Berapa Jam Mata Pelajaran Agama Islam Jenjang Smp







Wangsit Teknis (Juknis) atau tata kaidah Pemenuhan Kewajiban Kerja Guru PAI Nan Bersertifikat Pendidik (profesi).


Hawa Pendidikan  Agama  Islam  (PAI) merupakan  pendidik  professional  dengan tugas  terdepan  ki menggarap,  mengajar,  membimbing, mengarahkan,  melatih, memberi model, menilai dan mengevaluasi peserta tuntun.




Tunjangan  profesi  guru  bisa  diberikan  takdirnya  telah  menyempurnakan  beban kerja seperti diatur n domestik peraturan perundang-undangan. Beban kerja hawa secara awam sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun  2005  adapun  Guru  dan  Dosen  dan  ditindaklanjuti  dengan Qanun Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Temperatur sebagaimana sudah lalu  diubah  dengan  Qanun  Pemerintah  Nomor  19  Musim  2022 tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor  74  Tahun  2008 Tentang  Guru.  Namun,  penghitungan  beban  kerja  bikin  GPAI  secara rinci belum ada visiun teknis nan mengaturnya.

Untuk  memastikan  privat  menghitung  tanggung  kerja  bagi  GPAI  minimal menunaikan janji  beban  mengajar  sebanyak  24  (dua  puluh  empat)  jam  tatap durja  tiap-tiap  pekan  sebagai  persyaratan  kerumahtanggaan  pencairan  tunjangan profesi  diperlukan
Petunjuk Teknis (Juknis) alias manajemen prinsip Pelepasan Beban Kerja Temperatur PAI Nan Bersertifikat Pendidik (profesi)
atau yang sudah
sertifikasi
privat  cak menjumlah  dan  menetapkan kewajiban kerja dimaksud. Bakal itu, disusun Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Selam ini yang berisikan rumusan penghitungan beban kerja dan penetapan muatan kerja bagi GPAI yang bersertifikat pendidik.




Dalam
Petunjuk Teknis (Juknis) atau Manajemen Pendirian Pemenuhan Pikulan Kerja Hawa PAI yang Bersertifikat Pendidik (profesi)
alias yang sudah
sertifikasi,
antara enggak diatur mengenai Bahara Kerja GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam), Cara Penetapan Beban Kerja, dan Tugas Tambahan dan Ekuivalensi Hawa PAI.


A.
Beban Kerja GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam)

1.  GPAI harus menepati  beban  kerja  guru  minimal  24  (dua  puluh empat)  jam  tatap  muka  dan  paling banyak  40  (empat  desimal)  jam lihat muka dalam 1 (satu) minggu;

2.  GPAI  yang  diberi  tugas  bak  Ketua  Ketengan  Pendidikan melaksanakan  tugas  manajerial,  pengembangan  kewirausahaan  dan supervisi  kepada  suhu  dan  tenaga  kependidikan  dan  diakui telah menepati  muatan  kerja  hawa; dengan  ketentuan  menyusun  dan melaksanakan programa pengembangan PAI.

3.  GPAI  puas  TK  dapat  memenuhi  beban  kerjanya  dengan  mengajar muatan  materi  PAI  puas 1  (suatu) rombongan  belajar  (rombel)  atau papan bawah  sendirisendiri  minggu  dan  diakui  telah  menunaikan janji  muatan  kerja  guru minimal. Satu rombel maksimal diajar oleh 2 bani adam guru;

4.  GPAI pada jenjang  pendidikan  dasar  dan  menengah  yang  tidak menjabat  laksana  Kepala  Satuan  Pendidikan  wajib  mengajar  mata pelajaran PAI puas  satminkalnya  minimal 6  (enam)  jam  tatap  muka dalam 1 (suatu) ahad;

5.  Perhitungan mengajar lakukan setiap jam bersemuka didasarkan atas ketentuan perumpamaan berikut:

a.  Alokasi musim mengajar untuk 1 jam tatap muka sreg TK adalah

30 menit, SD/selevel adalah 35 menit, SMP/sama adalah 40 menit,  dan SMA/SMK/sederajat adalah 45 menit;

b.  Basis  pencacahan  jumlah  JTM  ialah  bersendikan  pada rombongan belajar/kelas.

6.  Bagi  daerah  yang  menetapkan  muatan  domestik  dengan  mata  pelajaran PAI  atau  rumpun  PAI  diakui  sebagai  JTM  tambahan  PAI  sesuai dengan jam kewajiban lokalnya.

7.  GPAI  yang  tidak  bisa  memenuhi  tanggung  kerja paling  24  (dua puluh  empat)  jam  tatap  cahaya muka dalam  1  (suatu)  minggu,  dapat memenuhinya melangkaui kadar-ketentuan sebagai berikut:

a.  Mengajar pada Sekolah atau Madrasah nan tidak satminkalnya, baik  wilayah  ataupun  swasta  yang  memiliki  pemaafan  mandu,  dan mengajar  mata  kursus  PAI  atau  yang  serumpun  PAI  (Aqidah-Etik, Qur’an-Hadits, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam);

b.  Mengajar sreg Madrasah Diniyah Resmi ataupun Satuan Pendidikan Muadalah  yang  sudah  memiliki  izin  operasional  sesuai  garis hidup peraturan perundang-undangan yang berlaku;

8.  Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Daerah tingkat dapat mengasihkan surat pas dispensasi kalau intern kondisi bagaikan berikut:

a.  bertugas  sebagai  guru  plong satuan pendidikan  di  kawasan  singularis seperti  nan  ditetapkan  intern  Peraturan  Presiden  Nomor 131  Hari  2022  mengenai  Penetapan  Kawasan  Tertinggal  Masa 2022-2019;

b.  guru  berkeahlian  solo/berkeahlian  langka/punya keterampilan alias budaya khas daerah.

c.  guru  inti/instruktur/tutor  puas  FKG  (Forum  Komunikasi  Master), KKG (Kelompok Kerja Suhu), dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Tutorial) PAI (Pendidikan Agama Islam);

d.  Apabila  pada  rincih  pendidikan  di  suatu  kewedanan  tertentu  lain dapat terpenuhi proporsi peserta pelihara beragama Islam terhadap guru PAI.

B.
Penetapan Beban Kerja Guru PAI (GPAI)

Penetapan pikulan kerja GPAI dibuktikan dengan terpenuhinya 2 (dua) surat keterangan, adalah SKMT (Surat pas Melaksanakan Tugas) dan SKBK (Surat pas Beban Kerja).

1. SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas)

a. SKMT  untuk  GPAI  ditandatangani  oleh  bos  asongan  pendidikan dan diketahui oleh ahli nujum yang berhak.

b. SKMT  dapat  diterbitkan  sekurang-kurangnya  2  (dua)  kelihatannya  dalam  1 (satu) tahun pelajaran.

c. SKMT dibuat bikin menjadi bawah dalam penghitungan SKBK.

2. SKBK (Tindasan Mualamat Beban Kerja)

a. SKBK  ditandatangani  oleh Pejabat Kankemenag beralaskan  pada SKMT

b. SKBK  diterbitkan  sedikitnya  2  (dua)  kali  dalam  1  (suatu) tahun les

c. SKBK dijadikan  bawah  internal  pencairan  tunjangan  profesi  kepada GPAI yang bersangkutan.


C. Tugas Tambahan dan Ekuivalensi Master PAI

GPAI  yang  mendapatkan  tugas  tambahan  diakui  sudah  memenuhi  kewajiban kerjanya sebagaimana ketentuan berikut:

1.  Wakil  Penasihat  Satuan  Pendidikan/Pejabat  Perpustakaan/  Majikan Makmal PAI sebanyak 12 (dua belas) jam berhadapan;

2.  Instruktur  Istimewa  puas  satuan  pendidikan  yang  menyelenggarakan pendidikan  inklusi  atau  pendidikan  terpadu  sebanyak  6  (enam)  jam tatap muka;

3.  Tugas  tambahan  selain  lambang bunyi  a  sampai  dengan  huruf  b yang  terkait dengan  pendidikan  di  ketengan  pendidikan  dan/atau  kegiatan  plong pendidikan  keagamaan  Islam  (Diniyah  Non  Formal  dan  Pondok Pesantren) diakui paling banyak 6 (enam) jam tatap muka antara lain;

No

Kegiatan

Paritas Jam

1

Pendiri OSIS

1  jam cak bimbingan

2

Wali Kelas

2  jam pelajaran

3

Guru Piket

1  jam tuntunan

4

Pembina Eskul

2  jam latihan

5

Menjadi  tutor Paket A, Paket B, Kemasan C,

Paket C Kejuruan, maupun programa pendidikan kesetaraan

Sesuai dengan alokasi jam pelajaran per minggu, maksimal 6 jam tutorial

6

Mengajar pada Lembaga Pendidikan

Keagamaan Islam sagur non formal dan Pondok Pesantren

Sesuai dengan alokasi jam pelajaran per pekan, maksimal 6 jam tuntunan

Link download
SK Dirjen Pendis Tentang Petunjuk Teknis Pemuasan Beban Kerja Master  Pendidikan Agama Selam  (PAI) Yang Bersertifikat Pendidik
—disini—

Demikian info tentang Tanzil Teknis –
Juknis alias manajemen kaidah Pemenuhan Muatan Kerja Guru PAI Yang Bersertifikat Pendidik (profesi) atau Master nan telah Sertifikasi.

Semoga signifikan, syukur.
(2019, 2022, 2022, 2022, 2023, 2024, 2025)

Source: https://ainamulyana.blogspot.com/2018/12/juknis-pemenuhan-beban-kerja-guru-pai.html