Cara Belajar Menyetir Mobil Agar Cepat Bisa

Posisi mengemudi Honda Civic Hatchback RS Foto: Muhammad Ikbal


Setiap pemula wajib membiasakan diri sparing


mengemudi mobil

. Tujuannya agar bisa beradaptasi, memahami, dan melatih


feeling


ketika berkendara.


Menurut pembimbing keselamatan berkendara dan pembangun Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu, keadaan terpenting merupakan pengemudi menyesuaikan diri dengan khuluk mobil, baik tenaga mesin, pengereman, biografi lingkar kemudi, serta dimensi mobilnya.

Posisi mengemudi Nissan Terra Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO


Dari penjelasan itu, sekurang-kurangnya ada 7 hal paling terdahulu dan perlahan-lahan yang terlazim dipraktikkan cak agar pemula kian jago dan beretika mengemudi wahana kereta angin empat khususnya


mobil manual

.


Simak detailnya pada tips otomotif berikut ini


1. Berlatih menyetir selama 90 masa setelah mendapatkan SIM


Pertama menurut Jusri, setelah pemula dinyatakan menghilang dari kursus mengemudi dan mendapatkan SIM A, semoga terus berlatih diri lakukan


berlatih nyetir

.

Posisi mengemudi di New Daihatsu Sigra. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan


Jelasnya bakal anju ini 90 tahun berturut-timbrung. Hal ini kendati pemula lebih mudah beradaptasi dengan khuluk kendaraan dan membangun


feeling


mengemudi yang tepat.


“Secara mental sira akan berkepastian diri, bersumber percaya diri di akan nyaman, sehingga seiring dengan lamanya adaptasi dia dapat mengerti fiil kendaraan dan pengguna jalan lain serta berlatih


safety driving

,” jelas Jusri saat dihubungi


kumparan

.


2. Melaraskan kopling dan gas


Tidak kalah penting, biasakan pula untuk menyelaraskan bukaan kopling dan tekanan gas. Sebab tak cuma pemula, penyetir mahir lagi sering kali gagal pada tahap ini, sehingga terjadi


engine stall


alias mati.


“Banyak pemula yang sedikit tepat, kebanyakan menunggangi power

bersisa
, harusnya tidak diperlukan. Sesudah rem tangan dilepas, kopling juga dilepas, tungkai kanan bermula pedal rem dilepas, rasakan momentum pergerakannya dan tambah power dengan injak gas alun-alun-pelan,” katanya lagi.

Ilustrasi kaki istirahat sreg pedal kopling oto manual. Foto: Muhammad Ikbal/rol


3. Gunakan putaran mesin rendah saat pemindahan gigi


Setelah berlatih melepas kopling, selanjutnya biasakan menggilir gigi dalam putaran mesin cacat. Mengapa? Hal tersebut biar membentuk karakter mengemudi yang halus dan tidak garang.


Namun doang dilakukan dalam kondisi tertentu. “Saat tidak menyalip dan kondisi menjemukan, biasakan ganti gigi pada 2.000 sebatas 2.200 rpm, bila deselerasi lakukan saat sudah di pangkal 2.000 rpm. Kegunaannya tentu akan menghemat incaran bakar,” jelas Jusri.

Ilustrasi ganti transmisi puas mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan


4. Pelihara kelajuan sesuai kondisi


Langkah berikutnya merupakan berlatih menjaga kecepatan mobil menyesuaikan kondisi mondarmandir. Sebabnya, pemula bakal terlazim menjalankan mobilnya lega kecepatan abnormal, karena dalam benak mereka cara tersebut membuatnya aman, sementara itu menurut Jusri itu kesalahan osean.


Misalnya di urut-urutan bebas hambatan, jaga kecepatan jangan sampai di dasar had bawah kecepatan yang ditentukan, misalnya 80 km/jam. Manakala masih ragu, tentu mudah-mudahan tuntun di kecepatan 80 km/jam itu.


“Terlalu lambat jauh makin berbahaya, bisa mengancam keselamatan diri dan mengancam pengguna perkembangan enggak. Lambat sesuai kondisi oke, terlalu lambat bahaya,” tegas Jusri.

Sejumlah kendaraan berpokok anggota Gaikindo menjajal Tol Trans Jawa Foto: istimewa


5. Latihan berpindah lajur


Meski kian jago, latih juga cara yang benar ketika berpindah derek. Ini kebaikan meninggalkan tren mengemudi nan serampangan, alias pangkal belok dan operasi tanpa mengecap mileu sekitar.


Prinsip terbaiknya ialah selalu melihat spion dahulu untuk memastikan kondisi mondarmandir di sekitar kendaraan. Bila sudah lalu kerukunan, nyalakan sein dan pembuktian dengan melongok sekilas ke arah deret yang dituju untuk memastikan


blind spot


sopan-moralistis nihil.

Ilustrasi melongok saat mengemudi Foto: Muhammad Ikbal/kumparan


Terlampau pindah lajur secara sedikit demi, artinya

membelokkan

setir pun tidak boleh cepat. Lakukan

sehalus

barangkali dan rasakan pergerakan oto ketika berpindah lajur.


6. Latihan mengebur kemudi kemudi


Selanjutnya adaptasi dan biasakan memutar lingkar kemudi. Bukan tanpa sebab, pemula kadang kurang mengupas gerak ban, sehingga momen belok kadang terlalu patah atau menyimpang.

Ilustrasi mengacau setir yang bermartabat (lanjutan). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan


Cak bertanya ini Jusri mengingatkan agar melatihnya tidak di urut-urutan raya. Cak semau baiknya lakukan di lapangan terbuka nan diperbolehkan cak bagi belajar mengemudi. Kemudian pasang semacam pembatas kronologi dan tikungan tiruan bikin latihan berbelok.


7. Terus memastikan hal sekitar lega dada


Ketika dirasa sudah mahir menyelaraskan kopling-gas, berpindah gigi, sampai memutar setir, maka lengkapi tuntunan dengan sparing diri buat pelahap memastikan keadaan sekitar.


Gunakan spion samping dan tengah, juga indeks tak yang ada seperti Blind Spot Monitoring System.

Blind Spot Monitoring System pada Toyota Corolla Altis Hybrid Foto: Angot Jaya Putra/kili-kili


“Harus memastikan bahaya itu tidak tetapi di depan, bahaya secara umum dari empat sebelah, depan, kanan-kidal dan

bokong
, pun potensi bahaya lainnya bisa datang dari atas atau asal semisal menerobos konstruksi pembangunan


fly adv lewat

,” pungkas Jusri.


Itu dia 7 kaidah sediakala yang bisa kami praktekkan agar semakin jago mengemudi mobil manual. Jangan lupa selalu kenakan sabuk keselamatan dan pastikan penumpang pun memakainya sebelum berkendara.

Source: https://kumparan.com/kumparanoto/7-tips-ini-bikin-kamu-jago-mengemudi-mobil-manual-1ttMvXGcHhs