Teori Motivasi –
Banyak pemimpin kerumahtanggaan sebuah perusahaan sering kali berpikir dalam-dalam bahwa fokus pada penyelesaian tiang penghidupan adalah situasi yang paling penting. Banyak basyar berpikir bahwa
“task culture”
atau tim yang berbasis penyelesaian keburukan bisa mengirimkan kesuksesan lebih cepat.

Akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa sebuah budaya tersebut ternyata dapat menyebabkan prestasi tim nan cacat.

Oleh karena itu, para majikan harus tahu terlebih lalu bagaimana membangun hubungan yang baik dengan timnya. Salah suatu caranya adalah dengan mempelajari teori bikin membangun motivasi kerja dari para karyawan.

Daftar Isi Artikel

  • Teori Motivasi
    • 1. Teori Pecut Maslow
    • 2. Teori Motivasi Herzberg
    • 3. Teori Lecut McClelland
    • 4. Teori Motivasi Alderfer (ERG)
    • 5. Teori Motivasi Edwin Locke
    • 6. Teori Motivasi Tonny Robbins
    • 7. Teori Motivasi Taylor
    • 8. Teori Sigmund Freud
    • 9. Teori Motivasi Douglas McGregor
    • 10. Teori Efek Hawthorne
  • Artikel LAINNYA



Teori Motivasi


Konotasi Motivasi
yaitu sebuah dorongan, hasrat ataupun pun minat yang sejenis itu besar di n domestik diri, lakukan mencapai satu keinginan, cita-citra dan intensi tertentu. Dalam bidang manajemen sumber ki akal hamba allah motivasi boleh dibentuk berdasarkan beberapa teori.

Berikut ini yaitu penjelesan dari beberapa teori motivasi para ahli sebagaimana Abraham Maslow, Herzberg, Alderfer, Erg atau Alderfer, Tonny Robbins dan lain-lain.



1. Teori Motivasi Maslow


teori motivasi
google images

Teori cambuk Abraham Maslow adalah Tangga kebutuhan orang yang mendasari khalayak termotivasi melakukan sesuatu. Teori ini terdiri dari 5 tingkat limas dimana urutan terbawah menjadi urutan pertama yang harus terselesaikan.

Setiap manusia pasti terserah di pelecok satu tahap dalam piramida ini, ia akan menjadikan itu motivasi dalam kehidupannya untuk mencapai tahap demi tahap hirarki tersebut. Sudahlah, sekarang kita lihat dimanakah posisi kamu saat ini ini, level 1,2,3,4 atau 5?




1. Kebutuhan Fisiologis
(Physiological Needs)




Kebutuhan manusia yang paling dasar merupakan kebutuhan lakukan mendapatkan lambung, minuman, tempat tinggal, pakaian dan sebagainya.

Makhluk yang kebutuhannya masih di level 1 tidak peduli dengan penghargaan, uang tabungan dan sebagainya, yang mereka butuhkan hanya nafkah, ajang tinggal agar kebutuhan terdahulu mereka sehari-masa dapat terpenuhi.




2. Kebutuhan Keamanan
(Safety Needs)



Saat kebutuhan fisiologis telah tersalurkan seseorang akan beranjak pada level 2 ialah kebutuhan keamanan. Disini kita memiliki pecut untuk mendapatkan rumah nan makin baik, tabungan masa depan, kesehatan yang terjamin dsb.


3. Kebutuhan Sosial
(Social Needs)

Pada dasarnya khalayak adalah makhluk sosial, dia membutuhkan belas kasih rajin dari kerabat dan insan-orang yang dicintainya. Ditahapan ini manusia berusaha untuk menemukan orang-anak adam nan dapat dipercaya dan dekat dengannya intern berbagai diversifikasi keadaan.



4. Kebutuhan bikin Dihargai
(Esteem Needs)


Pada level ini individu membutuhkan rasa sembah, martabat, pengakuan atas apa yang dimiliki dan juga kebebasan. Manusia ingin diakui oleh orang lain entah itu dalam situasi harta, hobatan ataupun lainnya. Di level inilah gengsi manusia unjuk.


5. Aktualisasi Diri
(Self-Actualization)

Tingkat aktualisasi diri ini yakni tingkat dimana seseorang harus menjadi orang yang bisa diandalkan. Pada tangga ini manusia cenderung ingin menjadi pembesar suatu golongan agar mempunyai power alias kepentingan mengerjakan perubahan dengan apa yang dimilikinya.


Dalam teori Maslow, ketika Anda ingin membuat sebuah tim bisnis yang elite, maka fokuslah puas molekul-atom nan disebutkan di atas.

Dengan fokus plong pencukupan kebutuhan akan elemen-partikel ini, maka setiap orang n domestik tim Anda akan termotivasi menjadi seseorang nan terbaik yang mereka bisa sehingga goal dan pencapaian menjadi lebih mudah diraih.



2. Teori Senawat Herzberg


sites.google.com

Intern teori motivasi Herzberg disebutkan ada 2 faktor yang bisa digunakan untuk menjaga lecut berpangkal seseorang kerumahtanggaan sebuah tim. Two-factor Theory Herzberb terdiri berasal :


1. Faktor Motivator
(Motivator Factors)

Faktor permulaan yang mempengaruhi motivasi seseorang dalam teori Herzberg adalah motivator. Ketika seseorang berkreasi, maka khalayak tersebut akan membutuhkan dorongan sebaiknya mereka bisa terus termotivasi dan bekerja dengan lebih keras.

Beberapa faktor dari yang memotivasi seseorang diantaranya adalah pencapaian, syahadat, pekerjaan, pikulan jawab, percepatan, promosi, pertumbuhan ilmu atau pengembangan diri dll.


2. Faktor Hygiene
(Hygiene Factors)

Faktor Hygiene adalah faktor yang membuat fungsionaris puas semata-mata tidak menimbulkan bilyet tembung. A
centung tetapi jika faktor hygiene ini enggak terpenuhi, maka hal ini dapat membuat tim kecewa dan menurunkan lecut.

Arketipe bermula faktor hygiene diantaranya yakni kenyamanan ruangan kerja, ordinansi  firma, supervisi, sangkutan harmonis antar sida-sida, kondisi pekerjaan, remunerasi, gaji, dan keamanan.

Kedua hal tersebut harus berjalan beriringan agar tim menjadi solid dan termotivasi. Contoh dari faktor hygiene misalnya dengan membentuk kolom kerja ber-Ac, geta kerja nyaman dsb.

Sedangkan contoh Motivator Factors diantaranya yakni Pengakuan atau penghargaan atas suatu pencapaian, reward, kenaikan jabatan, pelatihan-pelatihan mudahmudahan sida-sida merasakan peluasan dalam diri masing-masing dsb.



3. Teori Motivasi McClelland


mosaicprojects.wordpress.com

Teori Motivasi McClelland memiliki 3 poin kunci. Menurut McClelland seseorang bisa menjejak motivasi dengan 3 hal ialah motivasi untuk mendapatkan pencapaian
(achievment), koneksi
(affiliation)
dan kekuasaan
(power).

Tiga motivasi ini tidak boleh diturunkan, akan tetapi dibangun. Lalu bagaimana cara membangunnya? Mandu membangun motivasi ini sudah pasti dilakukan dengan budaya dan lagi camar duka hidup.

Sendiri yang memiliki motivasi dari pencapaian akan menyukai tantangan dan penyelesaian penyakit. Mereka yang membangun motivasi dengan cara takhlik goal berupa pencapaian ini memiliki rasa nan kuat seyogiannya mereka produktif menyelesaikan komplikasi yang mereka hadapi.

Sedangkan sosok yang biasanya termotivasi karena kepingin membangun perkariban, maka mereka biasanya tidak suka tertumbuk pandangan menonjol atau menjeput risiko. Karena mereka bertambah menghargai perkariban di atas segalanya.

Lakukan orang-manusia yang membangun motivasi kerjakan mendapatkan kekuatan, mereka akan lebih gemar mengontrol cucu adam bukan dan menjadi seseorang yang berkewajiban.

Setiap bani adam n kepunyaan pendirian mudah-mudahan termotivasi sendiri, lakukan Anda para pemimpin tinggal terdepan bagi Anda untuk mengetahui tipe begitu juga apa anak adam-orang intern cak regu Anda sehingga bisa membangun skuat tersebut bertambah efektif dan lebih produktif.



4. Teori Motivasi Alderfer (ERG)


papertyari.com

Teori pecut ERG adalah teori motivasi yang diungkapkan oleh Clayton Paul Alderfer. Teori ini bisa disebut sebagai debirokratisasi dari teori tembung semenjak Maslow.

Hal ini disebabkan karena teori ini memiliki beberapa angka yang mirip dengan teori motivasi berasal Maslow. Perbedaan antara teori ERG dengan teori Maslow ini ada pada beberapa aspek yang penting.

Dalam teori ERG Alderfer kembali digunakan limas. Piramida ini mempunyai 5 tingkat ialah :

  • Tingkat 1 (berpunca paling bawah) : tingkat psikologis
  • Tingkat 2 (dari paling bawah) : tingkat keamanan
  • Tingkat 3 (dari paling kecil bawah) : tingkat sosial
  • Tingkat 4 (semenjak paling kecil asal) : tingkat kepercayaan diri
  • Tingkat 5 (dari minimal pangkal) : tingkat aktualisasi diri

Tingkatan-tingkatan tersebut kemudian disederhanakan menjadi 3 konsep yaitu konsep Existence (E) nan meliputi, tingkat kognitif dan keamanan. Tingkat Relatedness (R) menghampari tingkat sosial dan sebagian dari tingkat ajudan diri. Dan terakhir konsep Growth (G) menutupi sebagian berpokok tingkat ajun diri dan aktualisasi diri.

Dalam teori ERG ini dikenalkan lagi mengenai sebuah kaidah yang disebut dengan prinsip regresi pil. Pendirian ini menyatakan bahwa ketika kebutuhan lebih tahapan dari seseorang tidak terkabul, maka seseorang mana tahu akan berbalik dan berburu kebutuhan yang lebih sedikit.

Contohnya takdirnya dalam tim Anda terserah sendiri yang ambisius dan mereka tak mendapatkan kesempatan pertumbuhan dalam karier mereka bersantap motivasi mereka akan menurun dan akan menyebabkan mereka merasa frustasi.

Jika terjadi situasi tersebut, maka anak adam tersebut akan melakukan sosialisasi yang bertambah banyak dengan tim Beliau yang lain sehingga prestasi tim Anda menjadi tidak efektif.

Hal ini bisa terjadi karena saat seseorang gagal memenuhi kebutuhannya dalam hal Relatedness (R), maka mereka akan mencari pendirian lain bikin berburu Existence (E).



5. Teori Motivasi Edwin Locke


toolshero.com

Teori motivasi ini dirilis Edwin Locke pada masa 1968. Teori ini merupakan teori nan kasatmata
blueprint
untuk motivasi di tempat kerja nan beradab.

Dalam teori ini disebutkan bahwa untuk meningkatkan cemeti, maka dibutuhkan hubungan langsung antara goal, produktivitas dan pula engagement pecah para anggota cak regu Anda.

Dalam teori dari Edwin Locke disebutkan ada 5 prinsip yang dapat digunakan cak bagi sampai ke kesuksesan. 5 mandu ini antara lain adalah :

  • Clarity atau kejelasan
  • Challenge maupun tantangan
  • Commitment atau komitmen
  • Feedback alias timbal balik
  • Task complexity maupun kekeruhan pekerjaan



6. Teori Motivasi Tonny Robbins


habitsforwellbeing.com

Teori motivasi ini ialah teori nan cukup akil balig. Hal ini disebabkan karena teori ini muncul di abad 21 ini. N domestik teori nan dikemukakan maka itu Tonny Robbins ini disebutkan bahwa ada 6 kebutuhan yang harus dipenuhi agar anggota cak regu Anda mudah termotivasi. 6 kebutuhan tersebut adalah :


1. Kejelasan dan Rasa Nyaman

Setiap cucu adam akan membutuhkan rasa aman. Oleh karena itu, rasa aman menjadi salah satu hal sangat berfaedah intern peristiwa motivasi. Sebagian besar orang nan bercerai dengan kemiskinan atau n kepunyaan kehidupan yang langka mempunyai pendamping bahwa kebutuhan mereka enggak akan pernah tercukupi dan kejadian ini plong risikonya menjadi butir-butir.


2. Rasa Enggak Jelas dan Banyaknya Kemungkinan

Semua hamba allah membutuhkan tantangan dan prospek-prospek di dalam seruput yang plong akhirnya akan mewujudkan kita lebih terus terhubung dan terus penasaran. Semangat tanpa tantangan dan juga variasi akan menyebabkan kehidupan tersebut menjadi membosankan.



3. Makna

Setiap orang n kepunyaan kerinduan kerjakan menjadi orang nan bermakna. Keadaan ini diwujudkan dengan rasa ingin menjadi orang nan penting dan unik.



4. Besar perut dan Koneksi

Kita sebuah membutuhkan rasa dicintai dan dihargai maka dari itu keluarga dan lagi rekan


5. Pertumbuhan

Semua individu harus bertumbuh dan bertambah baik setiap harinya.


6. Kontribusi

Setiap hamba allah harus n kepunyaan peran tersendiri sepatutnya boleh menjadi orang yang lebih berguna bagi mileu, komunitas dan lagi sosial secara umum.

Tonny beranggapan, jika 6 kebutuhan nan disebutkan di atas boleh dipenuhi, kejadian ini bisa menyebabkan seseorang menjadi lebih termotivasi bagi meneruskan hidupnya secara penuh umur.



7. Teori Senawat Taylor


expertprogrammanagement.com

Teori dari motivasi berusul Taylor patut simple. Taylor berpendapat bahwa sendiri praktisi akan termotivasi dengan 1 situasi yakni uang. Teori tembung ini semenjak Taylor ini mengira bahwa :

  • Pekerja tak perikatan menikmati pekerjaannya. Oleh karena itu, mereka harus selalu dimonitor dan dikontrol dengan ketat. Dalam hal ini Taylor beriman bahwa para pekerja n kepunyaan sifat natural untuk menganggap pekerjaan enteng dan doyan berleha-leha detik mereka punya kesempatan.
  • Setiap manajer harus memberi jalan hidup ke internal putaran-putaran yang mudah lakukan di manajer sehingga melampiaskan pekerja dan memuluskan kontrol
  • Training harus diberikan sehingga para pekerja boleh menyelesaikan masalah dengan prinsip yang standar
  • Pekerja harus dibayar berdasarkan seberapa banyak perampungan karier mereka
  • Kondisi ini merupakan sebuah solusi imbang dimana pegiat akan mendapatkan insentif saat bersusah-susah kerjakan mendapatkan hasil lebih dan produksi menjadi lebih efisien.



8. Teori Sigmund Freud


via google images

Sigmund Freud merupakan seorang dukun medis psychoanalysis.
Teori ini disebut sekali lagi dengan Freudian theory. Dalam teori ini motivasi dan juga keinginan seseorang merupakan salah satu kekuatan psikologis nan dapat mewujudkan perilaku dari seseorang.

Teori ki dorongan ini merupakan teori nan banyak digunakan terutama internal bidang penjualan dan strategi pemasaran. N domestik bidang tersebut, teori ini digunakan untuk mendukung memahami apa nan diinginkan makanya pemakai dan pula ki dorongan yang dimiliki oleh konsumen n domestik situasi melakukan pembelian.



9. Teori Lecut Douglas McGregor


innovatribe.com

Teori motivasi Douglas McGregor digunakan untuk membagikan pandangan mengenai sifat alami cucu adam yang dibagi menjadi 2 set asumsi. Karenanya, teori ini populer dengan teori X dan teori Y.

Teori X adalah teori yang gandeng dengan asumsi pengelolaan tradisional sedangkan teori Y gandeng dengan teori pengelolaan yang dibuat berdasarkan penelitian terhadap ilmu perilaku nan lebih masyarakat digunakan dalam pengelolaan basyar di era modern di dunia kerja.

Dalam keadaan ini, teori X lebih banyak memiliki asumsi destruktif dimana :

  • Para pelaku n kepunyaan kecenderungan untuk bukan mengesir jalan hidup mereka dan berusaha untuk menghindari jalan hidup dan tanggung jawab.
  • Pekerja harus di kekuasaan, dan diancam dengan hukuman
  • Sebagian ki akbar praktisi akan mencari kenyamanan di atas segalanya dan akan menunjukkan ambisi yang katai.


  • Manajer yang percaya dan menerima asumsi dari teori X ini cenderung cak bagi membuat struktur, mengontrol dan mengerjakan supervisi secara ketat pada pegawai mereka. Manajer yang menggunakan teori ini akan berpikir bahwa kontrol eksternal merupakan satu-satunya cara bikin menghadapi makhluk-orang nan tidak dapat dipercaya, lain bertanggung jawab dan manusia-insan yang tidak dewasa dalam ranah pekerjaan.

Berbeda dengan teori X, teori Y merupakan teori yang dinilai lebih positif. Berapa premis dalam teori Y ini antara lain merupakan :

  • Karyawan dapat berkarya secara natural dan pun berteduh dan main-main
  • Sebagian besar orang bisa sparing lakukan menerima justru mencari tanggung jawab
  • Kemampuan bakal membuat keputusan yang inovatif merupakan peristiwa yang umum

Manajer yang menerima asumsi bermula Teori Y ini galibnya menganggap bahwa manusia tidak membutuhkan otoritas nan jebah berasal atasannya malahan, manajer dalam mati Y akan mendukung karyawan mereka lebih dewasa dan membiarkan pegawainya bagi berkembang sonder aturan nan berlebihan.



10. Teori Efek Hawthorne


teori motivasi
expertprogrammanagement.com

Penyelidikan ini dilakukan oleh Elton Mayo (1880-1949) pada perusahaan General Electric di Hawthorn Chicago. Intern teori motivasi ini salah satunya disimpulkan bahwa manusia memiliki kecenderungan lakukan berkarya lebih keras ketika mereka merasa diawasi. Inilah kemudian nan dinamakan efek Hawthrone

Dalam kehidupan sehari-periode mungkin kita merasakan pula hal tersebut ketika dikelas sparing terserah/tidak terserah suhu, saat bekerja suka-suka bimbingan di depan kita/bukan ada. Koteng pekerja gedung akan makin giat bekerja ketika ada mandor mematamatai.


Demikian artikel ringkas tentang spesies macam teori cambuk dan penjelasan singkatnya. Semoga gubahan ini bermanfaat.
(editor : heri salamadian)