Fatimah Disuruh Membeli Minyak Goreng

Fatimah disuruh membeli minyak sayur di sebuah warung, Ketika menerima tip kembalian, sira luang bahwa jumlahnya lebih berasal seharusnya, dulu beliau mengembalikannya, Ia sadar bahwa Allah Swt caruk mengawasi perbuatannya, karena Yang mahakuasa Swt berperangai?

Fatimah disuruh membeli lisah di sebuah warung, Ketika menerima komisi kembalian, ia luang bahwa jumlahnya kian dari yang seharusnya / kelebihan, lalu ia mengembalikannya, Ia sadar bahwa Allah Swt selalu mengawasi perbuatannya, karena Allah Swt berperilaku
(D)
al-Basir.

Karena al-Bashir artinya maha Meluluk. Maksudnya Tuhan maha mengintai barang apa sesuatu di langit dan bumi. Dalam anak kunci paket disebutkan bahwa seluruh liwa semesta dipantau maka dari itu Allah.

Kemudian pada surat al-Hujarat ayat 18 pun diterangkan bahwa Allah maha mematamatai barang apa yang kamu cak bagi.

Pada contoh di atas, walaupun Fatimah tidak menimbangi uang tersebut, si penjual barangkali enggak tahu karena lupa, semata-mata karena Fatimah tahu Almalik maha melihat segala sesuatu yang cak semau di langit dan bumi dan nan tergarap makhluknya, makanya Fatimah mengembalikannya.


Fatimah disuruh membeli patra goreng di sebuah warung, Detik menerima uang jasa kembalian, ia tahu bahwa jumlahnya lebih dari sebaiknya, lewat engkau mengembalikannya, Ia sadar bahwa Tuhan Swt sering mengawasi perbuatannya, karena Halikuljabbar Swt berkarakter …


Penjelasan

  • Harapan soal:
    Perbuatan menyamai uang jasa kembalian, karena Allah maha mengawasi artinya Allah memiliki sifat?.
  • Introduksi buku:
    Sifat Yang mahakuasa yang maha mengawasi.
  • Jawaban yang paling tepat adalah D.

Sebab Al-Basir artinya maha mengawasi, maksudnya Yang mahakuasa mengintai apa sesuatu di langit dan di bumi dan segala sesuatu nan diselesaikan oleh ciptaannya. Makanya Fatimah melawan faedah uang jasa kembalian, karena Sang pencipta mengawasi perilakunya / al basir.

  • Padahal A, B, C kurang tepat.

Al-‘saleh artinya maha mengatahui, mengetahui internal hal ini merupakan pengatahuan yang dimiliki Allah mengenai nan nampak, maupun nan ghaib, setakat yang belum atau akan terjadi Sang pencipta mengetahuinya. Maka A pelecok karena konotasinya adalah manifesto Yang mahakuasa yang bukan minus.

Al-Khabir artinya maha teliti, artinya Allah maha teliti terhadap segala yang diciptakannya. Contohnya: Allah menciptakan bumi, rembulan dan matahari. Ia tidak pangkal menciptakannya, segala sesuatu nan diciptakannya secara teliti.

Misalnya: Allah menciptakan mata untuk mengaram, mata tersebut terdapat surai mata untuk melindungi dari debu, dan mata tersebut bisa dipejamkan untuk istirahat. Cipatannya teliti enggak sumber akar dibuat. Sehingga tidak sesuai dengan soal nan maksudnya maha mengawasi. Maka B salah.

Sedangkan As-Sami’ artinya maha mendengar, mendengar sesgala sesuatu nan baik yang diucapkan dengan lantang, berbisik tanah lapang, hingga yang diucapkannya relung hati. Makanya tdiak sesuai dengan pertanyaan yang lamar tentang maha mematamatai. Sehingga C salah.


Jawabannya

Fatimah disuruh membeli minyak sayur di sebuah warung, Ketika mengakuri uang kembalian, ia tahu bahwa jumlahnya lebih dari seharusnya, lalu beliau mengembalikannya, Beliau sadar bahwa Sang pencipta Swt selalu menyibuk perbuatannya, karena Yang mahakuasa Swt bersifat

(D)
al-Basir, sebab al-Basir artinya maha melihat, maksudnya Almalik Maha Melihat / mengawasi apa sesuatu nan ada di mayapada dan langit, dan segala apa nan kamu kerjakan.

Jawaban mengutip penjelasan di bawah ini:

Fatimah disuruh membeli minyak goreng di sebuah warung, Ketika menerima uang kembalian, ia tahu bahwa jumlahnya lebih dari seharusnya, lalu ia mengembalikannya, Ia sadar bahwa Allah Swt selalu mengawasi perbuatannya, karena Allah Swt bersifat

Jawaban belum diverifikasi.

Source: https://www.ngetop.my.id/fatimah-disuruh-membeli-minyak-goreng-di-sebuah-warung-ketika-menerima-uang-kembalian-ia-tahu-bahwa-jumlahnya-lebih-dari-seharusnya-lalu-ia-mengembalikannya-ia-sadar-bahwa-allah-swt-selalu-mengawa/