Berkatnewstv Pelajar Smp Di Pontianak

Pengacara korban, Fety Rahmah Wardani saat sedang menjaga korban yang tergolek lemas di Rumah Linu. Foto: Ico


Pontianak, BerkatnewsTV
. Nasib cacat berbintang terang dialami maka dari itu Ay (14), siswi SMP yang menjadi korban penindasan dan pengeroyokan 12 makhluk pelajar heterogen SMA di Daerah tingkat Pontianak.

Masalah ini dipicu dari saling sindir korban dengan pelaku di whatsapp. Pengacara bulan-bulanan, Fety Rahmah Wardani mengatakan bahwa situasi ini mulai sejak pada 29 Maret 2022 kemarin, dimana korban diajak keluar oleh salah satu pegiat bernama Da untuk membantu mengawinkan dirinya dan ayunda target.

“Semua pekerja ialah saingan-teman kakaknya, mereka memperalat alamat ini untuk memancing kakaknya keluar berbunga rumah dengan kaidah menjemput incaran pecah rumah neneknya di Jl. Cendrawasih sekitar jam 14.00,” jelasnya saat ditemui BerkatnewsTV di RS Promedika, Minggu (7/4).

Lewat para korban (Ay dan Po) digiring di tempat sirep di belakang Aneka Pesanggrahan Jl. Sulawesi. Kemudian setelah dikompori maka dari itu salah satu kacang miang, SF maka terjadilah duel antara pelaku Da dan empok korban, Po.

Padahal incaran digilir makanya tiga orang yang mengerjakan pengeroyokan, nan pertama NN akan sahaja objek masih kaya menyamai dan tarik urat, lalu pelaku dibantu TP dan FC.

“Para pekerja membenturkan bos korban dengan belangkin, habis menerjang perut korban berkali-kali, serta dilakukan pencekikan dan penyiraman dengan air secara bergantian. Dan wajah korban ditendang dengan galang dolok sehingga terjadi pendarahan dalam indra incaran serta di kepala ada benjolan dan kebanyakan luka dalam,” lanjutnya.

Fety menambahkan salah suatu pelaku (Tr) mencoba mengamalkan pencolokan terhadap kemaluan objek menggunakan jari yang diduga bikin membuat korban bukan perawan pula dan saat ini menimbulkan pembengkakkan di area kewanitaan korban.

“Pada intinya Ay tidak mengenal para pelaku dan tidak mengetahui apa gerendel permasalahannya. Sememangnya sempat dilakukan mediasi pada tanggal 5 April kemarin, tetapi tak ada itikad baik dari para pelaku bahkan bakal meminta magfirah sahaja tidak terserah, terlebih mereka cengengesan,” ucapnya dengan nada kesal.

Berpokok 12 pelaku, 8 orang lainnya doang menonton kejadian tersebut dan bukan cak semau inisiatif buat melerai.

“Kami akan tetap berbuat penuntutan sampai selesai malah sampai ke pengadilan dan sidang, dan kami ingin anak-anak ini dihukum seberat-beratnya karena korban mengalami sakit nan berat baik fisik maupun psikologis, kasus ini akan kami angkat hingga selesai, apalagi kasus ini sudah menyentuh Jakarta dan tidak ada kata damai,” tegasnya. (ico)

Source: https://berkatnewstv.com/2019/04/07/pelajar-smp-di-pontianak-dianiaya-dan-dikeroyok-pelajar-sma/