Bahan Ajar Introduction Smp Kelas 7

MERDEKA
BELAJAR

MODUL PROJEK

Penstabilan
PROFIL Pesuluh

PANCASILA

Kelas bawah 7 | FASE D

Periode AJARAN 2022/2023

INTEGRASI MATA PELAJARAN :
BAHASA INDONESIA, IPS, PENDIDIKAN

PANCASILA, MATEMATIKA,
INFORMATIKA

PEMBUAT : UNIT KERJA :

Muh. Sholikhuddin, S.Pd., M.Pd SMP Daerah 1 TURI

Jl. Raya Turi No 164 Kec. TURI
Kab. Lamongan

Lawai Pelegalan

Modul Projek Penguatan Profil Siswa Pancasila
Kelas 7 sreg Fase D Kurikulum Merdeka

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kelas 7 pada Fase D di Kurikulum Merdeka Perian Ajaran
2022/2023 dengan titel Suara Demokrasi dengan mengambil topik Peran “Sarana Sosial Kerumahtanggaan Demokrasi Tahun
Saat ini”, disusun bersama oleh para penyedia dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, Pendidikan Pancasila,
Matematika, dan informatika sesuai karakteristik, mileu dan budaya setempat maka itu perekam telah divalidasi
makanya Pengorganisasi projek untuk lebih lanjut disetujui makanya Ketua Satuan Pendidikan. Modul Pelihara ini dapat
digunakan sebagai Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran di SMP Negeri 1 TURI Tahun Tajali 2022/2023 pada
Kurikulum Merdeka.

Mengetahui Ditetapkan di : TURI
Ketua SMP Distrik 1 TURI, Puas Terlepas : 12 Juli 2022

Muhammad Munir, S.Pd., M.Pd. Penulis
NIP. 196909061997021003 Fasilitator,

Muh. Sholikhuddin, S.Pd., M.Pd
NIP. 197503272007011010

Modul Projek Pemantapan Memoar Siswa Pancasila – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI| 1

MERDEKA
Membiasakan

MODUL

PROJEK PENGUATAN Biografi
PELAJAR PANCASILA

Tajuk :

Suara
Demokrasi

Marilah BERDEMOKRASI DENGAN SANTUN DAN CERDAS

TOPIK: Sneking One
is Number One
PERAN MEDIA SOSIAL TA 2022/2023
DALAM DEMOKRASI
Mutakhir

PEMBUAT : UNIT KERJA :

Muh. Sholikhuddin, S.Pd., M.Pd SMP Provinsi 1 TURI

Jl. Raya Turi No 164 Kec. T u r i
Kab. Lamongan

PROJEK PENGUATAN Biografi PELAJAR PANCASILA
SMP Kawasan 1 TURI

Judul : SUARA_DEMOKRASI Alokasi Waktu: 40 Mata Latihan: Topik:
“MARI BERDEMOKRASI JP
DENGAN SANTUN & Terintegrasi dengan beragam Peran Media Sosial Dalam
BERKUALITAS !!!”
mata pelajaran terkait Demokrasi Kontemporer
terutama Ma-Pel: Bahasa

Indonesia, IPS, Pend Pancasila,

Ilmu hitung dan Informatika.

Incaran Petatar Didik : Total Siswa : 32 Model Pendedahan: Kendaraan/Infrastruktur:
Siswa reguler siswa  Tatap muka Perpustakaan, Internet dan
 PJJ Luring laptop (jika ada), ruang balairung
Hierarki Sekolah: atau halaman sekolah
SMP Kelas bawah: 7,8,9 Nama Skuat Penyusun:
Muh. Sholikhuddin, S.Pd., Tahun Disusun:
M.Pd 2022

TAHAP – 1 – PENDAHULUAN –

PERMASALAHAN Nan Ingin DITELAAH: RELEVANSI PROJEK TOPIK INI DENGAN SEKOLAH:

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, N domestik survei Digital Civility Index (DCI) untuk mengukur
memungkinkan kita dapat menyuarakan pendapat tingkat kesopanan digital universal, Indonesia menduduki
dengan menggunakan ragam platform yang berbeda. peringkat minimal asal di negeri Asia Tenggara. Dari total
Teknologi internet memudahkan kita cak bagi 32 negara yang disurvei juga Indonesia menduduki peringkat
berkomunikasi ataupun bersuara melewati jejaring sosial maupun bawah yakni elus ke-29. Ada 32 negara dan 16.000
media sosial. Penggunaan media jejaring ini dapat responden yang terlibat di penelitian ini. Di Indonesia sendiri,
menghemat waktu dan biaya n domestik banyak hal. Kita ada 503 responden yang diberikan sejumlah pertanyaan
diberi kebebasan dalam penggunaannya, sekadar tentang adab berkomunikasi secara digital. Artinya tingkat
kebebasan ini bukan bermakna tidak memiliki etika atau kesopanan warganet di Indonesia tergolong rendah.
batasan-batasan penggunaannya, mana nan boleh dan
mana yang tidak boleh. Hendaknya kita dapat mengidentifikasi Rendahnya peringkat Indonesia ini menunjukkan masih
bagaimana etika nan perlu diperhatikan internal rendahnya pemahaman masyarakat akan eksistensi dunia
eksploitasi jejaring sosial. Agar setiap pengguna maya dan positif sebagai dua keadaan yang berbeda. Kebanyakan
jejaring sosial merasakan kenyamanan dalam manusia Indonesia merasa canggung jika berhadapan roman secara
penggunaannya dan terhindar dari karas hati. Banyak langsung. Termasuk sungkan ketika ingin membentangkan
persoalan sosial yang terjadi di paruh masyarakat perbedaan pendapat, ketidaksukaan, dan takut menyinggung
kita karena kurangnya kesadaran beretika dalam tandingan wicara. Itu sebabnya ketika tatap muka wajah, bani adam
menggunakan jejaring sosial. Beberapa permasalahan cenderung melembarkan bungkam.
yang timbul adalah :
Namun, di media sosial, takdirnya ada sesuatu yang memunculkan
1. Perubahan pada kepercayaan (belief), nilai rasa ketidaksetujuan atau ketidaksukaan, mereka makin bebas
(values), dan sikap (attitude). menyampaikan perasaaan yang mungkin cuma tidak bisa
tersampaikan detik lihat tampang. Sebab, mereka hanya
2. Perlintasan psikologis dan bencana privacy berhadapan dengan ponsel dan akun yang tidak memiliki
(hoax / berita bohong, cyber-hate / ujaran ekspresi. Belum suka-suka kognisi, bahwa suka-suka manusia di pencong
kebencian dan cyber bullying / perundungan akun tersebut, yang bisa saja tersindir atau tersakiti saat
jagat maya). membaca maupun mengintai bestelan pintar ujaran kebencian.

3. Kedaulatan berekspresi minus mengindahkan Peristiwa ini bisa dihindari takdirnya pengguna alat angkut sosial bisa
norma dan syariat. menyampaikan argument dengan menggunakan logika,
bukan menyerang dengan banyak kata sumpah serapah. Sekolah
ialah susuk atau tempat berlangsungnya proses
pendidikan dengan harapan mengubah tingkah laku individu ke
arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan
sekitar dan pemahaman. Salah satunya merupakan mengajarkan
cara yang santun dan beretika dalam memperlainkan
pendapat, terutama bagi remaja nan masih berusia 13-15
waktu.

P5 – Suara miring Demokrasi – SMP Wilayah 1 Turi | 2

DIMENSI: Elemen & SUB-ELEMEN:

1. BERKEBINEKAAN GLOBAL 1. Elemen: Refleksi dan berkewajiban terhadap
2. Berotak Peka pengalaman kebinekaan
Sub-elemen 1: Menyelaraskan perbedaan budaya
Kognisi UTAMA :
2. Elemen: Berkeadilan Sosial
Sub-zarah 2 : Berpartisipasi n domestik proses pengambilan
keputusan bersama

3. Elemen : Berkeadilan Sosial
Sub-elemen 3 : Memahami peran individu intern demokrasi

1. Elemen: Memperoleh dan memproses manifesto dan
gagasan
Sub-elemen 1 : Mengenali, mengklarifikasi, dan
godok informasi dan gagasan

2. Atom: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan
prosedurnya
Sub-elemen 2 : Mengevaluasi dan menganalisa penalaran
sebelum mengambil suatu keputusan maupun konklusi

3. Elemen: Refleksi pemikiran dan proses berpikir
Sub-anasir 3 : Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya
sendiri

PERTANYAAN INTI :

1. Demokrasi yakni bagan pemerintahan di 1. Jelaskan tantangan demokrasi di Indonesia?
mana semua warga negaranya punya hak 2. Bagaimana moga kerakyatan dijalankan secara
setara dalam pemungutan keputusan yang
dapat mengubah hidup mereka baik secara model
langsung atau melalui perwakilan. 3. Mengapa kerakyatan Pancasila berniat untuk

2. Kerakyatan Pancasila bermaksud untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan
mengutamakan keselarasan, keseimbangan, keselamatan bangsa di atas kurnia pribadi
dan keselamatan nasion di atas kepentingan alias golongan?
pribadi ataupun golongan.
4. Bagaimana cara bakal berpendapat dengan
3. Kepunyaan buat mengeluarkan pendapat harus mematuhi norma sosial dan hokum?
dilakukan dengan mengindahkan norma sosial
dan hukum yang berlaku. 5. Solusi segala yang dapat kita tawarkan cak bagi
mengantisipasi permasalahan tersebut (
4. Hak berpendapat kerap diiringi dengan mengemukakan pendapat/berdemokrasi dengan
kewajiban menghargai pendapat hamba allah lain, santun dan bermutu?
karena pada dasarnya setiap independensi nan
dimiliki comar dibatasi oleh kepunyaan dan independensi
cucu adam bukan

5. Terdapat adat atau etika yang harus dipatuhi
detik kita menjalankan hak berdemokrasi atau
berpendapat baik secara virtual maupun di
marcapada nyata.

P5 – Suara minor Demokrasi – SMP Negeri 1 Turi | 3

ALUR PERKEMBANGAN BERKEBINEKAAN GLOBAL FASE Galur PERKEMBANGAN BERNALAR Paham FASE DI AKHIR
DI AKHIR FASE D FASE D

1. Mengidentifikasi dan menyampaikan isu-isu 1. Mengidentifikasi, menjelaskan, dan menganalisis
tentang penghormatan terhadap kemajemukan dan informasi nan relevan serta memprioritaskan
kesetaraan budaya. beberapa gagasan tertentu.

2. Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan 2. Membuktikan penalaran dengan plural argumen
metode yang disepakati bersama cak bagi dalam mengambil suatu simpulan ataupun keputusan.
menentukan pilihan dan keputusan bikin
manfaat bersama melalui proses bertukar 3. Menjelaskan postulat yang digunakan, menyadari
ingatan secara cermat dan terbuka dengan kecenderungan dan konsekuensi distorsi pada
panduan pendidik. pemikirannya, serta berusaha ki memenungkan
perspektif yang farik.
3. Mencerna konsep hak dan kewajiban serta
implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya.
Mulai aktif mengambil sikap dan anju bikin
melindungi kepunyaan orang/kelompok lain.

TAHAP – 2 – INDIKATOR Kemajuan –

Tugas Unjuk Pemahaman : Tujuan : Mengejar solusi efektif mengkampanyekan
penggunaan media sosial yang sehat,merentang lega
Pendayagunaan media sosial (medsos) di Indonesia terus membangun usia demokrasi nan bermartabat,santun
berkembang. Lahirnya medsos menjadikan lengkap perilaku dan berkualitas dengan mengasi norma sosial dan
masyarakat mengalami pergeseran, budaya, etika, dan norma hukum yang berlaku.
norma. Belakangan, munculnya perbuatan takrif bohong
(hoaks) yang meresahkan umum, membuat pengguna Peran: Partner Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi
medsos harus cerdas privat mengoptimalkannya Sosok
sebagai sarana pengutaraan deklarasi yang baik.
Hadirin: Masyarakat pada umumnya / Akil balig pada khususnya
Anda diminta berkomplot makanya Kementerian Hukum
dan Milik Asasi Turunan (Kemenkumham) Situasi:
menyelenggarakan kegiatan Seminar Penggunaan
Kendaraan Sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk Penggunaan media sosial (medsos) di Indonesia terus
meningkatkan kemampuan remaja pada khususnya, dan berkembang. Lahirnya medsos menjadikan pola perilaku
umum pada kebanyakan, untuk memaksimalkan masyarakat mengalami pergeseran, baik budaya, etika, dan
penggunaan medsos, untuk menangkal maraknya norma yang ada. Belakangan, munculnya ragam embaran bohong
hoaks. Mengingat masyarakat/remaja berkali-kali (hoaks) yang meresahkan publik, menciptakan menjadikan pengguna medsos
dihadapkan plong narasi yang negatif, menggiring harus cerdas privat mengoptimalkannya sebagai sarana
terbentuknya persepsi negative di masyarakat. penyajian informasi nan baik.

Anda diminta berkreasi sama makanya Departemen Syariat dan Eigendom
Asasi Bani adam (Kemenkumham) menyelenggarakan kegiatan
Seminar Penggunaan Sarana Sosial. Kegiatan ini berujud
untuk meningkatkan kemampuan remaja pada khususnya, dan
masyarakat puas rata-rata, untuk mengoptimalkan
penggunaan medsos menjadi lebih baik- menangkal maraknya
hoaks nan merupakan riuk suatu ideal dari dampak merusak
medsos. Mengingat umum/mulai dewasa berulangulang

dihadapkan pada kisahan yang negatif, sehingga menggiring
opini terbentuknya kegemparan negatif akan suatu duduk
permasalahan alias suatu pendapat di masyarakat.

Produk:
Aturan/tata tertib bermedia sosial yang baik, beretika, santun
dan berkualitas dalam menyuarakan pendapat (demokrasi).
Sifat ini akan dikaji kembali oleh KEMENKUNHAM sebelum
dijadikan UU yang akan disosialisasikan di publik

P5 – Suara Demokrasi – SMP Negeri 1 Turi | 4

Standards : Lihat rubrik selengkapnya di lampiran
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Presisi Sasaran

Organ dan alamat: Slide presentasi, artikel, laptop, alat Prediksi biaya yang dibutuhkan: Enggak cak semau
tulis, projector, alat
Metode Penataran: Urun pendapat,interviu, inkuiri,
Tips lakukan guru: Peran suhu adalah misal penyedia, demonstrasi dan eksperimen
pelatih, penasehat dan perantara lakukan mendapatkan
hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi, kreasi
dan inovasi bersumber siswa.

TAHAP – 3 – DETAIL KEGIATAN –

I. PERKENALAN “PERAN MEDIA SOSIAL DAN DEMOKRASI DI INDONESIA”
 Objektif: Murid didik makmur mengajukan tanya buat klarifikasi dan interpretasi keterangan, serta
mencari senggang penyebab dan konsekuensi dari informasi tersebut.
 Kegiatan: Awalan
1. Guru menyiapkan 2 artikel yang membahas secara kritis isu perubahan psikologis dan gangguan privacy
yang dihadapi remaja, sehubungan dengan kemerdekaan mengeluarkan pendapat di media sosial.
https://mediaindonesia.com/indonesia-2018/135752/media-sosial-dan-demokrasi-intensi-atau-
ancaman

2. Guru menyiagakan 3 artikel koran nan membicarakan keterkaitan antara media sosial dan kerakyatan
http://kagama.co/peran-media-sosial-dalam-demokrasi-indonesiahttp://kagama.co/peran-media-
sosial-privat-kerakyatan-indonesia

3. Jika sekolah memiliki prasarana yang memadai hawa dapat mengutarakan video pendek nan mandraguna issue
diatas.
https://www.youtube.com/watch?v=RBWY730rO9s

Pelaksanaan
1.Guru memulai projek ini dengan mempersunting kepada petatar bimbing apa yang mereka tahu mengenai
demokrasi. Beberapa pertanyaan penjentik nan dapat dipakai:
a.Jelaskan makna demokrasi kerumahtanggaan pemahamanmu ?
b.Sebutkan ciri demokrasi?
c. Bagaimana pendapatmu adapun kebebasan berpendapat? Sampai batas mana dalam sistem
kerakyatan?
2. Guru membudayakan tema projek dan menonjolkan relevansi penggunaan media sosial momen ini bakal
menyanyikan pendapat (demokrasi).
3. Peserta didik dibagi kerumahtanggaan kerubungan (4 orang) dan menggunakan metode jigsaw (berbagi bagian
bacaan), guru membagikan 8 kata sandang kepada tiap kelompok untuk dibaca. Agar membentuk kelompok
nan lebih tercakup, temperatur dapat mempertimbangkan permukaan pantat agama, etnis, variasi kelamin, lagi
tingkat kemampuan peserta didik privat proses pembentukan kerumunan.
4. Peserta jaga di masing-masing kelompok secara seling saling memberikan ringkasan intipati
artikel yang mereka baca..

 Radas dan Bahan: Slide pengajuan, kata sandang
 Peran Guru: Fasilitator
 Durasi:1,5 jam
 Tugas :

Petatar didik diminta kerjakan mengerjakan riset mandiri akan halnya penggunaan media sosial kerjakan
menyuarakan pendapat baik secara lokal dan nasional
 Produk : Hasil pendalaman dalam bentuk peta perhatian yang menunggangi lebih dari 3 sendang informasi

P5 – Suara Kerakyatan – SMP Negeri 1 Turi | 5

II. Investigasi ISU
• Bebas: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyorongkan isu-isu tentang penghargaan terhadap
keberagaman dan kesejajaran budaya.
• Kegiatan:
1. Suhu mengulang kembali dampak pengusahaan sarana sosial dalam melantunkan pendapat
yang dihadapi maka dari itu masyarakat Indonesia, khususnya taruna. Pesuluh didik diajak kerjakan turut
menambahkan apa nan disampaikan makanya temperatur dari hasil riset mandiri mereka di aktivitas sebelumnya.
2. Suhu memutar video mengenai penggunaan wahana sosial yang menyebabkan timbulnya
pertukaran pada kepercayaan (believe), nilai (values) dan sikap (attitude) di Indonesia juga dampaknya
terhadap perkembangan psikologis dan provokasi privacy.
https://www.youtube.com/watch?v=RBWY730rO9s
3. Setelah menonton video ini, murid didik diminta kerjakan berbantahan kerumahtanggaan kelompok yang
sudah dibentuk sebelumnya. Adapun guru dapat memberikan beberapa tanya kerjakan mengusung
siswa n domestik sawala.
a. Apakah peserta didik melihat isu penggunaan kendaraan sosial bakal berpendapat sebagai keseleo
satu isu serius bagi diri mereka?
b. Apakah mereka menemukan berita bohong (hoax), cyber bullying (perundungan dunia maya)
dan cyber hate (ujaran kehasadan)? Jika iya, dimana dan bagaimana perasaan mereka? Apakah
mereka menganggap ini hal nan sudah mendarah daging ataupun mereka koalisi merasa tidak nyaman
dengan ini?
c. Siapakah yang berkewajiban terhadap ketidaknyamanan tersebut?
d. Segala apa dampak berita bohong (hoax), cyber bullying (perundungan mayapada tanwujud) dan cyber hate
(ujaran keirian)terhadap kesehatan mental dan jasad orang?
e. Segala dampak hal tersebut terhadap kebebasan berpendapat?
f. Apakah solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi peristiwa tersebut?
4. Guru lalu membudayakan usaha Gerakan Nasional Literasi Digital, perkembangannya,
serta suara terhadap program ini.
5. Intern penjelasan mengenai kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital, ini, temperatur dapat
menekankan pada pentingnya proses menjaga persatuan dan keesaan dan kaitannya terhadap kampanye
pengurangan hate speech, hoax, cyber bullying yang ada sebagai susukan kerakyatan bikin menyatakan
pendapat.
• Alat dan Bulan-bulanan: Slide Penyampaian dan Video
• Peran Temperatur: Narasumber dan Penyedia
• Durasi: 2 Jam
• Tugas: Siswa jaga menuliskan kejadian-hal yang telah diketahui, hal yang cak hendak diketahui serta hal
yang sedang dipelajari tentang isu-isu diatas dalam konsep peta pikiran atau diagram tersisa.
• Dagangan : Peta pikiran/grafik keteter

P5 – Kritik Demokrasi – SMP Negeri 1 Turi | 6

• Alternatif kegiatan :
Orang tua pelajar bimbing dapat dijadikan narasumber kerjakan curah pendapat berbagi pengalaman waktu
sebelum dan sesudah media sosial digunakan/diciptakan sebagai sarana berdemokrasi

III. REFLEKSI Awal
• Independen: Peserta didik subur merefleksikan secara kritis gambaran berbagai kelompok budaya nan
ditemui dan cara meresponnya.
• Kegiatan:
1. Dari hasil pengkajian isu, anjing hutan peserta didik menimang gaya hidupnya terkait penggunaan media
sosial internal menyuarakan pendapat.
a. Kognisi peserta asuh bahwa peruntungan berkata adalah milik semua warga negara di bendera kerakyatan
b. Dalam keseharian, apakah murid didik dapat bertanggung jawab dalam memperalat alat angkut
sosial?
c. Apakah peserta didik memahami etika menggunakan media sosial secara santun dan bermutu?
d. Apakah peserta bimbing mengerti usaha Gerakan Nasional Literasi Digital dan sudah lalu mulai
menjalaninya?
e. Apakah menurut peserta didik, mereka sudah kaya berkontribusi lakukan mengkampanyakan
Gerakan Nasional Literasi Digital (rumah dan sekolah)”
2. Setelah siswa didik mengisi lembar refleksi, guru dapat mendaras dan mengidentifikasi pengetahuan
dan kemampuan nan sudah lalu dimiliki sekarang.
3. Guru dapat mengajak peserta bimbing bakal berbagi hasil dari refleksi tersebut, seperti:
a. Kejadian yang menarik cak bagi mereka tentang isu ini
b. Hal yang bisa dilakukan remaja seangkatan mereka bakal berkontribusi berkampanye akan halnya Gerakan
Kewarganegaraan Literasi Digital
c. Kendala yang absah ditemui detik mereka mencoba menggunakan cara nan santun dan baik saat
membentangkan pendapat melalui media sosial
• Alat dan Bahan: Lembar Refleksi
• Peran Guru: Penyedia
• Durasi: 1 Jam
• Tugas : Siswa didik berbagi camar duka gemar dan benguk intern menyuarakan pendapat dengan
menggunakan media sosial
• Barang : Jurnal yang berisi tulisan hasil pengalaman

P5 – Suara miring Demokrasi – SMP Negeri 1 Turi | 7

IV Lawatan KE KANTOR KELURAHAN/ DESA SETEMPAT

• Bebas: Peserta asuh memahami konsep properti dan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan
perilakunya
• Kegiatan:
Persiapan Sebelum Kunjungan :
1. Ancang Jadwal Kunjungan. Master mempersiapkan jadwal anjangsana ke kantor kelurahan/desa
dan/atau kekerabatan demokrasi yang ada di negeri sekolah berlambak.
2. Persetujuan ibu bapak. Master meminta izin kepada pihak orangtua untuk mengirimkan peserta didik
dalam anjangsana ini. Guru bisa memasrahkan penjelasan akan halnya intensi faktual dari kunjungan ini
kepada orang sepuh, tetapi tidak memaksakan seandainya orang tua keberatan.
3. Mengabari aparat kelurahan surat resmi sekolah kepada Bapak Lurah/Majikan Desa
/Komunitas Demokrasi setempat dan mengatur jadwal agar selama lawatan.
4. Menciptakan menjadikan Soal Wawancara. Sebelum kunjungan, dengan didikan suhu, pelajar pelihara dapat
mempersiapkan list tanya ki akal yang boleh ditanyakan peserta asuh kepada aparat kelurahan
terutama surat seremonial sekolah kepada Bapak Lurah/Kepala Desa /Komunitas Demokrasi setempat. Guru
memberikan bimbingan metode observasi dan wawancara yang baik. 5. Penyelenggaraan Krama Lawatan. Guru dan
peserta jaga menetapkan kebiasaan bersama barang apa yang boleh dan lain boleh dilakukan sejauh masa
kunjungan.

• Pelaksanaan :
1. Observasi. Pesuluh tuntun mengobservasi sistem demokrasi yang terjadi di kantor kelurahan maupun
desa/komunitas demokrasi dan melihat spontan situasi/proses demokrasi nan terjadi.
2. Wawancara. Peserta didik mewawancarai Bapak Lurah/Kepala Desa atau Pengurus Komunitas
Demokrasi setempat sesuai dengan list pertanyaan yang telah dikembangkan.
3. Taati aturan. Murid pelihara diminta untuk menaati peraturan berpangkal tempat yang dikunjungi.
4. Menulis takrif. Pelajar didik diminta kerjakan menciptakan menjadikan laporan kunjungan (500 kata). Siswa juga dapat
memperkaya laporan ini dengan memasukkan foto kunjungan mereka.

Tips kerjakan master: Disarankan agar jadwal ini dapat dilakukan dengan matra koalisi guided tour (dimana
siswa tuntun melihatlihat dengan pimpinan dari apparat kelurahan maupun desa/kekerabatan setempat dan
menanyakan ke apparat keluraham/Bapak Lurah/ pemimpin Desa secara kontan mengenai kegiatan atau
proses kerakyatan yang terjadi dan free time (dimana pesuluh tuntun diberi masa cak bagi mengeksplorasi kewedanan
nan dikunjungi , nan sudah lalu disetujui dan dirasakan aman makanya pihak nan dikunjungi dan guru)

Alternatif: Seandainya kunjungan tidak memungkinkan karena ki aib logistik, sekolah dapat mengundang
agen Aparat Kelurahan atau Desa untuk datang ke sekolah ataupun kunjungan komunitas demokrasi
setempat secara virtual (hawa dapat mewujudkan video kunjungan bikin diperlihatkan ke peserta bimbing).

• Organ dan Bulan-bulanan: Transportasi, buku dan alat tulis, kamera (HP) kerjakan dokumentasi
• Peran Guru: Pendamping dan Penyedia
• Durasi: 3-4 jam (tergantung jarak lokasi dari sekolah)
• Tugas : Menulis laporan. Peserta ajar diminta bakal membuat laporan lawatan (500 pengenalan). Murid juga

bisa memperkaya laporan ini dengan memasukkan foto kunjungan mereka.
• Dagangan : Amanat kunjungan (500 kata)

P5 – Suara Kerakyatan – SMP Area 1 TURI | 8

V. Sumbang saran Peka MASALAH Kerakyatan
• Objektif: Pesuluh didik mulai aktif mencoket sikap dan anju lakukan melindungi hak pribadi/
khalayak/kelompok bukan dengan berani menyatakan pendapat/pemikiran dengan kaidah yang santun.
• Kegiatan:
Temperatur mendengarkan dan berkujut, lain sahaja gelintar tapi mengail pemikiran dengan soal
adapun situasi yang dilihat saat anjangsana dengan melakukan peristiwa-hal sebagai berikut :
1. Master menunjukkan bilang foto yang diambil berpangkal lawatan. Foto tersebut ditempel di
dinding kelas atau di kenap ( 1 foto di 1 bidang)
2. Peserta didik diminta buat berkeliling dan mengamati foto tersebut, satu demi satu.
3. Di setiap pos mereka diminta untuk mengisi lawe kerja “ pemikiran mereka detik mengawasi foto
tersebut”
4. Guru akan berkeliling dan memandu siswa jaga mengisi sutra kerja tersebut, dengan
menyoal langkah demi persiapan seperti :
Mengamati:
barang apa yang anda lihat berusul foto ini?
Memikirkan:
apa yang terpikir kapan melihat foto ini?
Menanyakan:
barang apa pertanyaan nan unjuk detik mengintai ini?
apa yang sangkil-tebak sedang dilakukan orang cucu adam di Kantor Kelurahan atau Balai Desa?
Menurutmu cak kenapa jawatan ini penting bagi menjalankan fungsi kerakyatan?
Menurutmu apa yang terjadi dengan demokrasi jika kita tidak mempunyai biro/wadah ini?
Menanyakan:
segala apa hal yang membuatmu heran/terkejut dengan sistem kerja/proses demokrasi yang dijalankan di
tempat ini?
Bagaimana proses demokrasi dapat dilaksanakan di sekolah ?
• Alat dan Objek: Laptop, Proyektor, Buku, dan Alat Tulis
• Peran Hawa: Fasilitator
• Durasi: 3 Jam
Tugas :
Petatar didik kelas 8 diminta cak bagi mencari calon /kandidat penasihat OSIS dan duta penasihat OSIS yang berasal dari
kelas 7 (suatu paket) bersendikan kriteria (DO & DON’TS /situasi-peristiwa nan boleh/bukan boleh dilakukan ) yang mutakadim
di untuk oleh pesuluh didik kelas bawah 9 yang nantinya akan dipandu atau dibimbing oleh suhu ibarat penyedia.

P5 – Kritik Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 9

VI. Pengurukan, Aktivasi & Pengajuan DATA
• Independen: Peserta ajar mampu mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis makrifat yang
relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.
• Kegiatan:
Sebelum membicarakan secara spesifik tentang tolok kandidat majikan dan ketua muda OSIS beserta resan
main dalam proses pelaksanaan seleksi ketua dan wakil majikan OSIS di periode petunjuk ini, guru membahas
tentang gunanya pengumpulan, aktivasi, dan penyajian data. Beberapa cak bertanya penggesek
sumbang saran nan boleh digunakan:
 Apakah data itu?
 Mengapa kita perlu menggunakan data?
 N domestik keseharian secara terbelakang, dalam buram apa kita menggunakan penggarapan data?
 Apa yang terjadi bila kita tidak menunggangi data alias data enggak cukup saat kita mengepas cak bagi
memaklumi dan memecahkan suatu persoalan?
 Bagaimana kita bisa mengetahui apakah data yang kita gunakan sudah lalu cukup atau belum?
 Bagaimana kita bisa berbagi tentang data tersebut supaya khalayak lain mudah memahaminya?

Guru memberikan penjelasan kepada peserta asuh prinsip kerjakan mengumpulkan, mengorganisasi dan
menyajikan data yang akan dipakai nantinya sebagai basis menjelaskan kebobrokan yang dihadapi peserta
didik di sekolah dan solusi yang akan diambil. Penjelasan ini berpusat lakukan menjawab tiga pertanyaan:
1. Permasalahan besar barang apa nan dihadapi murid didik dikaitkan dengan penggunaan ki alat social untuk

menyatakan pendapat?
2. Bagaimana peran OSIS/sekolah untuk mencegah terjadinya perundungan manjapada niskala maupun berwujud?
3. Bagaimana OSIS berperan menciptakan susasana demokratis nan santun di sekolah/ atau memberi

abstrak berdemokrasi dengan santun?
• Perabot dan Incaran: Kertas dan Organ Catat, Laptop (seandainya tersedia)
• Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
• Durasi: 1,5 Jam
• Tugas :Murid berbuat curah pikiran lewat menghidangkan data nan diperoleh dengan memperalat

tabulasi (keterampilan ilmu hitung) yang mereka kuasai
• Barang: Ragam diagram pengajuan data
• Tips untuk suhu : Memastikan peserta didik mutakadim menguasai keterampilan untuk menyuguhkan data yang

sudah lalu diperoleh ke dalam ragam diagram yang mereka pilih serta mampu untuk menjelaskannya dengan
kalimat sendiri.

VII. SUARA Kerakyatan DI SEKOLAHKU

• Objektif: Peserta jaga menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecondongan dan konsekuensi
bias lega pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda.

• Kegiatan:
Badal kelas bawah yang bersumber berpangkal kelas 7,8 dan 9 hadir di rapat OSIS untuk membicarakan lembaga
penyaringan kandidat kepala dan wakil ketua OSIS di awal tahun wangsit sekolah, diskusi dipandu oleh guru
Pembina OSIS. Mereka mendiskusikan pendirian mengejar kandidat komandan dan duta ketua OSIS melewati proses
penyaringan yang pelecok satunya n kepunyaan kemampuan bikin mnyampaikan pendapat, berargumentasi, dan
nanang tanggap yang akan terlihat saat berbuat debat.

Bersendikan paparan data yang telah disajikan, guru menunangi membagi peserta asuh menjadi 3
kelompok. Kelompok pertama adalah kandidat ketua dan duta ketua OSIS nan berasal dari pelajar didik
kelas bawah 8 dan kelas 7, kerubungan kedua ditujukan kerjakan pesuluh bimbing kelas 9 nan sebagian berperan
mengekspresikan sifat main proses pelaksanaan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS (mereka main-main

P5 – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 10

perumpamaan anggota Uang Pemilahan Mahajana (KPU) dan sebagian kembali bergabung menjadi kelompok ke tiga
(peserta didik kelas 7 & kelas 8 ) yang akan menjadi putaran berusul cak regu sukses masing masing kebalikan
kandidat pengarah dan ketua muda OSIS.

Kandidat ketua dan wakil ketua OSIS nan berasal dari peserta bimbing kelas 8 dan papan bawah 7 di pemilihan dengan
prinsip mengamalkan debat terbuka lakukan mengaram kemampuan mereka dalam berargumentasi, bernalar,
berpikir kritis dan terstruktur selain mampu untuk mendengarakan pendapat dari padanan bicara dengan
bijaksana.

Guru meminta dan membimbing favorit ketua dan duta kepala OSIS terpilih untuk menuliskan visi dan misi
mereka sebagai kandidat pembesar dan wakil ketua OSIS yang akan dijadikan adegan dari kampanye di sekolah.
Sedangkan group kedua guru meminta dan membimbing mereka menuliskan panduan prosedur proses
pemilihan majikan dan ketua muda OSIS tertera agenda kegiatan, “The DO and DON’TS” yang akan
dilaksanakan di sekolah. Di kelompok ke tiga, master mempersunting dan membimbing peserta asuh buat
membuat rencana /bahan aksi nan akan digunakan bikin masing-masing rival kandidat bos
dan wakil ketua OSIS yang akan berlawan di ajang pemilihan ini. Propaganda akan dilakukan secara virtual
dan non virtual.

• Alat dan Alamat: Kertas dan Alat Tulis
• Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
• Durasi: 2 Jam

Tugas : Kelompok mula-mula kerjakan menuliskan draft (rancangan tulisan) purwa visi dan misi mereka
laksana kandidat majikan dan ketua muda OSIS yang akan dijadikan bagian bermula operasi di sekolah.
Kerubungan kedua menuliskan draft pertama panduan prosedur proses penyortiran ketua dan wakil ketua
OSIS termasuk agenda kegiatan, “The DO and DON’TS” nan akan dilaksanakan di sekolah. Di kelompok
ke tiga, Takhlik draft Pertama lembaga /bahan usaha nan akan digunakan lakukan tiap-tiap
jodoh kandidat atasan dan konsul pembesar OSIS yang akan bertarung di tempat pemilihan ini yang akan
dilakukan secara virtual dan non virtual.
• Dagangan : Draft/rancangan awal catatan yang berisi visi dan misi kandidatketua dan wakil ketua OSIS,

rancangan awal tulisan nan berilmu panduan prosedur proses penyaringan penasihat dan ketua muda OSIS
dan tulang beragangan awal gubahan yang mandraguna rencan/bahan kampanye yang akan dilakukan makanya masing-
masing skuat sukses.
Tips kerjakan guru: Disarankan kiranya siswa telah mengatasi tehnik penulisan teks persuasi, referensi prosedural
serta teks obervasi sebelum kegiatan ini dilakukan, guru mendampingi siswa bikin memastikan petatar
didik mewah membedakan ragam penulisan teks sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan model
pembelajaran debat kembali diajarkan malah dahulu bikin meluaskan kemampuan buat
memajukan pendapat secara sensibel, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat nan berbeda dan
melatih peserta untuk bergaya kritis terhadap keterangan/data/fakta yang telah diberikan.
Kandidat pejabat dan ketua muda OSIS yang akan dijadikan fragmen dari kampanye di sekolah. Sedangkan
group kedua temperatur mempersunting dan membimbing mereka menuliskan panduan prosedur proses pemilihan
ketua dan ketua muda OSIS terdaftar agenda kegiatan, “The DO and DON’TS” yang akan dilaksanakan di
sekolah. Di kelompok ke tiga, master meminta dan membimbing peserta tuntun lakukan membuat tulang beragangan
/bahan kampanye nan akan digunakan bagi sendirisendiri pasangan kandidat ketua dan konsul bos
OSIS yang akan bertarung di ajang penyaringan ini. Kampanye akan dilakukan secara virtual dan non virtual.

P5 – Suara Demokrasi – SMPN 1 TURI | 11

VIII. Pengerahan DATA SECARA MANDIRI
• Adil: Siswa mengenali dan menyampaikan isu-isu akan halnya penghargaan terhadap
keragaman dan kufu budaya.
• Kegiatan:
Setelah temperatur memberikan tugas dan bimbingan di Aktivitas 6 dan 7, siswa diberikan waktu bakal secara
mandiri berbuat proses penulisan yang berbasis penggunaan data yang akurat.
1. 1.Di kelompok pertama, peserta didik berkonsultasi pada guru adapun konten dan dimensi visi
dan misi yang akan dipaparkan ibarat putaran proses kampanye. Ceramah ini akan dibacakan di
depan seluruh siswa didik SMP untuk mempersuasi mereka n domestik menentukan pilihan kandidat
ketua dan unggulan ketua OSIS.
2. Di kelompok ke-dua, peserta didik berkonsultasi pada temperatur tentang agenda kegiatan proses
pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS beserta “The DO ( nan boleh dilakukan) and DON’TS ( nan
tak boleh dilakukan).
3. Di kelompok ke-tiga, peserta didik berkonsultasi sreg guru mengenai tata cara, bentuk dan
konten ragam kampanye yang akan dilakukan baik secara virtual (sedarun) atau non virtual.
4. 3. Peserta didik mengelola data dan mengkaji data nan cak semau dan disajikan intern bentuk
presentasi, yang akan dilakukan secara bergerombol di inferior di Aktivitas 9. Guru bisa
memberikan panduan teknis untuk penyampaian ini, misalnya elemen penting privat presentasi,
lama presentasi dan sesi wawanrembuk per kelompok, format penguraian yang diinginkan, lagi
urutan presentasi.

• Perabot dan Bulan-bulanan: Kertas, Organ Tulis, Laptop (jika tersedia)
• Peran Master: Supervisi dan Konsultasi

• Durasi: 4 Jam
• Tugas :

Pesuluh harus menyelesaikan perombakan draft pertama nan sudah diberikan masukan, perbaikan dan
koreksi makanya guru agar dapat dipergunakan di pertemuan berikutnya.
• Produk : Draft/rancangan kedua garitan nan berisi visi dan misi kandidatketua dan wakil bos
OSIS, kerangka kedua tulisan yang mandraguna panduan prosedur proses pemilihan ketua dan wakil ketua
OSIS dan rajah kedua catatan nan berisi rencan/bahan kampanye yang akan dilakukan oleh
sendirisendiri tim sukses.
• Alternatif kegiatan : Siswa didik dapat berkreasi intern kelompok mungil lakukan menyajikan “mini lesson”
(berbagi /saling mengajari), kelompok tersebut terdari kelas 7,8 dan 9 terutama untuk mendapatkan
umpan pencong atas tulisan mereka sebelum diberikan pada temperatur.

P5 – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 12

IX. ASESMEN FORMATIF Penguraian SUARA Demokrasi DI SEKOLAHKU
• Objektif: Pesuluh tuntun membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu
simpulan atau keputusan.
• Kegiatan:
1. Peserta bimbing sesuai dengan kelompoknya porselen mempresentasikan temuan mereka dan
menjawab pertanyaan dalam sesi dengar pendapat dengan guru.
2. Master dapat menyerahkan (tanggapan) tertulis atas presentasi kelompok di akhir sesi sebagai
bagian pecah asesmen formatif
3. Suhu menegaskan Hawa sebagai moderator bisa menunangi setiap kerumunan bagi memberikan
suatu kesimpulan berpunca hasil penyajian
4. kembali keterkaitan antara kemerdekaan mengeluarkan pendapat melampaui alat angkut social &
pentingnya Peran aktif setiap individu untuk silih mengagungkan perbedaan yang ada,

• Gawai dan Incaran: Laptop, Proyektor
• Peran Guru: Moderator
• Durasi: 2 Jam
• Tugas :

Siswa menuliskan refleksi atas masukan guru/teman sebaya, menggunakan pemikiran mendalam dan
penggunaan nalar kritis mereka bakal melihat maksud konten kegiatan ini
• Barang : Karangan hasil refleksi

X. POSTER KAMPANYE Penyaringan Kepala OSIS: Investigasi VISI DAN MISI KANDIDAT Nomine KETUA
DAN Wakil Majikan OSIS

• Objektif: Siswa bimbing rani mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis permakluman nan
relevan serta memprioritaskan sejumlah gagasan tertentu.

• Kegiatan:
1. Peserta didik mulai sejak kelompok tiga yang berperan perumpamaan anggota Komisi Pemilihan Awam (KPU)
secara halal menyatakan pendaftaran kandidat ketua dan wakil pembesar OSIS, beserta aturan main
proses pelaksanaan kegiatan persuasi yang akan dilakukan oleh cak regu sukses masing masing kandidat
secara virtual dan non virtual
2. Peserta bimbing dari keramaian suatu beserta tim suksesnya masing -masing memulai tulangtulangan
penggalangan tahun secara bergerombol alias pribadi kerjakan mempersuasi suara semoga dapat
mendukung visi dan misi kandidat.
3. Peserta didik pecah kerumunan dua start berbuat manuver dengan susuk mendisain poster yang
berisi visi dan misi kandidat, foto kandidat, performa kandidat serta harapan yang akan diwujudkan
kandidat bagi programa OSIS yang lebih baik. Aksi ini akan dilakukan dengan menaati aturan
yang telah disepakati bersama dengan menggunakan media social atau gerakan secara
langsung.

• Gawai dan Sasaran: Laptop, Buku dan Alat Tulis
• Peran Master: Fasilitator • Durasi: 1 Jam

P5 – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 13

• Tugas :
1. Murid bimbing di kelompok tiga memastikan proses jalannya persuasi masing masing kandidat
beserta tim suksesnya akan berjalan dengan baik , memberikan arahan,teguran atau aniaya sesuai
resan yang mutakadim disepakati sebelumnya.
2. Petatar ajar di kerubungan satu dan dua menuliskan refleksi atas rancangan strategi kampanye yang
akan dilakukan baik berupa pemerolehan semenjak nomine pemilih, teknik nan digunakan maupun konten dari
materi kampanye.

• Dagangan : Hasil refleksi siswa

• Tips lakukan guru : guru bekerjasama dengan siswa nan menyukai kegiatan fotografi ( sekiranya tersedia) jika
bukan suka-suka bisa meminta bilang murid untuk menjadi episode dari cak regu pengarsipan yang bertugas
mengumpulkan bukti kegiatan selama projek ini berlangsung dalam bagan video, foto, pod-cast,
rekaman suar dan lain-tak. Kejadian ini dapat digunakan bikin asesmen portofolio nantinya

XI. POSTER KAMPANYE PEMILIHAN Pembesar OSIS: Pendalaman PERAN OSIS DALAM MEMBANTU Siswa
BERDEMOKRASI DENGAN SANTUN

• Objektif: Peserta didik memahami konsep hak dan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan
perilakunya. Start aktif mengambil sikap dan langkah untuk melindungi hak orang/gerombolan enggak.

• Kegiatan:
1. Hawa meminta peserta didik bikin berbagi hasil refleksi kegiatan di persuaan sebelumnya.
2. Guru terlampau meminta peserta didik untuk brainstorming (curah pendapat) mendiskusikan setidaknya
empat hal berikut:
a. arketipe usaha/kampanye yang mungkin lakukan diimplementasikan di sekolah mereka bikin
membantu pesuluh pelihara berdemokrasi dengan santun
b. tantangan/apa yang menghalangi implementasi gerakan/kampanye tersebut di sekolah mereka.
c. hal-hal yang terbiasa dimodifikasi agar aksi/kampanye tersebut dapat dilakukan di sekolah
mereka.
3. Hasil brainstorming (curah pendapat) bisa dirangkum di grafik hasil siram pendapat

• Alat dan Objek: Laptop, Buku dan Alat Tulis
• Peran Guru: Fasilitator
• Durasi:1 Jam

Tugas :
Kerubungan 1 dan 2 memodifikasi teknik kampanye yang dapat dijadikan ideal maupun “role-model” bagi
peserta lainnya,baik berkampanye di dunia maya (sarana sosial), ataupun di dunia abstrak. Kelompok 3
merevisi aturan yang perlu diperbaiki, dikurangi, ditambahkan atau dimodifikasi sebaiknya proses
berdemokrasi bisa berjalan dengan santun, bermakna dan bermutu
• Produk : Peta pikiran yang bersi teknik kampanye dan adat main kerumahtanggaan berdemokrasi di pemilahan
kandidat superior dan wakil ketua OSIS

P5 – Suara minor Demokrasi – SMPN 1 TURI | 14

XII. PROSES MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DENGAN CARA YANG SANTUN DAN BERKUALITAS Bikin
BERKAMPANYE PEMILIHAN Komandan OSIS: EKSPLORASI VISI DAN MISI KANDIDAT CALON Ketua DAN WAKIL
KETUA OSIS

• Objektif: Peserta didik mampu mengidentifikasi, menjelaskan, dan menganalisis embaran yang
relevan serta memprioritaskan sejumlah gagasan tertentu.

• Kegiatan:
1. Kerubungan satu (kandidat calon penasihat dan wakil ketua OSIS) dan kelompok dua (Tim sukses) tiba
berkampanye dengan menggunakan etika komunikasi berdemokrasi mengeluarkan pendapat,
menjelaskan visi dan misi setiap kandidat dengan menunggangi media sosial.
2. Guru dan kelompok 3 yang berperan sebagai (KPU) meminta tiap-tiap gerombolan bikin
ogok lengkap poster propaganda yang telah di buat dan konten aksi di media sosial
serta menjelaskan alasan kenapa poster atau konten tersebut sudah lalu patut kerjakan dikonsumsi publik
(lingkungan sekolah).
3. Setelah setiap kelompok selesai menyelesaikan kegiatan mereka masing-masing, master
menyadur hasil kegiatan kampanye yang telah dilakukan.
4. Di akhir sesi, guru dapat ogok rubrik semenjak kriteria kampanye yang santun, bermakna
dan berkualitas melalui sarana social dalam berdemokrasi untuk menjadi pedoman siswa di aktivitas
selanjutnya.

• Perkakas dan Objek: Laptop, Proyektor, Organ Catat dan Buku
• Peran Temperatur: Fasilitator
• Durasi: 3.5 Jam
• Tugas :

Temperatur meminta gerombolan tiga yang bermain sebagai KPU terus memantau proses kampanye yang
dilakukan oleh kandidat ketua dan wakil ketua OSIS, dan tim sukses masing – masing serta
mengingatkan kembali aturan main nan telah disepakati bersama.
• Produk : Tabel check list yang berisi aturan main proses berdemokrasi di sekolah

XIII. PROSES Kampanye Sedarun (DEBAT TERBUKA): Penajaman VISI DAN MISI KANDIDAT CALON KETUA
DAN WAKIL Majikan OSIS

• Nonblok: Peserta didik membuktikan penalaran dengan berbagai argumen internal mengambil suatu
simpulan ataupun keputusan.

• Kegiatan:
1. Debat melangah digelar selama sekitar 90 menit.
2. Debat akan terdiri berusul enam segmen.
a Segmen permulaan, pemaparan visi-misi maka itu per kandidat kepala dan wakil ketua OSIS
sejauh total 25 menit detik. Segmen kedua dan ketiga, menjawab pertanyaan terbuka, yakni
pertanyaan yang sudah lalu disusun hawa (panelis) dan sudah diberikan kepada saban
pasangan kandidat sebelum debat, terkait tema debat (cara berdemokrasi yang santun,
berkualitas dan bermutu melangkaui media social) sejauh 30 menit menit.
b Segmen keempat dan kelima, per dagi kandidat melemparkan tanya
kepada pasangan kandidat lainnya, dan mengamalkan debat antar kandidat atas pertanyaan dan
jawaban yang diberikan. Sreg kesempatan ini, masing-masing pasangan diberikan waktu sepanjang
10 menit, sehingga total segmen keempat dan kelima akan berlanjut selama 25 menit.
c Segmen keenam, Kelompok tiga (KPU) memberikan waktu kepada masing-masing n partner
kandidat untuk memberi pernyataan penghabisan selama maksimum 10 menit.
d Moderator n domestik debat perdana ini adalah guru Pendiri OSIS

P5 – Kritik Demokrasi – SMPN 1 TURI | 15

• Alat dan Bahan: : Laptop (software mendukung pembuatan e-poster untuk media sosial), Plano
Karton,sound system
,microphone,podium,medan mini,bangku/tikar bagi hadirin

• Peran Guru: Fasilitator
• Durasi: 2 Jam
• Tugas : (Refleksi)

Kelompok 1 & 2 (tim sukses ) mengerjakan evaluasi proses debat terbuka, sebaiknya sisa waktu gerakan dapat
melanglang kian baik Kelompok 3 melakukan evaluasi untuk perombakan proses kampanye agar demokrasi
dapat bepergian dengan baik
• Produk : Gubahan hasil refleksi

XIV. ASESMEN FORMATIF : MASA/MINGGU Sirep & SIMULASI PEMILIHAN Bos OSIS DI SEKOLAH
• Bebas: Peserta didik mampu menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan
konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif nan berlainan.
• Kegiatan:
1. Dalam masa/minggu ranah ini, pesuluh pemilu dan skuat suksesnya dilarang melakukan aktivitas
kampanye (virtual/non virtual) yaitu mengamalkan kegiatan peserta pemilu, maupun pihak tak nan
ditunjuk, lakukan mustakim pemilih dengan menawarkan visi, misi, programa dan/atau citra diri
kandidat ketua dan ketua muda OSIS. Dalam tahun/Minggu tenang, dilarang pula strategi uang jasa yang
prospektif atau menerimakan uang dan materi lainnya plong pemilih buat mempengaruhi seleksian
pemilih. Tim sukses juga harus menurunkan semua atribut persuasi yang ada seperti
poster,visi/misi, foto kandidat dan lain-lain mulai sejak lingkungan sekolah.

2. Gerombolan tiga dan master mengadakan simulasi pencoblosan kandidat kepala dan konsul ketuas OSIS
pada seluruh murid didik kelas 7,8 dan 9 dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Panitia pemilihan primadona ketua dan wakil pengarah OSIS akan menegur siswa didik berlandaskan
jenjang kelas, misalnya inferior 7A,7B, 8A,8B,9A dan 9B (disesuaikan dengan keadaan sekolah
tiap-tiap). Setelah dipanggil panitia, siswa akan diberikan arsip kritik yang berisi tanda
dan gambar/foto jumlah kandidat calon bos dan konsul penasihat OSIS.
b. Sebelum mencoblos, peserta didik harus memeriksa pula kondisi surat suara minor yang diterima.
Bila ditemukan Fasad, siswa didik dapat meminta panitia kerjakan menggantinya.
c. Saat start gilirannya, murid didik masuk ke bilik suara lakukan mencoblos kandidat seleksian.
d. Selepas mencoblos, peserta pelihara mengegolkan inskripsi suara ke kotak yang tersedia. Durasi yang
bisa digunakan bakal mencoblos sekeliling 2-5 menit.
e. Peserta didik harus memperhatikan cara mencoblos surat suara agar kritik terhingga sah saat
proses penghitungan.
f. Sebelum meninggalkan tempat seleksi celaan, peserta didik wajib menurunkan tangannya
pada boks/bak stempel/stamp-pad bak bukti bahwa peserta didik mutakadim memeberikan properti
kritik pada pemilihan kandidat kepala dan wakil ketua OSIS

• Organ dan Korban: bilik suara,kotak suara,stamp-pad /perumpamaan tanda, kenap,tapang/kasah,microphone,sound-
system, salinan kritik, stamp-pad, dan kusen penghitungan suara

• Peran Hawa: Penyedia
• Durasi: 2 Jam

P5 – Suara Demokrasi – SMPN 1 TURI | 16

• Tugas:
Seluruh panitia pereka cipta pemilihan calon bos dan wakil ketua OSIS diminta untuk memfinalisasi
aturan pelaksanaan, bilik kritik, kopi celaan,boks kritik, serta memastikan semua petatar kelas bawah 7,8 dan 9
n kepunyaan eigendom bakal memilih serta alasan kok milik ini harus dilakukan.

• Komoditas : Poster adat pelaksanaan proses kerakyatan di sekolah, refleksi pentingnya berpartisipasi
n domestik proses berdemokrasi dengan cara nan santun dan bermartabat

XV. ASESMEN SUMATIF PELAKSANAAN Seleksi Pejabat OSIS DI SEKOLAH
• Objektif: Peserta tuntun membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mencoket suatu
simpulan atau keputusan.
• Kegiatan:
a. Kepala Sekolah dan Guru Pembina OSIS menyingkapkan acara dan memelopori doa (jikalau kegiatan ini ter-hormat-
benar diadakan sesuai dengan tanggal kegiatan pemilihan ketua dan duta superior OSIS yang mutakadim
dipersiapkan sebelumnya di dalam takwim akademik), jika sekedar hanya untuk projek guru yang
tertumbuk pandangan bisa membuka acara/kegiatan ini.
b. Panitia pemilihan primadona pembesar dan ketua muda OSIS akan memanggil murid didik berdasarkan jenjang
kelas, misalnya kelas 7A,7B, 8A, 8B, 9A dan 9B (disesuaikan dengan keadaan sekolah per).
Setelah dipanggil panitia, pelajar jaga akan diberikan surat suara yang berilmu keunggulan dan gambar/foto
jumlah kandidat favorit ketua dan duta ketua OSIS.
c. Sebelum mencoblos, pelajar didik harus memeriksa kembali kondisi tembusan suara minor yang diterima. Bila
ditemukan fasad, peserta didik bisa menanyakan panitia bikin menggantinya.
d. Saat start gilirannya, peserta ajar masuk ke gedek suara kerjakan mencoblos kandidat pilihan.
e. Pasca- mencoblos, peserta asuh memasukkan surat suara ke boks nan tersaji. Durasi yang bisa
digunakan untuk mencoblos sekitar 2-5 menit.
f. Peserta tuntun harus memperhatikan cara mencoblos pertinggal celaan agar suara terhitung sah saat proses
penghitungan.
g. Sebelum meninggalkan palagan pemilihan suara, petatar didik wajib meletakkan tangannya pada
boks/bak stempel/stamppad sebagai bukti bahwa murid didik telah memberikan peruntungan suara miring pada
pemilihan kandidat superior dan duta ketua OSIS
h. Penghitungan suara akan dilakukan secara terbabang yang akan disaksikan secara sinkron oleh seluruh
peserta didik ,guru,kepala sekolah dengan memperalat tiang suara miring sekolah

• Alat dan Bulan-bulanan: Tindasan suara, tepas suara,papan suara, boks suara, papan tulis, laksana nama,marker
• Peran Master: Pengawas jalannya pemilihan agar berlangsung jujur dan independen
• Durasi: 3 Jam
• Dagangan : Peserta didik dapat memilih salah satu semenjak seleksian berikut, yaitu : video,refleksi,jurnal refleksi

maupun pengumuman hasil pengamatan atas berjalannya proses demokrasi yang santun dan bermartabat di
sekolah
• Uang sogok bagi master : Cak bagi memudahkan pemahaman siswa momen mengamalkan kegiatan ini, peserta didik
dapat menyaksikan video sumir mengenai manajemen cara pemunguta suara PEMILU 2022 sebagai bahan
referensi berjalannya proses kerakyatan yang santun dan ter-hormat.

P5 – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 17

https://www.youtube.com/results?search_query=proses+pemilu

XVI. ASESMEN SUMATIF EVALUASI SOLUSI YANG DITAWARKAN Sepatutnya DAPAT BERDEMOKRASI DENGAN
SANTUN DAN BERKUALITAS DI Alat angkut SOSIAL
• Objektif: Pesuluh asuh mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta
memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.
• Kegiatan:
“Bagaimana prinsip mencari solusi yang efektif cak bagi menciptakan menjadikan program kerja OSIS yang condong pada
membangun semangat demokrasi nan bermartabat,santun dan berkualitas dengan menggunakan
wahana sosial maupun riil?”
1. Ketua dan wakil ketua OSIS yang mentah sekadar tersortir mengevaluasi kampanye nan ditawarkan dengan
memperhatikan umpan balik konstruktif yang mereka cak dapat selama masa operasi.
2. Siswa didik dan guru berkreasi setara melakukan perencanaan dan persiapan lanjutan buat
melakukan propaganda membangun etika berkomunikasi /mendendangkan pendapat dengan santun melintasi
media sosial di sekolah.
3. Petatar jaga membimbing peserta didik untuk melakukan anju bersanding dengan pemangku
kepentingan di sekolah, yaitu bimbingan sekolah (pihak Yayasan dan/atau Kepala Sekolah) untuk
perizinan dan persetujuan gerakan manuver dan edukasi eksploitasi media sosial dengan cara yang
santun, moralistis dan berkualitas terutama bagi melagukan pendapat (kerakyatan).
• Organ dan Bahan: Lembar Evaluasi
• Peran Guru: Penatar & Monitoring program Aksi
• Durasi: 2 Jam
• Barang : Hasil tali evaluasi

P5 – Suara Demokrasi – SMPN 1 TURI | 18

XVII. BERAKSI DAN BEREFLEKSI AGAR DAPAT Melepaskan PENDAPAT DENGAN SANTUN DAN BERKUALITAS
Melampaui Kendaraan SOSIAL

• Objektif: Peserta merefleksikan premis nan digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias
puas pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda.

• Kegiatan:
“Apa yang bisa kita lakukan sepatutnya kampanye ini dapat berlanjut dan berkembang?”

1. Peserta didik kerumahtanggaan kelompok mungil atau per kelas/level menjalankan manuver nyata yang terdapat
dalam program kerja OSIS. Kampanye ini dijalankan dengan mengikutsertakan seluruh anggota sekolah. Salah
suatu cermin nyata yang dapat dilakukan merupakan menciptakan suasana yang nyaman dan beretika
saat berkonunikasi atau mengkhususkan pendapat melalui media sosial. Misalnya, petatar bimbing
bisa mengajak padanan-teman seangkatannya cak bagi mengkampanyekan situasi tersebut dengan
menggunakan wahana plakat, slogan,gambar,sajak,mural, lagu dan sebagainya. Ada 5 pesan berharga
nan akan disampaikan yaitu :

a. Berhati-lever saat berkomentar dan menghindari kata introduksi nan akan menyinggung persaan
orang bukan.

b. Hindari penyebaran konten yang berbau SARA, pornografi dan kekerasan.
c. Cross check legalitas berita
d. Menghargai hasil karya basyar tak
e. Berhati-hati saat menampilkan informasi pribadi

2. Sepanjang proses persuasi ini, peserta didik diajak lakukan terus mengamalkan refleksi terhadap efektivitas dan
dampak aksi yang dijalankan terhadap etika berkomunikasi/mengeluarkan pendapat (kerakyatan)
memalui media sosial pada khususnya dan di marcapada maujud pada umumnya.

• Alat dan Bahan: Lawe Refleksi plakat,
• Peran Guru: Fasilitator
• Durasi:3 Jam
• Barang : siswa pelihara dapat memilih keseleo satu berusul pilihan ini : media

jargon,tulangtulangan,tembang,mural, lagu, lembar refleksi

P5 – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 19

XVIII. ASESMEN SUMATIF (TUGAS UNJUK PEMAHAMAN) BERDEMOKRASI DENGAN SANTUN DAN BERKUALITAS
DI MEDIA SOSIAL

Pendayagunaan media sosial (medsos) di Indonesia terus berkembang. Lahirnya medsos menjadikan pola
perilaku masyarakat mengalami pergeseran, budaya, etika, dan norma. Belakangan, munculnya perbuatan
permakluman bohong (hoaks) nan meresahkan publik, mewujudkan pengguna medsos harus cerdas kerumahtanggaan
mengoptimalkannya laksana ki alat presentasi informasi nan baik.
Anda diminta bermitra oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)
menyelenggarakan kegiatan Seminar Eksploitasi Media Sosial. Kegiatan ini bertujuan buat
meningkatkan kemampuan remaja sreg khususnya, dan mahajana pada umumnya, untuk
mengintensifkan penggunaan medsos, untuk menangkal maraknya hoaks. Mengingat masyarakat/remaja
sering kali dihadapkan pada narasi yang negatif, menggiring terbentuknya persepsi negative di masyarakat.

Intensi : Mengejar solusi efektif mengkampanyekan penggunaan media sosial yang fit,berorientasi pada
membangun semangat demokrasi yang bermartabat,santun dan berkualitas dengan mengindahkan norma
sosial dan norma hukum yang berperan.

Peran: Partner Kerja Departemen Syariat dan Hak Asasi Manusia

Hadirin : Masyarakat pada umumnya/Remaja plong khususnya

Situasi :
Penggunaan media sosial (medsos) di Indonesia terus berkembang. Lahirnya medsos menjadikan pola
perilaku masyarakat mengalami pergeseran, budaya, etika, dan norma. Belakangan, munculnya ragam
kabar bohong (hoaks) yang meresahkan publik, membuat pengguna medsos harus cerdas n domestik
mengoptimalkannya sebagai sarana penyampaian informasi yang baik.

Produk:
Aturan/tata tertib bermedia sosial nan baik, beretika, santun dan berkualitas intern membawakan
pendapat (demokrasi). Aturan ini akan dikaji lagi oleh KEMENKUNHAM sebelum dijadikan UU yang akan
disosialisasikan di masyarakat

Standards : Lihat rubrik sebaik-baiknya di lampiran
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Ketepatan Bahan

Akhir:

Guru menguatkan pemahaman utama berkaitan dengan topik/issue yang diangkat. Terakhir, jangan lupa
rayakan! Akhir dari sebuah projek adalah pencapaian besar dan merupakan puncak dari kerja keras dan
dedikasi selama berjam-jam dari siswa, guru dan komunitas sekolah. Pesta kecil/piknik/vas luck sederhana
di penutup kiriman dapat dilakukan bikin menghargai kerja semua dan meningkatkan semangat belajar untuk
kedepannya. Selain itu, takdirnya pelajar merasa bahagia dan dihargai kemungkinan besar akan antusias jika
diberikan projek berikutnya sehingga membangun rasa percaya diri terbit asam garam masa lalu dan akan
menjadi makin efektif dan lebih baik di tahun depan, bersantailah dan luangkan waktu bagi merayakan
kesuksesan bersama — Kita semua berhasil!

P5 – Suara minor Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 20

Modifikasi Kegiatan/Pengayaan:
Pihak sekolah dapat mengundang komunitas domestik, pemerintah daerah, atau pihak terkait lainnya yang mempunyai visi
yang selaras bagi bekerja separas/kooperasi untuk memonitor implementasi programa, menjaga keberlangsungan
acara dan mememperluas dampak program.
Pustaka:

1. Fahmi, Ismail (2017). Peta dan Tantangan Manuver AntiHoax di Indonesia. https://www.slideshare.net/
IsmailFahmi3/peta-dantantangan-gerakan-antihoax-di-indonesia

2. Indonesia Mendidik. (2016). Kulwap: Melek Literasi di Era Digital. Retrieved January 12, 2022, from Indonesia
Mendidik: http://indonesiamendidik. com/tag/berlawanan-hoax

3. Nasrullah, Rulli. 2022. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama
Media.

4. Alec Fisher. (2009). Critical thinking an introduction (Berpikir kritis sebuah pengantar). Jakarta: Erlangga.
5. Baker, E., Breanna Horizon., Patricia O., Margaret., Lynne F. (2011). Project-based Learning Contoh, Relevant Learning

for the 21st Century.Washington: Pacific Education Institute

Refleksi :
Guru juga meminang siswa menuliskan suatu paragraf (5-10 kalimat) di dalam buku tulis sebagai refleksi pecah
pengajian pengkajian yang telah dilakukan di setiap langkah kegiatan.

Rubrik Penilaian Tugas Unjuk Pemahaman :
Assesmen dilakukan melalui observasi,proses hasil sawala dengan murid, dan hasil pencahanan siswa baik secara
Hamba allah maupuk kerumunan (kolaborasi)

Tolok Sangat Berkembang Berkembang Sesuai Mulai Belum
1.Perencanaan Maksud Berkembang Berkembang

2.Pelaksanaan Perencanaan yang Perencanaan yang Perencanaan Masih berupa
jelas dan matang: jelas: tujuan dan lini memiliki tujuan curah pendapat
harapan, janjang- masa yang realistis yang jelas dan ideide usaha
strata berarti yang belum
(milestones) serta beraturan
lini perian nan
realistis

Peserta Siswa Siswa Murid
mengidentifikasi
sagur nan berbeda mengidentifikasi mengenali melaksanakan
untuk menjalankan satu jalur cak bagi satu jongkong bikin aktivitas-
rencana. Mereka
boleh melaksanakan menjalankan menjalankan aktivitas secara
rang dengan sporadis
proses yang rencana. Mereka tulangtulangan. Mereka
terkoordinasi,
dapat melaksanakan dapat

rajah dengan melaksanakan
proses yang proses runtut dan
terkoordinasi meminta uluran tangan

P5 – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 21

bervariasi dan pada pihakpihak
bekerja secara yang sesuai
adaptif

3.Akurasi Korban Aturan/ penyelenggaraan – terib Kebiasaan/ tata – tertib Sifat/ tata-tertib Aturan/ pengelolaan-
yang ditawarkan yang ditawarkan yang ditawarkan tertib masih
menyasar inti menyasar riil ide yang dalam tahapan
permasalahan, faktor-faktor yang masih di identifikasi
realistis dan tercalit dengan permukaan faktor yang
mengasihkan permasalahan dan persoalan menyebabkan
dampak yang memberikan dan/maupun terbatas persoalan
berkelanjutan dampak pragmatis dan akibat nan
positif sementara ditimbulkan

P5 – Suara Kerakyatan – SMPN 1 TURI | 22

LAMPIRAN

1. GLOSARIUM

No. Kata/Terminologi Makna/Guna

1. Media Sosial Media untuk bersosialisasi suatu setinggi lain dan dilakukan

secara online nan memungkinkan turunan bakal saling

berinteraksi tanpa dibatasi urat kayu dan masa.

2. Demokrasi Bentuk alias sistem pemerintahan nan seluruh rakyatnya

turut serta memerintah dengan sangkutan wakilnya yang

tersortir.

3. Berita bohong Fakta yang diplintir ataupun direkayasa untuk pamrih lelucon

hingga serius

4. Perundungan dunia mujarad Ulah umpat, penghinaan,diskriminasi, pengungkapan

laporan atau konten nan bersifat privacy dengan harapan

mempermalukan.

Komentar yang menertawai,menyinggung secara nur-

terangan

5. Gerakan Kebangsaan Literasi Digital Kecakapan lakukan menggunakan media digital, alat-alat

komunikasi, atau jaringan privat menemukan, mengevaluasi,

menggunakan, menciptakan menjadikan informasi, dan memanfaatkannya

secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum

dalam buram membina komunikasi dan interaksi internal

roh sehari-hari

6. Tim sukses Keropok khalayak nan bertugas cak bagi memperjuangkan

calon yang diusungnya (Capres, Cagub, Cabup/ Cawakot) hendaknya

berhasil meraih keberhasilan internal suatu pemilihan.

7. Komisi Pemilihan Publik Lembaga alias badan yang dibentuk maka itu presiden yang terdiri

atas wakil pemerintah dan partai garis haluan buat melaksanakan

penyaringan umum, dipimpin oleh seorang penasihat dari salah satu

wakil tsb.

8. Kampanye Adalah kegiatan nan dilaksanakan makanya organisasi politik

atau nomine yang bersaing memperebutkan kedudukan dalam

legislator dan sebagainya bakal mendapat dukungan massa

pemilih dalam satu pemungutan celaan

9. Visi dan Misi Kemampuan melihat cerminan/wawasan masa depan yang

diinginkan bersendikan rukyat, pengamatan,

perimbangan kondisi yang ada keadaan sekarang.

10. Organisasi pesuluh Intra Sekolah (OSIS) Satu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia

yang dimulai pecah Sekolah Menengah adalah Sekolah

Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas

(SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang

tersaring bagi menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini

mempunyai koteng pengajar berasal master yang dipilih makanya

pihak sekolah.

11. Dokumen suara Surat pemilih.

12. Bilik suara Gelanggang menerimakan suara miring yang biasanya nyata bilik suara,

di mana pemilih boleh memilih nomine atau partai pilihannya

secara rahasia.

13. Kotak celaan Boks n domestik pemilihan favorit anggota dpr (lurah dan

sebagainya) kotak panggung mengegolkan lembaran yang sudah

diisi oleh pemilih.

14. Virtual Yakni punya tiga arti atau makna. Pertama disebut secara

faktual. Kedua adalah mirip ataupun lampau mirip dengan sesuatu

yang dijelaskan. Ketiga diartikan tampil maupun hadir dengan

menggunakan perangkat panjang usus komputer, misalnya di

internet.

P5 – Suara Demokrasi – SMPN 1 TURI | 23

15. Komunikasi Virtual Komunikasi yang dilakukan melalui melalui obrolan dalam
rencana tulisan, panggilan video, panggilan suara, video, dan
celaan dengan resan tunda

2. RUBRIK EVALUASI DIRI Ya Tidak
No. Kegiatan/Projek :
1. Apakah kegiatan ini mudah/sulit dilakukan ? Jelaskan !
2. Apakah ada fragmen dari kegiatan nan paling saya doyan? Jelaskan !
3. Apakah saya sudah mengamalkan kegiatan ini dengan baik? Jelaskan !
4. Adakah strategi yang telah saya lakukan berhasil dengan baik? Jelaskan !

5. Saya merasa senang sudah mengatasi kegiatan ini? Jelaskan !

6. Saya berhak mendapatkan nilai yang suntuk baik/baik/layak/kurang (pilih riuk
satu) kerumahtanggaan melaksanakan projek/kegiatan ini? Jelaskan!

3. RUBRIK /REFLEKSI TUGAS KELOMPOK

Segel:

Standar (dengan narasi Belum kelihatan Sesekali tertumbuk pandangan Sebagian besar Selalu terlihat
penjelasan) terlihat

1. Saya bersedia
mendengarkan pendapat
teman .

2. Saya bersedia lakukan
bernegosiasi dengan
teman

3. Saya bersedia untuk
turut-menurut untuk
mencapai tujuan bersama

4. Saya bersungguhsungguh
menyelesaika falak tugas saya
sebagai bagian dari
kelompok

5. Saya berkontribusi
pendapat/ide untuk
menyelesaika n tugas yang
diberikan

6. Saya mampu
menyelesaikan ki aib
dengan baik

4. Rubrik/REFLEKSI Hawa

Standar Ahli Madya Muda Pemula

N kepunyaan Mempunyai 90-100% Punya 80-90% Memiliki 70-80% Punya < 70%
pengetahuan akan pengetahuan akan pengetahuan akan pengetahuan akan pengetahuan akan
kesiapan peserta kesiapan peserta ketersediaan pesuluh kesiapan murid kesiapan peserta
didik asuh pelihara didik didik

Memiliki Memiliki Punya Memiliki Punya
siaran minat warta 15-20 deklarasi 10-15 pengetahuan 510 pengetahuan <5
pelajar ajar minat peserta didik minat pelajar pelihara minat peserta jaga minat peserta bimbing

Memiliki Memiliki 90-100% Memiliki 80-90% N kepunyaan 70-80% Memiliki <70%
kabar akan pengetahuan akan pengetahuan akan
takrif akan pengetahuan akan

P5 – Suara miring Demokrasi – SMPN 1 TURI | 24

profil cara belajar profil cara belajar riwayat hidup cara belajar profil kaidah belajar profil cara belajar
peserta didik siswa didik petatar didik pelajar asuh peserta didik

N kepunyaan Punya Memiliki Mempunyai Mempunyai
pengetahuan tehnik pengetahuan yang kenyataan yang laporan yang keterangan tekor
mengajar mumpuni 100 % baik (80%) tehnik memadai (60%) tehnik dari 40% tehnik
diferensiasi tehnik mengajar mengajar mengajar mengajar
diferensiasi diferensiasi diferensiasi diferensiasi

5. Rubrik EVALUASI AKSI PROJEK

6. BAGAN LANGKAH-LANGKAH Penelaahan BERBASIS PROYEK

7. RUBRIK UMPAN Mengot

Kriteria Level 1 Level 2 Level 3 Level 4
D (50-59%) C (60-69%) B (70-79%) (80-100%)
Pengetahuan & Pemahaman
Berpikir
Berkomunikasi
Mengaplikasikan/Melaksanakan

P5 – Suara Demokrasi – SMPN 1 TURI | 25

Source: https://anyflip.com/xypcv/yuet/basic