Contoh Ptk Tentang Pembelajaran Desripsi Smp

Berikut ini adalah bebat kumpulan Kamil PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Download file dalam format .doc atau.docx Microsoft Word. Sebagai referensi disertakan juga Panduan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Papan bawah (PTK) Tingkat Satuan Pendidikan nan diterbitkan oleh Balitbang – Kemdikbud.

Contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
Contoh PTK (Penyelidikan Tindakan Kelas)

Panduan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tingkat Asongan Pendidikan

Berikut ini kutipan pesiaran berusul isi Panduan Pelaksanaan Penajaman Tindakan Inferior (PTK) Tingkat Satuan Pendidikan:

Panduan Pelaksanaan Penajaman Tindakan Kelas (PTK) Tingkat Satuan Pendidikan Tahun 2022

Profesi master yakni rahasia n domestik kualitas pendidikan di Indonesia. Guru adalah tokoh sendi dalam ekosistem pendidikan, sehingga hawa menjadi fokus utama pembenahan manajemen pendidikan nasional. Guru adalah kunci dalam membangun ekosistem pendidikan nan sehat, terutama melalui perannya n domestik proses pendidikan. Oleh karena itu, master harus memiliki kemampuan bagi mewujudkan tujuan pendidikan nasiona dan temperatur harus meningkatkan kompetensinya hendaknya menghasilkan khalayak Indonesia yang berkualitas. Salah satu upaya dari sekian banyak upaya yang dilakukan bikin meningkatkan kompetensi temperatur yaitu dengan memotivasi temperatur agar dapat menghasilkan sebuah karya. Karya tersebut bisa berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK nan dilakukan oleh master sangat penting dan bermanfaat tidak hanya kepada guru yang bersangkutan, tetapi kembali bermanfaat bagi sekolah, ayah bunda, masyarakat, dunia pabrik dan dunia gerakan, organisasi profesi, maktab pendidikan, dan kementerian pendidikan. Kebermanfaatan PTK tersebut sangat penting adalam kontek ekosistem pendidikan dimana PTK bisa menjadi perigi informasi dan inspirasi kerumahtanggaan basis politik yang dapat menjadi bukti evidence. Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud), Jasmani Pendalaman dan Peluasan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan plong musim 2022 ini kembali mengadakan Program Bantuan PTK di tingkat asongan pendidikan yang dilakukan makanya Guru. Hasil evaluasi tahun 2022 mengikhtisarkan bahwa programa uluran tangan PTK di Tingkat Eceran Pendidikan yang dilakukan Puslitjak sangat memotivasi guru dan serta merta membuktikan bahwa suhu-guru mewah menghasilkan sebuah karya yang diwujudkan dalam PTK.

A. Meres Belakang

Upaya Kementerian Pendidikan dan Peradaban (Kemendikbud) bakal meningkatkan layanan dan pendidikan bagi semua pihak akan dilakukan dengan kerangka pikir membuat insan dan ekosistem berkarakter. Dengan insan dan ekosistem pendidikan berkarakter, diharapkan ada penyebarluasan praktik baik dan inovasi. Ada tiga ketatanegaraan yang dirancang bagi membuat hal tersebut, mulai berasal penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, peningkatan mutu dan akses, dan pengembangan efektivitas birokrasi melalui pembaruan tata kelola dan pelibatan publik. Pada kebijakan pertama, yaitu penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, yang akan dilakukan ialah empowerment (memberdayakan) hawa, ayah bunda, dan pejabat sekolah. Peningkatan dur dan akses akan dilakukan dengan mengungkapkan layanan seluas-luasnya bakal mahajana. Dalam kejadian pengikutan publik, kegiatan-kegiatan pendidikan bukan lagi dipandang sahaja acara pemerintah. Semua pihak harus terbabit dalam memotori program tersebut.

Ketiga strategi itu muaranya adalah untuk mewujudkan Visi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yakni “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Bersifat dengan Dilandasi Spirit Angkat Royong”. Yang dicerdaskan tidak hanya insan maupun manusianya, belaka juga ekosistem atau kehidupannya Perwujudan insan dan ekosistem pendidikan bersifat tersebut harus didukung semua pihak. Sekolah berharta di baris terdepan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan, dan temperatur merupakan ki akal penting dalam membangun ekosistem pendidikan sekolah yang baik. Guru merupakan sumber pesiaran garis haluan dalam penyelidikan kebijakan. Bila guru-guru hebat, maka sekolah, siswa, dan lingkungan lagi akan hebat. Pasalnya, guru berperan bermanfaat privat membuat suasana berlatih di sekolah menjadi mendinginkan. Seorang siswa akan menyukai indra penglihatan pelajaran tak karena trik teks mata pelajaran, melainkan makhluk koteng guru yang boleh membawakan suasana menyenangkan dalam proses membiasakan mengajar. Agar hawa terus dapat menjaga kualitas dan dur pembelajaran di sekolah, maka guru harus terus mengkaji, membuat inovasi dan melakukan perubahan-pertukaran dalam peroses pembalajaran di inferior. Salah satu upaya berpangkal sekian banyak alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan temperatur adalah dengan melakukan pendalaman nan berkenaan dengan pembelajaran baik di dalam atau di luar kelas. Penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas adalah Eksplorasi Tindakan Inferior (PTK). PTK tinggal membantu programa peningkatan kualitas pendedahan di sekolah yang muaranya adalah peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini, karena kerumahtanggaan proses pembelajaran, hawa ialah teoretisi dan praktisi yang lampau menentukan. Peningkatan kualitas penelaahan, merupakan aplikasi logis dari jalan ilmu makrifat, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang semakin pesat. Perkembangan Ipteks mengisyaratkan penyesuaian dan peningkatan proses pembelajaran secara berkesinambungan, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas keluaran dan kesediaan sekolah palagan guru itu mengajar. Penyelenggaraan PTK menerimakan pengalaman berfaedah bikin hawa dalam upaya memperbaiki dalam skala yang lebih makro, pengalaman master akan punya dampak externality bagi perumusan kebijakan. Hal ini terutama takdirnya PTK yang dilakukan oleh suhu dapat dipusatkan pada suatu tema kebijakan tertentu. Hasil PTK yang dilakukan merupakan bukti empiris jika pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kaidah-cara pengkhususan sosial secara ter-hormat dan loyal. Oleh karena itu, berbekal pengalaman tahun sebelumnya, Puslitjakdikbud merasa teristiadat mengadakan kembali kerjasama penelitian tindakan kelas bagi hawa-guru dengan mekanisme pemberian dana uluran tangan penajaman agar hasil penelitian suhu tersebut bermanfaat bagi sekolah, orang tua lontok, masyarakat, marcapada industri dan dunia kampanye, organisasi profesi, maktab pendidikan, dan departemen pendidikan.

B. Dasar Syariat

Belas kasih uluran tangan pendanaan eksplorasi tindakan kelas kepada guru didasarkan pada:

  1. Undang-Undang Nomor 20 Masa 2003 adapun Sistem Pendidikan Kebangsaan.
  2. Undang-Undang Nomor 4 Musim 2005 adapun Guru dan Dosen.
  3. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2008 adapun Guru.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Standar Nasional Pendidikan juncto Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Kebangsaan Pendidikan, Pasal 2 Ayat (1) Pasal 19, 20, 21, 22, 23, 24 dan Pasal 26 ayat (3);
  5. Ordinansi Nayaka PAN Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

C. Tujuan

  1. Meningkatkan loklok isi, akuisisi, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah (SD, SMP, SMA dan SMK).
  2. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya menuntaskan ki kesulitan penerimaan dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
  3. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
  4. Memasrahkan kesempatan cak bagi temperatur bikin melakukan PTK yang spontan bisa dijadikan dasar memperoleh poin kredit untuk kenaikan janjang privat jabatan profesional guru.

Program Penelitian Tindakan Kelas

Pelaksanaan program Pendalaman Tindakan Kelas harus mengacu lega standar penjaminan loklok pendidikan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Puslitjakdikbud. Berkenaan dengan hal tersebut, Puslitjakdikbud menetapkan ketentuan- ketentuan sebagai berikut.

A. Mandu Dasar PTK

Sejumlah catatan terdahulu yang dinyatakan bak mandu dasar PTK dan adalah hal yang perlu diperhatikan maka itu peneliti disarikan berpokok coretan Kasihani (1999) dan Suyanto (1997) berikut ini.

  1. PTK berorientasi pada perbaikan pendidikan dengan jalan melakukan perubahan- pertukaran yang dilaksanakan internal tindakan-tindakan. Kesiapan guru buat berubah merupakan syarat berfaedah bila akan berbuat pembaruan.
  2. Kebobrokan yang diangkat n domestik PTK harus merupakan masalah nan memang ada, faktual, menarik, dan patut bagi diteliti. PTK sebaiknya dimulai dari hal-situasi yang keteter dan berwujud. Dengan demikian siklus dimulai dengan yang kecil sehingga perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi menjadi makin jelas.
  3. Metodologi yang digunakan privat PTK harus tepat dan terpercaya. Bila metodologinya tepat akan memberi peluang untuk master untuk memformulasikan postulat tindakan dan mengembangkan strategi yang dapat diterapkan di kelasnya. Postulat adalah jawaban sementara terhadap persoalan yang diajukan dalam PTK.
  4. PTK merupakan proses sistematik, terukur, dan objektif yang memerlukan kemampuan dan keterampilan intelektual. Pada saat proses penelitian, maka pemeriksa dituntut berpikir dalam-dalam kritis yaitu mulai menentukan masalah, perencanaan tindakan baik yang bersifat teoritik atau praktis, kemudian dijabarkan dalam tindakan-tindakan. Sistematis artinya, setiap fenomena mempunyai keterkaitan dengan fenomena lain. Terukur artinya, setiap hasil penelitian dijelaskan dengan indikator maupun ukuran tertentu. Obyektif artinya, beralaskan puas kejadian sesungguhnya dan tanpa interferensi subyektivitas penulis.
  5. Topik yang dikembangkan berkenaan dengan efektivitas metode mengajar yang digunakan oleh guru selama ini. Untuk temperatur SD adalah guru kelas, sedangkan suhu SMP dan SMA adalah guru ain kursus, sedangkan guru SMK yakni temperatur kejuruan.
  6. PTK tidak hanya menyajikan kecenderungan metode mengajar master berdasarkan pada kelas bawah dan mata pelajaran, tetapi lagi menimang-nimang kemampuan guru n domestik menulis karya ilmiah sebagai episode dari peningkatkan profesionalisme guru.

B. Ketentuan

  1. Peserta dari kegiatan ini adalah semua hawa SD, SMP, dan SMA/SMK negeri dan swasta dalam lingkup Negara Ketunggalan Republik Indonesia
  2. Diutamakan sreg temperatur yang BELUM mencecah pangkat/golongan IVB nan disertai surat dari Penasihat Sekolah dan belum mengamini acara pertolongan pelaksanaan PTK dari Puslitjakdikbud.
  3. Karya PTK belum kekeluargaan diikutsertakan dalam lomba sejenis baik secara kewarganegaraan ataupun internasional.
  4. Peserta yang gayutan mendapatkan sambung tangan pemodalan dari Puslitjakdikbud boleh mengimak kembali programa ini dengan persyaratan topik proposisi yang diajukan berbeda dari tahun sebelumnya.
  5. ika status guru dalam pelaksanaan penelitian sebelumnya yakni guru sekolah yang menjadi objek penelitian dan kemudian dipromosikan/dimutasikan ke sekolah tak ataupun menjadi status tidak selain guru (misalnya: pindah sekolah atau menjadi penasihat sekolah), maka bikin selanjutnya dalam pertanggungjawaban baik penyelesaian hasil penelitian, seminar dan administrasi akhir, ialah tetap guru yang berkepentingan yang mutakadim menyepakati pendanaan program bantuan penulisan PTK dari Puslitjakdikbud.
  6. Peserta yang tidak berbuntut memenuhi luaran (output) nan dijanjikan lega proposal akan dikenai sanksi, yaitu harus mengembalikan seluruh biaya yang sudah lalu dituruti, dan yang berkepentingan tidak akan diikutsertakan lagi dalam kegiatan Puslitjakdikbud.
  7. Jika murid nan telah masin lidah usulan penelitiannya makanya Puslitjakdikbud, dan tidak dapat mengikuti tahapan seterusnya (didikan teknis dan seminar regional) dengan alasan diluar kemampuan nan bersangkutan (force majeur) maka peserta nan bersangkutan diminta hadir di jawatan Puslitjakdikbud pada waktu tertentu atas biaya transportasi sendiri cak bagi mempresentasikan hasil PTKnya.
  8. Pelaksanaan PTK akan dikoordinasikan maka dari itu Puslitjakdikbud, Balitbang, Kemendikbud.

C. Topik PTK

Topik PTK merupakan transendental pengajian pengkajian kerjakan meningkatkan performa belajar pelajar bernuansa quantum teaching, quantum learning, contextual learning, integrated curriculum, dan competency based curriculum yang semua berorientasi lega kemustajaban siswa. N domestik hal ini topik tak setolok artinya dengan judul. Berdasarkan sreg topik tersebut guru dapat melebarkan kepala karangan-judul sepanjang tidak menyimpang dari topik tersebut.

D. Sistematika Penulisan Proposal PTK

Setiap guru yang akan ikut dalam kegiatan ini diharapkan mengirim proposal PTK dengan jumlah antara 15 s.d. 20 halaman, spasi 1,5 serta jenis huruf internal pengetikan Times New Paras dengan menggunakan jeluang ukuran A4 (297 x 210 mm) dengan margin kidal 3 cm, kanan 2,5 cm, atas 2,5 cm dan bawah 3 cm.

  1. Lembar Cover; Memuat judul proposal (lihat ketentuan judul) dan data diri guru yang mencakup: Merek lengkap guru yang mengajukan prasaran; nama, objek dan nomor telepon sekolah; kabupaten/kota dan distrik; target email pribadi dan nomor HP aktif.
  2. Judul; Judul harus merefleksi dua situasi: topik dan konsep nan akan diteliti dalam PTK yang akan dilakukan. Judul hendaknya singkat dan istimewa tetapi cukup jelas melukiskan komplikasi yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya. Beberapa kamil judul yang mungkin boleh dibuat oleh guru berdasarkan topik tersebut adalah bagaikan berikut: 1. Model penelaahan peserta aktif dalam pengajian pengkajian Ilmu hitung pelajar kelas XII 2. Pendekatan tematik dalam pengajaran IPS di papan bawah IV SD 3. Pendekatan kontekstual privat pengajaran IPS di kelas VI SD. 4. Eskalasi Prestasi Belajar Siswa Dengan Memperalat Lengkap Pembelajaran Partisipatif Sreg Mata Tuntunan Memori Di Inferior XI IPS.2 SMA Negeri 5. Penerapan Pendekatan Kolaboratif Murder Dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Ilmu masyarakat Para Siswa Kelas XI IPS 1 SMAN. Tajuk-judul di atas adalah contoh, dan oleh karena itu tidak harus dijadikan kop oleh para guru.
  3. Pendahuluan; Memuat atom latar birit ki kesulitan, data sediakala akan halnya permasalahan pentingnya komplikasi dipecahkan, identifikasi penyakit, rumusan masalah, pamrih dan manfaat penelitian, serta definisi istilah (bila dianggap perlu). Latar belakang harus merefleksikan tujuan dan publikasi. Internal permukaan pantat plong dasarnya ceratai adapun kondisi maupun situasi yang menyebabkan dilakukan penelitian. Apa nan menjadi harapan dari target sekolah ataupun target penataran dengan kondisi nyata nan terjadi di sekolah/kelas. Kondisi alias keadaan tersebut merupakan kesenjangan antara keadaan yang cak semau dengan kejadian yang diinginkan/tujuan nan akan dicapai dan alias satu keadaan yang bukan jelas dan menimbulkan keragu-raguan. Dalam Satah belakang, idealnya harus memuat antara lain: – Mangsa sekolah (visi-misi sekolah) nan akan dicapai. – Penyataan-pernyataan tentang kondisi pencapaian target sekolah atau target penerimaan dikelas (ketercapaian dan ketidaktercapaian) – Permasalahan-permasalahan yang terjadi dikelas, baik masalah dengan siswa ataupun dengan guru nan bersangkutan internal proses belajar mengajar. Pemilihan dan penetapan problem PTK harus digali alias didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis makanya guru dari keburukan yang nyata dihadapi guru dan/alias peserta di sekolah. Masalah penelitian tak dihasilkan berpunca kajian teoretik atau mulai sejak hasil eksplorasi terdahulu, tetapi masalah bertambah ditekankan pada persoalan konkret pembelajaran di kelas Kelainan internal PTK dapat terjadi secara individual maupun secara keramaian dihadapi oleh guru sehingga internal penetapan masalah pendalaman harus memperhatikan hal-hal seumpama berikut: 1. Masalah tersebut harus menunjukkan adanya kesenjangan antara teori praktik yang dihadapi suhu dalam menjalankan tugas kesehariaannya. 2. Masalah tersebut memungkinkan bikin dicarikan alternative solusi melintasi tindakan yang konkrit.
  4. Tujuan; Kemukakan secara pendek maksud penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan sreg permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya. Secara awam harapan PTK dirumuskan bersendikan harapan atau keinginan guru terhadap siswa. Formulasi tujuan memuat hal-hal bagi meningkatkan dan/atau menyunting praktik pembelajaran di kelas/sekolah, memikirkan perbaikan dan peningkatan kualitas pendedahan serta membantu memberdayakan guru kerumahtanggaan tanggulang penyakit pembelajaran di sekolah.
  5. Kerangka konsep/teori; Kerangka konsep, atau dapat pula disebut dengan kerangka teori, punya dua faedah yaitu memberikan dukungan konseptual terhadap nikah dua luwes yang diangkat menjadi judul PTK, dan dasar konseptual bikin mengeti lentur-elastis nan dijadikan topik pada PTK. Uraikan dengan jelas kajian teori dan wacana yang menumbuhkan gagasan yang memedomani penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan mangsa penelitian tak yang dipahami sebagai hipotetis, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan presisi akan halnya tindakan yang akan dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan eksplorasi tersebut. Uraian ini digunakan untuk memformulasikan susuk berpikir dalam-dalam atau konsep yang akan digunakan kerumahtanggaan penajaman. Puas bagian penghabisan dikemukakan presumsi tindakan yang menayangkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.
  6. Metodologi; Metode penelitian merupakan langkah-persiapan yang dilakukan oleh peneliti kerumahtanggaan melaksanakan penelitian. Secara khusus, metode penelitian intern PTK farik dengan metode penekanan sreg galibnya sesuai dengan karakteristik PTK sendiri. Uraikan secara jelas prosedur penajaman nan akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi pengkhususan secara jelas. Prosedur mudah-mudahan dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menjelaskan tingkat kemenangan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus.
  7. Jadual Penelitian; Jadwal kegiatan penelitian meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan pemberitaan hasil penajaman internal susuk bar chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun sepanjang 3 rembulan.
  8. Daftar Teks, yang dituliskan secara konstan menurut misalnya ideal APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association) atau Turabian.
  9. Lampiran-apendiks (jika diperlukan) (Misalnya: data yang relevan, foto kondisi ketika ini, dan sebagainya)

Sebaik-baiknya silahkan tatap atau unduh berkas file di bawah ini:

Download File:

Download
Panduan Juklak PTK Puslintjak 2022.pdf

Contoh PTK (Penelitian Tindakan Papan bawah)

Posting tentangContoh PTK (Studi Tindakan Kelas bawah) dan Panduan Pelaksanaan ini diharapkan dapat membantu dan menjawab pencarian anda tersapu pemberitahuan selingkung paradigma pengkajian tindakan kelas, manfaat penelitian tindakan inferior, karakteristik eksplorasi tindakan kelas, manfaat melaksanakan studi tindakan kelas, tujuan PTK, langkah-persiapan pengkhususan tindakan kelas, kepala karangan studi tindakan kelas, pengertian PTK menurut para ahli, contoh pengkhususan tindakan kelas bawah, penajaman tindakan inferior pdf, karakteristik eksplorasi tindakan kelas, judul penekanan tindakan kelas, proposal penekanan tindakan kelas, studi tindakan inferior PAUD, pendalaman tindakan kelas ilmu hitung, teladan PTK SD, paradigma kop penelitian tindakan papan bawah, contoh PTK SD kelas 4, lengkap PTK SD papan bawah 1, kamil penelitian tindakan kelas pdf, signifikasi studi tindakan kelas, contoh PTK SMP, hipotetis PTK SD inferior 3 dan bukan-bukan.

Download Contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Sepenuhnya akan halnya Konseptual PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini silahkan lihat atau unduh plong daftar link di sumber akar ini:

Demikian yang bisa kami sampaikan adapun keterangan berkas dan share fileContoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas bawah). Semoga bisa berguna.



Ideal Tajuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Sebagai suplemen referensi, lihat juga beberapa komplet judul PTK di sumber akar ini:

  1. Meningkatkan kemampuan kerumahtanggaan memahami isi bacaan dengan latihan membaca lancar serta memperhatikan tanda-beliau baca dan intonasi yang benar, dengan alat tolong bacaan dongeng pada indra penglihatan tuntunan bahasa indonesia kelas I semester 2 SD Kawasan Ngabeyan 02 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo hari pelajaran 2008/2009
  2. Penerapan Metode Demonstrasi Dan Latihan Bakal Meningkatkan Kelancaran Mendaras Pelajar Kelas II SD Negeri Mancasan 04 Dulang Kabupaten Sukoharjo Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009
  3. Peningkatan pencaplokan murid terhadap materi tutorial sendang pokok alam dengan memperalat metode pendekatan wawancara di papan bawah IV Sekolah Radiks Daerah Purwosuman 5 Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sragen 2008/2009
  4. Upaya perbaikan pembelajaran melangkahi Penelitian Tindakan Inferior (PTK) pada ain pelajaran ipa dengan materi sendi perubahan energi panas dan listrik siswa inferior IV semester 2 SDN Teter Simo dengan menggunakan radas peraga dan metode unjuk rasa
  5. Upaya Peningkatan Penguasaan Siswa Terhadap Materi Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Seqip Di Inferior 5 SD Negeri 01 Kalisoro Tawangmangu Masa Latihan 2007/2008 (smt 1)
  6. Upaya Meningkatkan Performa Berlatih IPA Dengan Mengunakan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching Learning) Lega Buku Bahasan Peredaran Darah Bagi Pesuluh Kelas V Semester I IPA Sekolah Pangkal Negeri 1 Kalisoro Kabupaten Karanganyar Hari Cak bimbingan 2007/2008
  7. Upaya Kenaikan Performa Berlatih IPA Menggunakan Metode Percobaan Dan Pengelompokan Urun pendapat dengan STAD (Student Team Achievement Divicion) Di Kelas V SD Negeri 1 Kalisoro Kabupaten Karanganyar Tahun Latihan 2007/2008
  8. Upaya pembaruan pembelajaran melewati penyelidikan Tindakan inferior (PTK) sreg mata pelajaran IPS kelas bawah IV semester 2 siswa papan bawah IV SDN Teter Simo Dengan memperalat Metode diskusi Dan wahana alat peraga
  9. Upaya meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial mengenal pentingnya koperasi internal meningkatkan kesejahteraan mahajana melalui pemanfaatan alat peraga kerangka lambang koperasi puas peserta kelas IV SD Negeri Sabrang Delanggu Waktu Les 2007 2008
  10. Dominasi Motivasi Belajar Dan Ketersediaan Fasilitas Berlatih Di Rumah Terhadap Kinerja Belajar IPS Kelas bawah III SDN Tugu No. 48 Kecamatan Laweyan Kotamadya Surakarta Tahun Pelajaran 2006/ 2007
  11. Upaya peningkatan sparing siswa indra penglihatan pelajaran matematika materi tutorial penjumlahan dan penyunatan dengan alat peraga tabel bilangan kelas bawah I semester 2 SD Wilayah Ngabeyan 02 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo perian pelajaran 2008/2009
  12. “Upaya meningkatkan hasil belajar matematika pemendekan bilangan bongkahan melalui pendayagunaan perlengkapan peraga bangun datar plong siswa kelas IV SD Negeri Sabrang Delanggu Tahun Les 2007 2008”
  13. “Penggunan Metode Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Sparing Matematika Enumerasi Rekahan Kelas bawah V Di SDN 01 Ketepeng, Karang Dowo, Klaten “
  14. “Pendayagunaan Kendaraan Gambar Dan Lingkungan Untuk Meningkatkan Kognisi Mengenai Pergandaan Bak Pencacahan Berulang Inferior II SD Negeri Mancasan 04 Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo Semester Dua Tahun Pelajaran 2008/2009”
  15. Pembelajaran Tematik Umpama Upaya Meningkatkan Hasil Membiasakan Ilmu hitung Murid Kelas 3 SD Negeri 034 Samarinda Ulu
  16. “Penerapan Pendekatan Komunikatif n domestik Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II Sekolah Dasar Negeri Gedangan 01 Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo”
  17. Dengan Penerapan Metode Sawala Dapat Meningkatkan Performa Berlatih PKn Siswa Papan bawah 5 Semester Genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kab Ngawi Tahun Pelajaran 2006/2007
  18. Upaya meningkatkan kecakapan bermain tenis meja melangkaui penggunaan metode tuntunan interval plong siswa kelas V putra SD Muhammadiyah 2 Surakarta Hari pelajaran 2007/2008
  19. Pertambahan Kemampuan Pelajar Dalam Memecahkan Pertanyaan Cerita Matematika Melintasi Pemberdayaan Organ Peraga Sreg Siswa Papan bawah II SD I Kuwukan Dawe Masif 2004/2005
  20. Peningkatan Kinerja Sparing Ilmu hitung Melalui Pemanfaatan Instrumen Peraga Dekak – Dekak Pada Siswa Kelas III SD Negeri 4 Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005
  21. Penggunaan Radas Peraga Karcis Rekahan Kerumahtanggaan Penerimaan Untuk Meningkatkan Prestasi Membiasakan Matematika Kelas V SD 3 Gondosari, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005 *)
  22. Pertambahan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia (Membaca) Melalui Pendedahan Kelompok (Partisipatif) Petatar Kelas II SD Kewedanan 1 Prambatan Paksina Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kalis Tahun Tuntunan 2004/2005
  23. Meningkatkan Prestasi Membiasakan Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Kelompok (Partisipatif) Pelajar Kelas IV SD Kawasan Gembong 03 Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Waktu Tuntunan 2004/2005.
  24. Upaya Meningkatkan Kemampuan Bercerita Internal Bahasa Jawa Melewati Pujian Cerita N komedi didong Pada Pelajar Kelas V SD Kewedanan 02 Plumbon Kecamatan Tawangmangu Hari Les 2009/2010
  25. Pembelajaran Remedial dengan Metode Diskusi Dan Pemakaian Alat Peraga Peta Bagi Meningkatkan restasi Sparing IPS Sentral Bahasan Pengalokasian Wilayah Waktu Indonesia Lega Siswa Kelas V SD Kewedanan 03 Karanglo Semester I Waktu Tutorial 2006/2007
  26. Penerimaan Melalui Metode Urun pendapat Dan Kerja Gerombolan Ibarat Usaha Lakukan Meningkatkan Prestasi Berlatih Ilmu Takrif Sosial Peserta Kelas V SD Distrik 03 Karanglo Kecamatan Tawangmangu Karanganyar Tahun Pelajaran 2009/2010
  27. Upaya Meningkatkan Ki dorongan Siswa Mengerjakan Pekerjaan Apartemen (PR) Dengan Metode Hidayah Tugas Mata Tutorial IPA Materi Mengidentifikasi Khasiat Pernafasan Hewan Pada Siswa Papan bawah V SD Provinsi 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Tutorial 2009/2010
  28. Penerapan Pendekatan Komunikatif Intern Pembelajaran Bahasa Indonesia Papan bawah II Sekolah Pangkal Negeri Gedangan 01 Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo
  29. Penerapan Pendekatan Kontekstual Menunggangi Kendaraan Susuk Sato Cak bagi Meningkatkan Keterampilan Mendeskripsi Secara Tertulis Siswa Kelas II SDN 02 Pedawang Karanganyar Pekalongan
  30. Meningkatkan Kemampuan Pesuluh Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Eksploitasi Alat Peraga Pada Siswa Kelas V Semester II Masa Ramalan 2008 SDN Mergosari 01 Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo
  31. Mengimplementasikan pembelajaran matematika yang menuju pada rukyat realistik bagi meningkatkan kemampuan matematika murid melalui Pendidikan Matematika Realistik (PMR).
  32. Meningkatkan Kognisi Konsep Sains Melalui Metode Berbagai ragam Plong Petatar Kelas V Semester II Tahun Nubuat 2008 SDN Mergosari 01 Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo
  33. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu hitung Penyederhanaan Bilangan Pecahan Melalui Penggunaan Alat Peraga Bangun Datar Pada Pesuluh Kelas IV SD Negeri 4 Jrakah Selo
  34. Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Netra Pelajaran Bahasa Indonesia Menerobos Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching Learning (Ctl)) Pada Petatar Kelas III SDN 02 Pedawang Pekalongan
  35. Upaya Meningkatkan Keterampilan Merenjeng lidah secara Runtut, Baik dan Benar melalui Penerapan Metode Cerita Berurutan (Pengkajian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV-B Laksa Al Azhar Bandung-Tulungagung Tahun Latihan 20089/2009).
  36. Upaya Peningkatan Kedisiplinan Siswa Turut Sekolah Pada Jam Pelajaran Pertama Melalui Hukuman Bertajuk
  37. Penggunaan Alat Peraga Skema Struktur Tadbir Pusat Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran PKn Plong Siswa Kelas VI Semester 1 SD Kewedanan 2 Bowan Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten Hari Pelajaran 2009/2010
  38. Kenaikan Prestasi Berlatih Matematika Melampaui Pembelajaran Remedial Siswa Inferior VI SDN I Dukuh Waringin, Dawe, Kudus Tahun Cak bimbingan 2004/2005
  39. Penggunaan Media Benda Konkrit Bakal Meningkatkan Penaklukan Materi Geometri Dalam Bentuk Kubus Dan Balok Sreg Pesuluh Papan bawah V SDN 1 Semenanjung Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten Periode Pelajaran 2009 / 2010
  40. Upaya Meningkatkan Performa Membiasakan IPA Siswa Papan bawah VI Dengan Model Quantum Teaching SD Negeri 1 Kwarasan Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten Masa Pelajaran 2009/2010
  41. Upaya Meningkatkan Prestasi Membiasakan Peserta Kelas III SD Daerah Surokidul 01 Kabupaten Tegal Gerendel Bahasan Pembilangan dan Pengurangan Bentuk Soal Cerita Melalui Metode Polya
  42. Upaya Meningkatkan Hasil Membiasakan Petatar Kelas VI SD Provinsi Blubuk 03 Kecamatan Dukuhwaru N domestik Tanggulang Tanya Cerita Tentang Membaca Gambar Atau Denah Berskala Melalui Model Pendedahan Tutor Segenerasi Dalam Kerubungan Kerdil
  43. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Inferior VI SD Negeri Rajegwesi 02 Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal Privat Menentukan Volum Sadar Ruang Melangkahi Penggunaan Radas Peraga Kubus Satuan
  44. Upaya Eskalasi Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Kewedanan Blubuk 01 Dukuhwaru Pada Pokok Bahasan Kelipatan Persemakmuran Terkecil (KPK) Dan Faktor Persemakmuran Terbesar (FPB) Menerobos Pemanfaatan Kelompok Belajar
  45. Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Murid Kelas IV SD Kawasan Sekaran 2 plong materi Pokok Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Dan Pecahan Dengan Menggunakan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga Dan Pendampingan Periode Pelajaran 2006/2007
  46. Peningkatan Ketrampilan Menyimak Dongeng Dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar Kisahan Pada Siswa Papan bawah II SD Negeri 4 Mlati Norowito Steril
  47. Meningkatkan Hasil Membiasakan Matematika Buku Bahasan Pengukuran Jenjang Melewati Model Pembelajaran Berbasis Masalah Sreg Murid kelas VI SD Negeri 2 Wergu Wetan Nirmala Tahun Pelajaran 2005/2006
  48. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pesuluh Kelas bawah VI SD Negeri Rajegwesi 02 Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal Intern Menentukan Volum Bangun Ruang Melalui Penggunaan Alat Peraga Kubus Satuan
  49. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Kawasan Blubuk 01 Dukuhwaru Pada Pokok Bahasan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Melewati Pemanfaatan Kerumunan Belajar
  50. Upaya Restorasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Materi Mengaji Dengan Menunggangi Teks Kelas Vi Semester 2 SD Kawasan Jrahi 02 Jrahi 02 Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Esensi Tahun Pelajaran 2007/2008
  51. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Pengerjaan Hitung Ketentuan Bundar Dengan Metode Think Pair Share Bagi Pelajar Kelas V Semester 1 Sekolah Sumber akar Negeri 02 Plumbon Tahun Pelajaran 2007-2008
  52. Pendayagunaan Cermin Pembelajaran T G T (Teams Games Turnament) Internal Upaya Kenaikan Manifestasi Belajar Ilmu hitung Pada Buku Bahasan Belahan Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 2 Plumbon Perian Pelajaran 2007/2008
  53. Pendayagunaan Politik Pembelajaran Aktif Bikin Meningkatkan Efektifitas Pendedahan Materi Garis hidup Bulat Bagi Siswa Kelas V Semester 1 Sekolah Bawah Negeri 02 Plumbon Tahun Pelajaran 2008-2009
  54. Upaya Perbaikan Penerimaan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Puas Ain Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Metode Alat Peraga Gambar Adat Indonesia Di Kelas III SD Negeri Gunung Wungkal 02 Kec. Gunungwungkal Kabupaten Ekstrak Musim Latihan 2007/2008
  55. Pembelajaran Tematik Bagaikan Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 3 SD Negeri 034 Samarinda Ulu
  56. Peningkatkan Hasil Berlatih Ips Tentang Keberbagaian Kenampakan Alam Dan Kaki Bangsa Serta Budaya Menerobos Penerapan Pembelajaran Kooperatif Learning Acuan Team Group Tuornament Bagi Siswa Papan bawah V SD N Tunggulsari I Surakarta
  57. Penerapan Sempurna Pembelajaran Cooperative Learning Dengan Metode Pembelajaran Jigsaw Dalam Meningkatkan Penyerobotan Ilmu Pengumuman Alam Konsep Organ Tubuh Turunan Dan Hewan Pada Pesuluh Kelas V Di Sekolah Dasar Area Selongsong 1 Serengan Surakarta
  58. Upaya Meningkatkan Efektivitas Belajar Lempar Cakram Dengan Menggunakan Media Modifikasi Piring Plastik ( Ptk Di Inferior VI SD Negeri Nguling III – Kab. Pasuruan )
  59. Meningkatkan Prestasi Membiasakan Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pencekokan pendoktrinan Tuntas Pada Siswa Kelas bawah IV SDN ABC Kec. Kota Jakarta Periode Pelajaran 2009/2010
  60. Peningkatan Prestasi Belajar PAI dengan Diterapkannya Metode demonstrasi Pada Petatar Papan bawah IV SDN ABC Kec. Kota Jakarta Tahun Pelajaran 2009/2010
  61. Metode Pembelajaran Imajinatif Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mengarang Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V SDN ABC Jakarta Pokok Tahun Pelajaran 2009/2010
  62. Meningkatkan Prestasi Membiasakan Bahasa Indonesia Dengan Menerapkan Pola Pengajaran Kolaborasi Pada Petatar-Siswi Kelas VI SDN ABC Jakarta Anak kunci Tahun Tuntunan 2009/2010
  63. Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar IPA Dengan Metode Pendedahan Penemuan (discovery) Pada Pelajar Kelas VI SDN ABC Jakarta Trik Masa Pelajaran 2008/2009
  64. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pengajian pengkajian Rakitan Terasuh Pada Murid Kelas bawah IV SDN ABC Jakarta Pusat Tahun Pelajaran 2008/2009
  65. Pembelajaran Terstruktur dengan Belas kasih Tugas dalam Meningkatkan Manifestasi Belajar IPS Plong Siswa Inferior V SDN Leter Jakarta Pusat Tahun Kursus 2008/2009
  66. Pengaruh Metode Sparing Aktif Model Indoktrinasi Melekat privat Meningkatkan Manifestasi dan Kognisi Les IPS Pada Pesuluh Kelas V SDN ABC Jakarta Pusat Periode Pelajaran 2008/2009
  67. Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Membiasakan Ilmu hitung dengan Menerapkan Metode Pemberian Balikan di SDN Abjad Jakarta Pusat Perian Pelajaran 2008/2009
  68. Meningkatkan Hasil Belajar Pesuluh Didik Kelas V SD Patemon 01 Masa Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Belahan Melintasi Pendampingan Dengan Memanfaatkan Alat Peraga Dan Media Berbantuan Komputer
  69. Meningkatkan Prestasi Belajar Melalui Pembelajaran Quantum Teaching Meres Eksplorasi IPA Kelas III Di SD Kawasan Gunungsari 01 Kecamatan Batangan Kabupaten Pati
  70. Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Berbuat Soal Kisahan Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Metode Bertindak Kartu Cak bertanya Bagi Pesuluh Kelas bawah VI SD Negeri Jeruklegi Wetan 01 Kabupaten Cilacap Tahun Latihan 2007 / 2008
  71. Peranan Pengkhususan Pustaka Untuk Meningkatkan Ketrampilan Menulis Pada Siswa Kelas IV SDN 01 Tawangmangu
  72. Efektivitas Pembelajaran Materi Pelajaran Bangun Menjemukan Dengan Metode Stad Dan Organ Bantu Mbdw Plong Peserta Pelihara Inferior V Sd 1 Pulosaren, Kepil, Wonosobo Musim 2008
  73. Meningkatkan Kemampuan Memahami Perkalian Cara Susun Puas Siswa Kelas bawah IV SDN Sukamulya II Dengan Metode Demontrasi dan Upaya Memotivasi Pesuluh Kerumahtanggaan Pembelajaran Kepahlawanan dan Patriotisme Tokoh – Gembong di Lingkungan Anak Melalui Pemberian Penguatan Lisan dan Non Verbal
  74. Kenaikan Kemampuan Mengarang Melalui Alat angkut Perpustakaan Pada Murid kelas III SDN Teklok Kembar Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo
  75. Penggunaan Media Gambar Dan Penerapan Metode Kerja Kelompok Bakal Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas III Sd N 5 Tuko Kec. Pulokulon Kab. Grobogan Tahun Visiun 2008/2009 Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kompetensi Bawah Mengenal Keberagaman-Jenis Pegangan
  76. Penggunaan Tulang beragangan-Tulangtulangan Geometris Dan Penerapan Metode Drill Untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Kelas bawah III Sd Provinsi Susukan 02 Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010 Lega Pembelajaran Matematika Kompetensi Dasar Menguasai Masalah Yang Berkaitan Dengan Pecahan Tersisa
  77. Peningkatan Kemampuan Memahami Bacaan Siswa Kelas bawah 4 SDN Kuwu 01 Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Tahun Tanzil 2008/2009 Melalui Media Kliping
  78. Kenaikan Kemampuan Menggambar Alinea Narasi Dengan Menggunakan Metode Meringkas Bacaan Petatar Inferior VI SDN Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo Periode Les 2008/2009
  79. Kenaikan Ketrampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Teknik Menyinambungkan Cerita Siswa Inferior V SDN Karang 02 Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Tahun Les 2008/2009
  80. Peningkatan Kemampuan Mengarang Siswa Papan bawah VC SDN 02 Mojorejo Kecamatan Taman Kota Madiun Melalui Wahana VCD Tahun Tutorial 2008/2009
  81. Penggunaan Metode Sosiodrama Dalam Meningkatan Ketrampilan Bersabda Siswa Kelas VI SDN Pingkuk 4 Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009
  82. Eskalasi Kemampuan Menulis Surat Dinas Melalui Teknik Pemodelan Puas Siswa Kelas bawah IV SDN Patalan 2 Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Tahun Cak bimbingan 2008/2009
  83. Peningkatan Kemampuan Batik Puisi Siswa Kelas IV Semester I Sekolah Bawah Negeri Kepuhrejo 1 Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009 Dengan Teknik Outbond
  84. Kenaikan Kemampuan Apresiasi Cerita Singkat Siswa Kelas V SD Negeri 01 Josenan Kecamatan Yojana Kota Madiun Dengan Kamil Taba Tahun Pelajaran 2008/2009
  85. Kenaikan Ketrampilan Menyimak Melewati Strategi Merangkum Petatar Kelas IV SDN Widodaren 3 Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Tahun Tuntunan 2008/2009
  86. Meningkatkan Kemampuan Mengaji Melalui Pendekatan Kooperatif Pada Siswa Kelas IV SDN Tawangrejo Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Tahun Ajaran 2008/2009
  87. Eskalasi Kemampuan Berargumentasi Melintasi Metode Urun rembuk Siswa Kelas bawah VI SD Negeri Banjarsari Kulon 02 Kecamatan Barang Kabupaten Madiun Periode Pelajaran 2008/2009
  88. Pertambahan Kemampuan Menulis Puisi Peserta Kelas IV SDN Sidomulyo 02 Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun Perian Pelajaran 2008/2009 Melangkahi Alat angkut Syair Lagu POP
  89. Peningkatan Kemampuan Menggambar Narasi Menerobos Buku Harian Sreg Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas bawah IV Sekolah Dasar Negeri 01 Winongo Kecamatan Maguwoharjo Kota Madiun Waktu Pelajaran 2008/2009
  90. Eksploitasi Lingkungan Sebagai Sendang Belajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Tembang Siswa Papan bawah V SDN Semen Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan Perian Pelajaran 2008/2009
  91. Peningkatan Kemampuan Menulis Sajak Melalui Teknik Pengamatan Objek Sewaktu Siswa Kelas IV SDN Mojorayung 03 Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Tahun Kursus 2008 / 2009
  92. Peningkatan Kemampuan Menggambar Deskripsi Pelajar Kelas 3 SDN Sidorejo 1 Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Melangkahi Media Cerita Bergambar Tahun Ajaran 2008/2009
  93. Peningkatan Pengembangan Kosakata Dengan Teknik Pengamatan Mileu Pada Murid Papan bawah III SDN Purworejo I Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009
  94. Kenaikan Kemampuan Menulis Keterangan Siswa Kelas VI SDN Sawojajar 2 Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Hari Cak bimbingan 2008/2009 Melalui Pengamatan Media Televisi
  95. Eskalasi Hasil Membiasakan Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Pelajar Inferior III SD Negeri I Simo Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Periode Pelajaran 2009/2010
  96. Peningkatan Proses Pembelajaran Tentang Luas Sadar Melangkaui Kamil Kooperatif STAD dan Kuis puas Siswa Kelas VI A SDN Sadang Taman Sidoarjo
  97. Meningkatkan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Ruang Menerobos Benda Konkrit Seputar Siswa Papan bawah VI SDN Candipari II
  98. Peningkatan Kemampuan Menghitung pergandaan dengan Menggunakan Media Benda-benda Terdekat pada Tuntunan Matematika Siswa Kelas IV SDN Kludan
  99. Penggunaan Media Lidi Kerjakan Meningkatkan Kecekatan Murid Plong Pencacahan Bilangan Bundar di Kelas IV SDN Krembung I
  100. Meningkatkan Kemampuan pelajar inferior I dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengkhitanan pada indra penglihatan pelajaran Matematika Dengan Bantuan Benda Kongkrit
  101. Pemanfaatan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Pendudukan Materi Ilmu ukur Siswa Kelas VI SD Negeri Keposong 02 Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali
  102. Pendayagunaan CTL untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Alat penglihatan Kursus Bahasa Indonesia puas Siswa Kelas V Semester II di SDN Pandan-rejo 01 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang tahun les 2005/2006
  103. Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Menentukan Perkalian Melalui Politik Penerimaan Penemuan Terbimbing pada Pesuluh Kelas IV di SDN Pandanrejo 01 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008
  104. Eksploitasi Wahana Pembelajaran Ohp Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pkn Pada Siswa Kelas Iv Di Sdn Pandanrejo 01 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Masa Pelajaran 2008/2009
  105. Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Bilangan Cacah Dengan Model Permainan Lacak Tiket Bilangan Siswa Kelas I SDN Bayem IV Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Perian Latihan 2007/2008
  106. Peningkatkan Ketrampilan Bahasa Indonesia Dengan Mengoptimalkan Minat Mengaji Siswa Kelas I Sekolah Dasar Wilayah Kasembon I Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Perian 2006/2007
  107. Meningkatkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melewati Metode Resitasi dan Sumbang saran Siswa Kelas bawah VI SDN Bayem IV Kec. Kasembon Kab. Malang Tahun 2007/2008
  108. Eksploitasi Metode Besaran Physical Response (Tpr) Dengan Spesies Permainan Simonsays Untuk Meningkatkan Ketrampilan Listening (Puas Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas V Mi Tarbiyatul Mubtadiin Plajan Pakis Aji Jepara Tahun Cak bimbingan 2010/2011)
  109. Cermin Pengajian pengkajian Tutor Sebaya Dengan Memanfaatkan LKS Dan Alat Peraga Kusen Berpaku Bagaikan Upaya Meningkatkan Hasil Berlatih Dan Aktivitas Membiasakan Matematika Plong Ki akal Bahasan Simetri Lipat Dan Pencerminan Bikin Peserta Didik Kelas V SD Rejosari 03 Semarang
  110. Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Pembelajaran Kooperatif Komplet TGT Lega Petatar …………………………………… Waktu Kursus 2001/2002
  111. Metode Protes Kerumahtanggaan Upaya Miningkatkan Proses Berlatih dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Plong Murid …………Perian Kursus………………
  112. Peranan Eksplorasi Pustaka Buat Meningkatkan Ketrampilan Batik Pada Siswa Kelas Iv Sdn 01 Tawangmangu
  113. Meningkatkan Disiplin Dan Bahara Jawab Siswa Melewati Sanksi Bertajuk Pada Siswa Kelas III Sd No I Sanur Tahun Pelajaran 2009/2010
  114. Penerapan Pendekatan Proses 5 Fase Cak bagi Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Plong Peserta Kelas 5 Sd
  115. Pertambahan Prestasi Belajar Membaca Melalui Alat Peraga pada Siswa Papan bawah 1 SD Negeri Jangur Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo
  116. Upaya Meningkatkan Prestasi Sparing PKn Melewati Metode Pendedahan Kooperatif Komplet STAD (Student Teams Achievement Division ) Puas petatar Kelas …. Musim …
  117. Upaya Meningkatkan Kesigapan dan Kelajuan Dalam Bermain Sepak bola Pada Murid Papan bawah……hari les …
  118. Penerapan Metode Inkuiri Pada Mata Pelajaran Penjaskes Lakukan Meningkatkan Teknik Dolan Bola Tangan Lega Siswa……….. Tahun Tutorial…………”
  119. Pengaruh Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Kerja Kolompok Terhadap Hasil Membiasakan Bidang Penggalian Ilmu Publikasi Sosial Sreg Siswa Kelas ……Tahun …………
  120. Meningkatkan Prestasi Membiasakan Pengetahuan Sosial Melampaui Sangkutan Metode Ceramah Dengan Metode Membiasakan Aktif Model Indoktrinasi Autentik Pada Siswa ……………
  121. Meningkatkan Prestasi Belajar Guna-guna Mualamat Sosial Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Think-Pair-Share Pada Siswa Kelas …………………….Waktu Pelajaran ….
  122. Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Petatar Papan bawah VI SD …… Tahun…….
  123. Upaya Meningkatkan Manifestasi Dan Kualitas Belajar IPA Dengan Metode Penataran Penemuan (discovery) Pada Siswa Kelas ………………….. Tahun Les 2001/2002
  124. Meningkatkan Manifestasi dan Lecut Belajar IPA Dengan Menerapkan Pengajaran Berbasis Inkuiri Pada Siswa Kelas bawah ……………. Masa Les ……
  125. Efektivitas Pengajian pengkajian Kontekstual Model Indoktrinasi Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Pengejawantahan dan Penguasaan Materi Pelajaran IPA Pada Murid Kelas bawah ……… Masa Pelajaran ….
  126. Penerapan Metode Kooperatif Kamil Group Investigation (GI) Seumpama Alternatif Meningkatkan Penampakan Belajar Matematika Pada Siswa Kelas ……………Perian Cak bimbingan 20X1/20X2
  127. Sempurna Pembelajaran Realistik dengan Menggunakan Teoretis yang Relevan dengan Pengalaman Anak Serta Hipotetis Bangun Ruang Lakukan Meningkatkan Konsep Pemahaman Pesuluh Tentang Adat Bangun Ruang Peserta SD
  128. Peningkatan Proses Pembelajaran Tentang Luas Bangun Melewati Teoretis Kooperatif Stad dan Kuis pada Murid Papan bawah VIA SDN Sadang Ujana Sidoarjo
  129. Meningkatkan Hasil BelajarBelajar Matematika Melalui Metode Pengajian pengkajian Kooperatif Hipotetis STAD (Student Teams Achievement Division) Pada Siswa Papan bawah …………………… Tahun Pelajaran 2005/2006
  130. Penerapan Metode Kooperatif Model TGT (Team Games Tournament) Umpama Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu hitung Plong Siswa Inferior ……… Tahun Pelajaran ….
  131. Upaya Meningkatkan Performa Dan Kualitas Belajar bahasa Indonesia Pada Materi Berbicara dan Membaca Dengan Menerapkan Metode STAD dan Metode Role Playing Pada Murid Kelas ………… Tahun Pelajaran 200X/200X
  132. Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Dengan Menerapkan Metode Kooperatif Transendental Jigsaw Pada Pelajar Sekolah Dasar
  133. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Selam Dengan Menerapkan Model Indoktrinasi kooperasi Puas Siswa Kelas ….
  134. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Selam Dengan Menerapkan Pola Pembelajaran PAKEM Lega Siswa Kelas ….
  135. Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutiara Membiasakan Pendidikan Agama Selam Sreg Pesuluh SD Kelas III-VI
  136. Improving Students’ Pronunciation using Songs (A Classroom Action Research in the Fourth Grade of SDN Makamhaji 01 Kartasura in 2007/2008 Academic Year)
  137. Using Tactile And Kinesthetic Resources To Improve Students’ Spelling Ability And Pronunciation Awareness (An Action Research At The Fifth Grade Of Sd Negeri Pojok 02 Tawangsari In 2008/2009

Source: https://www.berkasedukasi.com/2017/03/contoh-ptk-penelitian-tindakan-kelas.html