Berapa Mata Pelajaran Dalam Ujian Smp

5 Ideal Bacaan Negosiasi Beserta Jenis & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10


Contoh Teks Negosiasi

Silakan, lihat arketipe referensi negosiasi beserta penjelasan dari pengertian, jenis-jenis, struktur, kaidah kebahasaan, unsur pembangun, dan tujuannya berikut ini.

Novi: “Bu, mau beli minyak.  Seliter berapa?”

Penjual: “Seliter sekarang Rp20.000.”

Novi: “Wah, mengapa bertambah mahal, Bu, biasanya Rp15.000.”

Penjual: (relung hati) “Minyak juga pelik, malah nawar. Ya, mutakadim, Rp18.000 saja, Neng.”

Novi: “Jikalau gitu saya beli 2 liter, Bu .”

Pasti kamu koalisi ‘ketel bernas di situasi di saat sira harus membuat keputusan dengan n partner wicara bakal menemukan perkenalan awal
sepakat? Contohnya adalah interlokusi antara Novi dan ibu penjual minyak goreng di atas. Nah, kegiatan tadi disebut dengan
negosiasi.

Nggak cuman
itu, di kegiatan sehari-waktu kamu sekali lagi tentu burung laut
bertawaran ataupun melakukan batil-menawar. Misalnya, detik kamu berunding dengan anak adam lanjut umur saat ingin pergi ke luar atau dengan guru ketika harus mengumpulkan tugas.

Sebenarnya, apa sih negosiasi itu? Tinggal, sebagai halnya apa hipotetis dari teks negosiasi? Marilah, simak penjelasannya terkait  signifikasi, spesies-jenis, kaidah kebahasaan, dan zarah-unsur teks negosiasi berikut.

Konotasi Referensi Negosiasi

Negosiasi menurut KBBI yaitu proses bertawaran dengan jalan tawar-menawar kerjakan hingga ke kesepakatan bersama antara satu pihak (gerombolan atau organisasi) dan pihak (kerumunan alias organisasi) yang lain.

Jadi, apa itu teks negosiasi? Teks negosiasi adalah teks yang memuat bagan interaksi sosial dan berfungsi lakukan mencari kesepakatan atau penuntasan bersama di antara pihak-pihak nan bergeselan atau mempunyai perbedaan kepentingan.

Tujuan dari negosiasi adalah tanggulang atau menyesuaikan perbedaan buat memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang bukan dapat dipaksakan). Negosiasi dilakukan kerjakan mencapai aman yang boleh diterima kedua belah pihak dalam melakukan transaksi atau perselisihan pendapat.

Baca juga: 5 Teoretis Teks Eksplanasi beserta Strukturnya


Tujuan Teks Negosiasi

Jenis-Jenis Referensi Negosiasi

Jenis Bacaan Negosiasi Berdasarkan Bentuknya

1. Bentuk Verbal

Berupa dialog atau sandiwara radio dan dikemas privat ideal penyajian verbal atau mengandung dialog. Contohnya bisa ditemui pada percakapan sehari-waktu. Misalnya, percakapan antara penjual dan pembeli di pasar.

2. Buram Koalisi antara Kisahan dan Dialog

Berupa cerpen yang mengandung negosiasi antartokoh di dalamnya.

3. Bentuk Tulisan

Berupa surat ijab kerja sama, tembusan penawaran dagangan, atau rekes produk.

Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Kejadian

1. Negosiasi Lumrah

Kegiatan negosiasi yang dilakukan bagi mendapatkan aman dengan menempuh kolek syariat. Contohnya adalah kegiatan negosiasi nan dilakukan koteng pengacara di pengadilan.

2. Negosiasi Nonformal

Varietas negosiasi nan boleh dilakukan di mana semata-mata minus memerlukan kolek syariat. Contohnya adalah  negosiasi yang dilakukan antara pembeli dan pengembara.

Keberagaman Referensi Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator

1. Negosiasi dengan Pihak Wasit

Galibnya dilakukan maka dari itu dua alias lebih pihak negosiator sehingga setiap keputusan dan proses negosiasi akan memerlukan pihak penengah nan sifatnya netral. Contohnya merupakan negosiasi di pengadilan yang ditengahi oleh penengah.

2. Negosiasi Minus Pihak Penengah

Dilakukan tanpa pihak penengah dan umumnya terjalin antara dua pihak cuma. Biasanya, faedah yang dinegosiasikan tidak berkaitan dengan sosok banyak dan terjadi di sukma sehari-periode sehingga tidak perlu melintasi jalur syariat.

Jenis-jenis Teks Negosiasi

Struktur Teks Negosiasi

1. Orientasi

Introduksi
atau
awalan
dari percakapan sebuah negosiasi, umumnya nyata salam atau sapa.

2. Pengajuan

Penggalan nan menyatakan
tuntutan
alias
menyampaikan permasalahan
nan dihadapi dan ingin diselesaikan.

3. Ijab

Puncak dari negosiasi
karena terjadi
proses bernegosiasi
antara pihak satu dengan pihak tidak lakukan mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan.

4. Persetujuan

Lega dada
atas hasil penawaran dari kedua belah pihak.

Baca juga: Contoh Bacaan Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya

Unsur Pembangun Teks Negosiasi

Lengkap Referensi Negosiasi

Contoh Teks Negosiasi adapun Jual Beli Mempelam di Pasar

Pembeli: “Berapa harga sekilo pauh ini, Bang?”

Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Remedi: “Boleh kurang ‘kan, Bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus
lo, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.”

Pembeli: “Iya, Seruan sembahyang, tapi harganya dapat kurang ‘morong?
Kan
lagi musim, Azan. Rp20.000  saja, ya?”

Penjual : “Belum bisa, Bu. Rp28.000. , ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Perunding: “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, ya Seruan sembahyang?”

Penjual : “Sumber akar jangan pilih nan raksasa-besar, Bu. Belakang hari saya boleh rugi.”

Remedi: “Iya, Seruan salat, yang penting saya dapat mangga yang bagus.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk dapat ditukarkan.”

Pemohon: “Baiklah, saya renggut 3 kilo, ya, Bang.”

Akibatnya, penjual mempersilakan perunding buat melembarkan dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.

Contoh Teks Negosiasi tentang HP Yunior

HP Baru

Perihal HP barunya itu, selayaknya mutakadim lama Rani menginginkannya. Beberapa barangkali ia membujuk ayahnya agar dibelikan HP. Gagal menunangi serta merta pada ayahnya, Congah pun minta bantuan ibunya. Saja, loyal saja usaha Rani gagal.

Ahad lampau, Berpunya sungguh-sungguh berusaha mustakim ayahnya bukan main sira sangat membutuhkan HP.

“Yah, Ki berjebah benar-etis perlu HP. Belikan, ya, Yah?” tanya Rani pada ayahnya.

“Ayah belum punya sepan uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula ‘morong mutakadim ada telepon kondominium,” kata ayah berbarengan meletakkan buletin ke atas bidang datar.

“Tapi, Yah … semua teman Kaya punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon orang tuanya saat terpaksa pulang telat.”

“Lah, takdirnya semacam itu kamu jangan pulang telat,” kata Ayah lagi.

Rani hampir cuma menangis.

“Tak tetapi itu, Yah … Mewah iri proporsional antiwirawan-antagonis Mewah yang dapat dengan mudah mengunduh materi penerimaan, mengirim tugas, bahkan berdiskusi bikin mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Berlambak dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang mutakadim beberapa hari ia rancang untuk merayu ayahnya.

Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan subtil.

“Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”

Rani dekat saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.

“Iya, Yah. Apalagi master-guru sering menugaskan kami lakukan mengirim tugas ke grup Facebook atau mengunggah tugas di
blog. Seandainya Rani punya HP
teko
enak, dapat buat urun pendapat bareng padanan-teman berbarengan dapat mengakses internet melalui HP.”

“Hm … Ayah akan membelikan HP untuk Rani, sumber akar …, ” Ayah seakan sengaja menggoda Mewah.

“Asal apa, Yah?” tanya Rani tak lunak.

“Bawah Rani rajin berlatih dan bertaki akan menggunakan HP itu cak bagi keadaan-hal yang positif.”

“Rani janji, Yah. Makasih, ya, Ayah,” janji Rani sambil memeluk ayahnya.

Baca juga: Contoh Teks Eksposisi, Struktur dan Cara Kebahasaannya

Acuan Teks Negosiasi di Sekolah

Terima Hadiah, Bu Mia

Kamis pagi usai tuntunan olahraga, Bu Mia, guru Kimia, turut papan bawah X MIPA tepat periode. Tidak seperti rata-rata, waktu itu anak-anak belum selesai menengok pakaian. Penyebabnya, mereka mentah saja mengikuti ujian lari kerubung stadion.

Selayaknya, hari itu Bu Mia akan menerimakan ulangan. Beberapa siswa nan napasnya masih memburu dan keringatnya bersemburan, mengajukan usul sreg Dani.

“Dan … harap Bu Mia mendorong ulangan,
dong. Capek,
nih,” kata Ali.

“Wah, aku gak berani,” jawab Dani “Lia doang suruh bilang. Dia kan ketua inferior, ” sambung Dani.

“Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berdampak,” kata Lia.

“Rapi. Kamu cerek atasan kelas.”

Dengan santun, Lia memfokus Bu Lia yang wajahnya tertentang kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti les.

“Amnesti, Bu. Boleh Lia merenjeng lidah sekeceng?” tanya Lia sambil duduk.

“Iya. Suka-suka apa?”

“Begini, Bu, saya mewakili teman-teman ingin meminta maaf karena teman-padanan belum radu ganti baju. “

“Biasanya centung tidak tercecer seperti ini?” tanya Bu Mia.

“Iya, Bu. Sekali pun maafkan kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja tentamen lari mengerubuti stadion dua boleh jadi.”

“Oh, kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” Suara Bu Mia berubah ramah sesudah senggang penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat tukar busana.

“Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan etis. “Takdirnya boleh, kami minta waktu sepuluh menit bakal minum dan ganti baju, Bu. Meski awak kami afiat.”

“Ya, sudah lalu. Kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita cak bimbingan tanya hanya,” jawab Bu Lia, mengejutkan Mia dan teman-tandingan.

“Makasih, Bu,” alas kata Lia.

“Eit … tapi siuman. Kalian harus tertib. Tidak dapat gaduh dan mengganggu kelas tak dan  masuk papan bawah lagi tepat pemukul 09.00 WIB.”

“Iya, Bu. Makasih.”

Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.

Kaidah kebahasaan Teks Negosiasi

Contoh Pustaka Negosiasi tentang Pilihan Sekolah

Ayah: “Nak, ke sini. Ayah cak hendak wicara.”

Momongan: “Ada segala, Yah?”

Ayah: “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?”

Anak: “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.”

Ayah: “Kejuruan?
Gak
salah Nak? Kenapa
gak
ke SMA doang? Nanti kamu bisa lektur dengan pilihan yang terbaik.”

Anak: “Aku cak hendak lekas meluaskan bakat mekanikku, Yah.
Lagian
setelah tamat SMK kan boleh syarah juga.”

Ayah: “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau ceramah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya kembali invalid siap. Makara, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!”

Momongan: “Waduh, Ayah gimana,
sih. Emangnya Ayah nan mau sekolah?
Lagian
kalo esok
gak
kuliah, aku langsung bisa kerja di firma otomotif.”

Ayah: “Masa, zaman waktu ini tidak kuliah? Apa kata orang?”

Anak: “Ayah tenang tetapi, semuanya telah aku pikirkan. Ayah doakan cuma meski aku mudah meraih cita-cita.”

Ayah: “Ya, cukuplah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.”

Anak asuh: “Iya, yah.”

Kamil Teks Negosiasi antara Warga dan Penanam modal

Mutakadim tiga tahun bertambah warga Dusun Sejahtera berjuang bagi menyelamatkan sumber mata air yang terletak di desanya. Perjuangan panjang tersebut bermula ketika sebuah perusahaan peruntungan mulai membangun hotel di kawasan sumber mata air tersebut. Sumber air Panguripan menjadi tumpuan kehidupan lain hanya bakal enam mili warga Desa Sejahtera, tetapi juga untuk puluhan ribu warga desa sekitarnya. Sumur air Panguripan menjadi penyedia air bersih buat dikonsumsi sekaligus buat memenuhi pengairan sawah bagi puluhan hektare sawah. Bila pembangunan hotel itu diteruskan, sumber air Panguripan akan senyap.

Meskipun sejumlah kali didemo warga, pihak pengembang kukuh bersikeras melanjutkan pembangunannya.

Akhirnya, Selongsong Jurang takhlik tim yang akan mewakili penduduk bakal menuntut pengembang hotel PT Mulya Jaya kiranya menghentikan pembangunan hotel tersebut. Cak regu penyelamat Panguripan diterima Direktur PT Mulya Jaya, Edy, di ruangannya.

Edy : “Silakan duduk Bapak dan Ibu. Selamat pagi. Boleh saya sempat Buya dan Ibu ini berasal bersumber mana?“

Kepala Desa : “Saya Arifin, Pak. Kepala Desa Sejahtera. Ini Bu Kudrati, sekretaris desa, dan satu lagi Pak Rahmat, salah suatu otak masyarakat nan ditunjuk makanya mewakili pemukim desa kami.”

Edy : “Syukur atas kedatangan Kiai dan Ibu ke maktab saya. Dengan senang hati, bagaikan direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama.”

Edy : “Begini, Bapak dan Ibu. N domestik pertemuan dengan penghuni desa bilang waktu silam, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan tegar melanjutkan pembangunan hotel dan berjanji akan tetap menjaga kekekalan sumber air Panguripan. Makara, ada masalah apa lagi?”

Penduduk I : “Bagaimana mungkin kelestarian mata air airnya dapat dijaga, Pak? Pembangunan hotel tepat di atas mata air tersebut pasti akan mematikan alat penglihatan airnya. Awalnya, karena pembangunan hotel tersebut akan menuntut ditebangnya pepohonan di sana, daerah resapan air akan memendek. Keadaan ini mengancam kelanggengan sumur kami.”

Penghuni II : “Sekali lagi saya tegaskan, Pak. Kami bukan akan pernah menyetujui pembangunan hotel atau apa kembali di atas sumber sumur, sumber penghidupan kami itu!”

Kepala Desa : “Sabar dulu, Cangkang Rahmat. (Sambil memegang bahu Pak rahmat). Benar, Pak, kami belum perpautan menyetujui dan tidak akan perhubungan menyetujui lega dada itu, Pak. Kerjakan kami, mata air sumber Panguripan adalah gantungan hayat kami. Bukan hanya buat makan dan menenggak, sawah kami juga membutuhkan air.”

Warga II : “Kami selamanya akan terus menolak pembangunan hotel tersebut! Tambahan pula, kami akan main-main lebih keras bila tuntutan kami tak segera dipenuhi!“

Edy : “Bapak dan Ibu jangan kusut. Sebenarnya, Wali Daerah tingkat sudah mengeluarkan pertinggal perintah penghentian pembangunan hotel.”

Penghuni I : “Takdirnya begitu tunggu bahkan?”

Edy : “Masalahnya, saya masih mengejar kapling pengganti. Bagaimanapun saya tak mau kehilangan kesempatan menggalas di daerah tingkat ini.”

Penasihat desa : “Bila benar demikian, bagaikan bos desa, saya akan membantu Bapak menemukan tanah mentah yang tak terlalu jauh bermula sumber Panguripan.”

Edy : “Sekiranya memang Pak Tahang bisa mengusahakannya, saya akan sangat berlega hati. Perian ini lagi saya akan memerintahkan anak asuh biji kemaluan saya buat menghentikan pembangunan hotelnya.”

Ketua Desa : “Terima kasih atas kerja sama ini.“

Edy : “Saya pun berlega hati karena Kemasan Lurah berhasil menghentikan demo warga.”

“Terima kasih, Selongsong.”

Baca juga: Mengenal Hikayat: Pengertian, Nilai-nilai, dan Karakteristiknya

Seru banget ‘kan pembahasan kali ini? Cak hendak belajar tentang wacana negosiasi dan melihat contoh-contohnya bertambah banyak sekali lagi dengan uluran tangan visual? Yuk, serentak bentang
ruangbelajar!





ruangbelajar


Referensi:

Suherli, Maman Suryaman, Tuanku Septiaji, Istiqomah. (2016).
Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Profile

Shabrina Alfari

Content Writer at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two 🙂

Source: https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi