Belajar Cepat Biologi Kelas 10 Dan Pembahasannya

Biologi
atau
ilmu nasib
ialah analisis adapun kehidupan, dan organisme hidup, tercatat struktur, maslahat, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya.[1]
Ilmu biologi modern membahas proklamasi yang dahulu luas, hati-hati, serta terdiri bersumber beraneka macam macam cagak dan subdisiplin. Secara publik, seluruh silang keilmuan biologi disatukan oleh konsep dasar yang mengatur semua penelitian biologi, merupakan konsep tentang sel, gen, dan evolusi. Sel diakui sebagai satuan bawah sukma, gen diakui misal satuan dasar pewarisan, dan evolusi diasumsikan sebagai mekanisme yang menunda terciptanya spesies mentah. Selain itu, perturutan hidup berpunca makhluk spirit diyakini terjadi karena adanya perilaku konsumsi, perubahan energi serta dengan regulasi yang menjaga kestabiilan dan vitaltas keadaan dalam tubuh.[2]

Subdisiplin biologi didefinisikan berdasarkan rasio organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya antara lain:[3]

  • Biokimia mempelajari kimia sukma.
  • Biologi molekuler terkait dengan interaksi antar elemen biologis.
  • Botani mempelajari biologi tumbuhan
  • Biologi seluler meneliti rincih bawah semua kehidupan, yaitu sel.
  • Ilmu faal mempelajari fungsi badan, dan kimia jaringan alat, dan sistem alat suatu organisme.
  • Biologi evolusioner meneliti proses nan menghasilkan keberbagaian hayati; dan ekologi mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya.

Seseorang yang ahli n domestik latar biologi disebut
ahli biologi,
biologiwan, atau
biolog

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Istilah
biologi
berasal dari kata intern bahasa Yunani
βίος,
bios, yang berarti “vitalitas”, dan akhiran
-λογία,
-logia, yang artinya “ilmu.”[4]
[5]
Rajah Latin terbit kata tersebut (biologi) pertama kali digunakan makanya Linnaeus (Carl von Linné) dalam karyanya yang berjudul
Bibliotheca botanica
puas hari 1736. Kata tersebut dipakai lagi pada waktu 1766 oleh Michael Christoph Hanov dalam tulisannya yang berjudul
Philosophiae naturalis sive physicae: tomus III, continens geologian, biologian, phytologian generalis. Terjemahan bahasa Jermannya, yaitu
Biologie, purwa kali muncul n domestik terjemahan karya Linnaeus puas masa 1771. Puas tahun 1797, Theodor Georg August Roose menunggangi istilah tersebut intern pendahulu bukunya yang bertumpuk
Grundzüge der Lehre van der Lebenskraft. Karl Friedrich Burdach pada tahun 1800 mengaryakan istilah ini kerumahtanggaan arti yang lebih sempit, yaitu riset hamba allah dari tesmak pandang morfologis, fisiologis, dan serebral (Propädeutik zum Studien der gesammten Heilkunst). Istilah
biologi
dalam pengertian modern baru unjuk kerumahtanggaan buku
Biologie, oder Philosophie der lebenden Natur
(1802–22) nan ditulis oleh Gottfried Reinhold Treviranus. Di kerumahtanggaan buku tersebut termuat:[6]

Aristoteles, salah suatu dedengkot yang minimal signifikan n domestik mengembangkan ilmu ilmu hayat.

Biarpun ilmu hayat maju yaitu perkembangan yang nisbi baru, ilmu nan tercalit sudah dipelajari dari masa lalu. Filsafat liwa bisa ditemui di peradaban Mesopotamia, Mesir, India, dan Tiongkok. Namun, radiks usul, dan pendekatan biologi modern semenjak dari masa Yunani Bersejarah.[7]
Walaupun penelitian kedokteran bisa ditilik ke periode Hippocrates (ca. 460 SM – ca. 370 SM), Aristoteles (384 SM – 322 SM) adalah tokoh nan paling penting privat mengembangkan biologi. Salah satu karya terpentingnya ialah Historia Animalium, dan bilang karya bukan yang menunjukkan cara pandang seorang pemeriksa alam, serta karya-karya empirisnya yang menyedang mempelajari sebab-akibat biologis, dan heterogenitas hayati. Penerus Aristoteles di Lyceum, adalah Theophrastus, menulis buku-buku tentang ilmu tumbuh-tumbuhan yang berpengaruh hingga ke Abad Medio.

Intelektual Islam abad pertengahan yang mempelajari biologi meliputi al-Jahiz (781–869), Ad-Dinawari (828–896), nan menggambar tentang botani,[8]
dan ar-Razi (865–925), yang menulis tentang anatomi, dan fisiologi. Kedokteran dipelajari beralaskan leluri pemikir Yunani, sementara ilmu pan-ji-panji sangat dipengaruhi makanya pemikiran Aristoteles, terutama perihal tahapan jiwa.

Ilmu hayat mulai berkembang pesat setelah Antony van Leeuwenhoek menyunting mikroskopnya. Berkatnya, spermatozoa, bakteri, infusoria, dan berbagai diversifikasi jiwa mikroskopik bukan berhasil ditemukan. Penajaman nan dilakukan maka dari itu Jan Swammerdam membangkitkan keterikatan terhadap bidang entomologi, dan kontributif meluaskan teknik pembedahan, dan pewarnaan (staining) mikroskopik.[9]

Kemajuan mikroskop sekali lagi sangat memengaruhi pemikiran tentang ilmu hayat. Pada tadinya abad ke-19, bilang tukang biologi mulai menyadari pentingnya konsep sel. Kemudian, puas tahun 1838, Schleiden, dan Schwann menginjak mengedepankan gagasan (yang sekarang diterima secara luas) bahwa (1) satuan dasar organisme adalah sel, dan (2) tiap-tiap terungku memiliki karakteristik semangat, walaupun mereka merentang gagasan bahwa (3) semua terungku berasal mulai sejak pengalokasian interniran tidak. Akan doang, berkat karya Robert Remak, dan Rudolf Virchow, pada musim 1860-an sebagian besar ahli biologi menerima ketiga hal tersebut yang kini disebut teori sel.[10]

Sedangkan, taksonomi, dan klasifikasi menjadi pusat perhatian sejarawan liwa. Carl Linnaeus menerbitkan taksonomi asal pada musim 1735 (beragam macam varietas sudah digunakan berbunga itu) dan pada waktu 1750-an memperkenalkan nama ilmiah bikin spesies.[11]
Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, menganggap spesies misal kategori tiruan dan menyatakan bahwa kehidupan dapat berubah—bahkan mengusulkan kemungkinan adanya kakek moyang bersama. Walaupun memusat teori evolusi, Buffon merupakan tokoh penting dalam album pemikiran evolusi; karyanya memengaruhi teori evolusi Lamarck, dan Darwin.[12]

Pemikiran evolusioner dapat ditilik kembali ke karya Jean-Baptiste Lamarck.[13]
Dia menyatakan bahwa evolusi merupakan hasil pecah impitan lingkungan terhadap sifat suatu satwa, yang berarti semakin sering satu organ digunakan, semakin obsesi, dan efisien peranti itu, sehingga membuat dabat teradaptasi dengan mileu. Lamarck pun meyakini bahwa sifat yang didapat ini boleh diturunkan ke generasi berikutnya, yang akan terus berekspansi, dan menyempurnakannya.[14]
Tetapi, postulat ini kini ditolak, dan baru pada akhir abad ke-19 Charles Darwin berdampak merumuskan teori evolusi berdasarkan seleksi alam dengan menggabungkan pendekatan biogeografis Humboldt, geologi Lyell, gubahan Malthus mengenai pertumbuhan populasi, dan keahlian morfologis serta pengamatannya sendiri di duaja; penalaran, dan bukti yang mirip kembali takhlik Alfred Russel Wallace menjejak kesimpulan nan sama.[15]
Biarpun banyak ditentang maka itu agamawan, teori Darwin diterima maka itu komunitas ilmiah, dan lekas menjadi aksioma dasar dalam guna-guna biologi.

Pada tahun 1940-an, dan mulanya tahun 1950-an, studi berhasil membuktikan bahwa senderut deoksiribonukleat (ADN) merupakan suku cadang kromosom yang mengandung satuan pewarisan yang kini disebut gen. Pemusatan ingatan sreg model organisme baru seperti virus, dan bakteri serta penemuan struktur untai ganda ADN pada musim 1953 menandai jalannya perlintasan ke perian genetika molekuler. Kode genetik berhasil dipecahkan makanya Har Gobind Khorana, Robert W. Holley, dan Marshall Warren Nirenberg sesudah mengarifi bahwa ADN mengandung kodon. Akhirnya, Proyek Genom Bani adam diluncurkan pada waktu 1990 dengan maksud untuk memetakan semua genom turunan DNA. Proyek ini selesai puas perian 2003,[16]
dan merupakan awalan permulaan internal menggabungkan pengetahuan biologi dengan definisi fisik manusia, dan organisme lain secara fungsional, dan molekuler.

Asal ilmu hayat modern

[sunting
|
sunting sumur]

Teori pengasingan

[sunting
|
sunting sumur]

Menurut teori bui, lokap merupakan rincih radiks roh, dan semua spirit terdiri berasal satu maupun bertambah atau barang lokap nan disekresikan (seperti sayak). Semua sel terbelah berasal sengkeran lain. Pada kesudahannya, setiap sel di tubuh organisme multiseluler berbunga dari suatu sel di internal kurungan telur nan terfertilisasi. Lembaga pemasyarakatan sekali lagi dianggap misal satuan dasar internal proses patologis,[17]
dan fenomena peredaran energi terjadi di sel sebagai bagian berbunga proses metabolisme. Selain itu, terungku mengandung satuan pewarisan yang diwariskan berpokok suatu bui ke sel lain selama proses pembelahan rumah pasung.

Evolusi

[sunting
|
sunting mata air]

Salah satu konsep penting intern biologi ialah konsep bahwa spirit berubah melalui mekanisme evolusi, dan bahwa semua organisme punya nenek moyang bersama. Berdasarkan teori evolusi, semua organisme di manjapada, baik yang masih kehidupan maupun yang sudah punah, berasal daru satu nenek moyang atau lungkang gen bersama. Pitarah bersama terakhir diyakini muncul seputar 3,5 miliar tahun yang lalu.[18]
Ahli biologi biasanya memandang keseragaman kode genetik sebagai bukti nan mendukung teori karuhun bersama semua patogen, archaea, dan eukariot.[19]

Kendatipun diperkenalkan dalam kamus ilmiah oleh Jean-Baptiste de Lamarck pada tahun 1809,[20]
evolusi baru dikukuhkan seumpama teori ilmiah lima puluh musim kemudian maka dari itu Charles Darwin dengan menjelaskan mekanisme pendorongnya: seleksi alam[21]
[22]
(Alfred Russel Wallace juga diakui sebagai salah satu penemu evolusi karena ia mendukung eksplorasi, dan percobaan yang terkait dengan konsep ini).[23]
Darwin mengklarifikasi bahwa spesies, dan ras berkembang melampaui proses pemilihan liwa, dan seleksi imitasi atau pengembangbiakan selektif.[24]
Hanyutan genetik dianggap sebagai mekanisme pelengkap dalam fusi modern teori evolusi.[25]
Evolusi saat ini digunakan untuk menjelaskan pluralitas kehidupan di Bumi.

Sejarah evolusioner tipe, dan hubungan genealogisnya dengan spesies tidak disebut filogeni. Deklarasi tentang filogeni dihasilkan dari plural jenis pendekatan, seperti skala rangkaian ADN yang dilakukan dalam latar biologi molekuler atau genomika, dan perbandingan fosil dalam bidang paleontologi.[26]
Untuk memperkirakan paser waktu terjadinya evolusi, ilmuwan sekali lagi menggunakan berbagai ragam metode, seperti almanak radiokarbon.[27]
Pakar ilmu hayat menganalisis rangkaian evolusioner dengan metode filogenetika, fenetika, dan kladistika.

Genetika

[sunting
|
sunting sumber]

Gen ialah satuan pewarisan utama semua organisme. Gen yaitu bagian berusul ADN yang memengaruhi rencana atau fungsi organisme. Semua organisme, bersumber mikroba setakat binatang, n kepunyaan mekanisme yang mentranslasi ADN menjadi protein. Kurungan mentranskripsi ADN menjadi asam ribonukleat (ARN), dan ribosom kemudian mentranslasi ARN menjadi protein, sebuah pertautan asam amino. Kode translasi semua organisme pada dasarnya sebabat. Misalnya, rangkaian ADN yang menyandikan insulin dalam tubuh manusia juga menyandikan insulin ketika dimasukkan ke organisme tak sama dengan tanaman.[28]

ADN biasanya berbentuk kromosom linear intern eukariota, dan kromosom pematang dalam prokariota. Kromosom yakni struktur yang terdiri terbit ADN, dan histon. Rangkaian kromosom intern sel, dan satuan pewarisan lain yang dapat ditemui dalam mitokondria, kloroplas, dan tempat lain secara kolektif disebut genom. Dalam eukariota, ADN genomik terletak di nukleus sel, bersama dengan sejumlah mitokondria, dan kloroplas. Dalam prokariota, ADN ada di dalam sitoplasma nan disebut nukleoid.[29]
Informasi genetik dalam sebuah genom disimpan n domestik gen, dan antologi informasi tersebut internal suatu organisme disebut genotip.[30]

Homeostasis

[sunting
|
sunting mata air]

Hipotalamus mengeluarkan CRH, yang menciptakan menjadikan glandula pituitari mengeluarkan ACTH. Kemudian, ACTH mewujudkan korteks adrenal mengeluarkan glukokortikoid, seperti kortisol. Glukokortikoid kemudian mengurangi lampias sekresi hipotalamus dan kelenjar pituitari bila total glukokortikoid yang dikeluarkan sudah cukup.[31]

Homeostasis adalah kemampuan suatu sistem terbuka internal meregulasi stabilitas mileu dengan melakukan adaptasi keadilan dinamika nan diatur oleh mekanisme regulasi yang tercalit. Semua organisme hidup, baik uniseluler atau multiseluler, mengalami homeostasis.[32]

Untuk menjaga keadilan dinamika, dan melakukan fungsi tertentu secara efektif, suatu sistem harus melacak, dan menanggapi gangguan. Sesudah melacak gangguan, sistem biologis biasanya menanggapi melalui proses umpan mengot negatif. Artinya, sistem tersebut menstabilkan keadaan dengan mengurangi atau meningkatkan aktivitas suatu radas atau sistem. Contohnya adalah pemenuhan glukagon momen kadar gula n domestik tubuh sesak rendah.

Energi

[sunting
|
sunting sumber]

Skema yang mengilustrasikan pemrosesan energi dalam fisik individu.

Keberlangsungan suatu organisme bergantung lega masukan energi secara terus menerus. Reaksi kimia yang menciptakan menjadikan struktur, dan keistimewaan tertentu dapat mengambil energi mulai sejak satu mal yang menjadi makanannya kerjakan membantu membentuk, dan mempertahankan sel baru. Dalam proses ini, molekul bahan kimia yang menjadi makanan memainkan dua peran; pertama, kas dapur tersebut mengandung energi yang dapat diubah kerjakan mendukung reaksi kimia biologis; kedua, makanan tersebut meluaskan struktur molekuler baru.

Organisme nan berperan kerumahtanggaan menghantarkan energi ke suatu ekosistem disebut autotrof. Erat semua organisme autotrof memperoleh energi dari surya.[33]
Tumbuhan, dan fototrof lainnya menunggangi energi matahari melalui proses fotosintesis yang menidakkan alamat seremonial menjadi molekul organik, begitu juga ATP, yang dapat dipecahkan ikatannya untuk menghasilkan energi.[34]
Namun, sejumlah ekosistem namun bergantung pada kemotrof yang mendapatkan energi mulai sejak metana, sulfida, atau sendang energi non-mentari lainnya.[35]

Beberapa energi nan diperoleh digunakan untuk menghasilkan biomassa nan dapat mempertahankan kehidupan, dan membantu pertumbuhan, dan urut-urutan. Kebanyakan sisa energi hanya menjadi panas, dan atom buangan. Proses penting yang meniadakan energi nan terpasung intern substansi kimia menjadi energi yang signifikan bakal nyawa disebut metabolisme,[36]
dan respirasi sel.[37]

Penelitian

[sunting
|
sunting sumber]

Struktural

[sunting
|
sunting sumber]

Skema sel hewan yang menggambarkan berbagai organel dan struktur.

Biologi molekuler mempelajari biologi intern hierarki molekul.[38]
Bidang ini bersentuhan dengan bidang biologi lainnya, terutama genetika dan biokimia. Biologi molekuler mencoba mencerna interaksi antara berjenis-jenis sistem kerangkeng, termasuk interelasi antar ADN, ARN, dan sintesis protein. Selain itu, bidang ini juga membelajari bagaimana interaksi tersebut diatur.

Biologi sel merupakan ilmu nan terkait dengan milik sistemis dan fisiologis sel, termaktub perilaku, interaksi, dan lingkungan. Keadaan ini dilakukan privat tingkatan mikroskopik, dan molekuler untuk mempelajari organisme bersel suatu seperti bakteri serta sel dalam organisme multiseluler seperti manusia. Pemahaman akan kekuatan dan struktur pengasingan berperan penting n domestik ilmu ilmu hayat. Persamaan dan pebedaan antara berbagai jenis sel sekali lagi sangat terkait dengan rataan biologi molekuler.

Ilmu tasyrih mempelajari struktur makroskopik begitu juga instrumen dan sistem organ,[39]
sementara genetika merupakan ilmu gen, pewarisan, dan macam dalam organisme.[40]
[41]
Gen menyandikan butir-butir yang bermanfaat bikin mensintesiskan protein, yang kemudian membentuk fenotip organisme. Dalam penggalian modern, genetika lagi menyelidiki arti gen tertentu, dan menganalisis interaksi genetik. Di n domestik tubuh organisme, warta genetik biasanya suka-suka di n domestik kromosom, di dalam struktur kimia unsur ADN tertentu.

Biologi jalan mempelajari proses pertumbuhan, dan kronologi organisme. Bidang ini berasal dari embriologi, dan menyelidiki kuasa genetik atas pertumbuhan rumah tahanan, diferensiasi lembaga pemasyarakatan, dan morfogenesis, yang merupakan proses yang menghasilkan jaringan, gawai, dan anatomi. Organisme nan biasanya menjadi model privat satah ini meliputi cacing
Caenorhabditis elegans,
[42]
lalat buah
Drosophila melanogaster,
[43]
ikan kuda loreng
Danio rerio,
[44]
tikus
Mus musculus,[45]
dan tumbuhan
Arabidopsis thaliana.[46]
[47]
Organisme-organisme tersebut dipelajari lakukan memahami fenomena ilmu hayat tertentu, dengan harapan penemuan pada organisme tersebut dapat meninggi wara-wara tentang cara kerja organisme lain.[48]

Fisiologis

[sunting
|
sunting sumber]

Fisiologi memeriksa proses operator, fisik, dan biokimia organisme semangat dengan mengepas memahami bagaimana semua struktur bekerja secara keseluruhan. Gagasan “dari struktur ke guna” yaitu gagasan yang penting dalam parasan biologi. Penelitian fisiologis secara tradisional terbagi menjadi ilmu faal tumbuhan dan hewan, semata-mata bilang prinsip fisiologi berlaku untuk semua organisme. Misalnya, fisiologi sel khamir mungkin kembali berlaku untuk sel makhluk. Bidang fisiologi fauna menggunakan perlengkapan dan metode dalam ilmu faal basyar untuk spesies non-manusia. Fisiologi pokok kayu meminjam teknik dari kedua rataan tersebut.

Fisiologi juga mempelajari bagaimana sistem saraf, imunitas, endokrin, pernapasan, dan perputaran darah bekerja serta berinteraksi. Penelitian sistem tersebut juga dilakukan oleh bidang nan berorientasi pada medis sebagaimana neurologi, dan imunologi.

Evolusioner

[sunting
|
sunting sumber]

Penelitian evolusioner terkait dengan asal usul dan nenek moyang spesies dan pun perubahannya seiring berjalannya waktu. Satah ini juga meliputi ilmuwan dari berbagai bidang yang terkait dengan taksonomi. Contohnya adalah ilmuwan yang berspesialisasi kerumahtanggaan organisme tertentu seperti mamalogi, ornitologi, botani dan herpetologi. Organisme-organisme tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan-tanya evolusi yang mahajana.

Biologi evolusioner sebagian didasarkan dari paleontologi (yang menggunakan coretan sisa purba cak bagi menjawab soal mengenai cara dan tempo evolusi),[49]
dan sebagian pun dari genetika populasi,[50]
dan teori evolusioner. Pada perian 1980-an, biologi perkembangan memasuki juga rataan biologi evolusioner setelah sebelumnya dikeluarkan dari sintesis modern akibat penelitian biologi perkembangan evolusioner.[51]
Parasan lain nan terkait, dan rajin dianggap sebagai babak dari biologi evolusioner adalah filogenetika, sistematika dan taksonomi.

Sistematika

[sunting
|
sunting mata air]

Bacteria Archaea Eucaryota Aquifex Thermotoga Cytophaga Bacteroides Bacteroides-Cytophaga Planctomyces Cyanobacteria Proteobacteria Spirochetes Gram-positive bacteria Green filantous bacteria Pyrodicticum Thermoproteus Thermococcus celer Methanococcus Methanobacterium Methanosarcina Halophiles Entamoebae Slime mold Animal Fungus Plant Ciliate Flagellate Trichomonad Microsporidia Diplomonad

Pohon filogenetik semua hidup berdasarkan data gen rRNA, yang menunjukkan perpisahan antara tiga domain bakteri, arkea, dan eukariota seperti yang dideskripsikan oleh Carl Woese. Tumbuhan yang dibentuk berdasarkan gen lain kembali sangat mirip, meskipun mungkin penempatan percabangan berbeda-tikai akibat evolusi rRNA yang cepat. Rangkaian pasti antara ketiga domain tersebut masih diperdebatkan.

Situasi spesiasi menghasilkan hubungan antar spesies yang boleh distrukturisasi begitu juga pohon. Sistematika mempelajari hubungan tersebut, perbedaan, pertepatan antara tipe, dan sekelompok spesies.[52]
Namun, sistematika sudah menjadi bidang penelitian nan aktif jauh sebelum pemikiran evolusi menyebar luas.[53]

Secara tradisional, vitalitas dibagi menjadi lima kingdom: Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia.[54]
Sahaja, banyak ilmuwan yang menganggap sistem lima kingdom ini sudah ketinggalan zaman. Sistem klasifikasi berbudaya biasanya dimulai dengan sistem tiga domain: Archaea (awalnya Archaebacteria); Bacteria (awalnya Eubacteria), dan Eukaryota (termasuk protista, fungi, pokok kayu, dan hewan)[55]
Domain tersebut didasarkan pada kedatangan nuklei pada terungku dan perbedaan atak kimia episode luar sengkeran.[55]

Selain itu, setiap kingdom dibagi sebatas plong tataran varietas. Urutannya adalah: Domain, Kingdom, Filum, Kelas bawah, Ordo, Famili, Genus, Spesies.

Di luar kategori ini terdapat sejumlah parasit intraseluler yang ada “di tepi kehidupan”,[56]
nan bermakna banyak ilmuwan yang enggak mengklasifikasikan struktur tersebut sebagai semangat karena ketiadaan satu atau lebih keefektifan atau ciri kehidupan (contohnya ketiadaan aktivitas metabolisme). Struktur tersebut diklasifikasikan andai virus, viroid, prion, atau satelit.

Cap ilmiah organisme dari dari genus dan spesiesnya. Misalnya, segel ilmiah spesies manusia adalah
Homo sapiens.
Homo
adalah genusnya dan
sapiens
adalah spesiesnya. Ketika menggambar nama ilmiah suatu organisme, abc pertama harus ditulis dengan memperalat abc besar, dan selebihnya privat huruf kecil. Selain itu, nama ilmiah dapat dimiringkan ataupun digarisbawahi.[57]
[58]

Sistem klasifikasi yang banyak digunakan detik ini adalah taksonomi Linnaeus. Sistem ini membentangi panjang dan tatanama binomial. Pendirian pengemukaan organisme diatur maka dari itu permufakatan internasional seperti International Code of Botanical Nomenclature (ICBN), International Code of Zoological Nomenclature (ICZN), dan International Code of Nomenclature of Bacteria (ICNB). Klasifikasi virus, viroid, prion, dan agen sub-viral ditentukan maka itu International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) dan sistemnya disebut International Code of Viral Classification and Nomenclature (ICVCN).[59]
[60]
[61]
[62]

Sebuah usulan yang disebut BioCode diterbitkan puas tahun 1997 dengan harapan bikin menstandardisasi tata keunggulan di tiga meres tersebut, namun prasaran ini masih belum diterapkan.[63]
BioCode bukan banyak diperhatikan semenjak musim 1997; gambar penerapannya pada perian 1 Januari 2000 tak banyak disadari. Revisi BioCode nan tidak mengganti kode yang ada dan cuma menyediakan konteks pemersatu diusulkan pada tahun 2022.[64]
[65]
[66]
Tetapi, International Botanical Congress lega tahun 2022 menolak mempertimbangkan usulan BioCode. ICVCN subur di luar ranah BioCode karena BioCode tak meliputi klasifikasi virus.

Ilmu lingkungan dan lingkungan

[sunting
|
sunting mata air]

Ekologi mempelajari persebaran, berlimpahnya nasib, dan interaksi antara organisme dengan lingkungannya.[67]
Habitat suatu organisme boleh dideskripsikan sebagai faktor abiotik lokal seperti iklim, di samping keberadaan organisme dan faktor biotik lainnya.[68]
Sistem biologis layak rumpil dipelajari karena ada sangat banyak interaksi yang mungkin terjadi antara organisme dengan lingkungan, justru dalam skala kecil. Bakteri di dalam gradien sakarosa menerimakan tanggapan terhadap lingkungan separas seperti seekor singa nan sedang mencari makanan di Stepa Afrika. Tipe apapun sekali lagi boleh menunjukkan berbagai perilaku, seperti kerjasama, agresi, parasitisme, atau mutualisme. Masalah menjadi semakin sukar momen dua maupun lebih diversifikasi berinteraksi privat suatu ekosistem.

Sistem ekologi dipelajari dalam beberapa jenjang nan farik, dari individu sampai populasi, ekosistem, dan biosfer. Istilah biologi populasi sering digunakan bergantian dengan ilmu lingkungan populasi, meskipun istilah
biologi populasi
lebih sering digunakan saat mempelajari penyakit, virus, dan mikroorganisme, sementara ekologi populasi lebih sering dipakai ketika mempelajari pohon dan sato. Ekologi kembali mengacu plong berbagai subdisiplin yang suka-suka.

Etologi memeriksa perilaku hewan (terutama hewan sosial seperti mana primata dan canid), dan kadang-kadang dianggap perumpamaan cabang zoologi. Etolog juga mempelajari evolusi perilaku dan mencoba memahami perilaku privat konteks seleksi pan-ji-panji. Riuk satu etolog modern pertama merupakan Charles Darwin, karena bukunya yang berjudul
The Expression of the Emotions in Man and Animals
memengaruhi etolog-etolog penerusnya.[69]

Biogeografi terkait dengan persebaran organisme di Manjapada[70]
dan memusatkan perhatian pada topik seperti tektonika lempeng, pergantian iklim, persebaran, migrasi, dan kladistika.

Cabang-cabang

[sunting
|
sunting perigi]

Pada mutakhir, biologi mencengap parasan akademik yang lewat luas, bersentuhan dengan latar-latar sains yang lain dan sering kali dipandang sebagai hobatan nan mandiri. Berikut adalah ceranggah utama biologi:[71]
[72]

  • Aerobiologi – mempelajari partikel organik di udara
  • Agrikultur – mempelajari proses produksi hasil panen dan lebih menggarisbawahi pada penerapannya
  • Ilmu tasyrih – mempelajari gambar dan fungsi tumbuhan, hewan, serta organisme lain (terutama manusia)
  • Arachnologi – mempelajari arachnida
  • Astrobiologi – mempelajari evolusi, persebaran, dan masa depan vitalitas di alam segenap—juga disebut eksobiologi, eksopaleontologi, dan bioastronomi
  • Biofisika – mempelajari proses biologis dalam kerangka fisika, dengan menerapkan teori dan metode yang secara tradisional digunakan dalam ilmu fisika
  • Biogeografi – mempelajari persebaran spesies dalam konteks keruangan dan waktu
  • Bioinformatika – eksploitasi teknologi warta bagi meneliti, mengumpulkan, dan menyimpan data genomik alias data biologis lainnya
  • Biokimia – mempelajari reaksi kimia yang diperlukan semangat agar ki ajek berfungsi, biasanya puas tingkatan seluler
  • Biologi bangunan – meneliti lingkungan hidup di internal ruangan
  • Biologi evolusioner – mempelajari asal usul dan nenek moyang keberagaman
  • Ilmu hayat integratif – mempelajari semua organisme
  • Biologi kelautan (ataupun oseanografi biologis) – mempelajari ekosistem, tumbuhan, sato, dan nyawa ki akbar lainnya
  • Biologi proteksi – mempelajari pelestarian, perlindungan, dan pemulihan mileu alam, ekosistem alam, vegetasi, serta margasatwa
  • Biologi lingkungan – mempelajari dunia alam secara keseluruhan atau dalam wilayah tertentu, terutama dampak sosok terhadapnya
  • Biologi molekuler – mempelajari biologi dan kemustajaban biologi dalam tingkatan molekuler, bertumpang tindih dengan biokimia
  • Ilmu hayat populasi – mempelajari sekelompok organisme, termuat
    • Ekologi populasi – mempelajari dinamika dan kepunahan populasi
    • Genetika populasi – mempelajari perubahan frekuensi gen dalam populasi suatu organisme
  • Biologi kronologi – mempelajari proses pembentukan organisme berbunga sel telur
  • Biologi sel – meneliti sel sebagai rincih yang utuh dan interaksi molekuler serta kimia nan terjadi di dalam interniran
  • Biologi struktural – silang biologi molekuler, biokimia, dan biofisika yang tersapu dengan struktur molekuler makromolekul biologis
  • Ilmu hayat sintetis – mengintegrasi biologi dengan teknik; membentuk kebaikan biologis nan tidak ada di tunggul
  • Biomatematika (atau ilmu hayat matematis) – pengkajian proses biologis secara kuantitatif alias matematis dan kian menekankan plong permodelan
  • Biomekanika – penelitian mekanika kehidupan nan kian menekankan pada penerapan melalui prostetik atau ortotik. Bidang ini cangap dianggap perumpamaan cabang kedokteran
  • Biomusikologi – mempelajari musik berpunca ki perspektif pandang biologis
  • Bioteknologi – cabang ilmu hayat nan bau kencur dan kadang-kadang kontroversial nan mempelajari manipulasi materi semangat, termasuk modifikasi genetik, dan biologi sintetik
  • Ilmu tumbuh-tumbuhan – mempelajari tumbuhan
  • Ekologi – mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
  • Embriologi – mempelajari perkembangan embrio (dari penyerbukan setakat kelahiran)
  • Entomologi – mempelajari insekta
  • Epidemiologi – komponen penting dalam penajaman kesegaran, mempelajari faktor yang memengaruhi kesehatan satu populasi
  • Epigenetik – mempelajari perubahan ekspresi gen atau fenotip seluler nan diakibatkan maka itu mekanisme selain persilihan rangkaian ADN
  • Etologi – mempelajari perilaku sato
  • Farmakologi – mempelajari persiapan, penggunaan, dan pengaruh peminta-obatan
  • Ilmu faal – mempelajari prinsip kerja organisme spirit serta organ-organnya
  • Fitopatologi – mempelajari ki aib pada tumbuhan (juga disebut patologi pohon)
  • Genetika – mempelajari gen dan pewarisan
  • Hematologi – mempelajari darah dan perabot pembentuk darah
  • Herpetologi – mempelajari reptil dan amfibi
  • Histologi – mempelajari lembaga pemasyarakatan dan jaringan, simpang mikroskopik anatomi
  • Iktiologi – mempelajari iwak
  • Kriobiologi – mempelajari pengaruh suhu yang adv minim terhadap umur
  • Limnologi – mempelajari perairan di daratan
  • Mamalogi – mempelajari mamalia
  • Mikrologi – meneliti organisme mikroskopik (jasad renik), dan interaksinya dengan semangat lainnya
  • Mikologi – mempelajari fungi
  • Neurobiologi – mempelajari sistem saraf, termasuk anatomi, fisiologi, dan patologinya
  • Onkologi – mempelajari proses puru ajal
  • Ornitologi – mempelajari burung
  • Paleontologi – mempelajari fosil dan bukti geografis hayat prasejarah
  • Patobiologi ataupun patologi – meneliti penyakit, seperti penyebab, proses, ciri, dan perkembangannya
  • Parasitologi – mempelajari pasilan dan parasitisme
  • Investigasi biomedis – meneliti raga manusia yang segak dan sakit
  • Psikobiologi – mempelajari pangkal psikologi secara biologis
  • Sosiobiologi – mempelajari bawah sosiologi secara biologis
  • Teknik biologis – mempelajari biologi pecah kacamata pandang teknik dan kian menekankan plong pemberitahuan terapan. Meres ini terkait dengan bioteknologi
  • Virologi – mempelajari virus dan agen nan seperti virus
  • Zoologi – mempelajari hewan, termasuk klasifikasi, fisiologi, urut-urutan, dan perilaku (cabang meliputi entomologi, etologi, herpetologi, iktiologi, mamalogi, dan ornitologi)

Lihat sekali lagi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daftar pakar ilmu hayat
  • Bersut deoksiribonukleat (ADN)
  • Hewan
  • Lokap
  • Pernapasan
  • Tumbuhan
  • Roh dan vitalitas

Galeri

[sunting
|
sunting sumber]

Karangan kaki

[sunting
|
sunting perigi]


  1. ^

    Beralaskan definisi berpangkal Aquarena Wetlands Project glossary of terms. Diarsipkan 2004-06-08 di Wayback Machine.

  2. ^


    Susilawati dan Bachtiar, T. (2018).
    Biologi Dasar Terintegrasi
    (PDF). Pekanbaru: Rakitan Edukasi. hlm. 1. ISBN 978-602-6879-99-8.





  3. ^


    “Life Science, Weber State Museum of Natural Science”. Diarsipkan berusul versi ceria tanggal 2022-07-27. Diakses tanggal
    2013-09-11
    .





  4. ^


    “Who coined the term biology?”.
    Info.com. Diarsipkan bermula versi asli tanggal 2022-05-09. Diakses sungkap
    2012-06-03
    .





  5. ^


    “biology”. Online Etymology Dictionary.




  6. ^


    Richards, Robert J. (2002).
    The Romantic Conception of Life: Science and Philosophy in the Age of Goethe. University of Chicago Press. ISBN 0-226-71210-9.





  7. ^

    Magner,
    A History of the Life Sciences

  8. ^


    Fahd, Toufic. : 815.



    , in
    Morelon, Régis; Rashed, Roshdi (1996).
    Encyclopedia of the History of Arabic Science.
    3. Routledge. ISBN 0-415-12410-7.





  9. ^

    Magner,
    A History of the Life Sciences, pp 133–144

  10. ^

    Sapp,
    Genesis, chapter 7; Coleman,
    Biology in the Nineteenth Century, bab 2

  11. ^

    Mayr,
    The Growth of Biological Thought, chapter 4

  12. ^

    Mayr,
    The Growth of Biological Thought, bab 7

  13. ^

    Gould (2002), hal. 187.

  14. ^

    Lamarck (1914)

  15. ^

    Mayr,
    The Growth of Biological Thought, chapter 10: “Darwin’s evidence for evolution and common descent”; and chapter 11: “The causation of evolution: natural selection”; Larson,
    Evolution, chapter 3

  16. ^


    Noble, Ivan (2003-04-14). “BBC NEWS | Science/Nature | Human genome finally complete”.
    BBC News
    . Diakses rontok
    2006-07-22
    .





  17. ^


    Mazzarello, P (1999). “A unifying concept: the history of cell theory”.
    Nature Cell Biology.
    1
    (1): E13–E15. doi:10.1038/8964. PMID 10559875.





  18. ^


    De Duve, Christian (2002).
    Life Evolving: Molecules, Mind, and Meaning. New York: Oxford University Press. hlm. 44. ISBN 0-19-515605-6.





  19. ^


    Futuyma, DJ (2005).
    Evolution. Sinauer Associates. ISBN 978-0-87893-187-3. OCLC 57311264 57638368 62621622 .





  20. ^


    Packard, Alpheus Spring (1901).
    Lamarck, the founder of Evolution: his life and work with translations of his writings on organic evolution. New York: Longmans, Green. ISBN 0-405-12562-3.





  21. ^

    The Complete Works of Darwin Online – Biography.
    darwin-online.org.uk. Retrieved on 2006-12-15
    Dobzhansky 1973

  22. ^

    As Darwinian scholar Joseph Carroll of the University of Missouri–St. Louis puts it in his introduction to a maju reprint of Darwin’s work: “The Origin of Species
    has special claims on our attention. It is one of the two or three most significant works of all time—one of those works that fundamentally and permanently alter our vision of the world … It is argued with a singularly rigorous consistency but it is also eloquent, imaginatively evocative, and rhetorically compelling.”
    Carroll, Joseph, ed. (2003).
    On the origin of species by means of natural selection. Peterborough, Ontario: Broadview. hlm. 15. ISBN 1-55111-337-6.





  23. ^

    Shermer peristiwa. 149.

  24. ^

    Darwin, Charles (1859). On the Origin of Species, 1st, John Murray

  25. ^


    Simpson, George Gaylord (1967).
    The Meaning of Evolution
    (edisi ke-Second). Yale University Press. ISBN 0-300-00952-6.





  26. ^


    “q-more/biology-definition/phylogeny/”.
    www.bio-medicine.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-10-04. Diakses copot
    2013-09-11
    .





  27. ^


    Aitken, M. J. (1990).
    Science-based Dating in Archaeology. London: Longman. hlm. 56-58. ISBN 0-582-49309-9.





  28. ^

    From SemBiosys, A New Kind Of Insulin INSIDE WALL STREET By Gene G. Marcial(13 Agustus 2007)

  29. ^


    Thanbichler M, Wang S, Shapiro L (2005). “The bacterial nucleoid: a highly organized and dynamic structure”.
    J Cell Biochem.
    96
    (3): 506–21. doi:10.1002/jcb.20519. PMID 15988757.





  30. ^


    “Definition of Genotype”.
    MedicineNet.





  31. ^

    Raven, PH; Johnson, GB.
    Biology, Fifth Edition, Boston: Hill Companies, Inc. 1999. page 1058.

  32. ^

    Kelvin Rodolfo, Explanation of Homeostasis on scientificamerican.com. Diakses 16 Oktober 2009.

  33. ^


    D.A. Bryant & N.-U. Frigaard (2006). “Prokaryotic photosynthesis and phototrophy illuminated”.
    Trends Microbiol.
    14
    (11): 488–96. doi:10.1016/j.tim.2006.09.001. PMID 16997562.





  34. ^


    Smith, A. L. (1997).
    Oxford dictionary of biochemistry and molecular biology. Oxford [Oxfordshire]: Oxford University Press. hlm. 508. ISBN 0-19-854768-4.
    Photosynthesis – the synthesis by organisms of organic chemical compounds, esp. carbohydrates, from carbon dioxide using energy obtained from light rather than the oxidation of chemical compounds.





  35. ^

    Katrina Edwards.
    Microbiology of a Sediment Pond and the Underlying Young, Cold,
    Hydrologically Active Ridge Flank. Woods Hole Oceanographic Institution.

  36. ^


    Campbell, Neil A. and Reece Jane B (2001). “6”.
    Biology. Benjamin Cummings. ISBN 978-0-8053-6624-2. OCLC 47521441 48195194 53439122 55707478 64759228 79136407 .





  37. ^

    Bartsch/Colvard,
    The Living Environment. (2009) New York State Prentice Hall Regents Review. Diakses 16 Oktober 2009.

  38. ^


    “Molecular biology Definition and Examples – Biology Online Dictionary”.
    Biology Articles, Tutorials & Dictionary Online. 7 Okt 2022.





  39. ^

    “Anatomy of the Human Body”. Edisi ke-20. 1918. Henry Gray.

  40. ^


    Anthony J. F. Griffiths … (2000). “Genetics and the Organism: Introduction”. Dalam Griffiths, William M.; Miller, Jeffrey H.; Suzuki, David T.; Lewontin, Richard C.; Gelbart.
    An Introduction to Genetic Analysis
    (edisi ke-7th). New York: W. H. Freeman. ISBN 0-7167-3520-2.





  41. ^

    Hartl D, Jones E (2005)

  42. ^


    Brenner, S. (1974). “The Genetics of CAENORHABDITIS ELEGANS”
    (PDF).
    Genetics.
    77
    (1): 71–94. PMC1213120alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 4366476. Diarsipkan dari varian tahir
    (PDF)
    rontok 2007-07-05. Diakses tanggal
    2013-09-12
    .





  43. ^


    James H. Sang (2001-06-23). “Drosophila melanogaster: The Fruit Fly”. Internal Eric C. R. Reeve.
    Encyclopedia of genetics. USA: Fitzroy Dearborn Publishers, I. hlm. 157. ISBN 978-1-884964-34-3. Diakses rontok
    2009-07-01
    .





  44. ^


    Haffter P; Nüsslein-Volhard C (1996). “Large scale genetics in a small vertebrate, the zebrafish”.
    Int. J. Dev. Biol.
    40
    (1): 221–7. PMID 8735932.





  45. ^


    Keller G (2005). “Embryonic stem cell differentiation: emergence of a new era in biology and medicine”.
    Genes Dev.
    19
    (10): 1129–55. doi:10.1101/gad.1303605. PMID 15905405.





  46. ^


    Rensink WA, Buell CR (2004). “Arabidopsis to Rice. Applying Knowledge from a Weed to Enhance Our Understanding of a Crop Species”.
    Plant Physiol.
    135
    (2): 622–9. doi:10.1104/pp.104.040170. PMC514098alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 15208410.





  47. ^


    Coelho SM, Peters AF, Charrier B; et al. (2007). “Complex life cycles of multicellular eukaryotes: new approaches based on the use of arketipe organisms”.
    Gene.
    406
    (1–2): 152–70. doi:10.1016/j.gene.2007.07.025. PMID 17870254.





  48. ^


    Fields S, Johnston M (2005). “Cell biology. Whither sempurna organism research?”.
    Science.
    307
    (5717): 1885–6. doi:10.1126/science.1108872. PMID 15790833.





  49. ^


    Jablonski D (1999). “The future of the fossil record”.
    Science.
    284
    (5423): 2114–16. doi:10.1126/science.284.5423.2114. PMID 10381868.





  50. ^

    John H. Gillespie Population Genetics: A Concise Guide, Johns Hopkins Press, 1998. ISBN 0-8018-5755-4.

  51. ^

    Vassiliki Betta Smocovitis Unifiying Biology: the evolutionary synthesis and evolutionary biology ISBN 0-691-03343-9.

  52. ^


    Neill, Campbell (1996).
    Biology; Fourth edition. The Benjamin/Cummings Publishing Company. hlm. G-21 (Glossary). ISBN 0-8053-1940-9.





  53. ^


    Douglas, Futuyma (1998).
    Evolutionary Biology; Third edition. Sinauer Associates. hlm. 88. ISBN 0-87893-189-9.





  54. ^


    Margulis, L (1997).
    Five Kingdoms: An Illustrated Guide to the Phyla of Life on Earth
    (edisi ke-3rd). WH Freeman & Co. ISBN 978-0-7167-3183-2. OCLC 223623098 237138975 .




  55. ^


    a




    b




    Woese C, Kandler Ozon, Wheelis M (1990). “Towards a natural system of organisms: proposal for the domains Archaea, Bacteria, and Eucarya”.
    Proc Natl Acad Sci USA.
    87
    (12): 4576–9. Bibcode:1990PNAS…87.4576W. doi:10.1073/pnas.87.12.4576. PMC54159alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 2112744.





  56. ^


    Rybicki EP (1990). “The classification of organisms at the edge of life, or problems with virus systematics”.
    S Aft J Sci.
    86: 182–186.





  57. ^


    Heather Silyn-Roberts (2000).
    Writing for Science and Engineering: Papers, Presentation. Oxford: Butterworth-Heinemann. hlm. 198. ISBN 0-7506-4636-5.





  58. ^


    “Recommendation 60F”.
    International Code of Botanical Nomenclature, Vienna Code. 2006. hlm. 60F.1.





  59. ^


    “ICTV Virus Taxonomy 2009”. Diarsipkan berpunca varian polos rontok 2022-10-04. Diakses tanggal
    2013-09-12
    .





  60. ^

    “80.001 Popsiviroidae – ICTVdB Index of Viruses.” (Website.) U.S. National Institutes of Health website. Retrieved on 2009-10-28.

  61. ^

    “90. Prions – ICTVdB Index of Viruses.” (Website.) U.S. National Institutes of Health website. Retrieved on 2009-10-28.

  62. ^

    “81. Satellites – ICTVdB Index of Viruses.” (Website.) U.S. National Institutes of Health website. Retrieved on 2009-10-28.

  63. ^


    John McNeill (1996-11-04). “The BioCode: Integrated biological nomenclature for the 21st century?”.
    Proceedings of a Mini-Symposium on Biological Nomenclature in the 21st Century.





  64. ^


    “The Draft BioCode (2011)”. International Committee on Bionomenclature (ICB).




  65. ^

    [1] Greuter, W.; Garrity, G.; Hawksworth, D.L.; Jahn, R.; Kirk, P.M.; Knapp, S.; McNeill, J.; Michel, E.; Patterson, D.J.; Pyle, R.; Tindall, B.J. (2011). Draft BioCode (2011): Principles and rules regulating the naming of organisms.
    Taxon. 60: 201-212.

  66. ^

    [2] and [3] Diarsipkan 2022-07-13 di Wayback Machine. Hawksworth, D.L. (2011). Introducing the Draft BioCode (2011).
    Taxon. 60(1): 199–200.

  67. ^


    Begon, M. (2006).
    Ecology: From individuals to ecosystems. (4th ed.). Blackwell. ISBN 1-4051-1117-8.





  68. ^



    Habitats of the world. New York: Marshall Cavendish. 2004. hlm. 238. ISBN 978-0-7614-7523-1.





  69. ^


    Black, J (2002). “Darwin in the world of emotions”
    (Free full text).
    Journal of the Royal Society of Medicine.
    95
    (6): 311–3. doi:10.1258/jrsm.95.6.311. ISSN 0141-0768. PMC1279921alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 12042386.





  70. ^

    Wiley, 1981

  71. ^


    “Branches of biology Definition and Examples – Biology Online Dictionary”.
    Biology Articles, Tutorials & Dictionary Online. 7 Okt 2022.





  72. ^


    “Branches of Biology – Biology”.



Teks lanjutan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Alberts, Bruce (2002).
    Molecular Biology of the Cell
    (edisi ke-4th). Garland. ISBN 978-0-8153-3218-3. OCLC 145080076 48122761 57023651 69932405 .



  • Begon, Michael (2005).
    Ecology: From Individuals to Ecosystems
    (edisi ke-4th). Blackwell Publishing Limited. ISBN 978-1-4051-1117-1. OCLC 57639896 57675855 62131207 .



  • Campbell, Neil (2004).
    Biology
    (edisi ke-7th). Benjamin-Cummings Publishing Company. ISBN 0-8053-7146-X. OCLC 71890442.



  • Colinvaux, Paul (1979).
    Why Big Fierce Animals are Rare: An Ecologist’s Perspective
    (edisi ke-reissue). Princeton University Press. ISBN 0-691-02364-6. OCLC 10081738 24132192 .



  • Hoagland, Mahlon (2001).
    The Way Life Works
    (edisi ke-reprint). Jones and Bartlett Publishers inc. ISBN 0-7637-1688-X. OCLC 223090105 45487537 .



  • Janovy, John Jr. (2004).
    On Becoming a Biologist
    (edisi ke-2nd). Bison Books. ISBN 0-8032-7620-6. OCLC 55138571 56964280 .



  • Johnson, George B. (2005).
    Biology, Visualizing Life. Holt, Rinehart, and Winston. ISBN 0-03-016723-X. OCLC 36306648.



  • Tobin, Allan (2005).
    Asking About Life
    (edisi ke-3rd). Belmont, CA: Wadsworth. ISBN 0-534-40653-X.



Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Ilmu hayat di Curlie (dari DMOZ)
  • Filokode OSU Diarsipkan 2007-11-14 di Wayback Machine.
  • Ilmu hayat Daring – Wiki Dictionary
  • Video orasi biologi berusul MIT Diarsipkan 2010-05-29 di Wayback Machine.
  • Biologi dan Bioetika Diarsipkan 2007-06-26 di Wayback Machine..
  • Sistem Biologis – Idaho National Laboratory
  • The Tree of Life: proyek yang memuat informasi tentang filogeni, dan biodiversitas.
  • Using the Biological Literature Web Resources
Pranala jurnal
  • PLos Biology Buletin melangah yang diterbitkan maka dari itu Public Library of Science
  • Current Biology Jurnal nan menerbitkan riset asli dari berbagai rataan biologi
  • Biology Letters Kronik Royal Society yang menerbitkan tulisan-tulisan akan halnya ilmu hayat
  • Science Magazine Diarsipkan 2010-11-10 di Wayback Machine. Publikasi Sains AAAS nan terkenal – Lihat Adegan Aji-aji Semangat
  • International Journal of Biological Sciences Jurnal biologi yang menerbitkan beberapa karya ilmiah
  • Perspectives in Biology and Medicine Diarsipkan 2003-11-10 di Wayback Machine. Kronik interdisipliner yang menerbitkan esai-esai
  • Life Science Log



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Biologi