Belajar Ilmu Menghilang Dengan Cepat


Untuk menguasai sebuah ilmu dengan baik membutuhkan proses nan panjang, tak ada kronologi pintas maupun shortcut internal hal ini; sebab mantra memang menuntut pengorbanan. Dan sesuatu yang didapatkan dengan cepat nan instan, maka akan menghilang dengan cepat pun.

Para cerdik pandai sedari dulu juga telah memperingatkan akan kejadian ini, sebagaimana nasehat Abdulloh bin Yahya rahimahullah,

لا يسْتَطَاع الْعِلْمَ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ

“Ilmu bukan akan didapatkan dengan bersantai angkuh”.

Terdapat pula sebuah idiom yang cukup widita kerumahtanggaan hal ini,

لَوْكَانَ نُوْرُ الْعِلْمِ يُدْرِك بِالْمُنَى، لَا يَبْقَى الْبَرِية جَهِل

“Seandainya mantra boleh diraih dengan berfantasi, niscaya lain akan ada kembali bani adam nan bodoh”.

Ya, merupakan sebuah sunnatulloh bahwa sesuatu nan berharga harus didapatkan dengan penuh perjuangan, apalagi lagi hobatan yang merupakan cahaya Halikuljabbar subhanahu wata’ala.

Demi memudahkan penuntut ilmu kerumahtanggaan meniti jalan panjang tersebut, para ulama telah memberikan sebuah konsep belajar dari level mula-mula hingga lanjutan. Situasi ini enggak tanpa alasan, sebab seseorang yang salah mengambil ancang dalam mempelajari sebuah ilmu tak ubahnya sebagaimana musafir yang salah arah hingga tersesat tidak menentu.

Artikel kali ini merupakan persembahan kepada para penuntut ilmu yang ingin menguasai mantra tajwid dengan baik. Sekaligus sebuah hadiah untuk para penyuluh Al-Alquran yang senantiasa berjuang n domestik mencetak generasi penghafal Al-Quran nan mumpuni. Dan kado khusus buat siapapun yang belalah terhadap kalamullah yang luhur.

Tahapan Pertama: Menghafal Matan Tuhfatul Athfal

Mandhumah
atau matan
Tuhfatul Athfal
karya syaikh Sulaiman Al-Jamzuri rahimahullah ini tenar dengan kemudahan susunan kalimatnya ataupun tidak rumit, pun sejenis itu dengan makna yang terkandung. Tak menganehkan seandainya matan satu ini mendapatkan balasan yang hangat dari pematang penuntut ilmu di penjuru dunia.

Beralaskan alasan diatas, matan satu ini sangat seia untuk menjadi persiapan awal seseorang privat mengarungi lautan ilmu tajwid. Sebab memulai dengan level kesulitan yang rendah akan menjaga roh seseorang intern menuntut ilmu.
Selain itu, mutakadim cukup banyak audio rekaman pustaka matan ini nan akan membantu kita cak bagi menghafalnya.

Janjang Kedua: Pelajari Syarah Tuhfatul Athfal

Bermacam rupa syarah dari matan satu ini sekali lagi sudah banyak beredar, diantaranya ialah syarah si pengarang sendiri yang bernama
Fathul Aqfal. Terwalak lagi syarah tak yang layak direkomendasikan yaitu
Minhatu Dzil Kemuliaan karya Syaikh ‘Ali Adh-Dhobba’
rahimahullah serta
Taqrib Al-Manal karya Syaikh Hasan Dimasyqiyah
rahimahullah.

Takdirnya ternyata anda belum begitu mahir dalam bahasa Arab, maka alternatif lainnya adalah menirukan dauroh orasi matan suatu ini maupun mendengarkan rekaman penjelasan yang sekali lagi sepan banyak beredar di internet.

Sreg tahapan ini, kami pula merekomendasikan untuk banyak mendengarkan murottal Al-Quran, terutama surat-arsip sumir. Tujuannya adalah agar telinga kita teradat dan memahami bacaan yang bermartabat. Diantara murottal yang cocok adalah murottal Syaikh ‘Ali Al-Hudzaifi hafidzahullah dan Syaikh Muhammad Ayyub rahimahullah.

Janjang Ketiga: Menghafal Matan Jazariyah

Lain bisa dipungkiri bahwa Matan Jazariyah ialah sebuah karya fenomenal. Karya Ibnul Jazari rahimahullah satu ini mendapuk peringkat mula-mula bak mandhumah yang paling masyhur dalam ilmu tajwid. Dan tak tetapi itu, banyak diantara para masyayikh nan mensyaratkan hafalan serta pemahaman yang bagus terhadap matan ini sebelum diizinkan mencoket sanad plong mereka.

Selain pembahasannya yang menyeluruh dan mencangam dempang semua pembahasan ilmu tajwid, matan satu ini pula memiliki susunan prolog yang mudah untuk dihafal.

Tentunya akan bertambah baik lagi jika bisa menyetorkan hafalan matan
Jazariyah
kepada temperatur yang sudah memiliki sanad matan ini, sehingga beliau juga berkesempatan bikin mewarisi galur sanad tersebut.

Tangga Keempat: Menelaah Khotbah Jazariyah

Setelah menghafalnya, atau ditengah proses menghafal, mudahmudahan diiringi dengan menelaah syarah semenjak matan
Jazariyah
ini; sehingga terkumpul privat satu waktu antara hafalan dan pemahaman yang baik.

Matan suatu ini memiliki layak banyak syarah, mulai dari karya ulama terdahulu hingga syarah para cerdik pandai mutakhir. Diantara syarah nan cukup bagus bagi pemula adalah
Ad-Daqoiq Al-Muhakkamah karya Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshori
rahimahullah dan
Asy-Syarhu Al-Wajiz karya Doktor Ghonim Qodduri
hafidzahullah.

Janjang Kelima: Mempelajari Kitab Lampiran Matan Jazariyah

Setelah memahfuzkan dan mengatasi isi perut dari matan
Jazariyah, maka alangkah baiknya jika dilengkapi dengan mempelajari plural kitab yang memiliki pembahasan apendiks. Diantaranya ialah matan As-Salsabil
Asy-Syafi karya Syaikh Utsman Murod dan At-Tuhfah As-Samanudiyah karya Syaikh Ibrohim As-Samanudi
rahimahumallah.

Disamping itu, akan sangat baik takdirnya mengingat
Asy-Syawahid Al-Mukhtaroh min Al-Mandhumah Al-Muharroroh fi At-Tajwid karya Syaikh Ilyas Al-Barmawi
hafidzahullah.

Tahapan Keenam: Memperluas Wawasan

Selepas bertelur melampaui 5 tingkatan dengan baik, maka koteng penuntut mantra sudah dirasa layak lakukan dapat meresapi raksasa hobatan tajwid yang lebih internal, yaitu dengan mempelajari berbagai kitab nan memiliki pembahasan kian luas dan rinci. Patut banyak karya ulama yang dapat dinikmati pada hierarki ini, diantaranya:

  • Mandhumah Al-Khoqoni karya Imam Al-Khoqoni rahimahullah.
  • At-Tanbih ‘ala Al-Lahn Al-Jaly wa Al-Khofi karya As-Sa’idi rahimahullah.

    At-Tahdid karya Bubuk ‘Amr Ad-Dani rahimahullah.
  • Ar-Ri’ayah karya Makki kacang Abi Tholib rahimahullah.
  • Juhdu Al-Muqil karya Al-Mar’asyi.

Tinggi Ketuju: Menelaah Kitab Waqof & Ibtida

Janjang-tahapan sebelumnya sejatinya sudah lalu mencakup pembahasan ilmu
waqof
dan
ibtida. Belaka tetapi jika ingin mengerti ilmu satu ini dengan bertambah baik, maka hendaknya menelaah kitab partikular internal pembahasannya. Salah satu kitab yang cocok adalah Manarul Huda karya Imam Al-Asymuni
rahimahullah.

Inilah 7 tangga yang semoga dilalui secara runtut agar seorang penuntut ilmu bisa menguasai ilmu tajwid dengan baik. Seharusnya Sang pencipta subhanahu wata’ala mengaruniakan kepada kita aji-aji yang berarti. Amiin.

Referensi:

-Shahih Muslim

-As-Subul Al-Mardhiyyah li Tholab Al-‘Ulum Asy-Syar’iyyah, Ahmad Salim

Ditulis maka dari itu :
Afit Iqwanuddin, Lc.
(Alumni PP Hamalatul Quran Yogyakarta dan Mahasiswa S2 Aji-aji Qiroat, Fakultas Al Quran, Universitas Islam Madinah)

Artikel
HamalatulQuran.com

Source: https://hamalatulquran.com/tujuh-tahapan-dalam-mempelajari-ilmu-tajwid/