Selamat datang di
Pakdosen.co.id, web digital berbagi hobatan mualamat. Mana tahu ini PakDosen akan membahas mengenai
Media Visual
? Mungkin sira hubungan mendengar introduksi
Media Visual
? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, manfaat, manfaat, dan spesies. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Media Visual


Pengertian Ki alat Visual

Media Visual (Daryanto, 1993:27), artinya semua instrumen peraga yang digunakan dalam proses belajar nan bisa dinikmati lewat lima-indera mata. Media visual (image ataupun misal) menyambut peran yang sangat penting privat proses belajar. Ki alat visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat perhatian. Visual dapat lagi mengintensifkan minat siswa dan bisa memberikan perikatan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata.


Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang penting dansiswa harus berinteraksi dengan visual ( image ) itu kerjakan teruji terjadinya proses butir-butir. Dengan demikian wahana visual bisa diartikan sebagai alat penerimaan nan hanya bisa dilihat bagi memperlancar pemahaman dan memperteguh manah akan isi materi pelajaran.


Sarana Visual yang bergerak ialah ki alat yang dapat menampilkan ataupun membiaskan gambar alias bayangan yang boleh bergerak di layar bias, seperti: bias gambar-gambar yang ditampilkan maka dari itu motion picture komidi gambar dan loopfilm.


Tiap-tiap media baik yang bersirkulasi alias yang lain bergerak dilihat penggunaannya tak lepas berpokok kelebihan dan keterbatasan yang terserah, tersangkut pada hal dan kondisi pengoperasiannya.



Kemujaraban dan Manfaat Media Visual

Media visual berfungsi lakukan menyalurkan pesan dari perigi ke penerima pesan. Wanti-wanti yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi alat angkut okuler adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan takdirnya tidak divisualkan.



Macam-macam Media Visual

Ki alat Visual terdiri dari:



1. Alat angkut nan Tidak Diproyeksikan

Benda tersebut tidak harus dihadirkan di pangsa kelas, tetapi siswa boleh meluluk langsung ke obyek. Khasiat berusul ki alat realia ini adalah dapat memberikan asam garam nyata kepada peserta. Misal untuk mempelajari keanekaragaman manusia nyawa, klasifikasi anak adam jiwa, ekosistem, dan organ tanaman.


Model adalah benda buatan internal wujud tiga matra yang merupakan representasi atau penukar bermula benda nan sesungguhnya. Pemakaian model untuk menguasai kendala tertentu bak pengubah realia. Seumpama bikin mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf sreg hewan.


Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui huruf angka-huruf angka visual. Fungsi dari media ilustratif adalah menyentak manah, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terjerahak sekiranya namun dilakukan melalui penjelasan verbal.



2. Media Proyeksi

Transparansi OHP merupakan peranti bantu mengajar tatap muka sejati, sebab penyelenggaraan letak ruang kelas kukuh seperti sah, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Instrumen media transparansi menutupi alat kepala dingin (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:

  • Cekut dari mangsa cetak dengan teknik tertentu.
  • Mewujudkan sendiri secara manual.

Film bingkai / slide merupakan sinema membayang yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 dim. Dalam suatu sampul berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama tidak. Keistimewaan film pigura hampir begitu juga transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan makin bagus. Sedangkan kelemahannya yaitu beaya produksi dan peralatan bertambah mahal serta kurang praktis. Bakal menyajikan dibutuhkan proyektor slide.


Pengenalan Beberapa Kendaraan Optis, antara enggak umpama berikut :



1. Media Grafis

Media Grafis adalah media visual yang menyuguhkan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian alas kata- kata, kalimat alias angka- angka, dan symbol/ gambar. Grafis galibnya digunakan buat menganjur perhatian. Memperjelas presentasi ide, dan menggambarkan perkenalan awal- kata sehingga menarik manah dan diingat anak adam.


Susuk/ foto yaitu kendaraan yang paling umum dipakai. Rangka/ foto yaitu bahasa yang paling umum sehingga mudah dimengerti.


Manfaat atau kelebihan kerangka alias foto ibarat media pembelajaran adalah:

  1. Menyerahkan tampilan yang sifatnya konkrit.
  2. Gambar dapat mengendalikan batasan ulas dan masa.
  3. Gambar atau foto dapat membereskan keterbatasan pengamatan kita.
  4. Dapat memperjelas suatu penyakit, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja.
  5. Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan minus memerlukan peralatan istimewa.


2. Sketsa

Sketsa merupakan gambar yang merupakan draft bergairah nan menyajikan episode-bagian pokoknya tetapi minus detail. Sketsa selain dapat menarik perasaan petatar atau siswa juga dapat menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan.



3. Diagram

Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga boleh memperjelas penyajian pesan. Isi diagram puas umumnya berupa tanzil-petunjuk. Sebagai suatu rencana tercecer yang menunggangi garis dan huruf angka, diagram memvisualkan struktur dari objeknya secara garis osean, menunjukkan relasi nan terserah antar komponennya atau rasam-sifat proses yang ada.


Ciri-ciri berpokok sebuah diagram nan baik yakni:

  • Benar, digambar rapi, diberi judul, cap dan penjelasan-penjelasan nan terbiasa.
  • Cukup besar dan ditempatkan strategis.
  • Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang masyarakat, dari kidal ke kanan dan berpokok atas ke asal.


4. Bagan/Chart

Terdapat dua variasi chart merupakan chart nan menyajikan pesannya secara  bertahap dan chart yang menyuguhkan pesannya sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara sedikit berangsur-angsur misalnya merupakan flipchart atau hidden chart, sementara kerangka atau chart yang menyuguhkan pesannya secara sekalian misalnya bagan pohon (tree chart), kerangka alir (flow chart), ataubagan garis waktu (time line chart).


Susuk ataupun chart Berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep nan sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau oral secara visual. Bagan lagi mampu memasrahkan rangkuman butiran-butir penting dari suatu presentasi.


N domestik tulangtulangan rata-rata kita pergok variasi media optis tak seperti gambar, diagram, atau lambing-lambang verbal.


Ciri-ciri buram sebagai media yang baik adalah:

  • Dapat dimengerti maka itu pembaca.
  • Sederhana dan lugas bukan susah atau terpilin-pilin.
  • Diganti sreg musim-waktu tertentu kiranya selain tegar mengikuti perkembangan jaman juga tak kesuntukan siasat tarik.

Grafik adalah gambar terlambat yang mengguanakan noktah-titik, garis atau rang. Fungsi diagram adalah lakukan menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau neraca sesuatu objek atau situasi yang ubah berhubungan secara singkat dan jelas.


Kartun
Adalah pengisahan kerumahtanggaan rancangan lukisan atau pelesetan tentang insan, gagasan, alias situasi yang didesain cak bagi mempengaruhi opini masyarakat. Kegunaan kartun n domestik indoktrinasi boleh memperjelas rangkaian isi objek intern satu urutan rasional atau mengandung makna.


Pemilihan kartun adalah:

  • Pemakaiannya sesuai dengan tingkat pengalaman.
  • Kesederhanaan.
  • Lambang yang jelas.

Pendayagunaan animasi yaitu:

  1. Untuk senawat.
  2. Sabagai ilustrasi.
  3. Bagi kegiatan siswa.

Poster dapat dibuat di atas jeluang, tiras, batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak semata-mata berjasa untuk memunculkan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku sosok yang melihatnya.


Papan Planel merupakan papan yang dilapisi kain flannel bikin menyervis kerangka maupun kata- kata yang mudah ditempel dan mudah pula diepas. Papan planel ialah wahana visual yang efektif dan mudah untuk menyodorkan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.


Kelemahannya papan planel, antara lain sebagai berikut :

  1. Walaupun bahan flanel bisa menempel plong sesamanya, saja kejadian ini tidak menjamin plong “bahan yang berat”, karena bisa lepas bila ditempelkan.
  2. Bila tertimpa angin sedikit saja, bahan nan ditempel puas papan flanel tersebut akan bertebaran terban.

Kelebihannya tiang flannel, antara lain sebagai berikut :

  1. Karena kesederhanaan gawang flanel dapat dibuat sendiri makanya hawa.
  2. Dapat dipersiapkan terlebih dahulu dengan teliti.
  3. Dapat memusatkan perhartian siswa terhadap suatu masalah yang dibicarakan.
  4. Bisa menghemat waktu pembelajaran karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan dan pesuluh didik dapat melihat koteng secara langsung.

Papan Koran berfungsi cak bagi memberitahukan peristiwa dalam tahun tertentu. Papan ini adalah papan biasa tanpa dilapisi perca flannel. Gambar- gambar atau goresan- tulisannya biasanya langsung ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel lainnya.


Kelemahan media grafis, antara lain sebagai berikut :



Media Incaran Cetak

Media bahan cetak adalah wahana visual nan pembuatannya melalui proses pencetakan/ printing atau offset. Media target cetak ini meladeni pesannya menerobos leter dan tulangtulangan- gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan ataupun informasi yang disajikan.



Macam media korban cetak diantaranya yaitu :



Resep Teks

Buku Teks, yaitu buku adapun suatu meres studi atau aji-aji tertentu yang disusun bakal melajukan para master dan siswa n domestik upaya mencapai maksud pembelajaran. Penyusunan trik teks ini disesuaikan dengan bujuk dan ruang lingkup GBPP tiap latar studi tertentu.


Dalam melembarkan sebuah buku sebaiknya diperhatikan keadaan- kejadian seumpama berikut :

  • Substansi materi.
  • Memiliki pokok tarik.
  • Mudah dipahami.
  • Mudah dibaca.


Modul

Modul, yaitu suatu paket yang disusun dalam rencana rincih tertentu dan didesain sedemikian rupa kurnia kepentingan belajar siswa. Satu sampul modul biasanya memiliki komponen petunjuk guru, paisan kegiatan siswa, paisan kerja siswa, sendi lembaran kerja, kepingan tes, dan kiat kepingan tes.


Internal memilih modul sebaiknya diperhatikan hal sebagai berikut :

  1. Substansi materi relevan dengan kompetensi dasar atau materi taktik yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  2. Modul tersusun secara lengkap, paling tak mencaplok antara lain; judul, pernyataan kompetensi radiks yang harus dikuasai peserta pelihara, petunjuk menggunakannya, informasi, langkah kerja, dan penilaian.
  3. Materi memberikan penjelasan secara konseptual tentang definisi, klasifikasi, prosedur, neraca, rangkuman dan sebagainya.
  4. Padat deklarasi.
  5. Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Kalimat yang disajikan pendek, jelas.
  7. Menuntun master dan siswa sehingga mudah digunakan.
  8. Sejumlah modul dapat didownload
    dari internet.


Objek Pengajaran Terprogram

Mangsa Indoktrinasi Terprogram, merupakan program pengajaran spesial, erat sama dengan modul. Perbedaannya dengan modul, bahan pencekokan pendoktrinan terprogram ini disusun dengan topic- topic boncel untuk setiap birai/ halamannya. Suatu bingkai umumnya pintar informasi yang merupakan bahan nubuat, pertanyaan, dan balikan/ respons berpangkal pertanyaan pigura lain.


Kelemahan sarana bahan cetak, antara lain :



Sarana Rangka Bungkam

Media Tulang beragangan Diam adalah media optis yang riil gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi.  Tipe ki alat gambar bungkam ini yakni foto.

Foto/gambar n kepunyaan makna yang lebih baik dibandingkan dengan karangan.  Foto/rajah sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rajah yang baik agar setelah radu melihal sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat berbuat sesuatu nan plong akhirnya menguasai satu atau bertambah kompetensi pangkal.  Foto/buram nan didesain secara baik dapat menyerahkan pemahaman yang lebih baik.


Sebuah gambar nan bermakna paling lain memiliki kriteria laksana berikut:

  • Gambar harus mengandung sesuatu yang bisa dilihat dan penuh dengan maklumat/data. Sehingga rang tak sekadar sekedar kerangka yang tak mengandung arti atau bukan ada yang boleh dipelajari.
  • Bagan bermakna dan dapat dimengerti sehingga, si pembaca bagan serius mengetahui, tidak salah pengertian.
  • Ideal, rasional kerjakan digunakan privat proses pembelajaran, bahannya diambil berpangkal sumber yang benar. Sehingga jangan sampai gambar miskin informasi yang berbuah penggunanya tidak membiasakan apa-barang apa.

Dalam memintal sebuah bentuk/ foto hendaknya diperhatikan hal- kejadian sebagai berikut :

  1. Perbendaharaan materi nan disajikan dalam rancangan foto / gambar harus n kepunyaan relevansi dengan kompetensi yang harus dikuasai maka dari itu peserta pelihara.
  2. Rangka yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  3. Ditampilkan dengan rasio yang sesuai sehingga terlihat logis dan enak dilihat.
  4. Kerangka mencadangkan judul ataupun embaran.
  5. Beberapa foto / gambar dapat dibeli di toko buku.

Kelemahan Kendaraan Gambar Bungkam, antara bukan :

Media Proyeksi Diam

Media Proyeksi Diam adalah media visual nan diproyeksikan atau sarana yang memproyeksikan pesan, dimana hasil proyeksinya lain bersirkulasi atau memiliki adv minim partikel gerakan.



Spesies Media Proyeksi Bungkam diantaranya OHP/ OHT, Opaque Projector, Slide, dan FilmStrip.

a)

Media OHP/ OHT

OHT ( Overhead Transparency ) adalah sarana visual yang diproyeksikan melalui perlengkapan proyeksi yang disebut OHP ( Overhead Projector ). OHT terbuat dari bahan transparan yang rata-rata berformat 8,5 x 11 inchi.


Ada 3 jenis bahan yang dapat digunakan ibarat OHT, diantaranya :

  1. Write on sinema ( plastic transparansi ), yaitu varietas transparensi yang dapat ditulisi atau digambari secara kontan dengan menunggangi spidol.
  2. PPC transparansi film ( PPC = Plain Paper Copier ), adalah macam transparansi yang dapat diberi tulisan ataupun bagan dengan menggunakan mesin fotocopy.
  3. Infrared transparency film, adalah variasi transparansi yang boleh diberi garitan atau bergambar dengan menggunakan mesin thermofax.

OHP ( Overhead Projector ) adalah media yang digunakan bagi memproyeksikan program- program transparansi sreg sebuah jib. Umumnya radas ini digunakan umpama pengganti papan tulis.


Ada 2 diversifikasi teladan OHP, yaitu :

  • OHP Classroom, yaitu OHP yang dirancang dan dibuat secara permanen kerjakan di simpan di suatu kelas bawah ataupun ruangan. Biasanya n kepunyaan bobot yang bertambah sulit dibandingkan dengan OHP tipe portable.
  • OHP Portable, adalah OHP yang dirancang agar mudah dibawa kemana- mana, sehingga ukuran dan bobot beratnya lebih ringkas.

Maslahat Alat angkut OHT/ OHP, antara lain :

Dapat digunakan untuk menyajikan wanti-wanti di semua ukuran kolom papan bawah.

Menganjur, karena memungkinkan penyajian yang variatif, dan disertai dengan rona- corak yang menarik.

Tatap muka dengan pesuluh selalu terbentuk dan memungkinkan petatar bikin mencatat hal- kejadian yang utama.

Tidak memerlukan operator secara khusus dan enggak lagi memerlukan manipulasi rubrik.

Dapat menghidangkan pesan yang banyak privat periode yang relative singkat.

Program OHT dapat digunakan repetitif- ulang.



Kelemahan Media OHT/ OHP, antara enggak :

  1. Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan dan penyajiaannya.
  2. OHT dan OHP merupakan kejadian nan tak dapat dipisahkan, karena sebuah gambar dalam kertas halal tidak dapat diproyeksikan menerobos OHP.
  3. Usap OHT mudah rusuh, karena ialah belai yang lepas.


b)

Ki alat Opaque Projector

Opaque Projector atau proyektor tak seruak pandang yaitu media yang digunakan bakal memproyeksikan sasaran dan benda- benda yang bukan tembus pandang, seperi kancing, foto, dan model- kamil, baik nan dua dimensi maupun yang tiga matra. Berbeda dengan OHP, opaque projector ini tidak memerlukan transparansi, sahaja memerlukan penggelapan ruangan.


Opaque Projector rata-rata dapat sekali lagi digunakan boleh pula digunakan bagi memproyeksikan film birai/ slide akan sekadar tidak dilengkapi dengan tape recorder.


Kelebihan dan kelemahan media opaque projector ini hampir mirip dengan kemustajaban dan kelemahan OHP dan alat angkut slide. Oleh karena opaque projector dengan segala karakteristiknya berfungsi laksana OHP dan Slide Proyektor.



c)

Media Slide

Media Slide alias bioskop bingkai adalah media visual nan diproyeksikan melalui alat nan disebut dengan Proyektor Slide. Slide maupun film bingkai terbuat dari film aktual yang kemudian diberi lis nan terbuat semenjak kardus/ plastik. Film positif yang biasanya digunakan untuk bioskop slide yaitu film yang ukurannya 35 mm dengan ukuran birai 2 x 2 inchi. Sebuah acara slide biasanya terdiri atas beberapa birai yang banyaknya tergantung pada incaran atau materi yang akan disampaikan.


Kelemahan Media Slide, antara lain :



Ki alat FilmStrip

Film Strip atau Film Rangkai atau Sinema Gelang adalah wahana visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir proporsional dengan media slide. Hanya bioskop strip ini terdiri berbunga beberapa film nan merupakan suatu kesatuan ( adalah gelang, dimana antara ujung yang satu dengan ujung yang lainnya beraduk ). Jumlah frame maupun bentuk dari suatu filmstrip ada yang berjumlah 50 biji zakar dan terserah kembali yang berjumlah 75 biji kemaluan dengan tingkatan 100 setakat 130 cm.


Kurnia filmstrip dibandingkan dengan film slide yakni media filmstrip mudah penggandaannya karena bukan memerlukan bingkai, juga frame- frame filmstrip tidak akan tertukar karena merupakan satu wahdah. Akan tetapi pengeditan dan perombakan/ revisi filmstrip relative agak sukar, karena harus dilaboratorium khusus.



Pemilihan Media Okuler

Bagi mempermudah penyampaian materi kepada peserta asuh mesti dipilih kendaraan nan tepat. Presisi internal pemilihan media okuler menyebabkan proses pembelajaran menjadi laju dan materi yang disampaikan dipahami peserta jaga. Misalnya Guru pendidikan raga dapat memanfaatkan sarana visual yang publik dipergunakan seperti gambar atau foto maupun VCD. Kedua jenis media visual ini mempunyai beberapa faedah yaitu, mudah dibuat dan digunakan, praktis, sederhana, dan relatit murah.


Beberapa standar yang perlu diperhatikan makanya guru internal melembarkan alat angkut optis. Diantaranya. kendaraan visual yang dipilih sesuai dengan kurikulum, tujuan penelaahan yang ingin dicapai, mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan peserta bimbing, praktis dan sederhana, bersifat luwes, multiguna, resistan lama, ekonomis, dan mudah digunakan oleh guru.



Penggunaan Media Visual

Azhar Arsyad (2005:92-93) memberikan gambaran tentang beberapa konsep penggunaan ki alat visual a~ar efektif yakni, gambar media visual dibuat yang sesederhana mung kin agar mudah dipahami, penggunaan kendaraan okuler untuk menjelaskan pemberitahuan yang terdapat teks, berikan pengulangan sajian visual dan libatkan peserta didik di dalamnya, gunakan gambar untuk memperlainkan dua konsep yang berbeda, deklarasi rancangan harus dicantumkan secara garis besar, dan penggunaan wama harus realistik.


Banyak peristiwa yang harus diperhatikan dalam penggunaan media visual dalam menopang proses pembelajaran pendidikan badan di sekolah dasar. Pertimbangan-pertimbangan mulai dari fungsi irit, kepraktisan, dan manfaat yang diperoleh terbit penggunaan media visual dijadikan pertimbangan bagi sendiri guru pendidikan jasmani terutama untuk memudahkan internal fungsi utamanya sebagi seorang pendidik dan instruktur.


Pengoptimalan media okuler memasrahkan dampak psikologis bagi master, karena ia akan lebih memiliki rasa percaya diri dalam memajukan materi ataupun pesan kepada peserta ajar. Jika dilihat lebih lanjut sebenamya kendaraan optis ini mutakadim tidak luar lagi bagi para guru pendidikan jasmani. Sebab, sejak di bangku lektur mereka sudah lalu diberikan mualamat dan keterampilan dasar pemanfaatan sarana pengajian pengkajian sehingga, dalam situasi mengajar yang sepatutnya ada guru tinggal melebarkan atau menciptakan ki alat-media visual baru yang lebih ki berjebah dan inovatif.


Demikian Penjelasan Materi Tentang


Media Visual yaitu – Pengertian, Fungsi, Kemujaraban dan Macam



Sepatutnya Materinya Berarti Bagi Murid-Siswi