik
pembelajaran seni budaya di SMP N 2 Boja Kabupaten Kendal?. Tujuan dalam
pengkhususan ini yakni: 1) meningkatkan kreativitas pesuluh melangkaui permainan cipta
gerak dalam penelaahan seni budaya di SMP T 2 Boja Kabupaten kendal 2)
faktor-faktor pendukung dan penghambat eskalasi kreativitas siswa melalui
permainan cipta gerak dalam pembelajaran seni budaya di SMP Ufuk 2 Boja Kabupaten
Kendal.
Metode investigasi yang digunakan adalah kualitatif, karena pada dasarnya
penelitian kualitatif menghasilkan data yang bersifat deskriptif, berupa kata-kata dan
gambar yang berpunca dari hasil dengar pendapat, dokumen pribadi alias resmi,
sedangkan pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Hasil pendalaman menunjukan bahwa peningkatan kreativitas siswa dengan
menggunakan metode permainan cipta gerak terletak sejumlah tahap yakni: 1)
Tahap Ide nan meliputi menemukan gagasan dan pengumpulan bulan-bulanan, 2) Tahap
Pelaksanaan yang meliputi pembuatan gerak dan presentasi yang dapat
meningkatkan kreativitas siswa, siswa dapat menciptakan gerak dan merangkainya
menjadi sebuah ajojing sederhana dan bisa mencapai hasil sparing nan maksimal.
Terserah dua faktor yang mempengaruhi pertambahan kreativitas pelajar merupakan faktor
simpatisan antara lain kegesitan guru menyampaikan materi, minat siswa, sarana
infrastruktur dan faktor penghambat antara lain faktor bermula siswa nan belum memiliki
fasilitas belajar di rumah.
Saran berasal hasil penelitian, adalah kiranya pertambahan kreativitas siswa melampaui
metode permainan cipta gerak bertambah ditingkatkan dalam pembelajaran seni tari di
SMP Negeri 2 Boja dan master diharapkan bertambah kreatif dan inovatif untuk
mengembangkan metode permainan cipta gerak dengan melalui apresiasi tari terbit
kaset CD penelaahan alias apresiasi tari dengan melihat secara langsung
sebuah pertunjukan tari agar dapat makin meningkatkan kreativitas siswa SMP Negeri
2 Boja.
Perkenalan awal kunci : Kreativitas, Permainan cipta gerak, Pembelajaran, dan Seni tari.

Di sumber akar ini kami sediakan link bakal mengunduh file tersebut secara acuan:





Eskalasi KREATIVITAS SISWA Melangkahi PERMAINAN CIPTA GERAK N domestik Penerimaan SENI BUDAYA DI SMP N 2 BOJA KABUPATEN KENDAL


Dipersilahkan cak bagi mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan mudahmudahan mendapatkan file yang eksemplar dan utuh.

Kami cukupkan sebatas di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya SMP/ MTs

Sepatutnya taburan informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!

Source: https://www.informasiguru.com/2017/12/Download-PTK-SeniBudaya-SMP-MTs.html