Bimdomain_7an Belajar Smp Nf Cempaka Putih



1. Pendahuluan

Pendidikan normal memiliki maksud untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian termaktub keterampilan serta membantu pengembangan karakter pesuluh jaga. Keperawatan merupakan profesi yang sangat erat hubungannya dengan sukma manusia secara mendunia sehingga menjadi sendiri Ners tidak cukup hanya menguasai ilmu dan kegesitan saja memerlukan peluasan pribadi yang matang baik dalam menyelesaikan masalah maupun membina hubungan antara manusia.

Bersendikan asam garam, banyak mahasiswa nan sepatutnya ada berada berprestasi bertambah baik, akan tetapi karena berbagai rupa faktor, performa menjadi tidak optimal bahkan dapat gagal.

Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kejayaan dan kegagalan pelajar didik antara lain:

1. Berkaitan dengan orang petatar didik


a)   Kesehatan fisik dan mental


b)   Kemampuan akademikus


c)   Kepribadian

2. Proses penataran


a)   Program/ kurikulum pendidikan


b)   Proses pelaksanaan penataran


c)   Lingkungan gelanggang belajar


d)   Tenaga pengajar


e)   Lingkungan kampus

3. Penunjang


a)   Kesesuaian sisi dan minat


b)   Sosio-ekonomi-budaya


Bakal membantu mahasiswa mengatasi kebobrokan nan menghambat kinerja mahasiswa, maka teristiadat disediakan wadah eksklusif yaitu TIM Bimbingan DAN KONSELING yang terhimpun dalam Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FIK UI.



2. Signifikasi Didikan dan Konseling

Didikan dan konseling adalah dua signifikasi yang gandeng dengan makna kasih bantuan. Bimbingan dapat diberikan kepada mahasiswa maupun kelompok mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pendidikan, memilih jurusan, maupun kesulitan pribadi serta aklimatisasi diri dengan publik dan lingkungannya.

Arahan adalah bantuan yang dapat diberikan maka itu penasehat akademik kepada mahasiswa sebaiknya mereka dapat mencekit keputusan berkaitan dengan kegiatan akademiknya dan menentukan intensi karirnya.

Adapun pengertian
konseling

adalah suatu situasi bantuan penyelesaian masalah yang bersifat terbuka dengan bertemu muka yang diberikan oleh tenaga profesional.

Bisa disimpulkan bahwa pimpinan dan konseling merupakan istilah nan berlainan maknanya tetapi berhubungan dempang, ialah bantuan kepada mahasiswa atau sekelompok mahasiswa kerumahtanggaan proses perkembangan kearah kematangan dan bantuan penyelesaian kelainan. Arahan kian berperilaku preventif, sedangkan konseling makin berperangai kuratif.



3. Harapan Bimbingan dan Konseling

Didikan dan konseling bermaksud kiranya mahasiswa mampu :

  1. Menyesuaikan diri dengan arwah kampus
  2. Menyelesaikan masalah pribadi secara sehat dan konstruktif
  3. Merecup dan kembang dengan optimal.



4. Ruang Lingkup

Spektrum kegiatan bimbingan dan konseling yang ideal telah dikemukakan maka dari itu DIKTI sebagai berikut :

  1. Bimbingan pengembangan diri
  2. Bimbingan akademik
  3. Konseling akademik
  4. Bimbingan karir
  5. Konseling pribadi



5. Organisasi

Pelaksanaan arahan dan konseling boleh dilihat plong alur berikut







Kegiatan arahan dan konseling dilaksanakan oleh satu skuat nan anggotanya terdiri bermula staf akademik FIK-UI. Cak regu pimpinan dan konseling FIKUI untuk mahasiswa baru terdiri berpunca Konselor Fakultas dan Para Penasehat Akademik baik cak bagi  program reguler dan ekstensi dan program pascasarjana. Organisator tim Bimbingan dan Konseling FIK UI adalah Manajer Akademik dan Kemahasiswaan.

Mahasiswa bisa mempersunting bimbingan kepada Penasehat Akademik, atau kepada tim BKM sesuai dengan jadwal yang disediakan, atau kepada staf pengajar tak yang tidak terhimpun dalam BKM FIK UI, kepada koordinator mata didik yang sedang diikuti, atau kepada Ketua/ Sekretaris Acara Studi. Akan halnya silsilah arahan misal berikut:







Apabila ditemukan kasus pelanggaran oleh koordinator indra penglihatan asuh atau tim penatar pada satu mata ajar yang dilakukan oleh mahasiswa, dapat dilakukan pelaporan kasus.

Mekanisme manifesto kasus alias pelanggaran yang dilakukan mahasiswa yaitu

  • Koordinator alat penglihatan ajar (KMA) mengidentifikasi masalah/ pelanggaran nan dilakukan mahasiswa
  • Hasil identifikasi disampaikan KMA ke Ketua programa Studi baik oral/ tulisan
  • Hasil identifikasi masalah tersebut dilaporkan secara tertulis ke Wakil Dekan Pendidikan, dengan memberi tembusan kepada Manajer Akademik dan Kemahasiswaan, dan PA mahasiswa yang berkepentingan



6. Peran dan Fungsi Konselor

  1. Preventif, merupakan mencegah timbulnya masalah pada diri mahasiswa.
  2. Penyaluran, merupakan menjatah kesempatan kepada mahasiswa yang mempunyai prestasi tinggi bakal mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat dan kecakapannya.
  3. Penyesuaian, yakni kondusif terciptanya habituasi antara mahasiswa dan lingkungannya.
  4. Restorasi, yakni berusaha mengatasi masalah yang dihadapi mahasiswa.
  5. Ekspansi, yakni memberikan pelayanan yang membantu mahasiswa kerumahtanggaan mengembangkan keseluruhan pribadinya secara terarah dan mantap.



7. Peran dan Fungsi Penasehat Akademik

1.Memberikan nasehat dan bimbingan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan privat proses membiasakan mengajar, antara bukan dengan :


a.menyediakan perian konsultasi secara rutin dan tercatat (minimal 1 x dalam satu ahad).


b.memberikan pengarahan kepada mahasiswa dalam menyusun programa dan sistem berlatih praktis dan terarah.


c.membantu mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar, baik secara individu alias berkelompok.


d.membantu meningkatkan pengejawantahan akademik para mahasiswa yang berada dibawah bimbingannya secara optimal.


e.memotivasi mahasiswa agar memanfaatkan forum konseling dengan pembimbing akademik bakal mencapai kesuksesan studinya.

2.Kontributif mengatasi ki kesulitan-komplikasi mahasiswa bimbingannya baik nan bertabiat awam maupun pribadi, antara tidak :


a.membantu memintasi kesulitan mahasiswa dalam menentukan mata kuliah sortiran yang dikehendaki sesuai dengan pembawaan, minat dan kemampuan.


b.membantu menyelesaikan komplikasi kesulitan membiasakan dan perencanaan pendidikan.


c.membantu mencegah timbulnya masalah lega diri mahasiswa yang bisa mengganggu proses kelancaran studinya.


d.kontributif mahasiswa mengatasi masalah pribadi nan sifatnya non akademik seperti ki kesulitan kontak, konflik dengan teman, keluarga, dan sebagainya.

3.Memberikan pimpinan dalam pengepakan lembar isian Lembaga Studi serta menerimakan permakluman adapun parameter prestasi mahasiswa dan pengaruhnya terhadap penerapan Sistem Nilai Semester yang sangat mempengaruhi kelancaran studinya.

4.Memberikan laporan tentang pelaksanaan arahan tersebut kepada aktivis penasehat akademik (Manajer Mahalum) minimal setiap akhir semester.



8. Mekanisme Umpan Mengsol Mahasiswa dengan Staf Akademik

Takdirnya ada mahasiswa nan menghadapi permasalahan terkait dengan satu mata bimbing tertentu, maka langkah-awalan nan boleh dilakukan adalah :

  1. Mahasiswa membincangkan dengan Penasehat Akademik.
  2. Penasehat Akademik mengusulkan agar mahasiswa melapor ke Koordinator ain didik alias mahasiswa yang bersangkutan berhubungan refleks dengan kordinator mata pelihara.

Apabila mahasiswa enggak melapor ke koordinator netra ajar, maka Penasehat Akademiknya yang akan melapor ke Koordinator mata ajar.

  1. Koordinator mata pelihara melapor ke Komandan Programa Pendalaman

Ketua Program Studi akan mengambil keputusan. Seandainya keputusan tersebut tidak bisa dituruti oleh mahasiswa, maka Superior Programa Studi akan melaporkan permasalahan tersebut ke Wakil Dekan Bidang Pendidikan cak bagi dibahas lebih lanjut.








Source: https://asriportal.com/apa-yang-dimaksud-bimdomain_7an-dan-konseling/