Cara Ternak Lele Di Tong

Belasan ngarai berwarna biru berjejer rapi di halaman samping apartemen peruntungan Iwan Agustian, 42 masa, di Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Lembah-ngarai itu berisi ribuan ekor ikan lele.

Di samping tiap-tiap drum itu terletak sebatang pipa PVC separas tong, yang berfungsi umpama terusan pembuangan seharusnya air dalam tong tidak terlalu berbau. Sementara tepat di atas tong, disiapkan kran air, yang dialirkan saat limbah lele di privat tong dinilai sudah cukup banyak. Pagi itu, Jumat, 2 Oktober 2022, sebagaimana masa-periode lain, Iwan member makan lauk-ikan lele peliharaannya. Pakannya berupa semacam pelet.

Ratusan ikan lele spontan menghitam dan menanjak ke permukaan, berebut mencari makan yang ditaburkan oleh Iwan. Manuver lele-lele itu menimbulkan riak-riak air di dalam tong. Pria yang berprofesi sebagai anggota Satgas Batang air pada Dinas Mileu Semangat (DLH) Ii kabupaten Yogyakarta ini mengisahkan mulanya dirinya memulai ternak lele cendol tersebut. Lele-lele itu disebut andai lele cendol karena bentuknya yang mirip cendol saat diberi pakan alias dipanen.

Baca juga:
Cara Ternak Lele Bioflok Tercecer Hasil Maksimal

Beternak Lele Sejak 2010

Iwan mengaku sudah lama beternak lele, semata-mata dia mulai serius beternak lele puas tahun 2010. Saat itu dia dan beberapa rekannya bergabung dalam kerumunan budidaya ikan lele, lokasinya tak jauh berbunga Rumah Sakit Awam Daerah (RSUD) Wirosaban, Yogyakarta.

Cerita Budidaya Lele Yogyakarta (2)


15 tong plastik milik Iwan Agustian, 42 tahun, yang digunakan sebagai medan budidaya ribuan ekor ikan lele, Jumat, 2 Oktober 2022. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Berawal berpokok tasik, dia mengaram bahwa potensi budidaya lele cukup bagus, hanya cuma kondisi kapling di kerumahtanggaan kota menjadi kendala internal budidaya ikan lele. Akhirnya dipikirkanlah pendirian memiara ikan lele dengan memanfaatkan persil sempit.

“Waktu itu ada pakai terpal, kemudian kita pakai buis beton, kita bikin lima kolam, masing-masing tingginya 3 buis atau sekitar 125 sentimeter,” ucapnya mengisahkan.

Momen itu tiap-tiap kolam diisi dengan sewu ekor pati iwak lele. Hasilnya cukup menyenangkan hati. Sekadar sahaja kemudian Iwan menemui kendala, ialah kolam nan dibuat dari perantaraan buis (semacam beton buat sumur) beton itu tidak bisa dipindah-pindahkan.

Tapi kan buis itu statis, tidak boleh dipindah, akhirnya kita cari nan bisa dipindah dan bisa ditata di lahan nan sempit. Keseleo satunya yaitu dengan jurang itu.

Pemilihan tong plastik sebagai sarana pembesaran ikan lele bukan kebetulan. Iwan mengaku pernah mengikuti semacam pelatihan mengenai budidaya ikan lele di lahan sempit, kemudian narasumber menyarankan menggunakan tong.

Risikonya lega perian 2022, dia mencoba menggunakan tong sebagai alat angkut pembesaran ikan lele, sekaligus melaksanakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta saat itu, yakni budidaya lele cendol.

“Kami coba pakai tahang dan Alhamdulillah berbuntut. Kemudian pada perian 2022 ada programnya kemasan Wawali (Wakil Wali Daerah tingkat) Yogyakarta yaitu lele cendol. Saya mengampu 10 kelompok, dan masing-masing kerubungan kita beri lima tong,” kata Iwan lagi.

Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele

Berlandaskan pengalamannya saat memelihara ikan lele dalam buis beton dan kajian nan dilakukan, diketahui bahwa saat memanen panca kanyon ikan lele, tiga tong di antaranya mampu meutup biaya produksi atau biaya pemeliharaan, sedangkan dua tong sisanya merupakan keuntungan.

“Sebelumnya kita kaji bahwa dari lima tong itu, tiga merupakan ongkos produksi dan dua tong adalah laba atau keuntungan. Kemungkinan tahun 2022 ini kami akan mengampu 10 kelompok lagi dengan dana kelurahan. Kebetulan saya di FPMK (Forum Pemberdayaan Mahajana Kelurahan), bintang sartan cak semau 10 kelompok akan kita bina di Kelurahan Sorosutan,” ujar pria nan ketika ini menjawat sebagai Ketua RW di gelanggang tinggalnya.

Iwan tidak mau hanya semata-mata membina dan mengajari orang bukan kerjakan beternak lele. Olehnya itu kamu memelihara sekitar 3 ribu ekor ikan lele nan terserah dalam 15 tong plastik di rumahnya.

Cerita Budidaya Lele Yogyakarta (3)

Ratusan lauk lele yang berkerumun saat diberi makan oleh pemiliknya, Iwan Agustian, 42 tahun, Jumat, 2 Oktober 2022. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana).

“ Saya enggak sahaja mengajari tapi juga memberi contoh. Saya kerjakan 15 tong, istilahnya untuk studi banding lele kanyon.”

Satu Ngarai Berisi 200 Ekor

Iwan menambahkan, dirinya kembali adv pernah melakukan uji coba untuk mengerti jumlah lengkap lele yang dipelihara dalam satu tahang. Awalnya dirinya mengepas mengegolkan 300 ekor bibit ikan lele, tetapi sehabis melalui beberapa uji coba, diketahui bahwa total acuan lauk lele yang dipelihara kerumahtanggaan suatu tong adalah 200 ekor.

Pati yang dimasukkan ke n domestik tong tersebut memiliki ukuran antara tiga hingga panca sentimeter, nan dibelinya dari petualang esensi ikan lele di sekitar Jl Bantul Yogyakarta.

“Dari pembibitan format 3-5 alias 4-6 sentimeter itu dalam waktu 2,5 bulan bisa dipanen. Matra detik penuaian antara 8-10 sentimeter,” ujarnya.

Bersumber 200 ekor ekstrak ikan lele yang dipelihara, lanjut Iwan, tidak semuanya boleh hidup sampai dewasa. Tingkat mortalitas bibit berkisar antara lima hingga 15 tip.

Baca lagi:
Bagaimana Cara Menebar Jauhar Ikan Lele nan Baik dan Benar Mudahmudahan Ikan Tidak Stres dan Sirep?

“Tingkat kematian lele antara 5 sampai 15 komisi. Tidak cak semau yang setimpal sekali bukan mati. Rata-rata saat antap suka-suka di dasar, tahu-tahu layak panen selalu ada mayat,” kata Iwan menegaskan.

Tingkat kematian ikan itu, tambahnya, bukan menjadi obstruksi terbesar buat para pembudidaya lele leger atau lele cendol. Obstruksi terbesar justru ada pada penyediaan pakan.

Selama ini anda dan rekan-rekannya memperalat pakan buatan industri atau pelet. Untuk seribu ekor ekstrak ikan lele atau panca tahang, mulai dari pembibitan hingga panen, dibutuhkan pelet sebanyak 90 kilogram. “Itu harganya kalau ketengan Rp 13 ribu sendirisendiri kilogram, sekiranya per zak sekitar Rp 11 ribu per kilogramya.”

Menurutnya kamu dan beberapa rekannya sudah gabungan mengikuti pelatihan akan halnya pembuatan pakan buatan untuk bibit ikan lele. Berasal kajian yang disampaikan maka dari itu pemateri, ongkos atau harganya jauh lebih murah daripada jika harus membeli pakan pabrikan.

Cerita Budidaya Lele Yogyakarta (4)

Iwan Agustian, 42 musim, menunjukkan perputaran air dalam preservasi iwak lele dalam tong, di halaman samping rumahnya, Jumat, 2 Oktober 2022. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Saja saja, dirinya masih belum mengerti secara tentu komposisi nan dibutuhkan untuk pembuatan pakan tersebut. Termasuk lambung zat putih telur yang harus dimasukkan dalam senyawa.

“Memang kajiannya kian murah daripada pabrikan, semata-mata saja komposisinya nan kita masih publik. Kita belum kaji kandungannya, tapi nan dibutuhkan lele itu kas dapur proteinnya antara 30 sebatas 33 uang jasa. Seandainya di asal itu pertumbuhan lele lambat. Jadi sementara masih pakai pelet pengusaha,” ucapnya menambahkan.

Iwan pun menguraikan bahwa distribusi air dalam tong juga menjadi hal yang harus diperhatikan, sebab jika tidak, bau dari air ikan lele itu cukup mengganggu. Untuk aliran, perkenalan awal Iwan, bisa memperalat prebiotik tetapi saat dia mencobanya, raksi menyengat mulai sejak air lauk lele masih pas menyengat.

Hasilnya Iwan mengidas untuk menggunakan pipa PVC umpama terusan pembuangan limbah. Hasilnya, bau berasal air iwak itu tidak bersisa menyengat.

Baca juga: Cara Ternak Lele Bioflok Terbelakang Hasil Maksimal

“Di tempat saya memang saya kocor (aliri air), buat membuang limbah lele, sehingga bukan bau. Semenjak masing-masing tong langsung mengalir.”

Mengenai pemasaran hasil budidaya lele internal tong, pembukaan Iwan, tidak terlalu sulit. Sebab dirinya sudah memiliki pelanggan, termasuk semenjak para pengepulikan lele. Selain itu sebagian warganya juga banyak nan mengonsumsi ikan lele dan membelinya dari dirinya.

“Saya juga melayani pembelian dari warga saya. Kebanyakan justru dari pemukim saya daripada pengepul. Biasanya kalau pemukim saya sudah cukup bau kencur ke pengepul. Ada kembali langganan dari penjual pecel lele dll,” perkenalan awal Iwan.

Akan halnya Minapoli

Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan kulak akuakultur teratur. Dengan memanfaatkan teknologi, pembudidaya dapat menemukan produk akuakultur dengan mudah dan menghemat waktu di Minapoli. Tribune ini menyediakan dagangan-produk akuakultur dengan penawaran harga terbaik dari supplier yang terpercaya. Selain itu, bentuk dukungan Minapoli cak bagi pabrik akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur terdahulu yang dapat digunakan makanya seluruh pembudidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.

Source: https://www.minapoli.com/info/cerita-budidaya-ikan-lele-di-lahan-sempit-yogyakarta