Jam Pelajaran Smp 40 Menit Atau 45 Menit

SOLO
– Dinas Pendidikan Kota Surakarta menetapkan aturan baru, penerimaan tatap muka (PTM) selama bulan Ramadan 1443 Hijriah. Terutama untuk runcitruncit pendidikan jenjang PAUD, SD, sampai SMP. Di mana PTM maksimal hanya empat jam pelajaran, serta pembatasan maksimal 50 komisi dari kapasitas ruang kelas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Hery Mulyono mengklarifikasi, adat tersebut tidak jauh berlainan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Menurutnya, sungguhpun kasus Covid-19 di Kota Kali besar melandai, namun statusnya masih pemberlakuan pembatasan kegiatan umum (PPKM) level 3.

“Waktu ini telah banyak (eceran pendidikan) yang menggelar PTM 100 komisi, tapi dengan model sif atau separo-separo.
Alhamdulilah
setakat saat ini PTM berjalan lancar. Kondisinya juga mengarah membaik. Kami sudah lalu terbiasa dengan kondisi seperti ini,” terangnya, Minggu (3/4).

PTM selama Ramadan, eceran pendidikan dimintai tetap menerapkan protokol kesegaran (prokes) ketat. Pembelajaran ditekankan sreg penguatan karakter profil Pelajar Pancasila. Selain itu, memungkirkan kegiatan membiasakan mengajar (KBM) di luar ruangan. Begitu juga kegiatan yang memerlukan banyak aktivitas tubuh.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menambahkan, durasi per jam kursus juga dipangkas selama Ramadan. Jika semula per jam pelajaran jenjang SMP maksimal 40 menit, direduksi menjadi 30 menit saja. Sementara itu lakukan tinggi SD, semula 35 menit dipotong menjadi namun 25 menit.

“Mau dikurang berapa lagi, itu mutakadim sangat invalid. Masa pandemi dan puasa sama saja. Jika mulai belajar pemukul 08.00, pukul 11.00 sudah harus pulang. Itu mutakadim minim. Makara tidak masalah dan lain sesak memberatkan siswa,” jelasnya.

Sesuai kalender pendidikan tahun pelajaran 2022/2022, masing-masing tangga PAUD, SD, dan SMP, musim ini tetap PTM. Sedangkan murid inferior IX SMP, melaksanakan ujian sekolah mulai 18 April.

Satuan pendidikan yang jumlah siswanya kurang bermula 16 anak asuh dalam satu kontingen belajar (rombel), diperbolehkan PTM 100 persen. Sedangkan durasinya maksimal empat jam pelajaran.

“Tataran TK, diatur oleh sekolah dengan pertimbangan pembelajaran di wulan Ramadan ditekankan pada penguatan fiil profil Pelajar Pancasila. Proses sparing mengajar di luar kolom dan aktivitas fisik berlebihan, tentatif dikurangi,” pesannya.
(ian/fer/dam)

Partikular
– Jawatan Pendidikan Kota Surakarta menetapkan aturan baru, pembelajaran lihat tampang (PTM) selama bulan Ramadan 1443 Hijriah. Terutama untuk satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, setakat SMP. Di mana PTM maksimal hanya empat jam les, serta pembatasan maksimal 50 uang berusul daya produksi ruang kelas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Hery Mulyono mengklarifikasi, sifat tersebut tak jauh berbeda dengan Dokumen Keputusan Bersama (SKB) Catur Menteri. Menurutnya, meskipun kasus Covid-19 di Kota Bengawan melandai, cuma statusnya masih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

“Ketika ini sudah banyak (satuan pendidikan) yang menggelar PTM 100 persen, tapi dengan abstrak sif atau separo-separo.
Alhamdulilah
sampai kini PTM berjalan laju. Kondisinya juga cenderung membaik. Kami telah terbiasa dengan kondisi seperti ini,” terangnya, Minggu (3/4).

PTM sejauh Ramadan, eceran pendidikan dimintai teguh menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Penerimaan ditekankan lega penguatan karakter profil Pelajar Pancasila. Selain itu, meniadakan kegiatan berlatih mengajar (KBM) di luar ruangan. Seperti kegiatan yang memerlukan banyak aktivitas fisik.

Kepala Satah SMP Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menambahkan, durasi per jam pelajaran juga dipangkas selama Ramadan. Jika awal saban jam les jenjang SMP maksimal 40 menit, direduksi menjadi 30 menit sahaja. Sedangkan untuk hierarki SD, semula 35 menit dipotong menjadi hanya 25 menit.

“Kepingin dikurang berapa juga, itu sudah dahulu terbatas. Masa endemi dan puasa sebanding saja. Jika mulai berlatih palu 08.00, martil 11.00 sudah harus pulang. Itu mutakadim minim. Jadi tidak kelainan dan tidak sesak memberatkan siswa,” jelasnya.

Sesuai kalender pendidikan masa pelajaran 2022/2022, masing-masing jenjang PAUD, SD, dan SMP, musim ini tetap PTM. Sedangkan siswa papan bawah IX SMP, melaksanakan eksamen sekolah mulai 18 April.

Eceran pendidikan yang jumlah siswanya kurang berasal 16 anak privat satu kafilah belajar (rombel), diperbolehkan PTM 100 persen. Sedangkan durasinya maksimal empat jam pelajaran.

“Jenjang TK, diatur maka dari itu sekolah dengan pertimbangan pembelajaran di wulan Ramadan ditekankan sreg penguatan budi profil Pelajar Pancasila. Proses belajar mengajar di luar ruangan dan aktivitas fisik jebah, sementara dikurangi,” pesannya.
(ian/fer/bendung)

Source: https://radarsolo.jawapos.com/pendidikan/04/04/2022/bulan-ramadan-durasi-ptm-dipangkas-per-jam-pelajaran-hanya-25-30-menit/