Materi Pembelajaran Sepak Bola Pjok Smp Kurikulum 2013

Permainan Sepak bola (Materi Tutorial SMP/MTs Papan bawah 7)
– Sepak bola merupakan permainan yang dilakukan secara beregu dan payau-masing regu jumlah pemainnya yaitu 11 orang. Permainannya adalah berupa menendang bola nan kemudian diperebutkan kemudian mengegolkan bola di kayu lawan. Bersamaan dengan hal tesebut, cak bagi para anak komidi harus mempertahankan kendati bukan kemasukan.

Pada permainan sepakan bola yang sepatutnya ada, mereka akan bermain di lapangan yang bentuknya empat persegi panjang. Adapun bola yang dipakai merupakan menggunakan ukuran tertentu, tidak radiks bola.

Permainan bola kaki yaitu permainan yang dilakukan dengan mandu menendang bola lebih-kemari untuk diperebutkan oleh para pemain – pemain sepak bola, yang punya maksud yaitu supaya dapat memasukkan bola ke gawang lawan mainnya dan pun untuk mempertahankan kayu sendiri cak agar tak kemasukan bola maka dari itu lawan. N domestik permainan sepakan bola, setiap pemain diperkenankan memakai seluruh anggota badan kecuali tangan dan lengan. Belaka penjaga gawang yang diperkenankan memainkan bola dengan memakai tungkai dan tangan di distrik gawang. Permaina sepak bola  adalah permainan  antar dua regu  nan  mana lakukan masing-masing  regu terdiri atas sebelas pemain sandiwara. Waktu dalam permainan bola kaki dimainkan internal dua babak yaitu : 2×45 menit dengan waktu istirahat 10 menit di antara dua fragmen tersebut.

Pron bila pemerintahan Dinasti Han, sepak bola dikenal dengan jenama tanchu. Di Italia pada zaman Romawi dikenal laksana haspartun, di Prancis yang selanjutnya sepak bola memencar ke Normandia dan Britania (Inggris), dikenal dengan choule. Di Yunani Kuno dikenal istilah epishyros dan di Jepang sepak bola dikenal istilah Kemari.

Sreg tahun 1863 tepatnya sreg rontok  26  Oktober  1863  didirikan  sebuah  badan  yang  disebut “English Football Assosiation”. Kemudian pada tanggal 8 Desember 1863 lahirlah peraturan
permainan sepak bola maju
nan disusun maka dari itu fisik tersebut yang dalam perkembangannya mengalami perubahan. Atas inisiatif  Guerin (Prancis) pada tanggal 21 Mei 1904 maka berdirilah sebuah federasi sepak bola jagat nan dikenal dengan segel “Federation International de Football Assosiation” (FIFA). Kemudian pada tahun 1930 atas inisiatif Julies Rimet maka diselenggarakan kejuaraan dunia sepak bola pertama merupakan di Montevideo, Uruguay. Kompetisi olahraga sepakan bola dunia dipertandingkan setiap 4 tahun sekali. Di Indonesia puas tanggal 19 April 1930 dibentuk Persatuan Bola kaki Seluruh Indonesia (PSSI) yang dilaksanakan di  Yogyakarta  yang didukung maka itu  seluruh  bond-bond. Pengurus PSSI untuk pertama kalinya diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Berpunca tahun 1966 maka diadakan kejuaraan bola kaki tingkat taruna remaja dengan nama “Piala Soeratin” (Soeratin Cup).

C. Teknik – Teknik dalam Permainan Bola kaki

1. Teknik Menyepak Bola

Terletak 4 macam teknik menyepak bola, antara tak:
a. Teknik menendang bola dengan kaki bagian kerumahtanggaan.
b. Teknik menendang bola dengan mengaryakan kaki babak tengah/ kura – kura.
c. Teknik menyepak bola dengan kaki putaran luar.
d. Teknik dupak bola dengan kaki bagian ujung depan.

Marilah kita sparing masing – masing teknik tersebut.

a. Teknik menyepak bola dengan kaki putaran dalam

Caranya:
1. Suku kiri (tumpuan) berada di samping bola.
2. Kaki kanan (tendang) diayunkan berusul sebelah belakang, adan sedikit diputar ke luar.
3. Tendang tepat di tengah bola, dengan kaki fragmen privat.
4. Posisi berpokok bodi yaitu agak memusat ke belakang.
5. Pandangan mendatangi ke jihat bola.

b. Teknik menerjang bola dengan kaki bagian paruh (kura-kura)

Caranya:
1. Tungkai tumpu berpunya di samping bola.
2. Kaki tendang diayun ke sebelah belakang, dan ujung kaki mengarah ke tanah.
3. Tendang bola dengan kaki bagian paruh atas (kura-kura).
4. Kaki tendang, sesudah dupak kemudian dilanjutkan gerakan menjaga keadilan.

c. Menyepak bola dengan kaki penggalan asing
Caranya:
1. Kaki sandar di samping bola.
2. Kaki tendang diayun dari belakang, dan sedikit sangka diputar ke intern.
3. Perkenaan bola di kaki bagian luar.
4. Suku tendang menjaga keadilan.

d. Menerjang bola dengan ujung kaki
Caranya:
1. Kaki tumpu di samping bola.
2. Kaki tendang diayun bersumber belakang membentuk sudut 45 derajat.
3. Perkenaan bola berada di ujung kaki atas.
4. Tungkai tendang menjaga keadilan.

2. Teknik Menghentikan Bola (Stopping)

Tentang teknik menghentikan bola (stopping) adalah setimbang dengan teknik menendang bola dalam penggunaan tungkai babak dalam, asing, depan, dan jejak kaki tungkai bagian radiks.

a. Teknik menghentikan bola dengan kaki bagian dalam

Sikap awal:
1. Keseleo suatu kaki diputar ke samping kidal.
2. Kaki mewujudkan kacamata 45 derajat.
3. Gerakan kaki diputar keluar.

Operasi:
1. Sreg waktu perkenaan, segera dilakukan penahanan bolanya.
2. Tungkai yang satunya menghambat tubuh dengan gerakan ancang-ancang.
3. Tangan dan awak mengatak keseimbangan.

b. Teknik menghentikan bola dengan kaki bagian asing
Sikap awal:
1. Riuk suatu kaki diputar ke samping kanan.
2. Kaki membentuk sudut 45 derajat.
3. Tungkai diputar ke dalam.

Gerakan:
1. Sreg periode perkenaan, bola segera ditahan.
2. Aksi kaki nan satunya mencegat tubuh dengan ancang-ancang.
3. Tangan dan jasad menjaga kesamarataan.

c. Teknik menghentikan bola dengan kaki putaran tengah (kambar-limpa)
Sikap mulanya:
1. Riuk suatu dari kaki ditekuk ke pinggul, kaki kiri atau tungkai kanan.
2. Tungkai menciptakan menjadikan sudut 45 derajat.
3. Telapak tungkai bagian tengah diputar ke bawah.

Operasi:
1. Pada momen perkenaan, bola segera ditahan.
2. Gerakan kaki yang lain menahan dengan persiapan-ancang.
3. Tangan dan badan menjaga kesamarataan.

d. Teknik menghentikan bola dengan kaki bagian bawah maupun telapak kaki

Sikap awal:

1. Salah satu kaki diputar ke atas.

2. Kaki membentuk sudut 45°.

3. Telapak tungkai diputar ke atas.

Gerakan:

1. Lega periode perkenaan, bola buru-buru dilakukan arestasi.

2. Gerakan kaki nan tidak menghalangi dengan persiapan-ancang.

3. Kedua tangan dan raga menjaga keseimbangan.

e. Teknik menghentikan bola dengan makanan

Sikap awal:

1. Merembas dengan kedua kaki agak dibuka.

2. Perhatikan arah bola nan nomplok.

Gerakan:

1. Sreg masa perkenaan dengan bola, ki gua garba agak dicondongkan ke n domestik.

2. Kedua kaki taajul ditekuk.

3. Kedua tangan dan rukyah ikut pada gerakan bodi.

f. Teknik menghentikan bola dengan dada

Sikap awal:

1. Sikap berdiri.

2. Kedua kaki asa dibuka.

3. Pandangan mata yaitu mengaram ke jihat datangnya bola.

1. Pada waktu perkenaan dengan bola, dada ditarik ke pinggul (condong), kemudian secara perlahan didorong ke depan.

2. Kedua kaki dibuka asa lebar, membentuk ancang-ancang.

3. Kedua tangan di samping badan menjaga kesamarataan.

g. Teknik menghentikan bola dengan pukang

Sikap mulanya:

1. Mengirik dengan kedua kaki agak dibuka.

2. Pandangan mata ke arah datangnya bola.

1. Plong waktu perkenaan dengan bola, bagian pukang diangkat ke atas.

2. Paha ditarik agak ke samping kanan.

3. Kedua tangan dan badan menjaga keseimbangan.

4. Kedua kaki kembali ke sikap awal.

h. Teknik menghentikan bola dengan kepala

Sikap mulanya:

1. Berdiri dengan posisi suku agak dibuka.

2. Pandangan meluluk ke arah datangnya bola.

1. Pada waktu perkenaan dengan bola, bagian pengarah sedikit agak ditarik ke bokong.

2. Bola tepat dihinggapi di atas fragmen depan kepala/ putaran jidat.

3. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)

a. Teknik menggiring dengan tungkai bagian dalam

Sikap tadinya:

1. Berdiri siap dengan posisi salah satu kaki berkecukupan di depan bola.

2. Kaki bagian n domestik bersemuka dengan bola.

1. Gerakan menolak bola ataupun perkenaan bola perlahan, prinsipnya yakni bola tidak jauh dari kaki.

2. Menggiring bola ke depan.

3. Kedua tangan dibuka ke samping.

4. Pandangan ain ke sebelah depan.

b. Teknik menggiring bola dengan kaki bagian luar

Sikap awal:

1. Berdiri dengan kedua tungkai invalid agak dibuka di erat bola.

2. Kaki yang mencecah bola agak ke depan.

1. Suku yang menyentuh bola mendorong secara perlahan ke depan.

2. Operasi diikuti dengan kontrol bola, maka itu karenanya bola enggak jauh dari tungkai.

3. Kedua tangan tegar di samping.

4. Pandangan mematamatai ke sebelah depan

c. Teknik menggiring bola dengan kaki bagian tengah (kura-kura)

Sikap awal:

1. Bersimbah dengan kedua suku adv minim agak dibuka, kaki kiri di depan dan tungkai kanan di belakang.

2. Adegan kaki ditekuk ke bawah.

1. Perkenaan kaki dengan bola, kemudian dilanjutkan dengan aksi mendorong bola dengan perlahan.

2. Bola didorong enggak jauh dari suku.

3. Kedua tangan dibuka sangkil lenyai.

4. Badan dan rukyat ke arah bola.

4. Menyundul Bola (Heading)

Menyundul bola sangat dibutuhkan dalam
permainan bola kaki, terutama untuk anak komidi penyerbu. Mencetak gol dengan sundulan sangat rumpil bikin dihalau maka dari itu kiper (penjaga gawang).

Caranya:

a. Sikap kepala siap cak bagi menyenggol.

b. Perkenaan bola di dahi (dahi).

c. Bola terarah/terkendali.

5. Lontar Bola ke Dalam (Throw In)

Melempar bola ke dalam (throw in) pada galibnya terjadi jika bola keluar dari garis permainan, apabila di garis papan disebut bola gawang, Apabila di garis samping lapangan permainan dinamakan bola keluar
(out ball).

Mandu lemparan ke dalam:

a. Bola dipegang dengan mengaryakan 2 tangan di atas penasihat.

b. Kedua tungkai lurus berdiri tegap.

c. Badan agak ditekuk ke belakang.

d. Bola dilepas di atas kepala, sonder dibanting.

e. Kaki tidak boleh diangkat.

f. Ketika melempar, suku tidak dapat menginjak garis lapangan.

Antagonis-n partner sudah membiasakan adapun teknik-teknik dasar bermain bola kaki. Dalam permainan, teman-teman bisa mengamalkan beraneka ragam varietas dan kombinasi dari teknik-teknik pangkal tersebut. Sebagai contohnya yaitu operasi menggiring, mengumpan, dan menyundul bola ke jihat gawang, serta kombinasi yang tak.

N domestik main-main bola kaki, pemilihan posisi pemain harus tepat sesuai dengan keterampilannya. Penyelarasan dan partisipasi antarpemain harus bagus. Bagi para pemain wajib untuk tahu pron bila ketika yang tepat lakukan berkeras hati dan menyerang. Persoalan nan cak semau kerumahtanggaan tim harus dapat diselesaikan dengan baik dupaya tak mengganggu jalannya permainan. Dan nan lain kalah signifikan dan menarik, setiap tim harus menaati aturan privat
permainan sepak bola. Supaya lebih jelasnya, yuk kita membiasakan bersama.

1. Menentukan Posisi Pemain Sesuai dengan Keterampilannya

Posisi anak bangsawan kerumahtanggaan bola kaki terdiri dari 4 adegan, antara enggak:

a. Penjaga tiang (kiper);

b. Pemain pinggul (back);

c. Pemain tengah (gelandang);

d. Anak komidi depan (penyerang/striker).

Setiap anak bangsawan sepak bola bisa menemukan posisinya nan sesuai dengan keterampilan nan dipunyainya, yaitu:

a. Penjaga gawang (kiper)

1. Propaganda lincah;

2. Bodi cukup tinggi;

3. Menangkap dan melempar bola;

4. Mendepak bola;

5. Menghentikan bola.

b. Pemain belakang (back)

1. Menerjang bola lalu kuat;

2. Menggiring bola lincah;

3. Menghentikan bola cermat.

c. Pemain perdua (gelandang)

1. Mengatur permainan;

2. Menendang bola dengan sangat kuat;

3. Menggiring bola dengagn lincah;

4. Menghentikan bola;

5. Membaca permainan.

d. Anak ningrat depan (penyerbu/striker)

1. Menendang bola lampau abadi;

2. Menggiring bola secara lincah;

3. Gerakan tipu;

4. Teknik kejedot bola;

5. Melempar bola.

2. Koordinasi Aksi Pemain sandiwara dalam Suatu Tim

Sehabis pemain memafhumi akan posisinya, maka harus ada ganti pengertian dan juga kepercayaan antara pemain yang satu dengan yang lainnya. Makanya sebab itu, kooperasi dan solidaritas tim akan muncul dalam
permainan sepakan bola.

Adapun kerja sama antarpemain diatur oleh seorang pemain nan disebut sebagai kapten tim. Kerumahtanggaan supremsi permainan ada model penyerangan dan kubu, sehingga posisi anak komidi harus boleh dikoordinasikan antarpemain.

Kerja sama antarpemain dalam suatu tim bisa kita dilihat pada transendental permainan yang akan dimainkan, meliputi pola penyerangan dan sempurna pertahanan.

Tujuan pola penyerangan yaitu menciptakan gol yang sebanyak-banyaknya ke gawang lawan main.

Pola penyerbuan terbagi atas:

1. Hipotetis dasar penyerbuan lakukan menghadapi pertahanan yang berpasangan atau abadi, dilakukan dengan operan-operan bola panjang secara sewaktu bakal mengail lawan supaya ingin keluar pecah jajar pertahanannya. Caranya yaitu dengan memanfaatkan pemain sayap kanan dan sayap kiri, sehingga kubu dari pasangan keruh.

2. Konseptual radiks invasi dengan mandu mengisi medan yang kosong, yaitu tempat yang tidak dijaga maka dari itu padanan.

Acuan penyerbuan 3 – 5 – 2

Kamil penyerangan 3 – 3 – 4

Pola penyerangan 2 – 4 – 4

b. Pola pertahanan

Tujuan cermin pertahanan merupakan untuk melasikan setiap bola yang memasuki kawasan berbahaya sehingga kusen aman dan tidak kesurupan bola oleh lawan.

Pola benteng, maksudnya yakni agar anak ningrat lawan tidak boleh menguasai bola atau memasuki daerah pertahanan. Acuan pangkal yang umumnya dipakai adalah:

1. Pola dasar kubu seorang lawan koteng (man to man)

Yaitu seorang anak ningrat dari pihak bersikukuh selalu mengikuti dan menjaga seorang pemain dagi, supaya tidak masuk ke daerah gawangnya.

2. Paradigma dasar pertahanan wilayah (zone defence)

Merupakan seorang anak tonsil pihak bertahan harus pelalah menjaga setiap pemain agresor yang akan memasuki kewedanan yang menjadi pikulan jawabnya.

3. Arketipe dasar kubu gayutan

Yaitu teladan pertahanan relasi antara pola pertahanan
man to matepi langit dan
zone defence

Berikut ini contoh teoretis-acuan pertahanan.

Kamil baluwarti 5 – 3 – 2

Teladan pertahanan 5 – 4 – 1

Sempurna kubu 4 – 4 – 2

3. Komplikasi dalam Permainan Tanpa Friksi

Pada
permainan bola kaki
cangap terjadi satu pelanggaran, baik itu pengingkaran yang ringan, menengah, atau pelanggaran keras antara anak tonsil dan lawan, misalnya saja:

a. Menyepak atau menyedang menerjang sendiri rival.

b. Menjegal sendiri kutub, untuk menjatuhkannya atau menyedang menjatuhkannya dengan memakai kaki alias dengan membungkukkan badan di depan atau di belakangnya.

c. Melompati seorang lawan.

d. Menyerang saingan main secara kasar atau berbahaya.

e. Menyerang seorang saingan berusul belakang.

f. Memukul atau mencoba gaplok dagi.

g. Menggandeng jodoh main.

h. Mendorong lawan main.

i. Menyambut bola dengan sengaja.

Apabila sendiri pemain sandiwara dari pihak bertahan secara sengaja melakukan salah suatu dari sembilan pelanggaran di atas di dalam kawasan gawang, maka anak tonsil tersebut akan dihukum dengan tendangan penalti. Akan halnya lakukan tendangan penalti berjarak 11 meter dari gawang. Saat tendangan penalti dilakukan doang terletak dua pemain di distrik kayu, yaitu penjaga gawang dan algojo penalti.

4. Keputusan Penengah Mutlak

Pada permainan sepak bola, sportivitas maupun
fair play
wajib bakal dijunjung tinggi oleh setiap pemain. Satu pertandingan sepakan bola dipimpin makanya seorang penengah yang dibantu makanya dua orang juri garis. Sebuah

permainan sepakan bola

menjadi menarik jika semua pihak, (pemain dan juri) mematuhi ketentuan persepakbolaan.

Pemain sepak bola teradat untuk patuh dan tunduk kepada keputusan wasit, Oleh karenanya keputusan wasit mutlak dalam permainan sepak bola. Wasit harus kesetiaan intern menjalankan ketentuan permainan yang ada.

Pada sebuah

permainan sepak bola

, wasit n kepunyaan tugas antara bukan:

a. Menegakkan peraturan permainan di lapangan.

b. Membuat suatu keputusan dengan adil dan tidak terik sisi.

c. Takhlik catatan terhadap jalannya suatu perlombaan dan menukar tahun permainan yang tersepak dengan membukit waktu.

d. Mempunyai kewenangan secara penuh untuk menghentikan suatu permainan, baik itu sementara atau seluruhnya. Dalam situasi ini, seorang wasit melaporkan dengan rinci terhadap pengurus kejuaraan.

e. Wasit mempunyai kewajiban untuk menyapa pemain sepanjang permainan jika ada pemain yang bersalah.
Seandainya loyal membangkang, maka wasit berhak mengeluarkan dan mencatat pemain tersebut.

f. Melarang anak adam enggak buat masuk ke n domestik tanah lapang, kecuali untuk pemain dan kedua hakim garisnya.

g. Menghentikan permainan takdirnya suka-suka seorang pemain mengalami beda pelik.

h. Mengeluarkan pemain yang melakukan permainan secara kasar, tidak jujur, menghina, atau bertutur kotor, tertulis melawan wasit.

i. Menerimakan isyarat cak bagi dimulai lagi permainan sepak bola setelah dihentikan.

j. Menentukan sah dan tidaknya sebuah bola yang dipakai.

k. Memeriksa kusen dan jaring.

Kartu yang dibawa maka itu seorang hakim privat setiap pertandingan yakni karcis kuning dan tiket bangkang. Untuk karcis bercelup kuning diberikan kepada anak ningrat yang memperoleh peringatan cukup keras, sementara itu kartu merah diberikan kepada pemain nan melakukan pelanggaran keras alias telah mendapatkan 2 mungkin kartu asfar dalam permainan yang sedang berlangsung. Hukuman pemain yang diberi tiket merah yaitu berupa dikeluarkannya anak tonsil dari lapangan, dan tidak boleh bermain dalam 2 boleh jadi pertandingan berikutnya.

Sebaik-baiknya materi penjas orkes kelas 7 ada diMateri Pendidikan Badan Olah tubuh dan Kesehatan (Penjas Orkes) SMP/MTs Kelas 7

Source: https://www.aanwijzing.com/2018/11/permainan-sepak-bola-materi-pelajaran-smp-mts-kelas-7.html