Buku Pelajaran Sejarah Smp Sma

Makanya : Wawan Darmawan

ABSTRAK

Buku referensi pelajaran sejarah merupakan salah suatu karya historiografi yang diperuntukan bagi faedah pendidikan. Historiografi yang ditampilkan dalam buku teks cak bimbingan ki kenangan tentu akan berbeda dengan historiografi sendisendi memori ilmiah lainnya. Kegunaan praktis kerjakan pendidikan menjadi salah satu tujuan utama penulisan resep bacaan pelajaran album. Memori yang dipahami privat  buku teks pelajaran album enggak hanya bernas memaksimalkan kesadaran bersejarah internal diri siswa. Kognisi historis dapat ditampilkan melalui prilaku nan ditampilkan maka dari itu siswa, misalkan tumbuh rasa nasionalisme, patriotisme, rasa persatuan, rela berkorban, dan lain-tak. Selain aspek kognitif, aspek afektif menjadi salah suatu bagian penting dari misi penulisan trik teks tuntunan ki kenangan.

Kata Kunci: Referensi Sejarah, Historiografi, Berantai, Tematis, narasi, deskripsi, argumentasi, dan paparan

  1. Rataan Pinggul Keburukan

Penulisan sentral teks cak bimbingan sejarah buat pendidikan di sekolah pada hakekatnya merupakan bagian dari perkembangan historiografi di Indonesia. Kesadaran untuk batik resep sejarah telah ada sejak awal kemerdekaan. Puas tadinya kemerdekaan mulai sejak pusat-buku teks latihan sejarah, baik yang diterbitkan maka dari itu individu-makhluk maupun resmi terbit pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mohammad Ali, 1995:1).

Buku-buku teks pelajaran sejarah tersebut ternyata kurang memuaskan cak bagi satu pendekatan plonco dalam penulisan sejarah kewarganegaraan. Kebanyakan peruasan pelajaran tersebut bertambah banyak merujuk puas pokok sejarah karya Dr. F.W. Stapel. Karya Stafel ini lebih bresifat
Nederlandosentrisme.
Sementara yang dibutuhkan dalam pendidikan sejarah di sekolah adalah pembentukan kepribadian bangsa. Maka pendekatan sejarah yang dikehendaki adalah
Indonesiasentris.

Keadaan di atas mendorong munculnya gagasan para sejarawan buat mengganti buku-buku pustaka pelajaran sejarah Indonesia yang cak semau menjadi berfokus pada Indonesia. Gagasan ini merupakan salah satu kampanye untuk menyasarkan pemikiran serta penulisan ki kenangan Indonesia yang memadai. Sebagai upaya kerjakan mengimplementasikan gagasan tersebut, maka disleenggarakan Seminar Sejarah Indonesia Pertama di Yogyakarta waktu 1957. N domestik seminar itu di samping bertujuan bakal memperdalam pemikiran mengenai rekaman Indonesia misal rekaman kebangsaan, diperbincangkan pula keperluan mendesak yaitu penulisan pokok-buku kursus sejarah. Seminar sejarah kemudian berlanjut di Yogyakarta plong waktu 1970. Pecah seminar itu berbuah menyusun kancing standar Sejarah Nasional Indonesia (SNI) sebanyak enam jilid. Anak kunci ini majuh pula disebut dengan buku “Babon”. Kancing ini menjadi rujukan utama untuk buku teks pelajaran sejarah baik di tingkat SMP maupun SMA.

Penulisan trik sejarah tertera buku teks pelajaran album tidak copot mulai sejak jiwa jaman nan menandainya. Perkembangan seminar kebangsaan rekaman menayangkan bagaimana kronologi jiwa jaman mewarnai penulisan sejarah. Urut-urutan historiografi Indonesia dari
nederlandosentrisme, etnosentrisme, indonesiasentrisme
hingga pada
saintifisme,
ialah bentuk bersumber bagaimana sukma zaman mempengaruhi sreg penulisan album.

Menerobos penelitian ini, analisis historiografi terhadap sendisendi wacana pelajaran memori yang digunakan di SMP dan SMA bisa dilakukan. Analisis historiografis maksudnya adalah peneliti akan melakukan kajian bagaimana buku-buku pustaka pelajaran memori tersebut merekonstruksi peristiwa-kejadian sejarah yang didasarkan pendirian-mandu keilmiahan mulai sejak histori. Buku-buku teks pelajaran rekaman yang akan diteliti adalah buku teks yang beredar antara tahun 1994 sampai 2004 yang berlandaskan pada Kurikulum 1994 beserta suplemennya (1999).

Buku teks cak bimbingan sejarah yaitu salah suatu karya historiografi nan diperuntukan bagi kemustajaban pendidikan. Kegunaan praktis bikin pendidikan, tidaklah berfaedah melepaskan diri semenjak penggunaan cara-pendirian akademik historiografi dalam aji-aji sejarah. Syarat-syarat keilmiahan harus kukuh diperhatikan. Bilang persyaratan keilmiahan misalnya sumber fakta yang digunakan, kebenaran fakta, pendekatan penafsiran terhadap fakta, aspek keruangan, aspek masa, dan lain-tak. Secara idealnya antara misi pendidikan dan penggunaan kaidah keilmuan dalam historiografi siasat teks pelajaran ki kenangan terjadi sinkroinisasi.

Di samping aspek kemampuan penulis, ki akal-rahasia teks pelajaran sejarah nan sekarang dipakai di sekolah-sekolah, enggak sedikit terlepas dari syariat pasar. Artinya pertimbangan pemakaian sendi tersebut oleh seorang guru maupun sekolah, aspek keuntungan penjualan yang diberikan oleh penerbit menjadi salah satu suku cadang penting. Orintasi ini, dapat mengurangi pemakaian kualitas kancing, manakala guru ataupun sekolah mau menggunakan buku dengan keuntungan yang segara hanya kualitas buku tersebut terlampau jelek.

Helius Syamsuddin privat sebuah artikelnya (2000) batik tentang kriteria dan permasalahan penulisan buku teks sejarah. Menurut pendapatnya ada enam kriteria yang harus dipenuhi dalam penulisan sendi teks sejarah, adalah:

  1. Substansi berupa yang harus dipertangungjawabkan
  2. Penafsiran dan atau penjelasan
  3. Pengajuan dan retorika yang harus sesuai dengan teori psikologi jalan
  4. Alas kata konsep-konsep memori (Indonesia dan Umum) wajib menggunakan kriteria
  5. Buku teks pelajaran sejarah secara teknis-teladan mengikuti GBPP (kurikulum)
  6. kelengkapan ilustrasi, bentuk, foto, peta-kar sejarah dalam
    setting
    dan
    lay out
    yang informatif dan naratif.

Hal yang menjadi kelainan terhadap kualitas penulisan sendi bacaan pelajaran rekaman menurut pendapat Helius Sjamsuddin yaitu terjadi tarik-meruntun antara kebutuhan bikin menetapi aplikasi pendidikan (akademik) di satu pihak dengan tuntutan keuntungan dari penerbit-penerbit di tak pihak. Tarik-menarik tersebut terkadang membuat penulis pusat harus berkarya cepat karena tuntutan penerbit yang ingin cepat menjual bukunya. Bahkan di lapangan terjadi kompetisi antar penerbit dalam hal membisniskan buku terbitannya.

  1. Hamid Hasan (2000) dalam sebuah artikelnya menulis tentang gerendel wacana pelajaran sejarah internal kaitannya dengan kurikulum. Yang menjadi permasalahan intern tulisannya ialah kurikulum pelahap mengalami perkembangan sesuai dengan tantangan jaman, bagaimanakah buku bacaan pelajaran sejarah kaya menyesuaikan dengan jalan jaman. Sira menemukan permasalahan daya bacaan pelajaran sejarah yang isinya sama seperti apa yang tercantum dalam kurikulum. Di dalam buku tersebut dicantumkan kalimat ”berdasarkan Kurikulum 1994”. Pemuatan kalimat tersebut berkaitan dengan pasar penjualan. Dengan pencantuman kalimat buku jualnya menjadi tinggi. Guru, sekolah, dan penilik merasa lega dada menggunakan sosi yang mencantumkan kalimat tersebut.

Beralaskan permasalahan di pelan, amatan historiografi terhadap  buku teks pelajaran sejarah yang berdasarkan cara keilmuan sejarah terlazim dilakukan. Diharapkan cak semau temuan bagaimana historiografi buku-buku teks sejarah yang beredar, khususnya di kota Bandung. Sampel buku yang dianalisis terdiri semenjak ki akal SMP (Jilid 1,2, dan 3) dan SMA (Jilid 1,2, dan 3) nan diterbitkan dari berbagai penerbit.

  1. PEMBAHASAN

Terserah beberapa hal yang dikaji oleh peneliti dalam analisis historiografi ini, merupakan menyangkut pendekatan penulisan ki kenangan dan bentuk penulisan sejarah.


  1. Pendekatan Penulisan Rekaman

Beralaskan kajian pendekatan internal penulisan teks cak bimbingan album SMP dan SMA yang dikaji, secara teoretis terbagi ke dalam dua babak, adalah kronologis dan tematik. Privat artikel ini, tidak seluruh contoh hasil kajian ditunjukkan, tetapi semata-mata mengambil salah satu doang dari bagian nan dikaji.


  1. Abstrak Pendekatan berantai

Model pendekatan kronolologis merupakan riuk satu sempurna atau pola umum nan menentang kepada pengorganisasian materi pengajaran sejarah sebagai satu pengembangan atas dasar urutan waktu terjadinya peristiwa-situasi sejarah. Keadaan-keadaan sejarah diorganisir atau diprogram berturut-turut dari zaman pra sejarah – proto album sebatas sejarah mutakhir. Dalam pengembangan materi sejarah model ini, penggunaan pendekatan spiral konsentris boleh disajikan untuk ceratai peristiwa sejarah yang makin tahapan, makin kerumahtanggaan, dan menular. Ciri berusul pengembangan materi cermin berantai adalah adanya pengembangan atas dasar urutan tahun terjadinya peristiwa-peristiwa intern sejarah.

Sejarah adalah pengkajian tentang kehidupan anak adam internal konteks hari. Bakal memudahkan apa nan terjadi dengan kehidupan manusia, dibuatlah periodisasi. Harapan dibuat periodisasi yakni cak bagi melancarkan penjelasan bagaimana kronologi manusia dari waktu ke waktu. Periodisasi ini semacam serialisasi korespondensi menurut urutan zaman. Dengan demikian, konsep periodisasi yang tepat untuk mengurutkan satu keadaan adalah hipotetis beruntun. Dengan periodisasi arketipe kronologis boleh diketuhui ciri khas atau karakteristik semangat manusia puas masing-masing tahun dan secara garis ki akbar suatu peristiwa akan mudah dipahami.

Intern periodisasi ini akan diketahui perkembangan kehidupan manusia, perturutan antara perian yang suatu dengan yang waktu berikutnya, dan adanya perubahan dari satu periode ke periode berikutnya. Berdasarkan hasil amatan model kronologis dari suatu periode boleh kita tatap, misalnya materi di SMP dan SMA inferior 2, merupakan periodisasi tahun pergerakan nasional. Nasionalisme Indonesia secara privat, lahir disebabkan oleh dampak dari penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap kaum pribumi (1901 mulai diberlakukan Politik Bermartabat) . Pendidikan ini ternyata berputra suatu kelompok baru dalam publik Indonesia yaitu kaum intelektual atau kaum terpelejar. Pada kabilah ini merecup kognisi bahwa bangsanya dijajah, dan munculnya cita-cita untuk melepaskan diri dari kolonialis serta berhasrat buat membangun sebuah negara nasional. Transisi terjadi dalam hal menghadapi kolonialis. Pada masa sebelum abad ke-20, bertambah banyak menunggangi perang fisik begitu juga Perang Diponegoro, Perang Paus, Perang Aceh, dan perang-perang lainnya. Ketika muncul pergerakan nasional yang dimotori makanya suku bangsa intelektual, perdurhakaan beralih dengan menggunakan organisasi bertamadun.

Penyusunan periodisasi terampai sreg variasi album yang akan ditulisnya. Periodisasi boleh disusun berlandaskan perkembangan politik, sosial-ekonomi, kebudayaan, agama, dan sebagainya. Perkembangan politik misalnya menggambar periodisasi kekaisaran-kerajaan kuno maupun dinasti-dinasti. Kekaisaran-kekaisaran kuno di Indonesia nan ada dalam materi SMP dan SMP inferior 1, misalnya mulai dari hari kekaisaran-kerajaan Hindu-Buddha sebatas dengan waktu Islam. Periode kerajaan Hindu-Buddha mulai dari kerajaan tertua yakni Kutai sampai dengan Majapahit. Akhir dari kerajaan Majapahit, memasuki hari kerajaan-kekaisaran Islam. Kerumahtanggaan setiap periode kerajaan tersebut diceritakan tentang supremsi tuanku-baginda khususnya yang berperan besar.

Periodisasi berdasarkan sosial ekonomi masih dapat terlihat pada materi SMP dan SMA kelas 1, misalnya,  meluluk jalan kehidupan basyar mulai dari waktu berburu, mengumpulkan makanan, mulai menanam, berkebun atau bersawah setakat dengan masa produksi. Plong setiap periode tersebut memiliki karakteristiknya.  Perian berburu dan mengumpulkan makanan misalnya musim dimana khalayak masih tersangkut pada alam. Bikin mencapai kebutuhannya spirit basyar tergantung lega segala apa yang disediakan oleh alam. Hayat sosial puas masa berburu yaitu berkelompok-kelompok dan berpindah-pindah atau nomaden. Perian berkebun maupun bertanam kehidupan manusia sudah berangkat beralamat, karena manusia sudah lalu mampu menempa alam kerumahtanggaan bentuk berkebun atau bersawah. Spirit sosial-ekonominya, mutakadim bukan lagi tergantung pada apa yang disediakan oleh kalimantang. Ada proses produksi walaupun masih terbelakang.

Berdasarkan kerangka teori Berantai, hasil analisis historiografi ditemukan beberapa temuan, yaitu pengunaan pendekatan berturutan plong galibnya sudah digunakan mulai berasal materi SMP dan SMA, dari papan bawah 1 sampai dengan kelas 3. Jalan materi papan bawah I SMP (Buku A) Caturwulan I, Bab I membahas Awam Prasejarah Indoensia. Dalam membahas materi ini, buku ini telah memperalat pendekatan kronologis dengan menguraikan pembabakan zaman prasejarah Indonesia, merupakan sebagai berikut.


  1. Zaman Godaan, terdiri atas:
  1. zaman Batu Tua (Paleolothikum)
  2. zaman Batu Menengah (Mesolithikum)
  3. zaman Batu Muda (Neolithikum)
  4. zaman Batu Besar (Megalithikum)

  1. Zaman Logam, terdiri atas:
  2. zaman Tembaga
  3. zaman Perunggu
  4. zaman Metal

Kronologis materi zaman kerajaan Hindu-Buddha dan kerajaan Selam, tidak berlanjut pada pembahasan masuknya Bangsa Barat ke Indonesia, tetapi disambung dengan penjelasan Resep-pusat Peradaban kuno di Dunia. Dengan demikian, secara beruntun pembahasan materi abtar oleh materi kebudayaan manjapada.

Pendekatan berturutan nan berperangai kontinuitas ditampilkan dalam beberapa materi. Pengertian kontinuitas artinya antar sautu fakta memori  atau keadaan memiliki kontak kesinambungan. Misalnya dalam materi inferior 2 mengenai kerajaan Hindu-Buddha di Jawa khususnya puas kerajaan Mataram Kuno setakat Kerajaan Majapahit. Paduka tuan-tuanku Mataram Historis yang dimulai dari Dinasti Sanjaya dan Syailendra, Kerajaan Singasari dan paduka tuan-raja Majapahit memiliki hubungan geneologis. Pada umumnya setiap perebutan-penundukan kekuasaan yang terjadi internal kerajaan tersebut boleh menimbulkan perpecahan. Perpecahan nan terjadi dapat menimbulkan dua peristiwa yaitu
purwa
terjadinya pengambilalihan kekuasaan internal kerajaan tersebut. Raja yang baru berkuasa merupakan hasil perebutan kekuasaan.
Kedua, perpecahan dapat menimbulkan kekaisaran yang plonco. Dalam kasus nan permulaan nampak sekali dalam Kekaisaran Singhasari. Imperium ini didirikan oleh Ken Angrok (dibaca Ken Arok) dengan sampai-sampai suntuk membunuh Tunggul Ametung sendiri Akuwu di Tumapel. Tindakan nan dilakukan makanya Ken Angrok menimbulkan balas  dendam dari putera Tunggul Ametung yaitu Anusapati. Ken Angrok dibunuh maka itu Anusapati. Tindakan Anusapati ternyata menimbulkan balas kegeraman pula berasal putera Ken Angrok yaitu Panji Tohjaya. Panji Tohjaya berhasil menjadi yang dipertuan di Singhasari dengan terlebih dulu membunuh Anusapati. Model pendekatan kronologis ini dalam riuk siasat SMP dan SMA kelas 1 dijelaskan dengan menggunakan peta konsep. Berikut keseleo satu kutipannya.

DINASTI RAJASA (DINASTI GIRINDRA)

Tunggul Ametung  +  Ken Dedes       +        Sri Ranggah Rajasa    +    Ken Umang

(Ken Arok)

Anusapati     Mahisa Wonga Teleng                   Tohjaya

Wisnuwardhana      Narasingamurti

Kertanegara                       Lembu Tal

==========================================================

Rajapatni      +        Kertarajasa       +     Sri Indreswari                                                                                                                                            (Amoi Kapling)

Tribhuwanatunggadewi         Jayanegara

Hayam Wuruk

Apabila dianalisis kembali secara historiografis terhadap materi-materi ki kenangan di SMA, terdapat uraian bersambungan yang bersifat faktual. Materi yang positif banyak ditulis kerumahtanggaan kiat papan bawah 3 (SMA) terutama materi dari priode Sediakala Otonomi hingga Orde Bau kencur. Bujuk beruntun yang ditampilkan kerumahtanggaan peristiwa-peristiwa politik, misalnya gangguan-batu keamanan privat daerah DI/ TII, PRRI-PERMESTA, RMS, dan lain-enggak. Pada periode Demokrasi Terpimpin ditulis lahir Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin. Zaman Orde Baru dimulai dengan Peristiwa Gestapu, Lahirnya Supersemar, Sidang MPRS, hingga lahirnya pemerintahan Orde Baru. Berikut ini kutipan materi SMA kelas 3 sreg muslihat E nan menggunakan pendekatan kronologis.

Sistem tadbir parlementer sesuai dengan UUDS tahun 1950, ternyata tak membawa kestabilan politik. Dari 1950-1955 terwalak empat kelihatannya transisi kabinet sehingga umumnya setiap tahun terjadi peralihan kabinet. Selama periode demokrasi liberal, Indonesia mengalami sapta kali pergantian dewan menteri dan perdana nayaka, yaitu sebagai berikut:

  1. Muhammad Natsir (Masyumi) dari tanggal 6 September 1950 setakat dengan tanggal 27 April 1951;
  2. Dr. Sukiman (Masyumi) mulai sejak tanggal 27 April 1951 sampai dengan sungkap 3 Maret 1952;
  3. Wilopo (PNI) dar tanggal 3 Maret 1952 hingga dengan tanggal 1 Agustus 1953;
  4. Ali Sastroamijoyo (PNI) dari tanggal 1 Agustus 1953 sampai dengan rontok 12 Agustus 1955;
  5. Burhanuddin Harahap (Masyumi) dari tanggal 12 Agustus 1955 sampai dengan tanggal 24 Maret 1956;
  6. Ali Sastroamijoyo (PNI) dari sungkap 24 Maret 1956 sampai dengan tanggal 9 April 1957; dan
  7. Ir. Juanda (tidak berpartai) dari terlepas 9 April 1957 hingga dengan tanggal 10 Juli 1959.

  1. Model Pendekatan Tematis

Model ”tematis” adalah salah satu model dalam melebarkan materi bahan ajar ataupun pelajaran album. Model ini mengembangkan tema-tema nyawa masyarakat nan berfaedah cak bagi peluasan potensi-potensi tertentu, seperti angka-nilai bikin potensi individu, potensi kemasyarakatan, jauhari, emosional, religius, atau dipusatkan kepada hal-hal yang suntuk menarik perhatian peserta ajar.  Jika disederhanakan, materi dikelompokan pada tema-tema, diantaranya kebijakan, militer, sosial, ekonomi, budaya, intelektual, pendidikan, dan lain sebagainya.

Secara sederhana tema politik kebanyakan diartikan sebagai hal-peristiwa yang berkaitan dengan dominasi. Kerumahtanggaan kekuasaan terdapat berbagai komponen misalkan penguasa atau pemerintah, sistem pemerintahan, parlemen, undang-undang, partai politik, negara, kerajaan, dan lain-tak. Penulisan sejarah yang bertemakan suku cadang-suku cadang tersebut biasanya bertema kebijakan.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap buku-buku teks album SMP dan SMA, tampak terlihat rekaman bertema politik, yang menampilkan tokoh-pengambil inisiatif yang dianggap sebagai “orang-orang besar”, misalnya Hitler, Yang dipertuan Hirohito dan Mussolini ditulis privat pokok SMP kelas 2 mengenai PD I dan PD II. Tindakan tokoh-tokoh tersebut sangat menentukan perubahan dunia. Perang tidak mungkin terjadi jikalau inisiator-tokoh tersebut tidak menghendakinya. Sreg susur tangan kekuasaan merekalah, marcapada terjerumus internal Perang Dunia II.

Internal penulisan sejarah (SMP dan SMA kelas 1) berikutnya ditemukan tema kebijakan enggak, misalnya jatuh pulang ingatan dan pergantian pada dinasti-dinasti lama. Pergantian dinasti makin dilihat ibarat kelakuan atau prilaku dari rajanya sendiri. Penulisan album pada periode kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam itu terpandang jelas kajiannya dari segi garis haluan.

Sejarah bertema militer dapat didefinisikan sebagai penulisan album tentang angkatan bersenjata dan perilaku perang. Sejumlah kejadian nan dapat dibahas intern sejarah perang, misalnya kebijakan yang digunakan, kekuatan pasukan yang berperang, senjata yang digunakan,  N domestik penulisan sejarah militer nan mutakadim berkembang, penulisan sejarah perang tidak hanya ditonjolkan aspek-aspek operasional militer semata. Album perang bisa dilihat dari aspek-aspek lainnya, misalnya aspek ekonomi.

Dalam memori Indonesia yang dibahas di buku SMP dan SMA papan bawah 2, tema  militer merupakan tema yang memadai banyak untuk ditulis. Misalnya periode kerelaan VOC. Kegiatan VOC momen berada di Indonesia tidak lepas bersumber peperangan.  Seumpama kongsi niaga, VOC memiliki kewenangan bakal memerangi dagi-lawannya. Bagaimana VOC dengan cara kutat mampu menguasai dan bertualang Indonesia.

Teknologi dan strategi perang yang dimiliki maka dari itu VOC. VOC  dan kapal-kapal yang cukup ki akbar yang dilengkapi dengan persenjataan nan patut maju pron bila itu banyak dibahas dalam materi Kolonialisme dan Imeprialisme Barat di Indonesia.  Teknologi pelayaran dan perang yang dimiliki makanya VOC jauh lebih maju dibandingkan dengan teknologi yang dimiliki anak adam pribumi. Perdagangan VOC  dilakukan sambil bertekun. Dengan cara begitu juga ini VOC mampu menguasai wilayah lautan di Nusantara.

Kerumahtanggaan mempelajari sejarah perang, perhatian bukan semata-mata pada persenjataan saja. Perang bisa berhasil apabila didukung oleh faktor-faktor lainnya seperti dukungan logistik.  Lengkap hal ini bisa kita tatap dalam perang antara Mataram ketika rajanya Sultan Agung dengan VOC. Yang dipertuan Agung sebagai raja Mataram mengapalkan pasukannya ke Batavia (Jakarta). Privat melakukan perang dengan VOC, Mataram ternyata mengalami kekalahan. VOC berhasil membakar gudang persediaan makanan pasukan Mataram di kawasan Karawang. Dengan pendirian sebagaimana ini uluran tangan logistik pasukan Mataram menjadi lunglai. Berikut kutipan dari materi sejarah SMA inferior 1.

Kerajaan Mataram didirikan pada abad ke-16 oleh Senopati (Sutawijaya)  (1586-1601). Daya kerajaan terletak di Yogyakarta. Ia punya cita-cita bikin mempersatukan Jawa ke dalam otoritas kekuasaannya.Untuk itu ia melicinkan  perluasan pengaturan ke daerah Demak, Madiun, Kediri, Ponorogo, Tuban, dan Pasuruan. Doang cita-citanya itu mendapat rintangan dari daerah lainnya dan Surabaya lain bisa ditaklukan..

Setelah Senopati wafat waktu 1601, beliau digantikan maka dari itu putranya bernama Mas Jolang. Setelah Mas Jolang meninggal, tahta kerajaan diberikan kepada anaknya yang bernama Raden Rangsang nan tenar dengan gelar Sultan Agung (1613-1645). Dialah raja Mataram terbesar alam rekaman. Seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur termasuk Madura mengakui otonomi Mataram. Surabaya yang sulit dikalahkan, pada masa Tuanku Agung berbuah ditaklukan tahun 1625. Di Jawa Barat, kekuasaan Mataram tertanam di Cirebon, Sumedang, dan Ukur (Bandung waktu ini). Banten bukan berbuntut dikuasai.

Dalam perimbangan yang lebih makro, analisis tematis bidang ekonomi dapat dalam ira lingkup yang lebih luas misalnya perbandingan kewarganegaraan, regional, maupun sejagat. Sejarah ekonomi Indonesia di SMP dan SMA kelas 2 ditemukan pada materi mengenai zaman penjajahan. Kerelaan kolonialisme di Indonesia banyak dikaitkan dengan peristiwa perdagangan di Laut Tengah nan menunggangi salah suatu rute di Selat Malaka. Tujuan keikhlasan bangsa Barat demap ada relevansinya dengan rempah-rempah hingga pada akhirnya bagaimana kolonialis membuka Indoensia bagi perekonomian terbuka. Berikut ini pelecok satu contoh penulisan sejarah tematis rataan ekonomi.

Proses kolonialisme yang dipusatkan puas Dunia Timur, khususnya Gugusan pulau Indonesia plong dasarnya tidak bisa dilepaskan mulai sejak kondisi ekonomi, sosial, dan kebijakan yang terjadi di Manjapada Barat saat itu. Beberapa kejadian nan mendorong urut-urutan penjajahan di Kepulauan Indonesia antara lain munculnya gerakan Merkantilisme, Distribusi Industri, dan Kapitalisme. Di sisi lain, terdapat kembali situasi yang tak boleh diabaikan keberadaannya bagi perkembangan kolonialisme  Eropa, yaitu jatuhnya
Konstantinopel
sebagai Ibu Daerah tingkat Romawi Timur ke tangan penguasa
Kerajaan
Turki Usmani  pada tahun 1453. Dengan jatuhnya Konstantinopel sebagai suatu-satunya jalur perdagangan ke Manjapada Timur, maka  pengaruh perdagangan di sekitar Laut Tengah dan Asia Barat dikuasai oleh bangsa Turki. Kapan itu, banyak para pengembara Eropa nan merasa dirugikan oleh peraturan-peraturan membahu yang diberlakukan makanya Turki. Kondisi demikian, risikonya mendorong pedagang-pedagang Eropa bagi berburu sendiri jalan ke Dunia Timur  dalam bentuk bikin mendapatkan barang-barang dagangan, termasuk rempah-rempah yang larap dan tinggal dibutuhkan picisan Eropa.

Tema-tema dalam penulisan rekaman masih banyak lagi, sepeti ki kesulitan demografi, psikologi dan psikohistori, pendidikan, kedaerahan, keluarga,  dan lain sebagainya. Pasca- dianalisis peruasan teks sejarah SMP dan SMA bisa disimpulkan bahwa pendekatan tematis begitu juga rekaman sosial itu erat dengan vitalitas masyarakat, memori ekonomi erat dengan pengusahaan model-model atau teori-teori ekonomi, rekaman politik erat dengan aspek kegiatan politik, sejarah pendidikan berkaitan dengan tradisi pemikiran dan para pemikir besar dalam pendidikan tidak kelihatan n domestik buku pustaka. Lebih lanjut bila dikaitkan dengan ketatanegaraan pengembangan materi, pembahasan materi kerumahtanggaan buku teks ada yang memadukan tema-tema, misalnya, peristiwa laporan dapat dilihat terbit aspek strategi, militer, ekonomi, sosial ataupun budaya.


  1. Lembaga Penulisan

Bersendikan hasil amatan historiografi, bentuk penulisan referensi sejarah dapat dikatagorikan privat catur bentuk yaitu narasi atau narasi, deskripsi atau hari, argumentasi maupun bahasan, dan eksposisi atau paparan.


  1. Narasi.

Narasi yakni penulisan ki kenangan nan cuma menekankan plong cumbu waktu, perhubungan kejadian dari awal setakat akhir cerita. Penulisan konseptual ini dempet sama dengan penulisan sejarah kronologis, sehingga urutan waktu n domestik kejadian kelihatan terpandang. Materi-materi sejarah nan berbentuk gubahan narasi seperti mana ini terdapat dalam materi SMP dan SMA. Partikular buat SMA bentuk narasi lebih sempurna dan detail, diantaranya adalah mengenai Keikhlasan Bangsa Barat ke Indonesia (Kelas 2), Proklamasi Independensi (Kelas 3), Perang Independensi Indonesia (Kelas 3), dan Penolakan Mengembalikan Irian Barat . Berikut ini contoh rancangan penulisan cerita di kelas bawah 1 SMP.

Avontur Spanyol nan berperan raksasa dalam menemukan kolek langsung ke Kepulauan Maluku adalah Ferdinand Magelhaens (1480-1521). Magelhaens mulai berlayar ke jihat Barat-kunci mengajuk rute Christopher Columbus (orang Italia yang mengabdikan dirinya plong Raja Spanyol dan berdampak hingga ke benua Amerika yang diyakininya misal India) melintasi Samudera Atlantik terus ke ujung selatan Amerika. Bersumber sana beliau menentang arah Barat menyebrangi Samudera Pasifik dan sampailah di Kepulauan Filipina (1521). Di sana tepatnya di Pulau Cebu, Magelhaens tewas terbunuh maka itu tungkai Mactan.

Pelayaran ke Gugusan pulau Maluku diteruskan oleh  Juan Sebastian del Cano. Selanjutnya kedatangan mereka menimbulkan persaingan dengan basyar-individu Portugis nan diakhiri dengan ditandatanganinya Perjanjian Saragosa (1534). Intern perjanjian itu diputuskan bahwa provinsi Portugis konsisten di Maluku, sementara Spanyol berkuasa di Filipina


  1. Deskripsi

Deskripsi atau tahun yaitu bentuk penulisan yang berusaha menggambarkan latar album tertentu dalam masa tertentu. Menerobos perian, murid diharapkan turut meluluk, mendengar sebagaimana nan dilihat, dirasakan, dan didengar oleh penulis album. Dalam praktiknya, deskripsi sering dikombinasikan dengan narasi, argumentasi, dan eksposisi. Berdasarkan hasil kajian referensi, materi  yang dideskripsikan lebih banyak terdapat di materi SMA, antara lain tentang jalan kolonialisme dan imperialisme Barat yang dideskripsikan dengan latarbelakang sebab ekonomi, kebijakan, budaya, dan agama sehingga pembahasan jauh kian luas. Sebenarnya kalau dikaji hampir seluruh peristiwa dalam sejarah dideskripsikan tidak sekadar di narasikan segala yang semestinya terjadi, tetapi melewati deskripsi pembahasan menjadi jauh lebih luas dan betul-betul.


  1. Argumentasi

Argumentasi yakni penulisan sejarah yang ditujukan untuk mustakim hamba allah, membuktikan pendapat atau pendirian, alias membujuk insan agar mau menyepakati pernyataan atau uraiannya. Berikut ini contoh kutipan penulisan rang argumentasi pada materi SMA Inferior 1.

Hubungan dagang antara pengembara Indonesia dengan pedagang India telah mengakibatkan masuknya tradisi Hindu-Buddha dalam budaya Indonesia. Terdapat dua teori tentang kapan, siapa dan bagaimana proses masuk dan menyebarnya pagar adat Hindu-Buddha ke Indonesia, yaitu teori kolonisasi dan teori nonkolonisasi …

  Menurut teori kolonisasi menyebarnya leluri India ke Indonesia dibawa maka itu golongan ksatria dan waisya.
Jl. Moens, berpendapat bahwa terjadinya peperangan di antara imperium-kerajaan India mengakibatkan golongan ksatria datang ke Indonesia. Mereka ini ialah tentara (ksatria) nan culik diri atau mengungsi setelah mengalami kekalahan dari pihak n partner. Wadah pelarian maupun eksodus itu antara lain Indonesia…


  1. Eksposisi

Eksposisi atau cerminan adalah penulisan ki kenangan yang bertujuan bikin memberikan warta, penjelasan, dan kesadaran akan halnya peristiwa sejarah plong kurun dan lokalitas tertentu. Berdasarkan hasil kajian terhadap teks SMP dan SMA, penulisan lembaga ini rumpil dilakukan. Biasanya penulisan memperalat bentuk narasi, deskripsi, dan argumentasi. Ditemukan daya SMA yang mengarah pada Kurkulum 2004. Penulisannya sudah membidik pada rang penulisan paparan. Berikut ini kutipan teksnya tentang proses islamisasi di Indonesia (kelas 1 SMA).

… sejak mulanya perkembangan Islam, pendidikan sangat bermakna laksana keseleo suatu upaya dalam proses pendakyahan agama Islam. Bikin itu maka berkembanglah suatu bentuk pengajaran yang terlampau sederhana dengan system halaqah. Pada awalnya penyelenggaraan pendidikan agama dilaksanakan di masjid, surau alias bandarsah. Mesjid selain berfungsi perumpamaan tempat bakal melaksanakan shalat juga tempat diselenggarakannya pengajaran agama. Tuntunan yang diberikan adalah pelajaran membaca Al Quran, tata cara peribadatan seperti yang diatur dalam rukun Islam, adab dan keimanan …


  1. Kesimpulan dan Saran

  2. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis historiografi terhadap buku-buku pustaka pelajaran sejarah SMP dan SMA musim 1994-2004 yang beredar di Daerah tingkat Bandung, dapat disimpulkan bahwa sreg umumnya buku-buku tersebut sudah menggunakan pendekatan kronologis dan tematis. Cuma sesuai dengan pengembangan materi memori model ini, penggunaan spirial konsentris yang membahas kejadian sejarah yang makin jenjang, makin dalam, dan lebih meluas tidak tampak n domestik penulisan sejarah, khususnya pada tingkat SMA.

Cak bagi teoretis penulisan tematis, tidak secara rinci dituliskan pembahasan mengarah sreg salah suatu bidang tematis. Sahaja penyelidik mengkaji bahwa n domestik pembahasan materi tersirat tema-tema sejarah, seperti tema politik, militer, ekonomi, budaya, social, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengkajian teks SMP kelas 1, ada satu tema yang membahas tema ekonomi, dan ini sesuai dengan kurikulum 1994.

Tentatif itu, bentuk penulisan rekaman  yang suka-suka, sentral teks sejarah dapat dikategorikan dalam empat bentuk ialah kisah atau cerita, deskripsi ataupun periode, argumentasi atau bahasan, dan eksposisi ataupun paparan. Berpunca susuk-gambar penulisan itu, bentuk penulisan sejarah SMP dan SMA menumpu pada rancangan kisah dan deskripsi. Secara keseluruhan (berdasarkan hasil kajian) narasi dan deskripsi kejadian yang dikaji, baik materi SMP dan SMA tidak ada perbedaan untuk tema atau topic yang dikaji.


  1. Saran

Beralaskan hasil kajian ini, ada beberapa hal yang perlukan perhatikan:

  1. Cak bagi Penulis

Internal historiografi ki kenangan, kaidah-kaidah keilmiahan terlazim terus diperhatikan, terutama yang mencantol pendekatan dan bentuk penulisan sejarah. Pengembangan materi album antara SMP dan SMA perlu ada perluasan, sehingga materi SMA bukan pengulangan dari materi SMP.

  1. Bakal Penerbit

Latar belakang penulis, terutama basic akademik perlu diperhatikan sehingga yang batik rekaman adalah para lulusan sejarah, baik pendidikan ki kenangan maupun histori. Apabila kurikulum belum diberlakukan, tidak teristiadat pencantuman kurikulum baru, tetapi isinya masih merupakan kurikulum lama.

  1. Lakukan Pemerintah

Pemerintah harus membuat peraturan mengenai buku-buku referensi nan beredar di sekolah/masyarakat, mudahmudahan loklok dan kualitas buku tersebut tetap terjaga.

Daftar bacaan

Abdullah, Taupik & Abdurrachman Suryomihardjo. (1985).
Ilmu Rekaman dan historiografi Arah dan Perspektif.
Jakarta: Gramedia.

Ali, Mochammad. (1963).
Pengantar Ilmu Sedjarah Indonesia. Djakarta:Bhatara

———————- (1995). :Sejumlah Masalah adapun Historiografi Indonesia”, kerumahtanggaan Soedjatmoko,
ed., 1995.
Historiografi Indonesia sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia

Burke, Peter,
Ed.
(1991).
New Perspektives on Historical Writing.
Cambridge: Polity Press

——————–    (1992).
History and Social Theory.
Cambridge: Polity Press

H.A.J., Klooster. (1985).
Indonesiers Schrijven Hun Geshiedenis: de Ontwikkwling van de Indonesische Geshiedbeofening in Theorie en Praktijk, 1990-1980.
Dordecht-Holland, Cinnaminson-USA: Foris Publication

Hasan, S. Hamid. (2000). ´Kurikulum dan Buku Referensi Sejarah, intern
Historia,
No. I. Vol. I, tahun 2000. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI

Kartodirdjo, Sartono. (1982).
Pemikiran Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif.
Jakarta: Gramedia

————————- (1983). Dalam Anthony Reid& David Marr,
ed
.
Dari Raja Ali Haji Setakat Hamka Indonesia dan Hari Lalunya.
Jakarta: Grafiti Press

Kozicki, Henry, Ed. (1993).
Development in Modern Historiografi.
London: Macmillan Press

Llyod, Cristopher. (1998).
 Explanation in Social History.
Cambridge: Blackwell

———————-   (1993).
The Structures of History.
Cambridge: Blackwell

Sjamsuddin, Helius. (2000). “Penulisan Buku Teks Sejarah: Kriteria dan Permasalahannya”, internal
Historia,
No. I. Vol. I, tahun 2000. Bandung: Jurusan Pendidikan Rekaman FPIPS UPI

Siasat Teks Sejarah

Agus Mulyana dan Tarunasena. 2004.
Mengetahui Sejarah SMA cak bagi Kelas X, XI. Bandung: Armico

C.S.T. Kansil. 1997.
IPS Sejarah Jilid 1,2, dan 3.
Jakarta: Gelora Huruf Pratama

I Barap Badrika, Dkk. 1997.
Ilmu Manifesto Sosial: Sejarah Kebangsaan dan Umum cak bagi kelas 1, 2, dan 3 SLTP. Jakarta: Dunia Aksara

I Embung Badrika. 1996.
Sejarah Kebangsaan Indonesia dan Umum bakal SMU Kelas 1,2, dan 3. Jakarta: Erlangga

Martono dan Suroso. 1994.
Ilmu Pengetahuan Sosial: Sejarah Nasional dan Umum untuk SLTP Kelas 1, 2, dan 3. Surakarta: Tiga Sekuplet

Nana Supriatna. 2003.
Sejarah untuk SMP Kelas 1, 2, dan 3. Bandung: Grafindo

——————. 2003.
Sejarah kerjakan SMU Kelas 1, 2, dan 3.
Bandung: Grafindo

Nia Kurnia, Dkk. 1996.
Pendidikan Sejarah untuk SLTP 1, 2, dan 3. Bandung: Mizan

Wawan Darmawan. 2004.
Kaki langit Rekaman untuk SMA Kelas 1,2, dan 3.
Bandung: Sinerji Pustaka Indonesia

Source: http://sejarah.upi.edu/artikel/dosen/analisis-historiografis-terhadap-buku-buku-teks-pelajaran-sejarah-smp-dan-sma-tahun-1999-2004/