Cerpen Tentang Liburan Ke Yogyakarta

Camar duka Liburan ke Jogja
– Berawal bersumber manifesto nan menyatakan bahwa kebat lamaran kerja nan saya olok-olokan ke PT PLN (Persero) sudah lalu memenuhi syarat dan lolos ke tahap seterusnya, nan diadakan plong tanggal 05 September 2022 di ii kabupaten Yogyakarta. Dan ternyata banyak musuh-teman khotbah saya nan juga lolos seleksi administrasi PT PLN.

Akhirnya, saya pun memutuskan bikin mencari teman barengan sepatutnya dapat mulai bersama-sama ke Jogja.

Berkumpullah 4 cucu adam termaktub saya yang memiliki buram start ke Jogja secara serempak. Sebenarnya ada sekitar 20-an makhluk teman saya yang lolos rekruitmen PT PLN lega tahap ini, namun per telah memiliki rencana sendiri-seorang. Saya sendiri menginjak bersama 3 orang tampin saya adalah Panji, Dionisius, dan Kukuh.

Berangkat ke Yogyakarta Menunggangi Kereta Jago merah

Stasiun Gubeng Surabaya (youtube.com)

Kami berempat memutuskan bakal berangkat ke Yogyakarta menggunakan transportasi kereta api. Karena masa tempuh kereta jago merah yang lebih cepat dan lebih terasa nyaman ketimbang menunggangi bus, walaupun agak bertambah mahal kurang daripada bus ekonomi.

Mulailah kami mencari kereta api ekonomi dengan harga yang minimal murah. Maklum,e anak asuh mahasiswa gemar nyari yang murah, masak ingin nyari kerja biar dapat tip lebih lagi ngehabisin komisi. Sepur paling murah yaitu Logawa nan berangkat palu 10.50 dari Surabaya, namun pelahap tiketnya telah lalu terjual.

Alhasil kami memilih menggunakan kereta api ekonomi Pasundan, meskipun harganya makin mahal 20.000 dari harga tiket kereta jago merah ekonomi Logawa. Tak apalah, hitung-hitung pengorbanan kerjakan nyari kerja.

Berangkatlah kami memperalat kereta api ekonomi Pasundan, pada tahun ahad tanggal 04 September 2022 jam 08.10 WIB dari stasiun Gubeng Surabaya.

Sampai di Yogyakarta

Tugu Yogyakarta (sepeb.com)

Perjalanan Surabaya-Yogyakarta, kami kompensasi memperalat kereta api ekonomi Pasundan selama 5 jam. Sekitar jam 13.15 WIB kami tiba di stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Pasca- sampai di stasiun, saya dan Setia sederum runtuh dari kereta dan mencari musholla bakal menunaikan sholat dhuhur.

Di musholla kami berdapat para senior angkatan 2022 yang ternyata tadi juga berangkat menunggangi kereta jago merah  bersama dengan kereta nan kami naiki. Terserah juga sejumlah bani adam teman kami satu angkatan serta mahasiswa dari jurusan enggak yang prospek mempunyai maksud yang sama dengan kami.

Panji dan Dion dengan lunak menunggu saya dan Tegar melaksanakan sholat dhuhur di luar stasiun, inilah indahnya tukar menghormati walaupun berbeda-beda kepercayaan.

Mencari Penginapan di Akrab Malioboro

Kampung Sosrokusuman (google.com)

Setelah sholat dhuhur kamipun berjalan mendatangi ke sisi malioboro lakukan mencari mes. Tibalah kami di Kampung Sosrokusuman nan berpunya tepat di sebelah lor Mall Malioboro. Karena baru pertama mana tahu mencari mes di Jogja, kami merasa kebingungan memilih gelanggang, pokoknya kami cari nan paling kecil murah.

Eh, sekonyongkonyong ada bapak yang bertanya “Mau cari mes, mas?”, kamipun mengiyakan. “Mau cari yang gimana, kalau mau paling murah itu ada di kondominium bu Fatimah, masuk aja ke gang itu, nanti ketemu flat dandan hijau”, setelah berpikir sejenang risikonya kamipun mengiyakan. Akhirnya bapak itu mengantar kami mengarah flat ibu Fatimah.

Penginapan sederhana yang terdiri semenjak 5 kamar tidur di bagian bawah dan 1 kamar di tegel atas serta dua buah kamar mandi di lantai sumber akar. Kamarnya juga silam tersisa, dibuat dari sebuah ruangan yang disekat-sortang dengan papan kayu menjadi beberapa bilik kamar. Di dalam kamar terdapat sebuah kasur besar, bantal, rak, dan sebuah kipas angin. Harga yang ditawarkan pun lewat murah adalah 25.000 per orang.

Kami senggang berunding sejenak, belaka sreg akhirnya juga mengemudiankan bikin menginap di tempat itu.

Jalan-perkembangan Burit di Malioboro

Jalan Malioboro (wisataterbaru.com)

Setelah seputar 30 menit kami berteduh di asrama, kami pula mengakhirkan cak bagi keluar mencari makan, mengingat setibanya di Jogja kami belum makan apapun. Makanlah kami di warung gili-gili di samping mall malioboro, rasa alat pencernaan nya kacau balau, tapi lumayanlah bagi mengobati rasa lapar.

Selesai makan, kami berempat pun kembali ke penginapan untuk kembali mengadem selincam mengkhususkan rasa letih sehabis menempuh perjalanan jauh.

Sorenya selingkung jam 16.00 WIB kami pun memutuskan bikin jalan-urut-urutan di kawasan Malioboro. Mulailah kami menelusuri kawasan ekspor impor di pedestrian di bagian barat Malioboro, hanya sekedar urut-urutan leha-leha bikin menikmati suasana burit hari di Malioboro yang masih antap dengan wisatawan. Kami juga mencari toko untuk membeli air minum lakukan bekal di mes.

Setelah mendapatkan air minum, kami pun memutuskan bagi pula ke penginapan.

Sebelum kembali, kami sempat masuk ke dalam area Kantor Gubernur Distrik Istimewa Yogyakarta. Sempat juga berfoto-foto di tugu yang ada di dalam area tersebut, sambil sekilas melepas lelah pasca- jalan-jalan senja memutari malioboro.

Start ke Tempat Konfirmasi PLN

PT PLN (smeaker.com)

Kami menginjak ke wadah Tes PLN memperalat 2 biji zakar sepeda motor sewaan yang sudah kami wanti-wanti sejak semalam senja sebelum hingga di mes. 1 vespa kami sewa dengan harga 25.000 selama 12 jam.

Sebab takut tercecer karena lokasinya yang pas jauh dan kami belum tahu urut-urutan, berangkatlah kami jam 07.30 WIB, sementara itu undangan tesnya adalah jam 10.30 WIB. Di paruh perjalanan kami sempatkan juga lakukan sarapan pagi di sebuah angkringan di pinggir jalan. Disitu kami memakan nasi kucing (karena porsinya cacat sebagai halnya makanan meong) ditemani beberapa gorengan.

Tidak lupa kami pun juga membeli nasi kucing dan gorengan lagi bak bekal cak bagi makan siang nanti.

Tibalah kami di tempat tes. Tempat diadakannya Testimoni Akding (Akademik dan B. Inggris) di Merapi Grand Ballroom Hotel Prima. Suasana nya masih sepi karena baru jam 09.00, tapi tidak berselang lama mulailah banyak berdatangan para peserta pemeriksaan ulang, terjadwal kembali padanan-musuh kami yang bersal dari satu jurusan.

Tes berakhir sekitar jam 13.00 WIB dan kami pun sewaktu cabut pulang condong penginapan.

Menikmati Siang dengan Segelas Es Cendol di Tanah lapang Utara Yogyakarta

Alun-alun Paksina Jogja (liputan.tersapa.com)

Berhubung masih siang dan masih ada waktu, sebelum pulang kami berencana jalan-urut-urutan keliling kota Yogyakarta. Kami berempat pun hasilnya mengemudiankan memfokus ke alun-alun utara ii kabupaten Yogyakarta.

Setibanya di tanah lapang, kami memarkirkan wahana kami di sebelah selatan pelan, yang bakir tepat di sebelah timur kraton Yogyakarta. Terdapat juga beberapa warung makan dan pedagang es cendol di bekas itu.

Balasannya, kami membeli 4 gelas es cendol segar, yang akan dinikmati bersama nasi meong dan sejumlah gorengan yang telah kami beli tadi pagi.

Dengan cuaca yang agak mendung, sembari ditemani nikmatnya semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi membawa terbang semua rasa penat sehabis berjuang mengerjakan soal testimoni akademik, kamipun makan di pinggir lapangan, langsung menikmati suasana alun-alun yang baru dan terhampar luas di depan alat penglihatan kami.

Selepas selesai makan kami kembali berencana mengunjungi Kraton Yogyakarta Hadiningrat, namun kerap jam buka kraton sudah dahulu. Kraton biasanya dibuka bakal umum dari pemukul 08.00 hingga 14.00 WIB setiap harinya.

Berhubung sudah masuk waktu ashar, saya dan Konsisten pun mengunjungi masjid Gedhe untuk menunaikan sholat ashar. Sekali kembali Panji dan Dion sangat menghormati kebutuhan kami dan dengan kepala dingin menunggu di area gapura di pintu masuk paling luar dari masjid Gedhe. Sambut rahmat sindikat. 🙂

Nikmatnya Aneka Sambal di Pelancongan Kuliner Spesial Sambal Yogyakarta

Sambal Tenggala (resephariini.com)

Sore harinya sekitar jam 16.00 WIB, saya mengajak teman-teman saya kerjakan mencobai kuliner Partikular Sambal (SS) di Jalan Majyen Sutoyo, sekitar 15 menit bersumber Malioboro. Akhirnya sekitar jam 17.00 petang kami berangkat menentang warung SS.

Saya dan pasangan-saingan harus rela menyapu dada, karena ternyata warung SS telah dipenuhi makanya tamu. Selingkung 5 menit kami menunggu cak bagi dapat memesan makanan. Setelah batik menu kami pun harus menunggu pula sekitar 45 menit untuk bisa menikmati saji nan kami pesan.

Masing-masing dari kami memesan rezeki dengan menu yang berbeda-selisih, agar bisa merasakan rasa aneka sambal yang ditawarkan oleh warung Spesial Sambal. Variasi rasa sambal ditambah nasi panas kuku serta gurihnya aneka lauk pauk membentuk saji bersantap malam kami begitu nikmat. Sahaja camar, kita menengah raba-rubu karena mengejar jadwal kereta membidik Surabaya.

Pula ke Kota Pahlawan

Stasiun Lempuyangan (dziroh31.wordpress.com)

Setibanya di penginapan, saya dan Kukuh langsung bergegas mengembalikan kereta angin motor ke arena penyewaan. Padahal Panji dan Dion kembali ke penginapan untuk segera melempengkan barang-produk kami nan masih ada di kamar.

Mulai sejak pondokan kami berjalan kaki menghadap stasiun Lempuyangan yang berjarak sekitar 20 menit pecah medan kami menginap. Syukurlah boleh start tepat tahun. Kami pula lekas panjat ke kereta ekonomi Gaya Yunior Malam yang akan buru-buru berangkat menuju stasiun Gubeng Surabaya.

Tibalah kami sekitar jam 01.25 pagi di Surabaya. Sungguh pengalaman yang mengademkan boleh liburan sekaligus mencari kerja. Bagai peribahasa “Sambil menyelam minum air”. 🙂

Source: https://informazone.com/pengalaman-liburan-ke-jogja/