Khotbah Tentang Hidup Menjadi Terang

Materi khutbah Jumat ini memaparkan bahwa kebahagiaan yang menjadi tujuan hidup cucu adam bisa terlaksana karena bilang peristiwa, di antaranya rezeki yang halal, qanaah, taat kepada Allah sekaligus bias merasakan manisnya ketaatan itu.


Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul “Khutbah Jumat: 4 Pusat Hidup Bahagia”. Lakukan mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon
print
berwarna biram di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan
dekstop). Semoga berarti! (Sidang pengarang)


Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا سُبُلَ السّلَامِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الْكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، ذُو الْجَلَالِ وَالْإكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى اٰلِه وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الْإِخْوَانِ، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي اْلقُرْاٰنِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ، يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. وَقَالَ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ


Jamaah shalat Jumat hafidzakumullah,

Setelah kita menjalankan shalat fardhu lima hari, kita terbiasa berdoa:

رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di bumi dan kebaikan di darul baka dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Pertanyaannya, bagaimana cara menggapai hidup bahagia? Tentu kita akan menjawabnya sesuai dengan tuntunan Almalik swt dan Rasulullah Nabi Muhammad saw. Internal Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 97 Allah mengomong:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik pria maupun perempuan dalam hal berkepastian, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami serah pertentangan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS an-Nahl: 97).

Rohaniwan al-Qurtubi menjelaskan di privat kitabnya
Kata keterangan

a
l-Qurtubi
juz 10 halaman 174 bahwa terdapat beberapa tanda hidup bahagia:

Pertama
yaitu rezeki nan legal. Rezeki nan lazim membuat spirit menjadi bahagia dan berkah, segala urusan menjadi mudah, keluarga penuh sakinah, mawaddah, dan rahmah, putra-putrinya saleh dan salehah, jiwa jasad usia cak bagi ibadah, harta melimpah ruah, bisa digunakan untuk haji dan umrah ke Makkah, serta ziarah Utusan tuhan Muhammad saw di Madinah, dan meninggal dalam peristiwa husnul khatimah. Âmîn.

Rezeki yang halal menjadi pertanda seseorang spirit bahagia di dunia ini. Kejadian ini pahit lidah jika kita melihat beberapa contoh dalam usia nyata: sebuah keluarga yang serba pas-pasan, membesarkan putra putrinya dengan serba kekurangan, saja dengan harta yang stereotip, alhmdulillah berkah dan dapat bakal menjelajahi vitalitas. Walaupun jika dirumuskan dengan matematika cucu adam, tak akan cukup. Sahaja matematika Allah dapat mencukupinya. Bagaimana enggak, seandainya sebulan penghasilan kurang dari satu juta, harus menghidupi 5 anaknya, namun bisa patut. Tak tetapi itu, karena berkah lambung halal, anak-anaknya juga menjadi orang yang dapat dibanggakan. Lambung nan sahih yaitu tanda hidup bahagia.

Kedua,
qa
naah
,
ridha dengan pemberian Allah, kerumahtanggaan bahasa Jawa disebut
n
erimo ing pandum
(menerima terhadap fragmen yang diberikan Allah SWT). Seseorang yang punya uang lelah banyak, jabatan yang tingkatan, harta yang melembak ruah, namun tidak memiliki sifat qanaah, ia akan selalu sedikit, serakah, pajuh, dan tentunya hidupnya tidak bahagia. Utusan tuhan Muhammad saw bersabda  n domestik hadits Riwayat Imam Mukminat dalam
Shahih Muslim
juz 2 halaman 730:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ


Artinya: “Sungguh membujur orang yang masuk Islam, diberi kecukupan rezeki, dan diberikan qanaah oleh Allah atas apa yang diberikan kepadanya.

Bagaimana hendaknya kita bisa qanaah? Nabi berkata dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Pater Mukminat:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

Artinya: “Lihatlah orang nan ada di asal kalian, jangan meluluk seseorang nan ada di atas kalian, kejadian tersebut hendaknya kalian tidak meremehkan sedap Sang pencipta kepada kalian (HR. Muslim).

Laksana contoh, seseorang yang mempunyai mobil harus bersyukur karena masih banyak orang yang menanjak motor dan tak mampu membeli mobil. Mereka yang menanjak otak harus bersyukur karena masih banyak yang naik sepeda dan tidak berkecukupan membei motor. Orang yang panjat sepeda lagi wajib berlega hati, karena masih ada yang melanglang kaki dan tidak mampu membeli besikal. Sebagaimana manusia yang berjalan, harus bersyukur karena masih suka-suka yang enggak bisa melanglang, dan serupa itu selanjutnya”. Turunan yang punya resan qanaah menunjukkan hidupnya Bahagia dan bukan terik.


Ketiga
,
t
aufiquhu ilat
h
-th
â‘
at, adalah mendapatkan pertolongan Almalik untuk melakukan keefektifan, ibadah, dan taat kepada Sang pencipta swt.  Bagaimana mudahmudahan kita mendapatkan bantuan Allah? Sang pencipta berfirman dalam Al-Qur’an Tindasan Muhammad ayat 7:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Artinya: “Hai insan-individu mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Tuhan akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Menurut Pater Ath-Thabari dalam
Tafsir Jamiul Bayan
juz 21 pelataran 191, Almalik akan menolong bani adam yang beramal sesuai dengan apa yang dicintai dan diridhoi Sang pencipta swt, yaitu khalayak nan berjuang di jalan Yang mahakuasa. Seperti sosok yang memaui ilmu, mengajar di susuk alamiah, orang nan memakmurkan surau, dan sesamanya.  Merekalah orang yang akan mendapatkan sambung tangan Allah dan hidupnya akan diwarnai dengan kebahagiaan.

Keempat,
halâwah thâ‘ât, merupakan merasakan manisnya ibadah dan teguh kepada Allah swt. Nabi bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan maka dari itu Imam al-Bukhari dalam
Shahih al-Bukhari, juz 1 halaman 12:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُوْنَ اللّٰهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Artinya: “Ada tiga insan yang dapat menemukan manisnya keimanan: (1) orang yang lebih menganakemaskan Allah dan Rasul dibanding selainnya, (2) individu yang mencintai seseorang karena Allah, (3) anak adam yang membenci untuk pun kepada kekufuran sebagaimana ia benci dimasukkan ke neraka.

Dari sini boleh disimpulkan bahwa anjuran Rasulullah sepatutnya kita menggapai kesukaan yaitu memperoleh tembolok nan jamak, qanaah (menerima) segala apa yang sudah lalu diberikan Allah, mendapat habuan sambung tangan Allah internal disiplin, dan dapat merasakan nikmatnya keimanan. Hendaknya kita semua selalu mendapatkan belas kasih Allah mudahmudahan kita menjadi bani adam yang bahagia hidup di dunia dan akhirat. Amin.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر


Rustam Ibrahim

, d
osen UIN Raden Mas Said Surakarta


Baca tulisan tangan khutbah Jumat lainnya:

  • Khutbah Jumat: Diskriminatif Mengambil Doktrin dari Internet
  • Khutbah Jumat: 9 Jenis Bertutur Kata menurut Al-Qur’an
  • Khutbah Jumat: Melakukan Baik kepada Tetangga
  • Khutbah Jumat Singkat: Mari Mudahkan Urusan Orang Tidak




Source: https://nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-4-resep-hidup-bahagia-4IIHB