Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran Ips Smp

Ki alat Yang lampau Utama dalam Pembelajaran IPS

ATLAS dan GLOBE

(Alat angkut Nan  sangat Penting n domestik Pengajian pengkajian IPS )

Oleh : Drs.ZANWIR.S.Pd

Widyaiswara BDK Padang

Niskala


athjuikZANWIR.Kar dan Globe sebagai Wahana Penting Dalam Pendedahan IPS.

Atlas dan Bola dunia penghabisan-akhir ini sering menjadi pajangan diatas lemari referensi sekolah. Hal ini karena jarang dimanfaatkan oleh peserta dan guru privat pendedahan. Sedangkan media ini sangat penting artinya dan memberikan keterangan yang jelas kepada siswa akan halnya aspek kebumian internal pengajian pengkajian IPS khususnya Gografi.

Ketika pelajar disuruh menunjukkan letak sebuah ii kabupaten maupun suatu area didalam Globe,atau kar,mereka sangat kesulitan,dan bahkan tidak tahu sama sekali.Apa penyebabnya ? Tak lain adalah karena guru jarang menunggangi ki alat ini dalam pembelajaran,suhu lebih senang ceramah dan bercerita tentang satu wilayah tanpa menunjukkan letak talenta itu intern atlas maupun Bola dunia.

Pernah dalam kegiatan Diklat penulis menyuruh petatar diklat hawa IPS menunjukkan arena sbuah kota diwilayah wadah tinggalnya,tapi guru itu tidak berada. Maka penulis punya kesimpulan,jangankan siswanya,gurunya pun tidak mnguasai penggunaan Globe dan Atlas dalam pembelajaran. Wajar kiranya siswa sekarang selit belit yang kaya mnggunakan Globe,denah dan Atlas internal pengajian pengkajian IPS.

Untuk itulah penulis tercantol mengangkat persoalan ini dalam sebuah goresan singkat,guna memberikan pemberitaan tentang pembuatan,pnggunaan Kar dan Globe dalam pembelajaran IPS. Tulisan ini memuat pengertian denah dan bola dunia,mac am dan jenisnya srta pendirian penggunaannya n domestik pembelajaran IPS. Semoga coretan membrikan sedikit kontribusi untuk master IPS dalam memperkaya keilmuan dibidang pemanfaatan dan pemakaian Atlas dan Globe dalam pembelajaran IPS

Kata Kunci : Atlas,Globe,Penataran IPS

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kegiatan sparing mengajar adalah dua yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Suhu andai pengajar dan petatar bak sipebelajar. Antara keduanya harus satu bahasa dan sejalan dalam mencapai tujuan pendidikan.

Bikin tercapainya pamrih pendidikan dimaksud,guru bagaikan instruktur mesti menunggangi perlengkapan bantu dalam menyampaikan pelajaran. Seperti itu sekali lagi siswa akan bertambah mudah menyepakati dan memahami pelajaran jikalau ada alat bantu digunakan.Alat sokong kerumahtanggaan pembelajaran IPS yang terlampau penting diantaranya ialah Atlas,Atlas dan Globe. Gawai ini disebut sebagai media penataran. Bila temperatur tidak menggunakan kendaraan privat penerimaan IPS maka

Siswa pelik memahami pembelajaran dan gurupun akan kewalahan privat memberikan materi latihan. Gurupun harus mampu melembarkan dan mengelompokkan kendaraan yang cocok dengan karakteristik materi nan dipelajari. Tidak smua sarana cocok dan tepat digunakan untuk satu atau beberapa materi. Kejelian guru disini sangat dituntut untuk menggubakan media secara tepat.

Lakukan media penelaahan IPS media yang minimum tepat dan  sangat dibutuhkan yaitu Peta,Atlas dan Globe. Terutama dalam pelajaran Sejarah,Ilmu permukaan bumi,Ekonomi dan Antropologi Budaya. Tanpa ketiga ki alat diatas penataran IPS ini akan ngawur dan jarang dimengerti oleh siswa. OLeh karena itulah seorang hawa IPS harus mampu membentuk dan menggunakan mdia Atlas,Atlas dan Bola dunia intern penerimaan.

Menyibuk pentingnya media ini dalam pembelajaran IPS maka penulis tertarik bakal menulis bagaimana dan apa yang dimaksud dengan media Kar dan Globe ini. Mulai semenjak cara pembuatannya,Penggunaannya dalam pembelajaran,jenis dan

bentuknya serta manfaat apa yang dapat diperoleh dengan penggunaan alat angkut ini.

Identifikasi dan pembatasan penyakit

Media kerumahtanggaan pengajian pengkajian IPS adv amat banyak,mulai semenjak yang bersifat  tradisional/ stereotip sampai kepada sarana modern sebagai halnya multimedia. Hal ini karena IPS sebagai ilmu social bisa mengadopsi b erbagai media yang mungkin digunakan. Tetapi intern tulisan ini

Pencatat namun akan membahas tentang media atlas dan Bola dunia yang notulis sebagai media yang minimum penting dipelajari dan dikembangkan oleh guru dan murid dalam pembelajarfan IPS.Pencatat akan mengklarifikasi kejadian-hal nan brkaitan dengan kedua media ini,menginjak dari pengertiannya,jenisnya,cara mmbuat dan pemanfaatannya serta kegunaannya dalam pembelajaran IPS.

  1. A.

    Signifikasi Atlas

Atlas merupakan sebagai satu kompilasi kar yang disusun sedemikian rupa cak bagi maksud dan tujuan tertentu. Merupakan himpunan atlas-peta yang di rancang untuk di simpan internal bentuk jilid maupun dalam keadaan lepas-lepas sekadar dikumpul menjadi satu. Menurut dogeng khalayak Yunani kuno, Atlas mula-mula di lakukan oleh
Claudius ptolomi dari Alexandria
(90 AD 168 AD).Peta tersebut merupakan sebagian dari set rahasia bernama Geographia

  1. B.

    Syarat-syarat atlas

Atlas merupakan kumpulan peta yang dihimpun n domestik rangka buku, peta disusun dengan syarat-syarat seperti berikut:

1)   Judul,misalnya, Atlas Dunia

2)   Kata pengantar yang berisikan isi dan tujuan denah.

3)   Daftar isi, memuat susunan atlas-peta yang disajikan

4)    Legenda, ampuh siaran mengenai simbol dan macam-jenis singkatan sreg denah.Legenda dan singkatan pada atlas tidak di terangkan pada halaman tersendiri.

5)   Isi, berisi beraneka macam peta yang disajikan sesuai dengan kop atlas

6)   Daftar indeks, daftar nama geografi yang terwalak internal atlas

Sebagai contoh atlas Indonesia, maka yang harus terserah dalam peta tersebut adalah bagaikan berikut.

  1. Kar umum Indonesia yang mengambarkan aspek-aspek geografi yang utama, seperti letak pulau-pulau besar dan kecil, sempadan-perenggan wilayah dengan Negara setangga, batas propinsi, laut, daratan rendah, lembang tinggi, gunung, sungai, haud, letak ibu kota Negara, propinsi, dan kabupaten.
  2. Atlas pulau demi pulau, misalnya kar awam Pulau Sumatera dengan perimbangan raksasa sehingga kenampakan data-data geografis tergambar lebih sempurna. Seperti itu sekali lagi dengan peta-peta pulau nan lainnya harus disajikan dalam skala osean.
  3. c.
    Setelah peta umum pulau dan proprnsi disajikan, disajikan pulau
    denah –peta tematik, misalnya
    peta persebaran data cuaca/iklim di Indonesia,
  4. d.
    Persebaran tatahan tampang dunia berikut gunung dan vulkano, aliran jenis perkebunan, dan persebaran aspek –aspek lainnya.
  5. e.
    Terakhir, dibuat kata pengantar, daftar isi, mitos, dan daftar parameter.
  6. C.

    Variasi Atlas

Seandainya ditinjau dari pemakai,atlas boleh dibedakan atas:

–          Atlas Pendidikan nan terbagi atas Kar Anak-Anak dan Kar Sekolah

–          Atlas nasional

Denah anak-anak
merupakan satu bentuk awal pengenalan denah dan atlas kepada anak asuh-anak. Isi Atlas anak-anak asuh lebih ke penyajian informasi kebumian dalam bentuk piktorial dan foto, sehingga muda di cak dapat dan dicerna oleh umbul-umbul perasaan anak-anak. Pada atlas momongan-anak diberikan konsep-konsep pemetaan yang tertinggal sonder menghilang kan pengertian geometrik.

Atlas Sekolah
yakni salah satu buku peraga pada proses pengajian pengkajian bidang Ilmu permukaan bumi pada pendidikan dasar dan semenjana.Materi Atlas Sekolah berkaitan dengan materi yang terwalak sreg kurikulum pendidikan pangkal dan sedang,sehingga sebaiknya Peta Sekolah dibedakan antara Kar Selolah Pendidikan Bawah (SD dan SMP) dan Atlas Sekolah Pendidikan Menengah (SMA) Pada Kar Sekolah Pendidikan Dasar bukan hanya memberikan informasi nan bersambung dengan mata pelajaran Geograpi belaka, tetapi juga mata kursus lain yang berkaitan dengan pengisahan peta seperti Rekaman Indonesia.

Atlas Nasional
merupakan satu atlas yang boleh digunakan secara umum oleh para pangguna data dan informasi kebumian,mulai dari mahasiswa, peneliti, masyarakat , hingga dengan para pengambilan keputusan di instansi pemerintah dan swasta. berbeda dengan Atlas Pendidikan, Atlas Kebangsaan selain mempunyai tingkat akurasi cukup tinggi kerumahtanggaan penyajian data dan kenyataan kebumian, juga boleh diartikan  laksana suatu rujukan nan bersifat nasional berkaitan dengan basis data geografis dari suatu negara, sehingga dapat merupakan salah satu media komunikasi dan penggambilan keputusan tingkat regional

  1. D.

    Varietas-Jenis Peta Dalam Atlas

Diversifikasi –jenis kar yang di sajikan privat atlas ialah atlas umum dan atlas eksklusif alias atlas tematik.

1)

Kar umum

  1.  Atlas publik keseluruhan wilayah satu Negara dan bagian – putaran nya.
  2.  Denah umum dunia yang mencakup keseluruhan Negara-negara di marcapada.
  3.  Peta masyarakat bagian-penggalan manjapada, seperti benua Asia Eropa, Afrika,

Australia, dan Antartika

  1.  Atlas umum Negara-negara bagian benua.
  2. Atlas umum regional beberapa Negara yang secara geografis letaknya berbatasan dan berdampingan,seperti mana region Asia Tenggara, region Timur Tengah dan region Asia Pasifik.

2) Peta khusus (tematik)

Peta solo
terdiri atas pancaragam peta yang menyajikan tema-tema kontinen. Plong peta khusus, secara menyeluruh disajikan sirkulasi di dunia, misalnya peta sirkulasi penduduk di manjapada. Diseminasi penghuni dinyatakan dangan konsistensi penduduk, adalah bilangan yang membidikkan besaran anak adam ataupun semangat biasanya setuap 1 km ².

Kepadatan penduduk kurang semenjak 8 turunan artinya setiap 1 km tanah rata rata di huni invalid berbunga 8 insan. Ada bermacam atlas nan di cak bagi sesuai dengan kebutuhan dari tiap Negara, misalnya untuk Indonesia dibutuhkan Denah Indonesia dan Marcapada,lakukan jepang dibutuhkan atlas jepang dan Dunia dan Negara-negara lain.

  1. E.

    Penggunaan Atlas

Bagi membaca satu atlas harus diketahui juga daftar isi, simbol, daftar singkat,dan parameter.

  1. a.

    Daftar Isi

Dalam daftar isi ini dicari Negara, propinsi, kota, dan aspek-aspek geografi yang akan dipelajari dan pada pelataran berapa situasi tersebut terdapat di peta.

  1. b.

    Huruf angka-Tanda baca

Sebelum mengunakan atlas, harus di pahami arti huruf angka-simbol nan diterangkan dalam mitos.

c.
Daftar Singkatan

Kartografer maupun pembuat peta tidak saja harus pakar dibidang pembuatan peta, semata-mata pula harus memperhatikan hendaknya gambaran data intern denah lain mencemaskan pengguna kar. Tak semua cap-nama molekul dan data ditulis kerumahtanggaan peta., banyak juga nama atau istilah ditulis dalam bentuk singkatan, seperti berikut .

S      : sungai
P      : pulau

LU    : lintang paksina
Khat
: khatulistiwa

G      : argo
Sel
: selat

LS    : lintang selatan
KU    : kutub lor

D      : danau
Tel   : teluk

BT    : bujur timur
KS    : kutub selatan

L      : laut
Kep  : kepulauan

BB    : bujur barat

d.
Parameter

Pada atlas dihalaman akhir selalu terdapat indeks.
Indeks
adalah daftar nama tempat, daerah tingkat, gunung, pulau, sungai, dan unsur-partikel geografi lainnya yang disusun menurut urutan abjad. Tujuannya bagi melajukan pengguna atlas dalam mencari letak suatu tenpat, daerah tingkat, gunung, pulau, laut, dan unsur-molekul geografi lainnya.

Sreg Atlas Indonesia dan Dunia, daftar penanda dibagi dua, yaitu penanda spesial kerjakan Indonesia dan indeks tunggal bikin Negara-negara lain didunia. Didalam parameter itu nama-segel kota, sungai, gunung, dan unsur-zarah geografi lainnya, masing-masing disusun menurut lambang bunyi.

Misalnya, Indikator Indonesia.

1)      Nama daerah tingkat  : Abang, 36, E2 ; Abeansemal, 36, D3 Bakauheni, 14, C3; dan seterusnya sampai dengan Z.

2)      Nama pulau  : Anambas, 10, F7; bangka, 12, E2; Combol, 10, D3; Deli, 18, A3; Enggano; 13, B4 dan seterusnya sampai dengan Z

3)      Etiket bukit : arjuna, 21, B2; Ei Cikuray, 18, C3; Dempo, 12, B4; Egong, 35, Ei Faktaf, 39. C2; dan setrusnya setakat Z

4)      Nama batang air : Asahan, 8, C3; Barito, 25, A2; Citarum, 18, C2; Daya, 36, B2; dan seterusnya sampai dengan Z

5)      Nama Danau : Batur,36, C2 waduk Toba, 8, B3 Saguling,18, C2; dan seterusnya sampai dengan Z

6)      Nama laut : Arafura, 5 E3 ; Banda,5, D3; Cina Selatan, 5, C3 dan seterusnya sampai Z

7)      Segel Selat ; Alas, 32, B1; Sunda, 14, C3 Wetar, 31, C3; dan seterusnya setakat dengan Z

8)      Stempel Ancol : Awarawar, 21, Ai; bribes, 19, B1; Datuk, 10,D4; dan lebih jauh samapai dengan Z

Mandu mencari adalah seumpama berikut

  1. Misal dicari letak kota Alabina dan Selat Sunda
  2. Untuk memahami letak tiap-tiap tempat di atas pada penunjuk denah area Indonesia cari abjad A pada cap kota dan  abjad S pada nama selat.

Pada indeks termuat

  1. Alabino, 25, B2, artinya, angka 25 menunjukan nomor urut pekarangan pada atlas, huruf B kolom antara dua meridian/derajah, biji 2 adalah lajur 2 antara dua garis lintang.
  2. Sunda, 14, C3, artinya, angka 14 Menunjukan Nomor urut pelataran, huruf C adalha kolom C antara garis-derajah/meridian, ponten 3 yaitu lajur 3 antara dua garis lintang.

2)

Bola dunia

  1. 1.

    Signifikansi Bola dunia

Globe berbentuk buntak seperti bentuk mayapada sememangnya, karena menentang buram bumi yang sesungguhnya, globe memiliki skala yang moralistis dan ki ajek diseluruh bagian globe. Bola dunia memasrahkan gambaran nyata akan rencana, format tanah dan area air, dan menunjukan jarak dan arah nan sepatutnya ada antara 2 arena. Doang globe punya kelemahan dibandingkan kar melelapkan, bola dunia tidak menunjukan seluruh dunia sedarun, sesuatu yang bisa ditujukkan pada atlas datar. Matra globe yang kerdil tidak dapat menunjukan letak suatu wilayah secara detail dan buram dan format globe yang ki akbar membuatnya tak bisa dengan mudah.

  1. 2.

    Fungsi Bola dunia
  2. a.

    Menunjukan Bentuk Mayapada nan Sesungguhnya

Sudah dijelaskan sebelumya bahwa bola dunia nan buntar menyerupai tulangtulangan bumi yang sebenarnya. Peristiwa ini memberikan fasilitas kerumahtanggaan mengetahui bentuk bumi. Globe juga memasrahkan gambaran bentuk fisik permukaan yang sesunggunya

  1. b.

    Menirukan Persebaran Bumi

Selain berputar mengelilingi syamsu, mayapada juga mengalir pada sumbunya. Peredaran bumi pada sumbunya disebut
rotasi
bumi. Satu bisa jadi putaran memerlukan waktu selingkung 24 jam. Mengenai sebelah diseminasi bumi adalah berusul barat ketimur dan berlawanan dengan arah putaran penusuk jam apabila dilihat dari rekahan bumi utara.

Arus bumi

Globe tersebut bisa bergerak baik kekiri maupaun ke kanan karena sreg kedua kutubnya terdapat tunam putar. Maka dari itu karena itu, globe dapat mengimak gerakan rotasi bumi. Revolusi bumi berpengaruh terhadap gejala di meres dunia. Pengaruh dari rotasi manjapada tersebut, antara lain :

1)      Pemempatan bumi pada kedua kutupnya,

2)      Perubahan siang dan malam, dan

3)      Sirkulasi semu buku harian syamsu.

Akibat terus menerus bersirkulasi pada porosnya, lama kelamaan bintang beredar bumi memepat pada kedua kutubnya (Kutup Utara dan Musuh Kidul). Kejadian itu menyebabkan  rangka bumi ini enggak buntak bermartabat, tetapi lebih menyerupai sebuah elips dengan hierarki diameter di sepanjang khatulistiwa lebih tinggi dibanding kutubnya. Berdasarkan perhitungan, garis tengah bumi sejauh Pasangan Utara- Lawan Selatan diperkirakan mencapai 12.714 km, sementara itu di selama khatulistiwa adalah 12.757 km.

Akibat kedua rotasi bumi adalah perubahan siang malam. Lega siang tahun manjapada seri karena memperoleh penyinaran matahari, sedangkan pada lilin batik hari gelap karena bagian manjapada sedang tidak menghadap mentari. Setiap harinya (24 jam) terjadi pergantian siang dan lilin lebah umumnya 12 jam siang dan 12 jam malam. Ini terjadi karena bumi bersirkulasi pada porosnya ataupun berotasi dengan rekata rotasinya 24 jam. Kala rotasi bumi ialah periode nan digunakan bumi untuk sekali putar, adalah selama 24 jam dengan arah rotasi barat-timur.

Bumi selain berotasi juga beredar mengelilingi matahari. Peredaran bumi mengelilingi mentari disebut revolusi bumi. Pelintasan tempar bumi merumung matahari  disebut orbit bumi. Waktu sekali edar bumi mengelilingi syamsu disebut masa revolusi dunia, lamanya 365,4 periode maupun lazim disebut suatu tahun matahari. Arah distribusi bumi bertentangan dengan jihat jarum jam. Jarak dunia kematahari galibnya 149,5 juta km. Kedudukan mayapada pada orbitnya (lintas edarnya) tidak berdiri merembas verbatim melainkan pesong mewujudkan sudut 66½º, adalah sumbu bumi membentuk ki perspektif 66½ dengan latar orbitnya.

  1. c.

    Menunjukan Garis Lintang dan Derajah

Pada globe terdapat garis lintang dan meridian. Garis lintang dan garis bujur pada peta faktual garis vertical dan horizontal, sedangkan pada globe berupa landasan-lingkaran. Dengan adanya garis lintang dan garis bujur, globe bola dunia boleh menunjukan letak mutlak suatu tempat dipermukaan bumi. Garis lintang sreg globe berupa lingkaran-galangan nan seimbang dengan garis khatulistiwa/garis khatulistiwa dan membagi manjapada menjadi belahan marcapada utara dan selatan.

Merdian adalah lingkaran-lingkaran nan mendapat,semua melalui tutul kutup Utara dan kutub Daksina serta masing-masing berpotongan dengan lingkaran-pematang lintang.

Dok merdian 0° ditetapkan melintasi daerah tingkat Greenwich di mileu kota London Inggris. Greenwich ialah stasiun 0°. Di sini ditempatkan jam dinding raksasa yang disajikan standar periode jagat rat dan disebut
Greenwich Mean Time
(GMT)
ataupun
Greenwich (Oº)
ke barat 180º, dereajat meridiannya disebut
bujur barat
(BB)
dank e Timur 180º, derajat meridiannya di sebut
bujur Timur
(BT).
Titik- noktah perpotongan garis meridian dengan garis lintang di sebut
koordinat geografi. Letak negeri Negara, letak pulau, letak ii kabupaten dipermukaan bumi disebut
letak ilmu perbintangan. Jadi letak ilmu falak wilayah suatu Negara ialah letak wilayah Negara itu menurut bantau-jaring derajat lintang dan meridiannya atau letak menurut jaring-jaring derajat koordinat geografinya.

  1. d.

    Menunjukkan Kemiringan Murang Bumi

Globe juga dapat kondusif cak bagi menunjukkan kemiringan sumbu bumi terhadap latar horizontal (rataan ekliptika) ataupun terhadap rataan vertical (rataan zenit). Tali api diseminasi Kebalikan Lor- Kutub Daksina (KU-KS) enggak tegak benar terhadap bidang melintang (didang ekliptika) tetapi menciptakan menjadikan ki perspektif 66,5º  terhadap rataan horizontal dan 23,5º terhadap rataan vertical (zenith).

Kemiringan api-api bumi ini dinamakan inklinasi

Inklinasi

Kemiringan  sumbu bumi membawa pengaruh terhadap kondisi alamiah berbagai wilayah dipermukaan bumi. Pengaturan tersebut ialah sebagai berikut :

1)  Daerah iklim tropika (lintang 0º hingga 23,5º LU ataupun LS) hanya

2)  Memiliki dua masa saja, yaitu masa penghujan dan kemarau

3)  Priode siang dan malam di kawasan tropika selalu sama

4)  Waktu adalah sekitar 12 jam

5)  Daerah-kawasan yang terletak di wilayah iklim semenjana (23,5º LU/LS sampai dengan 66,5º LUIS) n kepunyaan empat musim kerumahtanggaan satu musim, yaitu musim semi, periode panas, hari ringgis, dan waktu dingin

6)  Lama hari siang dan malam didaerah iklim menengah tidak sama, kecuali pada tanggal 21 Maret dan 23 September. Selama musim panas, siang hari waktunya lebih lama dibandingkan malam perian. Sebaliknya, selama masa cahang malam musim bertambah lama waktunya dibandingkan dengan siang hari.

7)  Wilayah yang terwalak di daerah iklim kutup (antara 66,5º LU/LS sampai 90º LU/LS), penggantian siang  dan malamnya sekitar 6 rembulan

  1. 3.

    Berburu Pengumuman Geografi pada Bola dunia

Untuk mencari informasi geografi sreg globe seperti posisi, letak atau lokasi benua, pulau, laut, osean dapat dilakukan dengan prinsip mengaibkan jaring-sauk-sauk derajat lintang dan meridian (bujur).

Lingkaran lintang yang paralel

Garis lintang atau parallel adalah
garis-garis selaras dengan khatulistiwa. Garis- garis lintang berupa limbung-gudi nan tidak sama besarnya, makin jauh berpangkal khatulistiwa lingkaran kerdil.

Beberapa garis lintang diberi tanda tertentu sebagaimana

0º     Sebagai lingkaran khatulistiwa pada globe. Sreg kar yang digambar lega bidang melelapkan disebut juga ekuator.

23½º        LU dinamakan  Garis Balik Lor

23½º        LS dinamakan Garis Genyot Kidul

66½º        LU dinamakan Gudi Ktub Utara

66½º        LS dinamakan Landasan Kutub Selatan

90º Ibarat garis lintang yang merupakan satu titik kutub utara (90º LU) dan tutul

kutub Kidul (90ºLS)

Garis lintang 23½º baik utara maupun selatan dinamakan garis erot  paksina/daksina karena sreg perenggan garis lintang itulah tempat mengantul arahnya surya dalam pergeseran semunya menyinari matahari. Pergeseran semu syamsu terhadap dunia disebabkan maka itu gerak diseminasi mayapada. Pada rotasi dan distribusi bumi internal posisi miring, karena perjalanan revolusi bumi dalam posisi niring 23½º dari tunam vertical (berdiri), maka penyinaran matahari begeser sepanjang persuasi revolusinya sebatas lega garis balik lor dan daksina. Demonstrasi cak bagi gerak revolusi marcapada dapat menggunakan sebuah globe dan cahaya lampu sebagai matahari.

Tulang beragangan garis lintang

Begitu juga disampaikan diatas, garis bujur 0º melalui ii kabupaten Greenwich, Garis bujur 0º diberi nama garis bujur utara alias derajah penting. Pembagian garis bujur inilah kaitannya dengan keperluan sehari-waktu dibumi adalah waktu nan berbeda-tikai di setiap tempat di dunia. Bumi berotasi sreg porosnya membutuhkan masa 24 jam. Syamsu menyinari bumi yang berbentuk bola, dengan demikian ada perbedaan waktu dibumi. Perbedaan waktu ditentukan berdasarkan letak bujurnya , garis bujur terbagi dalam 360º yaitu 180º BB dan 180º BT. Penjatahan waktu atas dasar peredaran dan penyinaran rawi adalah. 360º / 24 = 15º.

Berfaedah tiap jarak 15º terdapat perbedaan tahun 1 jam atau gerak bumi berotasi sepanjang 15º membutukan waktu 1 jam. Perputaran bumi seia sekata jarum jam (mulai sejak Barat ke timur) maka bagian manjapada mendapatkan penyinaran mentari bahkan dahulu kemudian bau kencur kearah barat. Patokan waktu mayapada disebut GMT (Greenwich Mean Time). Berpangkal kawasan waktu GMT kearah timur  ditambahkan dan kearah barat dikurangi menurut jarak tempat tersebut akan diketahui perian sreg kancah yang dimaksud.

Panjang ekuator 40.076 km, jadi jarak setiap bujur pada khatulistiwa merupakan 111 km. kecepatan rotasi bumi tiap jam menempuh jarak 15º berate seperti mana 15 x 111 km = 1.665 km.

Garis takat tanggal Internasional  terwalak digaris bujur 180º BT/BB, garis ini tidak lurus pada garis tersebut, tetapi berbelok-belok didaerah nan melalui batas Negara nan dilalui (bisa dilihat plong globe). Garis had tanggal Internasional ini lakukan mempermudah penentuan tanggal untuk daerah belahn mayapada timur (bujur timur) dam retakan marcapada barat (bujur barat). N domestik hal ini negeri bujur timur bertambah dahulu suatu perian berasal daerah bujur barat. Indonesia terbentang  berpunca meridian 95º BT sampai dengan 141º Bt dan dibagi menjadi tiga wilayah waktu dengan selisih waktu suatu jam.

  • Tahun Indonesi Barat (WIB) dengan meridian utama 105º
  • Musim Indonesia Tengah (WITA) dengan derajah utama 120º
  • Musim Indonesia Timur (WIT) dengan meridian terdepan 135º

3.Cara Pendayagunaan/Pemanfaatan  Peta, Dan Globe Didepan  Kelas

  1. A.

    ATLAS

    1. Buka Denah
    2. Cari judul lega jerambah daftar isi , sebab daftar isi berisikan pemberitaan, ataupun di daftar indikator
    3. Menunjuknya selaras dengan peta
    4. Jangan menggelapkan peta nan ada didalam atlas
    5. Penyimpanan Kar: Atlas disampul dengan plastik atau dibuat boks atlas dari papan tiang/ triplek
    6. B.

      Globe

Jikalau globenya ringan :

  1. Pegang gagang dengan langgeng dan mantap dengan tangan kiri
  2. Diangkat  diatas bahu kiri
  3. Letakkan posisi globe yang sopan (udara murni derajat hingga dengan 180 derajad) belahan bumi timur berada di sebelah kanan kita dan (180 derajat setakat dengan 0 derajad ) belahan manjapada daksina rani dikiri kita merembah.
  4. Diputar dengan suatu jari saja (telunjuk) bentrok dengan sisi jarum jam
  5. Mengadon dengan tanah lapang-pelan. Jika globenya berat  cukup diletakkan diatas meja yang agak tangga di depan kelas, lakukan penggunaan begitu juga diatas.
  6. Penyimpanannya : globe dimasukkan kedalam plastik nan tembus pandang supaya bola dunia dapat dilihat dan  tak debuan.

PENUTUP

Inferensi

Dari berbagai jabaran diatas dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Sarana Kar dan Globe adalah media minimal berarti privat pembelajaran IPS
  2. Suhu dan siswa tak akan berbuah sampai ke tujuan pembelajaran IPS bila tak memanfaatkan alat angkut Kar dan Globe ini.
  3. Atlas dan Globe mempunyai berbagai bentuk dan diversifikasi yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran IPS

Rekomendasi

Bermula beberapa kesimpulan diatas maka boleh diberikan saran maupun rekomendasi seumpama berikut:

  1. Agar guru lebih menguasai mandu pembuatan dan pemanfaatan alat angkut kar dan globe seumpama media terpenting kerumahtanggaan penataran IPS
  2. Agar tujuan penerimaan IPS mencapai hasil yang maksimal maka master dan siswa harus memanfaatkan ki alat Atals dan Globe
  3. Hendaknya guru dan pesuluh mengerti dan mampu menggunakan media atlas dan Bola dunia dengan b enar.
  4. Setiap sekolah dan perpustakaan sekolah harus mempunyai  media atlas dan globe sebagai sarana penerimaan bakal peserta   dan guru

DAFTAR Bacaan

Hadwi, Soendjojo. 2001. ATLAS Kebangsaan SEBAGAI SALAH SATU MEDIA Wara-wara DATA KEBUMIAN DAN Pengambilan KEPUTUSAN pada JURNAL SURVEYING DAN Ilmu ukur tanah , Vol.XI, No.1, Januari. Bandung Departemen Teknik Geodesi, Institut Teknologi Bandung

Latif, Chalid dkk. 1997. Peta Indonesia dan Dunia cak bagi Sekolah Lanjutan. Jakarta. PT Pendiri Peraga

Regariana, Cut Meurah. 2005 Peta dan Inderaja. Jakarta. Depdiknas (www. E- dukasi.seser)

Romenah. 2005. Pengetahuan Atlas. Jakarta. Depdiknas (www. E-dukasi.kisa)

Suharyono. Tanpa masa. Sumber Sparing Geografi-Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Geografi. Jakarta: Depdiknas

Sutama, 2005. Perimbangan dan Proyeksi. Jakarta. Depdiknas (www, E-dukasi.net)

Source: http://10303513.siap-sekolah.com/2013/09/19/media-yang-sangat-penting-dalam-pembelajaran-ips/