Cara Cepat Belajar Nahwu Shorof

Judul buku      : QOIDATI

Carik             : H.Taufiqul Wasit

Penerbit           : Al-Falah offset

Cetakan           : Kedua, Februari 2022

Halaman          : V + 60 jerambah

Dimensi             : 15,5 x 23 cm

ISBN                   : 979-3777-10-9

Oleh: Fikroh Muhammad, mahasiswa BSA semester 2 tahun 2022 (
[email protected]
)

Taktik ini merupakan pelecok satu kiat penelaahan tata bahasa Arab (Nahwu\Shorof) yang menyuguhkan metode nan mudah dipahami bagi para pemula nan kepingin mempelajari tata bahasa arab (Nahwu\Shorof). Mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof sudah menjadi makanan pokok khususnya buat santri-santri yang mondok (tinggal) di susuk pondok pesantren. Banyak metode-metode yang disuguhkan kerjakan mempelajari aji-aji Nahwu dan Shorof, riuk satu metode hobatan tersebut adalah metode
Amtsilati
dengan salah satu bukunya yakni resep yang satu ini.

Fikroh Muhammad - BSA UIN Bandung
Bedah buku oleh Fikroh Muhammad

Taufiqul Hakim ataupun yang dikenal sebagai Gus Taufiq adalah pengasuh podok pesantren Darul Falah Sidorejo, Bangsri, Jepara sekaligus menjadi
Mursyid Thariqoh An-Naqsyabandhiyah.
Banyak dari karya engkau yang dipakai masyarakat, khususnya para santri untuk menjadi pedoman internal beragama.

Begitu juga judulnya, daya ini meributkan tentang intisari rumus dan cara tata bahasa arab (Nahwu\Shorof) dengan penjelasan yang praktis dan jelas sehingga mudah untuk dicerna dan dipahami isinya. Selain itu, buku ini memliki struktur penulisan yang pembahasannya di bagi dengan beberapa diagram dan bilang pertanyaan beserta jawabannya.

Pada bab mula-mula, ada bilang materi yang di bahas. yakni,
jar majru, isim maqshur,
macan-jenis
jama’, idhofah,
pembagian
i’rob,
aneh-aneh
dlomir
beserta hukumnya, isim isyaroh
dan
isim maushul.
Secara garis samudra, pembahasan gerbang pertama meliputi aneh-aneh
isim
dan bagaimana prinsip menggunakan
isim
tersebut sesuai dengan hukumnya.

Pada bab berikutnya, menjelaskan adapun perbedaan
isim
(kata benda), fi’il
(perkenalan awal kerja) dan
huruf.
Internal bab ini juga di jelaskan jauh kian dalam mengenai macam-macam
isim
dan hukumnya. Ada juga hafalan
thasrif ilstilahi
dan
lughowi.

Setelah kita mengenal macam-macam
isim
dan bagaimana mandu menggnakan sesuai dengan hukumnya, materi selanjutnya yaitu kedudukan daripada isim itu sendiri. Ada sejumlah contoh geta seperti
mubtada, khobar, isim kana wa akhwatuha, khobar kana, isim inna wa akhwatuha, khobar inna,
la linafyil jinsi, ni’ma wa bi’sa, na’at, taukid, athof
dan
badal.
Pada bab ini kembali di jelaskan sedikit tentang perubahan dari
isim
suatu pada
isim
yang lain.

Cukup dengan pembahasan
isim,
lega ki berikutnya carik meributkan tentang apa itu
fi’il
(prolog kerja). Secara garis besar
fi’il
merupakan kata kerja. adapun pembagiannya,
fi’il
dibagi menjadi 3 bagian;
madli, modhore, amar.
Pada ki ini pula dibahas adapun ciri-ciri
fi’il
dan kedudukan daripada
fi’il
itu koteng. Dalam bahasa Indonesia kita mengenal subjek, predikat, objek dan keterangan, seperti itu pula privat bahasa arab  yang lebih dikenal dengan
fi’il, fa’il
dan
maf’ul.
Dalam bab ini kita bisa mengatahui segala apa itu
fa’il
dan apa itu
maf’ul
serta pembagian ketimbang
fa’il
dan
maf’ul.

Intern gerbang sebelumnya hanya mejelaskan adapun
fi’il madli
sekadar. Sisanya akan di jelaskan pada portal akhir yaitu menguraikan
fi’il madli
dan
fi’il amar.
Tak hanya itu sekadar, dalam portal akhir juga di jelaskan invalid adapun kedudukan
isim
yang belum dijelaskan pada portal sebelumnya. Karena ini merupakan pintu anak bungsu jadi materi nan belum terpaparkan pada portal sebelumnya akan dipaparkan pada bab akhir sehingga patut banyak materi dalam gapura akhir ini.

Ada angka makin dari trik ini adalah buku ini sangat familier karena menggunakan bahasa Indonesia sehingga kita bisa memahaminya sendiri tanpa harus ada pembelajaran khusus. Tak seperti kitab
nahwu/shorof
lega kebanyakan yang menggunakan bahasa arab dan harus ada penelaahan khusus seyogiannya bisa memahaminya.

Tidak luput dari kekurangan, ada istilah-istulah nan di sebutkan semata-mata tidak dijelaskan apa maksud dari istilah tersebut, sehingga menjadikan kecemasan tersediri terhadap sebagian pembaca.

Untuk para pemula nan ingin belajar dasar tata bahasa arab (nahwu/shorof), terutama bagi para santri yang kurang mengetahui dengan sumber akar-dasar yang dijelaskan dalam kitab klasik (kitab kuning), buku ini bisa dijadikan alternatif jalan hidup, karena sangat mudah dipahami dan bisa menguatkan dasar-radiks ilmu
nahwu/shorof.

Source: https://bsa.uinsgd.ac.id/blog/2020/07/27/metode-amtsilati-nahwu-sharaf/