Pelajaran Pkn Kelas 7 Smp

Sendang gambar: SS Buku PPKn kelas 7 SMP/MTs

Materi Pengajian pengkajian PPKn Papan bawah 7 Ki 1 “Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Sumber akar Negara”

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Selamat pagi anak-anakku, bagaimana kabarnya hari ini?
Semoga kita semua internal kejadian sehat walafiat.
Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali dalam kursus PPKn.

Sebelum kita start, ayo kita membaca doa terlebih lalu sesuai dengan agama dan kepercayaan saban. Berdoa dimulai.

Anak-anakku, plong pertemuan kali ini, kita akan mempelajari Gapura 1, yaitu tentang “Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Asal Negara”




Namun sebelumnya, marilah kita tonton video tentang
“Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara” dengan baik.



Sehabis kalian menonton video tersebut, seharusnya kalian telah mendapatkan gambaran umum tentang yang akan kita pelajari musim ini.

Anak asuh-anakku, puas pintu ini, suka-suka 3 hal utama yang akan dipaparkan ataupun jelaskan, yaitu: 1)
Perumusan Pancasila perumpamaan Dasar Negara, 2). Penetapan Pancasila bak Asal Negara, dan 3) Kehidupan Pendiri Negara dalam Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara.


A.
Perumusan Pancasila bak Dasar Negara


1. Pembentukan BPUPKI


Nasion Indonesia mengalami sejarah nan panjang kerumahtanggaan melawan penjajah. Kita pernah mengalami siksaan ketika dijajah oleh Belanda. Sejarah juga mencatat, kekalahan Belanda oleh Jepang kerumahtanggaan perang Asia Timur Raya menyebabkan nasion Indonesia dijajah makanya Jepang.




Jepang menginjak menguasai daerah Indonesia sesudah Belanda menyerah di Kalijati, Subang, Jawa Barat pada copot 8 Maret 1942. Kedatangan Jepang awal disangka baik oleh bangsa Indonesia. Banyak semboyan dikumandangkan makanya Jepang sama dengan ”Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia, dan Jepang Cahaya Asia” untuk menganjur simpati nasion kita.
Kenyataan rekaman menunjukkan bahwa Jepang enggak berbeda dengan Belanda, yaitu menyinambungkan kolonialisme atas nasion Indonesia.




Puas tahun 1945, tentara Jepang mulai mengalami kekalahan di berbagai medan pertempuran. Sama dengan pada perang Pasifik, pasukan Jepang dikalahkan oleh Amerika. Kekalahan tersebut mengancam kekuasaan Jepang di negara-negara jajahannya, termasuk di Indonesia. Pertentangan rakyat Indonesia dan aksi Belanda menjadikan kedudukan Jepang makin lembam. Akhirnya, Jepang terpaksa prospektif kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Janji tersebut cak bagi meredam gejolak dan perkelahian rakyat Indonesia.




Janji Jepang membentuk BPUPKI (

Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai)


direalisasikan, sreg tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan musim ulang tahun Kaisar Hirohito. Secara stereotip BPUPKI dilantik maka dari itu Jepang, dengan anggota berjumlah enam puluh dua (62) orang yang terdiri atas otak-penggagas bangsa Indonesia dan tujuh (7) orang anggota kantor cabang dari Jepang. Ketua BPUPKI yaitu dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat, dengan dua wakil ketua, adalah Ichibangase Yosio (Jepang) dan R.P Soeroso.




BPUPKI mengadakan sidang biasa sebanyak dua kali, yaitu sidang I dan II.






Sidang I



Sidang I BPUPKI dilaksanakan lega tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Pada sidang I ini dibahas tentang dasar negara.










Sidang II

Sidang II BPUPKI dilaksanakan sreg tanggal 10 – 17 Juli 1945.
Pada sidang II ini dibahas
 tentang rencana Undang-Undang Dasar.

2. Perumusan Dasar Negara

Ketua BPUPKI dr. K.R.Ufuk Radjiman Wedyodiningrat sreg pidato mulanya sidang pertama, menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka diperlukan suatu pangkal negara. Lakukan menjawab petisi Ketua BPUPKI, beberapa tokoh pendiri negara mengusulkan rumusan radiks negara.
Ajuan mengenai asal Indonesia merdeka dalam sidang permulaan BPUPKI secara berurutan dikemukakan oleh Muhammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno.

1). Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

Muhammad Yamin mengusulkan secara lisan panca dasar bagi negara Indonesia merdeka, ialah sebagai berikut.

  1. Peri Kebangsaan
  2. Bidadari Manusiawi
  3. Haur Rabani
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Sosial

Kemudian secara termaktub, Muhammad Yamin membentangkan bahwa asas dan dasar Indonesia adalah laksana berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Nasional persatuan Indonesia
  3. Rasa kemanusiaan nan netral dan beradab
  4. Demokrasi nan dipimpin makanya hikmat kebijak- sanaan privat permusyawaratan/perwakilan
  5. Keseimbangan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2). Soepomo (31 Mei 1945)

Menurut Soepomo, radiks negara Indonesia merdeka adalah sebagai berikut.

  1. Persatuan
  2. Interelasi
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Ura-ura
  5. Kesamarataan rakyat

3). Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

Rumusan bawah negara yang diusulkan olehnya ialah bagaikan berikut.

  1. Nasional Indonesia
  2. Internasionalisme atau bidadari kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan

BPUPKI telah membentuk beberapa panitia kerja yang di antaranya ialah Panitia Sembilan, nan terdiri berpangkal Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, , Mr. A. A. Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Abdulkahar Muzakir, Haji Agus Salim, Mr. Ahmad Subarjo, K. H. A. Wachid Hasyim, dan Mr. Mohammad Yamin

Panitia sembilan mengadakan rapat di rumah kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Pasca- itu, plong rontok 22 Juni 1945 Panitia Sembilan telah menyentuh suatu persepakatan atau tenang dan tenteram akan halnya lembaga perkenalan awal hukum pangkal (Undang-Undang Pangkal).

Makanya Ir. Soekarno, rancangan alas kata hukum pangkal ini diberikan nama ”Mukadimah”, oleh Mr. Muhammad Yamin dinamakan ”Tembusan Jakarta”, dan maka dari itu Sukiman Wirjosandjojo disebut ”Gentlemen’s Agreement´.

Naskah ”Mukadimah” nan ditandatangani oleh sembilan orang anggota Panitia Sembilan, dikenal dengan tera ”Salinan Jakarta” atau ”Jakarta Charter”.

Dalam paragraf keempat skrip Pertinggal Jakarta tersebut, terdapat rumusan dasar negara sebagai berikut. (1). Ketuhanan, dengan beban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk- pemeluknya (2).  Kemanusiaan yang adil dan beradab (3). Persatuan Indonesia (4). Kerakyatan yang dipimpin maka dari itu hikmat kebijaksanaan dalam permu- syawaratan badal (5). Keadilan sosial lakukan seluruh rakyat Indonesia

Karena adanya keberatan dan bikin menghindari perpisahan, para pemrakarsa bersepakat untuk mengubah kalimat ”Rabani, dengan bahara menjalankan syari’at Selam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa.

B. Penetapan Pancasila sebagai Bawah Negara

Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II membuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mempersiapkan kebebasan atas radiks prakarsa sendiri.

Setelah memecahkan tugas BPUPKI dibubarkan, dan sebagai gantinya pada copot 7 Agustus 1945 Jepang mengumumkan pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau
Dokuritsu Zyunbi Iinkai.

Bagi keperluan membentuk PPKI tersebut, pada tanggal 8 Agustus 1945 tiga orang pemrakarsa pembina negara, yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Hatta dan Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat menginjak menemui Jenderal Lautan Terauchi, Saiko Sikikan di Saigon. Privat pertemuan tersebut, Ir. Soekarno diangkat sebagai Ketua PPKI dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya. PPKI beranggotakan 21 orang termasuk Ketua dan Ketua muda.

Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI melaksanakan sidang dan menghasilkan keputusan perumpamaan berikut.

  1. Menetapkan UUD 1945.
  2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.
  3. Menciptakan menjadikan Komite Nasional Indonesia Pusat.

Salah satu keputusan sidang PPKI yaitu mengesahkan Undang-Undang Radiks 1945. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat tercantum rumusan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara.

C. Spirit Pembangun Negara internal Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara

1. Nilai Semangat Pembangun Negara

Semangat kebangsaan harus bertunas dan dipupuk oleh setiap pemukim negara Indonesia. Keadaan ini harus tumbuh dalam diri penghuni negara cak bagi memanjakan dan rela berkorban buat kepentingan nasion dan negara.

Nasionalisme disebut juga sebagai patriotisme dan patriotisme. Semangat kebangsaan adalah satu paham nan menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi harus diserahkan kepada negara kebangsaan atau nation state.

Terserah dua varietas signifikansi nasionalisme, yaitu nasionalisme dalam arti sempit dan semangat kebangsaan dalam maslahat luas. Nasionalisme intern arti sempit disebut sekali lagi dengan nasionalisme negatif karena mengandung makna pikiran kebangsaan ataupun cinta terhadap bangsanya yang tinggal tinggi dan berlebihan, sebaliknya memandang rendah terhadap bangsa bukan. Nasionalisme dalam arti sempit disamakan dengan Patriotisme.

Jenis patriotisme nan kedua adalah chauvinisme dalam manfaat luas maupun yang berharga positif. Nasionalisme dalam konotasi ini adalah perhatian cinta nan tataran  atau  berbesar hati  terhadap  tanah  air dan tidak memandang cacat bangsa enggak.

Patriotisme berasal pecah kata patria, nan artinya tanah air. Prolog patria kemudian berubah menjadi alas kata patriot yang artinya seseorang yang memanjakan petak air. Oleh sebab itu patriotisme berarti spirit cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan bangsa- nya. Sikap ini unjuk setelah lahirnya semangat kebangsaan, namun antara nasio- nalisme dan semangat kebangsaan galibnya diartikan setimpal.

Jiwa dan roh nasion Indonesia kerjakan merebut kemerdekaan pelalah sekali lagi disebut seumpama ”jiwa dan semangat ’45”. Adapun hal-hal yang terkandung internal jiwa dan semangat ‘45 diantaranya yakni sebagai berikut.

  • Pro Patria dan Primus Patrialis, artinya memanjakan tanah air dan men- dahulukan khasiat petak air.
  • Hidup solidaritas dan kesetiakawanan dari semua salutan publik terhadap persabungan kemerdekaan.
  • Jiwa ketahanan maupun tenggang rasa antaragama, antarsuku, antargolongan dan dunia semesta.
  • Jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab.
  • Jiwa ksatria dan jalal jiwa nan tidak mengandung balas dendam.

2. Komitmen para Pembangun Negara kerumahtanggaan Perumusan Pancasila bagaikan Pangkal Negara

Komitmen adalah sikap dan perilaku nan ditandai oleh rasa memiliki, memberikan perhatian, serta melakukan usaha untuk menciptakan menjadikan harapan dan cita-cita dengan tekun. Seseorang nan punya komitmen terhadap nasion adalah orang nan akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya.

Para pembangun negara dalam perumusan Pancasila punya ciri-ciri komitmen pribadi bagaikan berikut.

  • Mengutamakan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme.
  • Adanya rasa memiliki terhadap nasion Indonesia.
  • Selalu bersemangat kerumahtanggaan berjuang.
  • Mendukung dan berupaya secara aktif dalam mencapai cita-cita nasion yaitu merdeka, ber- satu, berdaulat, adil dan berbenda.
  • Melakukan pengorbanan pribadi, dengan  kaidah menempatkan fungsi negara di atas kepentingan pribadi, serta mendukung keputusan yang menguntungkan bangsa dan negara.

Anak asuh-anakku, demikianlah pemaparan atau penjelasan sumir tentang “Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara”.

Agar bisa dipahami dengan baik dan dapat diaplikasikan atau diamalkan internal hayat sehari-waktu.

Semoga epidemi corona lekas berlalu.Just Stay Home and Keep Healthy!

Wassalamu’aaikum Wr.Wb.

Sumber:
Surya Saputra, Lukman dkk. 2022. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi 2022. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Source: https://www.cecepgaos.com/2020/07/materi-pembelajaran-ppkn-kelas-7-bab-1.html