Aplikasi Teori Pembelaran Behavioristik Pada Mata Pelajaran Matematika Smp










PENERAPAN TEORI BEHAVIORISME
Privat Pembelajaran Aji-aji Embaran ALAM



Skinner mengakui bahwa aplikasi berpangkal teori operant ialah adv minim, sekadar dia merasa bahwa terserah implikasi praktis untuk pendidikan. Ia memunculkan bahwa control nan positif (mengademkan) mengandung sikap yang menguntungkan terhadap pendidikan, dan akan bertambah efektif jika digunakan. (Sudjana Ufuk, 1990: 92)



Dengan three-term contingency modelnya (stimuli nan deskriptif, respons dan reinforce) engkau menganjurkan bahwa peranan utama berpokok pendidik ialah menciptakan kondisi mudahmudahan tetapi tingkah laku nan diinginkan saja nan diberi stabilitas. Stimulus deskriminatif dipergunakan untuk mengintensifkan terjadinya tingkah laku yang diinginkan. Sira memunculkan untuk melakukan analisis sewaktu terhadap aktiitas-aktivitas yang terjadi dalam situasi praktis untuk mengenal tingkah laku yang
pantas dan yang tidak pantas secara tepat. Pendidik semoga berbuat garitan berusul kemajuan murid sehingga dapat dilakukan perubahan program yang diperlukan siswa.



Informasi nan diperoleh dapat diperbaiki bagi perbaikan selanjutnya baik akan halnya pendidikan ataupun teknik yang dipakai dalam pendidikan. Pendidik teradat mengetahui dan menentukan tugas-tugas mana yang akan dicoba (dilaksanakan), bagaimana cara melaksanakannya dan hasil apa yang akan diharapkannya.



Menurut Skinner mengajar adalah mengatur kesatuan penguat untuk mencapai proses berlatih. Dengan demikian tugas suhu harus sebagai arsitek internal membentuk tingkah laku siswa melalui penguatan sehingga dapat takhlik respons nan tepat untuk siswa.



Dengan pengenalan lain focus maujud privat pengajaran adalah kasih penguatan nan konsisten, segera dan positif cak bagi tingkah larap nan tepat dan bagi pencapaian tujuan pengajaran yang diinginkan. Pengajaran berprogram adalah model yang diajukan oleh Skinner berdasarkan teori belajarnya. (Sudjana T, 1990 : 92-93)

Terserah beberapa pendirian pengajaran tingkah laku nan dapat digunakan beralaskan aliran behaviorisme menurut Skinner, yang dirancang hendaknya pengetahuan siswa tetap berlimpah dalam benak siswa antara lain :


1)



Mesti adanya pamrih nan jelas dalam pengertian tingkah larap apa nan diharapka dicapai para siswa. Harapan diatur sedemikian rupa secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks.


2)



Mengasihkan tekanan kepada kemajuan individu sesuai dengan kesanggupannya


3)



Pentingnya penilaian yang terus menerus bakal menentukan tingkat keberuntungan nan dicapai pesuluh


4)



Prosedur pengajaran dilakukan melalui modifikasi atas dasar hasil evaluasi dan kemajuan nan dicapainya.


5)



Hendaknya digunakan nyata reinforcement secara sistematis bervariasi, dan segera manakah respons peserta telah terjadi.


6)



Pendirian berlatih tuntas mudah-mudahan digunakan seharusnya penaklukan belajar para siswa boleh diperoleh sesuai dengan tingkah laku yang diharapkan (tujuan yang ingin dicpai dari pengajaran)


7)



Programa remedial bikin murid yang memerlukan harus diberikan agar mencapi prinsip harapan belajar tuntas.


8)



Peran guru lebih diarahkan kepada peranannya sebagai arsitek dan pembentuk tingkah kayun pelajar.

Bagi mempertahankan maupun mempertinggi perilaku, diberikan stimulus penguat dan menghilangkan perilaku stimulus penguat dikurangi atau diturunkan. Untuk respon yang tepat hendaknya diberikan penguat berupa secara sinkron. Balasannya dapat dilihat
bahwa seseorang akan mempertahankan perilakunya (respons) dengan baik apabila diberikan stimulus penguat.


(Sudjana Tepi langit, 1990 : 89)

Dalam pembelajaran Ilmu Kabar Kalimantang teori berlatih Behaviorisme yang berpedoman sreg perubahan tingkah laku pasca- mengerjakan pembelajaran bisa diterapkan dengan memperalat stimus-stimulus yang dapat membangkitkan spirit pelajar intern belajar dan subur merangsang siswa bikin merubah perilakunya sesuai dengan intensi penelaahan yang cak hendak dicapai. Misalya dalam mengajarkna materi tentang diri seorang di papan bawah I SD, stimulus dapat diberikan dengan prinsip menunjukkan gambar/foto Tubuh manusia atau menunjukkan torso individu, dengan menunjukkan wahana tentu pesuluh akan lebih tertambat dan termotivasi bagi berbuat penataran.

Selanjutnya dengan menunjukkan media pembelajaran yang menjujut karuan murid akan menunjukkan respons yang kasatmata, respons nan diberikan siswa merupakan tindakan, jika siswa melakukan perlintasan tingkah laku , (misalnya petatar bertanya fungsi anggota jasad orang, maupun bakir menjawab soal yang diberikan master setelah mematamatai media contohnya menujukkan bagian badan manusia dan menyoal puas siswa segala fungsinya peserta yang mampu menjawab dengan benar dan sesuai dengan pamrih pembelajaran nan ingin dicapai diindikasikan telah terjadi persilihan perilaku yakni perilaku dari tidak tau menjadi tau)

Lakukan mempertahankan embaran dalam benak petatar privat pembelajaran IPA sesuai dengan teori Operant Concitioning nan dikemukan Skinner. Operant Concitioning atau pengkondisian operan merupakan suatu proses pemantapan perilaku operan (pemantapan positif alias destruktif) nan dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat repetitif sekali lagi. Dalam pendedahan IPA agar pemberitaan (perilaku/tindakan) petatar dapat bertahan privat ingatannya perlu dilakukan pengutan dengan cara mengulang (drill) materi yang diberikan atau dengan cara memberikan pengutan kepada siswa yang kaya menjawab pertanyaan yang diberikan guru misalanya dengan memberikan apresiasi, memasrahkan nilai yang terlampau memuaskan, menerimakan aplaus, menyerahkan senyuman, ancungan jempol atau dengan cara yang lainnya yang bisa membentuk berbesar hati siswa yang telah berhasil. Untuk pesuluh nan tidak berhasil menjawab tanya nan diberikan suhu akan diberikan kegiatan remedial umpama bentuk penguatan berupa pengulangan (drill).


Daftar pustaka

Dahar R, 1989.Teori-Teori Belajar. Erlangga. Jakarta

Sudjana N, 1990.
Teori-Teori Berlatih Untuk Pengajaran
. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Jamiah Indonesia. Jakarta


_____________,


2009.
Teori Sparing Behaviorisme.


trimanjuniarso.wordpress.com

Source: https://lismayadi.blogspot.com/2013/02/teori-behaviorisme-dalam-pembelajaran.html