Perangkat Pembelajaran Lengkap 2019 2020 Smp Anti Korupsi


RANCANGAN AKTUALISASI



DAN HABITUASI


NILAI-Poin DASAR



APARATUR SIPIL NEGARA


OPTIMALISASI PEMBINAAN KEAGAMAAN



DI SMP Daerah 1 JEPARA


Disusun oleh:

Nama
:




Muh Haris Burhanuddinsyah, S.Pd.I.

NIP
:
19911124 202202 1 004

Pasukan
: LXVII

No. Urut
:17

Jabatan
:
Penata muda

Gol/Ruang
:
III/a

Unit Kerja
:
SMP Kawasan 1 Jepara

Coach
:

Mentor
:


PELATIHAN Bawah



CPNS



GOLONGAN III



ANGKATAN LXVII


BADAN PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH


PROVINSI JAWA TENGAH


2019


HALAMAN Persepakatan


Rajah AKTUALISASI Skor Skor DASAR


APARATUR SIPIL NEGARA




OPTIMALISASI PEMBINAAN KEAGAMAAN




DI SMP NEGERI 1 JEPARA

Etiket Pelajar

: MUH HARIS BURHANUDDINSYAH

NIP


: 19911124 202202 1 004

NO.URUT
: 17

JABATAN
: Suhu Agama Selam

Semarang, 13 Juni 2022

Peserta Pelatihan Dasar CPNS,



MUH HARIS BURHANUDDINSYAH, S.Pd.I.


NIP.199111242019021004

Menyetujui,


COACH,



.


Widyaiswara Juru M


adya


NIP.








MENTOR,



……………………..


Pembina Tingkat I,IVb


NIP.



……

Jerambah PENGESAHAN


Tulangtulangan AKTUALISASI Skor Poin Pangkal


APARATUR SIPIL NEGARA


OPTIMALISASI PEMBINAAN Keagamaan


DI SMP Provinsi 1 JEPARA




TELAH DISEMINARKAN

Di
: Semarang

Puas Tanggal
: 14 Juni 2022






COACH,



…………………………..


Widyaiswara Ahli M


adya


NIP.






……………………..




MENTOR,



……………………


Pembina Tingkat I,IVb


NIP.



………….




Memafhumi


NARASUMBER/Penguji,



……………………………….


Widyaiswara Ahli



Penting


NIP. …………………………..


KATA PENGANTAR


Alhamdulillahirobbil’alamin,


segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala asian, karunia, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat memecahkan “Optimalisasi Pembinaan Keagamaan Murid di SMP Negeri 1 Jepara” dengan baik.
Rancangan kegiatan aktualisasi dan aklimatisasi biji-nilai asal Aparatur Spil Negara bertujuan untuk meningkatkan penerapan ponten-biji agama islam dengan sikap perilaku dan skor dasar ASN yang terdiri dari: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Masyarakat, Komitmen Mutu, dan Anti Penggelapan (ANEKA).

Penulis menyadari bahwa rancangan ini dapat terpenuhi karena bantuan dan galakan bermula benyak pihak. Penulis dengan rendah hati mengucapkan terima kasih kepada:


1.




Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Sang., sebagai Kepala BPSDMD Daerah Jawa Perdua yang telah mengasihkan dukunganfasilitas, sarana, dan prasarana selama pendidikan dan pelatihan latsar


2.




…………………………
, selaku narasumber atas saran masukan yang diberikan untuk reformasi tulang beragangan aktualisasi


3.




…………………………
.
selaku
coach
atas semua inspirasi, dorongan, masukan dan bimbingannya.


4.




………………………..
,
selaku mentor atas semua arahan, cambuk, dukungan, masukan dan bimbingan sejauh perancangan program aktualisasi.


5.




Tanggungan besar SMP Negeri 1 Jepara atas dukungan dan kerjasamanya.


6.




Seluruh

Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan memberikan santiaji terkait materi ANEKA bikin bisa diinternalisasikan



dan diaktualisasikan di instansi
.


7.




Seluruh

Panitia, dan Binsuh yang sudah membantu dan menfasilitasi

kegiatan latsar
.


8.




Keluarga besar murid Latsar Golongan III Angkatan LXVII perian 2022

Pencatat siuman bahwa gambar laporan aktualisasi ini masih jauh bersumber kesempurnaan, oleh karenanya penulis bercita-cita masukan terbit berbagai pihak mewujudkan gambar laporan menjadi kian baik sepatutnya rancangan ini dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan dan pelaporan aktualisasi dan habituasi nilai-skor dasar ASN, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak nan membutuhkan.







Semarang, 13 Juni 2022



Dabir

DAFTAR ISI

H
ALAMAN JUDUL

………………………………………………………………………..


i

H
ALAMAN Permufakatan

………………………………………………………….


ii

H
ALAMAN Pelegalan

…………………………………………………………..


ii

i

KATA PENGANTAR

………………………………………………………………………


iv

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..


vi

DAFTAR Diagram……………………………………………………………………………


vii

i

BAB I PENDAHULUAN


A.




Latar Bokong……………………………………………………………………


1


B.




Identifikasi

Isu



dan Rumusan Masalah………………………………


2


C.




Tujuan…………………………………………………………………………………


6


D.




Faedah……………………………………………………………………………….


6

Bab II Galangan TEORI


A.




Sikap Perilaku

Bela Negara

………………………………………………..


8


B.




Nilai-Nilai Dasar PNS…………………………………………………………


9


C.




Singgasana dan Peran PNS dalam NKRI…………………………..


14

BAB III TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA


A.




Profil Organisasi…………………………………………………………………


19

1.

Gambaran Mahajana SMP Negeri 1 Jepara…………………………


19

2. Visi

dan Misi Sekolah……………………………………………………..


21

3.

Intensi Sekolah………………………………………………………………


22


B.




Tugas Jabatan Guru…………………………………………………………..


22


C.




Role Model

………………………………………………………………………….


25

Gapura IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI


A.




Daftar Rancangan Kegiatan


Aktualisasi dan Keterkaitan dengan

Nilai ANEKA









27


B.




Jadwal Rancangan

Aktualisasi………………………………………….






40


C.




Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala

…………………….


41

BAB V PENUTUP……………………………………………………………………..
44

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………


46

DAFTAR Memoar…………………………………………………………….


47


DAFTAR



TABEL

Tabel 1.1. Identifikasi Isu

…………………………………………………………………


2

Tabel

1.
2. Analisis Isu Strategis………………………………………………………




4

Tabulasi 1.3. Dampak Isu Tidak Terpecahkan

…………………………………….


5

Tabel 4.
1.


Gambar Kegiatan Aktualisasi……………………………………


29

Tabel 4.2. Jadwal Pelaksanaan Lembaga Aktualisasi………………..


40



Tabel 4.3.

Antisipasi dan Strategi Menghadapi

Kendala

……………………………………………..




42


BAB I


PENDAHULUAN



A.






Latar Belakang

Sekolah merupakan bekas peserta tuntun mendapatkan cucuran permakluman dan pembentukan budi karakter. Sekolah mempunyai kewajiban menerimakan arahan dan pembinaan terhadap aspek tersebut. Pembinaan karakter peserta didik ketika ini menjadi isu penting dimana banyak kasus kekerasan dan penyimpangan-distorsi perilaku peserta didik yang menerabas norma-norma positif. Salah satu model pembinaan karakter yang dapat dilakukan sekolah adalah melampaui kegiatan pembinaan keagamaan dengan sparing pelajar didik melaksanakan kegiatan-kegiatan religiositas.


Kegiatan tersebut dapat dilakukan melangkahi internalisasi biji-skor keyakinan melangkahi kegiatan-kegiatan ibadah dan tidak sebagainya. Selam sebagai suatu agama mempunyai alat arketipe internal membentuk kebiasaan seseorang melangkahi kegiatan ibadah setiap harinya. Kebiasaan ini berupa ibadah teradat dan sunnah nan mengandung nilai-angka spriritual agama yang baik untuk pembentukan fiil pelajar ajar. Nilai-nilai agama yaitu seperanggu petunjuk nilai-nilai mulia nan ditransfer dan diadopsi ke intern diri untuk mencerna cara menjalankan spirit sehari-hari sesuai dengan tajali-petunjuk agama dalam membentuk kepribadian yang utuh. Oleh karena itu, seberapa banyak dan seberapa jauh nilai-ponten agama Islam bisa mempengaruhi dan takhlik suatu khuluk seseorang sangat tergantung berbunga seberapa ponten-nilai agama yang terinternalisasi pada dirinya.

Semakin kerumahtanggaan biji-nilai agama Islam yang terinternalisasi dalam diri seseorang, maka kerpibadian dan sikap religiusnya akan unjuk dan terasuh


Intern rajah pendidikan, peluasan kesusilaan mulia dan religius dengan menerapkan biji-skor agama dalam kehidupan sehari-hari karuan sekadar merupakan tugas dari sebuah lembaga. oleh sebab itu


Master wajib menerimakan arahan kepada peserta didik agar menerapkan nilai-nilai pendidikan agama privat kehidupan sehari-hari dengan harapan siswa ajar mewah punya kesalehan pribadi dan kesalehan sosial

Pengalaman beragama yang ditanamkan sejak dini akan menentukan kualitas moral setelah peserta pelihara dewasa. Berlatih petatar ajar untuk shalat berjamaah, shalat dhuha, membaca Al-Qur`an akan memperkaya camar duka rohani dan akan berkesan sepanjang hayat. Proses pembiasaan ini perlu dilakukan melalui pembinaan yang optimal agar aklimatisasi keagamaan boleh melanglang baik, efektif, sehingga menjadi resan dan benar-benar terinternalisasi n domestik kehidupan pribadi peserta didik.



B.






Identifikasi dan Rumusan Problem



1.






Identifikasi Isu

Kedudukan serta peran ASN dalam NKRI yakni Manajemen ASN,
Whole of Government, dan Pelayanan Publik merupakan prinsip kegiatan aktualisasi dan pembiasaan nan akan dilaksanakan di SMP Daerah 1 Jepara dengan menerapkan ponten ANEKA. Program aktualisasi dan habituasi dibuat bersendikan identifikasi isu dengan melihat mulai sejak arah keaktualan, problematik, kekhalayakan dan juga berdasarkan kelayakan isu tersebut untuk dipecahkan (metode APKL). Setelah itu privilese isu ditentukan dengan menyibuk dari sisi
urgency, seriousness dan growth
atau dikenal dengan USG. Daftar Isu yang diperoleh yang dikaitkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS (Manajemen ASN,
Whole of Government
(WoG) dan Peladenan Publik) ditampilkan pada Tabel berikut :


Tabel 1.1 Identifikasi Isu

No.

Identifikasi Isu

Sumber isu

Kondisi Saat Ini

Kondisi yang Diharapkan

1.

Belum optimalnya penataran PAI berbasis IT di SMP Negeri 1 Jepara

Manajemen ASN

Pelayanan Publik

Pembelajaran PAI masih dominan khotbah (konvensional)

Pembelajaran PAI dapat menggunakan teknologi nan sudah ada.

2.

Invalid luasnya Musholla SMP Negeri 1 Jepara

Whole of Governmen
t

Pelayanan Umum

Musholla cuma boleh menampung 1 kelas ketika shalat berjamaah

Kemudahan sarana ibadah dapat menampung lebih banyak siswa dalam kegiatan shalat berjamaah.

3.

Belum optimalnya pembinaan keagaamaan di SMP Negeri 1 Jepara

Pelayanan Publik

Kurangnya Alat pendukung pembinaan keimanan

Terpenuhinya perangkat partisan pembinaan keyakinan

4.

Belum optimalnya pelaksanaan penilaian otentik kerumahtanggaan pembelajaran PAI di SMP Kewedanan 1 Jepara

Manajemen ASN

Pelayanan Publik

Masih terdapat subjektivitas dalam penilaian penerimaan

Terpenuhinya cara-prinsip penilaian otentik dalam pembelajaran PAI

5.

Belum optimalnya ekstra kurikuler Baca Catat Al-Qur`an di SMP Negeri 1 Jepara

Peladenan Publik

Siswa didik yang kurang kerumahtanggaan penguasaan BTQ invalid tertarik cak bagi menirukan ektrakurikuler BTQ

Peserta tuntun yang invalid menguasai BTQ bersedia mengikuti ekstrakurikuler BTQ

(Sumber: Data dielaborasi juru tulis, 2022)

Bersendikan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu dilakukan proses amatan isu untuk menentukan isu mana yang merupakan prioritas yang boleh dicarikan solusi oleh penulis. Proses tersebut menggunakan dua perabot tolong penetapan kriteria kualitas isu merupakan berupa:


a.




APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)



APKL memiliki 4 patokan penilaian yaitu Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan.


1)




Aktual artinya etis-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di gudi masyarakat.


2)




Problematik artinya isu yang n kepunyaan dimensi masalah nan kompleks, sehingga terlazim dicarikan solusinya.


3)




Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut sempuras nyawa hamba allah banyak. Sedangkan


4)




Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.


b.




USG (Urgency, Seriousness,

dan Growth)



Analisis USG (Urgency, Seriousness,

dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan perkembangan setiap lentur
dengan rentang skor 1-5.


1)





Urgency


(urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, memarginalkan ataupun enggak masalah tersebut diolah.


2)





Seriousness


(keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap kemajuan, membahayakan sistem atau tidak, dan sebagainya.


3)





Growth


(berkembangnya penyakit), yaitu apakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.


Rasio likert 1-5

:

5 = dulu ki akbar, 4 = osean, 3 = menengah,
2 = boncel, 1 = silam katai


Grafik 1.2. Analisis Isu Taktis



Sumber Isu

Identifikasi Isu

Tolok A

Barometer B

A

P

K

L

Ket

U

S

G

Manajemen ASN

Belum optimalnya pengajian pengkajian PAI berbasis IT di SMP Provinsi 1 Jepara

+

+

+

Tidak Menyempurnakan syarat

WOG

Minus luasnya Musholla SMP Negeri 1 Jepara

+

+

+

Tidak Memenuhi syarat

Pelayanan Publik

Belum optimalnya pembinaan keagaamaan di SMP Wilayah 1 Jepara

+

+

+

+

Menyempurnakan syarat

5

5

5

15

Manajemen ASN

Belum optimalnya pelaksanaan penilaian otentik internal penataran PAI di SMP Provinsi 1 Jepara

+

+

+

+

memenuhi syarat

4

4

4

12

Pelayanan Publik

Belum optimalnya ekstra kurikuler Baca Catat Al-Qur`an di SMP Daerah 1 Jepara

+

+

+

+

menunaikan janji syarat

3

3

3

9


(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2022)

Berlandaskan tabel APKL seperti mana terdaftar pada tabel 1.2. Kajian Isu Strategis, ditemukan tiga isu utama yang memenuhi syarat, yakni andai berikut:


1.




Belum optimalnya pembinaan keagamaan di SMP Negeri 1 Jepara


2.




Belum optimalnya pelaksanaan penilaian otentik kerumahtanggaan penerimaan PAI di SMP Provinsi 1 Jepara


3.




Belum optimalnya ekstra kurikuler baca catat al-Qur`an di SMP Negeri 1 Jepara

Dari ketiga isu nan problematik tersebut, ditetapkan isu paling prioritas yaitu



Belum optimalnya pembinaan keyakinan di SMP Kewedanan 1 Jepara





dengan perolehan poin USG 15.

Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan metode USG jika bukan tergarap dapat dilihat puas tabel dibawah ini:


Tabel 1.3



Dampak Isu Tidak Terselesaikan





No


Sumur Isu


Identifikasi Isu


Dampak

1

Peladenan Umum

Belum optimalnya pembinaan keagamaan di SMP Negeri 1 Jepara

Pembinaan


keagamaan

dilingkungan sekolah sangat diperlukan


untuk takhlik karakter pelajar didik melangkaui penyesuaian-pembiasaan agama di sekolah.

apabila tidak dilakukan maka peserta didik boleh terkena dampak negatif krisis moral

dan fiil

, diantaranya mengamalkan anarkis,

tindakan asusila, kombinasi bebas,

penyalahgunaan narkoba, dan banyak perilaku negatif lainnya. Yang akan berwibawa terhadap khuluk siswa asuh

di masa depan karena

tidak

memiliki bekal spiritual seumpama benteng berpokok perilaku merusak.
.





(Sumber: Data dielaborasi juru tulis, 2022)



2.






Rumusan Masalah



Berdasarkan penjabaran idetifikasi isu dan penetapan isu yang dilakukan, rumusan ki kesulitan internal aktualisasi dan habituasi ini ialah,
“Bagaimana



Upaya






Mengoptimalkan Pembinaan Kegaamaan di SMP Kawasan 1 Jepara



”.

Aktualisasi dan aklimatisasi ini dibuat laksana upaya untuk mengaktualisasikan nilai – poin akuntabilitas, nasionalisme, etika masyarakat, Komitmen Mutu, dan Bentrok Kecurangan yang dikenal dengan sebutan ANEKA. Serta Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Masyarakat, dan
Whole of Government (WoG)
sebagai upaya meningkatkan
penerapan nilai-poin agama islam di SMP Negeri 1 Jepara.



C.






Tujuan









Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan komplikasi nan sudah lalu ditemukan, harapan yang akan dicapai dari dilaksanakannya aktualisasi ini adalah sebagai berikut :


1.




Mengaktualisasikan biji-nilai pangkal ASN yaitu nilai ANEKA ke kerumahtanggaan kegiatan aktualisasi dan habituasi
optimalisasi pembinaan keyakinan

di SMP Negeri 1 Jepara


2.




Adanya kiat pedoman kegiatan keagamaan di SMP Negeri 1 Jepara


3.




Adanya kotak konsultasi keagamaan


4.




Terbentuknya Pelajar pencetus Keagamaan


5.




Terlaksananya kegiatan membaca Asma’ul Khusna sebelum penerimaan PAI


6.




Terlaksananya kegiatan Shalat Dhuha tercantum


7.




Terlaksananya Shalat Dzuhur berkumpulan


8.




Terlaksananya Gerai Suci (Usaha Literasi Kitab Suci)



D.






Manfaat



Manfaat kegiatan pengaktualisasian biji-ponten bawah

ASN

yaitu seumpama berikut:


1.




Bagi Calon Pegawai Provinsi Sipil

Meningkatkan kesadaran dan

mampu bagi mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Semangat kebangsaan, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Manipulasi) perumpamaan galengan n domestik menjalankan tugas dan fungsinya.


2.




Bagi Satuan Kerja

Membantu

upaya

mengoptimali
cerek pembinaan keagaaman di SMP Negeri 1 Jepara


3.




Bagi

Peserta didik

Peserta didik akan terbiasa menerapkan nilai-kredit agama


dalam atma sehari-tahun


Portal II


Galangan TEORI





A.






Sikap Perilaku Bela Negara


1.




Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara

Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan untuk aparatur, lega hakikatnya terkait dengan pembangunan pemahaman berbangsa dan bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai dengan kepribadian nasion dan sering mengaitkan dirinya dengan cita-cita dan maksud sukma bangsa Indonesia.

Kognisi bela negara merupakan upaya untuk mempertahankan negara dari gaham yang boleh mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakatyang berdasarkan atas cinta tanah air. Selain itu menumbuhkan rasa semangat kebangsaan dan nasionalisme di kerumahtanggaan diri PNS. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kegadisan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh bahara jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.


2.




Analisa Persilihan Mileu Strategis

Lingkungan politis adalah situasi kerumahtanggaan dan eksternal baik yang statis (trigatra) ataupun dinamis (pancagatra) yang mengasihkan pengaturan pada pencapaian maksud nasional. Analisa perubahan lingkungan strategis ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan memahami konsepsi peralihan lingkungan strategis sebagai wawasan strategis PNS. Sehingga PNS dapat memahami modal insani n domestik menghadapi perubahan lingkungan strategis, dapat mengidentifikasi isu-isu kritikal, dan boleh mengerjakan kajian isu-isu kritikal dengan memperalat kemampuan berpikir dalam-dalam kritis. Dengan seperti itu PNS dapat mencekit keputusan yang terbaik dalam tindakan profesionalnya.


3.




Kesiapsiagaan Bela Negara

Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945 mengamanatkan kepada semua onderdil bangsa berhak dan perlu ikut serta internal upaya pleidoi negara dan syarat-syarat tentang pembelan negara. Dalam hal ini setiap PNS sebagai bagian dari warga awam tertentu memiliki hak dan bahara yang sama lakukan mengamalkan bela negara sebagai halnya diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 tersebut.

Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela negara internal sukma bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kemerdekaan negara, kesempurnaan negeri dan keselamatan segenap bangsa dari segala rangka bentakan.

Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga negara yang secara fisik punya kondisi kesehatan, keterampilan dan fisik yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kepintaran akademikus, dan spiritual nan baik, senantiasa menernakkan jiwa dan raganya, punya resan-sifat ketaatan, ulet, kerja gigih, dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang bersendikan Pancasila dan UUD NRI 1945 internal menjamin kelangsungan vitalitas berbangsa dan bernegara. Makanya sebab tiu dalam pelaksanaan latihan dasar bagi CPNS dibekali dengan les-kursus seperti :


1.




Kegiatan olah raga dan kesegaran fisik;


2.




Kesiapsiagaan dan kepintaran mental;


3.




Kegiatan baris-berbaris, apel, dan manajemen upacara;


4.




Keprotokolan;


5.




Fungsi-kebaikan Intelijen dan Badan Pengumpul Warta;


6.




Kegiatan kecekatan dan permainan.



B.






Nilai Dasar CPNS

Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut buat punya nilai-nilai dasar ibarat seperangkat prinsip yang menjadi kalangan dalam menjalankan profesi dan tugasnya perumpamaan ASN. Adapun nilai-nilai dasar yang dimaksud adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Umum, Komitmen Mutu dan Antagonistis Penggelapan (ANEKA).

Bersendikan semenjak kelima nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik komitmen loklok dan Antagonistis korupsi yang harus di tanamkan kepada setiap ASN maka terlazim di ketahui indeks-indikator dari kelima pembukaan tersebut, adalah:



1.






Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kata nan seudah enggak asing lagi kita tangkap suara, namun seringkali kita susah untuk membedakannya dengan responsibilitas. Namun dua konsep tersebut memiliki kemujaraban yang berbeda. Responsibilitas yaitu kewajiban untuk berkewajiban, padahal akuntabilitas merupakan kewajiban pertanggungjawaban nan harus dicapai. Lebih lanjut akuntabilitas merujuk pada beban setiap turunan, gerombolan ataupun institusi untuk memenuhi tanggung jawab nan menjadi amanahnya.

Adapun parameter dari nilai akuntabilitas ialah:


a




Kepemimpinan

Mileu yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan hal tersebut.


b




Transparansi

Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua tindakan dan garis haluan yang dilakukan oleh individu maupun kerumunan / institusi.


c




Integritas

Integritas memiliki makna kepejalan dan keteguhan yang tak terpengaruh intern menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.


d




Tanggung jawab

Tanggungjawab yaitu kesadaran orang akan tingkah laku atau perbuatannya nan disengaja maupun nan enggak disengaja. Tanggungjawab juga dapat berharga mengerjakan sebagai perwujudan kognisi akan bagasi.


e




Keadilan

Keseimbangan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangsang benda maupun orang.


f




Kepercayaan

Rasa kesamarataan membawa puas sebuah pengapit. Kepercayaan ini akan melahirkan akuntabilitas.


g




Keseimbangan

Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas. Selain itu, adanya tujuan dalam mewujudkan penampilan yang baik juga harus disertai dengan keseimbangan produktivitas sumber daya dan keahlian (skill) yang dimiliki.


h




Kejelasan

Fokus utama bakal kejelasan adalah mengetahui wewenang, peran dan tanggungjawab, misi organisasi, manifestasi yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan penampakan baik basyar maupun organisasi.


i




Konsistensi

Kepejalan adalah sebuah usaha bikin terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir.



2.






Nasionalisme

Chauvinisme n domestik kelebihan sempit ialah suatu sikap yang meninggikan bangsanya seorang, sekaligus tak menghargai bangsa lain begitu juga mestinya. Sikap sebagai halnya ini jelas mencerai beraikan bangsa yang suatu dengan bangsa nan lain. Sedang dalam arti luas, nasionalisme ialah penglihatan mengenai rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Prinsip nasionalisme nasion Indonesia dilandasi nilai-biji Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan nasion dan negara di atas kemustajaban pribadi alias kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa ewuh pakewuh; mengakui paralelisme derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama turunan dan sesama nasion; mengoptimalkan sikap silih mencintai sesama manusia; berekspansi sikap tenggang rasa.



3.






Etika Publik

Etika lebih dipahami seumpama refleksi atas baik/buruk, bermartabat/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik maupun ter-hormat, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang mudah-mudahan dilakukan. Dalam kaitannya dengan peladenan umum, etika publik yaitu refleksi tentang tolok/norma nan menentukan baik/buruk, benar/riuk perilaku, tindakan dan keputusan bakal mengincarkan kebijakan publik dalam tulangtulangan menjalankan muatan jawab pelayanan publik.

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:


a.




memegang teguh skor-kredit dalam ideologi Pancasila;


b.




setia dalam mempertahankan UUD 1945;


c.




menjalankan tugas secara profesional dan tidak memihak;


d.




membuat keputusan berdasarkan kaidah keahlian;


e.




menciptakan lingkungan kerja nan nondiskriminatif;


f.




menernakkan dan menjunjung tinggi patokan etika mulia;


g.




mempertanggung jawabkan tindakan dan manifestasi publik;


h.




memiliki kemampuan menjalankan strategi pemerintah;


i.




memasrahkan layanan kepada publik secara andal, peka, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;


j.




mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;


k.




menghargai komunikasi, wawanrembuk, dan kerja sederajat;


l.




mengutamakan pencapaian hasil dan menunda kinerja fungsionaris;


m.




mendorong kesetaraan intern pekerjaan


cakrawala.




meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis perumpamaan perangkat sistem karir.



4.






Komitmen Mutu

Komitmen mutu yaitu pelaksanaan pelayanan masyarakat dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun ponten-nilai komitmen mutu antara enggak:


a.




efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil sesuai dengan target;


b.




efisien, yaitu bertenaga guna, dapat menjalankan tugas dan menjejak hasil minus menimbulkan pengobralan;


c.




inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau mengandung kebaruan;


d.




berorientasi mutu, merupakan dimensi baik buruk yang di kegaduhan anak adam terhadap produk alias jasa.



5.






Anti Kecurangan

Anti Kecurangan ialah tindakan ataupun operasi yang dilakukan bikin memusnahkan segala tingkah laku atau tindakan yang membalas norma–norma dengan pamrih memperoleh keuntungan pribadi, mudarat negara alias masyarakat baik secara sewaktu maupun  tidak langsung. Tindak pidana kecurangan yang terdiri berpokok ketakberuntungan keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan, ulah curang, penggelapan dalam jabatan, benturan faedah dalam pengadaan dan gratifikasi.

Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi meliputi:


a.




mandiri yang dapat membentuk karakter yang abadi pada diri seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak nan tidak bertanggung jawab demi sampai ke keuntungan sesaat;


b.




kerja keras merupakan peristiwa yang terdepan dalam bagan tercapainya sasaran semenjak suatu tiang penghidupan. Seandainya target bisa tercapai, peluang buat penggelapan secara materiil maupun non materiil (periode) menjadi lebih kerdil;


c.




berani cak bagi mengatakan maupun melaporkan pada atasan atau pihak yang berwenang jika memafhumi ada pegawai yang melakukan kesalahan;


d.




kesetiaan berkegiatan kerumahtanggaan adat bekerja sesuai dengan undang-undung yang mengatur;


e.




peduli yang berarti turut merasakan dan menolong segala apa yang dirasakan basyar tidak;


f.




jujur yaitu berucap dan berlaku sesuai dengan legalitas (dharma);


g.




muatan jawab yakni berani dalam bersedia dan menerima resiko atas apa yang kita buat dalam bagan apapun;


h.




sederhana nan dapat
diartikan mengakui dengan jati dan iklas terhadap apa yang telah cak semau dan diberikan oleh Tuhan kepada kita;


i.




adil adalah memandang kebenaran andai tindakan intern mulut maupun kelakuan saat mengemudiankan peristiwa yang terjadi.



C.






Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

Untuk mewujudkan birokrasi yang professional dalam menghadapi tantangan-tantangan global, pemerintah melalui UU Nomor 5 Musim 2022 akan halnya Aparatur Sipil Negara telah berambisi buat mengelola aparatur sipil negara menjadi semakin professional. Undang-undang ini merupakan dasar dalam tata aparatur sipil negara yang bertujuan lakukan membangun aparat sipil negara yang memiliki integritas, profesional dan netral serta netral dari interferensi politik, sekali lagi netral dari praktek KKN, serta subur menyelenggarakan pelayanan mahajana nan berkualitas buat mahajana.



1.






Manajemen ASN

Penyelenggaraan ASN yakni pengelolaan ASN bikin menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, adil dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Penyelenggaraan ASN bertambah mementingkan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersuguh sendang sentral aparatur sipil Negara yang unggul setimpal dengan perkembangan jaman.

Adapun asas-asas manajemen ASN, antara tidak:


a.




kepastian hukum;


b.




profesionalitas;


c.




proporsionalitas;


d.




keterpaduan;


e.




delegasi;


f.




netralitas;


g.




akuntabilitas;


h.




efektif dan efisien;


i.




keterbukaan;


j.




non diskriminatif;


k.




persatuan;


l.




kesetaraan;


m.




keadilan;


n.




kesejahteraan.



2.






Peladenan Publik

Pelayanan Mahajana menurut Lembaga Administrasi Negara adalah apa bentuk pelayanan masyarakat yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah di pusat dan distrik dan dilingkungan BUMN/BUMD n domestik bentuk dagangan atau jasa baik kerumahtanggaan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Akan halnya pendirian pelayanan publik nan baik bagi takhlik pelayanan prima merupakan:


a.




Partisipatif

Dalam penyelenggaraan peladenan publik yang dibutuhkan publik pemerintah wajib melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.


b.




Transparan

Privat penyelenggaraan peladenan awam, pemerintah sebagai penyelenggara peladenan publik harus menyediakan akses lakukan penduduk negara untuk mengetahui barang apa hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.


c.




Kritis

Privat penyelenggaraan peladenan umum pemerintah wajib mendengar dan memenuhi permintaan kebutuhan warga negaranya tercalit dengan gambar dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme manajemen layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan peladenan.


d.




Tidak Memperbedakan

Peladenan mahajana nan diselenggarakan maka dari itu pemerintah tidak bisa dibedakan antara satu warga negara dengan penduduk negara yang bukan atas dasar perbedaan identitas warga negara.


e.




Mudah dan Murah

Tata pelayanan awam dimana masyarakat harus menepati beragam persyaratan dan menggaji
fee
untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan mandu mudah dan murah. Kejadian ini mesti ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan cak bagi mencari keuntungan melainkan bagi menyempurnakan mandat konstitusi.


f.




Efektif dan Efisien

Tata pelayan umum harus mampu membentuk intensi-tujuan yang hendak dicapainya dan pendirian mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, sida-sida yang sedikit, dan biaya nan murah.


g.




Aksesibel

Pelayanan umum yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau maka itu penghuni negara nan membutuhkan internal kelebihan awak dan dapat dijangkau n domestik arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat bakal mendapatkan layanan tersebut.


h.




Akuntabel

Semua bentuk pengelolaan pelayanan awam harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbabang kepada masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada atasan akan doang yang lebih utama harus dipertanggungjawabkan secara terbabang kepada masyarakat luas melalui media publik.


i.




Berkeadilan

Manajemen pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai radas melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi gerombolan litak detik tatap muka dengan kerumunan yang kuat.




3.








Whole Of Government


Whole of government (WoG)


adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan berpokok keseluruhan sektor dalam ulas lingkup pengharmonisan yang lebih luas kelebihan mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, pengelolaan program dan pelayanan awam.

Pendekatan WoG bisa dilihat dan dibedakan beralaskan perbedaan kategori asosiasi antara kelembagaan yang terkebat sebagai berikut:


a.




Koordinasi, yang keberagaman hubungannya boleh dibagi lagi menjadi:


·




penyertaan, yaitu ekspansi strategi dengan mempertimbangkan dampak;


·




dialog alias pertukaran informasi;


·





joint planning

, yaitu perencanaan bersama cak bagi kerjasama sementara.


b.




Integrasi, nan jenis hubungannya dapat dibagi kembali menjadi:


·





joint working,


atau kooperasi sementara;


·





joint ventrure,


yaitu perencanaan jangka tahapan, kerjasama plong pegangan segara yang menjadi urusan utama riuk suatu petatar kerjasama;


·




satelit, ialah entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk bak mekanisme integratif.


c.




Kekariban dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:


·




aliansi strategis, merupakan perencanaan jangka hierarki, kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan penting salah satu peserta kerjasama;


·





union

, konkret Unifikasi stereotip, identitas sendirisendiri masih nampak;
merger,
merupakan pengikatan ke dalam struktur mentah.


BAB III


TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS Pelajar



A.






Profil Organisasi



a.






Gambaran Awam SMP Negeri 1 Jepara


SMP N 1 Jepara beralamat di Jl. Sersan Sumirat No. 3 Jepara. SMP tersebut berdiri di jantung daerah tingkat Jepara. SMP Horizon 1 Jepara merupakan salah satu SMP favorit di kabupaten Jepara. keadaan tersebut dapat dilihat dari peringkat UN setiap musim bahwa SMP N 1 Jepara majuh menduduki peringkat 1 hasil UN terbaik se Kabupaten Jepara dan yang terbaru plong tahun 2022 ini SMP Horizon 1 Jepara pun menduduki juara 1 hasil UN terbaik se Kabupaten Jepara.


Profil SMP Kaki langit 1 Jepara sebagai berikut :

1.

Nama Sekolah

: SMP Distrik 1 Jepara

2.

NSS

: 201032318423

3.

NPSN

: 20318423

4.

Nama Kepala Sekolah

:

Ahmad Nurrofiq, S.Pd, M.Pd

5.

Alamat sekolah


a.




Urut-urutan

: Sersan Sumirat No. 3


b.




Kelurahan/Desa

: Jobokuto


c.




Kecamatan

: Jepara


d.




Kabupaten/Kota

: Jepara


e.




Provinsi

: Jawa Paruh


f.




Kode Pos

: 59416


g.




No. Telepon/HP

: 0291 – 591160


h.




Fax

: –


i.




E-mail

6.

Kategori Sekolah

: SSN

7.

Perian Berdiri

: 1925

8.

Musim Operasional

: 1946

9.

Martabat Persil

: Properti Pakai

10.

Luas Tanah

: 4.664 m2

11.

Luas Bangunan

: 2.913 m2

12.

Tarikan/Anak kunci Listrik

:
220 V, 66.000 Watt

13.

Etiket Bank

:
BPD Jateng, Capem Pasar Kota



No. Rek :3-119-00396-1



Atas Nama : SMPN 1 Jepara

14.

No. NPWP

: 00.003.904.0.506.000

15.

Jumlah siswa privat 6
perian anak bungsu :

Th. Pelajaran

Kelas VII

Kelas VIII

Kelas IX

Jumlah


(Kls. VII + VIII + IX)

Jml Peserta

Jumlah Rombel

Jml Siswa

Jumlah Rombel

Jml Siswa

Besaran Rombel

Pelajar

Rombel

2012/2013

306

8

289

8

309

8

901

24

2013/2014

313

8

308

8

286

8

902

24

2014/2015

318

8

311

8

305

8

935

24

2015/2016

287

8

319

8

310

8

916

24

2016/2017

308

9

290

8

316

8

914

25

2017/2018

299

9

304

9

287

8

890

26

2018/2019

286

9

297

9

302

9

885

27

16.

Tenaga Pendidik dan Kependidikan :


a.




Guru Tetap (PNS) : 36 hamba allah ( 34: S1) (2 :
S2 )


b.




Temperatur Tidak Kukuh ( Honor ) : 7 orang ( 6 : S1, 1 : S2 )


c.




Staf Penyelenggaraan Kampanye : 6 orang PNS,
9 anak adam PTT


d.




PNS lain tetap : 2 orang (1 : S1, 1:S2)

17. Struktur Organisasi SMPN 1 Jepara Tahun 2022/2019

1.

Superior Sekolah

: Ahmad Nurrofiq, S.Pd, M.Pd

2.

Wa. Ka. Ur. Kurikulum

: Munzuro, S.Pd

3.

Wa. Ka. Ur. Kesiswaan

: Subagya Eka Santosa, S.Pd

4.

Wa. Ka. Ur. Humas

: Drs. Susanto

5.

Wa. Ka. Ur. Sarpras

: Mufarikin, S.Pd

6.

Kormin

: Istari Christiana

18. Pengurus Komite SMPN 1 Jepara

SUSUNAN PENGURUS KOMITE TAHUN 2022


No


Stempel


Jabatan

1

Drs. Hadi Priyanto, MM

K e lengkung langit u a

2

Sudiharto, S.Pd, M.Pd

Ketua muda

3

Isnaningsih, S.Pd

Sekretaris

4

Ansori, S.H

Bendahara

5

Ngadimin, ST

Anggota

6

Kasnadi, S.Pd

Anggota

7

Budi Perumpamaan, S.E

Anggota

8

Ronji, SE, MM

Anggota



b.






Visi Sekolah

“Terwujudnya siswa jaga yang Ulung ,Berbudi Pekerti Indah, dan Berwawasan Lingkungan “


Indikator






:


1.




Menghasilkan sumber kancing yang berajar pekerti sani
.


2.




Berjaya privat kinerja akademik dan non akademik
.


3.




Menerapkan biji-nilai semangat kebangsaan, budaya, dan budi nasion intern nyawa sehari-hari.


4.




Unggul intern penguasaan dan penerapan iptek.


5.




Loyal beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan nan dianut.



c.






Misi Sekolah



Misi :


1.




Menyelenggarakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, efesien dan mendinginkan;


2.




Menyelenggarakan kegitan ekspansi diri dan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan darah, minat, dan potensi peserta ajar;


3.




Menyelenggarakan kegitan pengembangan kepribadian dan keagamaan nan dapat memupuk, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan.


4.




Mengadakan pembiasaan yang dapat menolak
petatar ajar beretika, memiliki sopan santun dan berajar luhur ;


5.




Memberdayakan seluruh stakeholder sekolah untuk menciptakan budaya kalis dan selalu menjaga kekekalan mileu untuk menciptakan sekolah nan bersih, asri, indah, kesepakatan, dan nyaman.



d.






Tujuan Sekolah

Maksud pendidikan tingkat rincih pendidikan dasar mengacu puas tujuan umum pendidikan
asal yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, tata susila indah, serta kegesitan untuk hidup mandiri dan mengimak pendidikan lebih jauh . Sedangkan secara khusus, sesuai dengan visi dan misi sekolah, serta intensi
SMP Negeri 1 Jepara sreg akhir tahun pelajaran 2022/2019, sekolah mengantarkan siswa didik bakal:


a.




Menempati peringkat 1 tingkat kabupaten dalam perolehan nilai tentamen kebangsaan dan ujian sekolah.


b.




Memperoleh peningkatan rata-rata nilai Ujian Nasional / GSA (Gain Score Achievement) = 0,40 yaitu dari kebanyakan poin murni UN musim 2022 = 76,85 menjadi 80,0 untuk UN tahun 2022.


c.




Terjadinya peningkatan prosentase persaingan masuk SMA / SMK unggulan dari 75 % tahun 201
8

menjadi 80 % tahun 201

9
.


d.




Meningkatnya kualitas kegiatan keagamaan sehingga terbentuk masyarakat sekolah yang berbudi pekerti indah dan santun.


e.




Turut peringkat 10 samudra juara setiap tanding akademik dan non akademik di tingkat Propinsi.


f.




Memiliki Tim kesenian modern dan tradisional Jawa yang berkecukupan tampil dengan gemilang di setiap event dan berprestasi di tingkat Kabupaten.


g.




Memiliki urat kayu balai serbaguna dengan fasilitas multimedia audio visual.


h.




Meningkatnya penguasaan teknologi informatika baik untuk peserta jaga, pendidik, maupun tenaga kependidikan.


i.




Memiliki lingkungan yang bersih, bugar dan indah yang mendukung kegiatan belajar nan nyaman dan mendukung.



B.






Tugas Jabatan Guru

Kanun Nayaka Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan RB) No. 16 perian 2009 menjelaskan bahwa Jabatan fungsional hawa adalah jabatan fungsional yang mempunyai ulas spektrum, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mematangkan, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi pelajar ajar sreg pendidikan anak asuh usia dini jongkong pendidikan sahih, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan kanun perundang-undangan yang diduduki makanya Pegawai Negeri Sipil.

Temperatur adalah pendidik profesional dengan tugas penting mendidik, mengajar, membimbing, membidikkan, melatih, memonten, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan jamak, pendidikan sumber akar, dan pendidikan menengah. Kegiatan pembelajaran yakni kegiatan Guru dalam menyusun bentuk pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil penataran, menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan terhadap pelajar jaga.

Rincian kegiatan tugas jabatan guru dimuat lega Permenegpan RB

No 16 masa 2009

pasal 13 ayat 1, ialah:


1.




Memformulasikan kurikulum penelaahan pada satuan pendidikan;


2.




Memformulasikan silabus pembelajaran;


3.




Merumuskan rencana pelaksanaan penerimaan;


4.




Melaksanakan kegiatan pembelajaran;


5.




Menyusun alat ukur/ soal sesuai mata tuntunan;


6.




Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil berlatih plong netra pelajaran di kelasnya;


7.




Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;


8.




Melaksanakan pembelajaran/ perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;


9.




Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas nan menjadi tanggung jawabnya;


10.




Menjadi pengontrol penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan kebangsaan;


11.




Membimbing suhu pemula intern program induksi;


12.




Membimbing petatar kerumahtanggaan kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;


13.




Melaksanakan pengembangan diri;


14.




Melaksanakan wara-wara ilmiah; dan


15.




Membuat karya inovatif.

Berdasarkan jabaran tugas SKP (Bulan-bulanan Kerja

Tenaga kerja
)

SMP Negeri 1 Jepara


maka kegiatan tugas jabatan

temperatur

meliputi

:

  1. Temperatur teradat


    mewujudkan


    administrasi

    perencanaan

    pengajian pengkajian

    meliputi kalender akademik, rincia0n minggu efektif, program tahunan, program semster, pemetaan KD,
    Silabus, RPP, proses penentuan KKM,
    materi pembelajaran, rencana penilaian;

  2. Temperatur teristiadat menyajikan
    pembelajaran dan membuat administrasi pelaksanaan penelaahan menutupi: melayani cak bimbingan sesuai jadwal
    pelajaran mata pelajaran yang diajarkan, absensi kesediaan siswa, sutra kegiatan harian (LKH), catatan perkembangan petatar; dan membiji sikap siswa;

  3. Suhu teristiadat meleksanakan penilaian

    pengajian pengkajian


    meliputi


    penilaian


    pengetahuan, kecekatan, dan


    sikap


    n domestik


    rancangan


    penilaian proses, ulangan


    harian, ulangan mid semester,
    ulangan


    akhir

    sem
    e
    ster
    ;
  4. Master wajib menyusun perangkat penilaian meliputi perkakas ulangan (jeruji-terali, skenario soal, rahasia jawaban, norma penilaian, pedoman penyekoran) dan daftar ponten;
  5. Guru teradat


    melakukan


    amatan


    hasil

    penilaian;

  6. Hawa mesti melaksanakan progran

    perbaikan


    dan


    pengayaan
    ;
  7. Guru wajib memberikan arahan kepada peserta jaga;

  8. Temperatur wajib membantu penyelesaian keburukan yang dihadapi peserta ajar adapun mata pelajaran yang diampunya;
  9. Master wajib berkordinasi dengan wali kelas dan guru BK privat mengadakan pembinaan dan tindak lanjur siswa bersoal.
  10. Guru perlu


    melaksanakan


    kegiatan


    peluasan


    diri PKB dan


    publikasi


    ilmiah
    ;
  11. Guru wajib takhlik alat tutorial / perangkat peraga dan
    peningkatan kualitas penelaahan.
  12. Guru wajib melaksanakan tugas piket sesuai jadwal;
  13. Guru wajib melakasanakan tugas tambahan yang dipercayakan kepadanya;
  14. Guru wajib menandai
    dokumentasikan seluruh

    administrasi


    kegiatan no. 1 s.d
    12.



C.






Role Model


KH. FATCHUR ROZI

KH. Fatchur Rozi dipilih penulis sebagai role model karena beliau yakni sosok nan penulis segani. KH. Fatchur Rozi lahir pada 10 September 1956 dari ayah bunda KH. Ahmad Muallim dan Hj. Siti Fatimah. Bertempat tinggal di Desa Pekalongan RT.02 RW.03 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, beliau yaitu pensiunan PNS temperatur agama di SD Negeri 1 Pekalongan.. Didampingi istri bernama Hj. Siti Aisyah engkau dikaruniai 4 anak asuh, 1 nona 3 putra. Ke 4 momongan anda mewarisi spirit pengabdian seperti mana ayahnya yaitu seluruhnya menjadi guru. Intern keluarga, beliau adalah sosok nan berkarisma yang setiap perkataan dan petuahnya ditaati oleh anak-anaknya. Banyak pesan dan nasihat yang beliau sampaikan antara lain besar perut disampaikan kepada keluarga adalah “ dadi uwong kudune titi, setiti, lan ati-ati (bintang sartan basyar harus teliti, waspada, dan hati-hati) “ (berlawanan kecurangan), selain itu beliau sekali lagi berpesan “ jikalau punya kelebihan berbagilah, jika bisa berbuat baik maka mengamalkan baiklah walaupun kepada manusia yang brutal kepadamu “ (etika publik).

Dilingkungan masyarakat beliau adalah inisiator agama berbarengan tokoh umum yang disegani. Beliau sering menjadi arena berkonsultasi dan meminta pendapat heterogen ki kesulitan yang dialami umum mulai dari keburukan agama, sosial, sampai rumah tangga (Pelayanan Publik). Pada Masa 1986 saat umur beliau baru 30 waktu beliau sudah dipercaya mahajana bikin menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Islam yang mengelola lembaga pendidikan mulai TK – SMP di Desa Pekalongan hingga saat ini (Kepemimpinan). Kualitas kepemimpinan engkau yang baik menjadikan beliau dipercaya pun sebagai Ketua Masjid Jami` Raudlatus Salikin desa pekalongan dan Ketua Tanfidziyah NU ranting desa Pekalongan. Selain itu engkau pula mengampu pengajian-pengajian kerjakan orang jompo di beberapa masjid dan musholla baik di desa Pekalongan dan luar desa. Walaupun dengan kesibukan yang memadai padat engkau lain pernah meninggalkan tugas beliau umpama guru di SD N 1 Pekalongan (Komitmen mutu).

Sebagai PNS beliau merupakan makhluk primitif (Bentrok Penyelewengan). Ia sering berpesan kepada anak-anaknya “ dadi wong sing stereotip-halal wae (jadi orang yang biasa-resmi belaka sederhana) “ keteladanan ini biasa disaksikan keluarga, beliau mempunyai sifat setiap bulan menyempatkan gaji untuk membeli bilang karung beras bikin kemudian dibagi-lakukan ke orang-orang tidak berlambak disekitar palagan dulu beliau.




Gapura IV


R


Antisipasi



KEGIATAN AKTUALISASI



A.






Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai ANEKA

Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di SMP Distrik 1 Jepara
dengan angka dasar Pegawai Kawasan Sipil (PNS) yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Umum, Komitmen Loklok, dan Bentrok Korupsi (ANEKA) dan berprinsip pada Pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Layanan Awam dan
Whole of Government
(WoG). Adapun berkaitan dengan rang program tersebut sudah dianalisis dan mempertimbangkan identifikasi isu, dan kerjakan merencanakan kegiatan aktualisasi, langkahnya yakni melakukan identifikasi isu yang terjadi dan konkret di tempat kerja atau instansi, begitu juga isu unit kerja, isu organisasi dan isu anak adam. Selepas itu memilih isu nan benar-ter-hormat penting berlandaskan penilaian bersumber kriteria Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak (APKL) dan kriteria
Urgency, Seriousness,
dan
Growth
(USG) lakukan dicarikan solusi dan dikategorikan sesuai dengan netra pelatihan mulai sejak Pengelolaan ASN, WoG, dan Pelayanan awam sebagaimana yang telah diuraikan sreg Gerbang I. Sumber isu yang diangkat semenjak dari tugas rahasia dan fungsi (Tupoksi), Sasaran Penampilan Pegawai (SKP), inisiatif kegiatan peserta nan disetujui mentor dan coach, dan pengutusan dari atasan.

Unit Kerja
: SMP Distrik 1 Jepara

Identifikasi Isu
:


1.




Belum optimalnya pembelajaran PAI berbasis IT di SMP Negeri 1 Jepara


à


manajemen ASN

,

pelayanan umum


2.




Minus luasnya Musholla SMP Kewedanan 1 Jepara



à



WOG, Pelayanan Umum


3.




Belum optimalnya pembinaan keagaamaan di SMP Negeri 1 Jepara


à


penyelenggaraan ASN

,

pelayanan publik


4.




Belum optimalnya pelaksanaan penilaian otentik intern pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Jepara



à



manajemen ASN


5.




Belum optimalnya ekstra kurikuler Baca Catat Al-Qur`an di SMP Negeri 1 Jepara


à






peladenan publik

Isu Nan Diangkat


: Belum optimalnya pembinaan keagamaan murid



SMP Daerah 1 Jepara

Gagasan Pemecahan Isu
: Pptimalisasi pembinaan keagamaan siswa



SMP Provinsi 1 Jepara

Rencana

kegiatan


:


1.




Membuat gerendel pedoman kegiatan keagaamaan siswa SMP N 1 Jepara (terobosan)


2.




Takhlik boks temu ramah agama ( pintasan)


3.




Menciptakan menjadikan pelajar pentolan keagamaan di setiap kelas bawah


( inovasi )


4.




Melaksanakan kegiatan membaca Asma’ul Khusna sebelum pendedahan PAI ( inovasi )


5.




Menyelenggarakan Shalat Dhuha terjadwal bagi siswa (perintah pimpinan)


6.




Menyelenggarakan shalat Dzuhur berkumpulan (perintah bimbingan)


7.




Menyelenggarakan kegiatan GERAI Kudus (Persuasi Literasi Kitab Suci) (perintah pemimpin).

Tulangtulangan AdministrasI Negara. (2015).
Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan



I


I dan III Aktualisasi Poin-Nilai Bawah Profesi Sida-sida Area Sipil

. Jakarta : Gambar Administrasi Negara.

Bagan Administras Negara. (2015).
Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan



I


I dan I


I


I : Akuntabilitas.

Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015).
Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan II dan I


I


I : Semangat kebangsaan

. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Buram Administras Negara. (2015).
Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan II dan I


I


I : Etika Publik

. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015).
Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan II dan II


I



: Komitmen Mutu


. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015).
Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I


I



dan II



I



: Anti Penyelewengan


. Jakarta : Tulangtulangan Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2017).
Modul Pelatihan Radiks Calon PNS Pelayanan Masyarakat. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2017).
Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pengelolaan Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2017).
Modul Pelatihan Dasar Nomine PNS Whole of Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017).
Modul Pendidikan dan Pelatihan Pangkal Calon PNS Orientasi
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Source: https://pendidikandanpenelitian.blogspot.com/2019/10/contoh-rancangan-aktualisasi-dan.html