Belajar Bahasa Arab Untuk Smp

Beli buku-bukunya

Bahasa Arab yaitu bahasa pilihan. Bahasa nan dengannya Al-Qur’an diturunkan. Bahasa kabilah muslimin. Maka dari itu karena itu wajib buat setiap mukmin untuk sparing bahasa Arab.

Berikut merupakan bahasan-bahasan nan akan di bahas -in syaa Almalik- di website Kelas Bahasa Arab Online ini.

Semoga dapat istiqomah untuk trus membukit bahasan terkait bahasa Arab.

Dan apabila nanti ada bahasan yang ditambah (dan terbiasa antum ketahui bahasan dibawah ini belum seluruhnya dan masih sangat jauh) in syaa Tuhan akan ditambah.

Catatan dan Penjelasan Mudah Terhadap Kitab Durusul Lughah jilid 1

Anju BELAJAR

  1. Settingan dan Permintaan Nan Kondusif Belajar Bahasa Arab
  2. 6 Sosi Sukses Belajar Bahasa Arab
  3. Manfaatkan Stabilo Untuk Pemetaan Baca Kitab

MULAI Berlatih

Daftar Isi

  • 1
    Apa Itu Harf (Abc) ?
  • 2
    Segala Itu Kalimah (Kata) ?
  • 3
    Barang apa Itu Kuantitas Mufidah ?
  • 4
    Pengalokasian Huruf
  • 5
    Penjatahan Pengenalan

    • 5.1
      1. Isim

      • 5.1.1
        Tanda-Tanda Isim
    • 5.2
      2. Fi’il

      • 5.2.1
        Tanda-Merek Fi’il
    • 5.3
      3. Harf
  • 6
    Tipe-Macam Jumlah

Apa Itu Harf (Lambang bunyi) ?

Dikatakan oleh Ustadz Aceng Zakariya bahwa fonem ialah

مَا يَتَرَكَّبُ مِنْهُ الكَلِمَةُ، مِثْلُ : بَ يَ تَ نَ حَ

Huruf adalah segala-apa yang tersusun darinya sebuah kata. Sama dengan huruf ba (بَ), huruf ya (ي), huruf ta (ت), fonem nun (ن) dan fonem ha (ح).

Contohnya seperti pengenalan (زَيْدٌ) -za-y-dun- nan terdiri bermula 3 abjad ialah abc (ز), huruf (ي) dan abjad (د).

Sebatas sini faham terkait abc? Kita lanjut ya..

Segala apa Itu Kalimah (Kata) ?

Sehabis membahas huruf, waktu ini kita menggosipkan kata.

Kata dalam bahasa arab disebut kalimah (كَلِمَة).

Apa itu kalimah? Kalimah merupakan lafadz yang memiliki makna.

Contohnya sebagai halnya مَدْرَسَةٌ (sekolah), طَالِبٌ (siswa), قَلَمٌ (pulpen), سَرِيْرٌ (ranjang) dan lebih jauh.

Kesemua itu disebut kalimah. Kenapa? karena punya makna.

Apa Itu Besaran Mufidah ?

Sehabis membahas huruf, kemudian kata, maka sekarang kita membahas adapun kalimat n domestik bahasa indonesia.

Kalimat intern bahasa arab formal disebut dengan jumlah mufidah.

Apa itu jumlah mufidah?

Kuantitas mufidah adalah susunan nan memasrahkan faidah yang abstrak dan disebut juga sebagai kalam.

Contohnya

هُوَ يَجْلِسُ عَلَى الكُرْسِيِّ

“Dia duduk di atas kedudukan”

أَنَا أَكْتُبُ فِي الكِتَابِ

“Saya menulis di kitab”

Eksemplar di atas disebut jumlah mufidah atau pelir dikarenakan kalimat tersebut menerimakan faidah yang kamil.

Sempurna yang pertama menguraikan bahwa “dia” sedang duduk di atas kursi, sementara contoh yang kedua menjelaskan bahwa “saya” madya menulis di kitab.

Penjatahan Huruf

Sesudah membahas tentang fonem, perkenalan awal dan kalimat n domestik bahasa arab.

Sekarang kita mulai rinci satu-persatu ya.

Kita mulai dari huruf dulu. Kita sebutkan mengenai pembagiannya.

Leter cak semau 2 penjatahan

  1. Huruf mabaniy (حَرْفٌ مَبَانِيٌّ) : huruf yang tidak memiliki makna. Seperti huruf-huruf hijaiyyah.
  2. Leter ma’aniy (حَرْفٌ مَعَانِيٌّ) : huruf yang memiliki makna. Seperti huruf وَ (dan), أَوْ (maupun), مِنْ (dari).

Pembagian Perkenalan awal

N domestik bahasa arab, kata doang terbagi menjadi 3 :

  1. Isim (introduksi benda)
  2. Fi’il (introduksi kerja)
  3. Harf (huruf)

Dan bukan ada yang keempatnya.

Baca : Apa Hujjah Bahwa Butuh Cuma Terdiri Berbunga 3 Saja?

Kini kita bahas satu-persatu secara singkat ya.

1. Isim

Isim yakni sebuah pengenalan nan menunjukkan atas makna dan tidak terjerumus dengan waktu atau zaman.

Contohnya adalah مَدْرَسَةٌ (sekolah), مُحَمَّدٌ (muhammad), شَمْسٌ (surya), شَجَرَةٌ (tanaman) dan lainnya.

Pertanda Isim

Isim memiliki keunggulan-tanda, yang apabila kita menemukan satu saja tanda maka bisa kita simpulkan bahwa kata tersebut adalah isim.

Segala apa saja tanda-tandanya?

1. Khofdh (kasroh)

Contohnya plong basmalah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Lihat ada berapa kata yang berharokat kasroh? Suka-suka 4. Maka bisa kita simpulkan bahwa kata (اِسْمِ), kemudian lafdzul jalalah (اللَّهِ), kemudian (الرَّحْمَنِ), kemudian (الرَّحِيْمِ) semuanya adalah isim.

Kenapa? karena berharokat kasroh.

Hingga sini faham? Alhamdulillah. Kita lanjut ya..

Sebelum lanjut apabila penasaran dengak khofdh alias istilah lainnya jar dapat mendaras kata sandang Perbedaan Khofdh dan Jar.

Tapi, kalau masih pemula, sebaiknya lewati sahaja ya.

Kita lanjut ke jenama yang kedua yaitu

2. Tanwin

Apabila kalian menemukan cak semau sebuah kata yang bertanwin, maka dapat disimpulkan bahwa dia adalah isim.

Contohnya مَدْرَسَةٌ -mad-ro-sa-tu-N-, kemduian سَرِيْرٌ -sa-ri-ru-N-, kemudian طَالِبٌ -to-li-bu-N- dan selanjutnya.

Tanwin ini dapat dalam bentuk dhommatain, kasrotain ataupun fathatain ya.

3. Alif Lam

Kalau kalian menemukan sebuah isim diawali oleh alif lam (ال), maka dipastikan itu adalah isim.

Contohnya المَدْرَسَةٌ (sekolah), السَّرِيْرُ (petiduran), الطَّالِبُ (siswa) dan seterusnya.

4. Fonem jar

Apabila sebuah kata didahului oleh huruf jar, maka kata tersebut dipastikan yaitu isim.

Barang apa saja huruf-huruf jar tersebut?

عَلَى
Di atas
إِلَى
Ke
مِنْ
Berpunca
رُبَّ
Banyak / Dikit
فِي
Di dalam
عَنْ
Dari
لِ
Peruntungan
كَ
Seperti
بِ
Dengan

Eksemplar : فِي البَيْتِ (di dalam rumah).

Maka kata (البَيْتِ) adalah isim. Kenapa? karena ia didahului makanya leter jar (فِي).

2. Fi’il

Fi’il adalah sebuat kata yang menunjukkan atas makna dan terjerat dengan waktu atau zaman.

Berbeda dengan isim. Jika isim tidak terikat waktu, sekiranya fi’il tergiring dengan waktu.

Contohnya adalah كَتَبَ (dia
telah
menulis), يَكْتُبُ (anda
sedang
menggambar).

Perhatikan barang apa yang di bold. Bahwa “telah” dan “sedang” menunjukkan keterkaitannya dengan waktu. “Sudah” menunjukkan perian nan mutakadim lampau dan “medium” menunjukkan waktu momen ini.

Tera-Keunggulan Fi’il

Sebagaimana isim memiliki keunggulan maka demikian juga fi’il.

1. Tanda yang pertama adalah (قَدْ).

Contoh قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ (Sekelebat lagi shalat ditegakkan).

Maka kata (قَامَتِ) yakni fi’il. Kenapa? karena beliau didahului makanya (قَدْ).

2. Kemudian tanda yang kedua merupakan السِّيْنُ (huruf sin).

Contohnya سَيَذْهَبُ (dia akan menyingkir). Maka pengenalan (يَذْهَبُ) adalah fi’il karena didahului oleh abc sin.

3. Cap yang ketiga adalah (سَوْفَ).

Contohnya سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ (kelak kalian akan mengetahuinya).

Huruf sin dan saufa punya kekuatan nan sama. Namun maknanya berbeda. Ketahui perbedaan abc sin dan saufa.

4. Dan tanda yang keempat merupakan تَاءُ التَّأْنِيْثِ السََّاكِنَةِ (huruf ta sukun sebagai penunjuk untuk perempuan).

Contohnya pada kata قَالَتْ ada huruf ta sukun yang bersambung dengan (قَالَ). Maka kita katakan (قَالَ) ialah fi’il karena bisa berhubungan dengan تَاءُ التَّأْنِيْثِ السََّاكِنَةِ.

3. Harf

Harf yaitu abjad. Yakni kata yang tidak dipahami maknanya kecuali bersambung dengan isim ataupun fi’il.

Dan abc tidak memiliki ciri-ciri singularis seperti mana isim dan fi’il.

Sepatutnya lebih gampang membedakan antara isim, fi’il dan harf. Berikut Pendirian Mudah Membedakan Isim, Fi’il dan Harf Dengan Metode Takhayul.

Macam-macam Jumlah

Jumlah dalam bahasa arab ada 2 keberagaman

  1. Jumlah ismiyyah : yaitu kalimat yang didahului oleh isim.
  2. Total fi’liyyah : yakni kalimat yang didahului makanya fi’il.

Untuk pembahasan selanjutnya akan halnya bahasa arab dapat klik link-link yang dibutuhkan di asal ini.

[1]. Isim

  • Isim Ditinjau Dari Jenis

    • Isim Mudzakkar
    • Isim Muannats
      • Ciri-Ciri Isim Muannats
  • Isim Ditinjau dari Segi Takdir

    • Mufrod
    • Mutsanna
    • Biasa
  • Isim Ditinjau dari Segi Ta’yin

    • Isim Ma’rifah
    • Isim Nakiroh
  • Isim Ditinjau mulai sejak Segi I’rob

    • Isim Mabni

      • Isim Dhamir
        • Dhamir Munfashil
        • Dhamir Muttashil
        • Dhamir Mustatir
      • Isim Isyarah
        • Isim Isyarah Lil Qorib
        • Isim Isyarah Lil Ba’id
      • Isim Maushul
      • Isim Istifham
      • Isim Syarth
      • Isim Fi’il
        • Isim Fi’il Madhi
        • Isim Fi’il Mudhari’
        • Isim Fi’il Amir’
      • Adad Murokkab
    • Isim Mu’rob

      • Isim Marfu’
        • Mubtada’ Khobar
        • Fa’il
        • Naibul Fa’il
        • Isim Kaana wa Akhowatuha
        • Khobar Inna
        • Tawabi’
      • Isim Manshub
        • Isim Inna wa Akhowatuha
        • Khobar Kaana
        • Maf’ul Bih
        • Maf’ul Li Ajlih
        • Maf’ul Mutlaq
        • Maf’ul Fih
        • Maf’ul Ma’ah
        • Haal
        • Tamyiz
        • Mustatsna
        • Munada
      • Isim Majrur
        • Jar Majrur
        • Idhafah
      • Mamnu’ Minas Sorfi
      • Asmaul Khomsah

[2]. Fi’il

  • Fi’il Ditinjau berpangkal Segi Waktu Pelaksanaan

    • Fi’il Madhi
    • Fi’il Mudhari’
    • Fi’il Amr
  • Fi’il Ditinjau dari Penyusunan Lambang bunyi

    • Fi’il Shahih
    • Fi’il Mu’tal
  • Pembagian Fi’il Ditinjau berusul Korban

    • F’il Protokoler
    • Fi’il Muta’addi
  • Pembagian Fi’il Ditinjau dari Fa’il

    • Fi’il Ma’lum
    • Fi’il Majhul
  • Pembagian Fi’il Ditinjau semenjak I’rob

    • F’il Mabni
    • Fi’il Mu’rob

[3]. Harf

  • Abjad yang Masuk Kepada Isim

    • Fonem Jar
    • Inna wa Akhowatuha
    • Leter Nida’
    • Huruf Istitsna
  • Lambang bunyi yang Masuk Kepada Fi’il

    • Huruf Nashob
    • Huruf Jazm
    • مَا ولا – قد – السين وسوف
  • Leter nan Turut Kepada Isim dan Fi’il

    • Aksara Athaf
    • Huruf Istifham
    • واو الحال – لام القسم

Source: https://kelasbahasaarabonline.com/belajar-bahasa-arab/