Belajar Cepat Mekanik Alat Berat

Hiii sobat Pembaca yang riang gembira,,,hehehehehe..okey yaa ane akan share akan halnya kelanjutan bersumber
Definisi Perawatan
sesuai posting sebelumnya kita sudah mengetahui kekuatan dari perlindungan maka pada step selanjutnya merupakan klasifikasi maintenance ( kategorisasi jenis proteksi ).
Langsung ya sobb..

Klasifikasi

Preventive Maintenance

Preventive maintenance  adalah perawatan yang dilakukan dengan tujuan lakukan mencegah kemungkinan timbulnya gangguan alias kerusakan plong organ. Pelestarian ini dilakukan tanpa perlu menunggu tanda-tanda atau terjadinya kerusakan.
Preventive maintenance terbagi menjadi 3 (tiga),merupakan :

1.Periodic Maintenance

Periodic maintenance adalah pelaksanaan service yang dilakukan sesudah perlengkapan bekerja buat total jam aksi tertentu. Besaran jam operasi ini ialah sesuai dengan total yang ditunjukan oleh pencatat jam operasi (service meter) yang terserah pada perlengkapan tersebut.
Service meter pada monitor panel D85ESS-2 :

Service meter puas monitor panel PC200-7:


Periodic maintenance

terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :

  • Periodic Inspection

Periodic inspection merupakan  inspeksi alias pemeriksaan buletin (daily – 10  hours) dan mingguan (weekly – 50   hours) sebelum unit dioperasikan. Hal ini dilakukan untuk mencerna apakah gawai privat kondisi aman untuk dioperasikan. Pada pelaksanaan penapisan harian (daily) bisa menggunakan beberapa perangkat bantu, diantaranya :

  1. Check sheet, yaitu suatu  form (daftar) nan digunakan untuk menyadari hasil aksi berusul saban perlengkapan dalam satu masa operasi.
  2. Daily check, ialah suatu  form (daftar) seperti halnya  check sheet namun berbeda pada ukurannya (pocket size), sehinggga insinyur atau mekanik akan dengan mudah mencatatnya.
  • Periodic Service

Periodic service adalah suatu manuver untuk mencegah timbulnya kerusakan pada satu alat yang dilakukan secara periodik/continue dengan pause pelaksanaan yang mutakadim ditentukan berdasarkan  service meter/hour meter (HM).
Perawatan alat alias  machine secara teratur (berkala) ialah lampau penting demi menjamin pengoperasian alat yang bebas dari kerusakan. Selain itu, dengan melaksanakan perawatan peranti secara teratur, umur alat dapat mencapai atau sesuai  kehidupan yang direkomendasikan makanya factory.

Waktu (time) dan uang jasa (cost) yang dikeluarkan buat melaksanakan  periodic service (perawatan berkala) akan dikompensasi dengan semangat alat yang panjang dan berkurangnya ongkos perbaikan alat. Sreg kondisi operasi yang jarang, jadwal musim perawatan perlu dipersingkat dari predestinasi yang terdapat pada  shop manual. Tabel di pangkal menunjukkan periodic service yang harus dilaksanakan berdasarkan jumlah jam kerja (operating hours) yang tertulis pada service meter/hour meter (HM).

Meskipun alat/machine  sudah distel dan di-setting dengan membedabedakan sekali sebelum dikapalkan, akan tetapi suatu  machine bau kencur membutuhkan pengoperasian nan lever-hati pada  250 jam pertama cak bagi mendudukkan bagian-bagian yang mengalir berpokok machine.
Sejumlah hal yang harus diperhatikan diantaranya ialah :

  1. Setelah start, running engine sangka-kira 5 (lima) menit plong putaran rendah (low idle) untuk memanaskannya sebelum beroperasi.
  2. Hindari menjalankan engine pada putaran tinggi (high idle).
  3. Hindari menjalankan atau menambah kecepatan engine secara tiba-berangkat, mengerem dengan tiba-tiba alias berbelok dengan mencolok j ika tak diperlukan.
  4. Oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oil dan elemen sortiran nan plonco dan asli.
  5. Ingatlah cak bagi demap mengamalkan perawatan dan pengawasan berkala sebagai halnya yang ditunjukan pada buku ajaran.
  6. Ingatlah untuk caruk mempergunakan baban bakar dan  minyak pelumas yang rekomendasikan oleh factory.

Untuk PS 250 yang purwa (initial), j ika alat masih mentah, maka perlu diperlakukan secara khusus. N domestik kejadian ini ada bilang  item yang harus diganti walaupun umur pakainya belum selesai. Dengan melakukan kejadian ini berarti biaya yang dikeluarkan memang kian besar diawal kepemilikan perangkat seperti diperlihatkan pada kurva bak mandi (bath up curve) di bawah.

Selama periode A, perlu manah bertambah khusus agar periode B bisa diperpanjang. Perawatan nan dilaksanakan selama musim B perlu diperhatikan juga agar kenaikan biaya pada hari C menjadi rendah. Secara keseluruhan apa yang dilakukan puas setiap periodic service dapat dilihat pada OMM (Operation and Maintenance Manual).

2.Schedule Overhaul

Schedule overhaul yakni varietas perawatan yang dilakukan dengan jeda tertentu sesuai dengan umbul-umbul  overhaul masing-masing komponen nan terserah.Schedule overhaul dilaksanakan lakukan merekondisi machine ataupun komponen agar kembali ke kondisi alam sesuai dengan standard  factory.Interval waktu yang sudah lalu ditentukan dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka macam seperti kondisi medan gerakan, pelaksanaan  periodic service, ketangkasan operator dan lain sebagainya.

Overhaul dilaksanakan secara terjadwal tanpa menunggu machine alias komponen tersebut rusak.Pada pelaksanaannya, kadang kala terjadi sesuatu yang merubah jadwal/schedule  overhaul.
Aneh-aneh overhaul diantaranya merupakan :

  1. Engine top overhaul.
  2. Engine overhaul.
  3. Torque conventer overhaul.
  4. Transmission overhaul.
  5. Steering overhaul.
  6. Final drive overhaul.
  7. General overhaul.
  8. Others.

3.Condition Based Maintenance

Condition based maintenance adalah jenis pelestarian yang dilakukan berdasarkan kondisi unit yang diketahui melintasi Program Analisa Pelumas (PAP), Acara Pemeriksaan Mesin (PPM), Program Pemeliharaan  Undercarriage (P2U) ataupun Program Pemeriksaan Harian (P2H).  Condition based maintenance pula bisa dilakukan bersendikan  Part and Service News (PSN) atau modification program yang dikeluarkan oleh factory.

  • Programa Analisa Pelumas (PAP)

Program Analisa Pelumas (PAP) merupakan satu sistem perawatan yang dilaksanakan secara ilmiah. Hal ini dilakukan kerjakan mencerna sedini mana tahu keausan dan gejala kerusakan pada komponen yang disebabkan oleh keausan yang tidak wajar tanpa harus membongkar komponen tersebut.

Programa ini dilaksanakan dengan mengambil contoh minyak pelumas (sample) pada peranti yang dilakukan secara berkala. Setiap paradigma semirr yang diambil akan dianalisa di laboratorium lakukan mengetahui jenis serta ganjaran besi nan terdapat didalam minyak pelumas tersebut, sehingga boleh
diketahui kemungkinan kerusakan nan akan terjadi.Sebagai contoh, dapat diketahui keausan yang enggak wajar pada bearing, sleeve, piston, crankshaft, hydraulic pump atau valve.

Melalui Program Analisa Pelumas (PAP), dapat diketahui juga gejala penurunan kemampuan engine, masalah-keburukan pembakaran, kebocoran air pendinginan atau bahan inkompatibel  freeze dan kotoran-kotoran yang bercampur dengan oil. Dengan demikian kerusakan yang berbuntut fatal dapat diketahui secepatnya. Selain itu, dengan melaksanakan Programa Analisa Pelumas (PAP),juga akan membantu perencanaan perawatan yang lebih  ekonomis, sehingga dapat meningkatkan daya produksi.

  • Program Sensor Mesin (PPM)

Program Pemeriksaan Mesin (PPM) merupakan episode dari programa total service PT. United Tractors, tbk. Intensi berusul pemeriksaan mesin secara integral dan terencana yaitu cak bagi mendapatkan data yang akurat mengenai kondisi unit, melalui metode pengukuran dan  instrument diagnostic. Berdasarkan data tersebut, rekomendasi yang diperlukan dapat diberikan cak bagi memperbaiki keadaan mesin menuju kondisi kampanye yang optimum.

Data yang sudah lalu terkumpul kemudian dimasukkan n domestik sistem manajemen mesin untuk dicatat umur pemakaian mesin, biaya pembaruan, dibuat jadwal overhaul, pun sebagai historical dari mesin.

  • Acara Pemeliharaan Undercarriage (P2U)

Sama halnya dengan Acara Penapisan Mesin (PPM), Program Pemelihaman Undercarriage (P2U) ini pun merupakan bagian mulai sejak konsep  besaran service PT.United Tractors, tbk. Intensi programa ini adalah mengurangi biaya pemeliharaan  undercarriage nan ditunjukkan kepada para pemilik alat. Kenapa harus membuang 90% suku cadang-komponen undercarriage,jika hanya terdapat 10% saja yang mengalami keausan.

Dengan Acara Pemeliharaan Undercarriage (P2U), melalui proses penyempuraan (rebuild), bisa dikurangi biaya (cost) sebesar 60% dari harga komponen baru dengan kualitas yang dijamin 80% berasal jangka waktu pakai komponen baru.
Acara Perlindungan  Undercarriage (P2U) terdiri berbunga 2 (dua) bagian, merupakan :

  1. Inspeksi keausan secara berkala atas komponen-onderdil undercarriage seperti track link,track roller, carrier roller, front idler atau sprocket.
  2. Analisa keausan komponen  undercarriage berupa  Track Inspection Report yang memberikan rekomendasi secara terperinci mengenai anju-langkah yang sebaiknya diambil kerjakan pemeliharaan undercarriage agar boleh mencapai paser musim pakai nan maksimal.

4.Corrective Maintenance

Corrective maintenance adalah penjagaan yang dilakukan cak bagi mengembalikan kondisi machine ke kondisi tunggul melampaui pekerjaan repair (perbaikan) atau adjutment (penyetelan).  Berbeda dengan preventive maintenance yang pelaksanaannya terintegrasi tanpa menunggu adanya fasad, corrective maintenance lebih lagi dilakukan selepas komponen/machine mutakadim menunjukkan adanya gejala kerusakan atau rusak sama sekali.
Corrective maintenance terbagi menjadi 2 (dua), merupakan :

1.Repair and Adjusment

Repair and adjusment yaitu preservasi yang sifatnya memperbaiki kerusakan yang belum parah atau machine belum breakdown (tidak bisa digunakan).

Sebagai, jikalau terjadi gangguan pada sistem pengisian (no charging),maka salah satu cara memperbaikinya adalah dengan melakukan  adjustment alternator belt.

2.Brakedown Maintenance

Brakedown maintenance  adalah perlindungan yang
dilaksanakan sehabis machine breakdown (tidak boleh digunakan). Hal ini biasanya terjadi karena adanya kerusakan yang diabaikan terus menerus minus ada usaha bikin memperbaikinya. Kerusakan tersebut semakin lama semakin parah. Umumnya fasad katai tadi menjadi besar dan menyebabkan suku cadang lain timbrung menjadi rusak. Pelestarian yang demikian ini akan menyebabkan biaya perbaikan melambung hierarki. Untuk menghindari ini, lakukanlah preventive maintenance dengan baik dan segera lakukan pembaruan takdirnya muncul gejala kehancuran, agar kerusakan yang lebih besar dapat dihindari.

GLOSARIUM


Maintenance atau preservasi

: propaganda-usaha alias tindakan-tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga seharusnya kondisi dan  performance terbit sebuah mesin bosor makan seperti mana kondisi dan  performance dari mesin tersebut waktu masih baru, namun dengan biaya pemeliharaan yang serendah-rendahnya.


Down time

: waktu dimana sebuah alat tidak dapat beroperasi dikarenakan alat tersebut medium mengalami suatu kerusakan.


Inspection

: pengontrolan plong sebuah perkakas.


Replace

: penggantian satu komponen pada sebuah alat.


Adjusting

: penyetelan sebuah komponen alat berat nan dimaksudkan cak bagi mengimbangi performance instrumen sesuai standar.


Repair

: suatu perbaikan yang dilakukan puas sebuah alat.


Ujian

: pengetesan yang dilakukan puas suatu alat lakukan mengetahui kondisi sebuah komponen.


High availability

: berdaya manfaat tinggi.


Best performance

 : berdaya guna mekanis yang paling kecil baik.


Reduce repair cost

 : mengurangi biaya pembaruan.


Service

: Suatu kegiatan  service yang dilakukan bikin mencegah timbulnya keausan abnormal (kerusakaan), sehingga spirit peranti/machine dapat mengaras nasib pakai yang direkomendasikan maka itu factory.


Service Meter

 : Angka yang menunjukkan besaran jam kerja (operating hours) sebuah unit.Terletak plong monitor panel unit itu sendiri.


Preventive maintenance

: perawatan yang dilakukan dengan maksud untuk mencegah kemungkinan timbulnya gangguan atau kerusakan pada radas.


Periodic maintenance

: pelaksanaan  service yang dilakukan setelah alat bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu.


Periodic inspection

:  inspeksi ataupun pemeriksaan buku harian (daily – 10  hours) dan mingguan (weekly – 50  hours) sebelum unit dioperasikan. Kejadian ini dilakukan untuk mengarifi apakah alat internal kondisi aman kerjakan dioperasikan.


Periodic service

: suatu gerakan untuk mencegah timbulnya kerusakan pada satu perangkat yang dilakukan secara berkala/continue dengan interval pelaksanaan nan sudah ditentukan berdasarkan service meter/hour meter (HM).


Schedule overhaul

: diversifikasi konservasi yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standard overhaul saban komponen yang terserah.


Condition based maintenance

: jenis preservasi yang dilakukan berlandaskan kondisi unit nan diketahui menerobos Program Analisa Pelumas (PAP), Acara Pemeriksaan Mesin (PPM), Programa Perawatan Undercarriage (P2U) atau Program Penapisan Harian (P2H). Condition based maintenance juga bisa dilakukan bersendikan Part and Service News (PSN) atau modification program yang dikeluarkan maka dari itu factory.


Corrective maintenance

: konservasi nan dilakukan untuk mengembalikan kondisi machine ke kondisi standard melangkaui jalan hidup repair (perombakan) alias adjutment (penyetelan).

Source: https://mekanikkomatsu.blogspot.com/