Perangkat Pembelajaran Plh Smp Ktsp

Dengan diberlakukannya KMA Nomor 184 Waktu 2022, maka struktur kurikulum pada Madrasah Ibtidaiyah mengalami perubahan. Perubahan struktur kurikulum Misoa ini juga diatur melalui SK Dirjen Pendis Nomor 6980 Tahun 2022 adapun Juknis Penyusunan Kurikulum tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Meskipun dibanding struktur kurikulum Bihun sebelumnya bukan sesak farik. Belaka terdapat sejumlah hal dan bilangan yang dapat membuatnya menjadi lebih berlainan.

Struktur Kurikulum MI Berdasarkan KMA 184 Tahun 2022

Implementasi kurikulum bersendikan KMA Nomor 184 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah dan SK Dirjen Pendis Nomor 6980 Masa 2022 tentang Juknis Penyusunan Kurikulum tingkat Madrasah Ibtidaiyah masih mengategorikan muatan kurikulum dalam dua kelompok yaitu muatan kebangsaan dan bagasi lokal.

Muatan kewarganegaraan mencakup mata cak bimbingan dan alokasi waktu yang ditetapkan oleh Kanun Menteri Pendidikan dan Kultur (Permendikbud) alias Keputusan Nayaka Agama (KMA) atau peraturan tidak yang berlaku. Dalam kejadian ini berarti nan tercantum internal KMA Nomor 184 Tahun 2022.

Mata Pelajaran tersebut dikelompokkan menjadi dua kelompok merupakan keramaian A dan kelompok B. Kerubungan A adalah kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat. Puas jenjang MI, mapel kelompok A meliputi:

  • Pendidikan Agama Selam
    • Al Qur’an Hadis
    • Akidah Akhlak
    • Fikih
    • Sejarah Tamadun Islam (diajarkan di kelas 3, 4, 5, dan 6)
  • Pendidikan Pancasila dan Kebangsaan
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Arab
  • Matematika
  • Ilmu Butir-butir Pataka (diajarkan di kelas 4, 5, dan 6)
  • Mantra Amanat Sosial (diajarkan di kelas 4, 5, dan 6)

Mata Pelajaran Gerombolan B  ialah kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan maka itu sosi dan dapat dilengkapi dengan barang bawaan/konten lokal. Pada strata Mi, mapel kelompok B membentangi:

  • Seni Budaya dan Prakarya
  • Pendidikan Jasmani, Sport dan Kesehatan
  • Bagasi Tempatan

Sedang kewajiban lokal merupakan mata pelajaran  yang berisi kewajiban dan proses pembelajaran mengenai potensi dan keunikan tempatan. Muatan domestik menjadi kekhasan atau segel madrasah. MI dapat menyelenggarakan hingga tiga spesies mata latihan muatan lokal.
Muatan lokal di Madrasah Ibtidaiyah dapat berupa:

  • Tahfidz: kegiatan menghafaz Alquran;
  • Tilawah: seni baca Alquran;
  • Seni Islami: qasidah, hadrah, dsb.;
  • Penggalian: pendalaman ilmiah sederhana;
  • Bahasa/literasi: Bahasa Kewedanan, Bahasa Inggris, ekspansi Bahasa Arab, kegiatan literasi, dsb.;
  • Teknologi: Robotik, Teknologi Makrifat dan Komunikasi (TIK), dsb.;
  • Pendalaman Sains: penajaman IPA, pendalaman Matematika, dsb.;
  • Kekhasan madrasah, seperti mana: Aswaja (Ke-NU-an), Kemuhammadiyahan,
  • Pendidikan Lingkungan Semangat (PLH), dsb.
  • Kekhasan madrasah khas internal naungan pondok pesantren, seperti: nahwu, sharaf, baca kitab, dsb.

Bahara lokal setiap tingkatan kelas bisa berbeda-beda jenisnya. Misal, muatan lokal di kelas 1 Bahasa Baerah dan Tahfidz, di kelas 2 TIK dan Tahfidz, di kelas 4 TIK, Tahfidz, dan Ke-NU-an, dsb.

Bersendikan KMA Nomor 184 Hari 2022, peluasan implementasi kurikulum pada MI memungkinkan madrasah untuk menambah beban belajar atau alokasi jam pelajaran untuk mapel-mapel tertentu, merelokasi jam les tertentu (mengurangi dan menambahkan ke mapel bukan), hingga menambahkan beban lokal.

Baca : Struktur Kurikulum MI Simpatika 2022

Struktur Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah

Struktur kurikulum disusun mengacu pada struktur kurikulum nan terdapat dalam KMA Nomor 184 Tahun 2022 bagaikan berikut.

Mata Pelajaran Alokasi Waktu Perpekan
Kerubungan A I II III IV V VI
1 Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Hadis 2 2 2 2 2 2
b. Akidah Akhlak 2 2 2 2 2 2
c. Fikih 2 2 2 2 2 2
d. Sejarah Kebudayaan Islam 2 2 2 2
2 Pendidikan Pancasila dan Nasional 5 5 6 4 4 4
3 Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7
4 Bahasa Arab 2 2 2 2 2 2
5 Matematika 5 6 6 6 6 6
6 Ilmu Pengetahuan Alam 3 3 3
7 Ilmu Pengetahuan Sosial 3 3 3
Kelompok B
1 Seni Budaya dan Prakarya* 4 4 4 5 5 5
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4
3 Muatan Lokal*
Kuantitas 34 36 40 42 42 42

Struktur Kurikulum MI Berdasarkan KMA 184 Tahun 2022

Makrifat :
* Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah
** Muatan lokal dapat diisi dengan kearifan domestik ataupun mata tuntunan lain nan menjadi kekhasan/stempel madrasah terdiri atas maksimal tiga mata pelajaran dengan jumlah maksimal enam jam latihan.

Penyisipan dan Relokasi Beban Belajar (Jam Pelajaran)

Sama dengan diulas di awal, sreg KMA 184 Tahun 2022 maupun Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6980 Tahun 2022 memberikan wewenang kepada Madrasah Ibtidaiyah untuk melakukan inovasi kurikulum madrasah dengan membukit dan merelokasi beban membiasakan maupun alokasi jam pelajaran.

Jumlah interpolasi barang bawaan belajar nan diperbolehkan adalah maksimal enam jam tuntunan perpekan.

Ada beberapa alternatif inovasi kurikulum terkait kuantitas beban sparing yang dimungkinkan, seperti:

1. Meninggi pada jumlah mata pelajaran muatan lokal (hingga tiga muatan lokal) dengan total alokasi jam mapel 6 JTM.

Contoh struktur kurikulum Mi dengan penambahan satu muatan tempatan

Ain   Tutorial Alokasi   Tahun Perpekan
Kelompok A I II III IV V VI
….
Kelompok B
….
3 Muatan Lokal*
a. Bahasa Daerah 2 2 2 2 2 2
Besaran 36 38 42 44 44 44

Contoh struktur kurikulum MI dengan penambahan dua bagasi lokal

Alat penglihatan   Pelajaran Alokasi   Perian Perpekan
Kelompok A I II III IV V VI
….
Kelompok B
….
3 Muatan Domestik*
a. Bahasa Area 2 2 2 2 2 2
b. TIK 2 2 3 4 4 4
Kuantitas 38 40 45 48 48 48

Hipotetis struktur kurikulum Bihun dengan penambahan tiga muatan lokal

Netra   Pelajaran Alokasi   Masa Perpekan
Kelompok A I II III IV V VI
….
Kelompok B
….
3 Muatan Domestik*
a. Tahfidz 4 4 2 2 2 2
b. Ke-NU-an 2 2 2 2 2 2
b. TIK 2 2 2 2
Jumlah 40 42 46 48 48 48

Kuantitas mata tuntunan muatan lokal maksimal tiga mapel. Jumlah kuantitas penambahan beban belajar maksimal enam JTM.

2. Menggunung pikulan belajar pada mata latihan kelompok A dan kelompok B dengan total alokasi jam mapel 6 JTM.

Indra penglihatan Pelajaran Alokasi   Waktu Perpekan KET
Kelompok A I II III IV V VI
1 Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Titah 2 2 2 2 2 2
b. Akidah Adab 2 2 2 2 2 2
c. Fikih 2 2 2 2 2 2
d. Sejarah Kebudayaan Islam 2 2 2 2
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 5 6 4 4 4
3 Bahasa Indonesia 9 10 10 7 7 7 + 1 JP
4 Bahasa Arab 3 3 3 3 3 3 + 1 JP
5 Ilmu hitung 5 6 6 6 6 6
6 Mantra Pengetahuan Alam 5 5 5 + 2 JP
7 Hobatan Pesiaran Sosial 4 4 4 + 1 JP
Kelompok B
1 Seni Budaya dan Hasta karya* 4 4 4 5 5 5
2 Pendidikan Tubuh, Latihan jasmani dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4
3 Muatan Lokal*
a. Tahfidz 2 2 2 + 2 JP
b. Ke-NU-an 2 2 2 2 + 2 JP
Jumlah 38 40 45 48 48 48
Jumlah Penambahan 4 4 5 6 6 6

2. Merekolasi, mengurangi bagasi belajar pada mapel kelompok B dan menambahkannya lega mapel kelompok A.

Mata Les Alokasi Perian Perpekan KET
Kelompok A I II III IV V VI
1 Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Hadis 2 2 2 2 2 2
b. Akidah Kesusilaan 2 2 2 2 2 2
c. Fikih 2 2 2 2 2 2
d.   Memori Kultur Islam 2 2 2 2
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 5 6 4 4 4
3 Bahasa Indonesia 9 10 10 7 7 7 + 1 JP
4 Bahasa Arab 3 3 3 3 3 3 + 1 JP
5 Matematika 5 6 6 6 6 6
6 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 + 2 JP
7 Guna-guna Maklumat Sosial 4 4 4 + 1 JP
Kelompok B
1 Seni Budaya dan Prakarya* 4 4 4 4 4 4 – 1 JP
2 Pendidikan Jasad, Olahraga dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4
3 Muatan Lokal*
a. Tahfidz 2 2 2 + 2 JP
b. TIK 2 2 2 2 + 2 JP
Jumlah 38 40 45 47 47 47
Jumlah Penyisipan 4 4 5 5 5 5

Struktur Kurikulum MI Berdasarkan KMA 184 Tahun 2022

Sebagai halnya Ayo Madrasah kutib terbit KMA Nomor 184 Waktu 2022 Bab III Poin A, Pintasan nan dilakukan madrasah dimuat dalam Dokumen Kurikulum Tingkat Runcitruncit Pendidikan (KTSP) madrasah berkepentingan dan mendapatkan persetujuan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota.

Penambahan beban belajar hingga sebanyak-banyaknya enam jam pelajaran tersebut didasarkan plong pertimbangan kebutuhan peserta pelihara, akademik, sosial, budaya, dan ketersediaan waktu. Tujuannya demi meningkatkan dur pendidikan, bukan karena pertimbangan kekurangan atau kurnia temperatur. Malah sekedar bagi pemenuhan beban kerja guru bersertifikat pendidik.

Bagi lebih mencerna terkait struktur kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah, silakan cermati KMA Nomor 184 Hari 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah dan SK Dirjen Pendis Nomor 6980 Tahun 2022 mengenai Juknis Penyusunan Kurikulum tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Kedua regulasi tersebut dapat diunduh di artikel Yuk Madrasah terdahulu ialah:

  • Unduh KMA 184 Perian 2022 – Pedoman Implementasi Kurikulum Plong Madrasah
  • Unduh Juknis Penyusunan Kurikulum Misoa MTs MA Tahun 2022

Sehingga struktur kurikulum yang digunakan di Madrasah Ibtidaiyah yang bersangkutan akan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan mampu mengakomodasi kekhasan madrasah tiap-tiap. Tanpa kejedot regulasi nan sudah lalu ditetapkan.

Source: https://www.ayomadrasah.id/2020/07/struktur-kurikulum-mi-kma-184-2019.html