Cara Belajar Bahasa Jawa Cepat

Belajar Bahasa Jawa –
Selain bahasa melayu, bahasa terbesar di Indonesia yang paling banyak digunakan yakni bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah terbesar purwa yang di Indonesia, yang tentu harus kita lestarikan keberadaannya.

Ada begitu banyak varietas bahasa jawa yang bisa Anda pelajari, tahukah Ia bahwa khalayak barat sana juga banyak yang belajar bahasa Jawa karena mereka merasa tertarik.

Bahasa ini digunakan oleh sebagian besar umum di Jawa Timur dan Jawa Perdua, sebagian distrik pesisir Karawang, Cirebon, Indramayu, Banten, Cilacap juga memakai bahasa Jawa dalam kesehariannya. Bahasa Jawa akan menjadi bahasa yang urgen seandainya Beliau harus tinggal di kewedanan yang mayoritasnya menggunakan bahasa Jawa.

Dengan sedikit mengenal dan sparing bahasa Jawa, maka sosialisasi dengan lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan mudah.

Ya, setidaknya Anda mengarifi bahasa jawa detik ada orang nan berdialog dalam bahasa Jawa. Spesies bahasa Jawa nan sering dipakai misalnya bahasa Jawa ngoko dan bahasa Jawa renik ataupun banyak disebut krama.

Disini kami akan membahas penjelasan tercalit belajar bahasa Jawa. Tiba dari belajar bahasa Jawa picisan, sparing bahasa Jawa ngoko, belajar bahasa Jawa krama, sparing bahasa Jawa krama inggil, kosakata bahasa jawa, skor internal bahasa Jawa, kalimat pertanyaan dalam bahasa Jawa dan yang lainnya.

Content

  • 1
    Belajar Bahasa Jawa Sekaligus Artinya
  • 2
    Belajar Bahasa Jawa Ngoko/Krama
  • 3
    Belajar Bahasa Jawa Kecil-kecil
  • 4
    Belajar Bahasa Jawa Krama
  • 5
    Pelisanan Skor dalam Bahasa Jawa

    • 5.1
      Angka 1-10 Dalam Bahasa Jawa
  • 6
    Kalimat Tanya n domestik Bahasa Jawa

    • 6.1
      Contoh penggunaan kalimat tanya internal Bahasa Jawa:
  • 7
    Kata Kata Lucu dalam Bahasa Jawa
  • 8
    Kata Bijak internal Bahasa Jawa
  • 9
    Contoh Dialog dalam Bahasa Jawa Dilengkapi Artinya
  • 10
    Daftar Istilah Jatuh intern Bahasa Jawa
  • 11
    Kosakata yang Rajin Digunakan dalam Sehari – Hari

    • 11.1
      Bagikan ini:
    • 11.2
      Like this:

Belajar Bahasa Jawa Sewaktu Artinya

belajar bahasa jawa
youtube.com

Berikut sejumlah perbendaharaan kata yang terdiri dari bahasa Jawa yang bisa Ia gunakan untuk konversasi internal sehari-hari. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

Belajar Bahasa Jawa Ngoko/Krama

Engkau tak perlu kliyengan sekiranya kepingin berlatih bahasa Jawa. Disini kami akan memberikan beberapa daftar bahasa Jawa yang dilengkapi dengan artinya. Nah, berikut merupakan daftar Kosakata Bahasa Jawa ngoko/krama:

  • Kulo/Dalem : Saya
  • Kowe/Panjenengan : Beliau
  • Awekedhewe/Kito : Kami
  • Deweke/Piyambakipun : Dia
  • Iki/Meniko : Ini
  • Kui/Niku : Itu
  • Opo/Menopo : Segala
  • Ngendi/Wonten Pundhi : Di mana
  • Singendi/Ingkangpundhi : Yang mana
  • Sopo/Sinten : Siapa
  • Ngopo/Kadosmenopo : Cak kenapa
  • Piye/Kadospundhi : Bagaimana
  • Yoh/Inggih : Iya
  • Ora/Mboten : Lain
  • Menowo/Menawi : Barangkali
  • Siji/Setunggal : Satu
  • Uwong/Tiyang alias Piyantun : Orang
  • Lanang/Kakong : Anak lelaki
  • Wedhok maupun wadon/Estri : Anak pemudi
  • Rama/Romo : Ayah
  • Lare atau putera/Putro : Anak
  • Jeneng atau Asma/Asmo : Merek
  • Duwit/Artho : Komisi
  • (Kamar) Mburi/(Kamar) Wingking : Kamar kecil
  • Banyu/Toya : Air
  • Dalan/Mergi : Kronologi
  • Kiro-kiro/Kinten-kinten : Sangka-agak
  • Kabeh/Sedanten atau sedaya : Semua
  • Luwih/Langkung : Makin
  • Banget/Sanget : Sangat atau sekali
  • Seko/Saking : Dari
  • Saiki/Sakmeniko : Sekarang
  • Anyar/Enggal : Baru
  • Tuwo/Gaek : Wreda
  • Dowo/Panjang : Panjang
  • Cendek/Cendak : Ringkas
  • Merah/Mirah : Murah
  • Larang/Awis : Mahal
  • Benther/Benther : Panas
  • Adem/Asrep : Dingin
  • Wingi/Kolowingi : Kemarin
  • Sesuk/Mbenjang : Nanti
  • Nduwur/Nginggil : Atas
  • Ngisor/Ngandap : Radiks
  • Ngelih/Luwe : Lapar
  • Seneng/Rahayu : Bahagia
  • Lara/Gerah : Sakit
  • Ngapunten/Ngapura alias ngapuro : Pemaafan
  • Esuk/Enjing-Injing : Pagi
  • Awan/Siang : Siang
  • Bengi/Dalu : Malam
  • Piyekabare/Pripun atau kadospundhi : Segala apa kabar
  • Piro/Pinten : Berapa
  • Monggo/Monggopunatri : Silahkan
  • Muwun/Maturnuwun : Terima Kasih

Belajar Bahasa Jawa Lembut

Bahasa Jawa halus merupakan salah satu keberagaman bahasa Jawa yang sering digunakan bagi meninggikan derajat orang yang diajak bicara dan juga untuk merendahkan diri atau berpose rendah hati. Umumnya bahasa Jawa kecil-kecil ini banyak digunakan momen seseorang yang kian akil balig berbicara kepada orang yang lebih tua darinya.

Bahasa Jawa halus tidak terlalu sulit untuk dipahami. Dia bisa belajar bahasa Jawa ini dengan perlahan dan akan memahaminya jika memang sungguh-sungguh tekun dalam mempelajarinya. Berikut yakni daftar kosakata bahasa Jawa halus yang perlu Kamu ketahui sebagai pelepas tadinya dalam belajar bahasa Jawa. Diantaranya yaitu:

  • Sugeng tindak : Selamat jalan
  • Dereng : Belum
  • Amargi : Karena
  • Amargi : Tetapi
  • Wontenmriki : Di sini
  • Sae : Baik
  • Kirangsae : Jelek
  • Leres : Betul
  • Endah : Cantik atau mulia
  • Ageng : Segara
  • Alit : Kecil
  • Kathah : Banyak
  • Sakedhik : Kurang
  • Sami : Sepadan
  • Saget : Dapat
  • Kagungan : Punya
  • Wonten : Ada
  • Kersa : Kepingin
  • Ampun : Jangan
  • Tindhak : Memencilkan
  • Rawuh : Datang
  • Ngendika/Ngendiko : Wicara
  • Dawuh : Bilang
  • Mrisani : Lihat
  • Ngertos : Memahami
  • Dahar ataupun nedo : Makan
  • Ngunjuk : Minum
  • Miereng : Dengar
  • Paringi : Kasih
  • Remen : Doyan
  • Tresna alias tresno : Cinta
  • Penggalih : Pikir
  • Nadamel alias damel : Mewujudkan
  • Lenggah atau pinarak : Duduk
  • Tumbas : Beli
  • Kendhel : Berhenti
  • Tebeh : Jauh
  • Cerak : Dempet
  • Tengen : Kanan
  • Kiwo : Kiri

Lain jauh berlainan dengan bahasa Sunda, bahasa Jawa juga n kepunyaan beberapa area nan memiliki bahasa Jawa halus dan bahasa Jawa kasar yang farik. Saja, dari semua kewedanan nan terwalak di Jawa Timur dan Jawa Tengah khususnya ta memiliki perbedaan yang berjasa.

[su_quote]Artikel Tercalit: Alas kata – Kata Cura Bahasa Jawa[/su_quote]

Sparing Bahasa Jawa Krama

Bahasa Jawa krama atau krama inggil ialah bahasa jawa renik, sayangnya bahasa Jawa ini borpotensi hilang ataupun punah secara perlahan karena anak muda zaman
now
bertambah bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa daerah. Mereka kembali kian doyan menunggangi bahasa gaul dibanding bahasa Jawa krama ini.

Anda beruntung jikalau berkeinginan cak bagi belajar bahasa Jawa ini, karena Anda merupakan salah satu turunan yang berkontribusi besar dalam melestarikan dan menjaga bahasa daerah.

Berikut merupakan beberapa daftar kosakata bahasa Jawa krama yang dapat Anda pelajari. Diantaranya ialah:

  • Abang : Merah
  • Abot : Langka
  • Adi : Adik
  • Adoh : Jauh
  • Adol : Jual
  • Adus : Mandi
  • Agomo : Agama
  • Ai : Kalau
  • Aja : Jangan
  • Akeh : Banyak
  • Ala : Buruk maupun berang
  • Alas : Hutan
  • Amba : Bogok
  • Ambu : Bau
  • Ana : Suka-suka
  • Bae : Namun
  • Bagen : Biar
  • Laksana : Kalau
  • Balik : Pulang
  • Bari : Dengan
  • Batur : Teman
  • Begono : Semacam itu
  • Beli : Tak
  • Beli kelingan : Pangling
  • Bengen : Dahulu
  • Bolah : Lembar
  • Bosok : Kemungkus
  • Kejar : Cepat
  • Ciut : Sempat
  • Dadi : Jadi
  • Dalan : Jalan
  • Damar : Lampu
  • Danyang : Menawar
  • Dekene : Memiliki
  • Derep : Panen

Penyebutan Ponten dalam Bahasa Jawa

begawanariyanta.wordpress.com

Angka puas bahasa Jawa ini terjadwal unik, karena ada mirakel makna yang terkandung di dalam cara penyebutannya.

Karena cara penyebutannya ini berhubungan dengan jiwa seseorang. Angka dua puluhan dalam bahasa Indonesia, puas umumnya disebutkan dengan dua desimal satu, dua puluh dua, dan seterusnya. Padahal pengucapan dalam bahasa Jawa berbeda.

Contohnya selikur, rolikur untuk artikulasi angka dua desimal suatu, dua desimal dua dan seterusnya. Menurut kisahan yang berlaku, likur adalah faedah pecah lingguh singgasana, nan di mana angka 20 pada spirit seseorang melambangkan kepribadian, pekerjaan, profesi dan bukan sebagainya.

Itulah sebabnya pengucapannya berbeda dengan penyebutan angka nan umumnya.

Akan cuma untuk kredit 25 enggak disebut dengan limang likur, umum Jawa puas umumnya menyebut biji 25 dengan selawe.

Makna bersumber selawe ini ialah seneng-seneng lanang lan wedok, nan mana umur 25 puas seseorang artinya sudah layak cak bagi menikah dan merupakan umur yang ideal cak bagi menikah.

Enggak cerita dengan bilangan puluhan, misalnya angka 10 yang disebut dengan sepuluh, rong puluh, telong puluh, patang desimal.

Cuma pada kredit 50 tidak disebut dengan limang puluh, akan tetapi puas umumnya disebut dengan seket ataupun seneng kethonan. Artinya pada usia 50 kebanyakan khalayak doyan memakai peci, yang artinya usia yang tepat untuk makin melakukan ibadah.

Satu bilangan lainnya yang disebutkan intern bahasa Jawa ialah angka 60. Masyarakat Jawa pada umumnya menyebutnya dengan sewidak, nan artinya merupakan sejatine wis wayahe tindak.

Maknanya yaitu sesungguhnya anak adam pada usia 60 telah waktunya menimang-nimang ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah karena sreg vitalitas tersebut kebanyakan sudah lalu saatnya mangkat mendatangi.

[su_quote]Artikel Terkait: Kata Dur Bahasa Jawa[/su_quote]

Biji 1-10 Intern Bahasa Jawa

Belajar bahasa Jawa tak akan eksemplar jika Anda belum mempelajari kredit atau bilangan dalam bahasa Jawa. Oleh karena itu kami lagi akan membahas terkait angka dalam bahasa Jawa nan antara enggak ialah:

  • Siji/Setunggal : Satu
  • Loro/Kalih : Dua
  • Telu/Tiga : Tiga
  • Papat/Sekawan : Empat
  • Limo/Gangsal : Lima
  • Enem/Enem : Enam
  • Pitu/Pitu : Tujuh
  • Wolu/Wolu : Delapan
  • Songa/Sanga : Sembilan
  • Sepuluh/Sedoso : Sepuluh

Kalimat Pertanyaan dalam Bahasa Jawa

Tak hanya kosakatanya tetapi yang harus Anda pelajari dalam belajar bahasa Jawa ini. Namun Anda juga harus tahu bagaimana kalimat tanya nan ada pada bahasa Jawa. Kalimat pertanyaan dalam bahasa Jawa disebut dengan Ukara Pitakon. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata tanya dalam bahasa Jawa :

  • Segala/Menapo : Apa
  • Sapa/Sinten : Mana tahu
  • Ing ngendi/Wonten pundhi : Di mana
  • Kpriye/Kepripun atau kadospundhi : Bagaimana
  • Geneya/Yagene atau kena apa ataupun kenging nopo : Mengapa

Transendental pemanfaatan kalimat tanya dalam Bahasa Jawa:

  • Opo sing mengapa gowo kuwi? : Apa yang kamu bawa itu.
  • Sopo sing teko kae? : Siapa yang cak bertengger itu.
  • Sopo jenengmu? : Siapa namamu.
  • Endi sing arep kok gowo? : Mana nan beliau panggul.
  • Ana ngendi kowe tuku pusat iki? : Di mana anda membeli trik ini.
  • Kowe lunga menyang endi? : Engkau pergi ke mana.
  • Dheweke zakiah soko endi? : Engkau berpokok dari mana.
  • Jajan ini digawe soko segala apa? : Kue ini terbuat bersumber apa.
  • Soko sopo kowe maka dari itu buku iki? : Bermula siapa ia mendapat buku ini.
  • Nganggo opo kowe mbukak lawang iki? : Dengan apa kamu membuka bab ini.

Kata Introduksi Absurd n domestik Bahasa Jawa

belajar bahasa jawa
dpmeme-komikal.blogspot.com

Mudah-mudahan kegiatan kumpul bersama para inversi Beliau semakin terasa menghibur, maka Kamu boleh menggunakan prolog-prolog absurd kerumahtanggaan bahasa Jawa yang membikin suasana semakin rame.

Apalagi untuk insan Jawa asli, mencura dengan memperalat bahasa ini akan lebih berasa dibanding dengan bahasa Indonesia.

  • Akeh cah wedok suale ngisor dengkul jare lak gak ngono ora gaul, terae zaman iki zaman gila lak gak melu edan ora keuman : Banyak remaja gadis yang menggunakan celana pendek katanya sekiranya tidak seperti mana itu maka tidak dibilang gaul, memang sekarang ini zaman sudah lalu gila takdirnya tidak turut edan tidak akan kebagian.
  • Janjimu tresnamu gede nyatane sak ini cak kenapa tinggalne : Janjimu cintamu habis besar, hanya nyatanya dia sekarang memencilkan aku.
  • Cah saiki akeh seng podo sinting, sekolah ora gelem, ngaji ora gelem, penggaweane klontang klantung lan wani ngelawan wong tuwo : Anak zaman
    now
    banyak yang sudah gila, sekolah ngga cak hendak, ngaji ngga kepingin, tapi kerjaannya cuman ke sana ke sini ngga jelas dan nekat melawan kepada ibu bapak.
  • Janjimu mung lamis : Janjimu namun sampai di tuturan belaka.
  • Ngomongmu empuk mung nyereti : Perkataanmu manis dan empuk tapi sayang untuk seret.
  • Iso ngajari mung ra iso ngelakoni : Tetapi bisa mengajarkan hanya lain bisa melakukannya koteng.
  • Wong wedok capuk ora gor siji, nak wes kelangan ora usah embak pikiri : Wanita di mayapada ini enggak cuman satu, sekiranya kamu ditinggalkan tidak perlu dipikirkan lagi.
  • Nak pelit ki ojo mremet : Kalau pelit itu jangan kebangetan.

Kata Bijak kerumahtanggaan Bahasa Jawa

[su_note note_color=”#ebe925″ radius=”1″]

  • Sopo sing nandur yo kui sing bakal manen : Kelihatannya nan memakamkan itulah nan memanen jadinya.
  • Ojo dumeh, ojo nyeleneh, ojo ngresulo, ojo suloyo, lan rasah neko-neko : Jangan ria, jangan macam-macam, jangan menggerutu, jangan loyo, dan jangan macem-macem.
  • Euro koe terus sambat karo opo sing koe ra ndue, iku bakalan gawe koe ora cukup karo urip iki sukuri wae opo sing ono : Jika sira sering mengikat dengan barang apa nan tidak kamu miliki dalam arwah, itu akan membuatmu tidak cukup dengan yang ia punya n domestik kehidupan. Jadi syukuri semua nan mutakadim kamu miliki.
  • Ora kabeh seneng karo opo sing dewe lakoni, ora popo sing terdahulu dewe niate apik lan ngelakoni sing bener : Lain semua individu senang dengan barang apa yang kita untuk, tidak apa-apa yang terdepan niat kita baik dan menjalani sesuatu dengan ter-hormat.
  • Sakbejo-bejone wong kang lali, isih bejo wong kang eleng lan waspodo: Seberuntung-beruntungnya individu yang lupa, masih konstan beruntung orang yang ingat dan camar waspada.[/su_note]

Hipotetis Dialog internal Bahasa Jawa Dilengkapi Artinya

[su_note note_color=”#ebe925″ jangkauan=”1″]

Dina : Kowe juga apa? ( Kamu sekali lagi ngapain?)

Sinta : Aku lagi nandur kembang ki, aku njaluk tulung gawakno pot kembang sing teteh kana kae mrene. Isa opo ora? (Aku sedang mengebumikan rente nih, aku dapat minta tolong bawakan pot rente nan di sana itu ke sini. Boleh tidak?

Dina : Ya. Iki pot kembange (Ini pot kembangnya.)

Sinta : Matur nuwun ya. (Terima kasih ya.)

Dina : Pado-pado ya Sinta, kembang-kembang iki endah ya apa iki kabeh duwekmu Sinta? (Sejajar-setimpal Sinta, bunga-rente ini indah ya. Apa ini semua punyamu Sinta?)

Sinta : Iya, Ibuku munduthake kembang-kembang iki kabeh kanggo aku. (Iya Ibuku yang membelikan bunga-anakan ini semua untukku.

Dina : Tak ewangi nyirami kembange ya? (Aku tolong menyirami bunganya ya.)

Sinta : Wis ora usah Dina, wis ngerepotake awakmu. (Sudahlah tidak usah Dina, kelak merepotkan dirimu.)

Dina : Ora opo-opo kok, aku bahkan seneng loh. (Tidak apa-segala mengapa, aku terlebih senang loh.)

Sinta : Ya wis kae ne njupuk banyu ning pendiangan selatan kae ya. (Ya sudah kalau mau mengambil airnya di sebelah selatas sana ya.)

Dina : Iyo baiklah. (Iya baiklah.)[/su_note]

Daftar Istilah Jatuh dalam Bahasa Jawa

[su_note note_color=”#ebe925″ radius=”1″]Arti prolog jatuh didalam bahasa Indonesia namun memiliki 1 kosakata merupakan jatuh, enggak halnya dengan jatuh jikalau dalam bahasa Jawa yang terdiri dari bilang versi. Selaras halnya seperti bahasa Sunda yang memiliki kemujaraban pengenalan roboh yang bervariasi. Mari kita periksa tuntas beberapa versi kata jebluk privat bahasa Jawa terdiri dari barang apa belaka. Diantaranya ialah ibarat berikut :

  • Kepeleset : Maknanya sama dengan tercekluk internal bahasa Indonesia.
  • Nggeblak : Makna turun dari prolog berikut yakni lanjutan dari tercekluk, apabila tergelincir lain berharga ambruk sepenuhnya maka arti pengenalan nggeblak adalah jatuh yang sepenuhnya. Artinya tubuh bermoral-bermartabat mengendap dan menimbulkan suara seperti ada benda nan jatuh.
  • Kegriul : Maknanya terpeleset yang disebabkan karena berangkat benda kecil seperti kerikil.
  • Kegelinding : Dari pecah kata gelinding, misalnya saja jatuh pecah ranjang tidur.
  • Keplengkang : Yaitu jebluk yang terjadi karena merentangkan suku selebar-lebarnya.
  • Kejengkang : Yaitu posisi jatuh ke bokong yang berakhir dengan posisi jongkok.
  • Kesundul : Barangkali khasiat introduksi ini bukan sungguh-sungguh merosot, namun keadaan kepala yang berbenturan secara tak sengaja. Baik dengan sesama komandan atau bisa pun dengan benda lainnya.
  • Kejedhug atau kedhodhos : Yaitu tak jatuh dalam arti sebenarnya akan tetapi sanding sebanding begitu juga kesundul, yaitu kondisi di mana kepala yang berlaga dengan satu benda bukan.
  • Kejebles : Kalau yang ini varian parah dari kata-kata kejedhug, di mana kepala kesomplok suatu benda dengan persisten dan menimbulkan suara yang keras. Tentu belaka versi ini efeknya akan makin membuat seseorang menderita.[/su_note]

Privat bahasa Jawa enggak cuma terdapat bahasa halusnya saja, akan doang masih banyak bahasa jawa lainnya misalnya bahasa Jawa garang. Sahaja bahasa jawa garang ini biasanya digunakan orang-bani adam yang berdomisili di daerah tepian.

[su_quote]Kata sandang Tercalit: Eksemplar Lektur Bahasa Jawa[/su_quote]

Glosari yang Cangap Digunakan intern Sehari – Hari

1 Saya Kulo Dalem
2 Anda Kowe Panjenengan
3 Kami Awakedhewe Kito
4 Ia Deweke Piyambakipun
5 Ini Iki Meniko
6 Itu Kui Niku
7 Segala apa Opo Menopo
8 Kapan Kapan Bilamana
9 Dimana Ngendhi Wonten Pundhi
10 Nan Mana Singendhi Ingkangpundhi
11 Boleh jadi Sopo Sinten
12 Mengapa Ngopo Kadhosmenopo
13 Bagaimana Piye Kadhospundi
14 Ya Yoh Inggih/Injih
15 Tidak Ora Mboten
16 Kelihatannya Menowo Menawi
17 Satu Siji Setunggal
18 Dua Loro Kalih
19 Tiga Telu Tigo
20 Catur Papat Sekawan
21 Lima Limo Gangsal
22 Sepuluh Sedasa Sedoso
23 Seratus Satus Setunggalatus
24 Seribu Sewu Setunggalewu
25 Makhluk Uwong Tiyang/Piyantun
26 Laki-Laki Lanang Kakong
27 Amoi Wedhok/Wadhon Estri
28 Ayah Rama Romo
29 Ibu Ibu Ibu
30 Momongan Lare/Putra Putro
31 Tanda Jeneng/Asma Asmo
32 Uang Duwit Artho
33 Kamar Kecil (Kamar) Mburi (Kamar) Wingking
34 Air Banyu Toya
35 Perkembangan Dalan Mergi
36 Asa-Terka Kiro-Kiro Kinten-Kinten
37 Semua Kabeh Sedanten/Sedaya
38 Kalau/Jika Menowo Menawi
39 Lebih Luwih Langkung
40 Silam Banget Sanget
41 Dari Seko Saking
42 Ke Dateng Dateng
43 Masa ini Saiki Sakmeniko
44 Bau kencur Anyar Enggal
45 Lanjut umur Tuwo Tua renta
46 Tangga Dowo Panjang
47 Ringkas Cendek Cendak
48 Murah Merah Mirah
49 Mahal Larang Awis
50 Menggiurkan Benther Benther
51 Hambar Campah Asrep
52 Kemarin Wingi Kolowingi
53 Perian Ini Saiki Sakmeniko
54 Esok Sesuk Mbenjang
55 Atas Nduwur Nginggil
56 Dasar Ngisor Ngandhap
57 Lapar Ngelih Luwe
58 Bahagia Seneng Rahayu
59 Guncangan Lara Gerah
60 Pemaafan Ngapunten Ngapura/Ngapuro
61 Pagi Esuk Enjing-Injing
62 Siang Awan Siang
63 Malam Bengi Dalu/Ndalu
64 Apa Maklumat Piyekabare Pripun/Kadospundi
65 Berapa Piro Pinten
66 Silahkan Monggo Monggopunaturi
67 Terima Anugerah Muwun Maturnuwun
68 Selamat Jalan Segeng Tindak Sugeng Tindak
69 Belum Durung Dereng
70 Karena Sebabe/Mergo Amargi
71 Tetapi Mergane Amargi
72 Disini Nangkene Wontenmriki
73 Baik Apik Sae
74 Jelek Elek Kirangsae
75 Betul Bener Leres
76 Cantik/Indah Apik Endah
77 Besar Gedhe Ageng
78 Mungil Cilik Alit
79 Banyak Akeh Kathah
80 Invalid Sithik Sakedhik
81 Sama Podho Sami
82 Bisa Iso Saget
83 Punya Duwe Kagungan
84 Ada Ana Wonten
85 Kepingin Gelem Kersa
86 Jangan Ojo Ampun
87 Memencilkan Lungo Tindhak
88 Datang Teko Rawuh
89 Bepergian  Mlaku  Mlampah
90 Bicara Besar mulut Ngendika/Ngendiko
91 Bilang Ngomong Dawuh
92 Tatap Ndelok Mrisani
93 Mengerti Ngerti Ngertos
94 Bersantap Mangan Dahar/Nedo
95 Mereguk Ngombe Ngunjuk
96 Dengar Krungu Miereng
97 Tahu Ngerti Ngertos
98 Kasi Wenehi Paringi
99 Suka Seneng Remen
100 Cinta Seneng Tresna/Tresno
101 Pikir Pikir Penggalih
102 Mewujudkan Nggawe Nadamel/Damel
103 Duduk Lungguh Lenggah/Pinarak
104 Potong Tugel Potong
105 Beli Tuku Tumbas
106 Berhenti Mangdheg Kendhel
107 Jauh Adoh Tebeh
108 Dekat Cedak Cerak
109 Kanan Tengen Tengen
110 Kiri Kiwo Kiwo

Demikian kata sandang kami yang menggunjingkan tentang “Belajar Bahasa Jawa”. Agar apa yang telah kami sampaikan ini bisa berharga dan bisa meningkatkan pengetahan Anda terkait bahasa Jawa.

Hasil penguberan :

Membiasakan bahasa jawa halus dan artinya, bahasa jawa halus kromo inggil, bahasa jawa krama alus dan artinya, belajar bahasa jawa timur, bahasa jawa tengah, bahasa jawa ,ereka, diversifikasi macam bahasa jawa.

Source: https://ilhamteguh.com/belajar-bahasa-jawa/