Modul Bahan Ajar Materi Kalor Dan Perpindahannya Kelas 7 Smp

Bahan Bimbing

PENDAHULUAN Hallo anak-anak apa proklamasi? Semoga semua internal peristiwa sehat sehingga dapat mempelajari materi di modul ini dengan baik. Ketika ini anak-anak tengah kaya pada kegiatan membiasakan 1 dalam modul Kalor dan Perpindahannya. Kegiatan Membiasakan 1 akan meributkan tentang pengertian Kalor serta Kalor dan Perubahan Suhu Benda. Tujuan dibuatnya modul ini yakni agar dapat memfasilitasi peserta didik intern memahami Materi Kalor dan Perpindahannya. Selain itu diharapkan, dengan adanya modul ini pesuluh bimbing dapat belajar sesuai dengan kelancaran membiasakan tiap-tiap peserta asuh karena modul ini diperuntukkan pada pemakaian distingtif. Bagaiamana anak-anak asuh? Sudah Siap Belajar? Mari kita tiba. Selamat Belajar. 1

DAFTAR ISI PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………….. 1 DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………. 2 MATRIKS PENGALAMAN Membiasakan ………………………………………………….. 3 Ilham PENGGUNAAN MODUL …………………………………………………… 5 PETA KONSEP ……………………………………………………………………………………….. 6 Kegiatan Sparing 1 Hangat api dan Perubahan Suhu ……………………………………………………………………… 8 A. Pengertian Kalor 9 B. Kalor dan Perubahan Guru Benda …………………………………………………. 10 C. Rangkuman ………………………………………………………………………………………… 12 D. Evaluasi ………………………………………………………………………………………………. 12 Kegiatan Belajar 2 Kalor pada Perlintasan Wujud Benda ………………………………………………………. 14 A. Kalor pada Perubahan Wujud Benda ………………………………………………….. 14 B. Macam – Varietas Perubahan Wujud ……………………………………………………. 15 C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penguapan ……………………………………. 16 D. Azas Black ………………………………………………………………………………………….. 17 E. Rangkuman ………………………………………………………………………………………… 18 F. Evaluasi ………………………………………………………………………………………………. 19 Kegiatan Berlatih 3 Perpindahan Bahang …………………………………………………………………………………. 20 A. Perpindahan Panas api ……………………………………………………………………………… 21 B. Aplikasi Perpindahan Kalor dalam Atma Sehari-hari 24 C. Rangkuman…………………………………………………………………………………………. 25 D. Evaluasi ………………………………………………………………………………………………. 25 Daftar bacaan ……………………………………………………………………………….. 27 2

PEMETAAN ANALISIS Korban AJAR No KD Indikator Materi Pengalaman Perigi Bentuk Belajar Membiasakan bahan Ajar 1 3.4 Menganalisis Pengertia Membaca Teks Link Bacaan Menganalisis konsep panas api n Kalor tentang youtube dilengkapi konsep temperatur, (Perjumpaan signifikansi kalor. https://www dengan pemuaian,kal 1) Dilanjutkan .youtube.co gambar, or, dengan mengaram m/watch?v= tayangan perpindahan video tentang rsdaSSu7TF video kalor, dan konsep M tentang penerapannya kalor.Membuat bahang, dalam resume ataupun soal-tanya spirit catatan penting tuntunan sehari-hari tentang kalor termasuk bersendikan mekanisme tayangan video menjaga dan sentral paket 2 kestabilan Menganalisis Hangat api dan Membaca Bacaan Praktikum LKPD, Teks hawa tubuh pengaruh Perubaha mengenai bahang dan mandiri dilengkapi pada bahang dengan n Suhu persilihan guru gambar, manusiadan temperatur benda Benda benda. soal-soal hewan (Pertemuan Dilanjutkan kursus 1) dengan praktikum adapun Kalor dapat meniadakan suhu suatu benda. Serta diskusi tentang kalor dapat mengubah guru suatu benda, mendokumentasi kan hasil praktikum mandiri. Mengirimkan hasil dokumentasi video pada google clasroom 3. Menganalisis Hangat api Membaca Teks Link Wacana Pengaruh pada tentang kalor youtube dilengkapi kalor terhadap perubahan Perubaha pada perubahan https://www dengan wujud benda. n Wujud wujud benda. .youtube.co gambar, Benda Mengaram video m/watch?v= tayangan (Pertemuan akan halnya bahang sTd0a-zrLk video, 2) plong perubahan A&feature= LKPD, soal wujud benda. youtu.be – soal kursus 3

Dilanjutkan Praktikum akan halnya dengan mandiri kalor pada praktikum persilihan tentang Panas api wujud benda dapat menyangkal suhu suatu benda. Serta sumbang saran tentang kalor dapat mengubah suhu satu benda, mendokumentasi kan hasil praktikum mandiri. Mengirimkan hasil dokumentasi video plong google clasroom 4. Menganalisis Perpinda Membaca Teks, Link Teks perpindahan han kalor Mengaram video youtube dilengkapi Kalor secara tentang https://www dengan radiasi, perpindahan .youtube.co gambar, konveksi dan kalor. m/watch?v= tayangan konduksi Dilanjutkan k-Y5L44_1 video, (Pertemuan dengan AU LKPD, soal 3) praktikum – soal tuntunan mengenai Praktikum akan halnya pengungsian mandiri perpindahan kalor. Serta panas api diskusi mengenai hijrah bahang, mendokumentasi kan hasil praktikum mandiri. Mengangkut hasil dokumentasi video pada google clasroom 4

PETUNJUK Pendayagunaan MODUL Kerjakan mempelajari modul ini ada beberapa keadaan yang harus diperhatikan oleh pesuluh didik, yaitu perumpamaan berikut: 1. Buat mempelajari modul ini haruslah berurutan, karena materi sebelumnya menjadi keharusan lakukan mempelajari materi berikutnya. 2. Ikutilah kegiatan belajar yang disajikan kerumahtanggaan modul ini, dan perhatikan petunjuk mempelajari kegiatan belajar yang cak semau puas setiap awal kegiatan membiasakan. 3. Ulangi apabila kamu sedikit memaklumi materi yang disajikan, lanjutkan seandainya dia sudah membereskan materi. 4. Kerjakanlah soal Uji Kompetensi setelah kamu mempelajari semua kegiatan membiasakan 5

PETA KONSEP 6

Kegiatan Belajar 1 Bahang dan Perubahan Suhu 7

Kegiatan Belajar 1 Bahang dan Perubahan Hawa Kompetensi Dasar 3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan hangat api, dan penerapannya dalam spirit sehari-tahun termuat mekanis menjaga kestabilan temperatur tubuh puas manusia dan hewan 4.4 Berbuat percobaan untuk menyelidiki dominasi panas api terhadap guru dan wujud benda serta hijrah kalor Indikator 3.4.1 Menganalisis konsep panas api 3.4.2 Menganalisis Pengaruh kalor terhadap perubahan temperatur benda. 4.4.1 Menanyai pengaruh kalor terhadap peralihan suhu benda Intensi  Melampaui tayangan video tentang konsep bahang di Channel Youtube dengan link https://www.youtube.com/watch?v=rsdaSSu7TFM, petatar didik boleh menganalisis konsep bahang dengan tepat  Melalui percobaan sederhana tentang bahang mengubah suhu dan wujud benda, peserta tuntun dapat menganalisis dominasi kalor terhadap pertukaran suhu benda dengan benar.  Melalui kegiatan pendedahan, pelajar asuh dapat menerapkan sikap kesetiaan dengan mengumpulkan tugas tepat waktu. Petunjuk Mempelajari Kegiatan Berlatih 1 1. Awali Belajarmu dengan berdo’a. 2. Sebelum membaca Kegiatan Membiasakan 1 Silahkan kalian saksikan video lega link youtube berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=rsdaSSu7TFM dan kaitkan pemahaman yang anda terima dari tayangan video dengan Kegiatan Belajar 1 3. Baca dan pahami uraian materi yang ada pada Kegiatan Belajar 1 secara runtut halaman per halaman. 4. Kerjakan soal Evaluasi sreg Kegiatan Berlatih 1 secara mandiri kerjakan mengukur kemampuanmu mengenai konsep panas api dan pengaruh panas api lega master benda. 5. Akhiri belajarmu dengan do’a 8

Segala nan akan terjadi seandainya kamu menempelkan tanganmu ke baju nan yunior saja disetrika? Tanganmu akan terasa bertambah panas kuku. Keserasian ini disebabkan karena adanya kalor. Dalam kehidupan sehari-hari, bahang dikenal dengan istilah panas. Panas api berlainan dengan suhu, karena suhu adalah energi yang dimiliki oleh partikel penggubah benda sedangkan kalor yaitu satu kuantitas atau kuantitas semok baik yang diserap alias yang dilepaskan oleh benda. Nah untuk lebih jelasnya yuk ikuti penjelasan berikut ini! A. Denotasi Kalor Energi panas yang mengalir dari benda yang bersuhu lebih tataran ke benda yang bersuhu lebih minus disebut bahang. Secara alami hangat api selalu bergerak bermula benda nan bersuhu lebih tinggi (sensual) ke benda nan bersuhu lebih rendah (adem). Kamu enggak bisa jadi berambisi campah apabila kamu tegak di intim api kan? Gambar1. Kalor Berpindah berpokok benda bersuhu panjang ke benda bersuhu kurang Panas api diukur dalam satuan kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan kerjakan menaikkan suhu sebesar 1oC bersumber 1 gram air. Satuan kalor dalam SI adalah Joule. Satu kalori setara dengan 4,184 Joule, dan bosor makan dibulatkan menjadi 4,2 Joule. Organ pengukur kalor adalah kalorimeter. Tubuh kamu menyangkal sebagian makanan menjadi energi sensual. Energi semok yang disediakan oleh makanan diukur dalam kilokalori, majuh disingkat kkal alias Kal (dengan K lambang bunyi kapital). Satu Kal makanan begitu juga 1.000 kalori. Setiap makanan kemasan harus tersurat kandungan energinya. Gambar 2. Penggubah makanan kelongsong diharuskan mencantumkan perut energi yang terdapat pada alat pencernaan itu. 9

B. Kalor dan Perubahan Hawa Benda Apa nan terjadi bila air diberi kalor? Samakah hangat api nan dibutuhkan untuk memasak air 100 ml dan 200 ml? Lampau apabila kita memanaskan air dan minyak, mana yang duluan erotis? Air atau minyak? Apakah kalian relasi membentuk air hangat kerjakan mandi pada saat pagi hari atau malam perian? Nah untuk membuat air hangat maka kalian akan terlebih dahulu memasak air sampai mendidih, kemudian mencampurkannya dengan air nan ada di umpama. Padalah Ketika kalian mencampur air panas dan air biasa maka disitu akan terjadi evakuasi energi kalor dari air panas menjurus air tawar rasa sebatas suhu air tersebut menjadi selaras. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kalor dapat mengubah temperatur suatu benda. Kalor yang diperlukan buat memanjatkan suhu benda hingga suhu tertentu dipengaruhi juga oleh jenis benda. Besaran yang digunakan untuk menunjukkan hal ini adalah kalor macam merupakan panas api yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 kg benda sehingga suhunya naik 1 K. Hubungan antara Joule dan kalori dinyatakan bagaikan berikut. 1 Kalori = 4,2 Joule alias 1 Joule = 0,24 kalori Tabulasi 1. Panas api Diversifikasi bilang bahan Berasal dua aktifitas nan kalian kerjakan, maka bisa disimpulkan hasilnya sebagai berikut.  Kalor untuk memanjatkan suhu benda bergantung sreg jenis benda tersebut.  Semakin ki akbar komposit benda, kalor nan dibutuhkan buat menaikkan suhu semakin lautan pula. 10

 Semakin besar kenaikkan temperatur benda, maka hangat api yang diperlukan juga semakin samudra. Secara Matematis dapat dituliskan misal berikut : Q = m x c x Δt Keterangan (J) Q = panas api nan diperlukan atau dilepaskan m = massa benda (kg) c = kalor keberagaman benda (J/kg0C) Δt = kenaikan suhu (0C) Secara matematis kalor tipe suatu zat bisa dituliskan : c Q m.t Sedangkan kapasitas panas api adalah banyaknya kalor yang diperlukan maka dari itu suatu benda sehingga suhunya panjat 10C. Secara matematis kapasitas kalor dapat dituliskan : C=m xc Karena : maka, Q = m x c x Δt Q = C x Δt Keterangan Q = kalor nan diperlukan atau dilepaskan (J) C = produktivitas bahang benda (J/0C) ∆tepi langit = eskalasi temperatur (0 C) Contoh Pertanyaan 1 . Berapa energi hangat api yang diperlukan untuk memanaskan 2 kg besi nan panas api jenisnya 460 J/kg0C, berusul guru 15 0C sampai 100 0C? Perampungan Diketahui : m = 2 kg c = 460 J/kg0C Δt = (t2 – t1) = (100 – 15) = 850C Ditanyakan : Q = …? Jawa b Q = m x c x Δt = 2 kg x 460 J/kg0C x 85 0C = 78.200 J 11

2 . Kalor jenis tembaga 390J/kg0C. Berapakah kapasitas bahang 0,1 kg tembaga? Penyelesaian Diketahui : c = 390 J/kg0C m = 0,1 kg Ditanyakan : C = …? Jawab C = mxc = 0,1 kg x 390 J/kg0C = 39 J/kg E. Rangkuman Kalor merupakan Energi panas yang mengalir dari benda nan bersuhu bertambah tinggi ke benda nan bersuhu lebih rendah. Besarnya Hangat api (Q) yang diperlukan oleh suatu benda setimpal dengan massa benda (m), gelimbir pada panas api jenis (c) dan sebabat dengan eskalasi master (∆lengkung langit). F. Evaluasi 1. Terdapat dua ember berukuran sama, tiap-tiap diisi munjung dengan air dan pasir. Setelah itu keduanya diletakkan di bawah panah matahari. Manakah yang lebih cepat panas? Kok? 2. Hitung perubahan energi Kalor kalau 55 g paku besi didinginkan dari suhu 90oC menjadi 20oC? 12

Kegiatan Belajar 2 Kalor pada Perubahan Wujud Benda 13

Kegiatan Belajar 2 Kalor pada Persilihan Wujud Benda Kompetensi Pangkal 3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan panas api, dan penerapannya dalam arwah sehari-hari termasuk mekanis menjaga kestabilan temperatur tubuh pada manusia dan hewan 4.4 Berbuat percobaan bikin mengusut pengaruh kalor terhadap guru dan wujud benda serta perpindahan hangat api Indikator 3.4.3 Menganalisis Pengaruh kalor terhadap pertukaran wujud benda. Tujuan  Melampaui percobaan, pelajar didik dapat menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda dengan benar.  Melintasi kegiatan pendedahan, peserta didik bisa menerapkan sikap disiplin dengan mengumpulkan tugas tepat musim. Petunjuk Mempelajari Kegiatan Belajar 2 1. Awali Belajarmu dengan berdo’a. 2. Baca dan pahami uraian materi yang ada pada Kegiatan Berlatih 2 secara runtut halaman masing-masing halaman. 3. Kerjakan soal Evaluasi lega Kegiatan Sparing 2 secara mandiri untuk mengukur kemampuanmu tentang konsep kalor dan otoritas kalor lega suhu benda. 4. Akhiri belajarmu dengan do’a A. Kalor pada Perubahan Wujud Benda Apakah kalian pernah memakan es krim? Jika beliau pertautan bersantap es krim akan tetapi sebelum dimakan kalian membiarkan malar-malar sangat bakal beberapa saat diruang terbuka, Apakah nan terjadi pada es krim kalian tadi? Ternyata es krim tersebut lama kelamaan akan mencair. Mengapa demikian? Hal itu disebabkan karena es krim mengamini panas api dari udara yang suka-suka disekitar karena ditaruh diruang terbuka sehingga es krim mengalami perubahan wujud bersumber zat puas menjadi zat hancuran. Peristiwa ini membuktikan bahwa kalor yang diberikan pada suatu zat bisa menyangkal wujud zat tersebut. Gambar 1. Transisi Wujud Benda 14

B. Jenis – Diversifikasi Persilihan Wujud Perubahan wujud suatu zat akibat pengaruh kalor dapat dituliskan umpama berikut: 1. Mencair yakni situasi persilihan wujud zat dari padat menjadi cairan dengan mengandalkan energi panas. Contohnya mentega nan dipanaskan akan mencair maupun parafin nan dipanaskan akan merembas. Taukah kalian berapakah panas api yang dibutuhkan cak bagi meleburkan satu zat? Kalor nan diperlukan bakal meleburkan 1 kg zat padat menjadi 1 kg zat hancuran plong bintik leburnya dinamakan bahang peroi (L). Kalor bertabur dan kalor beku suatu zat yang sejenis yakni setolok, sebagai halnya halnya tutul beku dan titik lebur juga seimbang secara matematis, banyaknya bahang yang diperlukan buat meleburkan zat padat pada titik leburnya yaitu sebagai berikut: Q = m.L Pemberitaan : Q = Kalor yang diperlukan (J) m = massazat (kg) L. Kalorleburataukalorbeku (J Kg-1) 2. Membeku adalah peristiwa perubahan wujud zat bermula hancuran menjadi padat, dalam peristiwa ini zat membebaskan energy panas. Contohnya, air yang dimasukan n domestik pembeku (freezer) akan menjadi es batu maupun lelehan parafin yang dibiarkan akan mengeras. 3. Mengkristal adalah peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi padat, zat melepaskan energi panasnya. Contohnya berubahnya uap di udara menjadi salju. 4. Menguap ialah peristiwa peralihan wujud zat dari cair menjadi gas, peristiwa ini memerlukan energi panas. Contohnya rok basah yang dijemur di radiks cahaya matahari akan menjadi kersang maupun air yang direbus dan dibiarkan mendidih lama akan menciut kuantitasnya karena sirna menjadi asap. Bikin menguapkan 1 Kg air lega suhu 1000C diperlukan panas api sebesar2.260.000J . Nah banyaknya hangat api yang diperlukan bakal menguapkan 1 Kg zat larutan pada titik didihnya dinamakan kalor uap (U). Rincih kalor uap yakni J/Kg. Secara matematis banyaknya kalor yang diperlukan cak bagi menguapkan zatcair lega tutul didihnya dituliskan bak berikut. Q = m.U 15

Pesiaran : Q = Kalor yang diperlukan (J) m = massazat (kg) U =Kalorleburataukalorbeku (J Kg-1) 5. Menyublim adalah hal perubahan zat semenjak padat menjadi gas, dimana zat memerlukan energy panas. Contohnya kapur barus nan disimpan dalam lemari pakaian lama-lama akan adv amat. 6. Mengembun yakni situasi perubahan wujud zat dari asap menjadi cair, dalam peristiwa ini zat melepaskan energy panas. Contohnya rumpu dan tanaman nan dekat dengan tanah menjadi basah pada pagi atau butir air di adegan asing beling yang berisi es. Perubahan Wujud Benda yang Membutuhkan Bahang/Panas: 1. Meluluh 2. Menguap 3. Menyublim Perlintasan Wujud Benda yang Melepaskan Kalor/Panas: 1. Berpadu 2. Mengembun 3. Mengkristal Intern Kehidupan sehari-periode banyak kamu jumpai perubahan wujud benda, misal kamu menyemprotkan parfum plong tanganmu, apa yang ia rasakan? Tanganmu yang terkena minyak wangi akan terasa anyep, karena saat itu minyak wangi menguap. Menguap memerlukan energi kalor, energi hangat api tersebut diperoleh berasal tubuhmu. C. Faktor-faktor nan Mempengaruhi Evaporasi Terdapat beberapa zat yang mudah gaib, antara lain alkohol, spirtus, bensin dan sebagainya. Pernahkah kamu melihat koi memberahikan yang dituang kedalam piring? Mengapa? Penguapan merupakan peristiwa bergerak keluarnya unsur-zarah berpangkal permukaan zat cair. Beberapa cara membangatkan penguapan, yaitu : 16

a. Menghangatkan Jika seksi yang terserah sreg suatu zat cair ditambah maka keadaan ini akan membuat molekul-molekul yang suka-suka didalam zat atau benda cairan mengalami pertambahan segara sehingga proses penguapan akan menjadi semakin cepat. Contohnya, proses evaporasi akan terjadi semakin cepat pada saat mengelantang pakaian basah dibawah terik nur matahari yang memadai panas. Sreg musim ini, pakaian akan cepat kering karena adanya panas api yang cukup sehingga proses penguapan dapat berlangsung dengan baik. b. Memperluas parasan Proses penguapan bisa dipercepat dengan cara memperluas ataupun memperlebar permukaan yang ada pada zat cair nan mana dapat di ibaratkan seperti halnya pada ketika kita meminum kopi, kopi yang seronok mengalami evaporasi akan cepat dingin saat dituangkan plong piring maupun tempat yang sedikit bogok. c. Meniupkan Udara diatas permukaan Nafkah yang merangsang akan cepat dingin (mengalami penguapan) kalau diberikan sebuah tiupan atau dialiri peledak diatas permukaannya. d. Mengurangi Impitan Gelas nan dibuka tutupnya lebih cepat dingin ketimbang gelas yang ditutup. Kejadian tersebut terjadi karena tekanan sreg permukaan gelas kian kecil. Bintang sartan, dapat disimpulkan bahwa meres dapat dipercepat dengan mengurangi tekanan pada permukaan. D. Azas Black Kerjakan kasus pencampuran dua zat cair yang memiliki suhu nan berlainan maka akan terjadi distribusi energi semok bermula zat larutan nan memiliki suhu kian tinggi ke suhu lebih terbatas setakat sampai ke titik keseimbangan. Banyaknya kalor yang dilepaskan air panas = banyaknya kalor yang dituruti maka dari itu air biasa. Pernyataan ini kemudian dikenal dengan nama Azas Black Secara matematis Azas Black dinyatakan sebagai berikut : Qlepas= Qterima 17

E. Rangkuman Pertukaran wujud ada 6 macam, adalah Mencair, Menguap, Menyublim, Membeku, Mengembun, Membeku( Menghablur). Energiyang diperlukan bikin mengubah wujud benda disebut kalor laten. Beberapa kaidah yang boleh mempercepat proses penguapan, yaitu menghangatkan, memperluas parasan zat hancuran, meniupkan udara di atas latar zat larutan, mengurangi tekanan. Contoh Soal 1. Berapakah hangat api yang diperlukan bagi meleburkan 5 kg aluminium jika hangat api yang lebur aluminium 403.000 J Kg-1? Jawab Dik : m = 5 kg L = 403.000J kg-1 Dit : Q = …….? Q = m. L Q = 5 kg. 403.000 J kg-1 Q = 2.015.000 J 2. Berapakah banyaknya hangat api yang diperlukan cak bagi menguapkan 3 kg air pada master 1000C jika bahang uap air 2.260.000 J kg-1? Jawab Dik : m = 3 kg U= 2. 260.000 J kg-1 Dit : Q = …….? Q = m. U Q = 3 kg. 2.260.000 J kg-1 Q = 6.780.000 J 3. Untuk membentuk air hangat, dia memcampurkan 500 gr air yang bersuhu 300C dengan air sebanyak 250 gr nan bersuhu 600C. Jikalau kalor jenis air adalah 4200 J kg-1 C-1, Berapakah suhu akhir campuran? Jawab 18

Dik : m1 = 500 gr —-0,5 kg m2 = 250 gr —-0,25 kg T1 = 300C T2 = 600C c= 4200 J kg-10C-1 Dit : Ta = …….? Q1 = Q2 m1.c. (Ta-T1) = m2.c. (T2-Ta) m1. (Ta-T1) = m2. (T2-Ta) 0,5 x (Ta-30) = 0,25 x (60-Ta) 2(Ta-30) = 60 – Ta 3Ta = 120 Ta = 400C Q = 6.780.000 J F. Evaluasi 1. Perhatikan ganbar berikut ini! Analisislah peristiwa segala apa belaka yang terdapat pada gambar tercalit perlu tidaknya kalor! 2. Berapakah kalor yang diperlukan cak bagi meleburkan 5 kg air dalam situasi beku (es), jikalau kalor lebur air tersebut 336.000 J/kg? 19

Kegiatan Belajar 3 Perpindahan Hangat api 20

Kegiatan Belajar 3 Perpindahan Kalor Kompetensi Dasar 3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, panas api, perpindahan kalor, dan penerapannya privat hidup sehari-hari termasuk mekanis menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan fauna 4.4 Melakukan percobaan buat menginterogasi pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor Indikator 3.4.4. Menganalisis pemindahan Kalor secara radiasi, ilian dan konduksi Harapan  Melalui percobaan dan menyibuk tayangan video link youtube https://www.youtube.com/watch?v=k-Y5L44_1AU akan halnya pemindahan panas api, pelajar didik dapat menganalisis perpindahan hangat api secara radiasi, ilian dan konduksi dengan tepat.  Melalui kegiatan penataran, petatar bimbing dapat menerapkan sikap kesetiaan dengan mengumpulkan tugas tepat waktu. Petunjuk Mempelajari Kegiatan Belajar 3 1. Awali Belajarmu dengan berdo’a. 2. Sebelum membaca Kegiatan Belajar 3, Silahkan kalian saksikan video plong link youtube berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=k-Y5L44_1AU dan kaitkan kognisi yang sira peroleh dari tayangan video dengan Kegiatan Belajar 3. 3. Baca dan pahami uraian materi nan ada pada Kegiatan Belajar 3 secara runtut halaman per pekarangan. 4. Buat soal Evaluasi pada Kegiatan Belajar 3 secara mandiri buat mengukur kemampuanmu tentang konsep panas api dan pengaruh kalor pada suhu benda. 5. Akhiri belajarmu dengan do’a A. Eksodus Hangat api Pernahkah kamu mengarau minuman panas dengan sendok? Barang apa yang kamu rasakan? Tangan kamu akan terasa suam. Kalor berpindah berpangkal benda yang bersuhu tinggi ke benda nan bersuhu lebih rendah. Macam-macam perpindahnya yaitu: secara konduksi, konveksi dan radiasi. Untuk lebih jelaskan perhatikan teori di dasar ini. 21

1. Konduksi Konduksi adalah eksodus bahang nan tidak disertai dengan pemindahan partikel perantara Contoh: Detik sendok dicelupkan ke dalam air panas dan dibiarkan bilang saat, maka ujung spatula yang tidak tercelup pun terasa memberahikan. Kalor berpindah dari air memberahikan ke sendok dan berjalan ke ujung sendok. Perpindahan kalor seperti ini disebut konduksi. docplayer.info Perpindahan kalor secara konduksi ini, yang berpindah hanyalah energinya, minus melibatkan partikel perantaranya. Saat ujung sendok dipanaskan maka pada gagang spatula lama kelamaan akan mengalami pemanasan kembali. Kejadian tersebut dikarenakan energi bahang nan menggetarkan molekul-partikel di ujung sendok turut menggetarkan elemen-molekul yang ada di samping hingga mencapai gagang sendok. Benda yang jenisnya berbeda mempunyai kemampuan menghantarkan merangsang secara konduksi (daya hantar) yang berbeda pun. Berdasarkan konduktivitasnya, benda dibedakan menjadi: a. Konduktor Konduktor yakni bahan yang mampu menghantarkan panas Transendental: besi, rabuk, aluminium, seng, maskodok, perak, nikel, emas dan sebagainya. Cak semau satu konduktor panas yang berbentuk cairan pada suhu ruang yaitu raksa. b.Isolator Isolator yaitu incaran yang enggak dapat menghantarkan seronok (penghantar panas yang kurang baik) Contoh: daluang, kayu, plastik, kain, gegana dan sebagainya. Lampias perpindahan panas api secara konduksi mengelepai pada jenis bahan (daya hantar bahan), luas kaliber konduktor dan panjang konduktor. 22

2. Konveksi Konveksi adalah pengungsian kalor nan disertai dengan evakuasi unsur perantaranya. Detik air bagian sumber akar mendapatkan kalor mulai sejak perbaraan, air memuai sehingga menjadi lebih ringan dan bergerak naik, digantikan dengan iar tawar rasa berpokok bagian atas. Dengan mandu ini erotis berpangkal air babak bawah berpindah bersama rotasi air menghadap fragmen atas. Proses ini disebut konveksi Peristiwa konveksi juga dapat ditemui di tepi laut, pada peristiwa terjadinya angin darat dan angin laut. Luciafebriarlita17.wordpress.com  Pada siang periode, daratan lebih cepat panas daripada raksasa (kalor jenisnya kecil), udara di atas daratan masuk panas dan bersirkulasi naik, diganti awan bersumber lautan. Terjadilah angin laut.  Pada malam hari, daratan bertambah cepat dingin daripada lautan, gegana di atas lautan lebih hangat dan bergerak panjat, diganti peledak berusul daratan. Terjadilah angin darat. Gejala konveksi di standard terjadi karena adanya perubahan debit benda karena transisi suhu. Perlintasan tagihan ini mengakibatkan perubahan agregat jenis, benda yang massa jenisnya katai akan kreatif di atas benda yang bermassa jenis bertambah besar. 23

3. Radiasi Radiasi adalah perpindahan bahang minus memerlukan medium. Radiasi dapat menembus benda bening, radiasi bahang dalam rencana gelombang elektromagnetik. Benda nan lebih tinggi suhunya berpunca mileu akan mengecualikan kalor, sedangkan benda nan lebih tawar rasa dari lingkungannya akan mengakuri kalor. Dwirahmawati41.wordpress.com Kalor yang dipedulikan dan dilepaskan pada peristiwa radiasi berbanding literal dengan emisivitas benda (mengelepai dandan benda, semakin gelap semakin besar), luas permukaan benda dan pangkat empat suhu mutlak benda. Contoh radiasi: sinar matahari sampai ke manjapada, panas api tabunan yang sampai sreg makhluk disekitarnya, pendingin (perbaraan) rumah, pengeringan tindasan, pembakaran dengan oven dan efek flat kaca. B. Aplikasi Perpindahan Bahang dalam Spirit Sehari-masa 1. Tuntutan Konduksi Contohnya: 1) Memantek air menggunakan panci besi 2) Membentuk tindasan atau minuman memberahikan 3) Menyalakan besi logam dan sejenisnya 4) Sumpal 5) Setrika listrik 2. Aplikasi Konveksi Contohnya: 1) Terjadinya angin laut dan angin darat 2) Radiator oto 3) Pengering rambut (hairdryer) 3. Aplikasi Radiasi Contohnya: 1) Oven microwave 2) Radiasi seronok dari kompor perbaraan 3) Radiasi sensual dari bola lampu 24

Salah satu alat nan mengaplikasikan konduksi, konveksi dan radiasi adalah termos. Berikut adalah babak-babak termSuoms.bat termos : mencegah eksodus bahang secara konduksi  Dinding intern gelas: mencegah pengungsian panas dari air agar tidak diserap oleh dinding  Dinding asing kaca: mencegah eksodus panas secara radiasi  Ira hampa mega (vacum) : mencegah perpindahan panas secara konveksi  Dinding pelindung kaca (dinding asing): sebagai isolator antara tabung beling dengan udara seputar termos C. Rangkuman Bahang berpindah dari benda yang bersuhu tangga ke benda yang bersuhu lebih rendah. Kalor dapat berpindah melalui 3 cara yaitu secara konduksi, konveksi dan radiasi. Konduksi adalah Perpindahan kalor yang tidak disertai dengan perpindahan anasir perantara. Konveksi ialah hijrah panas api nan disertai dengan pengungsian anasir perantaranya. Radiasi adalah perpindahan hangat api tanpa memerlukan medium. Konduktor yaitu bahan yang berlimpah menghantarkan panas. Isolator yaitu bahan yang tidak boleh menghantarkan seronok (penghantar sensual yang kurang baik). D. Evaluasi 1. Mengapa banyak peralatan memasak dan kuali besi memiliki jalan hidup nan terbuat dari kayu atau plastik? 2. Mengapa tangki mobil pengarak aspal berwarna hitam? hawa (0C) 3. Mengapa tangki mobil pemandu bulan-bulanan bakar bensin berwarna lugu? 4. Perhatikan tabulasi berikut! Es yang massanya 50 gr dipanaskan berasal suhu -5 0C 60 D 60 0C menjadi air bersuhu 60 0C air. Seandainya kalorlebur es = air 80 kal/gr, kalorjenis es =0,5 kal/ gr0C, kalor jenis air 1 kal/gr0C, maka banyaknya kalor yang BC diperlukan sreg saat proses dari A ke D ialah …. -5 A melumer waktu es (menit) 25

5. Perhatikan beberapa kejadian berikut ini! a. Besi nan dibakar salah satu ujungnya, beberapa detik kemudian ujung nan enggak terasa panas b. Terjadi angin darat dan angin laut c. Sinar matahari sampai ke bumi d. Tabunan lega jarak 3 meter terasa memberahikan e. Tabun residu pembakaran bersirkulasi melalui cerobong dapur f. Air yang direbus bagian sumber akar berputar ke atas g. Gelas kaca diisi air panas, babak luar kaca turut terasa sensual h. Pakaian nan lembab disetrika menjadi gersang Kelompokkan keadaan-keadaan di atas bersendikan jenis eksodus kalor nan terjadi! Tulis jawaban dalam grafik Selamat Berkarya 26

Daftar bacaan Ajim, Nanang. (2020). Panas api dalam Perubaahan Suhu dan Wujud Benda. https://www.mikirbae.com/2016/01/kalor-dan-perubahan-suhu-dan-wujud-be nda.html Febriarlita, Lucia. (2014). Molekul-unsur Iklim dan Nur II : Angin. https://luciafebriarlita17.wordpress.com/2014/04/09/unsur-atom-iklim-dan-c uaca-ii-angin/ FISIKAABC. (2018). Pengaruh Panas api terhadap Suhu dan Wujud Zat, Rumus, Grafik, Contoh Pertanyaan dan Pembahasan. https://www.fisikabc.com/2018/04/supremsi-kalor-terhadap-suhu-dan-wujud- zat.html Jumadi. (2018). Panas api dan Perubahan Suhu. http://jumadi.smpn1weru.sch.id/2018/10/kalor-dan-perlintasan-temperatur.html Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Trik Suhu Mata Pelajaran IPA Untuk SMP Kelas bawah VII. Jakarta. Kementrian Pendidikan dan Kultur. (2017). Buku Petatar Mata Pelajaran IPA Kerjakan SMP Kelas VII Semester I. Jakarta. Purwanti, Rita. (2020). Ringkasan Materi IPA Papan bawah 7 Bab 5 I Kalor dan Perpindahannya. https://wirahadie.com/bahang-dan-perpindahan/amp/ Sanggar Berlatih. (2020). Suhu dan Kalor. https://www.studiobelajar.com/suhu-dan-bahang/ Temukan Teladan. (2019). Radiasi intern kehidupan sehari-waktu. https://temukancontoh.blogspot.com/2019/08/contoh-perpindahan-kalor-secar a-radiasi.html 27

Source: https://pubhtml5.com/nyav/jquf/basic