Bahan Ajar Matematika Smp Jumlah Suku N







STATISTIKA Asal






KELOMPOK
2


Dosen Penanggung jawab
:



Apit F, S.Pd.,M.Si


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA




JURUSAN PENDIDIKAN MIPA




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




Institut SRIWIJAYA




201


3


BAB I


PENDAHULUAN


1.1





Meres Birit


Data dan statistik punya hubungan yang dahulu erat. Selain itu, keduanya sekali lagi n kepunyaan perkariban yang sangat dempang dengan kehidupan turunan sehari-hari, dengan bidang mantra pengetahuan, baik yang ilmu pasti, sosial, ekonomi, bisnis dan lain-lain. Data dan statistik serta manfaat keduanya, banyak menerimakan kegunaan yang silam tidak tertaksir bikin manusia, bagi kita semua.

Dengan data, kita memafhumi gambaran perusahaan sekarang, penyakit segala apa yang madya dihadapi, mengapa terjadi kelainan-ki aib tersebut, serta bagaimana cara pemecahannya. Dengan data, kita bisa meramal alias memperkirakan, barang apa nan sangkil-kira bagi terjadi di masa mendatang. Dengan data, kita pun dapat takhlik perencanaan, peramalan, mengontrol pelaksanaan, mengevaluasi target apakah teraih ataupun tak, dan sebagainya. Dengan adanya data, kita dapat banyak memahami akan halnya berbagai hal. Dengan data, kita bisa mengambil keputusan-keputusan, kebijakan-strategi perusahaan, dan sebagainya.Pendek kata, fungsi dan arti data suntuk penting dan banyak sekali. Berkali-kali, akan berbahaya seandainya kita mengambil konklusi dan keputusan tanpa didukung maka dari itu data. Bani adam bilang ”Speak with data”, berbicaralah dengan data agar netral dan lebih akurat.


1.2
Rumusan Komplikasi



Adapun rumusan masalah kerumahtanggaan makalah ini merupakan :


1.





Barang apa itu statisti ?


2.




Bagaimana penggolongan statistik ?


3.




Sebutkan ciri solo statistik ?


4.




Jelaskan permasalahan statistik !


5.




Jeleskan pengertian perangkaan pendidikan !


6.




Jelaskan guna dan kegunaan statistik dalam marcapada pendidikan !


7.





Apa itu data statistik ?


8.




Sebutkan macam-spesies data ?


9.




Jelaskan kebiasaan data perangkaan


10.




Sebutkan beberapa keberagaman lengkap data perangkaan n domestik dunia pendidikan ?


11.




Jelaskan horizon
eknik penimbunan dat
a !


12.




Jelaskan kaidah penimbunan data perangkaan kependidikan !


13.




Ujar dan jelaskan a
lat alias instrumendata statistik pendidikan

!


1.3
Intensi

Tentang tujuan dalam makalah ini yaitu :


1.




Memaklumi apa itu statistik.


2.




Memafhumi bagaimana penggolongan statistik.


3.




Mengetahui ciri khas statistik.


4.




Memafhumi akan permasalahan statistik.


5.




Memahami konotasi statistik pendidikan.


6.




Mengetahui fungsi dan kegunaan perangkaan dalam bumi pendidikan.


7.




Memahami apa itu data statistik.


8.




Memahami akan tipe-macam data.


9.




Mengerti kebiasaan data statistik.


10.




Bisa menyebutkan beberapa spesies konseptual data statistik dalam bumi pendidikan.


11.




Mengetahui falak
eknik penumpukan dat
a.


12.




Memahami prinsip pengumpulan data statistik kependidikan.


13.




Mengetahui a
lat ataupun instrumendata statistik pendidikan
.


Ki II


PEMBAHASAN



2.1






Perangkaan dan Statistik Pendidikan


2.1.1




Statistik



*





Pengertian Statistik

Secara etim
o
logi kata “statistik“berasal dari alas kata
prestise
(bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan pengenalan
state
(bahasa inggris)atau pengenalan
staat
(belanda ),dan yang dalam bahasa indonesianya diterjemakaan menjadi negara

. D
alam kamus bahasa inggris akan kita jumpai perkenalan awal statistiks

seumpama

“hobatan statistik“
. K
ata statistik diartikan sebagai “ukuran yang diperolehkan alias berasal berpunca sample,”yakni seumpama lawan dari perkenalan awal “indeks”nan berarti”ukuranyang diperoleh atau berasal dari populasi .”

Dalam daya goresan

narr herrhyanto dan h.m akib hamid (2007),

kata perangkaan dapat diartikan sebagai kumpulan angka-biji mengenai satu masalah, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai ki aib tersebut.

Ditinjau dari segi termologi ,istilah “statistik”

m

e
ng
andung berbagai ragam macam pengertian
, ialah:


·




Mula-mula,

I
stilah “statistik’ kadang diberi pengertian sebagai data s
tat
istik yaitu pusparagam bahan makrifat yang riil angka ataupun bilangan alias dengan istilah lain
, “
perangkaan “adalah deretan atau pusparagam ponten yang menunjukan makrifat simpang kegiatan hidup tertentu.


·




Kedua,

Istilah “perangkaan” juga pelahap diberi pengertian umpama kegiatan “perstatistikan” atau kegitan penstatistikan.


·




Ketiga,

Statistika adalah metode yang mempelajari penumpukan, yuridiksi, perincian, penggambaran, dan penganalisaan data, serta penarikan deduksi yang valid berdasarkan penganalisaan nan dilakukan dan pembuatan keputusan yang mantiki
, s
ehingga kumpulan bahan keter
a
ngan yang kasatmata ang
ka


itu “bisa berbicara”atau dapat menerimakan signifikasi dan makna tertentu.


·




Keempat,

Istilah “statistik” dewasa ini dapat diberi pengertian sebagai “ilmu statistik”.
llmu statisitk tidak lain merupakan guna-guna pengetahuan nan mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah.



*





Penggolongan Statistik

Berdasarkan

fungsinya,

statistik sebagai ilmu pengumuman dapat dibedakan menjadi dua golongan
, adalah:


1.




Perangkaan deskriptif,

Perangkaan deskriptif atau yang dikenal pun dengan istilah deduktif, yaitu statistik yang tingkat perkerjaanya mencakup cara-kaidah menghimpun , menyusun atau mengatur, mengelolah, menyervis dan menganalisis data angka semoga bisa memberikan gambaran teratur, pendek, dan jelas mengenai satu gejala, peristiwa maupun keadaan.

Statistika Deskriptif hanya melukiskan dan menganalisis keramaian data nan diberikan tanpa penarikan kesimpulan mengenai kelompok data yang lebih besar.


2.




Statistik inferensial

Statistik inferensial alias

dengan istilah statistik induktif,

merupakan

statistik lanjut
a
n

atau

statistik khusyuk

yaitu

statist
i
k yang menyedi
a
kan resan

a
tau pendirian yang boleh dipergunakan laksana instrumen privat bagan menggelandang kesimpulan yang berperilaku publik,dari penali data yang telah di susun dan diolah. Dalam statistika inferensial biasanya memasukan zarah peluang privat menarik kesimpulannya.



*





Ciri Khusus Stastisitik

Pada asal

nya perangkaan andai hobatan pengetahuan memiliki tiga ciri individual yaitu
:


a.




Statisitik besar perut bekerja dengan poin alias bilangan (privat hal ini merupakan data kuantitatif).


b.




Statistik bersifat objektif,

Ini mengandung pengertian bahwa statistik selalu bekerja menurut objeknya atau bekerja apa adanya.


c.




Statistik berwatak mondial,

Ini mengandung signifikansi bahwa pangsa lingkup alias ruang gerak dan bidang garapan statisitk tidaklah sempit.



*





Permasalahan Statistik

Hanartanto

S
igit,B.st, dalam bukunya statistik satu pengantar (1996) mengemukakan ada tiga permasalahan dasar intern statisti
k, yaitu:


1.




P
ermasalahan adapun rata-rata(average).

Sungguh tidak, kita selalu mengunakan denotasi “rata-rata”
(average)
internal hayat kita sehari-sehari. Semua sudah lalu mengenal konsep ”rata rata” ini baik digunakan untuk keadaan yang sepele atau sederhana.


2.




P
ermasalahan tentang pemencaran alias penyebaran (variability atau dispersion),

Dengan sederhana disini kita telah mengenal alas kata nan sudah diindonesiakan ,yaitu ”variasi” yang artinya ”banyak ragamnya”. Intern statistik justru kita lazimnya menjualbelikan cak agar sesuatu itu lain banyak variasinya supaya varibilitasnya kecil.


3.




P
ermasalah tentang saling-hubungan (korelasi).

Tiga persoalan perangkaan: ”rata-rata”, “varibilitas” dan “korelasi” inilah yang yaitu persoalan dasar statistik-suatu persoalan nan sudah pasti bukan asing sekali lagi.


2.1.2




Perangkaan Pendidikan



*





Konotasi

Pada setiap lapangan karier, baik pemerintah, pendidikan pertanian, bazar, maupun lapangan pekerjaan lain, setiap didikan instansi (manajer) selalu bersemuka dengan masalahatau persoalan yang antara enggak dinyatakan dengan angka-nilai. Dari kumpulan angka ini, ia berusaha menarik kesimpulan yang dianggap maupun diharapkan cukup beralasan untuk memberikan gambaran atau penjelasan inilah tentang persoalan itu.

Bagi memberikan kesimpulan itu, Pemimpin (manajer) merumuskan dan menyajikan nilai-nilai tersebut internal sebuah daftar atau table yang disebut dengan statistic. Untuk memperoleh sekumpulan informasi yang menjelaskan kelainan menarik penali yang benar tentu semata-mata harus melalui sejumlah proses, yakni meliputi proses pengumpulan informasi, pengelolahan keterangan, dan proses penarikan konklusi. Dan kesemuanya itu memerlukan wara-wara unik yang disebut statistika.

Begitupun privat dunia pendidikan nan dikenal dengan istilah statistic pendidikan yang yakni cabang berpangkal ilmu statistika. Di dalam statistic pendidikan banyak dibahas dan dikembangkan
prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang digunakan andai pendirian penimbunan, menganalisis, serta menginterpretasikan sekumpulan data yang berkaitan dengan mayapada pendidikan. Wujudnya bisa maujud kegiatan mengumpulkan data-data yang berkaitan dunia pendidikan, seperti kegiatan mengolah dan menganalisis data-data pendidikan lakukan kemudian dintrepetasikan kerumahtanggaan diagram grafik nan menyantirkan kondisi suku satu data statistic pendidikan.

Kata statistik dalam istilah perangkaan pendidikan d
i
artikan sebagai aji-aji publikasi yaitu aji-aji wara-wara yang membahas atau mempelajari atau mengembangkan prisip-mandu alias metode dan prosedur yang ditempuh atau dipergunakan,dalam rangka pengumpulan,penyusunan penyajian,penganalis
a
an alamat warta yang berwujud an
g
ka
,

mengenali hal-hal yang bekaitan dengan pendidikan dan penarikan kesimpulan,


serta

taksiran.


4.




Kemustajaban Dan Kegunaan Statistik Dalam Bumi Pendidikan

Fungsi yang dimiliki maka dari itu statistik dalam mayapada pendidikan adalah menjadi alat

b
antu,maka berlandasan pada data eksak itu kamu akan bisa:


a.




Memperoleh cerminan baik gambaran secara singularis ataupun gambaran secara umum tentang satu gejala, dan keadan suatu peristiwa.


b.




Mengikuti perkembangan atau pasang surut tentang gejala.


c.




Berbuat pengujian.


d.




Memafhumi.


e.




Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas, dan jelas.


f.




Menarik kesimpulan secara logis, mencekit kesimpulan secara tepat dan mantap.



2.2






Data Perangkaan dan Data Perangkaan Pendidikan


2.2.1




Data Statistik



*





Pengertian

Data
yaitu bilang informasi yang dapat memberikan bayangan tentang satu keadaan atau masalah, baik nan berupa poin-ponten (golongan) maupun yang berbentuk kategori, seperti, baik, buruk, strata, invalid dan sebagainya. Dalam menarik suatu kesimpulan atau membuat sutu keputusan seorang pemeriksa memerlukan data yang benar. Apabila data yang salah digunakan kerjakan mewujudkan keputusan, keputusan yang dihasilakan menjadi tisak tepat atau dengan istilah nan lain data yang salah akan menyesatakan, begitu halnya dengan data statistic pendidikan.

Misalnya berlandaskan penyelidikan, ain pelajajaran matematika siswa SMU adalah 4,5. Kemudian dilaporkan kepada pihak yang hendak takhlik sutu keputusan atau deduksi bahwa rat-rata netra pelajran matematika SMU yaitu 5 sehingga penali maupun kebijakan yang ditetapkan menjadi keseleo.

Agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kerugian besar, data yang baik harus memnuhi beberapa persyaratan berikut ini:


Ø




Netral

Data yang diperoleh dari hasil pendalaman harus menggambarkan situasi sebenarnya. Misalnya apabila dalam sebuah penelitian, besaran lulusan SLTP yang melanjutkan ke SLTA 60%, data nan akan diperoleh harus 60%.


Ø




Relevan

Data yang diperoleh harus terserah kaitannya dengan permaslahan yang akan diteliti. Misalnya
kita kepingin memahami penyebab hasil penjualan barang menurun maka data yang dianggap relevan buat dikumpulakan ialah mutu barang, kiat beli, pesaing, komoditas lain
yang sebangsa, harga produk, biaya advertensi, dll.


Ø




Sesuai zaman (Up to Date)

Data enggak boleh terbelakang zaman (usang) sebab adanya perkembangan waktu dan teknologi ,emeybabkan suatu kejadian dapta mengalami perubahan dengan cepat.


Ø




Representetif

Data yang diperoleh dari hasil pengkhususan smapel harus memiliki atau menggambarka keadaa populasinya.Misalnya kita mau memahami minat baca masyarata yang haru diteliti peserta.SD, siswa SMP, petatar SMA, mahasiswa, dan umumnya.


Ø




Dapat dipercaya

Sumber data (narasumber) harus diperoleh berpokok sumber yang tepat.Misalnya data tentang harga sayur diambil pecah tukang sayau, data tentang pelacak diambil dari Depnaker, dan sebagainya.

Statistik kerumahtanggaan mayapada pendidikan boleh dirasakan manfaatnya oleh para pemakai (sebagai halnya murid didik, mahasiswa, peneliti, dll) apabila banyak para mencium kelancaran tugas para “petugas” pendidikan tadi. Misalnya dipakai intern kegiatan evaluasi, statistic menjadi peranti bantu untuk menganalisis dan menyimpulakn data hasil evaluasi. Sebagai contoh, ketika para guru mengevaluasi ketercapaian hasil pendidikan, biasaynya data nan terpumpun berbentuk data kuantitatif sebelum diinterpretasikan menjadi data kualitatif.

Data statistic yang ditemukan/dianalisi dalam dunia pendidikan kebanyakan berupa:


a.




Data manifestasi siswa (misalnya, nilai hasil tes, nilai rapor, nilai intelengensi dan kepribadian, dll)


b.




Data tentang peserta didik, tenaga penyuluh, pegawai dan keluaran (misalanya, jumlah siswa, master berkualifikasi tertentu, lulusan nan melanjutkan/tidak melanjutakan, presensi, dll)


c.




Data tentang antisipasi pendidikan (misalnya, belanja rutin pegawai, dana kesiswaan, dll)


d.




Data mengenai pustaka acuan, administrative, danperlengkapan (misalnya, jumlah buku menurt kategori tertentu, jumlah organ sekolah, dll)

Dalam sebuah penelitian, data statistika yakni berupa populasi alias sampel.Peneliti bisa melaksanakan studi yang bersifat studi populsia maupun eksplorasi percontoh.

Secara primitif, populasi boleh diartikan sebagai berikut:


a.




Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi, 1998)


b.




Populasi adalah kumpulan dari insan dengan kualitas serta denga ciri-ciri yang ditetapkan (Nazir, 1983)


c.




Sekumpulan objek yang lengkap dan jelas (Vincent, 1980)

Berdasarkan signifikasi tersebut, bisa disimpulakn bahwa populasi ialah keseluruhan objek penelitian yan bisa terdiri dari manusai, benda, hewan, dan tumbuhan, gejala, skor validasi, atau peristiwa sebgai sumber data yang mewakili karakteristik tetentu kerumahtanggaan suatu pendalaman (Nawawi, 1983).

Ada beberapa tipe populasi yang perlu diketahui beradasarkan penggolangan, yaitu sebgai berikut.



Berdasarkan jumlahnya populsi dapat digolongkan menjadi populasi tekor dan populasi tak cacat.


a.




Populasi terbatas

Populasi terbatas ialah sumber data yang jelas batasnya secra kuantitatif sehingga relative dapat dihitungkan jumlahnya.


b.




Populasai tak terbatas

Populasi tak terbatas adalah sumber data yang enggak dapat ditentukan batasnya sehingga realtif tidak dinyatakan internal kerangka jumlah.



Berlandaskan sifatnya, populasi dapat digolongkan menjadi populasi homogen dan populasi heterogen


.


a.




Populasi homogen

Populasi homogen adalah sumber data yang unsunrnya memiliki sifat nan sama aturan yang sam sehingga tak perlu mempertanyakan jumlahnya yang kuantitatif.

b.
Populasi bermacam-macam

Populasi berbagai rupa ialah sumber datanya yang punya resan atau kejadian yang bervariasi sehingga teradat ditetapkan batas-batasnya, baik secara kualitatif maupun kuantitaif.

Hasil dari objek pada populasi yang diteliti harus dianalisis buat ditarik penali itu berlaku lakukan seluruh pola.

Dalam melaksanakan pengkajian, walaupun tersedia populasi yang kurang dan homogeny adakalanya peneliti tidak melakuka penimbunan data secara populasi, teatapi mencekit sebagian semenjak populasi nan dianggap mewakili populasi (reprenstatif). Hal ini berdasarakn pertimbangan yang logis, sperti kepraktisan, keterbatasan biaya, waktu , dan adanya percobaan yang bersifat merusak, misalnya cak bagi mengetahui buku tahan lampu pijar kemudian menyadari lamanya waktu spirit.

Dengan meneliti sebagian dari populasi (spesimen) dapat diharapkan bahwa hasil yang diperoleh akan memasrahkan gambaran yang sesuai dengansifat populasi yang bersangkutan. Jadi, penelitian sekadar dilakukan terhadap spesimen, tetapi kesimpulan yang diperoleh akan digeneralisasikan terhadap populasi



*





Neko-neko data

Dalam mengusut suatu keburukan burung laut diperlukan data. Data bisa diartikan laksana keterangan yang diperlukan bagi memecahkan suatu penyakit.

Berikut ini diberikan macam-variasi data ditinjau mulai sejak beberapa segi.


1.




Menurut Sifatnya,


a.




Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang bukan berbentuk angka. Misalnya penjualan merosot, mutiara dagangan naik, sida-sida resah, harga daging menaiki, dan sebagainya

atau data yang berbentuk kategori ataupun atribut.

Pola 1:


§




Harga emas hari ini, mengalami kenaikan.


§




Sebagian dari produksi barang “A” puas perusahaan “x” kemungkus.


b.




Data Kuantitatif

Data kuantitatif ialah data yang berbentuk bilangan (ponten).

Contoh 2:


§




Luas gedung hotel itu 5700




.


§




Tinggi fisik Sandy mengaras 170 cm

Data kuantitatif dibagi menjadi dua fragmen merupakan, :

b.1 Data Diskrit

adalah data nan diperoleh dengan cara menghitung atau mengindahkan.
D
ata

nan diperoleh

tidak mungkin berbentuk pecahan.

Pola 3:


·




Banyaknya geta yang terserah di ruangan ini terserah 75 biji pelir


·




Jumlah petatar nan mengimak alat penglihatan kuliah ini mencapai 110
orang

b.2 Data Kontinu

yaitu data yang diperoleh dengan kaidah menimbang.
Lega d
ata

ini,

ang

k
a

angkanya merupakan deretan angka yang hubung menyambung.

Eksemplar 4:


·




Panjang benda itu merupakan 15 cm.


·





Jarak antara kota Bandung dengan ii kabupaten Cirebon adalah 130
km

2.
Menurut Pendirian Memperolehnya

Internal hal ini dibagi menjadi dua episode yakni:


a.




Data Primer

Adalah data yang dikumpulkan dan dikerjakan sendiri oleh satu organisasi serta diperoleh langsung oleh objeknya
atau dari dari tangan pertama (first hand data).

Konseptual 5.

Pemerintah melalui Jawatan Pusat Perangkaan (BPS) cak hendak mengetahui
kuantitas penduduk Indonesia, maka BPS mengangkut petugas-petugasnya untuk mendatangi secara langsung rumah tangga-kondominium tahapan nan terserah di Indonesia.

.


b.




Data Sekunder

a
dalah data nan diperoleh dalam tulangtulangan sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lainatau berpangkal berusul tangan kedua(scond hand data).

B
iasanya data itu dicatat intern bentuk publikasi-informasi.

Konseptual 6:

Misalkan seorang peneliti memerlukan data mengenai besaran pemukim di sebuah kota dari tahun 1960 sampai 1970, maka hamba allah itu bisa memperolehnya di BPS.

3.

Menurut

mandu merumuskan ponten.

Ditinjau berusul segi prinsip menyusun angkanya data statistik boleh dibagi menjadi tiga macam,yaitu:


1.




Data nominal, adalah data statistik yang cara mengekspresikan angkanya didasarkan atas pengolongan atau klasifikasi tertentu.
.

Acuan :

Data perangkaan mengenai jumlah siswa Madrasah Tsanawiyah Kewedanan intern masa ajaran 1984/1985, dilihat bermula segi tingkat inferior dan diversifikasi kelaminnya, seperti terterah pada grafik di asal ini,

Kelas bawah

Jenis kelamin

Besaran

pria

Wanita

III

50

34

84

II

48

44

92

I

72

52

124

jumlah

170

130

300


2.




Data ordinal, pula disebut data urutan, yaitu data statistik yang kaidah menyusun angkanya berlandaskan urutannya.

Contoh :

Misalkan dari sejumlah 5 orang finalis n domestik lomba baca puisi diperoleh skor hasil penilaian dewan juri, sebagaimana termaktub lega grafik. Kredit 1,2,3,4,5 nan tercantum pada kolom terakhir kita sebut data ordinal ( urutan 1 = juara mula-mula, urutan 2 = juara kedua, dst. )

Nomor urut

Nomor undian

Jenama

Angka

Urutan takhta

1

031

451

4

2

115

497

2

3

083

427

5

4

024

568

1

5

056

485

3


3.




Data interval, adalah data statistik dimana terwalak jarak yang sama diantara hal-hal yang medium diselidiki maupun dipersoalkan.

4. Menurut

susuk angkanya
,

Ditinjau berbunga segi angkanya,data statistik dapat dibedakan menjadi dua varietas yakni:


a.




Data tunggal,

yaitu data statistik yang masing-masing biji merupakan satu unit, dengan introduksi lain data tungal yaitu data statistik nan angka-angkanya tidak dikelompok-kelompokan.

Contoh :

Data hasil nilai ulangan surat kabar 10 orang siswa :

78, 80, 87, 68, 79, 85, 83, 91, 84, 76

Poin tersebut angkanya yaitu satu unit, masing-masing angka tersebut berdiri sendiri dan tidak dikelompokan


b.




Data kelompokan


merupakan data statistik yang tiap-tiap unit terdiri dari kerubungan angka.

Hipotetis :

Data hasil biji ulangan harian 10 peserta, belaka angkanya dikelompokkan misalnya :

Nilai

.5.
Menurut

waktu pengumpulannya
,

Ditinjau dari segi waktu pengumpulannya data perangkaan dapat dibedakan menjadi dua golongan,yaitu:


a.




Data seketika,

ialah data statistik yang mencerminkan situasi pada suaktu waktu
(at a poin of time).

Sempurna :

Data statistik mengenai jumlah tenaga pembimbing di sebuah SMA tahun ajaran 2022/2012 ( tetapi 1 tahun petunjuk hanya ).


b.




Data belai masa,

data perangkaan yang mencerminkan peristiwa atau perkembangan suatu situasi, terbit satu musim kewaktu tidak secara berurutan.

Ideal :


Data perangkaan tentang jumlah tenaga pengajar di sebuah SMA tahun wangsit 2004/2005 sampai dengan tahun 2022/2013.



*





Sifat Data Statistik

Data statisttik adalah data yang berwujud skor
. S
ebagai data angka,data perangkaan memiliki beberapa sifat tertentu yakni:


a.




Data statistik memiliki poin relatif atau nilai semu.


b.




Data statistik punya nilai maujud maupun nilai sepantasnya.


c.




Data statistik memiliki batas asal nisbi, batas atas relatif batas bawah substansial dan batas atas substansial.


d.




Data statistik nan berbentuk data kelompokan n kepunyaan poin paruh atau bintik tengah (midpoint).


e.




Data statistik sebagai data kredit, intern proses penghitungannya lain menunggangi sistem desimal (sistem perpuluhan)


f.




Data statistik sebagai data angka dalam proses penjumlahan memperalat sistem pembulatan angka tertentu



*





Sejumlah Spesies Contoh Data Perangkaan Dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan dapat dijumpai bermacam-tipe dasar statistik nan dapat dianalisis dengan tekhnik statistik. Diantaranya dapat dikemukakan sebagai contoh disini misalnya:


a.




Data statistik yang berkaitan dengan prestasi sparing anak asuh tuntun,


Ø




Nilai hasil ulangan surat kabar ( nilai hasil pengecekan formatif )


Ø





hasil ulangan umum ( nilai hasil tes sumatif ).


Ø




Nilai hasil eksamen semester dan mid semester


b.




Data statistik yang berkaitan dengan keadaan anak didik,


Ø




Jumlah anak didik secara keseluruhan dari tahun ke tahun.


Ø




Total luusan / abiturient / alumnus


c.




Data perangkaan nan berkaitan dengan staf pembimbing


d.




Data perangkaan yang berkaitan dengan staf administrasi


e.




Data statistik yang berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja


f.




Data statistik yang berkaitan dengan meres perlengkapan


g.




Data statistik yang berkaitan dengan parasan taman bacaan


h.




Data statistik tentang angka prestasi anak didik, staf pengajar dan staf administrasi



2.3






Teknik Pengumpulan Data



Teknik pengumpulan data merupakan teknik pengambilan sampel pecah sebuah populasi yang menjadi sebuah objek teliti.



*





Teknik pengutipan sampel

Teknik pengambilan sampel alias teknik sampling yakni satu teknik atau cara mengambil smpel yang reprsentetif dari populasi. Pengambilan spesimen ini harus dilakukan sdemikian rupa sehingga diperoleh percontoh nan khusyuk berfungsi sebagai contoh maupun dapat memvisualkan keadaan opulasi yang sebenarnya.

Beberapa cara pemungutan sampel penelitian nan jamak dilakukan ialah berikut ini:


a)




Sensus

Cara pengumpulan data, jika setiap anggota populasi diteliti satu persatu.Sensus ialah pencatatan data secara mondial (complete enumenation) terhadap unsur nan menjadi objek penyelidikan, tanda perkecualian keuntungan memperalat hasil yang diperoleh merupakan nilai karateristik yang senyatanya (true value) karena sasaran penelitian mencengap keseluruhan alamat nan berada internal populasi.

Tentang kelemahannya adalah, sensus ialah cara pengumpulan data yang meratah waktu, tenaga, biaya dan peralatan.

Transendental 7:

Misalkan Kepala SMA “X” ingin mencerna galibnya tingi badan siswa-siswa di sekolahnya yang berjumlah 600 orang. Apabila setiap siswa diukur pangkat badannya, kemudian dicatat, maka cara pengurukan data sama dengan ini dinamakan sensus.


b)




Pendirian Random

Cara pengutipan spesimen dengan teknik random disebut dengan random sampling, dan percontoh yang diperoleh disebut sampel random. Teknik random sampling memungkinkan peneliti dapat mengambil sampel secara independen karena setiap unit privat yang menjadi anggota populasi punya kesempatan yang sama utnuk dipilih menjadi anggota sampel.

Random yang digunakan dalam tekni
k

ini bisa da

l
am bagan undian, ordinal, dan randomisasi semenjak table bilangan random.


Cara undian


dilakukan dengan memberikan nomor pada unit sampling dalam populasi, kemudian dilakukan pengundian suatu persatu sampai diperoleh jumlah nan sesuai dengan matra spesimen nan ditentukan.


Cara ordinal


dilakukan dengan takhlik daftar secara kronologis dari unit sampling yang pertama sampai nan terakhir, kemudian diambik cak satu demi satu satu dengan lengkap tetentu, misalnya diambil nan bernomor genap atau yang bernomor ganjil alias mengguanakan kelipatan lima, sepulauh, lima belas, dan sebagainya.


Prinsip ketiga


adalah dengan menggunakan table suratan random. Pengguanaan tabel bilangan random untuk mengejar sampel dari polpulasi bisa dilakukan sebagai berik

ut
:


1.




Berilah nomor pada semua unit yang menjadi anggota populasi. Misalnya lakukan polpulasi sebesar 500, diberi nomor berpangkal 000 sampai 500. Sampel yang akan diambil misalnya 20.


2.




Pilihlah secara
random baris dan ruangan dari daftar takdir random yang akan digunakan, misalnya baris 2 kolom 10-14. Dari baris kedua lega kolom 10-14, pilih secara bersambungan ke bawah digit yang ketiga pertamanya sesuai dengan nomor populasi.


3.




Bialangan yang terambil dengan table random, adalah 414, 268, 164, 364, 243, 460, dan selanjutnya smapai diperoleh jumlah sampel nan diinginakn.

Sampling ialah cara pengumpulan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh element yang menjadi objek pengkajian. Dengan pembukaan lain, sampling ialah cara mengumpulkan data dengan mencatat ataupun meneliti sampelnya saja.

Kebaikan sampling adalah, pekerjaan dan pengumpulan data akan dapat dilaksanakan dengan waktu, tenaga, biaya dan alat yang relatif lebih kerdil jika dibandingkan dengan sensus.

Kelemahannya ialah jika sampel tersebut tidak berwatak representatif, maka konklusi yang dikenakan terhadap populasi akan tidak sesuai dengan kenyataan yang terletak pada populasi.

Bukan semua anggota populasi yang diteliti, namun hanya sebagian anggota populasi saja yang diteliti.Akan tetapi yang sebagian itu harus mengilustrasikan keadaan populasi yang sebenarnya.Dengan demikian sebagian dari anggota populasi itu dikatakan bersifat representatif.

Contoh:

Apabila jumlah siswa yang diukur panjang badannya hanya 60 hamba allah belaka, dengan perincian:

Inferior I diambil 20 orang siswa,

Kelas bawah II diambil 20 individu murid,

Kelas III diambil 20 hamba allah siswa,

Maka cara pengumpulan data seperti ini dinamakan sampling.


c)




Cara strata

Penarikan secara strata ini terutama ditujukan untu nan berkelompok (memiliki stratum), dengan tujuan seyogiannya anggota populasi terpilih secara rambang dan setiap kelompok nan ada paada populasi dapat tewakili. Lega sampling itu, banyaknya sampel pada setiap jenjang itu sebabat.

Misalnya sosi akan meneliti penugasan petatar terhadap ilmu hitung.
30.000 petatar disebuah kabupaten, yang terdiri dari 15.000 pesuluh SD, 10.000 siswa SMP, dan petatar SMA, samp[el yang dibuthkan misalnya 600 orang.


Perhitungan sampelnya dapat dilakukan laksana berikut:

Anggota sampel sebanyak 600 pelajar dari 30.000 pelajar yakni 1/50. Maka untum siswa SD diambil 1/50 x 15.000= 300 siswa, untuk peserta SMP diambil 1/50 x 10.000 = 200 siswa, dan buat siswa SMA diambi 1/50 x 5.000= 100 siswa.


d)




Cara Quota

Pengambialn data denga mandu quota (quota sampling) didasari puas pertimbanagan-pertimbangan tertentu bersumber peneliti. Seandainya pemeriksa mengambil sampel dari satu studi denga cara menentukan beberapa anggota sampel secara quantum ataupun jatah, tekni sampling semacam itu disebut dengan quota sampling.

Langkah-anju pengambilan sampel yaitu menetapkan besarnya jumlah spesimen yang diperlukan, kemudian menetapaka jumlah atau banyaknya jatah, maka jatah atau quantum itulah yang dijadikan dasar untuk mencuil unit sampel yang diperlakan.


e)




Cara sistematik

Mandu sistematik hampir sama dengan cara random, anmaun dilakuakan secara sistematik, yaitu mengajuk suatu pola tertentu pecah momor anggota polpulasi nan dipilih secara random, berdasarakan jumlah sampel yang sudah ditetapakan sbelumnya.

Misalakan kiat menghendaki sebuah sampel yang berukuran dari 60 istal sebuah populasi yang berukuaran 600. Sehabis setiap individu dari populasi diberi nomor urut 001 sampai 600, bagilah insan out menjadi 60 kerumunan (subpopulasi), nan setaiap kelompoknya trdiri dari 10 individu. Subpopulasi pertama beris individu bernomor 001 sampai dengan 010, subpopulasi kedua sakti khalayak bernomor 011 sampai dengan 020, dan seterusnya sampai subpopulasi yang ke-60 berisi individu yang bernomor 591 sampai dengan 600.



*





Prinsip Penimbunan Data Statistik Kependidikan

Prinsip masyarakat yang harus dipegang oleh mana tahu saja nan bermaksud menghimpun data statistik
yaitu “ dengan masa, tenaga, biaya dan alat yang sehemat mungkin, dapatmenghimpun data yng teladan, tepat dan dapat dipercaya.


a.




Lengkap Datanya

“Cermin” di sini mengandung pengertian bahwa volume data sebagaimana yang direncanakan, dapat dicapai dengan sebaik-baiknya; tidak cak semau dat atercecer atau terjerahak bakal dihimpun sehingga mengakibatkan kesulitan dalam pnganalisisannya.

Sudah tentu kiranya hal tersebut dapat dic


b.




Tepatnya Data

Yakni tepat dalam hal :


1.




Jenis atau tipe datanya,pai dengan seutuhnya, diperlukan adana perencanaan yang tuntas.


2.




Waktu pengumpulannya,


3.




Kegunaan sesuai dengan tujuan pengumpulan data,


4.




Alat maupun perangkat
untuk menghimpun data.


c.




Validitas Data nan Dihimpun

Di samping data itu yakni dat yang benar, juga merupakan data nan bersumber berpangkal pihak yang memeng berkompeten untuk dimintai datanya. Jika lain, konklusi yang akan ditarik dengan mendasarkan diri pada data tersebut, akan menjadi jauh berlarut-larut berbunga situasi nan sepatutnya ada atau invalid sesuai dengan kenyataan yang cak semau.




a.








Ditilik berpokok segi lembaga pelaksanaan kegiatan pengumpulan datanya, pengumpulan data statistik kependidikan boleh berbentuk:


a.




Pengamatan sungguh-sungguh, ialah pengamatan terhadap target nan akan dicatat datanya dengan persiapan yang matang, dilengkapi dengan instrumen tertentu.


b.




Wawancara mendalam, adalah penimbunan data berbentuk penyampaian tanya secara lisan.


c.




Survei, yakni kaidah akumulasi data berbentuk pengajuan pertanyaan termasuk melalui sebuah daftar cak bertanya yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


d.




Pemeriksaan dokumentasi nan ada dan mempunyai relevansi dengan pamrih riset.



e.





Tes, seperti: konfirmasi sparing, tes kepriabdian, pengecekan kecerdasan, pemeriksaan ulang minat dan perhatian.



2.4






Perlengkapan Maupun Instrumendata Statistik Pendidikan



Data nan dikumpulakan intern penelitian digunakan bagi menguji hipotesis maupun menjawab tanya-pertanyaan telah dirumuskan. Karena data yang diperoleh akan dijadikan landasan n domestik mengambil kesimpulan, data yang dikumpulaka haruslah data yang benar.

Agar data yang dikumpulkan baik dan benar, instrument atau alat pengumpulannya haruslah yang baik.

Ada beberapa instrument alias gawai pengumpualan data yang akan dibahas berikut ini sesuai dengan teknik pengumpulan data.


a.




Pengecekan

Pemeriksaan ulang sebagai alat pengumpul dta adlah serangkaian cak bertanya-pertnyaaan ataupun latihn yang digunakan lakukan mengukur keterampilanpengeytahuan, intelegensi, kemampuan atau individu yang dimilki makanya individu atau kerumunan.

Cak semau beberapa keberagaman tes instrument penghimpun data, antara lain:


Ø




Tes kepribadian

Validasi kepribadian adalah pembuktian nan digunakan bakal mendedahkan kepribaidan orang.


Ø




Tes bakat

Tes darah atau talent yaitu tes yang digunakan bakal mengukur ataupun bagi mengetahui talenta seseorang.


Ø




Pembuktian penampakan

Tes prestasi atau achievement test adalah testimoni yang digunakan bakal mengukur pencapaian seseorang selepas mempelajari sesuatu


Ø




Pembuktian intelegensi

Pemeriksaan ulang intelengensi yaitu verifikasi yang digunakan untuk membuat penaksiran maupun perikiraan terhadap tingkat sarjana seseorang denga cara memberikan tugas kepada anak adam yang di ukur intelegensinya.


Ø




Validasi sikap

Tes sikap atau attitude test adalah pengecekan nan digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.


b.




Wawancara

Interviu adalah instrument penadah data nan digunakan untuk memperoleh keterangan langsung dari sumbernya. Ada sejumlah faktor yang akan mempengaruhi perputaran informasi intern soal jawab, adalah: pewawancara, responden, pedoman wawancara, dan situasi wawancara.

Pewawancara ialah petugas pengumpul imformasi yang diharapan dapat menyampaiakan pertanyaan dengan jelas dan merangsang responden cak bagi menjawab semua pertanyaan dan mencatat semua informasi yang dibutuhkan dengan benar.

Responden adalah pemberi informasi yang diharapakan bisa menjawab tanya dengan jelas dan lengakap.Intern pelaksanaaan wawancara, diperlukan kehadiran bersumber responden dan pewawancara.

Peristiwa soal jawab ini berhubungan dengan tahun dam tempat dengar pendapat. Tahun dan tempat wawanara nan enggak tepat dapat menjadikan pewawancara akan merasa sungkan dan responden pula merasa enggan untuk menjawab pertanyaan.

Berdasarkan kebiasaan pertanyaan, dengar pendapat dapat dibedakan menjad:


1.




Soal jawab terpimpin

Privat wawancar ini, pertanyaan diajukan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun.


2.




Soal jawab bebas

Pada wawancara ini terjadi tanya-jawab adil antara pewawancara dan responden, teatapi pewawancara mnggunakan tuhiuan penelitian sebagai pedoman. Tara temu ramah ini merupakan respomden
enggak menyadari sepenuhnya bahwa ia menengah diwawancarai.


3.




Tanya jawab independen terpimpin

Wawancara ini merupakan wasilah dari wawancara objektif dan wawanrembuk terpimpin. Dalam pelaksanaanya, pewawancara mengangkut pedoman yang doang adalah garis raksasa adapun peristiwa-hal yang akan ditanyakan.


c.




Angket

Angket atau kuisioner adalah instrument pengumpul data yang digunakan kerumahtanggaan teknik komunikasi bukan serta merta, artinya responden secara enggak langsung menjwab daftar pertanyaan tertulis yang dikirim melalui media tertentu.

Intensi penyerantaan angket yakni mencari pemberitaan nan cermin akan halnya suatu kelainan adri esponden tanpa merasa khwatir bila responden menerimakan jawaban nan tidak sesuai dengan siaran dalam pengisian daftar tanya.

Suka-suka sejumlah angket yang selalu digunakan:


4.




Survei berstruktur

Dalam angket berstruktur jawaban yang diajaukan sudah di sediakan. Responden diminta bagi memilih satu jawaban yang sesuai dengan dirinya (soal bertabiat tertutup)


5.




Angket tak sistematis

Plong angket ini, pertanyaan yang diajukan dalam bentuk pertanyaan terbuka.Jadi, responden diberikan kebebasan bakal menjwab pertanyaan sesuai pendapatnya seorang.


Pertanyaan


1.




Jikalau kita kecam statistika, maka secara garis osean fungsi-fungsinya yakni…


a.




Pengumpulan data, penarikan kesimpulan, penggodokan dan penganalisaan data, pembuatan keputusan


b.




Pengumpulan data, perebusan dan penganalisaan data, penarikan konklusi, pembuatan keputusan


c.




pengolahan dan penganalisaan data, Reklamasi data, penarikan konklusi, pembuatan keputusan


d.




Penumpukan data, pengolahan dan penganalisaan data, pembuatan keputusan, penarikan konklusi


2.




Pernyataan “ Matra beberapa buku yang terdapat di rak buku” yakni eksemplar dari…


a.




Data kuantitatif


b.




Data kualitatif


c.




Data diskrit


d.




Data Kontinu


3.




Data bau kencur yakni..


a.




Data yang belum mengalami pengolahan apapun


b.




Data yang telah jadi


c.




Data yang mutakadim mengalami penggarapan dan siap lakukan dianalisis


d.




Data yang medium dianalisis


4.




Seorang pettugas dari kantor kecamatan madya mengumpulkan data tentang penghasilan setiap bulan pecah setiap keluarga yang ada di perumahan “A” . Karena bineka hal petugas tadi namun mendekati 60 sosok ketua keluarga dan diwawancarai. Pengumpulan data dilakukan dengan kaidah seperti diatas disebut…


a.




Sensus


b.




Sampel


c.




Populasi


d.




Sampling


5.




Berpunca soal no.4 diatas, setelah dihitung ternyata umumnya penghasilan setiap keluarga Rp. 200.000,00/Per bulan. Nilai Rp.200.000,00/Perbulan ini dinamakan…


a.




Parameter


b.




Data statistik


c.




Perangkaan


d.




Percontoh


Gapura
III


Intiha


3.1
Kesimpulan

Data adalah bagan baku dari datum. Data merupakan permakluman-keterangan tentang satu hal, dapat berupa suatu yang diketahui ataupun nan dianggap atau anggapan. Atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, dan lain-tidak. Data juga terdiri atas beraneka macam jenis. Jenis data secara garis besarnya dapat dibagi atas dua diversifikasi, yaitu data dikotomi/ diskrit dan data kontinum.


Tingkatan data sekiranya diurutkan pecah yang terendah ke nan tertinggi, yakni: 1)data nominal, 2) data ordinal, 3) data interval, dan 4)data rasio.

Berdasarkan sumur pengambilannya, data dibedakan atas dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer yakni data yang diperoleh atau di kumpulkan serta merta di tanah lapang oleh hamba allah-hamba allah yang melakukan penelitian maupun yang bersangkutan yang memerlukannya. Sedangkan
data sekunder
merupakan data yang diperoleh atau di kumpulkan oleh orang yang berbuat penekanan terbit sumber-sendang yang sudah lalu ada.

Berdasarkan waktu pengumpulannya, data dibedakan atas dua, ialah data berkala dan data seketika.
Data Ajek (time series data)
adalah data yang terkumpul dari waktu ke hari untuk memberikan bayangan perkembangan suatu kegiatan atau peristiwa. Sedangkan data seketika
(cross section data)

merupakan
data yang terpusat plong suatu waktu tertentu untuk menyerahkan gambaran perkembangan suatu kegiatan ataupun hal pada perian itu.


3.2
Saran

Adapun saran yang katib sampaikan adalah hendaknya pembaca dapat menggunakan pemecahan masalah secara perangkaan, bertambah tepat jika mengikuti janjang yang ilmiah. Data yang baik tentu namun harus yang kontemporer, cocok (relevan), dengan


penyakit penelitian terbit sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, lengkap akurat, nonblok dan konstan. Pengumpulan data semampu barangkali di peroleh dari tangan pertama. Data yang baik lampau di perlukan dalam penelitian, sebab bagaimanapun canggihnya suatu analisis data takdirnya lain di tunjang oleh data yang baik, maka hasilnya kurang dapat di pertanggungjawabkan.

Data statistika lain hanya patut dikumpulkan dan diolah, tetapi juga perlu disajikan internal rancangan yang mudah dibaca dan di memaklumi maka itu pengambil keputusan. Penyajian data ini bisa intern gambar grafik maupun grafik/diagram. Ada sejumlah
jenis tabel, yaitu antara lain : grafik biasa, tabel distribusi frekuensi, tabel distribusi kekerapan relatif, , tabulasi peredaran frekuensi kumulatif, tabel distribusi kekerapan relatif-kumulatif. Sedangkan grafik terdiri atas : diagram garis
(line chart), diagram batangan
(bar chart/ histogram), diagram lingkaran
(pie chart), grafik susuk, dan tabulasi berupa peta(cartogram


).


Daftar pustaka

Hasan, Iqbal. 2010.
Kajian Data Penelitian Dengan Statistika. Jakarta: PT Bumi Aksara

Herryanto, Narr &Akib Hamid. 2007.
Statika dasar.
Jakarta:Universitas Mangap

http://tp.jurnal.unesa.ac.id/info/2/jurnal -tp diakses tgl 24 Sepetember 2022

http://www.emkalah .com/2013/01/statiska-pendidikan.html?m=1 diakses pada tgl 22 Seeptember 2022

Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Perangkaan Pendidikan.
Jakarta: Rajawali Pers

Sudijono, Anas.2008.
Pengantar Statiska Pendidikan.
Jakarta: PT Paduka tuan Grafindo Persada

Supranto, Johanes. 2008.
Statistika : Teori Dan Aplikasi, jilid 1, Edisi Ketujuh.
Jakarta: PT Erlangga

Usman, Husaini dan R. Purnomo Setiady Akbar. 2022. Pengantar Statistika.
Jakarta : Bumi Abjad

Source: https://helsydinafitri15.blogspot.com/2013/10/makalah-statistika-dasar-tentang-data.html