Belajar Un Smp 2016 2017 Online Ipa

Apa bedanya guna-guna komputer, teknik informatika, sistem siaran, teknik komputer jinjing, dan teknologi pengetahuan? Terkesan serupa tapi lain proporsional. Ini penjelasannya.

Tulisan ini
gue
buat unik untuk yang terjerat atau penasaran dengan jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika, ataupun sejenisnya. Berhubung gue lulusan Fakultas Ilmu Komputer jinjing Universitas Indonesia, jurusan/program penggalian (prodi) Hobatan Komputer jinjing,
gue
sering
banget
ditodong pertanyaan seperti berikut.

  • “Fan, lektur di Hobatan Komputer itu ngapain sih? Kaprikornus hacker ya?”
  • “Kak, bedanya Ilmu Komputer (UI) dengan Teknik Informatika (ITB) apa ya?”
  • “Hobatan Komputer dengan Sistem Informasi itu sama ngga? Kalo dengan Teknik Komputer jinjing, selevel pula?”
  • dan sebagainya dan sebagainya…

Karena tempo hari Zenius Blog udah adv pernah kisah akan halnya sistem bilangan biner dan “kode-kodean” pake teknik kriptografi, rasanya untuk bertambah komplit kalo kita sajikan tulisan yang ngebahas lebih privat tentang dunia ilmu komputer (Computer Science) atau Teknik Informatika (Information Technology).

kupas tuntas Jurusan Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Kita kupas tuntas Jurusan Hobatan Komputer dan Teknologi Keterangan di sini!

Sebelum
gue
masuk bikin menjawab pertanyaan-soal di atas,
gue
mau
share
sedikit suntuk observasi gue pas pidato. Selama abnormal lebih 4 periode asam garam lektur
gue
di Fasilkom UI,
gue
menyibuk ada 4 variasi mahasiswa yang mengisi kampus tersebut.

Mahasiswa Tipe #1: “Computer science/IT adalah
passion
Gue”

Mahasiswa yang udah tau
banget
atau punya bayangan, kuliah Ilmu Komputer itu cak hendak belajar segala apa. Mereka masuk Fasilkom karena emang suka dunianya dan mempunyai ambisi lautan jadi
expert
dan membuat pintasan di parasan ini. Sebagian dari mereka adalah lulusan Olimpiade Komputer semasa SMA, sebagian juga
at least
udah pernah otak-atik
programming
di bangku sekolah.

Mahasiswa Variasi #2: Ngiler dengan Kebolehjadian Kerjanya

Mahasiswa tipe ini (alias ortunya) mengandaikan lektur di Ilkom/IT itu keren, memesona, mengimak jaman. Kalo udah lulus memiliki pelan kerja nan luas, bisa masuk kerja ke mana-mana. Gajinya lagi
ngga
kacangan.

Mahasiswa Macam #3: Anak Pintar Kesasar

Lo
ngerasa
ngga sih, dengan sistem pendidikan Indonesia waktu ini, petatar nan dilabeli digdaya, “diarahkan” bagi masuk ke tempat yang isinya anak digdaya pula? Anak sakti ngumpulnya sebabat momongan pintar, di tempat nan “menuntut” kepintaran juga.

Gue masuk Fasilkom tahun 2007. Detik itu,
passing grade
jurusan Ilkom kedua tertinggi sehabis Medis kerjakan bidang IPA di UI. Kedua jurusan ini bintang sartan kombinasi yang “pas” lakukan dipilih “anak ampuh”.

So, anak pintar “nyasar” nan gue maksud di sini yakni mereka-mereka yang pinter dan pengen turut UI, ketika tes masuk PTN (waktu itu namanya SPMB), sortiran pertamanya Kedokteran UI, keduanya Ilkom UI. Ketika pengumuman tes, mereka gagal timbrung FK, keterimanya di saringan 2, yaitu Ilkom UI. Agak konyol, ya? Tapi, inilah realita yang gue lihat memadai kuliah.

Alias.. mahasiswa tipe ini adalah
simply
momongan pintar yang cari tempat berkelas dan mumbung anak pintar juga, tapi sebetulnya nggak tau apa yang akan mereka hadapi.

Mahasiswa Keberagaman #4: Kenapa
gue
Boleh Ada di Sini?

Makin tepatnya, mahasiswa tipe ini merupakan yang punya ekspektasi keliru terhadap jurusan Ilkom/TI. Mereka kira, di jurusan Ilkom/TI, mereka akan belajar desain ilustratif, desain multimedia, bikin film, dan sebagainya. Mereka-mereka ini adalah yang “ketipu” ketika membaca kurikulum maupun daftar mata kuliah di prodi Ilkom. Emang
sih
ada mata ceramah Ilmu cetak-mencetak Komputer jinjing ataupun berbau Multimedia di Ilkom, tapi lo
ngga
kerjakan diajarin cara mendesain. Beda banget. Trus ngapain
dong? Gue bakal telaah lebih jauh akan halnya ini di bawah, ya.

Oke, gue ingat 4 macam mahasiswa di atas tidak dapat setara persis
lo
temukan di atau merepresentasikan dinamika mahasiswa jurusan komputer di kampus-kampus bukan. Tapi,
gue
rasa 4 tipe mahasiswa ini bisa menjadi gambaran bernafsu mengenai lika-liku perkuliahan di jurusan beraroma komputer.


Terimalah, kira-kira lo bikin makara tipe mahasiswa nomor berapa kalo beneran keterima di Ilkom/TI?

Kerjakan
variasi #1, udah kerukunan lah ya. (Calon) mahasiswa tipe #1 mungkin bakal angguk-angguk aja baca tulisan gue.

Lakukan
diversifikasi #2, ya sememangnya halal-sah aja kalo masuk jurusan Ilkom dengan pertimbangan demikian. Tapi, apakah
lo
udah tau barang apa nan bakal
lo
hadapi dan pelajari sepanjang masa perkuliahan nanti?

Soal yang setinggi kembali
gue
ajukan bakal
tipe #3.
Lo
mungkin pintar, tapi
lo
bener-bener udah ngerti belum sepakan terjang nan bakal
lo
jalani ke depan seperti segala?

Dan terakhir, cak bagi yang
tipe #4, plis banget
lo
harus tinjau kembali bener-bener seleksian
lo. Lo
tentunya ngga mau 4 musim lo ke depan merasa “terpenjara” berbuat sesuatu yang
ga lo
senang.

FYI
aja, ketika
gue
ceramah,
gue
pernah baca hasil suatu survey. Survey ini dilaksanakan maka dari itu Fakultas Psikologi UI buat mengukur tingkat stres mahasiswa per jurusan. Hasilnya? Mahasiswa Ilkom UI menempati #2 umpama mahasiswa paling stres di UI, di dasar Arsitektur.

Kenapa Ilkom UI menempati urutan kedua? Menurut penilaian subjektif
gue
sih, karena bisa dibilang aji-aji nan akan lo pelajari itu belum pernah terbayangkan sebelumnya oleh para mahasiswa yunior (maba).
Juaraang
banget dipelajari atau di­-expose
di bangku sekolah.
It’s new things to learn for most of them.
Butuh logika tinggi.

Buat yang semasa sekolahnya mengandalkan mahfuz, ke laut aja deh. Hasil survey ini bisa jadi enggak dapat digunakan bagi mengeneralisir semua jurusan komputer di bineka perserikatan. Tapi, kadang
passing grade
lain berbohong.

Oleh karena itulah, gue mengajak
lo
tadi kerjakan refleksi diri berdasarkan 4 varietas mahasiswa Ilkom yang gue paparin di atas.
Otherwise
lo akan menjalani 4 tahun ke depan dengan penuh
denial,
keterpaksaan belajar, dan merasa narapidana mengamalkan sesuatu nan ternyata lo ga
expect
sederajat sekali dan ga lo senang pun.

Tapi, kalo lo beneran mantep dengan pilihan lo, 4 tahun ke depan lo akan menjadi tahun-musim yang produktif dan bujukan tumpuan yang berharga banget.

Oke deh, daripada gue tingkatan lebar juga, mending kita berbarengan masuk aja ke pembahasan cak bagi menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas seputar jurusan berbau komputer.

        Catatan: Harap maklum kalo kenyataan yang gue tuangkan di sini banyak menjeput sistem Fasilkom UI perumpamaan eksemplar karena, ya, 4 tahun gue orasi di sana. Walaupun pasti suka-suka bedanya, gue rasa, keadaan jurusan komputer di kampus lain secara garis ki akbar minus bertambah ekuivalen. Tinggal disesuaikan aja. Kalo terserah antagonis-kebalikan yang berasal dari jurusan komputer kampus lain, silakan melengkapi artikel ini di bagian komen kalo gue ada yang kelewat atau keliru.
      


Kuliah di Ilkom Itu Ngapain,sih?

Ilmu Komputer atau Teknik Informatika identik dengan
computer programming.
Tapi, sebenarnya
programming
itu ngapain
sih?

Programming
adalah prinsip gimana
lo
ngajarin hal yang paling bego sedunia (komputer jinjing) untuk melakukan segala yang lo kepingin. Ya, komputer yang
lo
tatap lampau canggih boleh ngapain aja, sebenarnya merupakan sebuah alat yang n kepunyaan otak radiks dan siap diisi bagi menjalankan sebuah khasiat yang
lo
harapkan.

Dari mulai hal yang sangat terbelakang dan terhibur sepele, seperti menampilkan tulisan “Hello World” di jib komputer ketika kita meng-klik
icon
tertentu, menghitung luas segitiga dengan input angka rimba dan jenjang, mengenali durja dari foto/sidik jari sreg KTP dengan mencocokkan data sreg
database pemerintah, sampai cara bagi memberikan komando tertentu lega robot yang mendarat di bintang beredar Mars dengan jarak 225,300,000 km dan
delay time
sampai 13 menit.

Ambillah, lo ajarin
deh tuh
komputer berusul
scratch.
Lo
pecah kemujaraban yang
lo
harapkan komputer bisa jalankan bintang sartan pujuk awalan kecil-kecil. Misalnya, pada konseptual program menotal luas segitiga.
Lo
ajarin tinggal komputernya gimana mandu menerima input poin rimba dan tinggi terbit
user, lo
karuan terlazim ajarin kembali rumus luas segitiga sama kaki gimana, mengkalkulasikan skor yang dimasukkan
user,
setakat akhirnya
lo
ngajarin si komputer jinjing gimana menganjurkan risikonya ke layar.

Penyakit sesederhana menghitung luas segitiga sama kaki,
lo
bisa
break jadi awalan-persiapan nan terpecal. Elus ancang ini disebut dengan
algoritma. Kemudian, lo terjemahkan algoritma itu dalam gambar kode-kode dalam bahasa pemrograman (bahasa yang dimengerti komputer). C++, misalnya.

Program Sederhana menggunakan bahasa pemrograman C++
Program Keteter Menghitung Luas Segitiga menunggangi bahasa pemrograman C++

Hampir semua hal yang kita gunakan sehari-waktu adalah hasil dari
programming. Menginjak berasal Facebook, Twitter, Google, LINE, Ms Word, iTunes,
game
COC, sampe
website zenius.net yang sering nemanin lo belajar. Semua berawal dari orang-insan yang memiliki ide besar, merealisasikannya berasal nol, dipecah-pecah fungsinya sampe sesederhana mungkin, dari tiap fungsi terlambat itu mereka pikirin pujuk persiapan untuk “ngajarin” ke komputernya (algoritma), sebatas akhirnya program mereka bisa berjalan baik dan digunakan oleh jutaan orang di bumi.

Programming
memungkinkan lo membentuk ide mampu lain terbatas di manjapada informasi digital begitu juga waktu ini.

Program pendalaman Ilmu Komputer membekali mahasiswanya lakukan mempunyai keterampilan mengekspresikan algoritma dan
programming
kerjakan mengembangkan sebuah program/aplikasi/software/gawai lunak sistem. Dari program yang hanya boleh menjalankan suatu fungsi hingga sebuah sistem besar dengan ratusan fungsi yang menghubungkan ribuan karyawan di suatu perusahaan.

Bahasa pemrograman
Bahasa pemrograman

Kerumahtanggaan melebarkan sebuah program, selama perkuliahan,
lo
bagi diajarin bermacam ragam bahasa pemrograman. Berangkat dari C++ pada contoh program segitiga di atas, Java, Phyton, HTML, CSS, Javascript, PHP, Perl, mySQL, Ruby, dan masih banyak lagi bahasa pemrograman dengan fungsi dan tujuannya sendirisendiri.

Kelincahan merumuskan algoritma dan pemrograman sangat menguras akal sehat. Makanya karenanya, di prodi ini,
lo
bakal banyak belajar matematika untuk mengasah logika. Ada sekeliling 5 ain kuliah yang berbau matematika. Bisa boleh dirasakan tubin, merunut ilmu mantik untuk memformulasikan algoritma itu begitu juga merunut logika kerumahtanggaan menyelesaikan sebuah masalah matematika.

Setelah lo punya
basic skills
dalam pemrograman, lo boleh memilih spesialisasi yang menjadi minat lo menginjak semester 5. Fasilkom UI sendiri menyediakan 4 bidang minat yang kurang lebih menggambarkan spesialisasi guna-guna nan ada di dunia IT.


Probabilitas Karier Alumnus Ilmu Komputer

Deskripsi gue sreg tiap bidang minat bisa menjatah lo bayangan akan halnya karir yang digeluti lulusan yang punya spesialisasi di bidang minat tertentu.

cta kuis zenius karir yang cocok
Klik banner di atas dan temukan kampus yang cocok buat elo!

1. Arsitektur dan Infrastruktur TI

Infrastruktur dan arsitektur TI
Infrastruktur TI

Jika sebuah organisasi ingin membangun infrastruktur TI, mereka perlu menciptaan arsitektur TI terlebih dahulu. Arsitektur TI adalah

blueprint

yang menentukan

hardware

keberagaman segala aja nan dipake, peladen yang dipake jenis apa, lokasi peladen di mana, konfigurasi jaringan (

network
) antar

hardware

begitu juga apa, dan sebagainya.

Siuman, Zenius Blog sebelumnya mengenai Kriptografi?
Ambillah, matkul itu akan dipelajari di bidang minat sini. Dipadukan dengan matkul bukan di permukaan minat ini, matkul Kriptografi akan membekali lo bagaimana menjamin keamanan sistem meski
ga
gampang dijebol pihak yang ngga berwenang (hacker
ilmu hitam, a.k.a
cracker)

2. Teknologi Perkakas Panjang usus

Spesialisasi ini akan fokus membekali lo untuk jadi
programmer
alias pengembang perabot lunak, tiba dari web,
mobile application, software-software nan dipake di firma,
aplikasi
e-learning,
termasuk pungame.

3. Pengolahan Informasi Multimedia

Di bidang minat ini, lo bakal banyak belajar banyak tentang pengolahan pesiaran maupun grafis.

  • Pengolahan Informasi.Lo bikin diajarin menciptakan menjadikan sebuah sistem nan dapat menyimpan dan merebus data yang banyaaak banget, misalnya
    database
    data karyawan perusahaan yang dapat beribu-ribu jumlahnya (disimpen
    tuh
    nama personel, nomor induk, jenis kelamin, umur, jabatan, gaji, kementerian, dan sebagainya) sampai
    search engine
    kayak Google.
  • Perebusan Citra dan Grafis.Buat lo yang terdorong berekspansi aplikasi grafis, seperti Photoshop, Corel Draw, dan sebagainya., ini bidang minatnya. Selain itu, di bidang minat ini lo bisa belajar bagaimana menciptakan menjadikan permintaan semacam Google Maps, aplikasi yang menganalisis citra denah geografi menjadi informasi yang berguna dan diinginkan
    user.

4. Kecerdasan Komputasional

Pada bidang minat ini, lo akan membiasakan berbuat komputasi secara cerdas untuk berbagai permintaan (artificial intelligence). Bidang minat ini senyatanya menunjang peluasan petisi nan udah terserah di ranah bidang minat bukan. Tapi, cak semau satu mata ceramah yang spesial hanya ada di satah minat ini, yakni bioinformatika. Ini yakni kesetiaan aji-aji yang mengawinkan biologi, matematika, dan komputer. Umumnya digunakan bagi menganalisis DNA secara digital.


Apa Bedanya Hobatan Komputer (UI) dan Teknik Informatika (ITB)?

Dulu, periode gue masih jadi maba di Fasilkom, kita sekali lagi gemar nanya situasi serupa. Berikut jawaban yang dikasih senior dan dosen-dosen di Fasilkom:
bedanya terwalak di penamaan.

Kenapa bisa? Pas pertama kali menggagas berdirinya fakultas yang mempelajari komputer jinjing di Indonesia, guru-guru besar UI belajar dan memfokus ke US. Istilah di US adalah
computer science
(hobatan komputer). Di sisi lain, hawa-profesor ITB, belajar dan berkiblat ke Eropa, khususnya Perancis. Istilah yang dipake di sana adalah
informatics.

Terus, kenapa di ITB namanya ga Informatika aja? Di ITB, prodi ini sengaja dinamai Teknik Informatika supaya bisa masuk ke fakultas teknik (hari itu). Nama ini terus dipake di ITB sampe saat ini. Dan kalo
lo
liatin kurikulumnya, prodi ini sekarang diberi kode IF (singkatan berpunca
informatics) supaya ga bentrok dengan kode TI yang udah dipake prodi Teknik Industri di ITB.

Tiap perguruan tinggi atau sekolah tinggi emang punya kewenangan lakukan menamai prodi/jurusan yang mereka buka sesuai dengan kriteria, struktur, dan sistem yang ditentukan.

Semata-mata, lega dasarnya, mantan Ilkom (UI) dan TI (ITB) akan menggeluti bidang yang sama (infrastruktur dan arsitektur TI, pengembangan
software, penggodokan informasi dan grafis, sertaartificial intelligence). Hobatan yang dipelajari sekali lagi kurang lebih sederajat.
Gue ga
bisa bilang secara persis 100%
sih, karena tiap jamiah pasti memiliki perumusan kurikulumnya sendiri bagi menerimakan corak atau budi yang eksklusif puas lulusannya.

Untuk lebih jelasnya, kita dia bisa cek kurikulum Teknik Informatika ITB. Sebagai halnya yang bisa lo amati, kurang lebih ruang lingkup yang dipelajari separas. Jurusan ini fokus membekali mahasiswanya dengan
programming skill
dan
software development.

  • Di Ilkom UI dan IF ITB, sama-sama belajar: Algoritma, Pemrograman, AI, Software Engineering, Database, OS, Jaringan Komputer, Matematika Diskret, Teori Bahasa & Automata, dan lain-tidak.
  • Untuk Netra Kuliah Umum, Ilkom UI dan TI ITB sama-ekuivalen belajar: Statistika & Peluang, Aljabar Linier, Matematika, Fisika.
  • Beberapa Netra Kuliah nan teristiadat di Ilkom UI, ngga teristiadat di IF ITB: Pemrograman Deklaratif, Pemrograman Sistem, Kajian Numerik
  • Bilang Mata Orasi yang terlazim di TI ITB, ngga wajib di Ilkom UI: Sistem Paralel dan Terdistribusi (jadi MatKul saringan di Ilkom UI), Grafika Komputer (MatKul seleksian di Ilkom UI), Pengelolaan Bestelan Gawai Panjang usus (MatKul saringan di Ilkom UI), Interaksi Manusia & Komputer (MatKul pilihan di Ilkom UI), Sistem Pesiaran

Secara detil, pastilah ada perbedaan dalam perumusan kurikulum antara Ilkom UI dengan TI ITB. Tapi sesudah lulus, mereka akan menggeluti bumi nan setinggi. Hanya semata-mata, karakter lulusannya pasti punya corak masing-masing.


Segala apa Bedanya dengan Sistem Informasi (SI)?

Sistem Warta merupakan salah suatu prodi yang tergolong muda di UI. Pertama kali dibuka pada tahun 2007 oleh Fasilkom, prodi ini berfokus membekali mahasiswanya dengan guna-guna manajemen teknologi butir-butir dan
user behavior.

Tamatan Sistem Informasi diharapkan dapat menjembatani kerjaan orang “teknis” dengan klien atau
userberbunga riuk satu departemen di sebuah perusahaan.

Misalnya, cak semau perusahaan klien yang mau pasang sebuah sistem IT baru di organisasinya. Rata-rata, klien itu ga tau persis mau sira apa atau tidak bisa mendefinisikan dengan baik apa kebutuhannya berasal sebuah sistem (system requirement). Senyap kerja bani adam Sang kebanyakan hadir kerjakan ngebaca kebutuhan klien.

Bikin bisa memahami kebutuhan klien, anak SI butuh amanat mulai sejak segi proses bisnis hingga manajemen
resource
atau sistem IT nan udah cak semau sebelumnya di perusahaan tersebut. Setelah tektok-tektokan dengan klien, individu Si akan menerjemahkannya ke bahasa teknis. Barulah
system requirement
ini direalisasikan maka dari itu
technical team
(sepi kerja anak Ilkom) menjadi fitur-fitur pada sebuah
software
yang dipesen klien tadi.

anak SI butuh pengetahuan dari segi proses bisnis hingga sistem IT yang udah ada di perusahaan tersebut.
Bagi bisa memahami kebutuhan klien, anak asuh SI butuh pengetahuan berpangkal segi proses bisnis sebatas penyelenggaraan
resource
atau sistem IT yang udah ada sebelumnya di perusahaan tersebut.

Kalo
software
nan dipesan udah bintang sartan, udah sukses di-install,
ga nangkring sampai di situ aja. Individu Sang kadang berperan banyak dalam mensosialisasikan sistem plonco ini ke
user-userdi perusahaan klien tersebut, kontributif
user
beradaptasi dengan sistem baru, hingga mengadakan
training. Tapi bukan penting individu Ilkom dan SI berkarya secara terisolasi ya. Mereka tentu bekerja secara simultan dan beberapa kerjaan pula saling beririsan meski punya ranahnya sendirisendiri.

Walaupun fokus ke manajemen, bukan berarti anak Sang ngga diajarin
programming. Di prodi Sang, lo lakukan diajarin pula dasar-dasar pemrograman pada semester-semester semula, tapi
ga
berlebih kerumahtanggaan. Sebagai pihak nan menjembatani
user
dengan
technical team, cucu adam SI perlu tau lagi dong teknisnya seperti apa. Karena sparing
programming,anak asuh SI pun untuk dibekali beberapa matkul beraroma matematika.

Selama perkuliahan, anak asuh Si dibekali mata kuliah yang individual SI banget, seperti Administrasi Membahu, Manajemen,
Customer Relationship Management, Manajemen Sendang Daya Manusia, Penyelenggaraan Titipan TI, Peluasan dan Pemasaran Produk, E-Commerce, Komunikasi Bisnis dan Teknis, Perilaku Organisasi, Pengelolaan Pengetahuan, Manajemen Sistem Warta. Karena titik api prodinya udah selisih, bidang peminatan prodi Si juga beda ya dengan Ilkom/TI.

Kalo
lo
tertarik dengan dunia Ilkom/TI tapi ngga cak hendak plus dalam mengulikprogramming,terus juga suka dengan bisnis dan manajemen, mungkin jurusan Sistem Informasi lebih cocok buat
lo.

ITB juga punya program penajaman serupa. Masih bernaung di radiks STEI, prodi ini dinamakan Sistem dan Teknologi Pengetahuan dan hijau dibuka sejak 2008.


Apa Bedanya Aji-aji Komputer dengan Teknik Komputer jinjing?

Di UI sendiri, fakultas yang berhubungan dengan komputer jinjing suka-suka 2, yaitu Fasilkom dan Fakultas Teknik (FT). Di Fasilkom, ada jurusan Ilkom dan Sistem Publikasi. Di FT, suka-suka jurusan Teknik Komputer (Computer Engineering). Kenapa suatu jurusan ini masuknya lebih-lebih ke FT?

Di jurusan Teknik Komputer, lo akan mempelajari bagaimana bikin otak dari suatu alat elektronik.
Di jurusan Teknik Komputer, lo akan mempelajari bagaimana kerjakan inisiator dari suatu alat elektronik.

Banyak yang mengira kalo Teknik Komputer itu fokus ke
hardware
komputer. Ini memadai
misleading. Lulusan Teknik Komputer nantinya Tidak yang bikin komputer,
smartphone, manusia mesin, dan sebagainya. Tak itu nan mereka bikin. Di jurusan Teknik Komputer, lo akan mempelajari bagaimana bikin otak pecah satu alat elektronik. Semacam
chip
maupun
processor-nya. Mereka yang bagi sistem usil kendati satu komoditas elektronik boleh jalan.

Kalo lo beli laptop, tau kan istilah laptop kosongan? Nan belum diisi sistem operasi atau
software-software lainnya itu
lho. Kendatipun belum dapat
lo
pake buat ngerjain tugas sekolah maupun main
game, tapi laptop itu udah bisa hidup dan perkembangan bukan? Cukuplah, itu karena laptop udah dipasang otaknya, dan “otak” itulah yang dibuat makanya individu-orang teknik komputer.

Sementara itu, kalo udah cak semau otaknya, barulah kita
install software
macem-macem. Pasang OS Windows 7, misalnya. MS Office, Skype, Photoshop, iTunes, Google Chrome, dan bukan-tidak.
Sudahlah,
kelihatannya yang bikin
software-software aplikatif itu? Yak, betul. Orang-turunan dari dunia
computer science/IT.

Terus, siapa dong yang bakal
hardware
laptopnya? Itu adalah kombinasi karyatama orang Elektro, Kelistrikan, Telekomunikasi, Teknik Material, sampe Fisika. Tapi, biasanya ilmu nan dipelajari di TekKom pun dapat
lo
temukan di latar peminatan Elektronika plong prodi Teknik Elektro. Jadi, ngga pelik kembali momongan Teknik Elektro ngeprogram inisiator suatu komoditas elektronik. Alat elektronik itu kegandrungan. Lulusan-lulusan prodi tersebut bekerjasama dan emang kerjanya silih berselisih untuk menciptakan satu radas elektronik.

Jadi, anak Teknik Komputer ngeprogram juga? Iya, tapi bukan pemrograman seperti anak Ilkom. Kalo anak Ilkom, ngoding, menghasilkan
software
aplikatif. Kalo anak Teknik Komputer, teknik ngodingnya itu lebih ke “bahasa” mesin. Kalo lo ulik lebih dalam Kurikulum Teknik Komputer UI,
lo
bisa liat banyak banget mata pidato berbau teknik, elektronika, dan mesin.


Terus, Kalo Desain Grafis Belajar adapun Barang apa?

Kelihatannya untuk sebagian anak adam, perbedaannya udah jelas banget, ya. Tapi, seperti nan gue sebut di atas, suka-suka aja mahasiswa #4 salah jurusan masuk Ilkom karena ngiranya sebagai halnya desain grafis. Apa nan membentuk mereka kecele dan berpikir keliru seperti itu?

Di Ilkom/TI, emang ada mata kuliah Grafika Komputer jinjing atau yang beraroma Multimedia. Tapi di sana,
lo ga
bakal diajarin bakal mendesain karya seni yang artistik.

Ilustrasinya demikian ini. Tau programa Ms Paint, morong? Kalo di desain grafis alias jurusan Desain Komunikasi Visual, lo lakukan diajarin bagaimana menggunakan program Ms Paint untuk batik dan menghasilkan gambar yang berseni. Dengan sebelumnya, kalian udah dibekali dengan teknik-teknik dasar batik dan filosofi dasar seni.

Di sisi tidak, kalo di Ilkom/TI, lo bakal diajarin gimana cara bakal program Ms Paint! Lo harus boleh menyusun formula matematis dan algoritma yang kemudian diterjemahkan ke bahasa pemrograman, misalnya, untuk membuat satu
tool
di program lo yang kalo misalnya di-klik dan di-drag,
bisa membentuk lingkaran. Jauh tikai
centung,
Broow?


Gimana dengan Jurusan Sistem Komputer jinjing Bala-legiun di Universitas Si fulan?

Sekarang udah banyak program eksplorasi berbau komputer dibuka di berbagai universitas atau universitas di Indonesia. Tiap sekolah tinggi punya wewenang cak bagi menamai programa studi yang mereka buka beralaskan pertimbangan perumusan kurikulum dan kiblat mereka. Gue ngga mungkin suatu per satu mengecek tiap universitas ataupun sekolah tahapan di Indonesia yang punya prodi komputer.

Saran
gue, kalo
lo
tertarik timbrung satu jurusan nan berbau komputer di suatu institut, coba
lo
cek deh kurikulumnya trus lo bandingkan dengan daftar mata syarah nan udah gue telaah di atas. Nama-nama ain kuliah yang ada mungkin masih terdengar asing untuk kalian. Tapi, sedikitnya bisa memberikan
lo
abnormal bayangan.

Kalo banyak mata kuliahnya titik api ke pemrograman dan pengembangan
software
aplikatif, ya berarti prodi itu mirip Ilkom/TI. Kalo banyak manajemen sistem komputer dan interaksi manusianya, kemungkinan mirip Si. Kalo banyak teknik dan elektronya, kali lebih mirip Teknik Komputer jinjing.

Ini gue juga saranin cak bagi kalian yang tertawan mau masuk jurusan apapun. Coba tilik-tilik website prodinya, liat kurikulumnya, cek ain kuliahnya. Supaya
lo
kebayang gitu ntar yang
lo
pelajari dan hadapi di dunia perkuliahan itu kayak barang apa. Dan pastinya, biar ga salah jurusan.


Apa Gue Bakal Cocok/Doyan Khotbah di Ilkom/TI?

Kalo lo seorang
math freak,alias suka ulik-ulik sistem predestinasi biner dan kode-kodean pake teknik kriptografi, itu udah semula nan bagus banget untuk tau apakah lo bakal gemar kuliah di Ilkom/TI.

Tapi, menurut
gorong-gorong sih
cara terbaik bikin bisa tau lo untuk sekata/suka kuliah di Ilkom/TI itu yaitu dengan abnormal mencobai tantangan
programming
bakal ngasih bayangan apa yang bakal lo geluti selama 4 tahun di perkuliahan.

Kalo lo udah coba nyicipin dasar-dasar programming dan menurut lo itu adalah hal yang asik, seru, memicu “sense of wonder” dalam diri lo, bikin lo gemes dan terus penasaran, peluang osean emang jiwa lo ada di situ. Tapi, kalo lo coba nyicip tapi udah jenuh, bingung, stress, gak konsen, atau ngebosenin… bisa kaprikornus sebetulnya
passion
lo ada di bidang bukan, bukan di sini.

Padalah
gimana caranya buat nyicipin
programming? Coba
deh

lo singgah ke situs
CODE.ORG
maupun
CODEACADEMY.
Kedua situs itu yakniplatform
yang cukup banget untuk pemula yang ingin mempelajari pemrograman.

Meskipun gambarnya momongan-momongan banget, banyak mahasiswa non-IT di luar sana yang menggunakan situs ini untuk memuaskan rasa penasaran mereka tentang
basic computer science.

Lo adv amat sign-up, dan dapat langsung coba belajar buat
programming. Kedua situs ini udah dirancang sedemikian rupa cak bagi memberika level tantangan bertahap dan pada akhirnya menujukan lo buat menuntaskan sebuahproject,sebagai halnya mereka cipta web. Selamat mengepas ya..!

****

Oke
deh, sekian lampau kupasan dari
gue. Seharusnya bisa kondusif menstabilkan pilihan kalian nanti untuk turut PTN.

Melalui tulisan ini, gue berharap ga ada lagi mahasiswa tipe #4 yang salah jurusan layak masuk Ilkom/TI. Gue juga berharap catatan ini bisa menerimakan pencerahan untuk calon mahasiswa tipe #2 dan #3 akan segala apa yang mereka geluti ke depan. Dengan demikian, isi kampus-kampus Ilkom/TI merupakan orang-orang yang bersusila-benar n kepunyaan
passion
menggeluti bidang ini dan melahirkan inovasi-pintasan berjasa bagi kemaslahatan umat.

Mungkin makhluk itu adalah salah suatu semenjak beliau yang sedang baca tulisan ini. Sebagai penutup, liang tampilin sebuah video dari Code.org

Referensi

tekkom-ui.blogspot.com/search/tera/tekkom

www.jurusankuliah.net/2013/09/jurusan-teknik-komputer jinjing-ilmu.html

eng.ui.ac.id/ilmuwan-kelas-regular/

Sendang bagan programa luas segitiga: www.engineersgarage.com/c-language-programs/calculate-provinsi-triangle-given-three-sides

Sendang tulang beragangan bahasa pemrograman: funwebapp.weebly.com/uploads/3/2/1/2/32123941/732537118_orig.jpg?221

Mata air gambar arsitektur TI, dimodifikasi pecah www.aspegardh.com/topBanner-it-strategy-architecture.jpg

Catatan Editor

Kalo ada di antara lo yang cak hendak ngobrol atau sumbang saran sebabat Fanny akan halnya dunia jurusan informatika, spontan aja tinggalin
comment
di bawah artikel ini. Bikin lo nan pengen timbrung bidang ini,
gua
saranin banget untuk ikutin saran Fanny buat coba nyicip dulu di dua website rekomendasi Fanny, di sana lo semua bisa belajar
basic programming dengan percuma!

Source: https://www.zenius.net/blog/jurusan-ilmu-komputer-teknologi-informasi