Pelajaran Ips Tentang Kerajaan Smp

Perkembangan Awam di Masa Hindu-Budha Di Indonesia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)
✓ Sebenarnya bangsa Indonesia sudah memiliki kepercayaan dan juga leluri yang dilakukan secara drop menurun sebelum datang dominasi hindu-budha masuk. Masyarakatnya arwah dalam kerumunan kecil ataupun raksasa, namun tersentuh budaya apapun selain berpokok nenek moyangnya sendiri. Awalnya komunikasi dilakukan dlam kelompoknya koteng sahaja seiring waktu terjadi interaksi antar keramaian sehingga dengan alasan tuntutan kebutuhan, maka publik melakukan perdagangan dan bahkan terjadi pelayaran antarpulau dan juga antarbenua.

Jalan Awam di Perian Hindu-Budha Di Indonesia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Perkembangan Masyarakat Pada Masa Hindu-Budha Di Indonesia

Daftar Isi

  • Agama dan Tamadun Hindu di India
  • Agama Budha di India
  • Kerajaan Kutai
  • Kerajaan Tarumanegara
  • Kerajaan Kaling
  • Kerajaan Kanjuruhan
  • Kerajaan Sriwijaya
  • Kekaisaran Mataram Hindu atau Mataram Lama di Jawa Tengah
  • Kerajaan Mataram di Jawa Timur
  • Kerajaan Kediri ( tahun 1042 – 1222)
  • Imperium Singasari (Perian 1222 – 1292)
  • Kekaisaran Majapahit
  • Seni ingat
  • Seni Rupa dan Seni Ukir
  • Sistem Kemasyarakatan
  • Metafisika dan Sistem Pendamping
  • Sistem Pemerintahan
  • Seni Sastra dan Aksara

Perkembangan Agama Hindu Dan Budha

Agama dan Kebudayaan Hindu di India

Sediakala bangsa India dihuni oleh bangsa Dravida yang seterusnya pada perkembangannya unjuk di India penduduk dari Asia Tengah yang selanjutnya kita kenal laksana bangsa Arya merupakan kurang kian pada tahun 1.500 SM. Kemudian nasion Arya bertelur menggeser bangsa Dravida, sehingga secara kodrati mengapalkan perubahan pada tata kehidupan di masyarakat India. Bagi lebih jauh bangsa Arya secara bergelombang memasuki drum Indus, bergerak menumpu ke arah tenggara dan memasuki daerah lurah sungai Gangga dan juga Yamuna. Di provinsi lembah sungai Indus (Punjab), bangsa Arya bisa mempertahankan kemurnian keturunannya. Sedangkan yang menempati daerah lembah Gangga dan Yamuna menyatu dengan nasion Dravida. Dengan adanya penyatuan (integrasi) tersebut maka terjadi percampuran perkawinan antara bangsa Arya dan bangsa Dravida. Integrasi juga masuk ke wilayah agama atau kepercayaannya, sehingga akan lahir agama dan kebudayaan Hindu. Sehingga dapat dikatakan bahwa agama Hindu adalah merupakan percampuran (sinkretisme) antara kepercayaan dari bangsa Arya dan kepercayaan bersumber bangsa Dravida.

Kitab suci Weda, Brahmana dan Upanisad adalah sumur semenjak ajaran agama hindu.
Bagian-bagian berpangkal kitab suci weda
antara tidak

  1. Reg-Weda, adalah n kepunyaan kandungan mengenai puji-sanjungan terhadap dewa.
  2. Sederajat-Weda, yakni n kepunyaan makanan adapun lantunan-nyanyian suci dimana slokanya diambil dari Reg Weda
  3. Yayur-Weda, adalah n kepunyaan kandungan akan halnya penjelasan mengenai sloka-sloka yang diambil mulai sejak Reg-Weda.
  4. Atharwa-Weda, yaitu punya peranakan adapun doa-doa yang digunakan bikin pengobatan (ilmu-hobatan)

Dewa-dewa utama di kerumahtanggaan agama Hindu ialah
Trimurti
(kesatuan berbunga tiga dewa) nan memiliki arti tiga berbadan satu ataupun satu berbadan tiga adalah:

  1. Betara Brahma, yakni memiliki tugas menciptakan dunia semesta
  2. Betara Wisnu, yakni dewa pemeliharaan standard sepenuh
  3. Dewa Syiwa, yakni betara yang menguasai kematian atau pelebur.

Masayakat kerumahtanggaan memuja batara tri murti punya bobot yang berbeda-selisih. Cak bagi masyarakat yang lebih menekankan pemujaan terhadap betara Brahma, maka masyarakat tersebut menganut aliran Brahmanisme, jika mahajana tersebut menekankan pemujaan terhadap betara Wisnu, maka masyarakat tersebut menganut Vaisnawa, sedang yang menitikberatkan pemujaannya plong dewa Syiwa dinamakan aliran Syiwaisme.

Petunjuk di agama Hindu adalah bahwa dalam kehidupan di mayapada ini, orang pada dasarnya dalam keadaan samsara (punarbawa) ibarat akibat bersumber perbuatannya nan dilakukan di masa sebelumnya (karma). Selain itu hamba allah yang telah meninggal dunia akan ber-reinkarnasi/ lahir kembali, dengan demikian memiliki kesempatan bikin memperbaiki diri. Setelah manusia sudah lalu sampai ke moksa (lepas dari samsara dan timbrung nirwana/surga) maka anak adam tidak kembali mengalami reinkarnasi.

4 Kasta (papan bawah) di intern masyarakat hindu
antara lain menghampari :

  1. Kasta Brahmana, yaitu terdiri dari para pemimpin agama ataupun para pendeta
  2. Kasta Ksatria yaitu terdiri dari para bangsawan, raja dan keturunannya serta para prajurit pemerintahan.
  3. Kasta Waisya yaitu terdiri berpokok para pengusaha dan para pedagang.
  4. Kasta Sudra yaitu terdiri semenjak para pembajak, para pelaku kasar.

Masih ada kerumunan/ kasta nan paling rendah lagi, yaitu Paria yaitu yang terdiri dari para gelandangan, petugas pemukul “bedug” di kuil.

Agama Budha di India

Di bangsa India pula unjuk agama Budha, yang mana kelahiran dari agama Budha tersebut merupakan merupakan reaksi terhadap agama Hindu yang berbuat seremoni melalui kurban. Karena dengan menggunakan kurban maka bermanfaat telah terjadi pemusnahan terhadap hewan yang dijadikan laksana kurban dalam upacara. Sidharta Gautama adalah pelopor semenjak kelompok umum yang tak setuju dengan adanya kurban tersebut. Mereka justru menentang terhadap adanya kurban dengan sebutan ahimsa (dilarang membunuh).

Sidharta Gautama lahir di tahun 563 SM, dan merupakan putra dari Sunan Sudodana yang berpokok pecah kerajaan Kosala di Kapilawastu. Mereka yakni tersurat kasta Ksatria yang berasal dari tungkai Suku Sakya. Sidharta diramal oleh seorang Brahmana yang menyatakan bahwa Sidharta kemudian hari akan menjadi padri besar dan juga termasyhur. Dari ramalan tersebut membuat gelisah istana, karena ayah Sidharta menginginkan supaya engkau menjadi kanjeng sultan.

Umur Sidharta boncel penuh dengan kemwahan isatana, cuma minus sepengetahuan anak bini istana sira keluar untuk mengawasi kenyataan hidup basyar. Banyak momongan-anak nan nyeri, ibu bapak linu dan meninggal. Situasi tersebut membuat keresahan Sidharta, apakah semua bani adam mengalami seperti iti? Bintang sartan hidup adalah merupakan penderitaan. Kemudian Sidharta berambisi menjadi pertapa supaya menemukan jawaban dari segala sesuatunya. Selanjutnya dia meninggalkan keraton privat bentuk mencari kebahagiaan batinnya, dan mengarah ke dalam hutan di Bodh Gaya. Dia melakukan pertapaan di bawah pohon dan memperoleh bodhi, yaitu semacam penerangan ataupun kesadaran yang sempurna. Sehingga pohon tersebut dikenal bagaikan pohon Bodhi. Bermula perian 531 SM, Sidharta Gautama dikenal sebagai Sang Budha (artinya yang disinari) pada usianya 35 tahun .
Di dalam ramalan Budha, manusia akan mengalami reinkarnasi, semangat adalah samsara, yang mana samsara dikarenakan maka itu adanya hasrat/ nafsu akan kehidupan. Cara untuk menghentikan penderitaan ialah dengan menindas hawa nafsu melalui 8 jalan (astavidha) antara lain :

  1. Memiiki pemandangan (ajaran) yang benar.
  2. :Memiiki niat atau sikap yang benar.
  3. Berbicara yang sopan.
  4. Melakukan ragam atau bertingkah laku yang bermoral.
  5. :Memiiki penghidupan nan benar.
  6. Bersemedi yang benar.
  7. Berusaha nan benar.
  8. Memperhatikan hal-hal yang benar.

Tripitaka (tiga keranjang) merupakan kitab ikhlas agama Budha yang terdiri dari : Winayapitaka, Sutrantapitaka dan Abdidarmapitaka. Mengenai bahasa yang dipakai dalam tripitaka adalah bahasa Pali. Kejayaan agama budha yakni sreg masa dominasi Raja Ashoka (273 –232 SM) yang mana agama Budha merupakan agama resmi berusul negara. Seiring dengan perkembangan, agama Budha terpecah menjadi 2 peredaran, yaitu :

  1. Budha Mahayana (alat angkut besar), Adalah apabila sendiri mutakadim bisa mencapai nirwana, seharusnya memikirkan orang lain yang masih dalam kesamaran (bersifat terbuka).
  2. Budha Therawadha atau Budha Hinayana (kendaraan boncel), Ialah bagaimana setiap insan dbisa hingga ke nirwana untuk dirinya koteng (bersifat terkatup).

Kancah-tempat suci agama Budha adalah berikut ini :

  • Taman Lumbini di Kapilawastu, yakni tempat kelahiran Budha yaitu pada tahun 563 SM.
  • Bodh-Mode, ialah kancah Budha memperoleh penyinaran, kesadaran tinggi alias bodhi.
  • Sarnath di dekat -Benares, merupakan tempat Budha lakukan pertama kalinya memberikan kotbah ajarannya.
  • Kusinagara, merupakan tempat Budha wafat pada tahun 482 SM.

Umat Budha memestakan Perian Raya Triwaisak yang yakni peringatan berbunga kelahiran, menerima Budhi dan wafatnya Budha, bilamana yang bersamaan dengan momen rembulan purnama pada bulan Mei.

Proses Masuknya Kontrol Hindu-Budha Di Indonesia

Proses dari timbrung dan berkembangnya dominasi India di Indonesia dinamakan ibarat proses penghinduan atau Hinduisasi. Teori yang berkaitan dengan proses penyebaran Hindu-Budha:

  • Teori Waisya : Para pengelana ialah pengusung dan penyebar Hinduisme yang turut ke Indonesi.
  • Teori Brahmana : Para Brahmana yakni penyiar agama Hindu ke Indonesia karena mereka nan tanggulang hal ihwal keyakinan.
  • Teori Ksatria : Para ksatria yang berbuat penaklukan serentak menebarkan Hinduisme, karena para ksatria India sudah mendirikan koloni di Indonesia ataupun di Asia Tenggara.
  • Teori Arus Balik orang Indonesia. Sesudah melakukan pendedahan di India kemudian pulang ke Indonesia dan menyebarkan agama dan budaya India.

Berdasarkan teori di atas boleh jadi teori yang paling merentang bahwa perkembangan di Indonesia adalah teori Brahmana, sebab jika kita tatap pun peninggalan sejarah yang dituliskan dalam Yupa Kutai Kalimantan Timur ternyata penyebarannya lewat sistem seremoni keimanan, yang mana kemampuan/ yang menguasai mengenai hal tersebut adalah para Brahmana.

Partikel-atom berusul kebudayaan India berkarisma kuat kepada budaya yang cak semau di Indonesia. Hanya atom-unsur tulus bermula kebudayaan Indonesia enggak terjadi peleburan, dan juga tak kehilangan karakter Indonesia. Maka terjadilah satu akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dengan kebudayaan Indonesia, sehingga terlahirlah budaya Indonesia yang baru.

Jalan Kerajaan-Kekaisaran Hindu-Budha Di Indonesia dan Berbagai Peninggalannya

Kekaisaran Kutai.

Kekaisaran kutai ialah imperium yang pertama di Indonesia yang terletak di daerah hilir kaman di tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Terdapat 7 batu bersurat pusaka berpangkal Kerajaan Kutai yang ditulis dengan menggunakan bahasa Sanskerta dan berhuruf Pallawa. Seluruh prasasti tertulis di Yupa (tugu yang terbuat dari bujukan yang n kepunyaan kekuatan bagaikan kayu bakal menambatkan hewan yang akan menjadi objek. N domestik Yupa Kutai itu dapat kita ketahui tantang:

  • Berisi alur. Kundungga berputera Acwawarman yang seperti batara matahari, dan Acwawarman berputera tiga – sebagaimana jago merah tiga. Dari ke-3 putra tersebut, Mulawarman raja yang baik, kuat dan juga kuasa. Mulawarman telah melaksanakan kenduri (sedekahan), mengadakan korban, maka didirikanlah tugu oleh para Brahmana.
  • Tempat sedekah. Mulawarman adalah yaitu sunan yang luhur dan juga terkemuka telah menjatah sedekah kepada para Brahmana sebanyak 20.000 ekor lembu di tempat petak nan terlampau tahir “Waprakecvara”.
  • Macam-macam sedekah nan lainnya misalnya : wijen, malai anakan, lampu dan lain-tidak.

Pecah tulisan prasasti peninggalan kerajaan Kutai kita dapat senggang adapun bagaimanakah keadaan sosial, ekonomi dan juga pemerintahannya.

  • Yamtuan Mulawarman merupakan kaisar nan terbesar di Kutai, karena sudah menaklukkan raja-raja yang terserah sekitarnya.
  • Segi sosial Kutai, masyarakatnya mengenal kasta-kasta karena adanya dominasi dari India. Keluarga Kundungga interelasi melaksanakan upacara Vratyastoma, adalah satu upacara penyucian diri untuk masuk di kasta Ksatria.
  • Segi ekonomi, Baginda sudah menyumbangkan sebanyak 20.000 ekor lembu, ini dapat diartikan bahwa peternakan di Kutai telah maju, termasuk kerumahtanggaan satah pertaniannya, sebab kekaisaran Kutai terletak di got bengawan. Sehingga dapat dikatakan bahwa Kutai merupakan kerajaan yang makmur. Tetapi terlazim diketahui bahwa Imperium Kutai pemaafan berpangkal perhatian Cina.

Imperium Tarumanegara

Kekaisaran Tarumanegara terwalak di daerah Jawa Barat yaitu di antara 3 daerah : Karawang – Jakarta – Bogor. 7 biji zakar prasasti yang berhuruf pallawa dan berbahasa Sanksekerta adalah tulangtulangan peninggalannya. Enggak n kepunyaan angka waktu, namun seandainya dilihat berpangkal bentuk hurufnya epigraf tersebut ditulis sekitar abad V Masehi. Ketujuh prasasti tersebut antara lain :

  • Batu bertulis Ciaruteun
  • Prasasti Pasir Awi
  • Batu bersurat Kebon Akta
  • Epigraf Jambu
  • Prasasti Tugu
  • Prasasti Lebak
  • Prasasti Hilir Cianten.

Beralaskan sendang-sendang akan halnya kerajaan Taruma, dapat digambarkan keadaan berasal berbagai aspek semangat antara lain:

– Pemerintahan dan roh masyarakat.

  • Kerajaan Taruma berkembang sekitar puas abad V M.
  • Memerintah n domestik waktu cukup lama.
  • Segel rajanya yang paling kecil terkenal adalah Purnawarman.
  • Rajanya menimang rakyatnya dan erat dengan para Brahmana.
  • Penyembah agama Hindu, aliran Vaisnawa.

– Segi Sosial. Kehidupan dari rakyatnya kondisinya aman dan tenteram.

– Segi ekonomi. Indra penglihatan pencaharian yang pokok yakni perkebunan.

– Ekspor impor juga berkembang. Telah mengenal penanggalan (tanggal 8 paro petheng bulan Palguna sampai dengan tanggal 13 paro terang rembulan Caitra).

– Perekonomian beradab.

Imperium Kaling

Kerajaan Kaling atau Holing terletak di Jawa Perdua. Kaling berasal mulai sejak kata Kalinga yaitu nama mulai sejak sebuah kerajaan yang berada di India Selatan. Sumbernya adalah berita Cina nan menyatakan bahwa kotanya di pagari dengan kayu, keraton rajanya adalah rumah yang bertingkat yang ditutup dengan atap, masyarakatnya adalah tukang menulis dan sekali lagi mengenal ilmu perbintangan. Umum Holing/ Kaling (Jawa) membaiat sendiri sri paduka perempuan yang bernama Simo, dan memegang pemerintahannya dengan tegas dan lagi bijaksana.

Kondisi dari kerajaan Kaling :

– Tadbir dan Nyawa Masyarakat

Ratu Sima memerintah plong tahun 674 Kristen yang sangat dikenal sebagai kanjeng sultan yang tegas, kredibel dan bijaksana. Kejujurannya boleh dibuktikan lega waktu aji Tache ingin menguji keterbukaan rakyat Kaling yaitu dengan meletakkan pundi-pundi nan didlamnya diisi dengan uang jasa dinar di satu jalan, namun sampai tiga tahun lamanya tidak ada nan jantan mengambilnya.

– Keadaan sosial dan ekonomi imperium Kaling

Masyarakatnya sebagian besar adalah bermatapencaharian umpama penanam karena wilayahnya yang berkecukupan. Perekonomiannya sudah banyak penduduknya yang melakukan kegiatan perniagaan malah sudah ada hubungan dengan Cina.

Kekaisaran Kanjuruhan

Kerajaan Kanjuruhan terletak di dempang dengan kota Malang sekarang yaitu termuat dalam wilayah Jawa Timur. Kekaisaran Kanjuruhan terdapat di dalam prasasti Dinaya yang ditemukan di sebelah barat laut Malang. Angka tahunnya ialah tertulis dengan Candrasengkala yang bunyinya adalah NAYAMA VAYU RASA = 682 Caka = 760 Kristen. Prasasti Dinaya memvisualkan bahwa di abad 8 terdapat kerajaan yang mempunyai resep di Kanjuruhan yang dipimpin maka dari itu sendiri paduka tuan yang bernama Dewa Simha. Engkau memiliki seorang putra yang bernama Liswa. Pasca- panjat tahta melalui satu ritual abhiseka Liswa bernama Gajayana. Kemudian Liswa punya nona nan bernama Utteyana nan kemudian wasilah dengan Janania.

Gajayana beragama Hindu Siwa, anda kembali mendirikan tempat deifikasi untuk Dewa Agastya dan sreg jaman sekarang dikenal bagaikan candi Pelawak. Disebutkan juga, pada awalnya arca nan terbuat semenjak kayu cendana, lalu digantikan dengan batu hitam.

Imperium Sriwijaya

Kekaisaran Sriwijaya berdiri lega awad VII Masehi yang terletak di Sumatra Selatan, dekat Palembang kini. Pusat pemerintahannya yaitu masih belum dapat dipastikan, namun sebagian raksasa tukang beriman bahwa Palembang perumpamaan sosi dari kerajaan Sriwijaya. Bahwa Kerajaan Sriwijaya adalah pokok dari agama Budha di Asia Tenggara seperti nan diceritakan oleh I Tsing yakni sendiri musafir Cina yang sparing paramasastra Sansekerta di Sriwijaya.

Berikut merupakan beberapa prasasti peninggalan Sriwijaya :
– Prasasti Kedukan Bukit
– Epigraf Talang Tuo.
– Prasasti Karang Brahi.
– Kota Kapur di Bangka.
– Prasasti Palas Pasemah.

– Prasasti Telaga Batu.
– Batu bertulis Bukit Siguntang.

– Prasasti Ligor di tanah rigai Kra. termasuk angka tahun 755 M

Faktor-faktor yang menjadikan Sriwijaya menjadi kekaisaran yang besar, kelautan nasional Indonesia merupakan:

  • Faktor geografis. Mempunyai letak yang strategis di jalur dagang antara India dan Tiongkok.
  • Muara batang air di Sumatera lebar dan lagi landai sehingga mudah bikin dilayari.
  • Faktor ekonomis. Kawasan Sumatera mempunyai banyak hasil yang boleh diperdagangkan, perumpamaan contoh adalah kura, gading, kapur barus dan lain sebagainya.
  • Kemunduran dari kerajaan Funan di Vietnam sebagai akibat pecah serangan Kamboja kemudian digantikan oleh Kerajaan Sriwijaya, cepat berkembang sebagai negara bahari.

Sri paduka nan sangat terkenal adalah Raja Balaputradewa yang merupakan keturunan berpunca Dinasti Syailendra dan pada musim pemerintahannya Sriwijaya mencecah masa keemasan. Sriwijaya telah melakukan persaudaraan dengan Cina dan India yang tertuang dalam epigraf Nalanda yang menyebutkan telah dibangun oleh Aji Dewapaladewa dari Benggala sebuah biara.

Menurut berita I Tsing bahwa Sriwijaya maju dalam agama Budha dan pula punya peran sebagai sentral ekspansi guna-guna pengetahuan dan pusat agama Budha. Sakyakirti adalah merupakan Pendeta Budha nan terkenal. Para Mahasiswa yang datang dari asing provinsi ke Sriwijaya terlebih dahulu, sebelum melanjutkan belajar ke India. Candi peninggalan Sriwijaya ialah terdapat di Hilir Takus dekat wai Kampar di daerah Riau, juga di Ardi Siguntang yang ditemukannya Arca Budha

Kerajaan Sriwijaya merupakan siasat ekspor impor, dan menjadikannya seumpama negara yang kaya lakukan rakyatnya, laksana bandar nan dilalaui oleh kapal-kapal kulak, memperoleh pemasukan dari sektor pajak. Komoditi dari Sriwijaya nan banyak diperdagangkan antara alin meliputi gading, beras, rempah-rempah, emas, kayu manis, kemenyan dan enggak-tak. Karena Kerajaan Sriwijaya adlah adalah negara maritim maka Sriwijaya mengandalkan perekonomiannya terbit kegiatan perbelanjaan dan hasil laut. Lakukan menciptakan pengukuhan wilayahnya maka kerajaan Sriwijaya membentuk armada laut yang kuat dan tangguh, agar bisa menyelesaikan dari bujukan puas jongkong perkulakan laut.

Faktor penyebab kebangkrutan Kekaisaran Sriwijaya antara tidak faktor : a). Ekonomi : Imperium Sriwijaya mengalami kemunduran sreg abad ke X Masehi, pasca- adanya persaingan ekonomi antara Imperium Sriwijaya dengan Kekaisaran Medang yang ada di Jawa Timur. b). Faktor Polotik : Kerajaan Sriwijaya yang pada awalnya berhubungan baik dengan Colamandala, kemudian lega karenanya malah menjadi musuh, Colamandala mengamati 2 kali adalah puas tahun 1023 dan 1068 M ke Sriwijaya. Meskipun terjangan tersebut tidak berakibat hancurnya Kerajaan Srwiwijaya sahaja tetap saja memperlemah pemerintahan di Sriwijaya. c). Faktor provinsi: Banyaknya kewedanan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya nan melepaskan diri dari Srwiwijaya, misalnya Kerajaan Singasari yang mengupas ke Sriwijaya melalui ekspedisi Pamalayu (1275). Bidasan Kerajaan Majapahit lega tahun 1377 yang menjadian penentu berakhirnya Sriwijaya.

Kekaisaran Mataram Hindu ataupun Mataram Lama di Jawa Tengah.

Prasasti Canggal yaitu memperalat bahasa sanskerta dan hurufnya adalah dengan fonem pallawa dan ditandai dengan Candrasengkala Cruti Indria Rasa = 654 C = 732 M. Penemuannya yakni di desa Canggal, provinsi Kedu dempet desa Sleman, provinsi Yogya.  Adapun isinya yakni asal-usul Sanjaya dan pembangunan lingga di ancala Stirangga.

Bakal nama-nama kanjeng sultan-rajanya yang pernah memerintah antara lain:

Urutan Raja Mataram Kuno
Urutan Ratu Mataram Kuno

Kerajaan Mataram di Jawa Timur.

Kerajaan Mataram yang ada di Jawa Timur ini buruk perut juga dikenal dengan nama kerajaan Delik bangas. Mpu Sindok adalah yakni penguasa baru di wilayah Jawa Timur serta mendirikan wangsa Icyana keturunan Mpu Sindok setakat dengan Airlangga nan tertulis di Prasasti Calcuta (1042 Masehi) yang dikeluarkan oleh Airlangga. Adapun isinya merupakan :
– Menjelaskan silsilah Airlangga.
– Peristiwa penyerangan raja Wora-Wari.
– Pelarian dari Airlangga condong ke hutan Wonogiri.
– Pendirian pertapaan di Pucangan.
– Airlangga mengamalkan peperangan melawan prabu Wengker.

Tadbir Mpu Sindok berlantas dari tahun 928 – 949 Masehi dan kemudian muncul Raja Dharmawangsa nan memiliki masa tadbir pada waktu 991 – 1016 Serani. Raja Dharmawangsa bertujuan menyerang Kerajaan Sriwijaya, sekadar belum berakibat. Pemerintahannya diakhiri dengan adanya peristiwa Pralaya yaitu peristiwa penyerbuan raja Wora-Wari yang mana istana bersumber Emir Dharmawangsa mengalami kehancuran.

Kemudian Dharmawangsa digantikan maka itu Airlangga yang berhasil mendirikan juga imperium Medang di Jawa Timur. Paduka tuan Airlangga adalah ialah emir yang bijaksana, yang digambarkan sebagai betara Wisnu. Akan halnya hasil sastra yang terkenal adalah Buku Arjunawiwaha coretan Mpu Kanwa.

Kemudian di akhir perian pemerintahannya, Airangga membagi kerjaan menjadi 2 kerajaan yaitu Imperium Jenggala dan Kerajaan Kediri. Kemudian Airlangga wafat di periode 1049 Kristen.

Kerajaan Kediri ( tahun 1042 – 1222)

Raja Kediri yang pertama yaitu Bamecwara yang n kepunyaan mas pemerintahan dari perian 1117 – 1130 M, lampau diganti oleh Jayabaya 1135 – 1157 M. Yang dipertuan Jayabaya terkenal dengan ramalan-ramalannya – Paser Jayabaya.

Hasil sastra sreg periode pemerintahan Jayabaya antara lain :
a. Kitab Bharatayuda maka itu Mpu Sedah dan Panuluh.
b. Kitab Gatotkacasraya yakni tulisan Mpu panuluh.
c. Kitab Hariwangsa merupakan karangan Mpu Panuluh.

Urutan Raja Kediri nan seterusnya adalah :

  • Sarvecvara
  • Aryyaecvara
  • Kracaradipagandra.
  • Kamecvara
  • Raja Kertajaya 1194 – 1222, ialah raja nan terakhir berusul Kekaisaran Kediri yang dikalahkan Ken Arok.

Imperium Singasari (Tahun 1222 – 1292).

Daya Pararaton dan Negarakertagama adalah yaitu sumber sejarah mengenai Kerajaan Singasari ditambah dengan batu bersurat-batu bersurat peninggalannya.

  • Pararaton/ Katuturanira Ken Arok menceritakan riwayat semenjak Ken Arok terbit lahir hingga Ken Arok menjadi raja dan urutan raja-emir yang telah memerintah di Kekaisaran Singasari.
  • Negarakertagama (notulis Prapanca)  menceritakan mengenai penglihatan filsafat, keindahan kraton Majapahit, penjelajahan murni dari Hayam Wuruk ke tempat percandian leluhurnya antara lain ke Singasari. Di dalamnya juga memuat riwayat dari Ken Arok.

Raja purwa di Kerajaan Singasari merupakan Ken Arok. Sesudah menjagal Liwa Ametung (Akuwu di Tumapel) kemudian Ken Arok bisa mengalahkan Kertajaya nan ialah Kanjeng sultan dari Kediri sreg pertempuran Ganter 1222. Suntuk Ken luak yang merupakan gendak  bersumber Tunggul Ametung dipersunting oleh Ken Arok nan menurut ramalan Ken Dedes akan menurunkan raja-raja yang besar. Kemudian Ken Arok meninggal karena dibunuh maka dari itu Anusapati nan merupakan momongan tirinya, maka Anusapati menjadi paduka tuan penggantinya. Kemudian Tohjaya yang adalah momongan Ken Arok dengan Ken Umang melakukan balas dendam kepada Anusapati yaitu dengan membunuhnya. Kemudian Tohjaya cuma beberapa rembulan sahaja memerintah sebab terjadi suatu pemberontakan dan puas peritiwa itu Tohjaya terbunuh. Kemudian Ronggowuni sebagai raja dan Mahisa Campaka umpama mangkubumi memerintah Singasari sekeliling 20 masa.

Kemudian Kertanegara nan merupakan putera semenjak Ronggowuni mengoper menjadi raja Singasari, dan di pangkal  pemerintahan raja Kertanegara Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaannya. Gagasan berpunca Kertanegara adalah menyatukan seluruh kerajaan-kerajaan yang suka-suka di Nusantara di sumber akar Kerajaan Singasari. Gagasan tersebut dikenal perumpamaan Wawasan Nusantara I. Situasi yang dilakukan oleh Kertanegara bikin mencapa situasi tersebut yakni dengan kaidah :

  • Melakukan ekstensi daerah dan berbuat hubungan dengan luar negeri. Kertanegra mengerjakan pengiriman ekpedisi menuju ke daerah Sumatra nan kemudian kita kenal andai ekspedisi Pamalayu yakni di tahun 1275 M. Selain itu Raja Kertanegara melakukan kerjasama dengan Campa bagi secara serampak menghadapi Ku Bilur-bilur Khan yang berasal dari Cina karena dianggap umpama gaham oleh Raja Kertanegara.
  • Struktur Pemerintahan Singasari sudah contoh. Sultan adalah penguasa tertinggi yang didampingi oleh dewan penasehat. Kemudian di bawahnya terdapat pegawai-pegawai yang mengintai di berjenis-jenis bidang, misalnya di rataan pertahanan, agama dan permukaan lainnya.
  • Vitalitas Agama. Secara serentak Agama Hindu dan Agama Budha berkembang di Singasari di masa rezim raja Kertanegara. Tuanku Kertanegara memeluk Ciwa-Budha, terjadi sinkretisme (penggabungan) antara agama Hindu-Budha. Kertanegara menganut rotasi Tantrayana.

Karena Raja Kertanegara banyak mengangkut ke luar kawasan maka Singasari menjadi sepi, maka kondisi itulah yang dimanfaatkan makanya syah Kediri yaitu Jayakatwang bakal mengkritik Kerajaan Singasari. Dalam peristiwa tersebut Kanjeng sultan Kertanegara meninggal, dicandikan di 2 medan yaitu di Candi Jawi dan candi Singasari.

Kemudian Raden Wijaya yang dibantu makanya pasukan Tar-Tar (Cina) boleh mengalahkan Jayakatwang. Kemudian mendirikan imperium yang bernama Majapahit. Kaisar Kertanegara merupakan sinuhun yang keladak dan terbesar di kerajaan Singasari, diabadikan di beberapa titik/ bekas. Terkenal Patung Kertanegara yang bernama Joko Dolog di Surabaya. Wafatnya bersumber Sinuhun Kertanegara adalah penutup dari riwayat kerajaan Singasari.

Imperium Majapahit

Perigi-mata air sejarah Majapahit

Adapun cak bagi mata air album dari kerajaan ajapahit antar lain meliputi:

– Epigraf Kudadu
– Kitab Negarakertagama
– Kitab Pararaton
– Persendian kidung, ibarat contoh adalah Kidung Ronggolawe, Kidung Sundayana
– Prasasti-prasasti nan ialah peninggalan kanjeng sultan Majapahit
– Berita-berita Cina, contohnya kitab Ying Yai Sheng Lan karangan Ma Huan dan juga catatan-catatan kerumahtanggaan tambo dinasti Ming.

Berdirinya Majapahit

Sehabis kerajaan Singasari hancur, kemudian Raden Wijaya dengan bersama-sama para pengikutnya lari sebab dikejar oleh tentara Kediri. Setakat di desa Kudadu memperoleh pertolongan dari kepala desa Kudadu, lalu Raden Wijaya melanjutkan perjalanannya  membidik ke Madura dan meminta perlindungan kepada Aria Wiraraja.

Raden Wijaya disuruh cak bagi berpura-pundi-pundi menyatakan tungkul dan takluk, kemudian pasca- dipercaya maka itu Jayakatwang agar minta daerah di pangan Tarik. Kemudian di Tarik itulah Raden Wijaya mendirikan suatu imperium yang kemudian dikenal dengan sebutan Kerajaan Majapahit

Yamtuan-pangeran yang memerintah di Majapahit

– Paduka tuan nan permulaan adalah Raden Wijaya. Beliau bergelar Kertarajasa Jaya Wardana (1293-1309 M). Raden wijaya menikah dengan ke empat puteri berpangkal Kertanegara merupakan bernama 1). Dyah Dewi Tribuwaneswari (permaisuri), 2). Dyah Haur Narendraduhita, 3). Dyah Dewi Prajnaparamita, dan 4). Dyah Dewi Gayatri. Diduga Raden Wijaya mengawini putri Kertanegara yakni berlatar birit politik, cak agar bukan terjadi perebutan pengaruh.

– Selepas Raden Wijaya meninggal, kemudian digantikan maka itu Jayanegara ataupun Kala Gemet di tahun 1309. Plong masa pemerintahannya banyak terjadi pemberontakan karena beliau merupakan kaisar yang lemah. Akan halnya pemberontaan yang terjadi antara lain:

  • Pemberontakan Ronggolawe, bisa diatasi
  • Pemberontakan Lembu Sora, boleh dipadamkan.
  • Pemberontakan Nambi, bisa diatasi
  • Pemberontakan Kuti sreg tahun 1319, dapat diatasi membujur jasa dari Gajah Mada, kemudain Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan dan di perian 1321 Gajah Mada diangkat menjadi Perdana Daha.

– Tribuwanatunggadewi (1328-1350 M). Dikarenakan Jayanegara lain memiliki putra, tahta agar jatuh ke Gayatri. Namun Gayatri mengidas menjadi Biksuni, maka Tribuwanatunggadewi putrinya ditunjuk bagaikan wakil dan diangkatlah menjadi raja yang mempunyai gelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardani. Lega masa pemerintahannya terjadi pemberontakan Sadeng dan pemberontakan Keta, namun semuanya bisa diatasi maka dari itu Gajah Mada yang sudah diangkat ibarat bendahara Majapahit.
Pada tahun upacara pelantikan dari Gajah Mada sebagai Mangkubumi dari kekaisaran Majapahit tahun 1331, Gajah Mada mengucapkan laknat yang kita kenal andai Sumpah Palapa yaitu bahwa Bendahara Gajah Mada tidak akan makan Palapa, bukan akan bersenang-senang/ istirahat sebelum seluruh Nusantara dapat bersatu dibawah pengaturan Majapahit.
Karena di tahun 1350 Gayatri telah wafat, maka Tribuwanatunggadewi nan merupakan wakil dari ibunya buru-buru drop tahta, kemudian beliau menyerahkan tahtanya kepada putranya nan bernama Hayam Wuruk.

– Hayam Wuruk (1350-1389 M)
Hari keemasan dari Kerajaan Majpahit adalah di masa tadbir Hayam Wuruk karena sumpah palapa yang diucapkan Gajah Mada dapat tercapai dan burung laut disebut bagaikan Wawasan Nusantara II. Wilayah kontrol dari imperium Majapahit, hampir sama dengan wilayah Republik Indonesia, maka berpunca itu Majapahit disebut umpama Negara Maritim Nasional II.

Majapahit adalah perumpamaan pusat perniagaan di Asia Tenggara lega detik itu. Terwalak hubungan dengan negara lain misalnya Siam, Ligor, Birma, Kamboja dan Annam.

Hasil sastra pada jaman Majapahit yaitu:

  • Kitab Negarakertagama karangan Prapanca
  • Kitab Sutasoma tulisan Tantular.

Terdapat Kitab “Kutaramanawa” yang di dalamnya tentang sifat syariat nan ada di Majapahit. Sepeninggal dari Sunan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Kerajaan Majapahit mengalami kebangkrutan. bak penggantinya adalah puterinya yang bernama Kusumawardhani.

– Kaisar Kusumawardhani (1389-1429 M)
Di hari pemerintahan Prabu Kusumawardhani mutakadim terjadi perang plasenta dengan Wirabhumi yang dikenal sebagai perang Paregreg da berparak dengan terbunuhnya Wirabhumi. Selepas Kusumawardhani, selanjutnya berendeng-rendeng yaitu sebagai berikut:

1). Haur Suhita (1429-1447 Kristen)
2). Bhre Tumapel (1447-1451 Masehi)
3). Bhre Kahuripan (1451-1453 Kristen)
4). Purwawisesa (1457-1467 Masehi)
5). Pandanalas (1467-1478 Kristen)

Berakhirnya tadbir Pandanalas, kemudian diganti dengan pemerintahan Giridrawardhana. Pada tahun inilah Kekaisaran Majapahit start mengaret dan kemudian mengalami keruntuhan. Adapun sebab-sebab runtuhnya imperium Majapahit ialah sebagai berikut:

a. Faktor Kebijakan.
DSetelah Gajah Mada meninggal provinsi nan luas tidak dapat dipertahankan.

b. Faktor Ekonomi
Majapahit bisa menyatukan wilayah pertanian dengan persinggahan, kemudian setelah ada pengiriman barang dari Cina, maka para dermaga lebih doyan langsung berhubungan dengan asing negeri. Pangkalan kian demokratis, berusaha untuk membedakan diri bersumber kekuasaan Kerajaan Majapahit.

c. Faktor Agama
Penyerantaan Islam di wilayah Asia Tenggara lewat jalur perdagangan mempengaruhi para bom, mereka beragama Selam, sementara itu Majapahit masih Hindu. Para bandar menumpu Majapahit. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa adanya serangan bersumber Imperium Demak. Di kerumahtanggaan serat Kondo dan Babad Persil Melayu runtuhnya Majapahit ditengarai dengan candra sangkala: Meruap Ilang Kertaning Bumi : 1400 C = 1478 M.

Peninggalan-Peninggalan Sejarah Yang Bercorak Hindu-Budha

Seni bangun

Adapun pusaka-pusaka berusul ki kenangan banyak jenisnya, misalnya tetapi komplek percandian, pemandian, keraton, makam. Candi merupakan peninggalan yang berwujud komplek bangunan yang memiliki rasam Hindu, sedangkan buat nan memiliki sifat Budhis dinamakan Stupa, Stupika. Contoh candi Hindu yang terdapat di Jawa Tengah ialah Candi Prambanan. Kemujaraban candi prambanan ialah yakni sebagai panggung pemuliaan (kuil). Candi ini terdiri atas Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Gedung candi prambanan yang tertinggi terdapat di tengah nan berkepribadian Siwa. Pada rubrik candi kita menemukan arca Durga Mahisasuramardini dan dikenal dengan stempel Roro Jongrang. Kisahan ramayana terdapat di relief dari candi prambanan. Contoh candi hindu di Jawa Tengah yang lainnya adalah candi Gedong Sango, Tuanku Baka, Candi Kalasan, percandian Dieng dan enggak-tak. Sedangkan di wilayah Jawa Timur misalnya candi Kidal, Candi Panataran, candi Singasari, dan juga kompleks percandian di Trowulan Mojokerto.

Arketipe candi yang bersifat budhis misalnya candi Muara takus di wilayah Jambi ibarat peninggalan kekaisaran Sriwijaya, Candi Borobudur, candi Mendut dan candi Pawon. Arti gedung seperti ini yaitu kerjakan palagan ibadah. Jaman sekarang ini candi-candi tersebut masih dipergunakan lakukan umat Budha untuk upacara memperingati periode Waisak.

Di samping ke-2 konstruksi yang bersejarah tersebut, berikut beberapa peninggalan memori dari tahun Hindu dan Budha yang mutakadim pertalian ditemukan seperti nan tertera dalam grafik berikut:

Prasasti Canggal adalah merupakan riuk suatu prasasti yang berhubungan dengan mandu kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah.

Seni Rupa dan Seni Ukir.

Kontrol bersumber India membawa perkembangan di permukaan seni rupa dan bidang seni ukir/ pahat karena adanya proses akulturasi. Sebagai contoh yakni tatahan nan terdapat di dinding candi Borobudur yang yaitu relief tentang riwayat dari Budha,  tatahan ini dikenal dengan nama Karma Wibangga.

Sistem Kemasyarakatan.

Sistem kasta adalah pengelompokan dari masyarakat yang didasarkan pada tingkat atau derajad orang yang berkepentingan. Setiap orang telah ditentukan kastanya. Terwalak 4 kasta yaitu kasta Brahmana, kasta Ksatria, kasta Weisya dan kasta Sudra.

Filsafat dan Sistem Ajun.

Kepercayaan kudrati dari nasion Indonesia merupakan animisme dan dinamisme. Beriktikad adanya roh setelah sepi, ialah sebagai roh halus. Karena kehidupan roh halus tersebut punya kekuatan maka roh leluhur dipuja. Walaupun mutakadim ikut dominasi berusul India tidak menyebabkan pemujaan terhadap roh nini moyang hilang nan dapat tampak sreg kepentingan candi. Fungsi candi di India merupakan bak tempat pemujaan, tetapi di Indonesia keistimewaan bersumber candi selain misal bekas pemujaan, juga punya kelebihan sebagai makam raja dan untuk menyimpan abu jenazah raja yang sudah lalu wafat. Boleh terlihat adanya pripih tempat untuk menyimpan duli jenazah, dan di atasnya didirikan patung pangeran nan berbentuk mirip dewa. Peristiwa ini adalah merupakan perpaduan antara maslahat candi di India dengan pemujaan roh nenek moyang yang ada di Indonesia.

Sistem Rezim

Sesudah kekuasaan berpunca India timbrung ke Indonesia, kedudukan bermula penasihat diubah menjadi raja dan wilayahnya dinamakan kerajaan. Rajanya dinobatkan dengan melalui upacara Abhiseka, dan lazimnya namanya akan ditambah “warman”. Buat contohnya adalah di Kerajaan Kutai, Taruma dan enggak-lain. Bukti adanya akulturasi di latar rezim, contohnya yakni  syah harus mempunyai wibawa dan dipandang n kepunyaan kesaktian (kekuatan gaib), seperti para Tuanku disembah menunjukkan adanya pemujaan Dewa Raja.

Seni Sastra dan Aksara

Hasil sastra yang punya rencana prosa atau puisi isinya antara tak mengenai tutur (pitutur : kitab keagamaan), kitab Hukum (Undang-Undang), dan wiracarita (keberanian). Wiracarita yang cukup tenar adalah Kitab Ramayana dan Mahabarata. Unjuk wiracarita gubahan dari pujangga Indonesia contohnya yakni Kitab Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan pun Mpu Panuluh. Dengan jalan abjad Pallawa berpangkal India ke Indonesia, menyebabkan berkembangnya karya-karya sastra. Contohnya adalah karya-karya sastra Jawa kuno. Abc Nagari (dari India) nan disertai huruf Bali historis (dari Indonesia).

Baca lagi : Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer dan Kondisi Geografis dan Penduduk Di Indonesia (Les IPS SMP/ MTs Kelas VII)

*)
Semua Materi IPS SMP dapat dilihat di
:


Rangkuman Materi Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas bawah VII

Demikianlah artikel IPS di blog Aanwijzing.com mengenai
Urut-urutan Masyarakat Pada Masa Hindu-Budha Di Indonesia
yang semoga bermanfaat.

Source: https://www.aanwijzing.com/2016/10/Perkembangan-Masyarakat-di-Masa-Hindu-Budha-Di-Indonesia-Pelajaran-IPS-SMP-MTs-Kelas-VII.html