Belajar Logat Maksaaar Dengna Cepat

Logat Makassar
atau
bahasa gaul makassar
adalah bahasa yang bosor makan digunakan oleh warga makassar dan sekitarnya (sulawesi selatan dan barat). logat ini ada ciri khas yang individual dan berbeda dengan bahasa / logat logat kawasan lainnya. Logat ini persangkaan terdengar berangasan yang men sebagai identitas orang nan tangguh dan perkasa.

Logat ini baku dikombinasikan titik berat cina. Okkot merupakan pelecok satu ciri khasnya, yaitu mengurangi, mengingkari dan menambahkan abjad di balik. Partikel zarah yang buruk perut di ucapkan intern logat ini adalah “MI,PI,JI,Burik, dan MO”. Di logat ini kebanyakan mengganti -nya diproduksi menjadi -na.

Daftar pokok

  • 1
    Penggabungan
  • 2
    Subjek dan Objek
  • 3
    Menghemat dalam penggunaan prolog
  • 4
    Molekul Partikel

    • 4.1
      Unsur Mi
    • 4.2
      Atom Landang
    • 4.3
      Partikel Pi
    • 4.4
      Partikel JI
    • 4.5
      Unsur Pintu
    • 4.6
      Partikel Mo
    • 4.7
      Partikel Ko
    • 4.8
      Partikel Wé
    • 4.9
      Partikel Tahi lalat dan Di’
    • 4.10
      Tawwa
    • 4.11
      Kodong
    • 4.12
      Bede’
    • 4.13
      Mami
    • 4.14
      Dule / Dulue
    • 4.15
      Lalo
    • 4.16
      Do’
    • 4.17
      Kesimpulan “Saja”
    • 4.18
      Si polan
    • 4.19
      Bati Bati’i
    • 4.20
      Kata Larang dan penolakan
  • 5
    Okkots

    • 5.1
      Sejarah Okkots
  • 6
    Imbuhan lainnya
  • 7
    Kosakata
  • 8
    Tautan Luar

Penggabungan

Terkadang, bahasa yang di gunakan yakni semakin banyak mempekerjakan daftar kata bahasa indonesia mulai sejak puas bahasa makassar atau sebaliknya / ter-influence dengan bahasa indonesia. misalnya :

“Jauna rumanu, teaja’ pergi” -> “Bellana rumahnu, ndak mauja’ memencilkan” -> Jauna Rumahnu, ndak ingin jeka’ pergi”

yang sepadan berfaedah dengan

“Rumah mu jauh, aku tak cak hendak pergi”.

Subjek dan Bahan

Bahasa Indonesia yang dipakai sebagai bahasa pemersatu kemudian ter-influence oleh bahasa kawasan itu sendiri. Sejumlah istilah bahasa kawasan kemudian ikut mencelup pengusahaan bahasa Indonesia, di selangnya ya unsur-elemen itu tadi. Peleburan bahasa kewedanan ini ke dalam bahasa Indonesia juga mengacaukan bangun kalimat, merusak tatanan MD, Subjek Alamat sehingga terkadang logat di Sulawesi Daksina ini terdengar sangat acak-acakan.

Dengarkan kalimat ini

“malam pi baru aku bawa bukumu padalah..?”,

yang dalam bahasa Indonesia yang ada sama dengan ini

“bukumu aku bawa nanti malam saja ya ?”.

Menghemat internal penggunaan pembukaan

Pengusahaan bahasa Indonesia logat ini juga tertambat adv amat menghemat penggunaan pembukaan,walau pula subversif tatanan bahasa yang ada. Sebagai contoh lagi: “kau mo yang bawaki” alias setimpal dengan kalimat ” besok biar engkau aja yang bawa”..belum kembali bila diberitahukan sekali-kali suka-suka di singkat kembali diproduksi menjadi ” ko mo yang bawaki.

Anasir Partikel

Zarah Bihun

  • Anasir MI
    adalah alas kata imbuhan. contohnya dalam kalimat “makan mi”, partikel Mihun berguna memohon, tapi dalam kalimat lain, misalnya ” agung mi”, unsur mi berganti guna sebagai penegasan kalau orang/benda yang dimaksud sudah lalu agung (dewasa). Kerumahtanggaan kalimat tak, misalnya “jadi satumi” anasir Laksa pun berfungsi laksana penandasan bila benda/orang sudah diproduksi menjadi satu, berlainan dengan kalimat tak seperti “ambil mi” dimana Misoa berfungsi kembali lakukan memohon orang mengambil komoditas/benda.

Zarah “mi” ini bernas ditambahkan lagu dengan anasir “ko” bikin mempertegas perintah. “Mi”+”Ko” = “Moko”.

Tapi akhiran “moko” ini digunakan bakal lawan cakap segolongan atau semakin muda (lain dianjurkan buat lawan cantik yg kita hormati), mampu di catat diproduksi menjadi “Mko” dan o tadinya tidak perlu di ubah diproduksi menjadi e, makara bacanya tetap di baca moko. tapi o awal puas perkenalan awal moko lain terlalu kentara atau di baca singkat, kurang semakin seperti ini ” ‘Mko “.

  • Kamil :
    • Bersantap moko! = Makanlah kau! / makanlah!
    • Pergi moko ! / Sana moko ! = Pergilah kau! / Pergilah!

Elemen “mi” ini congah ditambahkan juga dgn atom “borek’ ” cak bagi mempertegas perintah, “Mi”+”Bab’” = “Miki’ ”.

Akhiran “miki’ ” ini bekasnya semakin sopan, digunakan untuk padanan cakap nan semakin lanjut usia, atau orang yang kita hormati. Miki rata-rata menyebutnya Meki’, dan berlimpah di tulis “mki”.

  • Arketipe :
    • Makan miki’ = makanlah
    • Menghindari miki’ = Pergilah

Partikel Toh

  • Toh adalah imbuhan pengenalan tanya. Imbuhan ini bayak juga di temukan di kawasan lain di nusantara misalnya Jawa.
    • Lengkap : Lusa pi toh ? = Esok aja kan?

Elemen Pi

  • Salah Satu Contoh
    Elemen PI
    = “satu pi” (penting mengistimewakan jikalau subjeknya sedang invalid satu lagi),contoh yang farik: “malam pi” yang berharga minus semakin “tubin malam”, kebanyakan dipakai untuk kalimat seperti mana “lilin batik pi ko datang” (engkau datangnya ntar malam aja).

Elemen JI

  • Molekul JI, lumrah di tulis “JIE” maknanya kurang semakin sebagaimana hanya,contohnya pada kalimat “satuji aku dukung” yang penting tekor semakin “saya namun bawa satu” (perhatikan tatanan penempatan kalimat yang persangkaan berantakan). Tapi kadang-kadang molekul ini juga bermakna menegaskan, misalnya pada kalimat ” besarji rumahnya ” yang berfaedah sebagaimana ” rumah agung cak kenapa..”,
  • Akhiran “ji” juga kerap didampingi dengan anasir “ko” dan “portal’ ”plong ketika kita berdiskusi sreg antitesis cakap. “ji” + “ko” = “joko”

    • contoh : sudah lalu joko makan? = Apakah kau sudah makan?

Sama halnya dengan imbuhan “Kwetiau” di atas, versi sopan(halus) “ji” + “ki’ ” = “jiki’

  • “Contoh : sudah jiki’ makan? = Apakah Anda sudah makan?

pembacaan jiki dan joko mampu di baca jeki’ dan jeko bila elemen ji di kebat dengan ko dan ki

kaprikornus, cara penulisannya : Jki, Jko, J di baca je

Anasir Borek

  • Partikel Burik’
    kepanjangan bersumber Kita atau Kita’ alias Kita(k) nan berfaedah KAMU. Tapi semakin sopan. Hipotetis penggunaan dalam kalimat “dimanaKi’?” bermanfaat “Engkau dimana?” Biasa digunakan untuk manusia yang semakin tua karena semakin sopan.

Elemen Mo

  • Partikel Mo
    merujuk ke kata Saja atau mengajak sesuatu bakal mengikuti.

    • Contoh : “Aku mo!” yang berfaedah “Aku Saja!”, paradigma lainnya “Kau mo yang kupilih!” yang berfaedah “beliau sekadar nan aku pilih”

Partikel Ko

  • Partikel Ko, nan berfaedah beliau. Dalam pengusahaan ini di gunakan pada kenalan inversi dan yang dekat. Alas kata Ko enggak di anjurkan cak bagi ibu bapak, guru, khalayak nan tak dikenal, maupun anak adam yang semakin gampang karena dianggap kurang sopan.

    • Contoh : “Inginko
      Kemana?” nan berarti “Anda mau kemana?”

Partikel Wé

  • Partikel Wé
    adalah kata sapaan nan sering di gunakan yang berfaedah “Hey!”.

    • Contoh : “
      Rudi! Mau ko kemana?” yang berfaedah “Hey! Rudi!… Kamu ingin ke mana?”

Molekul Toh dan Di’

  • Zarah Toh dan Di
    adalah kata tanya yang legal diartikan ke dalam bahasa Indonesia perumpamaan “kan?”. Kata ini juga paling gampang di cernah oleh bani adam yang bercita-cita berupaya bisa berdialek makassar.

    • Contoh : “Mauko jalan sama Karakter
      Andeng-andeng?” yang berfaedah “Beliau mau jalan dengan Budi
      Ketel?”

Tawwa

  • Tawwa
    atau Tau’a itu seperti sanjungan untuk khalayak alias sah digunakan kerjakan merayu.

    • Contoh kalimat tawwa “Tawwa, Sudah mi testing” berfaedah ” atau… “Liatko tawwa i Baco’… Bagus nilaina” berfaedah “Liat tuh Sang Baco’… Bagus nilainya”

Kodong

  • Kodong
    ki berjebah digambarkan dengan ekspresi kesedihan atau kekecewaan nan berharga kasihan.

    • Abstrak “Hilang pulpen ku’ KODONG” yang berfaedah “Pulpenku hilang (kasihan/sedih)” maupun bakir lagi berguna “Aduh, pulpenku hilang” Balasan bagi rasa tenggang rasa ke pada cucu adam nan merasa sedih “Kodong! Hilang Pulpenmu?” nan bermakna “Aduh Kasihan, pulpenmu hilang yah?”

Bede’

  • Bede’
    ataupun Bedeng (kaidah bacanya Bede’ -E.nya sebabat dengan penyebutan kata “Esa, Tempe”) sejenis dengan kalimat lampiran untuk kata ‘Katanya’.

    • Komplet “katanya bede’ Irma, Tiwi pergi Sekolah.” ,artinya “eh katanya Irma, Tiwi pergi sekolah.” ataupun “Kau bede’ yang bawa itu rok”. bermanfaat “Kamu katanya, yang mengapalkan baju itu”

Mami

  • Mami
    setolok dengan “Saja”. Kata “Mami” rani di persingkat diproduksi menjadi “Mihun” dan berlainan berfaedah dengan partikel Misoa, kata ini kembali berbenda diproduksi menjadi
    “Mami Laksa”.

    • Contoh : berak sedikit
      mami
      itu, yang berarti : sisa sedikit saja itu.. : Arketipe ke 2 (mami disingkat mi) : Sisa sedikit
      mi
      itu. yang artinya : sisa adv minim hanya itu. Teoretis ke 3 : sisa abnormal
      mami bihun
      itu, yang artinya : sempuras cacat saja itu.

Dule / Dulue

  • Dule atau Dulue adalah prolog bikin memohon / menginginkan sesuatu, kebanyakan di gunakan untuk orang yang sangat damping.

Contoh : Belikan dulue aku cemilan ka, Artinya : Minta, belikan aku cemilan itu

Lalo

Lalo ialah pembukaan lain dari saja. Kata lalo semakin cocok di gunakan unuk merujuk ke substantif

Pola : Itu lalo mi yang di pake = Pakai saja lah itu

Sempurna 2 : Makan itu lalo, nanti pi ku kasikko = Bersantap itu saja, esok aku berikan

Do’

Do’ berasal dari bodo’ / Bodoh, ini di gunakan bagi sahabat gurau, maupun kenalan dekat yang humoris. Kata ini tidak boleh di gunakan di depan orang yang semakin tua dan baru kita kenal. karena cak semau 3 guna yaitu Lah, Saja, dan Bodoh

Contoh : Itu mo do’ supaya nda menyesalko = Itu namun lah, supaya anda lain menyesal

Deduksi “Saja”

Walaupun kata sahaja dalam Aksen makassar ada banyak bangun, tapi suka-suka cara dan penggunaan masing masing. kerjakan kata Lalo, di gunakan untuk introduksi “Menggunakan”, Do’ di gunakan bakal suatu sikap dan perilaku. Mo digunakan untuk mengajak sesuatu. Ketiga kata kersebut cuma boleh di gunakan ke kerabat atau sahabat dekat cuma.

Anu

Anu dalam Kamus Agung Bahasa Indonesia (KBBI), introduksi ini sangat terdahulu dan paling belalah di gunakan oleh cucu adam Bugis makassar maupun seluruh nusantara.

  • yang bukan diceritakan namanya (orang, benda, dsb): sang — mengamalkan pembelian — di toko –; 2 (kerjakan mengistilahkan) sesuatu yg namanya terlupa maupun bukan diketahui: gedung — yg baru radu dibangun itu akan disahkan pemakaiannya esok

pembukaan ini tinggal penting dan minimal sering di gunakan oleh orang Bugis makassar maupun seluruh nusantara.

Model kalimat si polan dalam Bahasa Jawi Makassar maupun Logat Makassar

  • Ku anui tadi anak kunci mu’, ku robeki = Bukumu aku….., Bukumu aku sobek.

Bati Bati’i

Bati dalam aksen ini berfaedah di pedulikan, memedulikan, di hiraukan, menghiraukan. Bila kata ini ada di kesudahan kalimat karenanya akan diproduksi menjadi Bati-bati’i yang berfaedah di peduli peduli itu (disana).

Conto : Bati’i sai itu

Kata Larang dan penolakan

Dimakassar cak semau 3 kata pantangan.

  1. Jangki = Janganlah (Bermoral)
  2. Jangko = Janganlah kau (Kerabat)
  3. Teaja = Aku enggak mau
  4. Teja’ = Artikulasi dari teaja
  5. Tidak = Bahasa Indonesia

Okkots

Pemakaian introduksi ‘Okkots’ sebenarnya yaitu kebobrokan berkata, adil dalam mengadakan komunikasi ataupun n domestik coretan. Okkots sendiri berfaedah salah ucap alias pelecok bahasa nan maknanya salah pengucapan dalam bahasa Indonesia karena bukan berdasarkan dengan ejaan nan disempurnakan dan tidak tertera kerumahtanggaan Kamus Agung Bahasa Indonesia (KBBI). Okkots mampu berguna menambahkan, mengurangi atau mengubah konsonan di ujung suatu kata. Bangun okkots yang paling kecil sering ditemui dalam kehidupan sehari-periode yaitu Okkots “N” & “NG”. Bintang sartan, alas kata yang belakangnya lambang bunyi “Tepi langit” bissa diproduksi menjadi “NG” serupa itu pun sebaliknya, kata nan belakangnya abjad “NG” diproduksi menjadi belakangnya “N”.

Kata ‘Okkots’ itu kebanyakan dipopulerkan petatar dan mahasiswa Makassar yang berupaya bisa dan kuliah di luar Sulsel serta dominasi komunikasi pergaulan mereka yang berasal dari berbagai macam kabupaten di Sulsel kemudian berjumpa n domestik komunikasi yang semakin elitis di Makassar. Bahasa ‘Okkots’ sepadan halnya dengan sebutan ‘ma’logat’ atau melalaikan bahasa ibu-nya sesudah hidup sekian lama di kawasan manusia, Cuma berlainannya ‘Ma’logat’ merupakan cibiran maupun travesti terhadap orang yang mengabaikan dasar usulnya, terjadwal bahasa etnisnya. Hal ini berlainan dengan pemanfaatan bahasa ‘Okkots’ yang menurut aku merupakan ‘urut-urutan damai’ dialek kerumahtanggaan Bahasa rasial (Bahasa Makassar) terhadap Bahasa nasional (Bahasa Indonesia).

Sejarah Okkots

Kerumahtanggaan bahasa Bugis Makassar sehari-tahun, kita enggak mengenal hal ada akhiran N di ujung suatu kata, umumnya kata internal Bahasa Bugis Makassar diakhiri dengan NG. Contoh nya: tudang (duduk), masserring (menyapu), dangkang (menjual), mappabbiring (benah flat) dan bukan-tidak. & ketika Bahasa Indonesia mulai diperkenalkan, alat perasa hamba allah Bugis Makassar yang terbiasa dengan NG, mencoba menyesuaikannya, namun alih-alih berharta menyamakan diri, nan terjadi malah kekacauan kasatmata kegelisahan mengucapkan ujung setiap alas kata yang berakhiran N & NG. Semakin terbatas begitulah asal muasal terjadinya OKKOTS.

Teoretis:

Kata “makan” terkadang diproduksi menjadi “makang” —> penyisipan konsonan “G” sesudah leter “N”
Pengenalan “kandang” bissa melongok diproduksi menjadi “kandan” —> pengurangan konsonan “G”.

Imbuhan lainnya

  • Ta’ = Aspal
    • Tassandung gapura kaki’na = Tersandung (itu) kakinya
  • Ka = Itu / Soalnya
    • Ka kenalanku bawaki itu buku =
      • Arti Radiks : Itu, kenalanku bawa [itu] itu buku
      • Arti : Soalnya, Kenalanku membawanya
  • Na- = Dia (Berbuat)
    • Na masaki iwak ka =
      Sira
      [itu] masak ikan soalnya.
  • -gapura- = Itu
  • -I = Itu
  • I- = Sang (Alas kata Lepas)
    • I baso’ bersantap bab mempelam = Si baso’ makan (itu) pauh
  • Sai = Itu
  • Sufiks Ng + A (Ngah) = Ini (tapi condong “itu”)
    • Temang-a [Kenalan ini]
    • Bolong-a [Lobang ini]
  • Akhiran Ng + I = Itu (Mereka) (They)
    • Baku temangi = Mereka itu saling berkawan
  • Akihiran Ng + A’ (Ngak) = Aku
    • Baku Temang-a’ = Aku saling berkawan
    • Lagi makang-a’ = Aku kembali makan.
  • -na = -nya
  • -ma’ = Aku
    • Doakamma’ cepa’ lulus = Doakan aku (sepatutnya) cepat Lulus
  • Ma’- = Ber
  • Nu- = Kamu (digunakan cak bagi pengenalan kerja)
  • -sudahlah = yah!

Perbendaharaan kata

Logat Makassar Bahasa Indonesia Logat Makassar Bahasa Indonesia
Segala apa deh!! Apa Sih! Lompo / Loppo Agung
Angngapako? Kamu Kenapa? Calleda’ Centil
Asala’ kau ji Terserah apa maumu Bencong Teroris
Ambe’ mua mi / Allengasemmi Ambi aja Semua Cipurukka’ Aku Lapar
Bella na! Jauhnya! Cess! Sobat!
Bagaya Banyak Tren Dahsyatnya arrakadaaa’! Asing Biasa
Ballisikku Aku Sebel! Epen Kah? Emang Pentig
Bedededeh Walah! Kamase / Kamse’ / Kamaseang Sedih
Bakka’ Na Agungnya Kampudes Kampungan Dari desa
Lale Kenes Lannyak’ Hilang
Mannyu! Kesal Nganre Bersantap
Pergima’! Aku Pergi! Pa Bote’/ Botek / Balle Balle Bohong
Palla’na Jagonya Palukka’ Perampok
Sante Mako Santai Aja Tanjakna Mukanya
Tabe’ Pamit Tanjak Begitu juga
Talekang / Tattaletalekang Amat sangat / Ada lebihnya lebihan Tappu’ Tersayat / Terpenggal
Upak’ Untung Ta’Bangka / Tabbangka Kaget / Terkejut
Lending Berdua’an Pa’garasuh rasuh nakal / jahat /bengal
Nassami! Tentu Sekadar Kamaseangna Kasiannya
Tinro / Katinroang Tidur Petiduran Ekstrak’battang Saudara
Pa’saribattangngan Asosiasi Mangge / Ammak Ayah, Ibu
Panra’ / Panrak Rusak Tena doe’ Tidak memiliki uang
Battalak’ Gemuk Gammara’na Bagusnya
Bambangna Panasnya Karoppo’ Kerupuk
Mas Koke’ Koke’ Penjual Mainan Botto’ Bau
Tarattu’ Kentut Iwak Bolu Iwak Bandeng
Pete’ Pete’ Angutan Ii kabupaten Kapang (Tak okkots) Barangkali
Iyo Iya (Akrab) Iye Iya (Ter-hormat)
Porenu! Nikmat Aja Pocci Pusar
Bawa Ucapan Kace Kakak
Mace Ibu (Gaul) Pace Ayah (Gaul)
Pacce Lejar Endak Tak
Pattoatoai / Pa’toatoa i Mengejek Ge’gere’ / Geggerek Ribut
Sekke’ / Gi’gili’ Pelit Ta’bentang Terlempar
Tappa’ Percaya Passammih Biarkan Saja
Kugappajako Aku akan mendaptkanmu Gappa Mampu
Jappa jappa Kronologi urut-urutan Tassakkok Tersedat
Singkamma Separas / Seperti Tappalese’ / Tasossoro’ / Tasossor / Jatuh Tasossor / Tappaleset Turun Terpeleset
Pa’bao’ / Pabalu’ Pedagang / Penjual Pabbalu’ Juku Penjual Lauk
Bawanu Mulutmu! Siagang Dengan
Tayanga’ Tunggu Aku Tojeng Ada / Sungguhan

Normal : Cak acap di gunakan sehari hari.

Italic : Jarang tapi Seremonial di tangkap suara intern percakapan sehari perian. Biasa di ucapkan di wilayah padat pemukiman di perbatasan kota.

Bold : Ini adalh enggak anggota mulai sejak Titik berat Makassar

Tautan Luar

  • (Indonesia)
    [1] – MPK dan Prosa Pacarita Sikanruang Ri lae lae (Kompasiana)
  • (Indonesia)[2]- Yang mahakuasa, Kenapa aku diproduksi menjadi Osella, Okkots Semenjak Lahir (Kompasiana)
  • (Indonesia)[3] – Makan Mihun’ (Bahasa Makssar Berlambak Tonji Cezz..!!!!!!!!)
  • (Indonesia)[4] – Logat Makassar (Spenraya)
  • (Indonesia)[5] (mohon artikel ini semakin di utamakan) logat makassar



edunitas.com

Source: http://p2k.unkris.ac.id/id3/2-3065-2962/Logat-Makassar_237400_stie-walisongo_p2k-unkris.html