Khotbah Lukas 4 14 21


Eksposisi Injil Lukas






oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.






Lukas 4:14-30





I) Pelayanan Yesus:




1) Di sini Yesus berangkat pelayanan.



Yesus berkata bahwa Sira nomplok untuk melayani, bukan untuk dilayani (Mat 20:28). Bagaimana dengan saudara?



2) Situasi penolakan terhadap Yesus di Nazaret:



    • oleh Lukas diceritakan pada awal pelayanan Yesus.

    • maka itu Matius dan Markus diceritakan tidak lega awal pelayanan Yesus, tetapi agak belakangan (Mat 13:53-58 Mark 6:1-6).

Yang benar yaitu Matius dan Markus, karena Luk 4:23 jelas menunjukkan bahwa sebelum peristiwa ini, Yesus sudah melayani di Kapernaum. Makara Lukas kembali-pula enggak menceritakan secara chronologis. Tidak diketahui dengan pasti mengapa Lukas menceritakan peristiwa ini di sediakala pelayanan Yesus, hanya mungkin untuk menunjukkan sikap publik terhadap pelayanan Yesus.



3) Yesus melayani n domestik rumah-rumah fetis / synagogue (ay 15-16).




a) Yesus mempunyai kebiasaan cak bagi pergi ke synagogue puas hari Sabat, dan menghidangkan di sana (ay 16).



Ini kebiasaan nan baik yang harus ditiru; jangan biasakan sebaliknya (bdk. Ibr 10:24-25).



b)
Calvin:






“When God commanded his people to abstain from working on that day, it was not that they might give themselves up to indolent repose, but, on the contrary, that they might exercise themselves in meditating on his works”


[= Puas tahun Sang pencipta memerintahkan umatNya lakukan tidak bekerja pada tahun itu (hari Sabat), maka tujuannya bukannya cak agar mereka dapat berleha-leha, tetapi sebaliknya, supaya mereka dapat melatih diri mereka privat menimang-nimang pekerjaanNya].





c) Sekiranya saudara membaca peladenan Yesus dan nabi-utusan tuhan maka ari-ari akan mengawasi bahwa mereka banyak meladeni di Bait Allah dan synagogue. Karena itu sreg jaman sekarang, kita pula mesti mempunyai pelayanan yang berperilaku



church-centered


(= berpusatkan dom)


.



Paradigma pelayanan nan tidak bersifat
church-centered
(= berpusatkan dom) ialah persekutuan-persekutuan yang terpisah sama sekali dari basilika.




d) Yesus bisa diijinkan berpidato di synagogue, karena dalam synagogue memang ada kedaulatan berkhotbah. Kaprikornus, kalau pemimpin synagogue melihat seseorang nan ia anggap bisa berkhotbah, maka ia mengijinkan orang itu berceramah (bdk. Kis 13:15).




4) Pendalaman utama internal peladenan Yesus adalah takrif Firman Tuhan (ay 15,16-21).



Karena itu, dalam kita meladeni Halikuljabbar, kitapun harus adv amat menggarisbawahi pemberitaan Firman Almalik. Kalaupun kita koteng tak bisa memberitakan Firman Halikuljabbar, kita harus melakukan barang apa sesuatu yang bisa kita untuk bagi mendukung peladenan informasi Firman Tuhan, seperti mendoakan dan mendukung privat moneter.





II) Pemberitahuan Firman Tuhan oleh Yesus:




1) Yesus berdiri plong waktu membacakan Kitab Suci (ay 16), saja duduk lega waktu berkhotbah (ay 20).



Ini memang kebiasaan saat itu. Mengirik menunjukkan sikap hormat sreg Firman Tuhan. Berpidato biasanya dilakukan dengan duduk (bdk. Kis 16:13), tetapi kadang-kadang juga dilakukan dengan berdiri (Kis 13:16).



Sikap duduk atau mengalir perlahan-lahan ini sebetulnya lain mutlak, nan penting adalah: relung hati kita menghormati Firman Halikuljabbar!




Penerapan

:



Kalau tali pusar mengantuk atau berbicara satu sejajar lain, atau membiarkan anak saudara ribut / berlari-lari pada waktu Firman Sang pencipta diberitakan, jelas bahwa saudara tidak memuliakan Firman Tuhan! Malar-malar kalau selepas mendengar Firman Tuhan saudara adv amat berkata: �Ah itu teko pengenalan-katanya pendeta�, dan saudara tidak mau mentaatinya!



2) Ay 18-19 diambil mulai sejak Yes 61:1-2.




a) Di sini digunakan istilah �hamba allah miskin�, �tahanan�, �bani adam buta�, �orang yang ki teraniaya�, dan juga �pembebasan�, �penglihatan�, �mengecualikan�.



      • Ini jelas dalam arti rohani, bukan jasmani! Ini kelihatan dari:

        • Kis 26:17b-18.

        • Hal dimana Yohanes Pembaptis turut penjara, dan Kristus lain membebaskannya (Mat 11:2-6). Ini menunjukkan bahwa babak ini lain bisa diartikan secara jasmani.

      • Istilah �turunan miskin�, �tawanan�, �orang buta�, dan �turunan yang tertindas�, menunjukkan keadaan bani adam tanpa Kristus.


Calvin

:





“The prophet shows what would be the state of the Church before the manifestation of the Gospel, and what is the condition of all of us without Christ”


(= nabi itu menunjukkan bagaimana keadaan Katedral sebelum manifestasi Injil, dan bagaimana keadaan semua kita tanpa Kristus).





Kita harus sadar bahwa minus Kristus keadaan kita secara rohani betul-betul buruk! Kalau kita bukan pulang ingatan hal ini, kita tidak akan datang kepada Kristus (bdk. Wah 3:17-18).




b) �Bikin melansir hari pemberian Tuhan telah datang� (ay 19b).



Kemujaraban: Kristus menclok sesuai dengan musim nan Tuhan tetapkan (bdk. Gal 4:4).



3) Ay 21 memberikan inti lektur Yesus.



Dengan kata-alas kata ini Ia menuntut bahwa Mesias yang digambarkan oleh Yes 61:1-2 itu adalah diriNya sendiri.





III) Reaksi terhadap khotbah Yesus:




1) Pada musim Ia berkhotbah di kewedanan Galilea, semua basyar memuji Dia (ay 15-16).



2) Puas tahun Ia berkhotbah di Nazaret, sikap pendengarNya adalah:




a) Mereka �menasdikkan Ia� (ay 22). Ini keseleo terjemahan.



NIV:



speaking well of Him


(= berbicara baik mengenai Anda)


.



NASB:



spoke well of Him


(= berbicara baik mengenai Dia)


.



Lit:



bore witness to Him


(= memberi kesaksian kepadaNya)


.



Tidak terlalu jelas apa yang dimaksud oleh bagian ini.



b) Mereka heran akan kata-alas kata indah nan diucapkanNya (ay 22).



      • �kata-introduksi yang sani�:

Lit:



words of grace


(= kata-introduksi kasih karunia)


.



Artinya: munjung hadiah, tak seperti pakar Taurat yang tak berperasaan, atau, Ia mengucapkannya dengan prinsip yang menarik.



      • Ingat bahwa mereka bukannya kagum, sekadar heran.

c) Mereka berkata: �Bukankah Dia ini anak asuh Yusuf?� (ay 22 bdk. Mat 13:55-57 Mark 6:3).



Mereka enggak bisa menyepakati bahwa Yesus, �anak Yusuf� yang dari kecil bersama dengan mereka, adalah Mesias yang ditunggu-tunggu selama ribuan tahun.





IV) Perkelahian terhadap Yesus:




1) Kata-introduksi Yesus (ay 23-27).




a) Ay 23: Seorang mantri sering disuruh bagi membuktikan kehebatannya dengan mengobati dirinya koteng (intim), baru memulihkan manusia tak (jauh). Tetapi Yesus melakukan mujijatNya di Kapernaum (jauh), dan karena itu mereka ingin Yesus membuktikan kehebatanNya dengan mengamalkan mujijat di Nazaret (dekat).



Sekadar Yesus menanggapi semua ini tidak dengan menuruti keinginan mereka akan mujijat, tetapi sebaliknya �menyikat� mereka dengan keras (ay 24-27).



b) Ay 24: Tak terserah rasul yang dihargai di tempat asalnya.



      • Sekalipun Yesus tahu hal ini, tetapi Anda ki ajek menjauhi ke Nazaret dan memberitakan Firman Tuhan di sana. Karena itu kitapun terbiasa mengabarkan Injil di tempat bawah kita (rumah kita / batih kita).


      • Tyndale

        :



“People are always more ready to see greatness in strangers than in those they know well”


(= Manusia selalu makin siap untuk melihat kebesaran intern diri manusia asing terbit plong dalam diri orang yang mereka kenal dengan baik).





Barclay mengatakan bahwa dalam bahasa Inggris suka-suka adagium yang serupa, merupakan:



�Familiarity breeds contempt�


(= keakraban membiakkan sikap mengejek / memandang sedikit).





      • Secara implicit prolog-kata Yesus ini menunjukkan bahwa seorang utusan tuhan harus dihormati (bdk. Mat 10:40-41 1Tim 5:17), bahkan di tempat asalnya.


William Hendriksen

:





“That is the way it is, but not the way it should be”


(= Keadaannya memang seperti mana itu, semata-mata bukan mudah-mudahan seperti mana itu).





      • Mulut Yesus ini adalah suatu �amsal�, yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang sekalipun sering etis, tetapi lain cinta ter-hormat. Jadi, kalau suka-suka utusan tuhan nan ternyata dihormati di medan asalnya, itu lain berarti kata-pembukaan Yesus ini salah.

c) Yesus memberikan 2 arketipe:



      • Contoh Elia dan janda di Sarfat (ay 25-26).

�Tiga tahun dan enam bulan� dalam ay 25 tak anti dengan �pada tahun yang ketiga� dalam 1Raja-baginda 18:1, karena 1Raja-raja 18:1 menunjukkan lamanya Elia ada di rumah janda di Sarfat, dan enggak mencakup lamanya musim selama Elia ada di comberan Batang air Kerit (1Raja-sunan 17:1-6).



      • Ideal Elisa dan Naaman (ay 27).

Kedua sempurna ini seimbang-sama menunjukkan bahwa nabi Almalik diutus ke tempat yang jauh. Halikuljabbar berkuasa mengutus nabiNya kemanapun Sira cak hendak, baik jauh ataupun dempet. Namun kedua contoh ini lagi terjadi karena �yang dekat� itu brengsek.




2) Reaksi anak adam Nazaret:



Alas kata-kata Yesus itu secara
implicit
menunjukkan bahwa mereka itu brengsek, apalagi lebih brengsek berpangkal orang dahriah / non Ibrani, dan ini menyebabkan mereka menjadi marah, dan bahkan ingin menjagal Yesus (ay 28-29).




Eklektik cak agar tembuni tidak menanggapi Firman dengan sikap marah sebagai halnya ini. Ini bertentangan dengan Yak 1:19-20!



3) Yesus berjalan lewat dari tengah-perdua mereka, lalu meninggalkan (ay 30).




a) Tak jelas apa yang terjadi di sini. Terserah yang mengatakan ini mujijat.




Calvin

:





“This example teaches us that, though our adversaries may prevail so far, that our life may seem to be placed at their disposal, yet that the power of God will always be victorious to preserve us, so long as he shall be pleased to keep us in the world, either by tying their hands, or by blinding their eyes, or by stupifying their minds and hearts”


[= Lengkap ini mengajar kita bahwa sekalipun musuh-musuh kita menang, dan jiwa kita bisa jadi cak semau n domestik tangan mereka, tetapi kuasa Allah akan caruk unggul dalam menjaga kita, selama Ia masih menginginkan kita dalam bumi ini, ataupun dengan mengikat tangan mereka, maupun dengan membutakan indra penglihatan mereka, atau dengan membuat manah dan hati mereka jadi bodoh / mematung (Jawa: ketenggengen)].





b) Sedikitpun tak tertumbuk pandangan bahwa Yesus meleleh.



Waktu dicobai oleh setan bagi nocat dari bubung Bait Allah berdasarkan Maz 91:11-12 (Luk 4:9-11), Yesus menolak. Tetapi kini memang merupakan waktu yang tepat untuk berpedoman plong Maz 91:11-12 itu, dan Yesus melakukannya.



c)
Tyndale:






“As far as is known Jesus never returned to Nazareth. Rejection can be final”


(= Sepanjang yang diketahui Yesus tidak pernah kembali ke Nazaret. Penolakan bisa yaitu yang terakhir).







V) Apa nan bisa kita pelajari mulai sejak sini?




1) Sikap mereka terhadap Yesus / peliput Firman berkembang makin lama kian jelek (ay 15,22,28-29).





Perhatikan dan bimbing sikap saudara terhadap pemberita Firman

!


Ingat bahwa setan selalu berusaha buat takhlik uri tidak senang kepada wartawan Firman, dan dengan demikian saudara tidak akan dapat mendengar Firman.




2) Orang yang barangkali rindu Firman, sebetulnya belum pasti rindu Firman.



Ay 20 menunjukkan bahwa mereka barangkali rindu Firman, tetapi pada waktu Firman diberitakan, dan tidak sesuai dengan kerinduan mereka, maka mereka menjadi marah (ay 28-29). Jadi sebetulnya mereka cuma ingin mendengar Firman yang sesuai dengan rukyah mereka!



3) Persoalan / serangan sering unjuk kalau:



a) Suka-suka pemberitaan tentang Yesus (ay 16-22).



Visiun nan hanya menyangkut etika dan moral, tidak akan terlalu menimbulkan persoalan, karena setan bukan berlebih gagap dengan hal itu. Saja pengetahuan akan halnya Yesus bak Mesias, Juruselamat, Allah, satu-satunya perkembangan ke keindraan, karuan diserang oleh setan.



b) Suka-suka sapa dosa nan menyatakan mustami sebagai brengsek (ay 24-29). Jika ari-ari sering marah pada waktu mendengar teguran terbit Firman, maka ingat bahwa Kitab Salih mengatakan bahwa bani adam nan membenci teguran merupakan tolol (Amsal 12:1 15:12,32 17:10).




4) Puas waktu ada terjangan, belum tentu yang keseleo adalah pemberita Firman. Dan takdirnya pemberita Firman tak salah, maka ia tidak boleh memanjang karena ada serangan!



-AMIN-



e-mail us at


[email protected]




Source: https://www.golgothaministry.org/lukas/lukas-4_14-30.htm