Berbagi Dan Belajar Rangkuman Materi Un Ipa Smp Fisika

(1)

Rangkuman Materi

UJIAN NASIONAL

Periode Tuntunan 2022/2013

Disusun Berdasarkan Topik Materi Masing-masing Gerbang

Ilmu Kenyataan Pataka SMP

(Fisika, Kimia, dan Biologi)

Distributed by :

(2)

(3)

1

Total dan

Satuan

A. BESARAN

Besaran
adalah segala sesuatu yang bisa diukur dan dinyatakan dengan nilai.

1. Kuantitas Kiat

Besaran ki akal
adalah besaran yang eceran-nya mutakadim ditetapkan terlebih terlampau dan tidak diturunkan pecah besaran lain.

No
Besaran Resep
Satuan

1. Panjang meter (m)

2. Massa kilogram (kg)

3. Waktu sekon (s)

4. Suhu kelvin (K)

5. Kuat revolusi ampere (A)

6. Kebulatan hati cuaca candela (Cd)

7. Kuantitas unsur mol

2. Total Turunan

Besaran turunan
adalah besaran yang ditu-runkan berasal satu atau bertambah besaran taktik.

No.
Besaran

cucu adam
Bunyi bahasa
Ketengan

1. Luas A m2

2. Kecepatan v m/s

3. Piutang V m3

4. Tekanan P Horizon/m2

5. Tren F Cakrawala = kg/ms2

6. Usaha W J = Nm

7. Percepatan a m/s2

8. Massa jenis kg/m3

B. SISTEM Rincih

Rincih
ialah sesuatu yang digunakan se-bagai pembanding dalam pengukuran.

Pengukuran
adalah membandingkan suatu besaran, yang diukur dengan besaran seje-nis yang dipakai sebagai satuan.

Sistem Ketengan Dunia semesta
(Si) yakni sis-tem runcitruncit nan berlaku secara internasional. Sistem Eceran Sejagat terbagi menjadi 2 keberagaman.

1. Sistem MKS (Meter, Kilogram, Sekon) 2. Sistem CGS (Centimeter, Gram, Sekon)

No.
Kuantitas
Asongan Jagat rat

MKS
CGS

1. Pangkat meter (m) centimeter (cm) 2. Agregat kilogram (kg) gram (gr)

3. Periode sekon (s) sekon (s)

4. Gaya newton (T) dyne

5. Aksi joule (J) erg

6. Kelajuan m/s cm/s

7. Massa jenis kg/m3
gr/cm3

8. Percepatan m/s2
cm/s2

(4)

C. Perangkat UKUR

1. Alat Ukur Tingkatan

Alat ukur
Ketelitian

Bilah 1 mm

Rol meter 1 mm Jangka sorong 0,1 mm Mikrometer sekrup 0,01 mm

Rahang patuh atas

Rahang konstan radiks

Rahang sorong atas

Rahang sorong bawah

Skala nonius Skala terdahulu

Jangka sorong

Landasan
Sekrup

Timbang

Besikal bergerigi

Lengan mikrometer Bingkai

Mikrometer sekrup

2. Alat Ukur Massa

Alat ukur konglomerasi dapat menggunakan
neraca. Berusul bervariasi varietas neraca, di antaranya adalah neraca batang yang disebut
neraca o’hauss.

3. Alat Ukur Waktu

Untuk mengukur waktu digunakan jam atau

stopwatch.

4. Instrumen Ukur Suhu

Untuk mengukur suhu digunakan termometer.


Ideal:

Tulangtulangan di bawah ini menunjukkan hasil pengu-kuran tebal sebuah pelo kayu dengan menggu-nakan mikrometer sekrup.

Neraca terdepan

Selubung luar

Deras pelo tersebut adalah….

Jawab:

Baplang cadel merupakan sebagai berikut:

Angka yang cak semau pada skala utama menun-jukkan
4,5 mm.

Pada kelumun asing yang berimpit dengan nisbah terdepan terbaca:

20 0,01 mm = 0,20 mm×

(5)

2

Suhu dan

Pemuaian

A. SUHU

Temperatur
adalah besaran yang menyatakan derajat panas dan dingin satu benda.

1. Alat Ukur Master

Instrumen bagi suhu ialah
termometer. Cak semau 2 tipe termometer, merupakan termo-meter berilmu alkohol dan air raksa.

RAKSA
ALKOHOL
adv amat mungil karena pemuaiannya layak lautan,

• harganya murah, • titik bekunya ren-dah, yaitu –112 °C.

KERUGIAN

• harganya mahal, • tidak dapat membubuhi cap-sehingga tidak bisa menyukat suhu tinggi,

• tidak berwarna se-hingga rumpil dilihat, • membasahi dinding.

2. Jenis–jenis Termometer Air raksa

a. Celcius (C) c. Fahrenheit (F) b. Reamur (R) d. Kelvin (K)

Penetapan Skala Bilang Jenis Termometer
Celcius
Reamur
Fahrenheit
Kelvin
Bintik

Berasal rasio pada tabel di atas diperoleh: Termometer Celcius dan Kelvin mempunyai skala yang sama, yaitu 100o. Oleh karena itu:

K = C + 273

Termometer Six–Bellani:
untuk mengukur suhu teratas dan terendah di satu tempat. Ciri–ciri:

(6)

menggunakan zat muai alkohol dan raksa. Dilengkapi dua keping baja sebagai indikator skala,

disediakan besi sembrani tetap, cak bagi menarik keping baja turun melekat puas raksa.

Termometer Klinis: termometer yang digu-nakan untuk menimbang temperatur raga cucu adam. Ciri–ciri:

skala ukur hanya 35 °C – 42 °C, menggunakan zat muai raksa (Hg), pada rengkung termometernya terdapat episode yang disempitkan,

untuk menimbangi raksa ke privat tendon, termometer harus diguncang– guncangkan malar-malar lewat,

belaka bisa mengukur suhu termulia se-hingga disebut
termometer maksimum.

B. PEMUAIAN

1. Muai Panjang

Koeisien muai tahapan zat
adalah garis hidup nan menyatakan pertambahan jenjang tiap eceran panjang suhu zat itu dinaikkan 1 °C.

Rumus:

∆L = L0
. a . ∆T

dengan ∆L = Lt– L0
dan ∆T = Tepi langit – T0. Diperoleh:

Lt
= L0
+ L0
. a . ∆Kaki langit

2. Muai Luas
Rumus:

∆A = A0
. b . ∆N

dengan ∆A = Ahorizon– A0
dan ∆Cakrawala = V – T0. Diperoleh:

At
= A0
+ A0
. b . ∆T

3. Muai Piutang (Ulas)

Koeisien muai ulas suatu zat
adalah bilan-gan yang menyatakan pertambahan debit tiap asongan piutang bila suhu zat itu dinaikkan 1

°C.

Rumus:

∆V = V0
. g . ∆Tepi langit

dengan ∆V = V – V0
dan ∆Lengkung langit = T – T0. Diperoleh:

Vt
= V0
+ V0
. g . ∆T

Keterangan:

L0 = panjang mula–mula (m, cm),

Lt = panjang akhir (m, cm),

∆L = kenaikan panjang benda, T0 = suhu mula–mula (°C),

Horizon = guru akhir (°C),

∆T = perubahan master (°C),

a = koeisien muai hierarki (°C–1),

Ao = luas mula–mula,

At = luas sesudah dipanasi,

β = koeisien muai luas,

V0 = volume mula–mula (m 3),

Vt = volume pengunci (m 3),

γ = koeisien muai tagihan,

2

(7)

4. Muai Gas

Jika zat tabun dipanaskan, maka hanya mem-punyai muai urat kayu sekadar.
Gay–Lussac
men-emukan bahwa koeisien muai gas besarnya:

udara murni o 1

a. Pemanasan asap pada tekanan tetap ∆

b. Pemanasan gas sreg volume konsisten ∆

V0
= piutang gas mula–mula (sebelum dipanaskan), Vlengkung langit
= volume gas sehabis dipanaskan,

P0
= tekanan mula–mula,

1. Faiz mengukur suhu air dengan termometer proporsi Fahrenheit dan menunjukkan biji 41°F. Berapakah guru tersebut bila din-yatakan privat: neraca Celcius,

Jawab:
peng, luasnya mula–mula 50 cm2, pada guru

40 °C. Kemudian besi tersebut dipanas-cerek sampai temperatur 80 °C. Jika koeisien metal 0,000011/°C, berapakah luasnya sekarang?

(8)

3

Zat dan

Wujudnya

A. WUJUD ZAT

Ciri-ciri
Rancangan anasir

Zat padat

– gaya tarik menarik antar-partikelnya suntuk kuat, – letak molekulnya saling menempel dan teratur, – mode partikelnya sangat

belangkin-batas (bergetar di tempat), – bentuk dan volumenya tetap.

Zat larutan

– gaya tarik menjujut antar-partikelnya tidak begitu awet, – letak molekulnya agak

berparak,

– tendensi partikel dapat berpin-dah tempat, tetapi bukan mudah meninggalkan kelompoknya, – bentuk berubah–tukar,

tetapi volumenya tetap.

Zat gas

– gaya tarik menarik antarpar-tikelnya tidak begitu kuat, – letak molekulnya bercerai, – kecenderungan zarah boleh

berpin-dah wadah, cuma tidak mudah meninggalkan kelompoknya, – bentuk berubah–silih,

semata-mata volumenya konstan.

B. Pertukaran WUJUD ZAT

1. Perubahan Fisika

Persilihan isika
merupakan perubahan zat yang tidak menyebabkan terjadinya zat diversifikasi yunior. Lengkap: es melebur, air menjadi uap.

Skema Perubahan Wujud

Padat

Cair
Gas

Musnah Mengembun

Membeku

Melumer

Menyublim

Deposisi

Memerlukan kalor
Memperlainkan kalor
Padat menjadi cair Cair menjadi padat Hancuran menjadi gas Tabun menjadi padat Padat menjadi gas Gas menjadi cair

2. Perlintasan Kimia

Perubahan kimia
merupakan perubahan zat yang menyebabkan terjadinya zat baru

Konseptual: kayu terbakar menghasilkan api, arang, dan debu.

C. GAYA ANTARPARTIKEL

Ketertarikan
adalah gaya tarik menarik antara dua partikel yang sejenis.

(9)

a. Miniskus Cekung

Miniskus konkaf
merupakan buram sengkang permukaan zat larutan yang sebagaimana wulan akhir. Contoh: bentuk penampang permukaan air dalam tabung reaksi.

b. Miniskus Cembung

Miniskus cembung
merupakan buram garis tengah permukaan zat cair yang seperti wulan cerut. Contoh: bentuk diameter parasan raksa kerumahtanggaan silinder.

c. Kapilaritas

Kapilaritas
merupakan naiknya zat cair melalui lu-seruan salat yang sempit (pipa kapiler).

D. Konglomerasi Tipe

1. Massa Jenis ( )

Massa jenis
suatu zat ialah massa saban sa-tuan volume zat tersebut.

Rumus:

ρ = m V

2. Massa Diversifikasi Relatif (

relatif)

Komposit spesies relatif
yakni perbandingan mas-sa jenis satu benda dengan masmas-sa jenis air.

Rumus:

3. Massa Macam Campuran
Rumus:

Tabel konglomerasi jenis (r) beberapa zat dengan

standar Sang dan CGS

Nama zat Massa jenis dalam satuan SI (kg/m3)
CGS (gr/m3)

macam zat B 3 gr/cm3. Berapakah massa macam

paduan?

(10)

Diketahui: mA
= 500 gr, mB
= 800 gr,

2. Perhatikan proses pengukuran volume bencana berikut!

Ketika batu dimasukkan ke intern beling berpan-curan, air nan terdesak batu keluar cangklong dan ditampung pada gelas dimensi apabila massa provokasi 330 gram, maka mas-sa jenisnya adalah ….

Jawab:

V
= debit alai-belai

= volume air nan terpaksa= 30 cm3

m
= 330 gram

Kalor:
energi yang diterima atau dilepaskan oleh sebuah benda. Panas api berpindah secara alamiah semenjak benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Satuan kalor:
kalori atau joule. Satu kalori adalah banyaknya kalor nan diperlukan bakal me-manaskan 1 gr air sehingga suhunya naik 1 °C.

1 kilokalori = 4,186 × 103
joule = 4,2
×
10
3
joule

1 kal = 4,2 joule 1 joule = 0,24 kalori

Kalor jenis
suatu zat adalah banyaknya kalor nan diperlukan oleh suatu zat bakal memanjatkan master 1 kg zat itu sebesar 1 °C.

Rumus:

Q = m × c ×∆T

Pengumuman:

c = hangat api jenis ((kal/g °C) atau (joule/kg °C)),

Q = banyaknya kalor yang diperlukan (kalori) atau (joule), m = massa benda (g) atau (kg),

(11)

Tabel kalor jenis beberapa alamat

Daya produksi hangat api: banyaknya panas api yang diper-lukan satu zat cak bagi menaikkan suhu zat 1 °C.

Rumus:

“Banyaknya bahang yang dilepaskan benda

ber-temperatur tingkatan selaras dengan banyaknya kalor yang

masin lidah benda nan bersuhu lebih abnormal.“

Secara matematis dinyatakan dengan rumus:

Qlepas
= Qsambut

Karena Q = m . c . ∆falak, maka:

(m . c . T∆ )lepas
= (m . c . T∆ )sambut

C. Bahang Hancur DAN Kalor UAP

Hangat api peroi: banyaknya kalor yang dibutuhkan lakukan mengubah satu rincih komposit zat padat menjadi larutan lega tutul leburnya.

Bahang peroi es = 80 kl/gr = 80 kkal/kg

L = kalor peroi es (kal/gr, kilokalori/kg).

Kalor mengabu menyebabkan terjadinya perubahan wujud berpokok es menjadi air plong suhu 0 °C. Perhatikan diagram berikut ini!

Q
(k.kal)

Kalor uap: banyaknya kalor yang digunakan bakal menguapkan satu satuan zat puas titik didihnya.

(12)

Rumus:

Q = m × u

Warta:

u = kalor lebur uap (kal/gr, kilokalori/kg).

Perhatikan diagram di bawah ini!

Q
(k.kal)

Horizon
(oC)

0 oC

100 ozonC

Es

Q = m . c . ∆T Q = m . L

Q = m . c . ∆T Q = m . u

Es

Air

Air Uap

D. Hijrah KALOR

1.
Konduksi (hantaran):
perpindahan kalor berpenyakitan-lalui zat padat tanpa disertai pengungsian partikel zat. Ideal: metal yang dipanaskan sreg keseleo satu ujungnya, pada ujung lain-nya lama–kelamaan akan terasa panas juga. 2.
Konveksi (revolusi):
pengungsian panas api melalui

suatu zat cair ataupun asap yang disertai per-pindahan partikel zat tersebut. Komplet: air yang dimasak, konveksi peledak pada sirkulasi udara apartemen, angin laut dan angin darat.

3.
Radiasi (pancaran):
eksodus kalor tan-pa melalui zat perantara. Abstrak: tan-pancaran kilauan surya ke bumi, rambatan bahang dari lampu ke telur–telur pada mesin penetas sederhana.


Teoretis:

Sepotong aluminium yang massanya 150 gr dan suhunya 85 °C, dimasukkan ke internal 75 gr air yang suhunya 15 °C. Jikalau kalor spesies aluminium 0,21 kal/gr °C dan kalor jenis air 1 kal/gr °C, berapakah suhu akhir campuran?

Jawab:

Diketahui: maluminium
= 150 gram, Taluminium
= 85 °C,

caluminium
= 0,21 kal/gr °C,

mair

= 75 gram,

Tair
= 15 °C, cair
= 1 kal/gr °C.

Qlepas = Qterima

Karena suhu aluminium kian tinggi daripada air, maka yang melepaskan kalor yaitu aluminium dan yang menerima kalor adalah air.

mAl× CAl×∆TAl
= mair× Cair×∆Tair

⇔mAl× CAl× (85 – TA) = mair× Cair× (FalakA

– 15) ⇔150 × 0,21 × (85 – CakrawalaA) = 75 × 1 × (UfukA

– 15) ⇔2 × 0,21 × (85 – Tepi langitA) = 1 × 1 (Tepi langitA

– 15) ⇔ 0,42 (85 – NA) = 1 (TA

– 15)

⇔0,42 × 85 – 0,42 × TA
= NA
– 15 ⇔35,7 – 0,42 × TA
= TA
– 15 ⇔35,7 + 15 = TA
+ 0,42 NA
⇔ 50,7 = 1,42 TA

⇔ TA
= 50,7

1, 42

⇔ FalakA= 35,7 °C

(13)

5

Gerak

A. Denotasi GERAK

Gerak
adalah perubahan kursi suatu ben-da terhaben-dap titik acuannya.

Gerak menurut keadaan benda:



gerak yang sebenarnya,


gerak semu.

Gerak menurut bagan lintasan:



gerak literal,


gerak bulat,


gerak parabola,


gerak tidak beraturan.

B. GERAK Literal BERATURAN

Gerak lurus beraturan: gerak suatu benda nan lintasannya berupa garis harfiah dan besar ke-cepatannya setiap saat comar sama ataupun tetap.

1. Kecepatan Tetap
Rumus:

2. Kecepatan Biasanya
Rumus:

v = kelancaran rata-rata (km/jam, m/s), stotal = jarak total yang ditempuh (km, m),

ttotal = waktu besaran (jam, sekon).

C. GERAK Literal BERUBAH BERATURAN

(GLBB)

Gerak literal berubah beraturan: gerak harfiah yang memiliki perubahan kelajuan setiap sekon (percepatan) yang selalu tetap.

Percepatan: pertambahan kelajuan setiap waktu pada benda yang bergerak.
Perlambatan

adalah percepatan yang bernilai negatif.

(14)


Acuan:

1. Perhatikan gambar berikut!

D A

B C

Seorang anak merayap maju di urut-urutan se-perti pada gambar berikut minus mengayuh pedal sepedanya. Varietas gerak literal berubah beraturan (GLBB) yang terjadi pada sepeda ketika melalui pelintasan ….

Jawab:

Jenis gerak verbatim berubah beraturan (GLBB) yang terjadi sreg sepeda, yaitu:

a. Gerak C – D: GLBB diperlambat (kelajuan benda berkurang secara teratur)

b. Gerak A – B: GLBB dipercepat (kecepatan benda makin secara teratur)

2. Kepribadian mengendarai sepeda inisiator dengan kecepatan kukuh 36 km/jam. Jika jarak yang ditempuh Fiil 250 m, berapa lama tahun pertualangan Fiil?

Jawab:

v = 36 km/jam = 36 1.000 m

3600 s

×

= 10m/s, s = 250 m.

`

s v t

250 m 10 m / s t 250 m

lengkung langit 25 s 10 m / s

= ×

⇔ = ×

⇔ = =

6

Mode

A. Pengertian GAYA

Gaya
adalah sesuatu yang bisa menyebabkan terjadinya perlintasan kecepatan dan perubahan rancangan satu benda. Alat untuk mode disebut
neraca pegas
ataupun
dinamometer.

– ketengan gaya = newton atau dyne, – 1 newton = 1 kg m/s2,

– 1 dyne = 1 gr cm/s2,

– 1 newton = 105
dyne.

Rumus:

F = m × a

Keterangan:

F = gaya (newton atau dyne), m = massa benda (kg ataupun gr), a = percepatan (m/s2
maupun cm/s
2).
1. Gaya Sentuh

Gaya sentuh: kecondongan yang mempengaruhi benda dengan prinsip bersentuhan langsung dengan benda tersebut. Abstrak: gaya urat.

2. Gaya Tak Sentuh

(15)

B. RESULTAN GAYA

Kecenderungan yang arahnya selevel dapat diganti dengan sebuah gaya yang nilainya setolok dengan kuantitas kedua gaya. Gaya pemindah itu disebut
resultan

gaya
yang dilambangkan dengan R.

1. Tren Sejajar dan Sehaluan

F1

F2

Resultan gaya nan sebabat dan sepikiran

R = F1
+ F2

2. Gaya Sejajar dan Inkompatibel Arah

F2
F1

Resultan tendensi yang sejajar dan berlawanan arah

R = F1
– F2

3. Gaya Silih Tegak Lurus

F2

F1

Resultan tendensi saling berdiri harfiah

2 2

1 2

R= F +F


Contoh:

Empat buah gaya bekerja pada balok, begitu juga rajah di bawah ini. Lautan dan arah resultan gaya dari gaya-tendensi tersebut adalah ….

400 N 200 N

300 Lengkung langit 500 Tepi langit

Jawab:

(500 400) (300 200)

900 500 400

kanan
kiri

R
F
F

N

= +

= + − +

= − =

Tera positif menunjukkan sisi resultan kecenderungan ke kanan.

C. Gaya BERAT DAN BERAT JENIS BENDA

Kecondongan langka
adalah besaran tendensi gravitasi yang bekerja puas benda. Hubungan antara konglomerasi benda dan beratnya merupakan:

1. semakin samudra konglomerat benda, semakin samudra pula beratnya,

2. perbandingan antara berat benda dan komposit benda condong tetap.

Rumus:

w = m . g

Keterangan:

(16)

Selit belit spesies
yakni perbandingan berat dan vo-lume benda.

Rumus:

w S

V

= S . g= ρ

Pengetahuan:

S = jarang jenis benda (Tepi langit/m3),

r = massa varietas benda (kg/m3),

g = percepatan gaya tarik bumi (m/s2),

V = volume benda.


Contoh:

Sebuah benda beratnya 250 Tepi langit dan volumenya 5 m3. Berapakah berat keberagaman benda? Apabila

per-cepatan gravitasi bumi 9,8 m/s2, berapakah

mas-sa macam benda?

Jawab:

Diketahui: w = 250 N, V = 5 m3, g= 9,8 m/s2.

a. S = w

V = 3

250 N

5 m = 50 N/m

3

b. S = . g, maka diperoleh:

r = S

g = 3

250 kg

9,8 m = 25,51 kg/m

3

7

Energi dan

Usaha

A. ENERGI

Energi
adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Dalam satuan Si, energi di-nyatakan dalam joule (J) atau kalori (kal).

1. Bentuk–bentuk Energi

Energi kimia, energi kinetik, energi listrik, energi kalor, energi kilap, energi otot, energi bunyi, energi nuklir, energi potensial.

2. Perubahan Lembaga Energi

a. Energi listrik → energi bahang Ideal: seterika, kompor listrik. b. Energi elektrik → energi cahaya

Contoh: lampu.

c. Energi listrik → energi bunyi Contoh: radio dan lonceng listrik. d. Energi listrik → energi kinetik

Kamil: kipas angin.

3. Sumber–sumber Energi

Sendang energi nan ada di kalimantang banyak sekali jumlahnya, antara tak: matahari, air (air terjun dan gelombang listrik meres air), angin, sisa purba, nuklir/inti zarah.

(17)

a. Energi Kinetik

Energi kinetik: energi yang dimiliki benda yang bergerak.

Rumus:

Ek
= 1 2 m v 2

Keterangan:

Ek
= energi kinetik, m = massa benda (kg),

v = kelancaran gerak benda (m/s2).

b. Energi Potensial

Energi potensial: energi yang dimiliki maka dari itu satu benda karena letak ataupun kursi-nya.

Rumus:

Ep
= m . g . h

Kenyataan:

Ep
= energi potensial (joule), g = akselerasi gravitasi (m/s2),

h = ketinggian (m).

c.

Energi operator

Rumus:

Em
= Ek
+ Ep

Hukum Kekekalan Energi

“Energi tidak dapat dimusnahkan dan

dicip-takan. Energi sahaja dapat berubah tulangtulangan

dari satu bagan ke lembaga yang lain.”


Sempurna:

Seekor kontol terbang pada ketinggian 20 m dengan kecepatan 8 m/s. Jika konglomerasi burung tersebut 0,25 kg, energi mekaniknya yakni ….

Jawab:

Diketahui: h = 20 m, v = 8 m/s, dan m = 0,25 kg.

Em
= Ep
+ Ek
= (m . g . h) + (1
m v
2

2 )

= 0,25 kg.10 m/s2
.20 m + ½ . 0,25 kg . (8 m/s)
2

= 50 joule + 8 joule = 58 joule

B. Usaha

Gerakan
adalah suatu proses nan dilakukan buat me-mindahkan takhta suatu benda.

Rumus:

W = F
.
s

Pemberitahuan:

W = manuver (joule), F = gaya (N), s = jarak perpindahan benda (m).

1. Pesawat Tersisa

Pesawat sederhana: suatu alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan turunan.

a. Tuas (pengungkit)

Muatan Penumpu

Lengan bahara Lengan kuasa

kuasa



Lengan bahara: jarak benda ke penumpu.

(18)

Rumus:
F = tren yang diberikan, Lk
= lengan kuasa (meter).


Konseptual:

Sebuah linggis dipakai kerjakan mendongkel alai-belai yang beratnya 500 Falak. Jika panjang linggis 2,4 m dan lengan barang bawaan 40 cm, berapa gaya kuasa untuk mendongkrak batu itu? Berapa keuntungan mekanisnya?

Gaya kuasa = 100 Cakrawala dan keuntungan mekanis = 5.

Jenis-diversifikasi Tuas

a) Tuas keberagaman purwa. Titik pijakan (T) terletak di antara titik kuasa (K) dan titik tanggung (B). Contoh: gunting, palu, catut, dan tidak–lain. b) Tuas variasi kedua. Titik pikulan (B) terdapat di

antara titik tumpu (T) dan titik kuasa (K). Con-toh: gerobak dorong, pemecah ponten, pembuka vas, dan tidak–enggak.

c) Penyungkit jenis ketiga. Noktah kuasa (K) terdapat di antara bintik tumpu (T) dan bintik kewajiban (B). Teoretis: lengan bawah, jepitan, sekop.

b. Katrol (kerekan)

Katrol

c. Bidang Miring

(19)

Rumus:

w F =h

 Keterangan:

F = gaya (kuasa), w = pelik kewajiban,

 = jenjang pelintasan, h = tinggi bidang miring. Sejumlah pesawat tertinggal yang prinsip ker-janya sebanding dengan bidang benyot, yakni: baji dan sekrup.

d d

Jika r = jemari–jemari sekrup dan d = jarak antara 2 ulir, maka diperoleh keuntungan mekanis sekrup adalah:

π =2 r KM

d

2. Daya

Trik
adalah kelajuan melakukan usaha atau kelancaran memindahkan atau menandai-gubah energi tersebut.

Rumus:

W P

tepi langit = Keterangan:

P = daya (joule/momen, ataupun watt), W = kampanye (joule),

horizon = tahun (sekon atau ketika).

8

Tekanan

A. PENGERTIAN

Tekanan
adalah besarnya mode yang bekerja pada benda tiap eceran luas.

Rumus:

F P

A

=

Butir-butir:

P = tekanan (N/m2
atau Pa/pascal),

F = gaya tekanan (N), A = luas bidang tekanan (m2).

Impitan Hidrostatis (Ph)

Tekanan hidrostatis
adalah tekanan n domestik zat cair yang disebabkan oleh rumit zat itu seorang.

Rumus:

Ph
= r . g . h

Pemberitahuan:

Ph
= tekanan hidrostatis (N/m2, Pa, atm),

r = massa tipe zat hancuran (kg/m3, gr/cm3),

g = gravitasi (9,8 m/s2).

1 Pa = 1 N/m2

(20)


Contoh:

Apabila percepatan gravitasi bumi sebesar 10 m/ s2
dan konglomerasi jenis air 1.000 kg/m
3, tekanan

hi-drostatis yang dialami oleh ikan adalah ….

20

cm

5

0

cm

Pembahasan:

g
= 10 m/s2
= 1000 kg/m3

Ditanyakan:

Ph

(tekanan hidrostatis)?

Jawab:

• Mengejar kebesaran ikan terbit rataan air: h = 50 cm − 30 cm = 30 cm = −0,3 m • Besarnya impitan hidrostatis adalah:

Ph = . g . h = 1000 . 10 . 0,3 = 3000 T/m2

B. Syariat PASCAL

“Kecenderungan yang berkreasi sreg suatu zat cair dalam ru

-ang terkatup, tekanannya diteruskan oleh zat cair

itu ke segala arah dengan sama besar.”

Secara matematis syariat Pascal dituliskan:

1 2

1 2

F F

A = A

Warta:

F1
= gaya tekan lega ira 1 (N), F2
= gaya tekan pada ruang 2 (N), A1
= luas latar pangsa 1 (m2),

A2
= luas permukaan ruang 2 (m2).

Contoh organ nan bekerja berdasarkan hukum Pascal antara lain: dongkrak, jambatan gotong kempa hidrolik, rem hidrolik, pengangkat hidrolik.

C. HUKUM ARCHIMEDES

Benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya

ke dalam zat cair, mengalami gaya ke atas yang

besarnya setara dengan tagihan zat cair

yang dipindahkan.

Rumus:

FA
= rf
× g × Vf

Keterangan:

FA
= kecenderungan ke atas maka itu zat cair (newton),

rf = komposit diversifikasi luida (zat cair) (kg/m

3, gr/m3),

Vf = volume luida nan dipindahkan (volume benda

yang tercelup di dalam luida),

g = gravitasi manjapada (9,8 m/s2).

1. Benda terapung

– komposit jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair tersebut (rb
< ra),

– volume zat cair yang dipindahkan lebih katai daripada volume benda (Vf
< Vb),

(21)

2. Benda berleleran

– konglomerat jenis benda seperti komposit diversifikasi zat cair (rb
= rf),

– volume zat cair yang dipindahkan sama dengan volume benda (Vf
= Vb),

– berat benda sebagai halnya gaya ke atas (wb
= FA).

3. Benda tenggelam

– massa jenis benda lebih raksasa terbit mas-sa jenis zat cair (rb
> rf
),

– volume zat cair nan dipindahkan selaras dengan volume benda (Vf
= Vb),

– berat benda bertambah ki akbar daripada gaya ke atas (wb
> FA).


Terapung


Berlarat-larat


Tenggelam

Contoh penerapan hukum Archimedes, antara lain pada: kapal islam, kapal laut, galangan ka-pal, balon udara, hidrometer (instrumen bakal mengu-kur massa diversifikasi zat larutan), keretek ponton.


Komplet:

Sebuah benda melayang privat air. Jika massa tipe air adalah 1 gr/cm3
dan volume benda 500

cm3, berapakah massa benda tersebut? (g = 9,8

m/s2)

Jawab:

rair
= 1 gr/cm3, V

b = 500 cm

3, g = 9,8m/s2.

Syarat benda melayang ialah wb
= FA⇔ mb
g = f Vf g

⇔ mb= f Vf

Karena berhanyut-hanyut, maka Vf
= Vb, sehingga mb
=
f
Vf
=
f
Vb
= 1 gr/cm3
500 cm
3
= 500 gr

Makara, komposit benda tersebut adalah 500 gram.

D. Tekanan Peledak

Rumus:

P = r × g × h

Keterangan:

P = impitan awan (atm, N/m2, Pa),

r = massa jenis zat (kg/m3, gr/m3),

g = gravitasi mayapada (9,8 m/s2
alias 10 m/s
2),

h = tangga zat enceran (m, cm). 1 atm = 76 cm Hg,

1 atm = 1,013 × 105
Pa

rair raksa = 13.600 kg/m 3,

rudara = 1,3 kg/m 3,

1 newton = 1 kg m/s2.

Impitan udara luar diukur dengan alat yang disebut
barometer
. Ada 2 macam barometer yang biasa digunakan
barometer raksa,

baro-meter aneroid.

Hasil percobaan diperoleh:

(22)

Impitan mega dalam ruang tertutup diukur de-ngan instrumen yang disebut
manometer.

a. Manometer Raksa Terbuka

Pgas
> Ppeledak, maka Pgas
= Pgegana

+ h

h = perbandingan tinggi raksa pada kedua kaki menometer.

b. Manometer Raksa Terlayang

Tekanan gas privat pangsa terlayang diukur

h1
= tinggi ruangan gegana sebelum manometer digunakan,

h2
= jenjang kolom udara detik manometer di-gunakan,

c. Manometer Logam

Tekanan gas dalam ruang terlayang, besarnya dapat dilihat secara langsung pada skala yang terdapat dalam instrumen ukur.

E. Hukum BOYLE

“Hasil kelihatannya tekanan peledak dan tagihan suatu gas

n domestik ruang tertutup merupakan konstan, asal master gas

itu tetap.”

Di n domestik sebuah pangsa tertutup nan volumenya 200 cm3, terletak udara dengan tekanan 2 atm.

Seandainya ruangan tersebut diperkecil volumenya membubuhi cap-jadi 50 cm3
pada suhu tetap, berapakah impitan

udara kerumahtanggaan ruang terkatup?

Jawab:

(23)

9

Getaran dan

Gelombang listrik

A. GETARAN

Getaran
adalah gerakan suatu benda di sekitar noktah keseimbangannya pada lintasan teguh. Suatu benda dikatakan bergetar bila benda itu bersirkulasi bolak–pesong secara berkala melalui titik kesamarataan.

Sejumlah pola getaran antara tidak: a. senar gitar nan dipetik,

b. bandul jam tembok yang sedang bergoyang, c. ayunan anak–anak yang madya dimainkan,

A

A A

B

Titik-titik kesamarataan pada getaran pegas, bilah, dan pemberat.

Titik keseimbangan getaran pada pegas adalah O. Tutul keseimbangan pada getaran ujung peng-garis dan anting yaitu B.

Garis yang melintasi titik B dan O pada vibrasi

ujung penggaris
dan
lenggang
ialah
garis

kes-eimbangan.

– Jarak antara benda yang bergetar dengan tutul (garis) keseimbangannya disebut
simpangan.

– Simpangan terbesar suatu benda yang ber-getar disebut
amplitudo.

Frekuensi Getaran dan Periode Getaran

Frekuensi renyut
adalah banyaknya vibrasi nan terjadi dalam satu sekon.

Waktu getaran
adalah waktu nan dibutuhkan untuk mengerjakan satu getaran.

=

getaran = 1 f

falak N f

1 T=

Mualamat:

getaran = jumlah getaran,

f = frekuensi (hertz disingkat Hz), t = waktu (s),

T = hari (s).

B. Gelombang

Gelombang
adalah getaran nan merambat. Gelombang yang memerlukan zat cengkau kerumahtanggaan perambatannya disebut
gelombang teknisi.

1. Gelombang Transversal

(24)

2. Gelombang Longitudinal

Gelombang longitudinal
adalah gelombang listrik yang arah getarnya seimbang atau berimpit dengan arah rambatannya.

Model: gelombang bunyi, pegas, gelom-bang lega slinky yang diikatkan kedua ujungnya plong statif kemudian diberi ajukan (getaran) sreg salah satu ujungnya.

Panjang Gelombang elektronik ( )

Panjang gelombang elektronik
adalah jarak yang ditempuh makanya gelombang elektronik privat waktu 1 periode.

simpul kandungan

simpul

simpul

l

Pada gelombang transversal, suatu gelombang elektronik terdiri atas 3 simpul dan 2 nafkah. Jarak antara dua simpul atau dua tembolok yang bersambungan disebut setengah pan-jang gelombang atau ½ .

l

rapatan

regangan regangan rapatan rapatan

Satu gelombang listrik = 1 regangan dan 1 rapatan

Hubungan Antara Panjang Gelombang,

Bidadari-ode, Frekuensi, dan Kelancaran Gelombang
Rumus:

v . f T λ = λ =

Keterangan:

l = panjang gelombang (m), v = kecepatan gelombang listrik (m/s),

N = periode gelombang listrik (sekon atau detik), f = frekuensi gelombang listrik (s–1
atau hertz).


Abstrak:

Sebuah sumber getar mempunyai panjang ge-lombang 17 m detik bergetar di udara, Kalau cepat rambat gelombang elektronik di udara ialah 340 m/s, berapakah periode dan frekuensinya?

Jawab:

Diketahui: l = 17 m dan v = 340 m/s. a. Periode

v T

17 m 1

Falak sekon

v 340 m/s 20

λ =

λ

⇔ = = =

b. Frekuensi

1 1

f 20 Hz

1 Horizon

sekon

20

(25)

10

Bunyi

A. GELOMBANG Obstulen

– Obstulen dihasilkan oleh satu getar. – Bunyi yakni gelombang elektronik mekanik. – Medium perambatan bunyi bisa nyata zat

padat, zat enceran, dan asap.

– Obstulen meluas lebih cepat plong medium zat padat dibandingkan pada medium zat enceran dan gas.

– Bunyi tidak terdengar pada ruang nihil.

Syarat terjadinya bunyi: adanya sumber bunyi, adanya zat antara atau menengah, adanya pene-rima di sekitar bunyi.

Kuat obstulen dipengaruhi oleh amplitudo dan jarak sendang bunyi dari penerima.

– Semakin besar amplitudonya, semakin kuat obstulen nan terdengar, seperti mana sebaliknya. – Semakin dempang mustami dari sendang

bu-nyi, semakin kuat bunyi itu terdengar, begitu juga sebaliknya.

Kekerapan bunyi terbagi menjadi 3 macam. 1. Infrasonik (< 20 Hz).

Belaka dapat didengar oleh beberapa bina-tang seperti: lumba–lumba, anjing.

2. Audiosonik (20–20.000 Hz) Dapat didengar maka dari itu makhluk. 3. Ultrasonik (> 20.000 Hz)

Dapat didengar kelelawar.

Cepat Rambat Bunyi

Rumus:

s v

t

= atau v T λ =

Keterangan:

v = cepat rambat obstulen (m/s),

l = panjang gelombang listrik bunyi (m), Ufuk = periode bunyi (sekon),

s = jarak sumur bunyi terhadap mustami (m), falak = waktu restitusi bunyi (s).

Intensitas bunyi: besaran nan menyatakan berapa segara daya bunyi tiap satu runcitruncit luas. Satuan kesungguhan bunyi: watt/m2
atau W/m
2.

Ketekunan bunyi bergantung pada amplitudo sum-ber bunyi dan jarak pendengar dengan sumsum-ber bunyi. Semakin samudra amplitudo sumber obstulen, semakin besar intensitasnya, dan semakin jauh pendengar semenjak sumber bunyi, akan semakin ke-cil intensitas obstulen nan terdengar.

B. NADA



Irama: bunyi yang frekuensinya beraturan.



Desah: bunyi yang frekuensinya tidak koheren.

(26)

C. Hukum MERSENNE

Menurut hukum Mersenne, frekuensi senar (f): – berbanding menyungsang dengan panjang senar ( ), – berbanding terbalik dengan akar luas

penam-pang senar (A),

– berbanding menjengkelit dengan akar tunjang massa jenis korban senar (r),

– sebanding dengan akar tegangan senar (F).

Rumus:

1 F f

2 A

= ρ

 atau

1 F f

2 m ×

= 

Wara-wara: m = massa senar (kg)

Bakal nisbah kekerapan dua buah senar, bertindak:

1 2 1 2 2

2 1 2 1 1

f F A

f F A

ρ

= = = =

ρ

 

D. RESONANSI

Resonansi sebuah benda akan terjadi jika benda

tersebut memiliki frekuensi sebagaimana benda

yang lain yang sedang bergetar.

Rumus terjadinya resonansi:

L (2n 1) 4 λ

= −

Pengumuman:

L = panjang kolom udara (cm), n = 1, 2, 3, … ,

n = 1 kalau terjadi resonansi mula-mula, n = 2 takdirnya terjadi resonansi kedua, dst.

E. HUBUNGAN CEPAT RAMBAT BUNYI DENGAN

SUHU

Rumus:

V2
= V1
+ 0,6T

Keterangan:

V1
= kecepatan bunyi lega awal (cm/s, m/s), V2
= kepantasan bunyi pada hawa kedua (cm/s, m/s),

Falak = perubahan suhu (kenaikan suhu) (°C).

Cepat rambat bunyi di udara lega suhu 0°C = 332 m/s

Eskalasi kelajuan bunyi di peledak = 0,6 m/s °C

F. PEMANTULAN BUNYI

Tipe–jenis obstulen pantul adalah:

1. Obstulen pantul yang memperkuat bunyi salih

2. Gaung
ataupun
kerdam: bunyi pantul nan menclok-nya hadatang-nya sebagian ataupun bersamaan dengan obstulen tahir sehingga bunyi sejati menjadi tidak jelas.

(27)

Obstulen pantul dapat digunakan kerjakan mengukur kedalaman laut dan jenjang lorong.

Kerjakan mengukur kedalaman laut digunakan ru-mus:

v ufuk h

2 × = Proklamasi:

h = kedalaman laut,

v = kecepatan bunyi di dalam air (m/s), t = waktu bunyi bolak–bengot (s).


Hipotetis:

1. Sepotong senar massanya 62,5 gram dan panjangnya 40 cm, diberi tegangan 6.250 newton. Hitunglah frekuensi nada yang di-hasilkan senar tersebut!

Jawab:

Diketahui: m = 62,5 gr = 0,0625 kg,  = 40 cm = 0,4 m, F = 6.250 newton. Jawab:

f = 1 F

2 m ×

 =

1 6.250 0, 4 2 0, 4 0,0625

× ×

= 1 2.500

0,8 0,0625 = 1

40.000 0,8

= 10 200

8 × = 250 Hz

Jadi, frekuensi yang dihasilkan adalah 250 Hz.

2. Sebuah kapal yang dilengkapi dengan pemancar gelombang sebagai sumber bu-nyi dan sebuah hidrofon seumpama penangkap pantulan obstulen, hendak mengukur kedala-man laut. Kalau cepat rambat bunyi di privat air laut ialah 1.500 m/s dan waktu yang dibutuhkan buat bolak–balik yaitu 0,5 sekon. Berapakah kedalaman laut tersebut?

Jawab:

Diketahui: v = 1.500 m/s dan t = 0,5 s.

h =v t

2 ×

= 1.500 m/s 0,5 s

2 ×

= 750 m

2 = 375 m.

(28)

11

Cahaya dan

Optik

A. Adat–SIFAT Nur

Cahaya
merupakan salah suatu gelombang elektro-magnetik, yang berarti cahaya dapat merambat di dalam ruang hampa udara.

Kecepatan cahaya meluas dalam urat kayu ham-pa mega ialah 3 × 108
m/s

Sifat–aturan pendar antara lain: menjalar lurus, dapat dipantulkan, dapat dibelokkan, boleh di-lenturkan, dapat digabungkan, dapat merambat intern ulas hampa.

B. Model

1. Cermin Datar
Sifat bayangan:

– separas berdiri,

– bersifat mujarad (semu),

– jarak bayangan ke cermin selevel dengan jarak benda ke hipotetis (s = s’),

– tingkatan bayangan sama dengan tinggi benda (h’ = h),

– samudra cerminan sebanding dengan osean benda (M’ = M),

– posisi bayangan (aklimatisasi kanan kiri) berla-wanan dengan bendanya.

Tipe-jenis cerminan:



Bayangan aktual: cerminan nan terjadi karena saling memalang kilap–kilat pantul.



Bayangan mujarad (semu): bayangan nan ter-bintang sartan karena perpotongan perpanjangan kilat pantul.

Jikalau dua buah cermin datar saling mewujudkan tesmak a maka banyaknya bayangan yang ter-bentuk yakni:

360

n 1

a

=

-Keterangan:

lengkung langit = banyaknya bayangan,

a = sudut antara 2 cermin melelapkan.

2. Sempurna Cekung

Seri unik transendental cekung, yaitu:

a. sinar hinggap nan sederajat dengan sumbu utama akan dipantulkan melewati titik fokus utama (F),

b. sinar datang yang melintasi titik fokus terdahulu (F) akan dipantulkan sekelas murang terdepan, c. sinar datang yang melalui titik kurvatur

(M) akan dipantulkan melalui M juga.

a b c

(29)

Sifat paparan nan dibentuk oleh teladan cekung
Ira
Adat

bayangan

Benda ruang III, bayangan

ulas II

konkret, terbalik, diperkecil

Benda ruang II, bayangan

pangsa III

berwujud, terjungkir, diperbesar

Benda urat kayu I, bayangan

ira IV

maya, agak gelap diperbesar

Berpangkal tabulasi di atas, diperoleh pertautan antara ruang benda (Rbenda) dan ruang bayangan (Rbay), yaitu:

Rbenda
+ Rbay
= 5

2. Cermin Jeluk

Sinar–kurat istimewa pada cermin lengkung: a. Pendar hinggap sejajar tali api utama,

dipan-tulkan seolah–olah berasal dari bintik fokus. b. Sinar cak bertengger memfokus fokus, dipantulkan

seja-jar sumbu utama.

c. Cuaca datang menuju jari–ujung tangan M atau sendi kurvatur, dipantulkan melalui M kembali.

A

B a c b

B

M

f
A
f

Sifat cerminan pada cermin relung cak acap maya, tegak, diperkecil. Pada kamil lekuk juga berlaku:

Rbenda
+ Rbay
= 5

Rumus Pembentukan Bayangan dan

Perbe-saran Paparan pada Cermin

Rumus:

o i

1 1 1 2

s +s = =f R

i i

o o

s h

M

s h

(30)

Keterangan:

Sudara murni
= jarak benda mulai sejak konseptual, Si
= jarak bayangan dari cermin, F = jarak fokus dari cermin, R = jari–jari,

M = perbesaran bayangan, ho
= tinggi benda,

hi
= tinggi cerminan.


Contoh:

Sebuah benda diletakkan 30 cm di depan cer-min cembung yang memiliki jarak titik api 15 cm. Hitunglah jarak dan perbesaran cerminan yang terbimbing!

Jawab:

Diketahui: so
= 30 cm dan f = –15 cm. a. Jarak bayangan yang terbimbing

10 cm di birit pola cembung.

b. i

C. PEMBIASAN CAHAYA (REFRAKSI)

Yaitu situasi pembelokkan sisi rambatan ca-haya karena melewati dua medium yang berbe-da kecepatan optiknya.

1. Syariat Snellius untuk Pembiasan

a. Sinar datang, garis lazim, dan sinar distorsi terletak plong suatu latar datar dan bertaut pada satu titik.

b. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat akan dibiaskan cenderung garis normal. Takdirnya sebaliknya akan dibiaskan menjauhi garis konvensional.

2. Indeks Distorsi

Indeks digresi mutlak
(t):

Indeks bias nisbi:

falak

Cn

= cepat rambat cahaya internal madya n1
= indikator digresi menengah 1

n2

= indeks distorsi medium 2

C1
= cepat rambat kilap dalam medium 1

D. LENSA

1. Lensa cekung (Konkaf, Lensa Negatif (–))

Lensa cekung terdiri atas 3 bentuk, yakni
lensa

(31)

(cekung cembung (c)). Kanta cekung memiliki sifat dapat camur cahaya (divergen).

a
b
c

Kilat-sinar istimewa:

Sifat bayangan selalu: maya, tegak.

Apabila Rbenda
< Rbayangan
= bayangan diperbesar.

2. Kanta Cembung (Konveks, Lensa Positif (+))

Lensa cembung terdiri terbit kanta cembung– mungkum (bikonveks
(a)), suryakanta lengkung da-tar (plankonveks
(b)), lensa cekung lengkung (konkaf konveks
(c))

a
b
c

Sinar-sinar istimewa:

Rasam bayangan:

nyata, tersuling à di bokong lensa khayali, diperbesar à di depan lensa

Rumus pada lensa konkaf dan mungkum:

0 i

1 1 1

f =s +s dan

i i

o o

s h

M

s h

= =

Keterangan:

l f positif bagi lensa cembung dan f negatif untuk lensa cekung,

l jarak benda so
positif jika terletak di depan benda, l jarak paparan sang positif jika berada di belakang

lensa.


Kamil:

1. Sebuah lensa konfeks mempunyai jarak fokus 20 cm. Apabila sebuah benda diletakkan 30 cm di depan lensa, tentukanlah:

(32)

Jawab:

c. Aturan cerminan: berupa, terbalik, diperbesar.

2. Cepat rambat cahaya internal suatu cairan yakni 2,5 .108
m/s, berapakah penunjuk bias

cairan tersebut?

Jawab:

– Cepat rambat pendar di ruang nol

c
= 3.108
m/s

– Cepat rambat cahaya privat cairan

cn

= 2,5 .108
m/s

Mata biasa dapat melihat benda dempang dan jauh, hal ini karena mata n kepunyaan daya akomodasi.

1. Kunci kemudahan
adalah kemampuan mata untuk mencembung atau memipihkan len-sanya sesuai dengan jarak benda.

2. Titik intim indra penglihatan (punctum proximum = PP)

adalah jarak terdekat indra penglihatan sehingga benda masih dapat kelihatan dengan jelas dengan dapat melihat jelas benda antara 25 cm sam-pai tidak terbandingkan (~).

Untuk ain normal:

PP = 25 cm, sementara itu PR = (lain terhingga). 5. Cacat indra penglihatan/keburukan pada mata, yakni:

(33)

b. Hipermetropi (rabun karib):
cacat mata yang tidak dapat melihat benda hampir, akhirnya cerminan terbentuk di be-lakang retina, sehingga tertentang abnormal jelas. Penderita hipermetropi dapat dito-long dengan kacamata berwujud (jeluk).

c. Presbiopi (netra renta): cacat mata yang disebabkan menurunnya daya akomo-dasi mata karena usia lanjut. Penderita presbiopi bisa ditolong dengan gelas-mata berlensa rangkap (bifocal).

Rumus:

100 P

PR

=

-1 1 1

f 25 PP

100 P

f

= +

-=

Untuk indra penglihatan miopi

Untuk mata hipermetropi

Keterangan:

P = arti kanta dengan satuan miopi PR = noktah jauh mata

PP = titik dempet netra penjamin

B. LUP (KACA Komandan)

Lup terbuat dari sebuah suryakanta lekuk nan punya jarak fokus tertentu.

Pengamatan dengan lup dapat dilakukan de-ngan dua cara berikut.

1. Mata berakomodasi maksimum.

Perbesaran: M =25 1 f + 2. Mata berakomodasi paling kecil

Perbesaran: M =25 f

C. MIKROSKOP

Mikroskop digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran adv amat katai. Lup terdiri dari 2 suryakanta positif (lensa lengkung).

1. Lensa obyektif: lensa nan berada intim dengan objek.

2. Lensa okuler: lensa yang berada dekat de-ngan mata.

Rumus perbesaran mikroskop:

d = S’ob
+ Sok
ob ok

M M M= × oby ok

oby ok

S’ S’ M

S S

= ×

Deklarasi:

M = perbesaran mikroskop,

(34)

13

Listrik Statis

A. BENDA NETRAL Dapat DIMUATI LISTRIK

Teoretis Atom

Kamil atom
adalah bagian terkecil mulai sejak suatu un-sur yang masih memiliki sifat dari unun-sur itu.

e
e
e

+ +

+
Inti zarah

elektron

proton neutron

– massa proton à mp
= 1,674 × 10–27
kg

– konglomerasi neutron à mtepi langit
= 1,675 × 10–27
kg

– agregat elektron à me
= 9,11 × 10–31
kg

Massa zarah = mp
+ mn
+ me

Muatan Atom dan Macam Muatan Setrum

– Proton bermuatan elektrik positif

à qp
= +1,6 × 10–19
C

– Elektron bermuatan listrik subversif

à qe
= –1,6 × 10–19
C

– Neutron bermuatan listrik bebas

Muatan suatu atom ditentukan oleh jumlah pro-ton dan kuantitas elektron yang dimiliki oleh atom tersebut.

– Atom bermuatan positif, apabila jumlah memihak-ton lebih banyak ketimbang jumlah elektron-nya.

– Elemen bermuatan negatif, apabila jumlah elek-tron lebih banyak ketimbang besaran protonnya. – Unsur tidak bermuatan (bebas), apabila

jum-lah proton sama dengan jumjum-lah elektronnya.

Membagi Bahara Listrik dengan Mandu

Menggosok

Benda
Keterangan
Beban listrik

yang dihasilkan
Plastik digosok dengan kain wol destruktif Ebonit digosok dengan reja sekelat negatif Beling digosok dengan kejai sutra positif Sisir digosok dengan bulu negatif

B. Syariat COULOMB

Tendensi unggut alias tolak-menunda antara

dua benda yang bermuatan listrik adalah

ber-banding verbatim (seber-banding) dengan kewajiban

ma-sing–masing benda dan berbanding menjempalit

de-ngan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut.
l Jika beban sebangsa tolak-menolak

+

q
1
F
1

+

F
2
q
2


F2

q
2

(35)

l Jika muatan berlainan tipe tarik-menggandeng

Dua benda masing–masing bermuatan listrik sebesar +6×10–9
C dan 8
×10–9
C. Keduanya

Kaprikornus, mode tolak-menunda antara kedua benda sama dengan 27 ×10–5
Lengkung langit.

C. MEDAN LISTRIK

Medan listrik
adalah ruangan di sekitar benda bermuatan setrum yang masih dipengaruhi gaya setrum. Bekas listrik dapat dinyatakan sebagai garis–garis gaya dengan arah dan kewajiban posi-tif ke muatan negaposi-tif. Kuat kancah setrum muatan q1
nan didasarkan muatan q2
dapat dinyatakan dengan rumus:

D. POTENSIAL LISTRIK

Potensial listrik
ialah energi potensial listrik per satuan beban elektrik.

(36)

14

Sendang Aliran

Elektrik

Arus listrik dapat dideinisikan sebagai berikut. 1. Arus listrik dideinisikan berdasarkan

molekul-elemen bermuatan listrik kasatmata.

2. Arah diseminasi listrik (arus konvensional) berla-wanan dengan arah peredaran elektron.

3. Sirkulasi listrik bersirkulasi dari titik berpotensial tinggi ke tutul berpotensial rendah.

A. Awet Arus Elektrik

Rumus:

Q I

t

= 1 C = 6,25 ×1018
elektron

Keterangan:

I = kuat arus elektrik (ampere, A), Q = pikulan listrik (coulomb, C), t = selang waktu (sekon, s).

Catatan:

– Alat kerjakan mengukur arus listrik:

ampereme-ter.

– Alat untuk mengukur tegangan elektrik:

voltme-ter.

B. SUMBER Arus Listrik DAN TEGANGAN

LISTRIK

1. Elemen Volta

Zarah volta memperalat pelat tembaga (Cu) sebagai elektroda riil (anoda) dan cadel seng (Zn) sebagai elektroda negatif.

2. Lampu senter (Elemen Sangar)

– Larutan elektrolitnya:
ammonium klorida. – Aki menggunakan larutan tambahan,

yaitu mangan dioksida kering yang di-rampai dengan serbuk karbonium.

– Mangan dioksida berfungsi sebagai

de-polarisator, merupakan mencagar larutan am-monium klorida supaya perputaran elektrik nan dihasilkan dapat bertahan lama.

– Aki tersusun dari jenazah karbon (C) bak anoda dan seng (Zn) laksana katoda.

– Baterai mengubah energi kimia menjadi energi elektrik.

3. Akumulator (Aki)

Baterai terdiri dari anoda yang terbuat dari batang timbal dioksida (PbO2) dan elektroda bangkai imbang (Pb). Hancuran elektrolitnya adalah asam sulfat encer (H2SO4).

C. Tren GERAK Setrum DAN TEGANGAN JEPIT

(37)

baterai lampu busur

saklar

Persaudaraan kerjakan mengukur mode gerak listrik (GGL)


Voltase jepit

adalah selisih potensial antara ujung-ujung sendang arus listrik ketika perigi distribusi mengalirkan sirkuit listrik.

j

V
= − ⋅E
I r
Keterangan:

E = voltase GGL
I = awet sirkuit setrum

r = kendala intern sumber tegangan
Vj


= tegangan jepit


Pola:

12 V; 1 Ω 5 Ω

Tekanan listrik jepit dari kekeluargaan di atas yakni….

Jawab:

= = =

+ +

E 12

I 2 A

R r 5 1

= − = =

jepit

V E I.r 12-2×1 10 V

15

Listrik Dinamis

A. HUKUM OHM

Rumus:


V = I × R

Keterangan:

V = beda potensial maupun tegangan setrum (volt), I = kuat revolusi listrik (ampere),

R = obstruksi (ohm = W).

B. Menakar HAMBATAN LISTRIK

1. Mengukur hambatan elektrik secara serempak Hambatan setrum dapat diukur secara lang-sung dengan menunggangi
multimeter. 2. Mengukur hambatan listrik secara tidak

lang-sung

Hambatan listrik secara tidak langsung bisa diukur dengan menggunakan metode volt-meter–amperemeter pada gambar berikut.

R

-+

(38)

Angka R dapat dihitung dengan:

pembacaan voltmeter V R

pembacaan amperemeter =

Obstruksi Jenis Penghantar (r)

Rumus:

L R

A = ρ

Keterangan:

R = obstruksi kawat,

r = hambatan macam (W meter), L = tangga kawat,

A = luas diameter kawat (m2).


Contoh:

Sepotong telegram panjangnya 2 m mempunyai luas sengkang 6 ×10–7
m
2. Jikalau hambatan

kawat tersebut adalah 3 W, hitunglah obstruksi jenis kawat itu!

Jawab:

Diketahui: L = 2 m, A = 6 × 10–7
m
2, R = 3
W.

R = L

A

ρ ⇔3 W = r× 2 m7
2

6 10 m× −

⇔18 × 10–7
m
2W
=
r
2 m

⇔r =

7 2

18 10 m 2 m

× Ω

= 9×10–7Wm

Jadi, hambatan macam telegram = 9 10–7Wm.

C. Konduktivitas Aliran LISTRIK Satu ZAT

Konduktivitas arus elektrik suatu zat adalah kemam-puan zat itu bakal menghantarkan sirkulasi listrik. Dilihat dari konduktiitas listriknya, zat atau ba -han dibagi menjadi 3 jenis.

1. Bahan konduktor: korban nan mudah meng-hantarkan arus listrik. Contoh: perak, alumi-nium, dan tembaga.

2. Mangsa isolator: bahan nan sukar menghan-tarkan arus elektrik. Hipotetis: karet, plastik, dan kayu.

3. Bahan semikonduktor: bahan yang boleh bertingkah laku kadang–kadang begitu juga kon-duktor dan kadang–kadang seperti mana isolator. Acuan: germanium dan silikon

D. Syariat KIRCHHOFF

Syariat Kirchhoff berbunyi:

“Kuantitas kuat arus yang timbrung ke satu tutul

ca-bang seperti mana total lestari arus nan keluar

dari titik simpang tersebut.“

Secara matematis:

timbrung keluar

I I

∑ =∑


Komplet:

I
1

I
2

I
3

(39)

Takdirnya diketahui:
i1
= 3 A,
i2
=5 A,
i3
=2 A,
i4
=4 A, ten-tukan niali
i5
!

Jawab:

turut keluar

I
I

∑ =∑

i1+ i2= i3
+ i4
+ i5

i5=(i1+ i2) – (i3 +i4)
i5=8 A – 6 A = 2 A

E. Aliansi HAMBATAN LISTRIK

1. Nikah Seri

R
1
R
2

Pada rangkaian rintangan nan disusun cerah, kuat peredaran yang melewati setiap obstruksi merupakan sejajar.

Besarnya hambatan pemindah (RS):

RS
= R1
+ R2
+ R3
+ …+ Rn

2. Susunan Paralel

R1

R
2

Rtepi langit

Segara obstruksi pengalih pecah perpautan paralel dirumuskan:

P 1 2 kaki langit

1 1 1 1

R =R +R + +R

F. Hukum OHM PADA Aliansi Terkatup

R

E
i

r

-+

Hukum Ohm pada rangkaian tertutup

Sreg rangkaian tertutup bermain rumus:

E I

R r =

+

Keterangan:

I = kuat arus setrum (A),

E = selisih potensial ataupun tegangan (volt), R = obstruksi (ohm),

(40)


Cermin:

1. Tiga biji zakar hambatan R1
= 2 W, R2
= 4 W, dan R3
= 12 W disusun secara paralel. Berapakah hambatan penggantinya?

Jawab

Diketahui: R1
= 2 W, R2
= 4 W, R3
= 12 W.

P 1 2 3

P

1 1 1 1 R R R R

1 1 1 2 4 12 10 12 12 R 1,2

10

= + +

= + +

=

= = Ω

2. Sebuah lampu mempunyai hambatan 1,8 W, dihubungkan dengan baterai yang beda po-tensialnya 8 volt. Seandainya rintangan internal bat-erai 0,2 W, berapa arus yang mengalir?

Jawab:

Diketahui: R = 1,8 W, E = 8 volt, r = 0,2

W.

Ditanya: I = …?

Jawab:

I = E

R r+ = 8 1,8 0,2+ =

8

2= 4 ampere

16

Energi dan

Gerendel Listrik

A. ENERGI LISTRIK

1. Persamaan Energi Elektrik

Apabila sebuah penghantar nan hambatan-nya R diberi beda potensial V pada kedua ujungnya sehingga mengalir peredaran sebesar I, maka kerumahtanggaan tahun falak energi yang diserap penghantar tersebut bisa ditentukan den-gan tiga paralelisme berikut.

W = V I t W = I2R horizon

W = 2 V

R
.
cakrawala

Makrifat:

W = energi elektrik (joule), V = tegangan (volt), I = lestari arus (ampere), R = kendala (ohm), falak = waktu (sekon).

2. Konversi Energi Listrik Menjadi Kalor

Alat–alat listrik seperti mana seterika, kompor lis-taktik, ketel lislis-trik, sumbat lislis-gerendel, dan elemen pa-nas yakni perkakas–alat yang memiliki prin-sip kerja yang sama, yaitu mengubah energi listrik menjadi energi hangat api.

W = Q alias V
.
I
.
t = m
.
c
.∆T

Keterangan:

m = massa air (kg), c = panas api jenis (J/kg K),

(41)

B. Rahasia Elektrik

Daya setrum: energi listrik tiap satuan waktu.

Rumus:

W P

t =

Laporan:

P = daya elektrik (J/sekon atau watt), W = energi listrik (joule),

horizon = perian (detik maupun sekon).

Catatan: 1 hp (house power) = 746 watt. Karena energi: W = V . I . kaki langit

Maka rumus–rumus daya (P) yang lain adalah: P = V . I

P = I2. R

P = 2 V

R

Rekening listrik
yakni suatu kerangka surat tagi-han terhadap penggunaan energi elektrik yang dipakai dalam atma kita sehari–hari.

Bikin menghitung besarnya biaya pendayagunaan elektrik, digunakan rumus:

Biaya = energi listrik× tarif per kWh

C. Pergantian ENERGI Elektrik

1. Energi elektrik menjadi energi kalor

Contoh alat yang mengubah energi listrik menjadi energi kalor antara tak:

– seterika listrik, – kompor setrum, – ketel listrik, – sumbat listrik, – atom pemanas.

2. Energi setrum menjadi cahaya

– bola lampu marak, – bola lampu tabung.

3. Energi listrik menjadi energi kinetik

– kipas kilangangin kincir, – blender, – mixer.

4. Penyepuhan sebagai contoh perubahan

energi listrik menjadi energi kimia.

Syarat–syarat penyepuhan adalah: – menunggangi arus elektrik sejalan,

– bahan yang disepuh dipasang andai katode (padanan subversif) dan bulan-bulanan pe-nyepuh dipasang seumpama anode (kutub konkret),

– menunggangi larutan elektrolit (larutan nan dapat mengalirkan arus listrik) yang tepat.

Contoh:

Penyepuhan perak menggunakan: – selaka nitrat (AgNO3),

(42)


Contoh:

1. Sebuah telegram mempunyai kendala 25 W. Jika dialiri listrik 2 A selama 1 jam, berapakah energi memberahikan yang terjadi?

Jawab:

Diketahui: R = 25 W, I = 2 A, kaki langit = 1 jam = 3.600 s. W = I2
.


R


.


t = 2
2
A


.


25
W
.


3.600 s = 360.000 J.

2. Dalam sebuah kondominium terdapat 4 lampu 20 W, 2 bohlam 60 W, dan sebuah TV 60 W. Se-tiap hari dinyalakan 4 jam. Berapakah biaya yang dibayarkan selama 1 bulan (30 hari) jika harga 1 kWh = Rp150,00?

Jawab:

4 bola lampu 20 W à P1
= 4 × 20 W = 80 W, 2 bohlam 60 W à P2
= 2 × 60 W = 120 W, 1 TV 60 W à P3
= 1 × 60 W = 60 W, biaya 1 kWh = Rp. 150,00.

– Sendi total komponen elektrik

Ptot
= P1
+ P2
+ P3
= 80 + 120 + 60 = 260 W – Waktu besaran selama 30 hari bila setiap hari

dinyalakan sepanjang 4 jam:

kaki langit = 30 perian ×4 jam/hari = 120 jam – Energi listrik nan digunakan selama

se-bulan

W = P ×t = (260 watt) (120 jam) = 31.200 watt jam = 31,2 kWh

– Biaya yang harus dibayarkan selama satu bulan

Biaya = energi listrik ×tarif masing-masing kWh = 31,2 kWh × (Rp150,00/kWh) = Rp4.680,00

17

Kemagnetan

Besi berani berasal berpangkal Yunani, yakni
magnesia.

Magnet
merupakan suatu benda yang bisa menarik benda–benda yang terbuat semenjak ferum, kawul, dan besi–besi tertentu.

Penggolongan Benda Bersendikan Sifat

Kemagnetannya

1. Bahan magnetik (ferromagnetik):

bahan yang boleh ditarik maka dari itu magnet dengan cu-kup kuat. Sempurna: besi, nikel, dan rabuk.

2. Bahan nonmagnetik.

a. Paramagnetik: bahan yang hanya sedikit ditarik oleh besi berani. Teladan: kayu, penumbuk-minium, dan platina.

b. Diamagnetik: bahan yang minus ditolak maka itu besi berani kuat. Abstrak: kencana, bis-muth, merkuri.

Bersendikan resan bahan pembentuk magnet, magnet dapat digolongkan menjadi berikut.

1. Besi berani persisten: bahan nan selit belit dijadikan besi sembrani, tetapi pasca- menjadi magnet akan menyimpan kemagnetannya dalam waktu yang lama. Contoh: jamur, akomak, dan kobalt.

(43)

A. Aturan KEMAGNETAN

Sejumlah kebiasaan kemagnetan yang dapat diamati: 1. Besi berani punya dua p versus, yaitu: kutub utara

dan antagonis daksina.

2. Padanan–n partner sejenis akan tolak menolak dan antitesis–kutub tak sepersaudaraan akan tarik menarik. 3. Boleh menggelandang benda besi tertentu.

4. Tren tarik magnet terbesar plong kutubnya.

B. PEMBUATAN Besi sembrani

1. Kaidah Menggosok

kutub-kutub hasil sa-puan

Bahan besi berani dapat dijadikan besi berani de-ngan cara menggosokkan besi berani dede-ngan arah nan senantiasa tidak berubah (sejalan). Ujung pengunci incaran magnet yang digosok akan menjadi kutub yang bertentangan dengan ku-tub magnet nan menggosok (lihat rangka).

2. Pendirian Induksi

Peristiwa layon besi maupun serabut menjadi mag-sauk-sauk karena sebuah magmag-net bakir di dekat-nya (tanpa menyentuh) disebut
induksi

mag-netik.

3. Menggunakan Arus Listrik

Magnet nan dihasilkan dinamakan

elektro-magnet. Guna elektromagnetik merupakan: a. sifat kemagnetannya bisa diperbesar

dengan pendirian melipatkan jumlah lili-tan atau memperbesar arus setrum, b. adat kemagnetannya dapat dihilangkan

dengan kaidah memutuskan arus listrik, dan dapat ditimbulkan kembali dengan cara menggerutu arus listrik,

c. tampin–antagonis magnetnya dapat ditukar dengan cara mengubah arah arus listrik. Untuk memperkuat medan magnetik nan dihasilkan kabel berarus, kawat dapat dililit-kan takhlik puntalan. Rol yang demikian disebut
solenoida.

(44)

baterai jihat arus listrik

arah listrik arah ibu jari menunjukkan kebalikan paksina

baja dimagnetkan
solenoida

tangan kanan

Sifat kemagnetan dapat dihilangkan dengan

cara pemanasan ataupun pemukulan.

C. Wadah MAGNETIK

1. Medan magnetik
yakni daerah di sekitar besi sembrani di mana magnet tidak masih dipenga-ruhi oleh gaya magnet jika diletakkan pada daerah tersebut.

2. Garis gaya magnet
adalah pola garis yang dibentuk oleh tara besi sembrani.

3. Sifat garis kecondongan besi berani adalah:

– garis tren besi sembrani keluar dari rival paksina dan turut ke kutub selatan,

– garis tren magnet bukan pernah berpo-tongan,

– tempat yang mempunyai garis kecenderungan mag-net dapat menunjukkan medan magmag-netik yang kuat dan sebaliknya.

Resan Kemagnetan Bumi

kutub utara geograi

kutub utara besi berani imbangan selatan magnet

jarum kompas

garis gaya magnetik dunia

garis khatulistiwa mayapada

inklinasi 0o

kutub kidul geograi

– Sudut yang dibentuk maka itu jarum kompas den-gan sisi lor–kidul sebenarnya disebut sudut
deklinasi.

– Sudut yang dibentuk oleh arena magnetik dunia dengan garis mengufuk dinamakan kacamata
inklinasi.

Rasam Jab Tangan Kanan

“Bila benang tembaga berarus listrik digenggam dengan ta-ngan kanan sedemikian sehingga arah arus sama dengan arah ibu jari, maka arah tempat besi berani sependapat dengan arah genggaman deriji yang enggak.”

sirkulasi elektrik

(45)

Percobaan Oersted

a. Semakin jauh dari kawat berarus, semakin kecil kuat medan magnetnya.

b. Semakin osean kuat arusnya, semakin lestari medan magnetnya.

D. GAYA LORENTZ

Besar gaya Lorentz boleh ditentukan dengan:

F = B × I × L

Kabar:

F = mode Lorentz (newton), B = langgeng medan besi berani (tesla), I = lestari arus elektrik (ampere),

L = janjang kawat penghantar (meter).

Jihat gaya Lorentz boleh ditentukan dengan

I

B

F

Keterangan:

I

= ibu jari menunjukkan sebelah arus elektrik,

B

= jari telunjuk menunjukkan jihat medan magnetik,
F

= jari perdua menunjukkan

arah


Contoh:

1. Kaca yang digosok dengan kain lajak dapat bermuatan positif, karena ….

A. elektron berpindah bermula kain sutra ke beling B. elektron berpindah dari kaca ke lungsin C. proton berpindah bersumber kaca ke cemping sutra D. proton berpindah berusul kain sutra ke kaca

Jawab:

Sebelum kaca digosok dengan kejai lembar, keduanya tidak bermuatan listrik. Setelah kaca digosok dengan kain untai maka
kaca

bermuatan aktual. Hal ini disebabkan oleh: a. elektron berpindah terbit kaca ke cemping

sutra,

b. karet sutra khasiat elektron, sehingga kain makao bermuatan negatif.

Catatan:
elektron bisa berpindah berpunca

ben-da satu ke benben-da yang tak, seben-dangkan

pro-ton dan neutron tak dapat berpindah.

Jawaban: B. elektron berpindah dari kaca ke

sutra

2. Satu telegram lurus panjangnya 10 cm dialiri arus 5 ampere. Jika kawat tersebut rani ruangan medan magnetik sebesar 16 Wb/m2,

kecenderungan lorentz maksimum yang bekerja pada kawat tersebut adalah…

Jawab:

(46)

18

Induksi

Elektromagnetik

A. Kecondongan GERAK Listrik INDUKSI

Michael Faraday menjelaskan bahwa:

“Gaya gerak listrik induksi (ggl induksi) akan

unjuk bila kumparan merenda garis mode

magnetik yang jumlahnya berubah.“

magnet tutup mulut

arus mengalir

tidak ada sirkuit

arus mengalir ke arah anti magnet digerakkan

ke dalam

besi berani digerakkan ke luar

Kecondongan gerak listrik induksi

GGL induksi yang timbul pada ujung–ujung gelendong bergantung sreg tiga faktor sebagai berikut.

1. Kuantitas puntalan lilitan. Semakin banyak lempoyan gelung, semakin besar ggl induksi yang timbul.

2. Kecepatan keluar masuk magnet pecah dan ke dalam kumparan. Semakin cepat magnet dimasukkan dan dikeluarkan terbit kumparan, semakin raksasa ggl induksi yang kulur sreg ujung–ujung kumparan.

3. Kekuatan magnet layon yang digunakan. Semakin kuat besi sembrani layon yang diguna-kan, semakin lautan ggl induksi nan timbul.

Di samping dengan menggerakkan magnet ke dalam ataupun ke luar lilitan, kecondongan gerak listrik induksi juga bisa ditimbulkan dengan cara: 1. memutar magnet kunarpa di dekat rol, 2. mengarau gelung di hampir magnet batang, 3. memutushubungkan arus listrik plong

kum-paran primer sehingga terjadi arus induksi pada gelung sekunder.

Beberapa sumber arus dan peralatan yang menggunakan percobaan Faraday ibarat dasarnya adalah AC, pengobar DC, dinamo, dan transformator.

Generator

Yaitu mesin yang mengubah energi kinetik men-kaprikornus energi listrik (kebalikan dari motor).

1. Pembangkit arus bolak–balik (pengobar AC), disebut juga alternator.

Source: https://123dok.com/document/q05k03vy-rangkuman-materi-un-ipa-smp-fisika-biologi-kimia.html