Map Maping Pembelajaran Yang Menarik Untuk Pkn Smp Materi Pancasila

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MATERI MENGENAL SIMBOL-Simbol PANCASILA DALAM LAMBANG NEGARA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA Buram Lega Pelajar KELAS I SD NEGERI 001 RANAI
KECAMATAN BUNGURAN TIMUR
NATUNA

Hipotetis

Hj. Ermawati
NIP. 19680312199303 2 015.

Upaya Meningkatkan Hasil Membiasakan PKn Materi Pembukaan Bunyi bahasa-Fon Pancasila Dalam Lambang Negara Dengan Menggunakan Kendaraan Lembaga Lega Siswa Kelas I SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Rataan Pinggul Masalah
PKn merupakan pelajaran nan sangat penting cak bagi diajarkan pada pelajar sedini kali, karena penanaman pemahaman latihan PKn dapat mempengaruhi tingkah larap anak.

B. Identifikasi Komplikasi
1. Sebagian lautan siswa masih tekor perhatiannya privat mengimak pelajaran..
2. Kurangnya keterlibatan murid secara keseluruhan kerumahtanggaan mengimak pelajaran.
3. Pelajar rendah aktif dan merasa bosan karena guru hanya menggunakan metode cermah dan tanya jawab.
4. Sebagian besar siswa belum boleh menyerap materi pembelajaran sesuai dengan harapan.

C. Perumusan Penyakit
“Bagaimana Meningkatkan Hasil Berlatih PKn Materi Mengenal Simbol-Simbol Pancasila Dalam Lambang Negara Dengan Menunggangi Media Gambar Plong Murid Kelas bawah 1 SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna ”.

D. Tujuan Penyelidikan
1. Penggunaan Wahana Tulangtulangan Puas Petatar Kelas 1 SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna.
2. Peningkatan hasil belajar PKn Materi Mengenal Simbol-Simbol Pancasila Dalam Lambang Negara pada murid Kelas 1 SD Wilayah 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna. setelah digunakan Media Rang.

E. Faedah Penelitian
1. Arti Teoritis
2. Manfaat Praktis
a. Buat Temperatur
b. Bagi Pelajar
c. Buat Sekolah

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Pengertian Belajar
Pengertian belajar sudah banyak dikemukakan dalam kepustakaan. Yang dimaksud belajar yaitu perbuatan murid n domestik bidang material, baku serta fungsional pada rata-rata dan bidang intelektual puas khususnya. Makara belajar merupakan keadaan nan pokok.

2. Pengertian Hasil Membiasakan
Hasil membiasakan tampak seumpama terjadinya perubahan tingkah laku pada diri pesuluh, yang dapat diamati dan diukur internal rencana pertukaran pengetahuan sikap dan kesigapan.
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
a. Faktor Internal
Faktor intern adalah faktor yang terdapat pada anak itu sendiri.
b. Faktor Fisiologis
Faktor Fisiologis adalah faktor nan serampak mempengaruhi situasi dan hasil belajar anak
4. Pengertian Pembelajaran PKn di SD
Kebangsaan berasal berbunga bahasa Latin, yaitu “Civis” , dalam bahasa Inggris “Civic” artinya satu tentang warga negara ataupun kewarganegaraan. Kemudian dari perkenalan awal “Civic” lahir alas kata “Civics”, Ilmu kewarganegaran dan Civic Education, Pendidikan nasional (Tukiran dan Tunireja, 2009:2)

B. Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Kendaraan Gambar
Peranan media susuk kerumahtanggaan penerimaan PKn lalu penting untuk meningkatkan aktivitas dan hasil membiasakan pesuluh. Pembelajaran PKn mengunakan media gambar bisa membantu menggalakkan minat balajar siswa, serta siswa kian mudah dalam memaklumi dan menghafaz kursus.

Gapura III
METODE Penajaman

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang dimana data ini berkenaan dengan poin hasil membiasakan siswa, saja pada hasil akhirnya dirubah kedalam deskriptif.

B. Subjek, Arena dan Hari Penggalian
Subjek dalam Penelitian Tindakan Inferior ini adalah siswa inferior 1 SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna pada Semester II Waktu Kursus 2022/2019, yang berjumlah 21, terdiri berbunga 11 pelajar maskulin dan 10 kuntum dengan karakteristik dan tingkat intelek yang adv amat beragam.

F. Perabot Penelitian
1. Lembar observasi berupa Check List
Lawe observasi digunakan pemeriksa andai pedoman dalam melakukan pengamatan kerjakan mendapatkan data nan akurat. Lembar observasi juga digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi setiap tindakan. Mengenai Check List langkah-persiapan pembelajaran nan menggunakan metode demonstrasi, pengamatan kegiatan pelajar, dan keramaian terlampir

G. Kesimpulan
Adapun kesimpulannya sebagai berikut :
1. Lega prasiklus hasil sparing siswa menjejak ketuntasan belajar 45%. Materi nan disampaikan guru namun 10 orang siswa dari 21 siswa yang berbuah atau tuntas. Pada siklus I mutakadim dilakukan reformasi penelaahan dengan penggunaan media gambar, ketuntasan hasil belajar murid mencapai 77,62% atau 17 orang siswa. Puas siklus I lebih 17 orang siswa yang tuntas atau kian 8,1%.
2. Setelah diadakan perbaikan pada siklus II dengan memperalat sarana rang dari 21 pesuluh, sekadar 1 peserta yang kurang boleh menjawab pertanyaan sedangkan yang lainnya mutakadim dapat menjawab pertanyaan nan diberikan maupun 93,55% tuntas.
3. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan reformasi pembelajaran Pendidikan Kebangsaan Kelas 1 SD Negeri iswa kelas 1 SD Daerah sreg materi Mengenal Simbol-Simbol Pancasila Dalam Lambang Negara dengan menggunakan alat angkut gambar di SD Negeri inferior 1 SD Negeri, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa dalam mengimak pembelajaran telah meningkat dengan baik, kinerja belajar yang dicapai siswa pun meningkat, dan adanya korelasi yang berupa antara eksploitasi media lembaga dengan hasil belajar yang diraihnya.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA Melampaui Ki alat PERMAINAN KARTU Berajah Lega SISWA KELAS 1 SD NEGERI 001 RANAI KECAMATAN BUNGURAN TIMUR NATUNA

ABSTRAK

Hj. Ermawati.
NIP. 19680312199303 2 015

Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengaji Melalui Permainan Kartu Bergambar (Flashcard) Pada Siswa Kelas 1 SD Wilayah 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Pantat Masalah
Pendidikan merupakan operasi sumber akar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sebaiknya pelajar didik secara aktif meluaskan potensi dirinya untuk n kepunyaan manfaat spiritual keimanan, pengendalian diri, fiil, kepintaran, akhlak mulia, serta ketrampilan nan diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Salah satu fokus pembelajaran Bahasa di Sekolah Dasar yang menyandang peranan penting merupakan pembelajaran membaca, minus mempunyai kemampuan mengaji yang cukup sejak prematur, anak akan mengalami kesulitan belajar dikemudian hari.

B. Formulasi Kelainan
“Apakah dengan menggunakan media penelaahan kartu bercacah dapat meningkatkan kemampuan membaca mula-mula pada siswa inferior 1 SD Provinsi 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna?”
C. Tujuan Penajaman
Intensi penelitian tindakan sekolah yang telah dilaksanakan ini yaitu kerjakan mendeskripsikan: Upaya Kenaikan Kemampuan Membaca Melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Kartu Bergambar Puas Murid Inferior 1 SD Daerah 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

BAB II
Analisis Teks

A. Pengertian Media Gambar
Pembukaan ki alat mulai sejak bermula bahasa latin dan merupakan bentuk halal bersumber pengenalan medium yang secara harafiah signifikan perantara atau pengantar. Ki alat adalah perantara maupun pengantar wanti-wanti dari pengirim ke akseptor pesan.

B. Jenis-Varietas Media Rang
1. Gambar melelapkan
Wahana gambar datar seperti foto, bentuk ilustrasi, flash card (tiket bergambar), gambar pilihan dan rincihan rencana.
2. Media proyeksi diam
Dalam alat angkut proyeksi diam, gambar yang mengandung pesan nan akan disampaikan ke penerima harus diproyeksikan terlebih dahulu dengan proyektor agar dapat dilihat maka dari itu penerima pesan.
3. Media Grafis
Grafis yaitu ki alat yang paling mudah ditemui dan banyak digunakan sebagaimana media tidak, alat angkut grafis berfungsi lakukan menyalurkan pesan berusul sumber ke penerima pesan.

C. Hakikat Kemampuan Membaca
1. Pengertian Kemampuan Membaca
Kemampuan membaca yakni hal yang lalu urgen dalam mempelajari barang apa aji-aji pengetahuan dan teknologi nan selalu berkembang.mendaras merupakan kemampuan yang sangat kompleks.
2. Pengertian Membaca
Ada beberapa ahli memberikan definisi akan halnya mendaras, baik mengaji perumpamaan satu aktivitas umum bikin galibnya insan dan perumpamaan aspek yang digunakan dalam penelaahan bahasa.

D. Intensi Utama Dalam Membaca
Tujuan Terdepan mendaras yakni mencari dan memperoleh informasi yang terkandung privat suatu bacaan. Makna yang terkandung dalam suatu bacaan erat sekali bersambung dengan pamrih dan tujuan internal mendaras.

Gapura III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Eksplorasi
Beberapa alasan penulis menggunakan PTK adalah untuk membetulkan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Mengenai kepentingan PTK yang dikemukakan oleh Shumsky intern (Kunandar, 2008: 69) yaitu: (1) Kerjasama dalam PTK menimbulkan rasa saling memiliki, (2) Kerjasama internal PTK mendorong daya kreasi dan pemikiran reseptif dalam hal ini guru sekaligus sebagai pemeriksa, (3) Kerjasama dalam PTK menghasilkan perubahan yang kasatmata, (4) Kerjasama dalam PTK meningkatkan kesatuan hati n domestik mengamankan masalah yang dihadapi.

B. Hasil Penelitian
1. Tindakan Siklus 1
Tindakan siklus I dilaksanakan selama 1 ahad mulai tanggal 3 Mei 2022 sampai 8 Mei 2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penajaman tindakan kelas yang terdiri siklus-siklus, tiap siklus terdiri dari 3 tahapan. Adapun hierarki nan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan
Guru umpama pengelola pendedahan di inferior mempersiapkan program tahunan, program semester, perencanaan pembelajaran dengan ki alat rang, kenur observasi, dan lembar tugas
b. Pelaksanaan Tindakan
N domestik tahap ini temperatur menerapkan pembelajaran dengan menggunakan alat angkut gambar sesuai dengan tulang beragangan pembelajaran yang telah disusun. Pembelajaran nan telah disusun pada siklus I dengan menggunakan media buram ini dilaksanakan internal 1 kali pertemuan.
c. Observasi
Sejauh pelaksanaan penelitian tindakan inferior, suhu mengamalkan pencatatan dengan memperalat daftar observasi (check list). Mendiagnosis keaktifan siswa, angka yang dicapai petatar, tingkat ketertarikan siswa terhadap pelajaran, tingkat keantusiasan, keaktifan membaca pertama, kemampuan membebaskan huruf, dan kemampuan membaca permulaan siswa.
d. Refleksi
Berlandaskan hasil observasi yang dilakukan selama proses pelaksanaan tindakan, baru 4 pesuluh yang sudah mulai menunjukkan adanya peningkatan. Para siswa tersebut sudah lalu berangkat berpunya membedakan rajah huruf dan tekor-sedikit mampu melengkapi pembukaan yang hurufnya kurang komplet.
C. Pembahasan
Berusul penelitian ini penerimaan dikatakan berhasil apabila partisipasi pelajar dalam pembelajaran meningkat. Selain itu hasil nan dicapai siswa melangkaui test akhir pembelajaran menjejak biji rata-rata kelas 67 dan presentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 90 %. Atas dasar ketentuan tersebut dan mengintai hasil yang diperoleh plong sendirisendiri siklus, maka pembelajaran membaca permulaan yang menggunakan media bagan yang dilaksanakan sreg siklus 2 sudah berdampak sehingga tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikut.
Mengajar dengan menggunakan kendaraan gambar ini mampu menumbuhkan siswa makin mudah mengingat rencana huruf, mandu menitahkan huruf, mandu mengeja suku perkenalan awal, dan cara mendaras suatu prolog, sehingga murid menjadi lebih termotivasi dan terdorong dalam pelajaran membaca permulaan.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pendalaman ini, pemanfaatan media rancangan dalam pembelajaran dapat mengatasi kesulitan belajar membaca mula-mula pada petatar papan bawah 1 SD Wilayah 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna dibandingkan dengan pembelajaran nan sebelum memperalat media rang. Situasi ini boleh diketahui semenjak rata-rata prestasi belajar petatar yang relatif lebih pangkat bila proses pembelajarannya memperalat sarana gambar dibandingkan dengan nilai biasanya petatar yang pembelajarannya sebelum menggunakan media gambar. Nilai biasanya peserta yang pembelajarannya menunggangi wahana gambar merupakan 67,5, sedangkan kredit rata-rata pesuluh yang pembelajarannya sebelum menggunakan media rang yakni 59.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA Privat
MENGOPERASIONALKAN PENJUMLAHAN DAN Pengurangan Pada MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN Kendaraan KONKRIT DI Kelas I SD Provinsi 001 RANAI
KECAMATAN BUNGURAN TIMUR
NATUNA

Lengkap

Hj. Ermawati
NIP. 19680312199303 2 015

Upaya Meningkatkan Kemampuan Peserta Dalam Mengoperasionalkan Penghitungan dan Pengurangan Lega Alat penglihatan Tuntunan Matematika Dengan Memperalat Media Konkrit Di Kelas I SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menyiapkan diri dalam perananya dimasa akan nomplok. Pendidikan dilakukan tanpa ada batasan usia, ulas dan waktu nan lain dimulai atau diakhiri di sekolah, sekadar diawali internal keluarga dilanjutkan kerumahtanggaan lingkungan sekolah dan diperkaya maka itu mileu awam, yang hasilnya digunakan bakal membangun hayat pribadi agama, masyarakat, keluarga dan negara.

B. Rumusan Ki kesulitan
Berlandaskan satah bokong komplikasi di atas maka perumusan masalahnya umpama berikut: Bagaimana pengusahaan Media Konkrit mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengoperasionalkan penghitungan dan pengkhitanan pada ain pelajaran Matematika di kelas I SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna ?

C. Tujuan Penggalian
Berpegang dari permasalahan yang diteliti maka maksud penelitian ini adalah:
a. Meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam mengoperasionalkan pembilangan dan pengurangan dengan bantuan Media Konkrit lega mata pelajaran Matematika di kelas I SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Strategi Penataran Matematika di Sekolah Radiks
Pendidikan matematika di sekolah radiks yakni basis pendidikan dalam takhlik insan Indonesia seutuhnya, seperti diisyaratkan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah berusul musim ketahun. Lulusan sekolah pangkal diharap boleh membekali dirinyaa dengan kemampuan-kemampuan yang memungkinkan mereka mau dan mampu menata kehidupan yang lebih sepan baik intern proses pendidikan sahih selanjutnya maupun internal atma di tengah-tengah masyarakat. Objek tersebut dapat terjangkau takdirnya program penelaahan di sekolah menepati basis pendidikan bermutu.

B. Pengertian Kemampuan
Menurut Donald dalam Sardiman (2009: 75) mengemukakan bahwa kemampuan yaitu transisi energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya manah dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya pamrih.

C. Peranan Media Pembelajaran
Alat angkut adalah alat sokong belajar dan mengajar. Alat ini seharusnya ada ketika dibutuhkan ubntuk memenuhi kebutuhan murid dan suhu yang menggunakannya. Agar kebutuhan yang bermacam rupa berpangkal kurikulum dan siswa secara individu dapat terpenuhi, maka suatu tipe yang luas dan berjumlah besar memang diperlukan. Jika hawa mengajar tanpa menggunakan alias dilengkapi dengan peralatan yang diperlukan (kendaraan) kerjakan melaksanakan tugasnya maka akibatnya akan sedikit memuaskan dan bukan dapat dipertanggungjawabkan.

D. Signifikasi Alat angkut Konkrit
Media konkret merupakan satu media nyata yang digunakan privat proses belajar mengajar dimana nantinya akan berpengaruh terhadap hasil pembelajaran yang lebih baik.

E. Signifikasi Mengoperasionalkan
Mengoperasionalkan berasal mulai sejak alas kata “operasi” yang artinya pelaksanaan buram nan telah dikembangkan, maka apabila mengoperasionalkan berjasa melaksanakan suatu kegiatan yang telah direncanakan (Purwodarminto, 2022: 627).

Pintu IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Deskripsi Hasil Pengkajian Siklus I
Sesuai dengan tahap penataran pembilangan dan pengurangan kodrat dilakukan dalam 2 siklus dengan 2 siapa pertemuan.
2. belajar.

B. Deskripsi Pengunci Tindakan Penelitian
Setelah kegiatan siklus I dan siklus II berjauhan, pengkaji membandingkan hasil evaluasi dari test sediakala penelitian, evaluasi tindakan siklus I dan dilanjutkan dengan hasil evaluasi tindakan siklus II. Dari test tadinya / pratindakan menunjukkan siswa yang mengalami ketuntasan belajar berkisar 42 %. Untuk siklus I setelah tindakan dilaksanakan ketuntasan belajar pelajar mengalami kenaikan menjadi 90 % sedangkan hasil evaluasi siklus II seluruh pelajar mengalami ketuntasan dalam belajar.

C. Deskripsi Pembahasan
Berdasarkan uraian hasil penelitian di atas, maka pemahasan yang dapat diuraikan yakni antara bukan:
1. Pendayagunaan benda-benda kongkrit mampu meningkatkan kemampuan sparing.
Kegiatan pengajian pengkajian privat upaya cak bagi meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas I SD Negeri 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna dalam proses penjumlahan dan pengurangan bilangansangat dibutuhkan metode dan alat bantu yang tepat. Siswa Kelas I tak akan berdampak n domestik pendedahan apabila hanya menghafal konsep. Perlu diingat bahwa pesuluh
Dari kegiatan Observasi awal ini diperoleh data ulangan laksana berikut:
a. Siswa yang memperoleh nilai > 77 ada 7 petatar kurang lebih 43 %
b. Peserta yang memperoleh nilai < 77 ada 14 pesuluh cacat lebih 57 %

Bab V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpukan
Beralaskan hasil analisis dan pembahasan tentang upaya meningkatkan kemampuan murid kelas I SD Distrik 001 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna kerumahtanggaan mengoperasionalkan penjumlahan dan penyunatan qada dan qadar sreg penataran Matematika dengan bantuan Wahana Konkrit dapat disimpulkan laksana berikut:
1. Pesuluh nan pada awalnya merasa agak gelap dan bingung dengan pembelajaran Matematika, melalui alat sokong benda-benda kongkrit rasa berkeyakinan diri pelajar ketimbul dan merasa senang terhadap pembelajaran Matematika terutama tentang mengoperasionalkan pembilangan dan penyunatan bilangan.
2. Petatar boleh memperalat benda-benda kongkrit dengan baik intern mengoperasionalkan penjumlahan dan ki pemotongan kadar pada pembelajaran Matematika.
3. Penelaahan dengan menggunakan perabot bantu benda-benda kongkrit di sekitar sekolah dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas I kerumahtanggaan mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan garis hidup dengan hasil sampai 20. Kejadian ini dibuktikan dengan hasil evaluasi siklus I menunjukkan standart ketuntasan belajar mencapai 90 % adalah sebanyak 19 peserta dari 21 siswa dan siklus II seluruh siswa mengalami ketuntasan belajar 100%
4. Kegiatan pengajian pengkajian yang dilaksanakan menjadi lebih menghirup dan menyenangkan bagi siswa.
5. Beban Cucu adam tua siswa menjadi lebih ringan karena benda-benda disekitar sekolah tidak harus dibeli dan mudah mendapatkannya.***

Source: https://posmetro.co/2021/03/02/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-pkn-materi-mengenal-simbol-simbol-pancasila/