Cara Cepat Belajar Kitab Kuning

Merica,

NU Online


KH Dr Habib Syakur merumuskan sebuah metode nan diberinama “Metode 33” (tiga tiga) nan diperuntukkan bagi yang cak hendak bisa mengaji kitab kuning dengan cepat. Metode ini dituangkan dalam bukunya “Potong kompas Mendaras Kitab Asfar Metode 33” yang dibedah dalam diskusi di sela-sela programa Mufakat IV Tingkat Nasional di Pancor, Lombok, NTB, Rabu (20/7) lilin lebah.

 Syakur meyakinkan bahwa belajar Bahasa Arab itu sebetulnya mudah. Melalui bukunya ini, pengasuh Pondok Pesantren al-Imdad Jogjakarta ini menjamin tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa membaca kitab kuning.<>

 Untuk Syakur, mengaji merupakan pelecok satu keahlian berbahasa. Sedikitnya terletak empat maharah al-lughawiyyah (kepiawaian berbahasa), yaitu maharah al-istima’ (keahlian mendengar), maharah al-kalam (keahlian berbicara), maharah al-qira’ah (keahlian mendaras), dan maharah al-kitabah (kepakaran menulis). Syakur mengakuri bahwa bukunya ini hanya membidik satu terbit empat maharah itu, merupakan maharah al-qira’ah.

 Namun, kata Syakur, tidak berjasa kepakaran lain bukan terdepan. Untuk memahami dan mendalami Bahasa Arab secara komprehensif, keempat maharah itu harus dikuasai. “Muslihat saya hanya memasrahkan kebutuhan praktis santri, pelajar, dan peserta didik yang kepingin belajar membaca kitab asfar,” tandasnya.

 Syakur menonjolkan, bahasa bukanlah aji-aji, melainkan seni. Nan dibutuhkan hanyalah latihan dan resan. “Ibarat orang yang cak hendak belajar mengemudikan mobil, yang dibutuhkan adalah prinsip maupun metodenya, bukan malah diajari prinsip membengkel mobil, sebagaimana yang sepanjang ini berlaku di pesantren-pesantren. Akibatnya salah sasaran,” katanya.

 Bagi yang silau dan mau belajar membaca kitab kuning secara praktis, kata Syakur, sedikitnya harus memaki tiga hal, adalah kosakata, kaidah, dan latihan. “Kaidah nan diberikan jangan terlalu banyak. Cari susunan Bahasa Arab yang paling mudah dan sering digunakan. Sekali lagi susunan atau pengelolaan bahasa yang setara dengan susunan bahasa Indonesia,” imbuhnya.

 Ketiga hal itu harus dibaca dan dilulang-ulang minimum sehari dalam tiga pekan. Karena itulah kunci ini disebut “metode 33”. Di samping karena di dalamnya memuat 33 panjang yang harus ditempuh dalam sparing mengaji kitab kuning.

 Melalui metode nan diciptakannya ini, Syakur menegaskan bahwa kunci ini bukan berarti mau menyejukkan pembelajaran yang sepanjang ini sudah lalu ada, melainkan doang mendasari penelaahan yang mutakadim berlaku agar bertambah cepat. “Saya menjamin tidak mengganggu konsep nahwu nan selama ini main-main. Nahwu itu bengkel. Saya namun menawarkan caranya saja,” katanya.

 Belaka, Syakur mengingatkan, kuncinya adalah cemeti. ia menyanggupi bahwa buku yang ditulisnya tetapi menawarkan kemampuan bukan keahlian. “Mudahmudahan lebih tahqiq dan mahir berbahasa Arab tentunya dibutuhkan kursus dan penataran nan lebih tekun dan lebih sungguh-sungguh lagi,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Penyokong: Jamaluddin Mohammad

Source: https://www.nu.or.id/warta/metode-33-cara-cepat-belajar-kitab-kuning-ouJaO