Cafer Buku Canang Cara Cepat Belajar Arab Melayu Kepri

Oleh : Humaidy Ibnu Sami

Abc Arab Melayu (huruf Melayu) atau Aksara Jawi (huruf Jawi)  menurut kamus linguistik adalah lambang bunyi Arab yang dipakai bikin memuliakan bahasa Jawi. Sedangkan leter Arab itu sendiri yaitu aksara yang mula-mula dipakai kerjakan menuliskan bahasa Arab, diturunkan berasal aksara Aramea, selingkung area Syiria dan Irak.

Tentang
warisan tertua beraksara Arab berasal berusul tahun 512 M. N domestik penyebarannya juga dipakai untuk menuliskan bahasa Urdu, bahasa Melayu, bahasa Jawa yang dituliskan berusul kanan ke kiri.

Disebut dengan istilah Jawi bakal leter-huruf Arab, berkaitan erat dengan panggilan Jawi yang digunakan oleh orang Arab terutama di Mekkah terhadap Bangsa Melayu dan Indonesia sampai kini. Istilah Jawi ialah pembukaan sifat yang artinya cucu adam Jawa atau artinya yang berasal dari tanah Jawa.

Pencatat-dabir Arab pada zaman klasik tersurat Ibni Batutah dalam bukunya Al-Rihlah menyebut pulau Sumatera bagaikan Al-Jawah. Oleh karena itu orang Arab menyimpulkan orang Melayu dan individu Jawa bak bangsa Jawi dan tulisan Melayu yang menggunakan hurub Arab itu disebut dengan tulisan huruf Jawi.

BACA : Walau Tak Mempunyai Aksara, Bahasa Banjar Kaya dengan Karya Sastra

Di samping itu, menurut Abdul Hadi WM disebut abc Jawi karena yang mula-mula kali mengekspresikan abc ini bernama Syekh Jawini. Syekh ini adalah munsyi yang hidup pada akhir abad ke-13 di Samudra Pasai, Aceh.

Dialah yang mempelopori penulisan goresan-gubahan berpendidikan Melayu dengan menggunakan lambang bunyi yang disebut aksara Jawi.

Tulisan huruf Jawi yaitu sintesis lambang bunyi-fonem arab yang terdiri dari 29 huruf dengan 5 leter bukan huruf Arab, melainkan huruf nan diciptakan oleh orang Melayu seorang. Keadaan ini disebabkan huruf-huruf Arab mempunyai kekurangan dari sudut lambang-lambang untuk fonem Melayu, atau basyar-cucu adam Jawi telah meminjam beberapa aksara Arab yang telah di variasikan dengan ini bertambahlah jumlah huruf Jawi.

Huruf-abjad tambahan ini ialah ca, (ج ), nga (غ ), pa (ف ), ga(ك ), nya ( ث ), huruf yang panca ini adalah menurut Prof S.M Naguib Al-Attas bahwa huruf-abjad baru ini diciptakan untuk melambangkan obstulen-bunyi yang halal buat lidah orang Jawi. Leter-abjad plonco ini ditiru berusul aksara Arab misalnya ca ( ج ), diambil dari leter jim ( ج ), aksara nga ( ع ), berusul huruf ain ( ع ) huruf pa ( ف ) dari huruf fa ( ف ) dan ga ( ك ) berusul huruf kaf ( ك ). Tetapi menurut Omar Awang pula huruf ca ( ج ) dan ga ( ك ) diambil dari huruf Parsi karena bahasa itu berkembang dengan luas di Asia perdua dan India dan pengaruhnya sampai ke pataka Melayu dibawa oleh penulis Islam Hamzah Fansuri.

Dengan Islam berkembang banyak istilah Arab dalam bidang hobatan-mantra tersebut sudah lalu dipijamkan ke internal bahasa Melayu. Sehingga bahasa ini menjadi bahasa pengantar di bidang ilmu amanat dan bahasa perhubungan. Pasca- zaman Selam bahasa Jawi menginjak meningkat maju. Bahasa Melayu telah dijadikan bahasa lazim dalam kerajaan-kerajaan di alam Jawi.

Pengunaan huruf Jawi dalam penulisan berbentuk surat, telah digunakan lebih dari 400 hari, menjadi media komunikasi antara emir-aji dikepulauan Nusantara dengan raja, kepala dan petualang-pedagang bersumber mancanegara.

Meskipun piagam-piagam ini berasal dari tempat nan jauh jaraknya antara satu dengan yang lain, tidak banyak perbedaan yang terletak pada bahasa melayu yang digunakan.

Menurut William Marsden, tidaklah bertambah sukar untuk pertal surat berbunga kaisar gugusan pulau Maluku berusul plong arsip di kanjeng sultan kedah atau Terengganu di Semenanjung alias dari wilayah Minangkabau di Sumatra. Adapun tulisan-tulisan yang berbahasa Melayu yang terdapat di Sumatea Selatan di Kedukan Ardi, Broker Tuo, Karang Seksualitas dan Sungai Merangi, semuanya menunggangi garitan nan berpengaruh Hindu.

Sedangkan di Aceh berbeda bentuk gubahan dan prasastinya, karena menggunakan dua jenis abc ialah aksara India dan aksara Arab. Ini menggambarkan adanya zaman peralihan pada periode itu adalah berusul otoritas Hindu nan mulai menipis ke pengaruh Islam yang berangkat makin melebat. Selain itu juga prasasti nan bertuliskan huruf Jawi yang tertua dijumpai di Kuala Terengganu yakni sreg periode 4 Rajab 702 Hijriyah atau bersamaan dengan 2 Maret 1303 Kristen.

Mempelajari Huruf Jawi

Menulis dan membaca tulisan abjad Jawi punya prinsip tersendiri dan punya keunikan tersendiri pula, seperti goresan Latin dan tulisan lainnya. Arab atau huruf Hijaiyah, kemudian ditambah dengan aksara Arab nan telah dimodifikasikan. Keadaan ini karena cak semau fonem bahasa Indonesia yang lain dijumpai dalam bahasa Arab. Lakukan lebih jelas dapat dilihat sreg huruf dibawah ini:
A – B – C – D – E – F – G – H – I – J – K – L – M – Falak – O – P – Q – R – S – T – U – V – W – X – Y – Z – NG – NY – TY – S – D – Ufuk – Z – S – SY – KH – H – Z.

BACA Lagi : Pemertahanan Bahasa Deret Melewati Seni Pertunjukan

Pengetahuan yang harus dimiliki dalam batik dan mendaras tulisan abjad Melayu ialah mengetahui semua kaedah ataupun tata kaidah batik dan mendaras catatan huruf Jawi, diantaranya yang terpenting adalah : mengenal dan mampu menuliskan leter Jawi n domestik semua bagan perubahannya, adalah huruf yang berdiri sendiri, fertil di awal kata, di tengah kata dan di akhirulkalam. Bakal makin jelas dapat dilihat di bawah ini:
Wasalam Tengah kata Sediakala kata Seorang Latin
ا ا ا ا A ب ب ب Bث ث ث ُث Cد د د د D
فاف تف ؤفيفي ف Fجوك رو كى كا رو غ ك G ح H ئ I
ج J ك Kل Lم Mن Nف Pك ق Q Kر R س Sت T
و W U ا ي Y Iز Zغ NGب NYس Sش SYث Sد D
ت Tذ Z

2. Cara menulis kalimat yang terdiri dari dua suku kata
a. Suku kata ke dua berbunyi A sebagaimana :
introduksi = كات Beber = بوك Bila = بيلا
b. Suku kata kedua berbunyi U dan I seperti mana :
Beradab = ماجو Babi = بابى Babu =بابو
c. Suku kata kedua berbunyi A dan leter ranah sepert :
Murka = ماره Langka =سوسه Patah =فاته
d. Tungkai kata kedua berbunyi A medium suku pembukaan pertama berbunyi E sebagaimana :
Reda =ريضا Kera =كرا Tera =ترا
e. Kaki alas kata kedua berbunyi AI, U dan I begitu juga :
Tupai = توفي Pulau = فولو Pandai =فن دي
f. Suku perkenalan awal kedua berbunyi I dan U yang nyenyat seperti :
Duit = دوئت Laut =لا ؤت Kuil = كو ئل
g. Suku alas kata purwa terdiri berasal vokal A tunggal (lain suka-suka huruf sebelumnya) begitu juga :
Ada = اداApa = اف Asa = ا سا
h. Gabungan dari dua tungkai introduksi yang majemuk seperti :
Apabila = افبيلا Matahari = متهارى
i. Dua suku introduksi nan mendapat afiks, seperti awalan, infiks dan akhiran umpamanya
1. Pemanjangan lah, kah, I dan pun seperti :
Apakah = افكه Adakah = ا د كه
Bacalah = باجله Kitapun = كيتؤون
Selimuti = سليموتي Katai =كتائ
Tentang = ادا فون Kitapun = كتافون

2. Sufiks kan pada prolog yang satu tungkai pengenalan keduanya mati sedang suku alas kata pertamanya atma sebagai halnya :
Sarungkan = سا رغكن Hapuskan = ها فسكن

3. Anju me sebagaimana :
Mengambil = مغمبيل Ambil = امبل
Menyentak = منا رك Tarik = تا ر ك
Mengharap = مغهارف Harap = ها رف

j. Penulisan kata-prolog nan berbunyi WA pada suku kata kedua dan U plong suku prolog purwa seperti :
Dua = دوا Tuah = تواه Buah = بواه
Tuang = تواغ Lepaskan = بواغ Untuk =بوا ت
k. Penulisan Ku dan Kau di awal kalimat, sebagai halnya :
Ku = كو Kau =كا و seperti : سفر تي
Kudengar = كو دغر Mukaku = موكا كو
l. Pembukaan ulang dengan penambahan akhiran sama dengan :
Plong-plong i = فد – فد-ئ alas kata-perkenalan awal = كا ت كا تئ
m. Pengecualian dari kaedah penulisan yaitu :
a. Yang dari pecah Bahasa Arab
Semua kata yang berasal bermula Bahasa Arab harus ditulis menurut cara penulisan Bahasa Arab, seperti :
Khusus = خصوص Syukur =شكر
Sahih = صحيح Mustahil = مستحيل
Adat = صفة Alamat =علا مة
Alam = عا لم Nasib =نصيب
Jasa baik = مشهور Keistimewaan =منفعة
b. Yang bukan berasal bersumber bukan bahasa Arab
Ini = اني Itu = اتو Lega =فدا
Dari = داري Kepada = كفدا Yakni =اياله
Kemudian = كمدين Serta = سرت Dan =دان
Kita = كيتا Seperti mana = سفرتي Yang = يغ.
(jejakrekam)

Notulis adalah Pengajar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Penyelidik Senior LK3 Banjarmasin

Pencarian populer:gubahan arab melayu,mandu membaca huruf arab melayu,tidak aku nan hebat pakai leter jawi,kamus arab jawi,manajemen mandu menulis Arab Jawi,Kamus huruf gundul,Huruf G intern bahasa Arab Melayu,mengenal leter Arab Melayu,Belajar garitan jawi,kursus belajar arab melqyu,bahasa arab melayu,Konseptual tulisan Arab Melayu dan artinya,Arab melayu,https://jejakrekam com/2019/12/27/mengenal-leter-arab-jawi-dan-huruf-jawi/,karakteristik tulisan arab jawi,belajar bawah mengaji kitab Melayu jawi,belajar mengenal arab melayu

Source: https://jejakrekam.com/2019/12/27/mengenal-aksara-arab-melayu-dan-huruf-jawi/