Secara Ringkas Tentang Umar Bin Khattab Pelajaran Smp

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia independen

‘Umar bin al-Khattab
عمر بن الخطاب
Al-Faruq[1]
Rashidun Caliphs Umar ibn Al-Khattāb - عُمر بن الخطّاب ثاني الخلفاء الراشدين.svg

‘Umar polong Al-Khaṭṭāb
radhiallahu ‘anhu

Khalifah Kekhalifahan Rasyidin Ke 2
Berwajib 23 Agustus 634 — 3 November 644
(10 waktu, 73 hari)
Pendahulu Serdak Bakar
Penerus ‘Utsman kacang ‘Affan
Lahir 584
Makkah, Tanjung Arab
Wafat 3 November 644 M
(semangat 60–61) (Dzulhijjah 23 H/Muharram 24 H)[2]
[3]
[4]

Madinah, Semenanjung Arab
Pemakaman

Masjid Nabawi,[5]
Madinah

Tungkai Quraisy (Ibnu ‘Adi)
Nama lengkap
‘Umar ibn Al-Khaṭṭāb bahasa Arab:
عمر بن الخطاب
Cap dan rontok periode
Khulafaur Rasyidin: 634-644
Ayah Khattab bin Nufail
Ibu Hantamah binti Hisyam[6]
Antiwirawan
  • Zainab binti Mazh’un
  • Ummu Kultsum binti Jarwal
  • Quraibah binti Abu ‘Umayyah
  • Jamilah binti Tsabit
  • ‘Atikah binti Zaid
  • Ummu Hakim binti al-Harits
  • Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib[7]
Anak asuh
  • ‘Abdullah
  • ‘Ashim
  • Hafshah
  • ‘Ubaidillah
  • Iyadh
  • Fatimah
  • Zaid
  • Ruqayyah
  • ‘Abdurrahman al-Akbar
  • Abdurrahman
  • Zainab
Agama Islam

Dominasi khalifah Umar pada masa puncaknya, 644

Umar bin Khattab
(bahasa Arab:
عمر بن الخطاب‎; selingkung 584  – 3 November 644 M) adalah khalifah kedua yang berwenang pada masa 634 M setakat 644 M. Dia juga digolongkan umpama salah satu
Khulafaur Rasyidin. ‘Umar merupakan salah satu sahabat dari Rasul Islam Muhammad dan lagi adalah ayah dari Hafshah, cem-ceman Muhammad.[8]
[9]

‘Umar adalah salah satu bermula sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, dan di antara para sahabat Umar termasuk sahabat yang tirakat. Dia mengambil alih kekhalifahan Islam sesudah kematian Debu Bakar Ash-Shiddiq pada terlepas 23 Agustus 634 M, bertepatan dengan tanggal 22 Jumadil Akhirusanah 13 H.[10]

Dalam sudut pandang Sunni, ‘Umar termuat salah satu atasan yang hebat dan suri teladan kerumahtanggaan masalah keislaman.[11]
Beberapa hadits menyebutkan dirinya bak sahabat Nabi paling utama setelah Abu Bakar.[12]
[13]
‘Umar punya julukan yang diberikan maka itu Utusan tuhan Muhammad merupakan
Al-Faruq
nan berarti individu nan bisa menenangkan antara legalitas dan kebatilan. Namun di sisi lain, ‘Umar cenderung dipandang negatif dalam perspektif Syi’ah.[14]

Pada masa kepemimpinannya, kekhalifahan menjadi keseleo satu kekuatan lautan yunior di area Timur Tengah. Selain menaklukan Kerajaan Sasaniyah nan mutakadim luluh hanya dalam kurun tahun dua musim (642–644), ‘Umar berakibat mengaplus kepemimpinan dua pertiga kawasan Kekaisaran Romawi Timur.[15]
Ekstensi wilayah ini lagi diikuti beraneka rupa pembaharuan. Intern bidang tadbir dan kebijakan, departemen unik dibentuk sebagai tempat awam dapat mengompetisikan mengenai para komandan dan negara. Pembentukan Baitul Mal menjadi salah satu penyempuraan ‘Umar dalam bidang ekonomi. Segala capaiannya menjadikan ‘Umar sebagai riuk satu khalifah paling berpengaruh sepanjang sejarah.[16]

Profil

[sunting
|
sunting sendang]

Sebelum memeluk Islam, Umar adalah orang yang suntuk disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah. Umar juga dikenal sebagai koteng peminum selit belit, beberapa gubahan mengatakan bahwa plong saat sebelum memeluk Islam (Jahiliyyah = masa kekosongan Nabi), Umar doyan meminum anggur. Sesudah menjadi sendiri Muslim, ia tak menyentuh alkohol sama sekali, meskipun belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.

Memeluk Islam

[sunting
|
sunting sumber]

Ketika Nabi Muhammad ﷺ menaburkan Islam secara mendelongop di Mekkah, Umar bereaksi sangat kesirikan terhadapnya, sejumlah catatan mengatakan bahwa kaum Muslim saat itu mengakui bahwa Umar adalah dagi yang minimum mereka perhitungkan, hal ini dikarenakan Umar nan memang sudah mempunyai reputasi yang sangat baik sebagai pandai garis haluan perang dan seorang prajurit yang sangat tangguh sreg setiap peperangan yang ia lalui. Umar juga dicatat laksana orang yang paling banyak dan minimum sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Nabi Muhammad ﷺ.

Puas puncak kebenciannya terhadap tajali Utusan tuhan Muhammad ﷺ, Umar memutuskan untuk mengepas memenggal Nabi Muhammad ﷺ, hanya saat dalam perjalanannya kamu bertemu dengan salah sendiri penganut Nabi Muhammad ﷺ bernama Nu’aim bin Abdullah yang kemudian memberinya pemberitaan bahwa plasenta perempuan Umar telah memeluk Islam, wangsit nan dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ yang ingin dibunuhnya momen itu. Karena berita itu, Umar tersentak dan pulang ke rumahnya dengan maksud untuk memvonis adiknya, diriwayatkan bahwa Umar menjumpai saudarinya itu sedang mengaji Al Qur’an surat Thoha ayat 1-8. Ia semakin berang akan situasi tersebut dan memukul saudarinya. Ketika melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya engkau menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat, diriwayatkan Umar menjadi terguncang oleh apa yang ia baca tersebut, beberapa waktu setelah keadaan itu Umar menyatakan memeluk Selam, tentu saja situasi nan selama ini kerap membelanya membuat hampir seisi Mekkah terkejut karena seseorang yang terkenal paling keras menentang dan paling tebal hati n domestik menyiksa para pengikut Nabi Muhammad ﷺ kemudian memeluk ajaran nan sangat dibencinya tersebut, alhasil Umar dikucilkan dari pernah Mekkah dan ia menjadi cacat alias lain dihormati lagi oleh para petinggi Quraisy nan selama ini diketahui majuh membelanya.

Kehidupan di Madinah

[sunting
|
sunting sumber]

Pada tahun 622 M, Umar timbrung bersama Nabi Muhammad ﷺ dan pemeluk Islam bukan berhijrah (migrasi) ke Yatsrib saat ini Madinah. Ia sekali lagi terlibat lega perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia dianggap sebagai seorang yang paling disegani maka dari itu suku bangsa Muslim sreg masa itu karena selain reputasinya nan memang tenar sejak hari pra-Selam, juga karena kamu dikenal perumpamaan basyar terdepan yang comar membela Nabi Muhammad ﷺ dan wangsit Islam pada setiap kesempatan nan ada bahkan ia tanpa ragu mendatangi kawan-kongsi lamanya yang suntuk bersama dia turut menyiksa para pemuja Utusan tuhan Muhammad ﷺ.

Wafatnya Rasul Muhammad

[sunting
|
sunting sumber]

Bilamana kabar wafatnya Nabi Muhammad ﷺ pada 8 Juni 632 M (12 Rabiul Awal 10 Hijriah) suasana sedih dan haru menyelimuti daerah tingkat Madinah, kontan redup tertegun Umar dikabarkan bagaikan pelecok seorang nan paling terguncang atas peristiwa itu, ia menyergap siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Akibat syok yang dia terima, Umar berfirman “Sememangnya beberapa orang nifak menganggap bahwa Nabi Muhammad ﷺ. telah wafat. Sebenarnya engkau tak wafat, tetapi pergi ke hadapan Tuhannya, seperti dilakukan Musa kedelai Imran nan pergi berpunca kaumnya. Demi Allah dia moralistis-etis akan sekali lagi. Komoditas mungkin nan beranggapan bahwa dia wafat, kaki dan tangannya akan kupotong.”

Abu Bakar nan mendengar kabar bergegas kembali berbunga Madinah, sira menjumpai Umar sedang menahan Muslim nan lain dan lantas mengatakan,

“Ari-ari-tali pusar! Barangsiapa mau menyembah Nabi Muhammad ﷺ, Nabi Muhammad ﷺ sudah meninggal dunia. Cuma barangsiapa mau menyembah Halikuljabbar, Allah hidup pelahap tidak asosiasi sunyi!”

Abu Bakar ash-Shiddiq

Bubuk Bakar mengingatkan kepada para pemeluk Selam yang medium terguncang, terjadwal Umar saat itu, bahwa Rasul Muhammad ﷺ, seperti halnya mereka, merupakan seorang manusia formal. Serdak Bakar kemudian mendiktekan ayat dari Al Qur’an[17]
dan menyedang cak bagi mengingatkan mereka kembali kepada ajaran nan diajarkan Nabi Muhammad ﷺ yaitu kefanaan makhluk yang diciptakan. Pasca- peristiwa itu, Umar sadar kesalahannya dan mengikhlaskan awalan penguburan dilaksanakan.

Masa kekhalifahan Tepung Bakar

[sunting
|
sunting sumber]

Lega musim Abuk Bakar memegang sebagai khalifah, Umar yakni pelecok satu penasihat kepalanya. Selepas meninggalnya Debu Bakar pada tahun 634 M, Umar ditunjuk lakukan menggantikan Bubuk Bakar sebagai khalifah kedua dalam ki kenangan Islam.

Menjadi khalifah

[sunting
|
sunting sumber]

Selama tadbir Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid berpangkal Persia (yang mengakhiri musim Kekaisaran Sassanid serta mengoper Mesir, Palestina, Syria, Afrika Paksina dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium)). Saat itu terserah dua negara adi kancing merupakan Persia dan Romawi. Cuma keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Selam di bawah didikan Umar.

Ki kenangan mencatat banyak sambutan besar yang menjadi semula penaklukan ini. Pada pertentangan Yarmuk, nan terjadi di dekat Damaskus plong tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri yuridiksi Romawi di Asia Kecil episode selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah boncel mendapatkan keberuntungan atas pasukan Persia dalam kuantitas nan lebih osean pada pertempuran Al-Qadisiyyah (thn 636), di dekat sungai Eufrat. Puas pertempuran itu, jenderal tentara Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.

Pada tahun 637 M, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, barisan Islam jadinya mengoper kota tersebut. Umar diberikan kunci bakal memasuki kota maka itu imam Sophronius dan diundang lakukan salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih cak bagi salat di gelanggang tak agar enggak membahayakan gereja tersebut. 5 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan di ajang beliau salat.

Umar melakukan banyak perombakan secara manajerial dan mengontrol terbit dempet politik publik, termaktub membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukkan. Dia pun mensyariatkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Selam. Perian 638 M, ia memerintahkan buat memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.

Umar dikenal dari gaya hidupnya yang tersisa, alih-alih mengadopsi gaya jiwa dan penampilan para penguasa di zaman itu, dia konstan spirit dulu terlambat.

Plong selingkung tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Selam hendaknya mulai dihitung saat hal hijrah

Wafat

[sunting
|
sunting sumber]

Kematian Umar bin Khattab sudah lalu diisyaratkan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan dari Hudzaifah. Periwayatan ini diperoleh oleh al-A’masy dan Jami’ kedelai Abi Rasyid di internal Al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain. Dalam hadis ini, mortalitas Umar kedelai Khattab diumpamakan seperti mana pintu yang tertutup yang menjadi makelar antara Umar dan fitnah. Hadis ini diriwayatkan oleh Pater Bukhari dan Muslim. Bagaikan adapun kematian Umar bin Khattab terjadi dengan genosida dirinya lega tahun 23 Hijriah. Pembunuhan terhadap Umar bin Khattab kemudian menimbulkan fitnah di internal masyarakatnya.[18]

Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak yang fanatik puas saat kamu akan memandu salat Subuh. Fairuz adalah orang Persia nan masuk Islam pasca- Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, nan detik itu adalah negara adidaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada musim Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Selepas wafat, jabatan khalifah dipegang maka dari itu Usman bin Affan.

Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan wasiat merupakan:
[ceceh rujukan]

  1. Bila ia menemukan cela pada seseorang dan sira hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
  2. Bila sira hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu tinggal. Karena tidak ada dagi nan lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
  3. Bila anda hendak memuji seseorang, pujilah Tuhan. Karena tiada seorang manusia juga lebih banyak dalam menjatah kepadamu dan lebih santun renik kepadamu selain Allah.
  4. Takdirnya kamu ingin menyingkir sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, signifikan ia terpuji.
  5. Bila ia bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah lakukan nyenyat. Karena sekiranya kamu tidak bersiap buat mati, engkau akan menderita, rugi, dan penuh penyesalan.
  6. Bila ia ingin menghendaki sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau enggak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.

Keluarga

[sunting
|
sunting sumber]

Orangtua

[sunting
|
sunting sumber]

Ayah

Al-Khaththab
bin Nufail dari Anak lelaki ‘Adi.

Ibu

Hantamah
binti Hisyam pecah Anak lelaki Makhzum.

Saudara

[sunting
|
sunting sendang]

Plasenta junjungan-junjungan —
Zaid kacang Khattab.

Saudara perempuan —
Fatimah binti al-Khattab

Pasangan dan anak

[sunting
|
sunting sumber]

  • Zainab
    binti Mazh’un. Anda berbunga dari Anak laki-laki Jumah.[19]

    :204

    Zainab menikah dengan ‘Umar sebelum tahun 605.[20]

    :56

    Enggak diketahui sikap Zainab terhadap Selam maupun waktu pasti dirinya menjadi mualaf. Saat ‘Umar pengungsian ke Madinah pada 622, sebagian catatan bukan menyertakan seorang wanitapun dari keluarga ‘Umar nan turut serta[21]

    :218

    sehingga diasumsikan bahwa Zainab telah meninggal bila mengacu pendapat ini. Namun menurut penuturan putra ‘Umar, ‘Abdullah, dia hijrah bersama kedua orangtuanya.[22]
    ‘Umar menyarak dua istrinya yang lain plong 628 atas perintah Rasul Muhammad nan tidak memperkenankan mempertahankan akad nikah dengan orang musyrik, sehingga Zainab pasti telah menjadi Muslimah kalau dia masih hidup kapan tersebut. Anak-anak ‘Umar dari Zainab adalah:[23]

    • ‘Abdullah. Periwayat hadits terbanyak sehabis Abu Hurairah.
    • ‘Abdurrahman al-Akbar
    • Hafshah, istri Nabi Muhammad
  • Ummu Kultsum
    binti Jarwal, juga dikenal dengan Mulaikah. Dia berusul dari Bani Khuza’ah.[19]

    :204

    Engkau menikah dengan ‘Umar sebelum tahun 616.[24]

    :92

    Ummu Kultsum masuk serta hijrah ke Madinah meski masih menyembah berhala.[21]

    :218

    [21]

    :510

    [25]
    Segera setelah Perjanjian Hudaibiyyah pada 628, Nabi Muhammad tak memperkenankan umat Orang islam mempertahankan pernikahan dengan orang musyrik sehingga ‘Umar kemudian menceraikan Ummu Kultsum. Ummu Kultsum kembali ke Makkah sesudah perceraian tersebut.[19]

    :204

    [21]

    :510

    [25]

    • ‘Ubaidillah
  • Quraibah
    binti Serdak Umayyah. Anda berasal dari Ibnu Makhzum. Ayah Quraibah, Abu Umayyah kacang Al-Mughirah, adalah pemimpin Makkah lega mulanya abad ketujuh. Ibunya, Atikah binti ‘Utbah, berasal berpunca Anak laki-laki Abdu Syams. Quraibah juga adalah saudari seayah terbit Ummu Salamah Hindun, candik Nabi Muhammad. Hindun binti ‘Utbah adalah bibi Quraibah dari pihak ibu. Quraibah menikah dengan ‘Umar sebelum perian 616 dan ‘Umar menjadi suami keduanya. Quraibah berstatus pengikut berhala saat eksodus ke Madinah. Ia diceraikan oleh ‘Umar pada 628.[21]
    Setelahnya, Quraibah menikah dengan Mu’awiyah bin Bubuk Sufyan dan pernikahan ketiganya juga berakhir dengan perceraian.[25]
    [24]

    :92

    Setelahnya Quraibah menikah dengan putra Abu Bakar Ash-Shiddiq, ‘Abdurrahman.[26]

    • tidak n kepunyaan anak dengan ‘Umar
  • Jamilah
    binti Tsabit, segel aslinya yaitu ‘Ashiyah. Dia berasal mulai sejak Bani Aus bersumber pihak ayah dan ibu.[27]
    [28]
    Jamilah dan ibunya, Asy-Syamus binti Duli Amir, yaitu teragendakan dari sepuluh wanita nan berbaiat pada Nabi Muhammad lega 622.[29]
    Nabi Muhammad kemudian memberinya nama baru, Jamilah, nan berarti ‘cakap’.[30]
    Sira menikah dengan ‘Umar antara tahun 627 sampai 628.[31]
    Sreg satu kesempatan, Jamilah meminta uang kepada ‘Umar dan ‘Umar melaporkan pada Nabi Muhammad bahwa anda menampar Jamilah sampai anjlok lantaran istrinya tersebut meminta sesuatu yang dia lain miliki.[32]
    Pernikahan mereka bercerai dengan perpecahan.[33]
    [34]
    [35]

    • ‘Ashim. Kakek dari Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz.
  • Atikah
    binti Zaid. Ia bermula dari Ibnu ‘Adi.[20]
    ‘Atikah termasuk sahabat Nabi dan pun seorang penyair. Anda jumlah menikah panca boleh jadi dan ‘Umar adalah suami ketiganya. Junjungan pertamanya adalah Zaid, saudara ‘Umar sendiri, dan laki keduanya yaitu ‘Abdullah bin Bubuk Bakar nan meninggal pada periode 633. ‘Atikah seorang berada di masjid momen ‘Umar ditikam yang berujung pada kematiannya pada 644, ‘Atikah menikah dengan Zubair bin ‘Awwam yang gugur di Perang Jamal pada tahun 656. ‘Atikah kemudian menikah dengan Husain, cucu Nabi Muhammad. ‘Atikah meninggal plong tahun 672.[36]

    • Iyadh
  • Ummu Wasit
    binti al-Harits. Dia bersumber dari Bani Makhzum. ‘Umar seorang adalah suami ketiga Ummu Hakim. Laki pertamanya yakni Ikrimah kacang Abu Jahal dan suami keduanya merupakan Khalid kedelai Sa’id. Pada Perang Marj Ash-Shaffar (634) antara pihak kekhalifahan dengan Kekaisaran Romawi Timur yang menewaskan suami keduanya, Ummu Hakim turut serta dalam perang dan membunuh sapta prajurit Romawi dengan tiang tenda di damping jembatan yang kemudian dikenal dengan Jembatan Ummu Hakim dekat Damaskus.[37]
    [38]

    • Fatimah
  • Ummu Kultsum
    binti ‘Ali atau Zainab as-Sughra. Dia adalah cucu Nabi Muhammad, putri Fatimah az-Zahra dan ‘Ali bin Abi Thalib. ‘Umar menerimakan isi kawin kerjakan pernikahannya dengan Ummu Kulstum sebesar 40.000 dirham[39]
    dan mereka hidup sebagai suami gula-gula pada periode 638.[40]
    Tercatat Ummu Kultsum pernah menerimakan hadiah parfum kepada Permaisuri Martina, istri Kaisar Romawi Timur Heraklius. Perumpamaan persangkalan, Martina menghadiahi rantai kepada Ummu Kultsum. Cuma ‘Umar yang berketentuan bahwa istrinya tidak seharusnya ikut campur n domestik urusan kenegaraan karenanya menyerahkan kalung tersebut ke dalam harta benda negara.[41]
    Dalam tesmak pandang Syi’ah, pernikahan antara Ummu Kulstum dan ‘Umar adalah kisah perincian.[42]

    • Zaid
    • Ruqayyah
  • Luhyah, wanita Yaman. Al-Waqidi menyatakan bahwa dia yaitu seorang budak-selir.[43]

    • ‘Abdurrahman
  • Rukayhah, seorang budak-selir.[44]

    • Zainab

Tatap sekali lagi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Yerusalem
  • Kalender Hijriyah
  • Pertempuran Yarmuk
  • Pertempuran al-Qadisiyyah
  • Kekaisaran Romawi
  • Omar (serial TV)
  • Umar bin Ibrahim bin Waqid al-Umari

Referensi

[sunting
|
sunting mata air]

Catatan kaki

[sunting
|
sunting mata air]


  1. ^

    Anak laki-laki Sa’ad, 3/ 281

  2. ^


    ath-Thabari, Muhammad bin Jarir (1994).


    The History of al-Tabari Vol. 14:
    The Conquest of Iran A.D. 641-643/A.H. 21-23》The Events of the Year 23;The Sources of [the Conflicting Report of Umar’s Death]
    . Diterjemahkan oleh G. Rex Smith. Albany, New York: SUNY Press. hlm. 93-95. ISBN 978-07-91-41294-7. Diakses tanggal
    23 August
    2022
    .





  3. ^

    Levi Dela Vida & Bonner 2000, hlm. 820.

  4. ^

    Bani Hajar al-Asqalani, Ahmad polong Ali.
    Lisanul Libra: *Umar bin al-Khattab al-Adiyy.

  5. ^

    Abdul Ghani, M. Ilyas. 2005. op cit. Hal. 39-41.

  6. ^


    Ja’farian, Rasul (2004).
    Sejarah Islam: sejak wafat Utusan tuhan s.a.w hingga runtuhnya Dinasti Bani Umayah (11 – 132 H). Lentera. ISBN 979-3018-77-1.





  7. ^

    Ash-Shallabi, hlm. 16.

  8. ^


    “Jamak al-Bukhari 5122 – Wedlock, Marriage (Nikaah) – كتاب النكاح – Sunnah.com – Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)”.
    sunnah.com
    . Diakses tanggal
    2021-12-09
    .





  9. ^


    “Sahih al-Bukhari 5145 – Wedlock, Marriage (Nikaah) – كتاب النكاح – Sunnah.com – Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)”.
    sunnah.com
    . Diakses tanggal
    2021-12-09
    .





  10. ^

    Ad-Daulah al-Arabiyyah al-Islamiyyah al-Uula (1-41 H / 623-661 M). Edisi ketiga 1995 M. Dr Issam Syabaru. Dar an-Nahdhah al-Arabiyyah, Beirut – Lebanon. Pekarangan: 279

  11. ^


    Bonner, M.; Levi Della Vida, G. “Umar (I) b. al-K̲h̲aṭṭāb”. Intern P. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel, W.P. Heinrichs.
    Encyclopaedia of Islam.
    10
    (edisi ke-dua). Brill. hlm. 820.





  12. ^


    “Hadith – Book of Companions of the Prophet – Jamak al-Bukhari – Sunnah.com – Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)”.
    sunnah.com.





  13. ^


    “Hadith – Book of Companions of the Prophet – Sah al-Bukhari – Sunnah.com – Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)”.
    sunnah.com.





  14. ^


    Bonner, M.; Levi Della Vida, G. “Umar (I) b. al-K̲h̲aṭṭāb”. Intern P. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel, W.P. Heinrichs.
    Encyclopaedia of Islam.
    10
    (edisi ke-dua). Brill. hlm. 820.
    Riwayat Syi’ah bukan pernah ondok kebenciannya kepada Umar karena dianggap telah menggagalkan klaim Ali dan Ahlul Bait.





  15. ^

    Hourani, hlm. 23.

  16. ^

    Ahmed, Nazeer,
    Islam in Mendunia History: From the Death of Prophet Muhammad to the First World War, American Institute of Islamic History and Cul, 2001, p. 34. ISBN 0-7388-5963-X.

  17. ^

    “Muhammad itu tidak lain hanyalah sendiri rasul, sungguh telah berpulang sebelumnya beberapa khalayak rasul. Apakah Seandainya dia wafat alias dibunuh kamu melenting ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia enggak bisa mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Sang pencipta akan memberi pertempuran kepada orang-basyar yang berterima kasih.” (Al ‘Imran ayat 144)

  18. ^


    Katsir, Bani (2018).
    Dahsyatnya Waktu Yaumul. Diterjemahkan maka itu Nurdin, Ali. Jakarta: Qisthi Press. hlm. 5. ISBN 978-979-1303-85-9.




  19. ^


    a




    b




    c



    Muhammad ibn Saad.
    Kitab al-Tabaqat al-Kabir
    vol. 3. Translated by Bewley, A. (2013).
    The Companions of Badr. London: Ta-Ha Publishers.
  20. ^


    a




    b



    Muhammad ibn Saad.
    Kitab al-Tabaqat al-Kabir
    vol. 8. Translated by Bewley, A. (1995).
    The Women of Madina. London: Ta-Ha Publishers.
  21. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    Muhammad ibn Ishaq.
    Sirat Nabi Allah. Translated by Guillaume, A. (1955).
    The Life of Muhammad. Oxford: Oxford University Press.

  22. ^

    Ibn Hajar al-Asqalani.
    Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba, vol. 7 #11250.

  23. ^

    Ash-Shallabi, hlm. 15.
  24. ^


    a




    b



    Muhammad ibn Jarir al-Tabari.
    Tarikh al-Rusul wa’l-Muluk. Translated by Fishbein, M. (1998).
    Tagihan 8: The Victory of Islam. Albany: State University of New York Press.
  25. ^


    a




    b




    c



    Bukhari 3:50:891.

  26. ^

    Malik ibn Anas.
    Al-Muwatta
    29:14.

  27. ^

    Muhammad ibn Saad.
    Kitab al-Tabaqat al-Kabir
    vol. 3. Translated by Bewley, A. (2013).
    The Companions of Badr, hlm. 204. London: Ta-Ha Publishers.

  28. ^

    Muhammad ibn Saad.
    Kitab al-Tabaqat al-Kabir
    vol. 8. Translated by Bewley, A. (1995).
    The Women of Madina, hlm. 7, 235, 236. London/Ta-Ha Publishers.

  29. ^

    Ibn Saad/Bewley vol. 8 hlm. 7.

  30. ^

    Ibn Saad/Bewley vol. 3 hlm. 204.

  31. ^

    Thabari/Fishbein vol. 8 hlm. 95.

  32. ^

    Ibn Saad/Bewley vol. 8 hlm. 131.

  33. ^

    Muwatta 37:6.

  34. ^

    Thabari/Fishbein vol. 8 hlm. 95.

  35. ^

    Thabari/Smith vol. 14 hlm. 100-101.

  36. ^

    Ahmed, L. (1992).
    Women and Gender in Islam: Historical Roots of a Maju Debate, hlm. 76. New Haven & London: Yale University Press.

  37. ^



    The Qurʼan, Women, and Modern Society – Asgharali Engineer – Google Books. Books.google.co.in. Diakses copot
    2014-01-18
    .





  38. ^



    Women and Gender in Islam: Historical Roots of a Modern Debate – Leila Ahmed – Google Books. Books.google.com. Diakses tanggal
    2014-01-18
    .





  39. ^

    Muhammad ibn Jarir al-Tabari.
    Sanat al-Rusul wa’l-Berlagak. Translated by Smith, G. R. (1994).
    Tagihan 14: The Conquest of Iran, hlm. 101. Albany: State University of New York Press.

  40. ^

    Muhammad ibn Jarir al-Tabari.
    Tarikh al-Rusul wa’l-Muluk. Translated by Juynboll, G. H. A. (1989).
    Volume 13: The Conquest of Iraq, Southwestern Persia, and Egypt, hlm. 109-110. Albany: State University of New York Press.

  41. ^

    Muhammad ibn Jarir al-Tabari.
    Tarikh al-Rusul wa’l-Muluk. Translated by Humphreys, R. S. (1990).
    Volume 15: The Crisis of the Early Caliphate, hlm. 28. Albany: State University of New York Press

  42. ^

    Umar’s Marriage to Umm Kulthum in Shiite Narrations. (n.d) Retrieved from https://www.al-islam.org/critical-assessment-umm-kulthums-marriage-umar-sayyid-ali-al-husayni-al-milani/section-4-umars.

  43. ^


    az-Zubairi, Mush’ab bin Abdullah.
    Baka Quraisy. hlm. 349.





  44. ^


    Ibnu Katsir (2002).
    Kitab al-Bidayah wan-Nihayah. Dar al-Wathan publications. hlm. 168. ISBN 9960-28-117-5.




Daftar bacaan

[sunting
|
sunting sendang]

  • Ash-Shallabi, Prof. Dr. Ali Muhammad.
    Memoar Umar bin Al-Khathab. Pustaka Al-Kautsar.



  • Haikal, Muhammad Husain.
    Hayatu Muhammad. Kairo: Daar al-Ma’arif.
  • Kelengkapan Angka tahun Rasul Muhammad ﷺ, KH Munawar Chalil
  • Anak lelaki Sa’ad.
    Ath-Thabaqat al-Kubra.



  • Donner, Fred,
    The Early Islamic Conquests, Princeton University Press, 1981.
  • Guillaume, A.,
    The Life of Muhammad, Oxford University Press, 1955.
  • Madelung, Wilferd,
    The Succession to Muhammad, Cambridge University Press, 1997.
  • Previte-Orton, C. W. (1971).
    The Shorter Cambridge Medieval History. Cambridge: Cambridge University Press.
  • Levi Dela Vida, G.; Bonner, M. (2000). “ʿUmar (I) b. al-Khaṭṭāb”. Internal Bearman, P. J.; Bianquis, Th.; Bosworth, C. E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W. P.
    The Encyclopedia of Islam, New Edition, Volume X: T–U. Leiden: E. J. Brill. hlm. 818−821. ISBN 90-04-11211-1.



Pranala luar

[sunting
|
sunting sendang]

  • Excerpt from The History of the Khalifahs by Jalal ad-Din as-Suyuti
  • Sirah of Amirul Muminin Umar Bin Khattab (r.a.a.) Diarsipkan 2007-09-30 di Wayback Machine. by Shaykh Sayyed Muhammad bin Yahya Al-Husayni Al-Ninowy.

Umar kacang Khattab

Bani ‘Adi

Simpang kadet
Quraisy


Lahir:
sekitar 584


Wafat:
3 November 644

Jabatan Islam Sunni
Didahului makanya:
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Khalifah

23 Agustus 634 – 3 November 644
Diteruskan oleh:
‘Utsman kacang ‘Affan



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab