Contoh Penerapan Teori Thomdike Dalam Pembelajaran Ipa Smp

Teori Belajar Behavioristik

foto : guidapsicologi.it

Belajar bagaikan riuk suatu lembaga aktivitas manusia telah dipelajari oleh para ahli sejak lama. Berbagai upaya bagi menjelaskan prinsip-pendirian berlatih telah beranak teori belajar. Beberapa teori belajar dikemukakan berikut ini.

Teori E.L. Thorndike (Teori Koneksionisme)


Teori koneksionisme dikemukakan oleh Thorndike.  Intern eksperimennya Thorndike  menggunakan kucing ibarat obyek penelitiannya, meong ditempatkan dalam peti.  Dari kotak-kotak ini kucing itu harus keluar bikin memperoleh makanan.  Dia mengecap bahwa sehabis selang beberapa perian, kucing tadi mempelajari mandu tercepat intern memperoleh makanan melalui perilaku-perilaku yang efektif dan tak mengulang perilaku yang tidak efektif.

Berusul eksperimen ini Thorndike mengembangkan hukumnya yang dikenal dengan Syariat Pengaruh atau
Law of Effect, yang mengemukakan, bahwa jika suatu tindakan diikuti maka dari itu perubahan yang memuaskan dalam lingkungan, kemungkinan bahwa tindakan itu akan diulangi menjadi kian besar. Sahaja bila hasil yang diperoleh tak memuaskan maka kemungkinan tindakan tersebut tidak akan diulangi.

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus, ialah apa saja yang boleh memberahikan terjadinya kegiatan belajar seperti manah, perasaan, atau keadaan-hal tidak yang dapat ditangkap melalui peranti indera. Sementara itu respon adalah reaksi nan dimunculkan pelajar saat belajar, dapat berupa pikiran, perasaan ataupun tindakan/gerakan.  Terbit definisi belajar tersebut maka menurut Thorndike perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar boleh berwujud konkrit merupakan yang boleh diamati atau tidak konkrit atau yang bukan bisa diamati.

Baca Pun

Teori  Watson (Teori  Conditioning)


Teori  conditioning  purwa dipelopori maka itu Ivan Pavlov, kemudian dikembangkan maka dari itu Watson. Menurut Watson, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon nan berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan boleh diukur. Dia tetap mengakui adanya pergantian-peralihan mental dalam diri seseorang sepanjang proses berlatih, namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah membiasakan maupun belum karena tidak dapat diamati.

Asumsinya bahwa, tetapi dengan cara tersebut dapat diramalkan pertukaran-perubahan apa yang untuk terjadi pasca- seseorang berbuat tindak berlatih. Watson ialah seorang  behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu tidak sebagaimana fisika atau ilmu hayat yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik yaitu sejauh dapat diamati dan bisa diukur.

Teori B.F. Skinner (Operant Conditioning)
Penelitian Skinner terhimpun pada hubungan antara perilaku dan konsekuensi-konsekuensinya. Perumpamaan cermin misalnya, bila perilaku seseorang buru-buru diikuti dengan konsekuensi yang menyenangkan, orang itu akan mengulang perilaku tersebut lebih bosor makan. Penggunaan konsekuensi-konsekuensi nan meredam emosi dan tidak menyejukkan untuk mengubah perilaku seseorang disebut  operant conditioning.

Konsekuensi nan menyenangkan pada umumnya disebut  reinforser (pengukuhan), sedangkan konsekuensi yang tidak menyenangkan disebut punisher (hukuman).

Sendang : Modul GP SMP PPPPTK IPA 2022

Source: https://www.passakanawang.com/2017/07/teori-belajar-behavioristik.html