Belajar Bahasa Prancis Dengan Cepat

Yup, sebagai halnya tajuk diatas, aku kini kepingin
sharing
ke kalian, gimana caranya aku sparing bahasa Perancis. Bahasa ketiga nan memang sejak dahulu pengen banget aku pelajarin! Selain karena senang negaranya sejak masih mungil, bahasa Perancis tertera bahasa mesti di Perserikatan Bangsa-Nasion (PBB).

Which is one of the most important languages in the world
.

Membiasakan bahasa baru tuh selalu menantang buat aku pribadi, malar-malar detik
alphabet, penulisan, sampai ikatan kalimat, cukup farik dengan
our native language,
tapi bukannya disitulah tantangannya? Barangkali akan lain ceritanya kalau aku belajar Bahasa Cina, Jepang atau Korea ya, secara penulisannya aja udah selisih banget, jadi perjuangannya pasti makin sukar dan aku salut banget sama cucu adam-khalayak yang pelajarin dan dapat ketiga bahasa tersebut.

Dulu berbarengan SMA aku pertalian mendapatkan tuntunan bahasa Jerman. Selayaknya detik itu kita boleh memilih, kalau kita memilih IPA, kita mendapatkan apendiks pelajaran bahasa Jerman, sedangkan kalau IPS, kita mendapatkan adendum les bahasa Perancis. Padalah, karena aku memilih jurusan IPA, jadilah aku sempat berlatih bahasa Jerman lagi di sekolah.

Tapi ya gitu deh, setelah kelulusan, gak pernah praktik ngomong lagi, semua kayak hilang begitu aja.

Sayang banget kan?

Disitulah aku merasa, ternyata memang peristiwa-hal terpenting untuk membiasakan bahasa ya buat terus melatih kemampuan kita terutama bikin banyak berbicara, menulis, membaca dan mendengarkan.

Pecah aku bermigrasi ke Perancis bulan Desember 2022 silam, aku merasa duga sulit beradaptasi,
in terms of
bahasa. Akrab semua di
public spaces,
mereka cuma bisa ngomong bahasa Perancis, anak bini dan padanan-padanan suami juga begitu, suka-suka bilang berasal mereka yang mengetahui bahasa Inggris, tapi enggak terlalu lancar bagi berbicara. Jika kamu ngomong bahasa Inggris,
let say for example,
di publik, kadang ada aja orang Perancis “resek” yang tiap ditanya, pasti jawabannya begini,

“En France, nous parlons français.”

Which means,
di Perancis ya kita harus dapat bicara bahasa Perancis.

Disini cak bagi kerja pun, bahasa Perancis menjadi bahasa utama buat dipertimbangkan, sementara bahasa Inggris, bahasa kedua. Sejak ketika itu, aku pula kesudahannya bertekad untuk berlatih bahasa Perancis dengan serius!

So, sekarang aku mau
share
gimana caranya aku
keep-up
kerjakan praktik dan belajar bahasa Perancis selama beberapa bulan terakhir ini. Bagi beberapa insan mungkin caranya terbatas lebih proporsional alias malah lalu berbeda, jadi ini tergantung kemampuan dan pemahaman masing-masing insan. Jadi, menurut ku berilmu-pintarlah berburu cara belajar paling kecil efektif untuk kamu.

Bergabung dengan kelas bahasa vs swadidik?

Aku pernah membiasakan bahasa Perancis secara otodidak, les
private
hingga bergabung dengan sekolah bahasa Perancis
(cours de langue) di riuk suatu Universitas di Rouen dan panggung kursus khusus bahasa Perancis yang bekerjasama dengan Pemerintah Perancis. Buat aku tentu ada perbedaannya, yang pertama jelas suasana dan tekniknya.

Takdirnya belajar koteng waktunya kita bisa atur sendiri, tapi susunan harus pelajarin yang mana dulu kita gak tau baiknya gimana, belum lagi banyak rayuan ketika kita belajar di rumah sendiri. Oh iya suatu lagi, aku merasa kita
less practice to speak! Padahal, yang paling kecil penting itu ya praktik bicaranya.

Belajar
private
dengan temperatur bersopan santun Perancis, menurut aku juga
oke,
tapi ya interaksi kita invalid dengan gurunya hanya. Walaupun enaknya hari sparing terfokus hanya ke kita aja dan gak malu-malu banget jika salah-salah ngomong atau
accent
kita terdengar aneh.

Tidak pun jikalau kita belajar di sekolah dan tempat kursus, interaksi berbicara lebih banyak, bakal
listening
sekali lagi lebih kerap. Berlatih sama
native nya kita juga bisa tahu jelas
accent
dan lafal yang benar dalam penuturan itu sama dengan apa. Walaupun percayalah, agak sulit cak bagi kita orang Indonesia melafalkan alas kata-kata privat bahasa Perancis nan tekun berdialek seperti basyar Perancis. Di tempat kursus yang aku adv pernah lakukan baik level A1 dan A2, kita disajikan sejenis itu banyak soal-pertanyaan lakukan latihan, baik mencerna bacaan, soal, mendengar dan menggambar. Kebanyakan dari sekolah ku itu adalah para imigran yang tinggal di Perancis, baik mereka pengungsi, pencari suaka, atau memang imigrasi karena menikah dengan WN Perancis. Jadi, kita sama-sederajat berlatih bahasa Perancis, gak ada yang salah dan sopan, kita akan coba terus berbicara dan melatih kognisi kita, kembali nilai plusnya, sparing kebudayaan negara-negara lain.




Take notes


dan belajar bermula


handmade



flashcards


Berhubung aku tipe turunan yang belajar dan mudah mengingat dengan mencatat, aku doyan banget mengingat-ingat semuanya di buku pintar ku. Bintang sartan, momen bingung ataupun pangling segala apa yang dipelajarin,
instead of
Google melulu, aku serta merta buka buku catatan. Dan aku minimal demen baca sendi catatan nan memang bercat dan rapih penulisannya, kaprikornus sebisa kelihatannya aku pasti menuliskannya dengan rapih, karena menurutku lebih mudah diingat aja ketika kita mengingat-ingat dengan rapih dan bercat.

Selain itu, aku doyan bakal
flashcards!
Ketika masih di level A1 aku senang banget cak bagi
flashcards
yang isinya VERBES, contoh kalimat internal PRESENT TENSE,
vocabularies, conjugaisons,
french expression dan sebagainya. Terpangkal aku buat yang memang bakalan sehari-waktu kita ucapkan, kita dengar dan kita tuliskan (baik menerobos SMS ataupun
chatting dengan batih dan teman). Flashcards ini bisa kita beber dan baca kapanpun, mau di kendaraan umum, sebelum tidur, dan sebagainya.

Kenapa gak
download flashcards app
aja sih, Kak?

Ya boleh sekali lagi, terserah kamu aja lebih mudah sparing dengan mekanisme yang seperti segala apa, kalau aku sejak dahulu, belajar dari hasil catatan dan catatan tangan seorang, udah paling benar dan efektif. Karena sokong aku
memorizing
dengan mudahnya juga.




Écouter de plus en bersisa! Listening more and more!


Semenjak tinggal di Perancis hampir 80% keseharian aku tentu mendengarkan, mendaras pengenalan-introduksi ataupun kalimat berbahasa Perancis. Mulai bersumber beli
pain aux amandes
di
boulangerie
atau
baker shop, di
supermarket, bingkis surat/kartu pos di kantor pos dan sebagainya. Se-mu-a-nya, otomatis aku belajar bagi mengerti dan mencari tahu segala artinya.

Mendengar itu pula bagus banget bagi melatih dan belajar bahasa Perancis yang baik dan benar. Sejak tinggal disini dan harus berangkat sungguh-sungguh belajar bahasa Perancis, aku berusaha berburu
podcast-podcast
berpendidikan Perancis atauuu…
podcast
nan memang khas bikin belajar berbudi Perancis. Kebetulan memang dari silam hobi dengerin radio, makara aku berangkat sekali lagi belajar bikin mendengarkan
podcast
yang berbahasa Perancis. Di dasar ini rekomendasi
podcast
yang boleh kalian dengarkan buat belajar bahasa Perancis:
Coffee Break French, Oui Podcast France, Learn French by Podcast, Intermediate French Podcast (Inner French) dan sebagainya. Favorit aku adalah,
Coffee Break French danIntermediate French Podcast (Inner French).

Bedanya? Kalo
Coffee Break French, selain ada terjemahan bahasa Inggrisnya, ada sejumlah tematik berdasarkan level bahasa Perancis kita. Jadi kita juga dikasih luang cara ngomong dan pelafalannya. SeandainyaIntermediate French Podcast (Inner French), ada berbagai rupa tematik isu nan dibahas dan seluruh pembahasannya berbahasa Perancis (no translation!), tetapi
speaker-nya mendongeng dengan tonjolan nan lampau mudah didengar, pelafalan yang baik dan benar, pula tentunya yang paling penting, bercerita dengan bertahap. Tau sendiri dong, sekiranya khalayak Perancis ngomong cepetnya kayak apa? Sebabat sih sebenernya takdirnya kita ngobrol sederajat temen dengan bahasa Indonesia.

Jadi, kalau kepingin bertambah tanggap dan mengerti ketika
French native speaker
berbicara, harus banyak-banyak denger yang
all version with bahasa Perancis, supaya alat pendengar kita terlatih buat mendengarkan bahasa tersebut.

Selain
podcast,
dapat juga belajar melalui lagu! Kalau kita dapat dengar musik bersopan santun Korea, yang sedangkan kita gak tahu artinya aja kita dapat, kenapa gak mencoba bahasa Perancis? Begitu yang ada di otakku beberapa tahun tinggal. Awalnya, super aneh banget,
somehow genre
musiknya pula juga berbeda sama yang biasa aku dengerin atau mungkin karena memang gak biasa aja mana tahu ya? Walaupun setakat saat ini aku belum mudeng banget dengan lagu-lagu ngetrend di Perancis (kalau tidak karena suamiku).

Setelah aku naik level A2 (dan September esok, aku akan lanjut B1) aku menyadari banget bahwa aku sangat kurang di
listening
dan
speaking.
Bukannya tidak bisa bicara, malah menurut profesor aku di sekolah, bahasa Perancis ku serius berprogres dahulu cepat dibanding rival-teman lainnya. Tetapi, masih kurang
vocabularies
dan
verbes
yang aku ingat dan dari awal aku selalu takut salah bicara.

Padahal yang minimum penting mulai sejak belajar bahasa kan memang harus berani berbicara, salah mah kejadian yang wajar namanya juga belajar?

Pilih film maupun serial Perancis ber-subtitle ataupun bilingual

Semenjak tinggal disini, aku gemar bingung mau nonton di bioskop, mula-mula karena memang mahal banget
if we compare
dengan harga karcis bioskop di Jakarta, kedua karena rata-rata dekat semua bioskop disini bioskop-nya udah pada di
dubbing
tukar bahasa Perancis. Kalau gak di
dubbing
bahasa Perancis, terjemahannya bahasa Perancis. Terimalah, kalau terjemahannya bahasa Perancis tapi filmnya
original version with English, aku masih gak apa-segala apa banget, at least aku bisa tau bahasa Perancisnya itu apa.

Hasilnya, harus diskriminatif-pilih bioskop apa nan serius harus ditonton di bioskop.

Sepanjang ini, aku baru nonton beberapa sinema Perancis, sekiranya kata profesorku, banyak film serial Perancis nan bagus-bagus dan buruk perut bikin dilewatkan, tapi aku lagi mengurangi nonton serial (apapun itu, soalnya kalo aku nonton film serial Korea, minimum sulit nongkrong, siapa yang setuju? Mengangkat tangan!). Selain karena
takes more time,
merembah esok ketagihan. Soalnya aku kalau nonton serial, demen penasaran pengen cepat-cepat nonton sampai sangat dan seringkali malah menghabiskan perian ku di apartemen. Jadi, malah gak produktif, cuma nonton aja.

Tetapi, kadang aku demen iseng, kalau nonton film berbahasa Inggris,
instead of
aku cari
subtitle
bahasa Indonesia, aku cari yang
subtitle-nya bahasa Perancis (gak apa-apalah ya? Namanya juga menyedang…)

But I believe that learning new language from movies is the easiest way to enhance your vocabulary, improve your understanding of the language and their culture also.

Baca buku harian, majalah atau berita bahasa Perancis


via online


Aku senang banget suntuk di Perancis, pelecok satunya mereka banyak banget publikasi baik itu koran, majalah, atau buku
tour guidance
yang Prodeo! Lazimnya sering tersaji di damping setiap adimarga di kota ku alias
tourism center office.
Berbunga situ galibnya aku belajar membaca dan mengarifi bahasa Perancis. Sekiranya waktunya lagi banyak dan juga rajin, aku bahkan sampai corat-coret koran atau majalah tersebut.

Selain itu, penting sekali lagi mengandalkan berita pintu online yang ada di internet. Beberapa portal berita yang sering aku ikuti internal berpendidikan Perancis yaitu; Le Parisien, Le Monde, 20 Minutes, Mon Quotidien dan lainnya.
So far,
yang aku ikuti ki alat sosialnya ya, Le Parisien. Bahasanya
somehow
bisa aku mengetahui dibanding Le Monde nan lebih
advanced.
Sementara itu, kalau di Rouen, kota ku, aku makin sering baca
Côté Rouen dan
Tendance Ouest.

Selain mudah dimenegerti, banyak
update events
di daerah tingkat ku dan berita yang terjadi di selingkung Rouen dan kementerian Seine Maritime.

Tandem partner bagi


conversation


Beruntunglah aku bisa berlatih bahasa Perancis setiap perian dengan laki! Makara, bagi teman-teman yang menikah dengan WN Perancis, harus dimanfaatkan kesempatan untuk belajar bahasa Perancis. Aku kadang berlatih dengan laki dan memintanya untuk mengoreksi PR aku di sekolah. Selain itu, praktik bagi membiasakan bercakap. Selain itu, kalau ia bergabung di sekolah alias tempat tutorial, kesempatan beliau berbicara dengan
native
atau
French speakers
juga lebih banyak. Karena sama-seimbang membiasakan, jadi gak usah tegak riuk maupun lupa mau ngomong barang apa, namanya juga membiasakan.

Sepantasnya beberapa cara belajar bahasa yang ku sebutkan diatas bisa diaplikasikan kepada kali pun nan medium belajar bahasa, selain bahasa Perancis.

Kuncinya, harus selalu-kerap latihan ngomong, menulis, membaca dan mendengar.

So,
tetap umur ya!

Source: http://wrotebyastrid.com/2019/07/12/living-in-france-101-gimana-metode-cepat-belajar-bahasa-prancis/