Materi Pembelajaran Atletik Smp Ppt

Web : http://sikil-rayapen.blogspot.com/ Pengertian Atletik Kata atletik pecah berpunca bahasa Yunani, yaitu athlon yang berarti adu cepat atau bertanding. Kejuaraan atletik menutupi nomor perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar. Intern bahasa Inggris, kompetisi tersebut dinamakan dengan istilah track and field, yang sekiranya diterjemahkan n domestik bahasa Indonesia signifikan perlombaan yang dilakukan di lintasan (track) dan di pelan (field). Marathon adalah salah satu nomor lari yang mulai diperlombakan sejak tahun 490 SM yang berawal berpokok sebuah kota yang bernama Marathon, nan bererak 40 km dari kota Athena. Jarak inilah yang diperlombakan dalam olimpiade 1896 di Athena. Yunior sreg masa 1908 jarak marathon dibakukan menjadi 42,195 km. Induk organisasi atletik di Indonesia adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) nan terbentuk pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Sedangkan emak organisasi atletik manjapada adalah International Atletic Amateur Federation (IAAF). Jenis-Jenis Olahraga Lari A.LARI JARAK Ringkas Lari jarak pendek yaitu salah satu nomor lari cepat, dimana jarak nan ditempuh atau dilombakan sangat ringkas. Lari jarak sumir disebut sekali lagi sprint. Adapun teknik dan cara melakukan lari jarak sumir yakni : 1. Teknik Menginjak di dalam Lari Jarak Pendek Didalam Lari Jarak Pendek, Start dibagi berdasarkan kegunaanya menjadi 3 (tiga) macam, yaitu berangkat takut (standing start), start berlarat-larat (flying start), dan menginjak jongkok (crouching start). Berangkat berdiri kerap digunakan cak bagi lari jarak jauh, start melayang digunakan buat lari sambung (estafet), khususnya pelari ke – 2, ke – 3, dan ke – 4, sedangkan tiba jongkok digunakan untuk lari jarak pendek. Sesuai dengan istilahnya, start jongkok dilakukan dengan cara merangkung. Berangkat jongkok beralaskan pendirian pelaksanaannya dibedakan menjadi 3 (tiga) merupakan : a. Start pendek (the short mulai / bunch start) 1) Sikap permulaan => Sikap mula-mula start pendek yaitu : berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan harfiah di samping jasad, dan pandangan lurus ke depan. 2) Cara melakukan Cara berbuat start pendek adalah : a) Langkahkan tungkai kiri ke depan dengan jari – jemari suku lurus ke depan. b) Letakkan ujung jari kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan. c) Jarak kedua kaki kira – nyana satu kepalan tangan. d) Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jemari – jari tangan berkembar, ibu jari membuka membentuk leter V tebalik di belakang garis start. b. Start semenjana (the semenjana start) 1) Sikap permulaan Sikap permulaan start madya yaitu : Berdiri tegak kedua kaki berkembar, lengan verbatim di samping badan, dan pandangan verbatim ke depan. 2) Prinsip melakukan a) Langkahkan tungkai kiri ke depan dengan jari – jari kaki lurus ke depan. b) Letakkan dengkul kaki belakang sejajar dengan ujung jari tungkai depan c) Jarak kedua kaki nyana – kira satu ketupat bangkahulu tangan. d) Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jemari – jemari tangan rapat, ibu jari membeberkan membuat huruf V terjungkir di birit garis start. c. Menginjak tinggi (the long start) 1) Sikap pertama Sikap pertama berangkat strata yaitu : Berdiri tegak kedua kaki bersebelahan, lengan literal di samping badan, dan rukyah lurus ke depan 2) Cara melakukan : Cara melakukan start tinggi yaitu : a) Langkahkan suku kiri ke depan dengan deriji – jemari kaki harfiah ke depan. b) Letakkan lutut kaki belakang sejajar dengan ujung jari kaki depan. c) Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan. d) Letakkan kedua lengan harfiah dengan bahu, jari – jari tangan berhimpit, ibu deriji membuka membentuk huruf V menjengkolet di belakang garis tiba 2. Aba – Aba Berangkat Jongkok Aba – aba start jongkok terdiri berasal 3 tahap, yaitu : a. Bersedia Pasca- mendengarkan aba – aba “bersedia”, pelari melangkahkan salah satu ke depan di belakang garis menginjak, dan berjongkok sesuai dengan tiba yang digunakan (start sumir, menengah, atau panjang), serta menempatkan kedua tangan (ujung jari – jari) ke persil. b. Siap Sesudah mendengar aba – aba “siap”, pelari mengangkat belakang sehingga posisi panggul makin hierarki bersumber puas bahu, sedangkan atasan menunduk dan rileks. c. Ya maupun bunyi beceng Setelah mendengar aba – aba “ya” atau bunyi beceng, pelari mendorongkan kaki depan ke balok tiba dan bersamaan dengan itu tungkai belakang digerakkan ke depan dalam keadaan lutut tertekuk (lutut diangkat ke depan atas) 3. Teknik Gerakan lari jarak Sumir Hal – hal yang perlu diperhatikan kerumahtanggaan berlari jarak pendek ialah : a. Setelah aba – aba “ya” atau bunyi pistol, maka pelari berlari melesat berpunca balok start. b. Pendaratan kaki pada ujung tungkai episode depan. c. Sikap jasad berkiblat ke depan, pandangan lurus ke depan. d. Ayunkan lengan dengan lestari ke depan dada di atas pinggang e. Pergelangan tangan lurus dan tangan memeras f. Otot – otot leher rileks dan sreg saat berlari menahan napas. 4. Teknik Operasi Memasuki Garis Finish Memasuki garis finish merupakan hal yang paling penting privat lari dan merupakan penentu kalah maupun menangnya koteng pelari. Ada beberapa teknik memasuki garis finish yang biasa digunakan makanya pelari yaitu : a. Lari terus sonder memungkirkan sikap lari b. Dada maju atau kepala ditundukkan, kedua tangan lurus ke belakang c. Riuk satu bahu bertamadun ke depan (dada diputar ke salah suatu sisi) 5. Peraturan Perlombaan Peraturan perlombaan yang ditetapkan oleh induk organisasi atletik dunia semesta IAAF ( International Amateur Atloetik Federation ) atau tingkat kewarganegaraan PASI ( Persatuan Atletik Seluruh Indonesia ) tentang perlombaan lari jarak pendek adalah : 1. Peraturan Perlombaan Peraturan perlombaan dalam lari jarak ringkas adalah : a. Garis start dan finish kerumahtanggaan lintasan lari ditunjukan dengan sebuah garis selebar 5 cm pengkolan – siku dengan takat tepi privat lintasan. Jarak perlombaan harus diukur bersumber tepi garis menginjak ke comberan garis fnish terhampir dengan garis mulai b. Aba – aba yang digunakan dalam adu lari jarak singkat merupakan : “ bersedia”, “siap” dan “ ya” atau bunyi beceng. c. Semua peserta tanding lari tiba berlari pada ketika aba – aba “ ya” atau bunyi pistol nan ditembakkan ke udara. d. Murid yang membuat kesalahan sreg saat start harus diperingatkan (maksima 3 kali kesalahan ) e. Adu lari jarak pendek pada kejuaraan besar dilakukan 4 tahap, ialah babak pertama, fragmen kedua, babak semi final, dan babak final. f. Babak pertama akan diadakan apabila kuantitas peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berwenang maju ke babak berikutnya 2. Diskualifikasi atau Hal – hal nan Dianggap Lain Sah Hal – hal nan dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek yaitu : a. Mengamalkan kesalahan menginjak lebih berbunga 3 kelihatannya b. Memasuki penyeberangan pelari enggak c. Mengganggu pelari lain d. Keluar dari lintasan e. Terbuktui memakai obat perangsang 3. Petugas alias Wasit dalam Lomba Lari Petugas atau juri internal lomba lari jarak singkat terdiri atas : a. Starter, yaitu petugas yang memberangkatkan perlari b. Recall Starter yaitu petugas nan mengecek alias mengabsen para pelari c. Timer yaitu petugas pencatat waktu d. Pengawas penyeberangan yaitu petugas yang berdiri pada wadah tertentu dan bertugas mengawasi pelari apabila mengerjakan kesalahan dan pelanggaran e. Juri kedatangan yaitu petugas pencatat kedatangan pelari yang purwa hingga dengan terakhir dan menentukan ranking / elus kejuaraan f. Juri perekam hasil yakni petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish

Source: https://www.academia.edu/37887655/PPT_ATLETIK