Berita Jepang | Japanesestation.com

Belajar bahasa yunior memang terkadang terasa sulit. Apalagi, sekiranya bahasanya yaitu bahasa Jepang. Sudah lalu belajar penyelenggaraan bahasanya yang susah, belum kembali huruf-hurufnya! Tapi jangan senewen, ada beberapa tips lakukan meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang kalian! Apa belaka?

1. Kurangi berlatih, perbanyak latihan!

bahasa jepang kemampuan japanesestation.com
Ilustrasi turunan luar yang tengah memanjar perut di izakaya Jepang, salah satu sempurna bentuk praktik bahasa Jepang (istock.com/JohnnyGreig)

Cak semau baiknya nih jika kita belajar dengan suratan nan “patut” sekadar meluangkan hari bikin berlatih berujar kian banyak. Memang sih, belajar itu perlu buat mengetahui komplet kalimat mana yang model. Tapi, jangan sebatas kebanyakan membiasakan berusul buku dan gak ingin mencoba merenjeng lidah sebelum “benar-benar menguasai” ya! Alasannya, karena cara terbaik untuk melancarkan skill
speaking
-mu adalah dengan mempraktikkannya secara spontan.

Memang, membiasakan itu perlu. Tapi, dengan belajar berujar secara langsung, kita boleh mengingat banyak hal, seperti kosa kata, ekspresi, pengucapan, dan bagaimana sih rasanya berfirman lansung dengan lawan bicara dalam bahasa Jepang. Cak bagi menemukan musuh wicara beristiadat Jepang, teman-bandingan boleh mengimak peguyuban
Jejepangan,
biasanya sih ada yang sudah mahir dalam berbahasa Jepang lho! Jika tidak, situs seperti I Perona pipi dan Interpals akan membantumu mengobrol bersama individu Jepang serampak!

2. Belajar aktif

Masih berbimbing dengan poin pertama, kita harus tetap aktif jika ingin mempelajari bahasa luar dengan cepat. Misalnya nih, bebicara privat bahasa Jepang dengan setiap turunan yang mempelajari bahasa negeri mentari terbit ini dan tetap belajar berasal buku-trik atau media lainnya di waktu luang.

3. Prioritaskan grammar!

Salah satu hal terdahulu yang mesti dipahami ketika mempelajari satu bahasa adalah kosa kata tidak berfaedah jika kita tak sempat cara menggunakannya. Alasannya, kalau kita memiliki
grammar
yang kuat, kita akan lebih mudah berkomunikasi dalam sebuah konversasi langsung. Dengan mengarifi
grammar, biar nan sederhana, dapat memungkinkan kita lakukan menyajikan informasi dengan lebih luas.  Bangun-ingat ya!

4. Pelajari bahasa kita sendiri bertambah baik

Pan-ji-panji Indonesia dan Jepang (foto: ipdefenseforum.com)

Senyatanya, ada satu cara yang bisa memudahkanmu dalam belajar berbicara bahasa Jepang, yaitu, mempelajari bahasa asli kita seorang. Lho?

Makara begini, dengan mempelajari bahasa kita sendiri secara lebih mendalam, kita dapat menjelaskan ekspresi tertentu yang “musykil.” Dengan ini, kita dapat lebih relate dan memahami bahasa baru nan kita pelajari dengan konsep yang sudah lalu kita pahami sebelumnya.  Misalnya doang, kita tak bisa mengatakan “hayai hashirimasu” karena “hayai” (cepat) adalah kata keadaan dan “hashirimasu”
(lari) adalah prolog kerja, membuat kita tak bisa menyatukannya dengan mudah. Tapi, tatap deh dalam bahasa Indonesia. “Cepat lari,” terasa aneh kan? Karena itu, akan bertambah baik jikalau kita mengucapkannya dengan “lari dengan cepat,” takhlik kita kian mudah memahaminya. Seandainya sudah tahu, akan lebih mudah deh untuk mempraktikannya ke bahasa Jepang!

5. Pahami partikel

bahasa jepang kemampuan japanesestation.com
Ilustrasi membiasakan bahasa Jepang (pakutaso.com)

Partikel adalah kejadian paling signifikan bagi mengerti satu kalimat privat bahasa Jepang. Pasalnya, mereka memiliki keistimewaan untuk menentukan peran kata dalam satu kalimat. Model:
Watashi wa konbini de pan o kaimashita. (Saya membeli roti di konbini.) Verba di kalimat tersebut adalah
“kaimashita”, artinya “membeli (dulu)”, dan kamu lain memiliki elemen karena ia tak membutuhkannya. Namun, coba deh liat introduksi lain:

  • Watashi wa
    – “wa” menunjukkan topik, dalam kalimat ini, kita membicarakan (saya) yang membeli roti.
  • Konbini de
    – “de” menunjukkan di mana terjadinya hal itu. Terjadinya di konbini kan?
    Kono pan wo
    – “wo/o” menunjukkan alamat kata kerja. Do kalimat ini, pembukaan kerjanya adalah “kaimashita”, kaprikornus “wo/ozon” di sini mengindikasikan apa yang dibeli (roti).

Bingung? Tapi, jika terbiasa pasti dapat cak kenapa!

6. Memaklumi perbedaan “ni” dan “de

Sudah tanggap atom? Takdirnya iya, kini kamu harus memhami perbedaan antara “ni” dan “de”.  Dua partikel ini galibnya gandeng dengan lokasi dan keduanya boleh diterjemahkan sebagai “di”

Terbang ketel? Nah, ini cara membedakannya!

  • De
    mendefiniskan di mana kejadian terjadi
  • Ni
    mendefirniskan tujuan dari suatu aktivitas yang menyertakan pergerakan.

Jadi, jika kita melakukan sesuatu, tempat di mana kita melakukannya harus memakai molekul “de.” Belaka, jika berpindah dari A ke B, atau melakukan seseuatu yang boleh mengakibatkan  berpindahnya A ke B, seperti memberi ataupun mengirim, harus memakai “ni.”

Bingung memang, tapi lama-lama bakal terbiasa kok!

7. Luangkan waktu khusus

bahasa jepang kemampuan japanesestation.com
Ilustrasi orang luar yang tengah menempah makanan di izakaya Jepang, salah satu pendirian sparing bahasa yang menyenangkan (istock.com/JohnnyGreig)

Banyak semenjak insan nan berlatih bahasa Jepang secara swadidik lazimnya mengatakan bahwa mereka akan mempelajari bahasa Jepang “saat luang.” Kalau begini, pasti akan caruk suka-suka gangguannya, misalnya momen ada sesuatu yang kita anggap lebih terdepan.  Jadi, kapan belajarnya centung?

Tapi, tetap jangan dibawa stress! Buatlah proses belajarmu menghilangkan. Misalnya saja, dengan menonton drama Jepang untuk mengasah kemampuan mendengarmu atau mempraktikkan kemampuan berucap dengan memesan rezeki di restoran. Selain itu agar lebih efektif, buatlah jadwal yang nampak ringan namun integral, misalnya dengan 30 menit per-masa selama 6 periode. Jadi, kamu pun gak akan plus pusing kan?

Semoga dengan 7 cara di atas, kemampuan bertata cara Jepang teman-kebalikan makin pangkat ya!