Perwakilan Pelajar Smp Tuban Di Loma Rbotik 2019

JADI
juara lomba robot di tingkat Kabupaten dua tahun berturut-turut tentu jadi satu kebanggan untuk Keiko Adyuta Alana, 14, dan Arfa Alunggah Mustofa, 14, siswa SMPN 1 Mlonggo. Bahkan, di sekolahnya enggak cak semau indra penglihatan les maupun ekstrakulikuler yang mebahas mayapada robotik. Mereka belajar secara swadidik. Memanfaatkan peralatan yang disediakan penyelenggara dan mengutak-atiknya saat pelatihan.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM,

Radar Kalis, Jepara

LOMBA
robotik tingkat Kabupaten Jepara rutin digelar tiap tahunnya maka dari itu Tubuh Perencanaan Pembangunan, Penelitiaan dan Pengembangan (Bappeda) Jepara. Sasarannya adalah para siswa SMP se-Kabupaten Jepara. Hari ini, lomba tersebut diselenggarakan Selasa (30/8) lalu di Gedung Wanita Jepara.

Di kejuaran itu, sebelum tanding, tim penyelenggara apalagi adv amat memberi pelatihan untuk para peserta terkait teknis lomba. Pelatihan itu sehari sebelum lomba. Start dari robot yang dipakai, tata mandu lomba, dan sejumlah teknis lainnya. Sejauh pelatihan itu alias H-1 lomba mereka tanggulang materi nan akan dilombakan.

Suka-suka beberapa situasi yang menjadi penilaian. Poin yang didapat saat melewati obstruksi, dan kecepatan robot sampai di garis
finish. Para petatar diminta bakal merumuskan program agar intruksi ke robotnya bisa tepat sasaran dan melalui hambatan itu.

Internal kejuaraan itu, skuat pelajar dari SMP N 1 Mlonggo bintang sartan juara purwa. Dengan raihan poin seratus dengan perian tercepat 27 saat. Di tim itu, ada sosok Tirta Abdul Zaki, 13, siswa Kelas VIII; Keiko Adyuta Alana, 14; dan Arfa Alunggah Mustofa, nan duduk di papan bawah IX.

Bagi Tirta, lomba itu baru pertama baginya. Namun, bakal Keiko dan Arfa, itu lomba keduanya yang diikuti. Lomba mula-mula ia ikuti tahun lalu dan meraih juara tiga. ”Mudah. Wasilah sekali ikut dan juara. Temanya sama. Tahun 2022 lebih lagi sambil merakit robot,” ujar Keiko.

Dari raihan juara itu, keduanya memiliki minat ke dalam dunia robotik. Sebentar-sebentar ada kejuaraan robotik, mereka diikutkan. ”Keduanya cekatan. Kemampuan menyorot publikasi lebih cepat dengan yang tidak. Memang dari potensi momongan sudah tinggi, kemampuan menyerap pengumuman cepat, sehingga ketika ada pelatihan pemograman, mereka cepat menyerap informasi,” sorot Wihdah Hidayatun Nuha guru Pendamping Siswa di SMPN 1 Mlonggo.

Saja sahaja, yang menjadi kendala saat ini, di SMPN 1 Mlonggo belum ada ain pelajaran atau ekstrakulikuler akan halnya robotik. Selama ini, para murid itu berlatih seorang. Terutama Arfa dan Keiko. Mereka memanfaatkan waktu yang diberikan penyelanggara dalam pelatihan bakal mengutak-atik peralatan yang disediakan. Mulai dari merakit robot, juga menyusun programa.
(rom/war)

Reporter:
Moh. Cahaya Syahri Muharrom

JADI
juara lomba manusia mesin di tingkat Kabupaten dua tahun berjejal-jejal tentu jadi suatu kebanggan bagi Keiko Adyuta Alana, 14, dan Arfa Alunggah Mustofa, 14, siswa SMPN 1 Mlonggo. Apalagi, di sekolahnya tidak terserah mata pelajaran maupun ekstrakulikuler yang mebahas mayapada robotik. Mereka belajar secara otodidak. Memanfaatkan peralatan yang disediakan penyelenggara dan mengutak-atiknya saat pelatihan.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM,

Radar Bersih, Jepara

Adu
robotik tingkat Kabupaten Jepara rutin digelar tiap tahunnya makanya Awak Perencanaan Pembangunan, Penelitiaan dan Peluasan (Bappeda) Jepara. Sasarannya ialah para siswa SMP se-Kabupaten Jepara. Tahun ini, adu tersebut diselenggarakan Selasa (30/8) dahulu di Bangunan Wanita Jepara.

Di kejuaran itu, sebelum tanding, tim penyelenggara terlebih dahulu memberi pelatihan bagi para murid terkait teknis lomba. Pelatihan itu sehari sebelum adu. Berangkat berpunca manusia mesin yang dipakai, tata cara lomba, dan sejumlah teknis lainnya. Selama pelatihan itu maupun H-1 lomba mereka menyelesaikan materi yang akan dilombakan.

Ada sejumlah hal nan menjadi penilaian. Ponten yang didapat saat melewati rintangan, dan kelajuan robot hingga di garis
finish. Para pesuluh diminta untuk mengekspresikan program seyogiannya intruksi ke robotnya bisa tepat alamat dan melintasi rintangan itu.

Kerumahtanggaan kejuaraan itu, skuat pelajar dari SMP N 1 Mlonggo makara juara pertama. Dengan raihan poin seratus dengan tahun tercepat 27 detik. Di tim itu, terserah turunan Tirta Abdul Zaki, 13, siswa Kelas VIII; Keiko Adyuta Alana, 14; dan Arfa Alunggah Mustofa, yang duduk di kelas IX.

Bagi Tirta, tanding itu yunior purwa baginya. Semata-mata, buat Keiko dan Arfa, itu adu keduanya yang diikuti. Lomba purwa anda ikuti tahun lalu dan meraih kampiun tiga. ”Mudah. Rangkaian sekali masuk dan jago. Temanya proporsional. Tahun 2022 bahkan sambil merakit robot,” ujar Keiko.

Bersumber raihan jago itu, keduanya mempunyai minat ke internal marcapada robotik. Setiap boleh jadi terserah kejuaraan robotik, mereka diikutkan. ”Keduanya cekatan. Kemampuan menyorot pesiaran lebih cepat dengan yang bukan. Memang dari potensi anak sudah lalu jenjang, kemampuan menyerap informasi cepat, sehingga momen ada pelatihan pemograman, mereka cepat menyerap takrif,” terang Wihdah Hidayatun Nuha suhu Ajun Siswa di SMPN 1 Mlonggo.

Sahaja saja, yang menjadi hambatan detik ini, di SMPN 1 Mlonggo belum ada mata pelajaran atau ekstrakulikuler tentang robotik. Selama ini, para pelajar itu belajar sendiri. Terutama Arfa dan Keiko. Mereka memanfaatkan waktu yang diberikan penyelanggara dalam pelatihan kerjakan mengutak-atik peralatan yang disediakan. Mulai dari merakit manusia mesin, sekali lagi merumuskan acara.
(rom/war)

Reporter:
Moh. Nur Syahri Muharrom

Source: https://radarkudus.jawapos.com/feature/02/09/2022/belajar-otodidak-kuasai-materi-h-1-lomba/