Belajar Baca Kitab Kuning Dengan Cepat

KITAB asfar adalah kitab turats, yakni kitab pusaka para ulama-ulama terdepan yang menjadi transfigurasi pengetahuan dalam agama Islam. Kitab kuning ditulis dengan abjad Arab dan tanpa harokat, atau lazim disebut dengan gundul. Sehingga bagi para pemula nan belum paham kaidah pembacaannya sekaligus artinya bisa dikatakan sangatlah susah.

Namun kesulitan mendaras karangan Arab tersebut dapat hilang ketika kita bisa mengamati beberapa keadaan utama nan menjadi pendorong untuk bisa belajar. Diantaranya:

Purwa, karsa. Bikin membiasakan sewaktu konsisten dalam memahami isi kandungan kitab asfar haruslah menanamkan niat sejak tadinya. Karena semua hal yang dibarengi dengan kehendak yang kuat akan mempermudah dalam memahami alamiah yang sedang kita pelajari.

Iklan Native 01

Kedua, mengusai aji-aji nahwu dan sharaf. Memintasi kedua ilmu tersebut ialah langkah pintu gerbang agar bisa mengaji kitab kuning. Sebab, keduanya menjadi pedoman dasar kerumahtanggaan pendirian bahasa Arab. Takdirnya n domestik bahasa Inggris dinamakan dengan “grammar”. Salah satu kitab andalan para santri yang menjadi rujukan ilmu nahwu dan sharaf ialah kitab
Al-Jurumiyah, Matan Matnul Al Bina
dan
Amtsilati Tasrifiyyah.

Ketiga, banyak membaca dan menghapal kosa pembukaan bahasa Arab. Banyak menghapal kosa alas kata bahasa Arab memudahkan buat segera dapat membaca kitab kuning. Bagian ini boleh dilakukan dengan banyak membaca dan mengartikannya. Metode menghapal paling kecil gampang merupakan mendaras makna Arab sebanyak tujuh kali berulang-ulang, maka bacaan tersebut otomatis akan nempel sendiri di kepala. Contohnya lafadzabun
yang berarti bapak. Jika lafadz
abun
dibaca tujuh kali, maka akan hapal dengan sendirinya.

Keempat, menjaga sanad keilmuan dengan
bertawasul. Menjaga sanad alamiah dengan cara
bertawasul
kepada sang pengarang kitab merupakan adabnya sorang santri ketika akan membaca atau menghafal kitab tersebut. Seperti memberikan fatihah kepada pengarang kitab
Taqrib,
Syekh Serbuk Suja. Dalam tradisi santri NU menjaga sanad keilmuan dengan
tawassul
merupakan bentuk penghormatan kepada ulama.

Kelima, mileu yang baik. Terkait dengan lingkungan nan baik, maka akan menciptakan kepribadian yang baik. Pelecok suatu mileu nan baik nan bisa memotivasi buat bisa mengaji kitab kuning, yakni lingkungan pondok pesantren. Dengan tinggal di pesantren yang setiap harinya berlanggar kitab asfar, maka akan menjadi habitat nan baik.

Iklan Native 02

Imam Mahmud,alumni
 Pesantren Riyadlatul ‘Ulum Lampung Timur

Source: https://lampung.nu.or.id/pernik/5-cara-mudah-bisa-membaca-kitab-kuning-UXTAJ